• Tidak ada hasil yang ditemukan

Chart Title

NO JENIS BENCANA JUMLAH KEJADIAN

1 Gunung Api

2 Banjir 11 31 107 3 Longsor 20 28 109 4 Grankan Tanah 3 2 14 5 Puting Beliung 4 58 205 6 Gempa Bumi 1 9 27 7 Pohon Tumbang 16 18 65 8 Tersambar Petir 5 12 46 9 Kekeringan 116 16.295 46574 10 Rumah Roboh 49 80 258 225 16.533 47.405

Selanjutnya untuk dapat lebih meningkatkan kesiapsiagaan penanganan bencana, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya telah melaksanakan kegiatan:

1. Penanganan Bantuan Sosial Tanggap Darurat Bagi Korban Bencana Alam; 2. Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tingkat Kota Tasikmalaya; 3. Koordinasi dan Konsolidasi Tim PB Daerah;

4. Pengelolaan Posko Pusdalops;

5. Pelaksanaan Penanganan Darurat Bencana; 6. Pembentukan Komunitas Siaga Bencana; 7. Pelatihan Penanganan Darurat Bencana;

8. Diseminasi dan Pengembangan Percontohan Rumah Tahan Gempa;

9. Pembuatan dan Pemasangan Rambu pada Jalur Evakuasi Daerah Rawan Bencana; 10. Peningkatan Peran Dunia Usaha Dalam Penanggulangan Bencana;

11. Peningkatan Kapasitas Relawan/Satgas PB Dalam Bidang Water Rescue;

12. Pengadaan Sarana dan Prasarana Penunjang Dalam Penanggulangan Bencana; 13. Pelatihan Kaji Cepat Dalam Penanganan Darurat Bencana;

14. Evaluasi Standar Mutu Manajeman ISO 9001 2015.

Langkah langkah yang dilakukan dalam kaitannya dengan penanggulangan bencana di lingungan pemerintah kota tasikmalaya adalah sebagai berikut :

a. Pembentukan forum PRB (pengurangan resiko bencana)

b. Peningkatan dan pengembangan kapasitas masyarakat dan aparatur di daerah rawan bencana

c. Pengurangan resiko bencana di tingkat sekolah khusus daerah rawan bencana d. Pembentukan KATANA (kelurahan Tanggap Bencana) di daerah rawan bencana e. Pembentukan UMKM Tangguh di daerah rawan bencana

f. Penyusunan dan Penyesuaian peraturan daerah/ Perwalkot dalam penanggulangan bencana dengan kajian dan aturan diatasnya serta kondisi yang ada di masyarakat.

Tabel 3.54

Anggaran Program Pendukung Sasaran 14

NO PROGRAM PAGU REALISASI CAPAIAN NO

1 Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam

40.000.000 39.437.200 98,59% KECAMATAN

2 Program Peningkatan Keamanan

dan Kenyamanan Lingkungan 52.600.000 51.678.750 98,25% 3 Program Upaya Pencegahan

Penyalahgunaan Narkoba 15.000.000 14.855.000 99,03% 4 Program Pencegahan Dini dan

Penanggulangan Korban Bencana Alam

2.409.270.000 2.386.407.534 99,05%

BPBD

5 Program Pelayanan dan

Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 143.500.000 143.124.100 99,74% 6 Program Peningkatan Pelayanan

Publik 63.500.000 62.732.126 98,79%

7 Program Peningkatan Keamanan

dan Kenyamanan Lingkungan 826.073.800 817.587.660 98,97%

SATPOL PP DAMKAR

LKIP Kota Tasikmalaya Tahun 2018

8 Program Pemeliharaan

Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal 35.500.000 34.925.795 98,38% 9 Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (PEKAT) 100.000.000 99.608.800 99,61% 10 Program Peningkatan Kesiagaan

dan Pencegahan Bahaya Kebakaran

546.800.000 506.734.685 92,67%

Sasaran 14

Meningkatnya keluarga berencana dan pengendalian penduduk

Pencapaian sasaran 14 dapat dilihat dalam tabel dibawah ini : Tabel 3.55

Analisis Pencapaian Sasaran 14

Meningkatnya Keluarga Berencana dan Pengendalian Penduduk

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2017

%

Tahun 2018

% Target Realisasi Target Realisasi 30 Laju Pertumbuhan Penduduk % 1.40 0.27 180.71 0,25 0,199 120,40

31 Angka Kelahiran Total/Total Fertility Rate Point 2.49 2.40 103,61 2,12 2.11 100.47

32 Persentase Keluarga Sejahtera % - - 0.00 86,2 85 98.60

33 Indeks Pemberdayaan Gender Point - - 0.00 90,82 91,06* 100.26

34 Indeks Pembangunan Gender Point - - 0.00 67 63,5* 94.77

Sasaran Meningkatnya keluarga berencana dan pengendalian penduduk dapat dilihat dari sebanyak 5 indikator yaitu :

Capaian kinerja nyata indikator 30 " Laju Pertumbuhan Penduduk " adalah sebesar 0.199 % dari target sebesar 0.25 % yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2018 sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 120.40 %, capaian ini melebihi / melampaui target yang diperjanjikan.

Tahun 2018 adalah tahun ke 1 renstra, capaian kinerja indikator 30 " Laju Pertumbuhan Penduduk " tahun ini adalah sebesar 0.199 %, bila dibandingkan dengan target akhir renstra Kota Tasikmalaya maka capaian kinerjanya mencapai 120.40 %.

Capaian kinerja nyata indikator 31 " Angka Kelahiran Total / Total Fertality Rate" adalah sebesar 2.11 % dari target sebesar 2,12 % yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2018 sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 100.47 %, capaian ini mencapai target yang diperjanjikan.

Tahun 2018 adalah tahun ke 1 renstra, capaian kinerja indikator 31 " Angka Kelahiran Total / Total Fertality Rate " tahun ini adalah sebesar 2.11 %, bila dibandingkan dengan target akhir renstra Kota Tasikmalaya maka capaian kinerjanya mencapai 100.47 %.

Capaian kinerja nyata indikator 32 " Persentase Keluarga Sejahtera " adalah sebesar 85 % dari target sebesar 86,2 % yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja

LKIP Kota Tasikmalaya Tahun 2018

Tahun 2018 sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 98.60 %, capaian ini tidak mencapai target yang diperjanjikan.

Tahun 2018 adalah tahun ke 1 renstra, capaian kinerja indikator 32 " Persentase Keluarga Sejahtera " tahun ini adalah sebesar 85 %, bila dibandingkan

dengan target akhir renstra Kota Tasikmalaya maka capaian kinerjanya mencapai 98.60 %.

Capaian kinerja nyata indikator 33 " Indeks Pemberdayaan Gender " adalah sebesar 91.06 point dari target sebesar 90,82 point yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2018 sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 100.26 %, capaian ini melebihi / melampaui target yang diperjanjikan.

Tahun 2018 adalah tahun ke 1 renstra, capaian kinerja indikator 33 " Indeks Pemberdayaan Gender " tahun ini adalah sebesar 91.06 * point, bila dibandingkan dengan target akhir renstra Kota Tasikmalaya maka capaian kinerjanya mencapai 100.26 %.

Capaian kinerja nyata indikator 34 " Indeks Pembangunan Gender " adalah sebesar 63.5 point dari target sebesar 67 point yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2018 sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 94.77 %, capaian ini tidak mencapai target yang diperjanjikan.

Tahun 2018 adalah tahun ke 1 renstra, capaian kinerja indikator 34 " Indeks Pembangunan Gender " tahun ini adalah sebesar 63.5 * point, bila dibandingkan dengan target akhir renstra Kota Tasikmalaya maka capaian kinerjanya mencapai 94.77 %.

Jumlah penduduk Indonesia merupakan penduduk terbesar di Kawasan ASEAN dan merupakan urutan empat terbesar di dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Selain memberikan keuntungan, jumlah penduduk yang besar menimbulkan permasalahan sendiri dan berdampak terhadap pembangunan nasional.

Keuntungan mempunyai penduduk besar adalah mempunyai sumber daya manusia yang banyak untuk menggerakkan pembangunan. Sedangkan permasalahan yang timbul terkait dengan jumlah penduduk yang besar adalah berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup, penyediaan pangan, ketersediaan pemukiman yang mencukupi, keamanan, tingkat kesehatan masyarakat, dan kualitas sumber daya manusia. Tingkat pertumbuhan penduduk, masalah komposisi penduduk dan ketimpangan distribusi penduduk juga menjadi masalah serius yang harus segera ditangani oleh pemerintah. Masalah kependudukan sangat mempengaruhi kesejahteraan dan perkembangan suatu daerah dan negara.

Masalah yang berkaitan dengan penduduk merupakan tugas besar dari semua pihak, khususnya pemerintah untuk dapat membuat kebijakan - kebijakan yang tepat

dalam mengatasinya baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Hal ini dalam upaya memperbaiki kualitas hidup masyarakat sehingga kesejahteraannya dapat ditingkatkan.

1.1 Jumlah, Laju Pertumbuhan Penduduk, dan Rasio Jenis Kelamin

Berdasarkan proyeksi penduduk 2010-2020, jumlah penduduk Kota Tasikmalaya mencapai 661.404 jiwa pada tahun 2017, dengan tingkat kepadatan sebesar 3.854 jiwa per km2 dan laju pertumbuhannya 0,27 persen.

Jumlah penduduk Kota Tasikmalaya yang banyak, akan memberikan dampak terhadap kehidupan bermasyarakat Kota Tasikmalaya kedepannya.

Dengan penduduk yang besar maka pemerintah tidak akan kesulitan dalam penyediaan tenaga kerja, tetapi di sisi lain diperlukan perhatian khusus terkait kesejahteraan penduduknya baik material maupun rohaniahnya.

Masalah-masalah yang akan timbul, antara lain kemiskinan, pengangguran dan lain-lain.

Jumlah penduduk Kota Tasikmalaya selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Selama kurun waktu tahun 2013 – 2017, jumlah penduduk Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan sebesar 1,49 persen atau mengalami penambahan sebanyak 9.728 jiwa.

Tabel 3.56

Jumlah, Laju Pertumbuhan Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin di Kota Tasikmalaya, 2013 – 2017

No Tahun Jumlah Penduduk (Jiwa) Laju Pertumbuhan per Tahun (%)

Rasio Jenis Kelamin

1 2 3 4 5 1 2013 651.676 0,54 101,58 2 2014 654.794 0,48 101,49 3 2015 657.477 0,41 101,38 4 2016 659.606 0,32 101,27 5 2017 661.404 0,27 101,14

Sumber : Proyeksi Penduduk 2010 – 2020, BPS

Pada periode tahun 2013 – 2017 laju pertumbuhan penduduk Kota Tasikmalaya terus mengalami penurunan. Jika pada tahun 2013 laju pertumbuhan penduduknya sebesar 0,54 persen, maka pada tahun 2017 menjadi 0,27 persen. Hal ini menunjukkan bahwa program pemerintah terkait pengendalian pertumbuhan penduduk mengalami keberhasilan.

Rasio jenis kelamin (sex ratio) merupakan angka perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan di suatu daerah. Rasio jenis kelamin penduduk Kota Tasikmalaya pada tahun 2017 sebesar 101,14. Hal ini berarti, bahwa setiap 101 penduduk laki-laki terdapat 100 penduduk perempuan. Dengan kata

LKIP Kota Tasikmalaya Tahun 2018

lain jumlah penduduk lakilaki di Kota Tasikmalaya lebih banyak daripada jumlah penduduk perempuan.

Grafik 3.16 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Kota Tasikmalaya Menurut Kecamatan, 2017

Sumber : Susenas, Maret 2017, BPS

Dari Grafik di atas terlihat, bahwa rasio jenis kelamin di Kecamatan Tawang dan Bungursari memiliki rasio jenis kelamin di bawah 100, masing-masing sebesar 98,17 dan 99,24. Hal ini mengindikasikan bahwa di dua Kecamatan tersebut, jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-laki.

Bentuk piramida penduduk Kota Tasikmalaya termasuk piramida ekspansif, dimana komposisi penduduk didominasi oleh kelompok muda.

Piramida ini

menggambarkan penduduk yang sedang tumbuh dan berkembang. Tingginya jumlah penduduk usia muda menunjukkan potensi sumber daya manusia (SDM) Kota Tasikmalaya sangat besar. Struktur umur penduduk Kota Tasikmalaya masih didominasi oleh penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) mencapai 67,44 persen. Penduduk usia produktif ini keberadaannya sangat potensial sebagai

102,76 102,23 101,79 101,77 101,55 101,24 101,22 100,4 99,24 98,17 101,14 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 Kawalu Purbaratu Mangkubumi Tamansari Cihideung Cipedes Cibeureum Indihiang Bungursari Tawang Kota Tasikmalaya

modal dasar pembangunan. Sementara itu, proporsi penduduk usia 0-14 tahun 27,47 persen dan penduduk usia lanjut (65 tahun ke atas) mencapai 5,09 persen.

Sumber ; Proyeksi Penduduk 2010 – 2020, BPS

Persentase penduduk Kota Tasikmalaya merupakan 1,38 persen dari penduduk