• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

D. Manfaat Penelitian

3. Hakikat keterampilan berbahasa

Menyimak adalah sebuah tindakan yang menyengajakan diri mendengar dan sasarannya berupa bunyi bahasa. Menyimak merupakan salah satu cara untuk mendengar dan menerima perasaan serta member tanggapan yang bertujuan menunjukkan bahwa kita sungguh-sungguh telah menangkapi perasaan serta pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.

Keterampilan menyimak sangat dibutuhkan atau sangat perlu dimiliki oleh setiap orang supaya dalam berkomunikasi akan lebih lancar dan dapat membedakan anatara menyimak dan mendengarkan. Oleh karena itu, menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambing-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemhaman, apresiasi serta interpretasi untuk memperoleh informasi, mengungkap isi serta memahami makna komunikasi yang disampaikan oleh si pembicara memalui ujaran atau bahasa lisan.

b) Pengertian Membaca

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.

Dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding prosess).Membaca juga dapat diartikan sebagai suatu metode yang kita pergunakan untuk berkomunikasi dengan diri kita

sendiri dan kadang-kadang dengan orang lain-yaitu mengkomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambing-lambang tertulis.

c) Pengertian Bericara

Berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan.Pesan dan bahasa lisan merupakan dua hal yang sangat erat kaitannya.Berbicara betujuan untuk meyakinkan pendengar tentang sesuatu. Dengan pembicaraan yang meyakinkan, sikap dan cara pandang pendengar dapat diubah misalnya dari sikap menolak beralih sehingga akhirnya mereka mau dibuat, bertindak atau beraksi seperti ang dikendakinya.

d) Pengertian Menulis

Menulis merupakan salah satu kemampuan wajib yang harus diketahui oleh semua orang. Tanpa kemampuan yang satu ini, aktivitas dalam kehidupan sehari-hari dapat dipastikan tidak akan berjalan dengan lancar.Menulis sendiri merupakan aktivitas yang dilakukan dengan tujuan membuat atas apa yang dianggap penting dengan memanfaatkan berbagai macam media.

e) Hubungan antara Berbicara dan Menyimak

Antara berbicara dan menyimak, terdapat hubungan yang erat dari hal-hal berikut ini :

1) Ujaran (Speech) biasanya dipelajari melalui menyimak dan meniru (imitasi). Oleh karena itu, contoh atau model yang disimak serta direkam oleh anak sangat penting dalam enguasaan kecakapan berbicara.

2) Kata-kata yang akan dipakai serta dipelajarai oleh anak biasanya ditentukan oleh perangsang (stimulasi) yang mereka temui (misalnya kehidupan desa >< kota) dan kata-kata yang paling banyak member bantuan atau pelayanan dalam menyampaikan ide-ide mereka.

3) Ujaran anak mencerminkan pemakaian bahasa di rumah dan dalam masyarakat tempatnya hidup; misalnya : ucapan, intonasi, kosa kata, penggunaan kata-kata, dan polapola kalimat.

4) Anak yang elbih muda lebih dapat memahami kalimat-kalimat yang jauh lebih panjang dan rumit daripada kalimat-kalimat yang dapat diucapkannya.

5) Meningkatkan keterampilan menyimak berate membantu meningkatkan kualitas berbicara seseorang.

6) Bunyi atau suara merupakan suatu fakor penting dalam peningkatan cara pemakaina kata-kata anak. Oleh karena itu, anak-anak akan tertolong kalau mereka medengarkan/menyimak ujaran-ujaran yang baik dari pada guru, rekaman-rekaman yang bermutu, dan cerita-cerita yang bernilai tinggi.

7) Berbicara dengan bantuan alat-alat peraga ( visual aids) akan menghasilkan penangkapan informasi yang lebih baik pada pihak menyimak. Umumnya anak mempergunakan bahasa yang didengarnya.

f) Hubungan antara Menyimak dan Membaca

Keterampilan menyimak juga merupakan dasar atau faktor penting bagi suksesnya seseorang dalam belajar membaca secara efektif. Penelitian yang telah

dilakukan oleh para ahli telah memperlihatkan beberapa hubungan penting antara membaca dan menyimak, antara lain :

1) Pengajaran serta petunjuk-petunjuk dalam membaca diberikan oleh guru melalui bahasa lisan, dan kemampuan anak untuk menyimak dengan pemahaman penting sekali.

2) Menyimak merupakan cara atau mode utama bagi pelajaran lisan (verbalized learning) selama tahun-yahun permulaan di sekolah. Perlu dicatat misalnya bahwa anak yang cacat dalam membaca haruslah meneruskan pelajarannya di kelas yang lebih tinggi dengan lebih banyak melalui menyimak dari pada melalui membaca.

3) Walaupun menyimak pemahaman (listening comprehension) anak-anak sering gagal untuk memahaminya dan tetap menyimpan/memakai/menguasai sejumlah fakta yang mereka dengar.

4) Oleh karena itu, para pelajar membutuhkan bimbingan dalam beajar menyimak lebih efektif dan lebih teratur lagi agar hasil pengajaran itu baik.

5) Kosa kata atau perbendaharaan kata menyimak yang sangat terbatas mempunyai kaitan dengan kesukaran-kesukaran dalam belajar membaca secara baik.

6) Bagi para pelajar yang lebih besar atau tinggi kelasnya, korelasi antara kosa kata baca dan kosa kata simak (reading covabulary dan listening vocabulary) sangat tinggi, mungkin 80 % atau lebih.

7) Pembeda-bedaan atau diskriminasi pendengaran yang jelek acapkali dihubungkan dengan membaca yang tidak efektif dan mungkin merupakan suatu factor

pendukung atau faktor tambahan dalam ketidakmampuan dalam membaca (poor read-ing).

8) Menyimak turut membantu anak untuk menangkap ide utama yang diajukan oleh pembicara; bagi pelajar yang lebih tinggi kelasnya, membaca lebih unggul dari pada menyimak sesuatu yang mendadak dan pemahaman informasi yang terperinci.

g) Hubungan antara Berbicara dan Membaca

Sejumlah proyek penelitian telah memperlihatkan adanya hubungan yang erat diantara perkembangan kecakapan bahwa kemampuan umum bahasa lisan turut melengkapi suatu latar belakang pengalaman yang menguntungkan serta keterampilan-keterampilan bagi pengajaran membaca. Hubungan-hubungan antara bidang lisan dan membaca telah dapat diketahui dalam beberapa telaah penelitian, antara lain :

1) Performansi atau penampilan membaca berbeda sekali dengan kecakapan bahasa lisan.

2) Pola-pola pelajaran ujaran orang yang tuna aksara atau buta huruf mungkin mengganggu pelajran membaca pada anak-anak.

3) Kalau pada tahun-tahun permulaan sekolah ujaran membentuk suatu pelajaran bagi pelajaran membaca, membaca bagi anak-anak kelas yang lebih tinggi turut membantu meningkatkan bahasa lisan mereka, misalnya : kesadaran linguistic mereka terhadap istilah-istilah baru, struktur kalimat yang baik dan efektif, serta penggunaan kata-kata yang tepat.

4) Kosa kata khusus mengenai bahan bacaan haruslah diajarkan secara langsung. Andaikan muncul kata-kata baru dalam buku bacaan/buku pegangan murid, guru hendaknya mendiskusikannya dengan murid sehingga mereka memahami maknanya sebelum mereka mulai membacanya.

4. Hakikat Keterampilan Berbicara

Dokumen terkait