STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan rekan-rekannya di Univesitas John Hopkin serta merupakan teknik paling sederhana serta paling baik untuk permulaan bagi guru yang baru menggunakan metode pembelajaran kooperatif. Guru yang menggunakan teknik STAD juga mengacu kepada kelompok belajar siswa, menyajikan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks.25
Teknik STAD adalah metode pembelajaran kooperatif untuk pengelompokkan kemampuan campur yang melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu. Keanggotaan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku.26 Menurut Slavin, STAD terdiri atas lima komponen utama, yaitu presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, dan rekognisi tim.27
a. Presentasi Kelas. Materi dalam STAD pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di dalam kelas. Presentasi kelas dalam STAD berbeda dari cara pengajaran yang biasa. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka. Siswa harus betul-betul memperhatikan presentasi ini karena dalam presentasi terdapat materi yang dapat membantu untuk mengerjakan kuis yang diadakan setelah pembelajaran.
b. Tim. Tim terdiri dari empat atau lima siswa Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras, dan etnisitas. Fungsi utama dari tim adalah memastikan bahwa
25
Muslimin Ibrahim,dkk, Pembelajaran Kooperatif., (Surabaya: Universitas Negeri Surabaya, 2001), h. 20.
26
Suyatno, Menjelajah Pembelajaran Inovatif, (Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka, 2009), h. 52.
27
Robert E. Slavin, Cooperative Leaning; Teori, Riset, dan Praktik, (Terjemahan: Narulita Yusron), (Bandung: Nusa Media, 2008), h. 143.
semua anggota tim benar-benar belajar, dan lebih khusus lagi adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan kuis dengan baik.
c. Kuis. Setelah sekitar satu atau dua periode guru mempresentasikan materi dan praktik tim, para siswa akan mengerjakan kuis individual. Para siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis. Sehingga tiap siswa bertanggung jawab secara individual untuk memahami materinya.
d. Skor Kemajuan Individual. Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan siswa tujuan kinerja yang akan dicapai apabila mereka bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang lebih baik daripada sebelumnya. Skor tim diperoleh dengan menambahkan skor peningkatan semua anggota dalam 1 tim. Nilai rata-rata diperoleh dengan membagi jumlah skor penambahan dibagi jumlah anggota tim.
e. Rekognisi Tim. Tim akan mendapat sertifikat atau bentuk penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. Skor tim siswa dapat juga digunakan untuk menetukan dua puluh persen dari peringkat mereka.
2. Langkah-langkah Teknik STAD
Secara umum penerapan teknik STAD di kelas adalah sebagai berikut.28 a. Kelas dibagi dalam beberapa kelompok
b. Tiap kelompok siswa terdiri atas 4-5 orang yang bersifat heterogen, baik dari segi kemampuan, jenis kelamin, budaya, dan sebagainya.
c. Tiap kelompok diberi bahan ajar dan tugas-tugas pembelajaran yang harus dikerjakan.
d. Tiap kelompok didorong untuk mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran melalui diskusi kelompok.
e. Selama proses pembelajaran secara kelompok, guru berperan sebagai fasilitator dan motivator.
f. Tiap satu atau dua minggu guru melaksanakan evaluasi, baik secara individu maupun kelompok untuk mengetahui kemajuan belajar siswa.
28
Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer; Sebuah Tinjauan Konseptual Operasional, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), cet. 3, h. 193.
g. Bagi siswa dan kelompok siswa yang memperoleh nilai hasil belajar yang sempurna diberi penghargaan. Demikian pula jika semua kelompok memperoleh nilai hasil belajar yang sempurna maka semua kelompok wajib diberi penghargaan
Ada 8 fase metode pembelajaran kooperatif teknik STAD.29
Fase 1 : Guru presentasi, memberikan materi yang akan dipelajari secara garis besar dan prosedur kegiatan, juga tata cara kerja kelompok.
Fase 2 : Guru membentuk kelompok berjumlah antara 3-5 siswa tiap kelompok berdasarkan kemampuan, jenis kelamin, ras, dan suku. Fase 3 : Siswa bekerja dalam kelompok, diskusi atau mengerjakan tugas yang
diberikan guru.
Fase 4 : Scafolding, guru memberikan bimbingan.
Fase 5 : Validation, guru mengadakan validasi hasil kerja kelompok dan memberikan kesimpulan tugas kelompok.
Fase 6 : Quizzes, guru mengadakan kuis secara individu, hasil nilai dikumpulkan, dirata-rata dalam kelompok, selisih skor awal individu dengan skor hasil kuis (skor perkembangan).
Fase 7 : Penghargaan kelompok, berdasarkan skor perhitungan yang diperoleh anggota, dirata-rata, hasilnya disesuaikan dengan predikat tim.
Fase 8 : Evaluasi yang dilakukan oleh guru.
29
Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran; Sebagai Referensi bagi Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang efektif dan Berkualitas, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), h.273.
Slavin memaparkan dalam bukunya bahwa ada beberapa langkah dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD, yaitu sebagai berikut30.
a. Persiapan 1) Materi
Materi yang digunakan harus sesuai dengan kurikkulum sehingga RPP (Rencana Pelaksanaan Belajar) dirancang sesuai dengan teknik STAD. Selain itu, perlu dipersiapkan juga lembar kegiatan siswa (LKS) beserta lembar jawabannya.
2)Membagi siswa ke dalam tim
Pembagian siswa ke dalam tim diusahakan besifat heterogen, yaitu setiap anggota tim memiliki kemampuan yang berbeda. Jika memungkinkan, kelompok kooperatif perlu memperhatikan ras, agama, jenis kelamin, dan latar belakang sosial.
3) Menentukan Skor Awal Pertama
Skor awal yang digunakan dalam kelas kooperatif adalah nilai ulangan sebelumnya. Skor awal tersebut dapat berubah setelah ada kuis.
4) Membangun Tim
Untuk mencegah adanya hambatan pada pembelajaran kooperatif tipe STAD, terlebih dahulu diadakan latihan kerjasama kelompok.31 Hal tersebut bertujuan agar siswa mengenal masing-masing individu dalam kelompoknya, misalnya setiap tim menciptakan logo tim, lagu atau syair.
b. Jadwal Kegiatan
1) Mengajar. Mengajar adalah menyampaikan pelajaran
2) Belajar tim. Para siswa bekerja dengan lembar kegiatan dalam tim masing-masing secara kooperatif untuk menguasai materi.
3) Tes. Siswa mengerjakan kuis-kuis individual.
4) Rekognisi Tim. Skor tim dihitung berdasarkan kemajuan siswa.
30
Robert E. Slavin, Cooperative Leaning; Teori, Riset, dan Praktik, (Terjemahan: Narulita Yusron), (Bandung: Nusa Media, 2008), h. 147 – 153.
31
Ainiyah Ekowati, Skripsi: Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa, (Bogor: Universitas Pakuan, 2008), h. 41.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah STAD itu bertahap dan terperinci, mulai dari persiapan sampai jadwal kegiatan atau pelaksanaannya.
3. Evaluasi dan Penilaian Teknik STAD
Penilaian dalam teknik STAD untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam penguasaan suatu materi dapat dilakukan oleh guru dengan melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut.
a. Menghitung skor kemajuan individu
Para siswa akan mengumpulkan poin untuk tim mereka berdasarkan tingkat skor mereka berdasarkan skor kuis mereka (persentase yang benar) melalui skor awal mereka. Sebelum mulai menghitung poin kemajuan individu, diperlukan satu lembar kopian skor kuis. Tujuan dibuatnya skor awal dan poin kemajuan individual adalah untuk memungkinkan semua siswa memberikan poin maksimum bagi kelompok mereka, berapa pun tingkat kinerja mereka sebelumnya.
Tabel 2.1
Perhitungan Skor Kemajuan Individual32
NO. Skor Kuis Poin kemajuan
1 Lebih dari 10 poin di bawah skor awal 5
2 10-1 poin di bawah skor awal 10
3 Skor awal sampai 10 poin di atas skor awal
20
4 Lebih dari 10 poin di atas skor awal 30
32
Robert E. Slavin, Cooperative Leaning; Teori, Riset, dan Praktik, (Terjemahan: Narulita Yusron), (Bandung: Nusa Media, 2008), h. 159.
b. Menghitung skor kelompok
Dalam menghitung skor kelompok, catatlah tiap poin kemajuan semua anggota kelompok pada lembar rangkuman kelompok dan bagilah jumlah total poin kemajuan seluruh anggota kelompok dengan jumlah anggota yang hadir, bulatkan semua pecahan.33
c. Pemberian hadiah dan penghargaan skor kelompok
Penghargaan kelompok berdasarkan skor perhitungan yang diperoleh anggota, dirata-rata, hasilnya disesuaikan dengan predikat kelompok.
Tabel 2.2
Perolehan Skor dan Penghargaan Tim34
NO. Perolehan Skor Predikat Kelompok