• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hambatan penggunaan media komputer pada mata pelajaran

Dalam dokumen KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA (Halaman 97-101)

Pembimbing II : Dr Husni Idris, M.Pd ( )

B. Hasil Penelitian

3. Hambatan penggunaan media komputer pada mata pelajaran

Media komputer memungkingkan proses pembelajaran secara individual

(individual learning). User (pemakai komputer) melakukan interaksi langsung

dengan sumber informasi yang diingingkan dalam memperoleh pengetahuan, apalagi dengan adanya perkembangan teknologi komputer jaringan atau yang lebih dikenal dengan istilah Internet maka peserta didik dapat mengakses segala informasi dari berbagai sumber dimanapun dan kapanpun ketika butuh.

Selain memiliki kelebihan dan kelemahan. Komputer juga memiliki hambatan dalam penggunaan ketika di gunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara peneliti bersama ustadz, beliau mengatakan bahwa:

“Hambatan yanga sering di alami ketika menggunakan laptop yaitu dilihat dari segi teknis seperti listrik padam, laptop bermasalah, koneksi internet yang tidak bisa di gunakan, battrei laptop bocor sehingga ketika listrik padam maka laptop juga cepat kehabisan battrei, sambungan kabel VGA

43Hasil wawancara bersama kepala sekolah SMA Negeri 9 Manado, Ibu Dra. Mediatrix Ngantung pada hari Jum’at tanggal 28 Agustus 2015

tidak tercolok dengan baik dan connector USB yang tidak bisa connect sehingga materi yang di simpan di penyimpanan external seperti flashdisk atau hardisk external tidak bisa di hubungkan dengan laptop. Dan hambatan yang terakhir yaitu berasal dari human itu sendiri, artinya kemampuan dalam mengoperasikan laptop tersebut. Kemudian ada juga Hambatan dari segi non teknis yaitu adanya panggilan dari sekolah seperti panggilan ke ruangan BK karena mengurus siswa yang bermasalah sehingga proses belajar sedikit terhambat”44

Untuk mengatasi hambatan tersebut ustadz juga memiliki strategi yang ustadz gunakan untuk bisa mengatasi hambatan tersebut. Sebagaimana hasil wawancara bersama ustadz, beliau mengatakan bahwa:

“Strategi yang digunakan untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain ketika sedang berlangsung pemutaran video, tiba – tiba listrik padam, maka cara yang ustadz gunakan yaitu mengganti visual dengan ceramah. Karena video tersebut sudah ustadz tonton terlebih dahulu maka alur ceritanya ustadz sudah hafal dan paham. Selain itu juga ustadz sering memposting materi – materi yang telah di ajarkan melalui blog pribadi, sehingga para siswa dapat belajar dimana dan kapan saja dengan cara terhubung ke jaringan internet sehingga bisa mengakses materi – materi atau ringkasan materi yang sudah ustadz posting..”45

Selain hambatan yang dirasakan oleh guru, hambatan juga dirasakan oleh siswa, tetapi pada umumnya hambatan yang meraka alami hanyalah masalah pada kelas yang ribut dan listrik yang padam. Sebagaimana hasil wawancara bersama Ahmad Iskandar, beliau mengatakan bahwa:

“Hambatan yang di rasakan yaitu ketika di dalam kelas sudah terlalu banyak kelas yang di gabung sehingga kelas menjadi banyak dan tempat belajar menjadi penuh dan sesak sehingga ketika belajar menjadi tidak terlalu terfokus. Untuk mengatasi hal itu biasanya saya langsung pindah tempat duduk paling depan. Hambatan lain juga ketika sedang

44Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal 6 Agustus 2015

45Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal 6 Agustus 2015

menggunakan laptop dalam belajar yaitu listrik padam sehingga laptop dan LCD tidak bisa di gunakan”46

Selanjutnya hasil wawancara bersama Adi Kurniawan, beliau mengatakan bahwa:

“Hambatan yang dialami pada umumnya hanya listrik yang padam dan juga kelas yang ribut karena kelas di gabung sehingga siswa menjadi lebih banyak. ketika kelas mulai ribut dan kegaduhan terjadi saya hanya menegur siswa yang lain agar menjadi tenang kembali. Jika saya terlambat kemudian dapat tempat duduk paling belakang, biasanya saya melihat sikon jika ada peluang maka saya akan pindah duduk di depan agar bisa lebih fokus”47

Selanjutnya hasil wawancara bersama Ade Syafitri Paendong, beliau mengatakan bahwa:

“Hambatan yang dirasakan yaitu ketika jumlah siswa di dalam kelas banyak maka kelas akan menjadi ribut sehingga tidak terfokus dan konsentrasi menurun ketika ustadz menerangkan materi. Jika hal itu terjadi biasanya saya menegur teman saya yang ribut itu, atau jika tempat duduk saya di belakang atau di tengah maka saya akan pindah posisi dukuk di depan”48

Hambatan pada umumnya yang dirasakan oleh siswa adalah kelas yang digabung sehingga jumlah siswa menjadi banyak. Tetapi ada juga beberapa siswa yang memiliki hambatan lain ketika ustadz menggunakan laptop dalam proses pembelajaran. Sebagaimana hasil wawancara bersama Miraj Magfirah, beliau mengatakan bahwa:

“ketika sedang menonton video karena sudah keasyikan maka sudah tidak lagi serius dan fokus, hanya menikmati saja video tersebut. Jika video

46Hasil wawancara bersama Ahmad Iskandar siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII IIS 1 pada tanggal 12 Agustus 2015

47Hasil wawancara bersama Adi Kurniawan siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII MIA 5 pada tanggal 12 Agustus 2015

48Hasil wawancara bersama Ade Syafitri Paendong siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII MIA 6 pada tanggal 12 Agustus 2015

tersebut sudah terlalu lama maka ada juga rasa dan bosan mengantuk sehingga kesempatan ini biasanya saya gunakan untuk tidur”49

Selanjutnya hasil wawancara bersama Putri Permatasari, beliau mengatakan bahwa:

“Hambatan yang dirasakan yaitu kurang optimalnya waktu yang digunakan ketika jam pelajaran agama islam karena ustadz banyak urusan di luar. Dan juga karena jam pelajaran agama terdapat pada jam terkakhir jadi kadang kala merasa sangat mengantuk ketika menunggu ustadz datang tapi ketika ustadz datang maka rasa mengantuk itu langsung hilang karena kalau belajar dengan ustadz sering ada canda tawa sehingga rasa ngantuk itu tidak terasa lagi”50

Untuk mengatasi hambatan yang dirasakan oleh siswa, ustadz memiliki cara dan strategi untuk mengatasi hal tersebut. Sebagaimana hasil wawancara lanjutan bersama ustadz, beliau mengatakan bahwa:

“Jika kelas sudah ribut dan tidak teratur ketika memutar video maka video tersebut akan di hentikan sejenak trus guru memberi teguran seperti “masih mau nonton atau tidak? Kalau tidak mau nonton saya akan

matikan video tapi kalau masih mau nonton silahkan duduk tenang dan

diam” hal ini dilakukan agar kelas menjadi tenang kembali dan konsentrasi siswa bisa tertuju kembali pada video yang sedang di putar.”51

Selain itu juga untuk menutupi ketergantungan pada jam pelajaran, ustadz juga memiliki cara sebagaimana hasil wawancara, beliau mengatakan bahwa:

“Untuk menutupi ketergantungan jam pelajaran dan keterbatasan waktu karena masih ada hal – hal yang ingin siswa tanyakan maka biasanya materi pelajaran di upload pada blog pribadi atau di share pada media sosial seperti facebook atau juga melakukan diskusi kecil – kecil melalui media sosial dan melakukan tanya jawab ketika kegiatan tadzkir”52

49Hasil wawacara bersama Miraj Magfira siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII MIA 2 pada tanggal 6 Agustus

50 Hasil wawancara bersama Putri Permatasai siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII MIA1 pada tanggal 19 Agustus 2015

51Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal 27 Agustus 2015

52Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal 27 Agustus 2015

Dalam dokumen KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA (Halaman 97-101)

Dokumen terkait