• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam Menggunakan

Dalam dokumen KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA (Halaman 86-97)

Pembimbing II : Dr Husni Idris, M.Pd ( )

B. Hasil Penelitian

2. Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam Menggunakan

Telah terjadi perubahan peranan guru. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber belajar (learning resources), akan tetapi guru lebih berperan sebagai pengelola pembelajaran (manager of instruction). Dalam posisi semacam ini, bisa terjadi guru dan siswa saling membelajarkan. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti bersama ustadz, beliau mengatakan bahwa:

“Supaya ada take and give antara guru dan murid, biasanya sebelum

memasuki materi, ustadz sudah memberi tugas kepada siswa untuk menyiapkan hal –hal yang berkaitan dengan materi pelajaran. Para siswa biasanya membawa video/film yang mereka download sendiri, ada juga yang membawa gambar – gambar, artikel, majalah, guntingan koran dan berita – berita yang mereka dapatkan dari berbagai sumber yang bisa di gunakan untuk menunjang serta membantu proses pembelajaran.”15

Dengan demikian kalau sekarang ada guru yang menganggap dirinya paling pintar, paling menguasai sesuatu, pendapatnya paling benar dan peserta didik dianggap tidak tahu apa – apa adalah keliru. Bisa jadi, peserta didik sekarang lebih mengetahui suatu hal dari pada guru, karena peserta didik dapat mencari sumber informasi dan pengetahuan dari berbagai media.

14Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal 6 Agustus 2015

15Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal 6 Agustus 2015

Perkembangan ICT menuntut perubahan paradigma pendidikan konvesional yang memiliki ciri pendidikan yang berpusat pada guru (teacher

centered). Pendidikan berbasis ICT menekankan pada pendidikan yang berpusat

pada peserta didik dan penguasaan ICT. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti bersama ustadz, beliau mengatakan bahwa :

“Pembelajaran dengan memanfaatkan media komputer dan penerapan kurikulum k-13 terdapat sinkronisasi sehingga ada keterkaitan dengan tujuan agar supaya siswa lebih banyak berperan aktif dalam proses pembelajaran melalui stimulus dan rangsangan – rangasan pada awal proses pembelajaran dengan memanfaatkan laptop melalui slide power

point dan tayangan video agar mereka mampu mengembangkan materi

yang di ajarkan agar sesuai dengan konteks kekinian dan biasanya proses seperti ini akan menimbulkan dialog atau diskusi antara guru dan murid atau antara sesama murid sehingga terjadi peningkatan dan pengembangan pemahaman siswa tentang materi yang sedang di pelajari. pada akhirnya akan tercipta model pembelajaran yang berpusat pada siswa atau yang lebih dikenal dengan istilah student centered.”16

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, penggunaan media komputer pada setiap kelas bervariasi tergantung pada kondisi pada setiap pertemuan. Sebagaimana hasil observasi pada kelas XII MIA 5 dan 617guru hanya memberikan penjelasan materi melalui buku LKS, kemudian pada pertemuan berikutnya ustadz menggunakan laptop dan LCD Proyektor untuk menampilkan video yang berkaitan dengan materi 18. Hal ini berdasarkan hasil wawancara bersama ustadz, beliau mengatakan bahwa :

“Penggunaan laptop dan LCD dalam proses pembelajaran tergantung pada kondisional. Ada kalanya perlu menggunakan laptop dan ada kalanya juga tidak perlu menggunakan laptop atau ada kalanya keadaan tidak

16Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal 6 Agustus 2015

17Hasil observasi peneliti di kelas XII MIA dan 6 pada tanggal 7 Agustus 2015 18Hasil observasi peneliti di kelas XII MIA dan 6 pada tanggal 21 Agustus 2015

memungkingkan untuk menggunakan LCD jadi tergantung pada kondisi pada saat pembelajara sedang berlangsung”19

Penggunaan laptop pada proses pembelajaran tergantung pada kondisi yang sedang berlangsung pada proses pembelajaran tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, peneliti menemukan bahwa ada kelas yang memang guru haruskan untuk menggunakan laptop untuk penjelasan materi dan ada juga kelas yang tidak terlalu perlu menggunakan laptop untuk penjelasan materi. Misalnya untuk kelas XII MIA 5 dan 6 karena mereka di gabung menjadi 1 kelas ketika masuk belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam maka kondisi kelas menjadi banyak sehingga kelas menjadi ribut dan kadangkala tidak teratur20.

Dengan bantuan laptop sebagai media pembelajaran maka ketika ustadz sering mempresentasikan materi pelajaran melalui slide power point dan memutarkan video sehingga konsentrasi siswa tertuju pada layar LCD. Hal ini berdasarkan hasil wawancara bersama ustadz, beliau mengatakan bahwa :

“Untuk kelas yang jumlah siswanya banyak dan kelas yang jumlah siswanya sedikit dalam pemberian materi dan video yang diputarkan sedikit berbeda karena kondisi siswa dan suasana kelas sehingga guru memberikan perlakuan yang berbeda pula dalam memberikan pengantar dan pemahaman materi sesuai dengan kondisi kelas”21

Berbeda dengan kelas XII MIA 1 yang hanya mempunyai 3 orang siswa. Pada kelas ini ustadz lebih sering berceramah dibandingkan menggunakan slide

power point untuk presentasi. Pada proses pembelajaran dikelas ini pada

19Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal

27 Agustus 2015

20Hasil observasi peneliti di kelas XII MIA 5 dan MIA 6 pada tanggal 7 agustus 2015

21Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal

umumnya siswa dan guru duduk bersila saling berhadap langsung (face to face) sehingga pembelajaran terasa seperti belajar private.22 Hal ini jug di dukung oleh

hasil wawancara peneliti bersama Putri Permatasari, beliau mengatakan bahwa: “Untuk kelas saya ustadz lebih sering berceramah untuk menyampaikan materi. Jika ada materi atau contoh yang sulit dipahami atau di jelaskan maka ustadz akan menggunakan slide powerpoint dan video sehingga kita bisa melihat dan memahami dengan melihat gambar atau menonton video. Siswa lebih mudah memahami ketika ustadz memperlihatkan contoh – contoh yang nyata melalui gambar dan video. Karena belajar dengan memanfaatkan audio dan visual akan terasa lebih mudah di pahami dan di ingat”23

Kondisi kelas yang berbeda–beda terkadang membuat penggunaan laptop pada kelas tersebut lebih bersifat variatif. Kondisi tersebut terjadi karena ada beberapa faktor antara lain pada saat jam pelajaran berlangsung tiba – tiba listrik mati, kemudian ustadz yang sering sibuk sehingga banyak urusan diluar sehingga ketersediaan waktu untuk belajar menjadi berkurang dan ada kondisi dimana ustadz lebih nyaman berceramah untuk menyampaikan materi. Hal ini berdasarkan hasil wawancara bersama ustadz, beliau mengatakan bahwa:

“Penggunaan laptop pada kelas lebih bersifat variatif tergantung pada kondisi kelas tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, Pertama faktor tekniks seperti tersedianya listrik. Kedua adanya hal– hal yang mendesak sehingga tidak sempat untuk menggunakan laptop dan LCD. Ketiga ada kondisi dimana guru lebih merasa nyaman memberikan penjelasan secara lisan dan tidak melalui laptop dan LCD. Keempat ketersediaan waktu untuk proses pembelajaran.”24

22Hasil observasi peneliti di kelas XII MIA 1 pada tanggal 20 agustus 2015

23Hasil wawancara bersama Putri Permatasari siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII

MIA 1 pada tanggal 19 Agustus 2015

24Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal 27 Agustus 2015

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti bahwa untuk setiap kali pertemuan guru memang variatif dalam penggunaan, tetapi penggunaan komputer sebagai media pembelajaran selalu guru gunakan untuk setiap materi pembahasan. Artinya dalam setiap pembahasan materi terdapat 2 atau 3 kali pertemuan setiap pertemuan di kelas sehingga pada pertemuan pertama guru lebih sering memberikan pengantar dan stimulus pada awal pembahasan melalui ceramah kemudian pada pertemuan berikutnya guru menampilkan video yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas. Penggunaan slide power point dan video juga tergantung pada materi yang sedang dibahas. Hal ini sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan beberapa siswa, diantaranya Bima Mardjojo, beliau mengatakan bahwa :

“Ustadz selalu menggunakan laptop untuk materi – materi tertentu”25

Selanjutnya hasil wawancara bersama Adi Kurniawan, beliau mengatakan bahwa :

“Ustadz akan menggunakan laptop tergantung dari materi yang akan di ajarkan, misalnya materi – materi tentang cerita atau sejarah. Biasanya ustadz menampilkan video kemudian ustadz menyuruh siswa untuk mengambil pelajaran yang bisa di ambil dari cerita yang ada di video tersebut”26

Pada proses pembelajaran dengan memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran, peneliti menemukan bahwa tahapan proses pembelajaran diawali dengan absensi siswa, kemudian guru mengecek pekerjaan rumah siswa, kemudian guru memberikan pengantar atau stimulus melalui ceramah kemudian

25Hasil wawancara bersama Bima Mardjojo siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII MIA 5 pada tanggal 12 Agustus 2015

26Hasil wawancara bersama Adi Kurniawan siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII MIA 5 pada tanggal 12 Agustus 2015

ustadz menjelaskan materi yang sudah di ringkas melalui slide power point dan pada akhir pembahasan ustadz memutarkan video yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas27

Hal ini di dukung oleh hasil wawancara dengan beberapa siswa diantaranya Luky Efendi, beliau mengatakan bahwa:

“Proses belajar menggunakan laptop yaitu pertama diawali dengan penjelasan awal mengenai materi yang sedang di bahas kemudian setelah masuk pada inti materi ustadz menggunakan laptop. Setelah ustadz selesai menjelaskan materi kemudian ustadz membentuk kelompok diskusi”28 Selanjutnya hasil wawancara penelitui bersama Ananda Suryanto, beliau mengatakan bahwa:

“Proses belajar dengan menggunakan laptop diawali dengan pengantar pada awal materi sebelum memasuki materi inti namun ustadz telah menyiapkan materi – materi yang di ringkas pada slide power point kemudian ustadz menjelaskan materi dengan menggunakan slide power

point.”29

Selain menggunakan slide power point untuk mempresentasikan materi pada proses pembelajaran, guru juga menayangkan video yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas. Hal ini sebagaimana hasil wawancara peneliti bersama Siti Mediana, beliau mengatakan bahwa:

“Proses belajar dengan menggunakan laptop yaitu ustadz awalnya menjelaskan materi kemudian jika ada video yang berkaitan dengan materi yang sedang di bahas maka ustadz akan menampilkan video tersebut.”30

27Hasil observasi peneliti di kelas XII MIA 3 dan 4 pada tanggal 20 agustus 2015 28Hasil wawancara bersama Luky Efendi siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII MIA 6 pada tanggal 19 Agustus 2015

29 Hasil wawancara bersama Ananda Suryanto siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XI MIA 4 pada tanggal 19 Agustus 2015

30Hasil wawancara bersama Siti Mediana siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII MIA 4 pada tanggal 20 Agustus 2015

Pada umunya strategi pembelajaran aktif dengan memanfaatkan ICT pada proses pembelajaran yaitu dengan metode Presentasi. Dalam presentasi, seorang guru tidak selalu harus berdiri di depan kelas memberikan pelajaran atau cenderung menggunakan metode ceramah, tetapi bisa menggunakan video, film, atau slide interaktif yang divisualisasikan melalui LCD projector. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara bersama ustadz, beliau mengatakan bahwa:

“Ustadz Sering menggunakan laptop. Laptop dan LCD hanya sebagai pengantar sehingga peran dan fungsi guru tetap yaitu sebagai fasilitator. Materi – materi pelajaran di buat secara sederhana dengan menggunakan software microsoft power point, kemudian di presentasikan kepada siswa melalui slide power point.”31

Melalui penggunana Laptop dan LCD Proyektor maka media ini dapat menjadikan presentasi lebih menarik. Keberhasilan utama dalam menggunakan strategi aktif presentasi adalah presenternya atau guru. Media hanyalah sarana yang membantu agar presentasi lebih menarik. Adapun kunci keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas terdapat pada guru yang memegang kunci utama. Oleh karena itu, diperlukan strategi agar presentasi lebih menarik dan berhasil.

Berdasarkan hasil observasi peneliti pada kelas XI MIA 2 ketika mereka belajar materi tentang Iman kepada Kitab–Kitab Allah, pada awalnya guru hanya menjelaskan materi melalui metode ceramah dan terlihat para siswa tidak fokus, banyak yang bermain ketika proses belajar berlangsung. Ketika guru mengambil Al-Qur’an dan memberikannya kepada siswa kemudian ustadz menyuruh siswa untuk membuka ayat – ayat yang berkaitan dengan kebenaran Al-Qur’an kemudian guru menyalakan komputer dan menyambungkannya dengan LCD dan

31Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal 6 Agustus 2015

menunjukkan ayat–ayat yang di maksud melalui LCD maka terlihat semua siswa terfokus pada layar LCD dan membaca penjelasan yang terdapat pada slide power

point. Siswa laki – laki yang pada awal pelajaran banyak bermain, ketika ditampilkan slide power point mereka yang duduk di belakang langsung maju ke depan mengambil tempat duduk.32

Melalui pemanfaatan komputer sebagai media untuk presentasi, peneliti melihat para siswa merasa lebih tertarik untuk belajar karena ada gambar – gambar yang menarik, ada juga hal – hal yang baru yang bisa mereka temukan melalui materi yang ditampilkan pada slide power point dan para siswa lebih mudah menangkap materi karena pada isi slide power point umumnya sudah dibuat ringkas sehingga memudahkan siswa untuk menangkap materi. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara bersama Vita Wahyuningsi, beliau mengatakan bahwa:

“Pada slide power point ustadz hanya menampilkan inti – inti dari materi yang sedang di bahas. Di buku paket juga ada penjelasan mengenai materi yang sedang di bahas tetapi dengan slide power point, ustadz sudah meringkas materi tersebut sehingga siswa mudah untuk mengerti”33

Selain strategi aktif dengan menggunakan metode presentasi, ada juga strategi lain yang guru gunakan dalam menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan media komputer. Sebagaimana hasil wawancara bersama ustadz, beliau mengatakan bahwa :

“Strategi yang di gunakan biasanya membuat kelompok diskusi antara yang pro dan yang kontra jadi mereka saling mempertahankan argument masing – masing. Dalam diskusi ini biasanya ustadz tidak melihat benar

32Hasil observasi peneliti di kelas XI MIA 2 pada tanggal 19 Agustus 2015

33Hasil wawancara bersama Vita Wahyuningsi siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XI MIA 3 pada tanggal 27 Agustus 2015

atau salah argument yang mereka keluarkan tetapi ustadz melihat bagaimana kemampuan dan keberanian mereka dalam menyampaikan argument . Ada juga dengan cara membuat kelompok yang berpasangan kemudian saling bertukar anggota kelompok dan anggota kelompok tersebut mengajarkan materi kepada kelompok yang lain.”34

Hal ini juga di dukung oleh hasil wawancara bersama Miraj Magfirah, beliau mengatakan bahwa:

“Selain presentasi dan menonton film, ustadz juga membuat kelompok diskusi. Pada kelompok diskusi itu ustadz memberikan tugas atau masalah kemudian kelompok tersebut menyelesaikan tugas memecahkan masalah yang telah di berikan.”35

Selanjutnya hasil wawancara bersama Ananda Suryanto, beliau mengatakan bahwa:

“Ada juga diskusi kelompok. Tiap kelompok di berikan masalah yang harus di pecahkan kemudian siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas atau ada kelompok diskusi yang pro dan yang kontra. Biasanya kelompok ini terbentuk jika ada permasalahan yang bersifat kontroversioanl tapi sebelumnya ustadz menayangkan video yang kontroversi jadi para siswa sudah mempunyai gambaran atau bahan untuk untuk diskusi. tiap kelompok ini mempertahankan argument mereka masing– masing”36

Tetapi kenyataannya tidak semua strategi yang ustadz gunakan bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini sebagaiman ustadz sampaikan dalam hasil wawancara, beliau mengatakan bahwa:

“Dalam menjalankan strategi, biasanya sudah ustadz siapkan strategi tersebut sebelum mengajar, tetapi ketika sampai pada proses pembelajaran, strategi yang sudah di rencanakan tersebut tidak bisa di jalankan atau di gunakan karena kondisi yang tidak sesuai yang di harapkan. Maka

34Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal 6 Agustus 2015

35Hasil wawacara bersama Miraj Magfira siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII MIA 2 pada tanggal 6 Agustus

36 Hasil wawancara bersama Ananda Suryanto siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XI MIA 4 pada tanggal 19 Agustus 2015

disitulah kreativitas inovasi dan kejelihan guru di butuhkan, jadi guru harus menyiapkan plan Batau strategi cadangan. ”37

Untuk itu maka ada hal – hal yang perlu di perhatikan ketika akan menggunakan Laptop dan LCD dalam proses pembelajaran. Sebagaimana hasil wawancara bersama ustadz, beliau mengatakan bahwa :

“Hal –hal yang perlu di perhatikan ketika menggunakan Laptop dan LCD dalam proses pembelajaran yaitu pertama, faktor teknis, dalam hal ini ketersedian listrik di ruangan kelas. Kedua, media yang di gunakan harus benar– benar siap. Jika ada masalah atau kendala maka alternatif yang di gunakan yaitu whiteboardsebagai pengganti dari laptop dan LCD”38 Dengan penerapan pembelajaran berbantuan ICT, maka komputer merupakan sarana atau alat yang membantu guru dalam proses pembelajaran, sehingga bukan diarahkan untuk menggeser peran guru sebagai pengajar. betapa canggihnya komputer tidak dapat mengalihkan fungsi pengajar karena pengajar merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran. Melalui pengajar maka komputer dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan hal tersebut maka kepala sekolah memberikan tanggapan terhadap guru PAI yang menggunakan ICT dalam pembelajaran. Sebagaimana hasil wawancara dengan kepala sekolah, beliau mengatakan :

“Tanggapan tentang guru yang menggunakan ICT dalam pembelajaran yaitu guru tersebut sudah masuk dalam kategori sebagai guru yang profesional dan sangat bagus, tapi guru yang profesional bukan hanya harus bisa menggunakan ICT, tetapi semua guru diharuskan bisa menjalankan serta melaksanakan tugas pokoknya sebagai guru, harus bisa

37Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal 6 Agustus 2015

38Hasil wawancara bersama guru mata pelajaran PAI bapak Ustadz Supriadi pada tanggal 6 Agustus 2015

menguasai strategi mengajar dengan baik dan juga mampu mengelola kelas”39

Selain kepala sekolah, siswa juga memberikan tanggapan terhadap guru PAI yang menggunakan ICT dalam pembelajaran. Sebagaimana hasil wawancara bersama Bima Mardjojo, beliau mengatakan bahwa :

“Ustadz merupakan seorang guru yang profesional dari segi strategi mengajar dan penggunaan media”40

Selanjutnya hasil wawancara bersama Ahmad Iskandar, beliau mengatakan bahwa:

“Secara pribadi cara ustadz mengajar sudah bagus dan profesional dari segi penggunaan media, dan juga ustadz memahami apa yang menjadi keinginan siswa ketika belajar, maka dari itu para siswa tidak pernah merasa bosan ketika belajar bersama ustadz”41

Selanjutnya hasil wawancara bersama Aflisyah Gunawan, beliau mengatakan bahwa :

“Ustadz merupakan guru yang profesional dari segi cara membawakan materi karena lebih sederhana penjelasannya dibandingkan dengan hanya membaca buku saja, dan juga profesionaldari segi penggunaan media karena ustadz sangat kreatif membuat video – video yang ditayangkan selalu berhubungan dengan materi yang sedang dibahas”42

Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa guru PAI yang menggunakan ICT dalam pembelajaran sudah termasuk guru yang profesional sebagaimana dapat dilihat dari segi penggunaan media dan strategi

39Hasil wawancara bersama kepala sekolah SMA Negeri 9 Manado Ibu Dra. Mediatrix Ngantung pada hari jum’at tanggal 28 Agustus 2015

40Hasil wawancara bersama Bima Mardjojo siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII MIA

5 pada tanggal 12 Agustus 2015

41Hasil wawancara bersama Ahmad Iskandar siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII IIS

1 pada tanggal 12 Agustus 2015

42Hasil wawancara bersama Aflisyah Gunawan siswa SMA Negeri 9 Manado kelas XII

mengajar dalam proses pembelajaran. Selain itu pihak sekolah juga melakukan upaya peningkatan profesionalisme guru untuk penguasaan ICT dalam pembelajaran. Sebagaimana hasil wawancara bersama kepala sekolah, beliau mengatakan bahwa :

“Upaya peningkatan profesionalisme guru tentu saja diharapkan semua guru untuk bisa menggunakan ICT dalam pembelajaran. maka langkah – langkah yang dilakukan oleh pihak sekolah yaitu Pertama, pihak sekolah membantu semua guru agar bisa memperoleh sertifikasi. Kedua, jika pihak sekolah merasa butuh maka pihak sekolah mengundang narasumber agar memberikan seminar atau pelatihan kepada guru – guru untuk meningkatkan profesi pribadi guru”43

3. Hambatan Penggunaan Media Komputer Pada Mata Pelajaran Pendidikan

Dalam dokumen KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA (Halaman 86-97)

Dokumen terkait