• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA (Halaman 101-116)

Pembimbing II : Dr Husni Idris, M.Pd ( )

C. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Penyusunan program pembelajaran menggunakan media komputer Berdasarkan uraian hasil temuan peneliti dapat diketahui bahwa SMA Negeri 9 Manado merupakan sekolah induk klaster penerapan kurikulum 2013. Sekolah tersebut mengharuskan agar semua guru mampu memanfaatkan media pembelajaran berbasis ICT dalam rangka mempercepat proses transformasi pengetahuan. Untuk mendukung hal itu maka pihak sekolah menyediakan fasilitas pendukung seperti ruang multimedia, labolatorium komputer, LCD Proyektor dan koneksi internet hotspot (wifi).

Dalam pembelajaran berbasis ICT, media yang sering digunakan adalah media komputer jenis laptop, LCD proyektor, video pembelajaran, koneksi internet dan buku elektronik (e-book). Guru sering menggunakan media komputer jenis laptop ini karena laptop merupakan komputer terbaru yang bisa dibawa kemana – mana tanpa harus mencolokan listrik karena perangkat laptop sudah menyediakan baterai yang bisa digunakan hingga 5 jam.

Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 9 Manado menyukai media komputer jenis laptop karena guru memiliki sebuah landasan bahwa dengan bantuan media komputer maka mempermudah guru dalam menyampaikan materi kemudian efek visualisasi yang dihasilkan akan mudah di terima oleh siswa, dan siswa yang belajar melalui audio - visual akan lebih mudah menerima dan memahami materi. Hal ini sesuai dengan peran ICT dalam proses kegiatan belajar mengajar karena dengan adanya ICT dalam proses pembelajaran maka :

1. Dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran yang lebih menarik, menyenangkan dan mendalam.

2. Membantu peserta didik yang cenderung memiliki gaya belajar yang berbeda–beda

3. Kualitas penerimaan pelajaran yang lebih baik karena didukung dengan media interaktif

Selain itu tujuan menggunakan media komputer diantaranya adalah untuk mempermudah proses pembelajaran, meningkatkan efesiensi belajar mengajar, menjaga relevansi dengan tujuan belajar, membantu konsentrasi peserta didik dan menumbuhkan minat belajar peserta didik

Untuk penyusun program pembelajaran dengan menggunakan media komputer maka guru membuat RPP berdasarkan silabus. Pada bagian media dicantumkan media yang digunakan yaitu Laptop dan LCD Proyektor, kemudian guru membuat ringkasan materi pada slide power point berdasarkan materi yang ada di dalam buku, guru juga bisa memanfaatkan video atau film pendek yang bersumber dari youtube kemudian di edit menggunakan software tertentu kemudian dilakukan penyesuaian dengan materi. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Munir, beliau mengatakan bahwa sebelum menggunakan media komputer maka pengajar perlu memperhatikan hal–hal berikut :

1. Pengajar sebaiknya sudah dapat mengoperasikan komputer atau laptop dan menggunakan LCD Proyektor

2. Cantumkan point–point penting saja dalam slide power point 3. Gunakan gambar secukupnya dan foto–foto yang menarik

4. Bila memungkinkan gunakan video atau film pendek 5. Jangan gunakan terlalu banyak slide

Selain landasan dan cara menyusun program pembelajaran. ada juga hal – hal yang perlu di perhatikan oleh guru ketika menggunakan media komputer, yaitu isi materi yang disampaikan. Ketika membuat slide power point atau video maka hal yang paling utama diperhatikan yaitu isi dari slide power point tersebut harus menarik dan tidak membosankan. Jika menggunakan video maka video tersebut harus layak diberikan kepada siswa dan tidak boleh mengandung unsur kekerasan atau SARA. Hal tersebut memang harus diperhatikan dan dipertimbangkan mengingat siswa SMA merupakan masa – masa dimana mereka lebih menyukai sesuatu yang baru, menarik dan tidak membosankan karena siswa SMA itu ketika belajar mereka mudah bosan.

Ada beberapa hal juga yang harus dipertimbangkan guru dalam menggunakan media komputer, antara lain tujuan pembelajaran yang ingin di capai ketika menggunakan media, katersedian dan biaya yang dikeluarkan ketika menggunakan media, karakteristik siswa dalam memahami materi melalui audio visual serta kinestetik (mendengar, melihat, mempraktekan), kondisi siswa dan kondisi tempat belajar. Hal ini sangat penting untuk mencapai keberhasilan dalam menggunakan media berbasis ICT.

Untuk menggunakan media pembelajaran berbasis ICT maka diperlukan seorang guru yang memiliki kemampuan, antara lain guru harus memahami tentang perangkat keras dan perangkat lunak yang ada pada komputer. Guru harus memahami cara untuk mengoperasionalkan yaitu harus tahu cara menghidupkan

komputer sesuai dengan prosedur yang benar. Guru harus bisa mengelola data serta menggunakan komputer untuk keperluan proses pembelajaran dan guru harus tahu cara untuk menutup pembelajaran dan mematikan komputer sesuai dengan prosedur yang benar. Hal ini sesuai dengan teori yang kemukakan oleh Munir, beliau mengatakan bahwa ada beberapa keterampilan yang harus dimiliki seorang guru dalam menggunakan media komputer, antara lain :

1. Pengajar harus mengetaui cara mengoperasikan komputer yang digunakannya.

2. Pengajar harus memiliki pengetahuan tentang pemilihan software yang sesuai untuk pembelajaran

3. Pengejar harus mengetaui cara melaksanakan proses pembelajaran melalui komputer dengan software yang digunakannya

4. Pengajar harus memahami perbedaan perannya di dalam pembelajaran yang menggunakan media komputer dibandingkan dengan pembelajaran secara konvensional

5. Pengajar harus mengetaui peran dan manfaat komputer yang dapat membantunya dalam proses pembelajaran

6. Pengajar harus peka terhadap perkembangan teknologi pembelajaran terkini untuk memperluas wacana dan wawasan.

Berdasarkan uraian diatas dapat dipahami bahwa SMA Negeri 9 Manado telah berhasil dalam penerapan ICT. Hal ini terlihat dari fasilitas yang telah disediakan sekolah untuk mendukung pembelajaran berbasis ICT. Karena sebagai prasayarat keberhasilan penerapan ICT dalam dunia pendidikan maka sekolah

memiliki sarana dan prasarana yang memadai yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer/laptop, jaringan internet, laboratorium komputer, ruang multimedia, LCD proyektor dan yang paling terpenting guru memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan sarana dan prasarana tersebut.

Penguasan ICT oleh guru sangat penting karena penguasaan ICT kini telah menjadi bagian dari tuntunan kompetensi guru. Kompetensi yang dimaksud adalah kemampuan guru yang harus dimiliki dan dikuasai oleh guru untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengajar dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung pelaksanaan tugasnya dalam penyusunan perencanaan, penyajian pembelajaran, evaluasi, analisis hasil evaluasi serta sebagai sarana untuk mencari dan mengunduh sumber–sumber belajar.

Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang berada di SMA Negeri 9 Manado telah mampu menyusun program pembelajaran dengan menggunakan media komputer dan menggunakan fasilitas ICT yang telah disediakan oleh pihak sekolah. Hal ini terlihat bahwa guru telah bisa menyusun materi pembelajaran berdasarkan silabus dan RPP, landasan penggunaan media komputer, peran ICT dan tujuan pengunaan media komputer serta mengintegrasikan materi tersebut dengan pembelajaran berbasis ICT.

Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa guru mata pelajaran pendidikan agama islam di SMA Negeri 9 Manado telah memenuhi kompetensi yang harus dimiliki ketika menggunakan media komputer yaitu guru telah

mengetahui cara mengoperasikan komputer dan memilih software yang sesuai untuk pembelajaran.

2. Proses pembelajaran menggunakan media komputer

Berdasarkan uraian hasil penelitian, dapat diketahui bahwa telah terjadi perubahan peranan guru terlebih khusus pada guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 9 Manado. Dalam hal ini guru tidak lagi berperan sebagai satu – satunya sumber belajar, tetapi guru lebih berperan sebagai fasilitator dan pengelola pembelajaran sehingga guru sering memandu siswa untuk melakukan aktivitas belajar. bisa jadi guru dan siswa saling membelajarkan sehingga informasi bisa berjalan dua arah dan juga guru berusaha menyesuaikan diri dengan cara mengakses informasi sebanyak – banyaknya serta melakukan up

date informasi dan pengetahuan terkait dengan materi yang akan dibahas.

Hal ini terlihat ketika sebelum masuk pada materi, guru telah menyuruh kepada siswa untuk mempersiapkan hal – hal yang berkaitan dengan materi sehingga terjadi proses take and give, seperti menyuruh siswa untuk membawa video atau film pendek, gambar –gambar, artikel, majalah, guntingan koran, atau berita – berita yang mereka dapatkan dari berbagai sumber yang bisa digunakan untuk menunjang serta membantu proses pembelajaran. semua ini dilakukan agar terciptanya pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered).

Kurikulum 2013 yang mengintegrasikan ICT dalam pembelajaran membuat siswa lebih berperan aktif dalam pembelajaran melalui stimulus serta rangsangan yang diberikan oleh guru kepada siswa dengan memanfaatkan media komputer untuk menyampaikan materi melalui presentasi pada slide power point,

pemutaran video, dan koneksi internet untuk mengakses informasi, membuat siswa sering berdiskusi dengan guru sehingga siswa mampu mengembangkan materi yang diajarkan sesuai dengan konteks terkini.

Untuk penggunaan media komputer pada setiap kelas terjadi perbedaan pada setiap pertemuan untuk pembahasan materi. Perbedaan ini terjadi karena beberapa faktor yaitu kondisi kelas, jumlah siswa, ketersediaan listrik, ketersediaan waktu dan urusan mendadak dari guru sendri. Untuk presentasi materi melalui slide power point dan pemutaran video juga tergantung pada materi yang sedang dibahas.

Proses pembelajaran dengan menggunakan media komputer diawali dengan absens siswa sambil mengecek tugas jika ada. Kemudian guru memberikan pengantar atau stimulus melalui ceramah kemudian menjelaskan inti materi dengan bantuan slide power point. Setelah itu guru membentuk kelompok diskusi dan pada akhir pembahasan guru akan memutar video yang berkaitan dengan materi. Atau sebaliknya juga bisa jadi guru memberikan stimulus pada awal pembahasan kemudian pada akhir pembahasan guru membentuk kelompok diskusi.

Pada proses pembelajaran seperti ini, laptop dan LCD proyektor digunakan hanya sebagai pengantar materi. Untuk penjelasan materi tetap di jelaskan oleh guru melalui ceramah. Laptop dan LCD ini digunakan untuk menarik perhatian siswa agar mereka selalu fokus pada layar LCD sambil mendengarkan penjelasan guru.

Strategi pembelajaran yang sering digunakan guru dalam memanfaatkan media komputer yaitu strategi ceramah, presentasi dan diskusi. Tetapi tidak semua strategi pembelajaran ini berjalan sesuai dengan keinginan, sehingga guru juga perlu strategi cadangan yang lain agar tujuan pembelajaran bisa tercapai. Untuk itu sebelum menggunakan media komputer, guru harus mengecek ketersediaan listrik di dalam kelas dan laptop serta LCD proyektor yang digunakan harus benar – benar siap. Jika tidak listrik yang tersedia atau laptop yang digunakan mengalami gangguan maka media alternatif yang digunakan adalah papan tulis atau whiteboard.

Guru yang bisa memanfaatkan ICT dalam pembelajaran termasuk guru yang profesional karena guru tersebut akan selalu berusaha mencari cara yang terbaik untuk mencapai sasaran pembelajaran. guru akan menggunakan berbagai media pembelajaran untuk membantu siswa mencerna materi pelajaran lebih cepat dan efisien salah satunya dengan memanfaatkan media berbasis ICT. Namun selain bisa memanfaatkan media berbasis ICT, guru juga harus bisa menguasai strategi pembelajaran dan harus bisa mengelola kelas terutama guru kemampuan guru dalam penggunaan media serta penyampaian materi. Untuk itu pihak sekolah berupaya meningkatkan profesionalisme guru melalui sertifikasi dan workshop.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat dipahami bahwa guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 9 Manado telah mampu membedakan peran antara guru dan media komputer yang digunakan. Guru lebih berperan sebagai fasilitator untuk membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran

melalui stimulus dengan memafaatkan media komputer sebagai pengantar dan penyampaian materi.

Guru telah mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan memanfaatkan media komputer. Hal ini terlihat dari cara melaksanakan proses pembelajaran melalui media komputer dengan memanfaatkan LCD proyektor serta slide power point yang digunakan untuk menyampaikan materi, memutar video dan mengakses jaringan internet untuk mencari, mengambil, dan membuat informasi untuk meningkatkan proses pembelajaran. guru juga bisa melaksanakan strategi pembelajaran aktif melalui ceramah, presentasi, dan diskusi sehingga terjadi komunikasi dua arah dalam proses pembelajaran. guru juga peka terhadap perkembangan informasi dan teknologi. Hal ini terlihat guru sering melalukan up

date informasi melalui internet untuk menambah wawasan dan wacana terkait

materi yang akan dibahas.

Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 9 Manado telah memenuhi kompetensi yang harus dimiliki ketika menggunakan media komputer yaitu guru telah mengetahui cara mengoperasikan komputer dan memilih software yang sesuai untuk pembelajaran, guru telah mengatahui perbedaan perannya dan manfaat di dalam menggunakan media komputer yang dapat membantunya dalam proses pembelajaran serta guru telah peka terhadap perkembangan informasi dan teknologi.

3. Hambatan penggunan media komputer dalam pembelajaran

Media komputer merupakan sarana atau alat yang membantu guru dalam proses pembelajaran, sehinga bukan diarahkan untuk menggeser perannya sebagai pengajar. Betapa canggihnya komputer, tidak akan dapat mengalihkan fungsi pengajar, karena pengajar merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran. Melalui pengajar komputer dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan uraian hasil penelitian dapat diketaui bahwa guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 9 Manado juga mengalami hambatan dalam penggunan media komputer. Hambatan tersebut antara lain dari segi teknis seperti listrik mati, laptop error, koneksi internet yang tidak bisa terhubung, baterai laptop bocor, connector usb yang longgar sehingga kabel VGA,

flashdisk dan hardisk external tidak bisa terhubung dengan baik pada laptop. Selain itu ada juga hambatan dari segi non-teknis seperti panggilan dari sekolah ke ruang BK untuk mengurus siswa yang bermasalah dan adanya urusan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan.

Untuk mengatasi hal tersebut, strategi yang digunakan guru yaitu mengganti metode belajar dan mengupload materi – materi yang telah dibahas melalui website (blog) pribadi sehingga para siswa dapat belajar dimanapun dan kapanpun dengan cara terhubung ke jaringan internet sehingga bisa mengakses materi–materi yang telah diupload.

Selain guru, siswa juga mengalami hambatan ketika penggunaan media komputer. Hambatan tersebut antara lain kondisi kelas yang digabung sehingga jumlah siswa menjadi banyak yang menyebabkan kurangnya fokus dan

konsentrasi karena kelas menjadi ribut. Jika terlalu lama menonton video yang diputarkan maka siswa akan merasa bosan, mengantuk dan hilang konsentrasi belajar. Untuk mengatasi hambatan tersebut biasanya siswa akan menegur siswa lain yang membuat keributan atau siswa tersebut berpindah tempat duduk.

Guru mata pelajaran pendidikan agama islam di SMA Negeri 9 Manado juga mengalami hambatan dalam menggunakan media komputer. Hambatan tersebut dari segi teknis dan non-teknis. Namun hambatan tersebut dapat di atasi dengan cara mengubah metode belajar sehingga proses pembelajaran dapat terus berjalan serta guru mengupload materi dengan memanfaatkan koneksi internet pada website pribadi (blog) sehingga siswa dapat mengakses dan mempelajari materi yang akan dibahas dimanapun dan kapanpun mereka berada.

Berdasarkan analisis pada pembahasan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa untuk mengintegrasikan pembelajaran berbasis ICT pada mata pelajaran pendidikan agama islam, ada kemampuan yang dimiliki guru yaitu kemampuan dalam mengoperasikan komputer dan memilih software yang sesuai untuk pembelajaran. hal ini diperlukan agar guru bisa menyusun program pembelajaran dengan membuat materi pelajaran berdasarkan silabus dan RPP, landasan penggunaan media, peran ICT dalam pembelajaran dan tujuan penggunaan media komputer serta memanfaatkan fasilitas ICT yang telah disediakan oleh pihak sekolah.

Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media komputer, ada beberapa kemampuan yang dimiliki guru yaitu memahami perbedaan peran antara guru dan media komputer yang telah digunakan, mengetahui cara melaksanakan proses pembelajaran dengan memanfaatkan media komputer, serta peka terhadap perkembangan teknologi dan informasi. Hal ini diperlukan agar guru mengetahui perannya sebagai fasilitator dan media sebagai stimulus dalam penyampaian materi, melaksanakan proses pembelajaran melalui media komputer dan memanfaatkan LCD proyektor untuk mempresentasian materi, memutarkan video dan mengakses internet untuk melakukan up date informasi dan mengupload materi pelajaran.

Hambatan yang muncul dalam penggunaan media komputer yaitu hambatan dari segi teknis seperti ketersediaan listrik, ketersediaan koneksi internet, connector pada USB untuk menghubungkan flashdiks atau hardisk external pada laptop dan hambatan dari segi non-teknis seperti adanya urusan lain yang harus diselesaikan guru. Untuk mengatasi hambatan tersebut guru memiliki pengetahuan untuk melakukan troubleshooting yaitu pencarian atau pemeriksaan terhadap sumber masalah dan memperbaiki sumber masalah tersebut, kemudian mengganti metode pembelajaran dan mengupload materi pelajaran di website pribadi (blog) agar semua siswa bisa mengakses materi tersebut melalui jaringan internet dimanapun dan kapanpun.

B. Saran

Dalam skripsi ini peneliti akan memberikan saran-saran yang bersifat membangun yang diharapkan akan berguna bagi SMA N 9 Manado antara lain :

1. Penerapan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 9 Manado diharapkan guru bisa lebih pro aktif, kreatif dan inovatif dalam menyusun media pembelajaran berbasis ICT dengan memanfaatkan laptop dan LCD Proyektor sebagai media pembantu sehingga tercipta materi pembelajaran yang berkualitas dan efisien

2. Untuk pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran, diharapkan guru bisa memadukan unsur teks, video, gambar, suara, interaktif dan animasi kedalam satu wadah kemasan dalam bentuk CD Interaktif yang bisa membuat para siswa dapat belajar dimana saja dan kapan saja.

Arifin Zainal & Setiyawan Adhi, Pengembangan Pembelajarna Aktif Dengan

ICT, Yogyakarta: Skripta, 2012.

Arsyad Azhar, Media Pembelajaran : Edisi Revisi, Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

………...,Media Pembelajaran, Jakarta: PT Raja Grafindo, 2003.

Daradjat Zakiah, Ilmu Pendidikan Islam Jakarta: Bumi Aksara, 1996.

Darmawan Deni, Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.

Djamarah Syaiful Bahri & Zain Aswan, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Fathurrohman Pupuh & Sutikno Sobry, Strategi Belajar Mengajar : Strategi

Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Melalui Penanaman Konsep Umum dan Islami, Bandung : PT Refika Aditama, 2011.

Gunawan Heri, Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Bandung: Alfabeta, 2013.

Hasbullah, DasarDasar Ilmu Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers, 2009.

Komarudin & Tjuparmah Yooke, Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah, Cet 1, Jakarta : Bumi Aksaara, 2000.

Kosasih Nandang & Sumarna Dede, Pembelajaran Quantum dan Optimalisasi

kecerdasan, Bandung : Alfabeta, 2013.

Majid Abdul, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, Bandung : Remaja Rosda Karya, 2005.

Miarso Yusufhadi, Media Pembelajaran, Jakarta: CV Rajawali, 1984.

………., Teknologi Komunikasi Pendidian, Jakarta: CV Rajawali, 1984. Munadi Yudhi, Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru, Jakarta: Press

Rahma Muhammad & Amri Sofan, Strategi dan Desain Pengembangan Sistem

Pembelajaran, Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2013.

Rahman Arif, Teknologi Pembelajaran dan Media Untuk Belajar, Jakarta: Kencana, 2011.

Ramayulis H, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2002.

Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer, Bandung: Alfabeta, 2013.

Setyaningrum Husamah, Yanur, Desain Pembelajaran Berbasis Pencapaian

Kompetensi, Jakarta: Prestasi Pustakarya, 2013.

Sudirman, Ilmu Pendidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1992.

Sugiyono, Metode Penelitan Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Cet.19, Bandung : Alfabeta, 2013.

………..., Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Cet. 21, Bandung : Alfabeta, 2014.

…………, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Cet. 20, Bandung : Alfabeta, 2014.

Sutrisno & Albarobis Muhyidin, Pendidikan Islam Berbasis Problem Sosial, Jogyakarta : Ar-Ruzz Media, 2012.

Suwarno, Pengantar Umum Pendidikan, Jakarta: Aksara Baru, 1985. Uhbiyati Nur, Ilmu Pendidikan Islam, Bandung: Pustaka Setia, 1998. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Usman Basyiruddin, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers, 2002.

Warsita Bambang, Teknologi Pembelajaran: Landasan dan Aplikasinya, Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

teknologi-dalam-pendidikan.htmlyang diakses pada tanggal 13 september 2015

Dikutip darihttp://rachmatfatahillah.blogspot.co.id/2014/04/pengembangan- pembelajaran-pai-berbasis.htmlyang diakses pada tanggal 13 september 2015

Dikutip darihttp://stitattaqwa.blogspot.com/2011/07/pemanfaatan-komputer- untuk-pembelajaran .html.yang diakses pada tanggal 22 Oktober 2015 Dikutip darihttp://suaranuraniguru.wordpress.com/2011/11/29/pendidikan-

agama-islam-sebagai-bidang-studi/yang diakses pada tanggal 11 September 2015

Dikutip darihttp://www.dosenpendidikan.com/15-dampak-negatif-dan-positif- teknologi-informasi-dalam-bidang-pendidikan/yang diakses pada tanggal 13 September 2015

Dalam dokumen KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA (Halaman 101-116)

Dokumen terkait