• Tidak ada hasil yang ditemukan

Handout Peserta 2.1 Contoh Refleksi Instruktur PPG

Berikut ini adalah contoh refleksi dari beberapa instruktur PPG. Manakah dari ketiga contoh berikut yang reflektif yang memberikan inspirasi bagi yang menulis untuk berkembang menjadi instruktur yang lebih baik.

Contoh 1:

Pada tanggal 12 November 2015, saya mengampu sesi mengembangkan instrumen penilaian di kelas PLPG Biologi SMA yang berjumlah 28 orang selama 150 menit.

Berdasarkan pengalaman mengampu kelas PLPG sebelumnya, saya meminta peserta untuk menyusun RPP dimulai dari telaah SK KD (sekarang telaah KI KD), merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran, memaparkan bahan ajar, memilih media, dan menuliskan instrumen evaluasi. Di antara perangkat pembelajaran yang disusun para peserta PLPG, bagian yang belum memenuhi harapan adalah perangkat penilaian karena saya masih sering menemukan hasil kerja berupa tes kognitif saja, belum menyentuh penilaian sikap dan keterampilan. Padahal dalam Kurikulum 2013 (mengandung KI 1-4) menuntut agar instrumen penilaian menyentuh ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan sehingga penilaian sikap dan keterampilan masih perlu dilatihkan dan dibiasakan.

Untuk menjawab keterbatasan itu, di kelas PLPG saya memandu peserta mengembangkan instrumen penilaian menggunakan LKS melalui 4 langkah berikut: 1) Menganalisis KD 3.6: Mengelompokkan jenis-jenis jamur berdasarkan ciri-ciri dan perannya bagi kehidupan melalui percobaan; 2) Diskusi kelompok merancang perangkat evaluasi tentang materi jamur, mulai dari: membuat kisi-kisi soal tes, soal tes, dan kunci jawaban soal-soal tes kognitif, membuat instrumen penilaian sikap ilmiah yang berkaitan dengan pembelajaran tentang jamur, kemudian membuat rubrik penilaian keterampilan proses yang berkaitan dengan keterampilan siswa dalam percobaan mengamati jamur; 3) Peer assessment terhadap perangkat penilaian. Satu guru mereview perangkat evaluasi rekan gurunya yang lain, memberi komentar, saran, dan masukan; 4) Setiap kelompok mempresentasikan instrumen penilaiannya kepada kelompok lain untuk mendapatkan tanggapan, saran, dan kritik sehingga instrumen penilaian bertambah sempurna.

Setelah diperiksa, sebagian besar peserta mampu membuat soal tes kognitif, tetapi masih minim dalam hal membuat penilaian sikap dan keterampilan. Peserta dapat menyebutkan aspek sikap seperti kerja sama, teliti, tanggung jawab, tekun, namun ketika ditanya kerja sama dalam hal apa, teliti ketika melakukan apa, tanggung jawab dalam hal apa, tekun ketika apa, mereka sebagian besar tidak mampu menjawab. Mereka hanya menyebutkan kelima aspek itu pada tabel, penskoran 1,2,3,4, dianggap sudah selesai, belum paham maksudnya, untuk mengukur indikator yang mana, serta relevansinya dengan langkah- langkah pembelajaran yang telah ditulis sebelumnya. Demikian juga ketika menuliskan rubrik penilaian keterampilan proses sains. Walaupun pada langkah kegiatan sudah dikemukakan ada kegiatan siswa mengumpulkan contoh jamur, kemudian mengamati bentuk luarnya,

UNIT C

32

Menulis Jurnal Reflektif

UNIT 2

Bahan Rujukan bagi Instruktur untuk Workshop PPG

menggambarkannya, mengelompokkan dan mendiskusikan fungsinya, menggunakan LKS, namun urutan kegiatan tersebut belum dapat dituangkan dalam tabel penilaian keterampilan proses, apalagi deskriptornya, belum dapat dibuat.

Saya menelaah kembali LKS yang sudah saya buat untuk memandu peserta dalam menyusun perangkat penilaian, mengapa pertanyaan-pertanyaan yang sudah saya buat belum cukup membantu peserta untuk menentukan aspek penilaian sikap dan keterampilan secara tepat sesuai dengan KD dan indikatornya? Bagaimana cara membuat tahapan yang dapat mengarahkan peserta agar mereka dapat menyusun deskriptor dan kriteria penilaian sesuai dengan indikator yang ingin dicapai? Langkah 1 dan 2 pada LKS sudah terlaksana dengan baik, namun belum sempat sampai ke langkah ke-3 dan ke-4.

Saya berpikir untuk memperbaiki proses workshop. Untuk pelaksanaan PLPG berikutnya, atau kelas PPG, saya berencana untuk memandu peserta dengan cara lebih menyegerakan langkah ke-2 supaya segera ke langkah-3. Langkah ke-4 presentasi diubah menjadi simulasi perangkat penilaian untuk memastikan apakah dengan menggunakan perangkat penilaian yang dibuat itu indikator dapat tercapai? Harapannya agar peserta dapat merasakan kontinuitas mulai dari KD, indikator, metode, media, serta menyadari evaluasi sebagai klimaks proses pembelajaran. (ED)

(Catatan refleksi seorang instruktur PLPG/PPG Prodi Pendidikan Biologi)

Contoh 2

Selasa, 3 November 2015 saya memberikan kuliah Seminar Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Jumlah mahasiswa sebanyak 36 orang. Mereka bekerja dalam kelompok masing-masing membahas topik yang akan diseminarkan. Jumlah pertemuan tatap muka sebanyak 2 kali dalam seminggu karena mata kuliah ini berbobot 4 sks.

Pada pertemuan tatap muka hari ini, mahasiswa sudah membawa sejumlah teks/bacaan yang diunduh dari berbagai sumber: internet, jurnal, buku, makalah, dan surat kabar. Teks/bacaan yang mereka bawa pada umumnya sudah sesuai dengan arahan yang saya berikan pada pertemuan sebelumnya. Akan tetapi, masih ada beberapa orang yang tidak membawanya dan masih ada juga yang salah membawa. Mereka yang salah membawa dan tidak membawa bacaan disebarkan ke dalam kelompok mahasiswa yang membawa bacaan agar mendapatkan informasi dari temannya yang membawa. Selanjutnya, mahasiswa melakukan kegiatan diskusi kelompok. Di dalam kelompok terjadi diskusi interaktif antarmahasiswa yang membahas isi bacaan. Saya melihat mahasiswa antusias atas bacaan yang dibawanya dan antusias menyatakan pendapatnya. Saya berkeliling mengamati jalannya diskusi kelompok dan bertanya kepada mahasiswa tentang materi yang mereka bawa. Begitu juga mahasiswa bertanya tentang materi yang tidak mereka pahami.

Dari berbagai sumber bacaan yang mereka diskusikan, tiap kelompok sudah dapat merumuskan topik makalah yang akan diseminarkan di kelas. Beberapa topik di antaranya: Internasionalisasi Bahasa Indonesia memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), Model Permainan Tradisional dalam Pembelajaran BIPA, Penggunaan Media BIPA, Pengembangan Bahan Ajar BIPA, dan Monat serta Motivasi Mahasiswa Korea Belajar Bahasa Indonesia. Mereka bersemangat menyiapkan materi untuk kegiatan seminar tersebut. Setiap orang mendapatkan peran sebagai presenter, sedangkan moderator diambil dari kelompok lain dengan cara diundi oleh ketua kelas atas kesepakatan bersama.

Menulis Jurnal Reflektif

UNIT 2

Pertemuan hari ini hanya sampai pada pemilihan topik dan pembagian peran. Topik- topik yang telah dirumuskan itu akan dikembangkan lagi pada pertemuan berikutnya ke dalam kerangka karangan/makalah. Mereka akan mengembangkan kerangka karangan ke dalam makalah sesuai dengan tagihan perkuliahan. Gaya dan keranga karangan mengacu pada pedoman Penulisan Ilmiah yang berlaku di universitas agar mahasiswa memahami gaya selingkung (inhouse style) tata tulis ilmiah yang berlaku di universitas.

Penilaian pada kegiatan seminar tersebut meliputi penilaian karya tulis kelompok dan penilaian presentasi. Presentasi akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya. Presentasi akan dilakukan secara bergiliran. Setiap pertemuan dua kelompok akan mempresentasikan hasil karya kelompoknya berupa makalah. Mahasiswa memahami keiteria penilaian tulisan yang akan dipresentasikan (khr).

UNIT C

34

Menulis Jurnal Reflektif

UNIT 2

Bahan Rujukan bagi Instruktur untuk Workshop PPG