• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Hara Tercuci Perkolasi

Penyiraman diarahkan untuk mempertahankan kelembaban tanah, tetapi sebagian menjadi air perkolasi dan sebagian lagi menguap ke luar dari pot tanaman. Air perkolasi tersebut membawa serta unsur hara yang ditambahkan melalui pemupukan dan atau yang dibawa oleh pembenah tanah. Unsur hara yang menguap tidak diamati, sedangkan yang tercuci air perkolasi dan terserap tanaman disajikan dalam tulisan ini. Hasil percobaan

35 menunjukkan bahwa penambahan tanah mineral mampu mengurangi jumlah hara tercuci perkolasi. Proses pencucian hara dimulai dari air perkolasi yang turun dari lapisan tanah bagian atas ke lapisan tanah di bawahnya kemudian ke luar dari pot percobaan membawa serta hara tanaman ke luar dari daerah perakaran tanaman.

4.3.1. Jumlah air perkolasi

Jumlah air perkolasi yang bergerak meninggalkan daerah perakaran paling tinggi terjadi pada perlakuan 0M, diikuti 20M, 40M dan paling sedikit 80M. Penambahan fraksi clay dari tanah mineral ke dalam media tanam mampu menghambat laju perkolasi. Perkolasi terendah terjadi pada perlakuan 80M yang ditambah dengan 10K + 4T, namun tidak berbeda dengan 80M yang ditambah 20K + 8T (Gambar 10).

Gambar 10. Jumlah air perkolasi pada pot diberi perlakuan tanah mineral yang dicampurkan dengan kompos dan terak baja

Pemberian kompos dan terak baja akan menurunkan jumlah air perkolasi jika kedua bahan tersebut dipadukan dengan tanah mineral. Secara visual dapat dilihat bahwa sebagian bahan organik dari kompos terdapat di dalam air perkolasi, ditandai oleh warna air yang hitam kecoklatan tetapi tidak terjadi pada semua perlakuan.

Pembenah tanah yang menjadi kunci keberhasilan menurunkan jumlah air perkolasi adalah tanah mineral. Berdasarkan perhitungan regresi diperoleh persamaan y = 155.111 + 0.447M dengan nilai R = 0.615**, huruf M menunjukkan bahwa hanya pemberian tanah mineral yang mempengaruhi jumlah air perkolasi. Pembenah tanah lainnya berupa kompos dan terak baja

36 tidak mempengaruhi jumlah air perkolasi. Pengisian pori-pori makro diantara butir-butir pasir oleh partikel tanah menyebabkan jumlah air perkolasi yang terjadi menjadi turun.

4.3.2. Amonium tercuci

Pemberian tanah mineral mampu menghambat amonium tercuci dari daerah perakaran tanaman, makin banyak tanah mineral yang diberikan sebagai amelioran makin sedikit amonium terukur dalam air perkolasi. Pada pot dengan tanah mineral sebanyak 80 ton ha-1 ditambah 5 ton ha-1 kompos + 2 ton ha-1 terak baja, mampu menurunkan amonium tercuci lebih sedikit dibandingkan dengan perlakuan yang diberi 20 ton ha-1 dan 40 ton ha-1 tanah mineral pada perlakuan kompos dan terak baja yang sama. Jika tanah mineral ditambah dengan 10K + 4T atau 20K + 8T maka jumlah amonium tercuci berbanding terbalik dengan jumlah tanah mineral (Gambar 11).

Gambar 11. Jumlah NH4 tercuci air perkolasi pada pot diberi perlakuan tanah mineral ditambah kompos dan terak baja

Jumlah amonium tercuci bervariasi dan tergolong rendah, sehingga setelah dihitung regresinya dengan metode stepwise tidak menghasilkan persamaan. Namun dengan metode berbeda diperoleh persamaan y = 0.489 - 0.001M – 0.014K + 0.030T dengan nilai R = 0.459 tetapi tidak nyata secara statistik. Oleh karena itu, pembenah tanah tidak berpengaruh nyata terhadap pencucian amonium.

Pencucian NO3-N dapat berkurang jika ke dalam pasir tailing

ditambahkan bahan organik pencucian tersebut sangat bervariasi tergantung dari penempatan bahan organik dalam pasir tailing. Jika ditempatkan

37 dipermukaan tailing, maka akan menguntungkan bagi aktivitas mikroba dalam proses nitrifikasi dan mineralisasi. Mineralisasi N sangat bergantung kepada C/N ratio dari bahan organik yang diberikan, makin tinggi CN ratio di dalam tanah makin rendah proses mineralisasi N (Santibanes et al., 2007). Amonium sebagai hara sumber N yang dibutuhkan untuk pertumbuhan padi makin sedikit tercuci jika jumlah kompos dan tanah mineral ditingkatkan menjadi masing-masing 20 ton ha-1 dan 80 ton ha-1

4.3.3. Fosfat tercuci

Fosfor (P) yang tercuci air perkolasi adalah senyawa PO4, makin banyak kompos yang diberikan makin banyak P terbawa air perkolasi (Gambar 12). Kompos yang digunakan mempunyai kandungan P2O5 < 1% tetapi yang tercuci berupa PO4 mencapai 25 mg L-1 air perkolasi. PO4 yang tercuci sebagian besar berasal dari pemupukan menggunakan KCl. Kemampuan tanah mineral dalam menghindarkan terjadinya pencucian PO4 dihambat oleh kompos (Tabel 8). Penambahan kompos tidak mampu menurunkan jumlah PO4 tercuci. Diperkirakan terdapat komponen pembentuk kompos yang mampu memperlancar pencucian serta mencegah terbentuknya Fe-P dan Al- P.

Gambar 12. Jumlah PO4 tercuci air perkolasi pada perlakuan yang diberi pembenah tanah berupa tanah mineral, kompos, dan terak baja P dapat dijerap oleh clay dari tanah mineral yang banyak mengan-dung Fe, sehingga tidak mudah tercuci dan tertahan di dalam media tanam. Unsur fosfat dapat diikat oleh besi menjadi Fe-P dan oleh Al menjadi Al-P, sehingga tidak mudah tercuci oleh air perkolasi tetapi tidak tersedia bagi tanaman.

38 Penggunaan amelioran berupa clay dari tanah mineral mampu menurunkan jumlah P yang tercuci, makin banyak clay diberikan makin sedikit P tercuci jika digunakan 20K + 8T. Penurunan jumlah P tercuci lebih disebabkan oleh tanah yang mendapat pengkayaan Fe, seperti pemberian terak baja, kompos, dan tanah mineral.

Tabel 8. Persamaan regresi pengaruh pembenah tanah terhadap fosfat tercuci.

Model Persamaan regresi Nilai R

K y = 0.823 + 0.047K 0.403**

K, M y = 1.240 + 0.065K – 0.014M 0.647**

Keterangan: **) = sangat nyata

4.3.4. Kalium (K) tercuci

Unsur kalium (K) di dalam pot berasal dari pemupukan KCl dan pembenah tanah yang mengandung kompos. Penggunaan kompos dan terak baja (5K + 2T) meningkatkan jumlah K tercuci secara nyata pada media tanam dengan jumlah tanah mineral sampai dengan 157 g pot-1 (40 ton ha-1) dan mengalami penurunan ketika jumlah tanah mineral dinaikan menjadi 80 ton ha- 1 (Gambar 13). Peningkatan jumlah clay di dalam media tanam mempengaruhi jumlah K tercuci air perkolasi dengan persamaan y = 83.572 - 0.418M dengan R = 0.403**. Bahan pembenah tanah lainnya berupa kompos dan terak baja tidak mempengaruhi pencucian kalium.

Gambar 13. Jumlah K tercuci air perkolasi pada perlakuan tanah mineral (M) ditambah kompos (K), dan terak baja (T)

Penambahan terak baja ke dalam pembenah tanah tidak berpengaruh terhadap peningkatan jumlah hara tercuci. Menurut Anda et el., (2001)

39 pemberian terak baja ke tanah Oxisol selain mampu menciptakan muatan nol juga berperan dalam menurunkan pencucian kalium dari lapisan diatasnya. Pada penelitian ini, pemberian tanah mineral dengan kandungan 51% clay lebih mampu menghambat pencucian K. Pembenah tanah berupa tanah mineral mempengaruhi jumlah unsur hara tercuci jika dicampur dengan bahan lain seperti kompos dan terak baja. Tanah mineral yang dijadikan pembenah tanah dalam percobaan ini, mempunyai pengaruh yang dominan dalam mengendalikan laju perkolasi dan pencucian kalium serta membantu kompos dalam mengendalikan pencucian fosfat. Sedangkan tanah mineral, kompos dan terak baja tidak memperlihatkan kemampuannya mengendalikan pencucian ammonium.

Dokumen terkait