• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Dari penelitian yang telah dilakukan, berikut saran yang peneliti sampaikan : 1. Bagi Pihak Ruang Farmasi Puskesmas Kecamatan Jembrana

Diharapkan Puskesmas I dan II Jembrana dapat mempertahankan unsur pelayanan yang telah memperoleh mutu pelayanan puas dan sangat puas.

Meningkatkan kualitas pelayanan pada unsur pelayanan informasi obat agar pasien terhindar dari kesalahan dalam penggunaan obat.

2. Bagi Pihak Puskesmas Kecamatan Jembrana 2.1 Puskesmas II Jembrana

40

Diharapkan puskesmas dapat memberikan sarana yang lebih mendukung seperti menyediakan tempat obat yang layak untuk pasien dibawa pulang seperti dapat menyediakan paper bag serta memberikan etiket pada obat.

41

Daftar Pustaka

Adityawati, R., Latifah, E., Hapsari, W. S., 2016. Evaluasi pelayanan Informasi Obat Pada Pasien Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Puskesmas Grabag I.

Jurnal Farmasi dan Prakti, 1(2), 7.

Aliyah, S.N.S.A.S.D., 2018. Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di RSUD Dr. Murjani Sampit. Borneo Journal of Pharmacy, 1(1), 22–26.

Antari, N, P, U., Meriyani, H., Suena, N. M. D. S., 2019. Faktor-faktor Komunikasi yang Mempengaruhi Tingkat Kepercayaan Terhadap Tenaga Teknis Kefarmasian. Jurnal Ilmiah Medicamento, 2(2), 6.

Arini, K. N., Widiastuti, N. R., 2020. Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Fktp) Oleh Peserta Bpjs Kesehatan Di Kota Denpasar. Bali Medika Jurnal, 7(2), 66.

Assalwa, U., Ningrum, G.P., Tindawati, T.M., Zahro, S., Trisfalia, R.R., Yuliani, A.P., Syarifudin, F., Najah, A.L.., Devi, A.S., Irmatiara, F., Priyandani, Y., 2021. Profil Perilaku Pengelolaan Obat Pada Lansia. Jurnal Farmasi Komunitas, 8(1), 9–10.

Dailiati, S., 2015. Hasil Evaluasi Kebijakan Retribusi Kebersihan Dalam Meningkatkan Kepuasan Masyarakat. CV. Jakad Publishing, Surabaya, pp. 98-100.

Djamal, H.D., Safitri, G., 2020. Hubungan Pemberian Informasi Obat Dengan Kepuasaan Pasien Di Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI), 1(1), 1–9.

Ekadipta., Sadikin, M., Yusuf, M. R., 2019. Kualitas Pemberian Informasi Obat pada Pelayanan Resep Berdasarkan Kepuasan Pasien BPJS Puskesmas Kecamatan Cilandak. Jurnal Farmasi Indonesia, 16(02), 244-255.

Endra, F., 2017. Pengantar Metodelogi Penelitian (Statistika Praktis). Zifatama Jawara, Sidoarjo, p. 106.

Hartayu, T. S., Wijowo, Y., Manik, D. J., 2020. Manajemen dan Pelayanan Kefarmasian Di Apotek dengan Metode Problem-Based Learning Dalam Kerangka Paradigma Pedagogi Reflektif. Sanata Dharma University Press, Yogyakarta, pp. 63-66.

Heryanto, C. A. W., Korangbuku, C.S. F., Djeen, M. I. A., Widayati, A., Pengembangan dan Validasi Kuesioner untuk Mengukur Penggunaan Internet dan Media Sosial dalam Pelayanan Kefarmasian. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 8(3), 178.

Hidayah, M. R. N., Pratiwi, H., Nuryanti., 2019. Evaluasi Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Oleh Apoteker di Ruang Farmasi Puskesmas Purwokerto Timur. Acta Pharmaciae Indonesia, 7(1), 4.

Iqbal, M., Nurhayatina, R., 2021. Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Reza Farma Lohbener Indramayu. Jurnal Farmasi Muhammadiyah Kuningan, 6(1), 12-18.

Juwita, D.A., Helmi, A., Jaka, P., 2019. Kajian Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Rawat Jalan RSUP DR. M. Djamil

42

Padang. Jurnal Farmasi Higea, 11(1), 32–40.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI., 2017. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI., 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI., 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI., 2019. Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian DI Puskesmas. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Marta, W. A. P., Rahajeng, B., 2017. Evaluasi Pelayanan KIE Oleh Apoteker Terhadap Tingkat Pemahaman Pasien Rawat Jalan Tentang Obat.

Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia.

Megawati, F., Santoso, P., 2017. Pengkajian Resep Secara Administratif Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Ri No 35 Tahun 2014 Pada Resep Dokter Spesialis Kandungan Di Apotek Sthira Dhipa. Jurnal Ilmiah Medicamento, 3(1), 12–16.

Naughton, C.A., 2019. Patient-Centered Communication. Pharmacy, 6(18), 4–9.

Novaryatiin,S., Ardhany, S. D., Aliyah, S., 2018. Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di RSUD Dr. Murjani Sampit. Borneo Journal of Pharmacy, 1(1), 22-26.

Nisa, Z., Sugihantoro, H., Syahrir, A., Wijaya, D., 2021. Tingkat Kepuasan Konsumen terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Ganesha Farma Kabupaten Lamongan. Journal of Islamic Pharmacy, 6(1), 37.

Noviyanti., 2020. Faktor Pelayanan Yang Profesional Terhadap Kepuasan Pasien.

CV. Penerbit Qiara Medika, Pasuruan,

Nurjannah, A.E.L., Lilfitriyani, H., Basith, A., 2020. Evaluasi Pelayanan Komunikasi, Informasi, Dan Edukasi (KIE) Tenaga Kefarmasiaan Yang Ada di Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Penjas dan Farmasi, 3(1), 15–20.

Panaungi, A. N., 2020. Studi Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Minasatene Kabupaten Pangkep. Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology, 5(1), 1-6.

Rahmawati, U., Yulian, W. P., Arifin, M., 2020. Evaluasi Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat Dan Sarana Prasarana di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Bendan Kota Pekalongan Tahun 2019. Naskah Publikasi Sarjana Farmasi.

Rahmawati, I. N., Wahyuningsih, S. S., 2016. Faktor Pelayanan Kefarmasian Dalam Peningkatan Kepuasan Pasien Di Pelayanan Kesehatan. Indonesian Journal On Medical Science, 3(1), 89.

Ramadhani, N. E., 2021. Analisis Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap

43

Pelayanan Informasi Obat Di Puskesmas Kecamatan Depok Sleman, Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Riyanto, S., Hatmawan, A. A., 2020. Metode Riset Penelitian Kuantitatif Penelitian di Bidang Manajemen, Teknik, Pendidikan dan Eksperimen. Deepublish, Yogyakarta, pp. 63-75.

Siringoringo, V., Lukas, S., Marzini, S., 2016. Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cempaka Putih, Jakarta Pusat Tahun 2016. Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal, 1(2). 68-76.

Sumantri, A., 2011. Metodologi Penelitian Kesehatan Edisi Pertama, Penada Media Group, Jakarta, p. 239.

Swarjana, I. K., 2012. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Andi Offset, Yogyakarta, p. 102.

Wahyuni, E.A., Octavia, D.R., Kartikasari, R.I., 2020. Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Kie Obat di Depo Farmasi Puskesmas Tlogosadang. Jurnal Surya, 1(2), 1–4.

44

LAMPIRAN

45 Lampiran 1. Surat Keterangan Penelitian

46 Lampiran 2. Ethical Clearens

47

Lampiran 3. Lembar Penjelasan Kepada Calon Responden

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON RESPONDEN

Perkenalkan saya Ni Putu Novita Prabawati dari Universitas Sanata Dharma Fakultas Farmasi akan melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Komunikasi, Informasi Dan Edukasi Di Puskesmas Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali”.

Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi salah satu syarat tugas akhir perkuliahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) pada saat penyerahan obat oleh apoteker di Puskesmas Kecamatan Jembrana.

Saya mengajak bapak/ibu/saudara/i untuk bersedia berpartisipasi sebagai responden di dalam penelitian ini. Penelitian ini membutuhkan responden minimal 96 responden dengan durasi waktu keikutsertaan setiap responden sekitar 25 menit untuk mengisikan kuesioner.

Saya juga mengajak bapak/ibu apoteker untuk bersedia diwawancarai untuk memperoleh informasi mengenai hambatan dan harapan dalam memenuhi kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan KIE yang diberikan kepada pasien.

A. Kesukarelaan untuk ikut penelitian

Anda bebas memilih keikutsertaan dalam penelitian ini tanpa adanya paksaan.

Apabila Anda telah memutuskan untuk ikut maka Anda juga bebas mengundurkan diri tanpa dikenai denda atau sanksi apa pun. Jika Anda memutuskan untuk tidak bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini, tidak akan ada pengaruh apapun pada Anda.

B. Prosedur penelitian

Apabila anda bersedia berpartisi dalam penelitian ini, Anda diminta untuk menandatangani lembar persetujuan penelitian. Saat Anda sudah menandatangani lembar persetujuan penelitian, maka prosedur selanjutnya adalah :

1. Peneliti mewawancarai Anda terkait kriteria inklusi.

48

2. Apabila Anda masuk kriteria inklusi maka Anda akan diminta untuk mengisi kuesioner penelitian yang telah disediakan peneliti dan melakukan wawancara.

C. Kewajiban responden penelitian

Sebagai responden penelitian, Anda berkewajiban mengikuti aturan atau petunjuk penelitian seperti yang tertulis diatas. Apabila ada yang belum jelas, Anda dapat bertanya lebih lanjut kepada peneliti.

D. Manfaat

Keuntungan langsung yang Anda dapatkan dengan mengikuti penelitian ini, Anda mengetahui kualitas pelayanan KIE yang diberikan oleh apoteker.

E. Kerahasiaan

Semua informasi yang berkaitan dengan identitas responden penelitian akan dirahasiakan dan hanya diketahui oleh peneliti. Hasil penelitian akan dipublikasikan tanpa identitas subjek penelitian.

F. Kompensasi

Setelah mengikuti penelitian, Anda akan diberikan bingkisan berupa masker dan hand sanitizer untuk semua responden.

G. Pembiayaan

Seluruh biaya pada penelitian ini ditanggung oleh peneliti H. Informasi tambahan

Bapak/ibu/saudara/i diberikan kesempatan untuk menanyakan semua hal yang belum jelas sehubungan dengan penelitian ini. Bila sewaktu-waktu

membutuhkan penjelasan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Ni Putu Novita Prabawati pada nomor handphone 085969044467.

49

Lampiran 4. Persetujuan Menjadi Responden

PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama :

Jenis kelamin :

Usia :

Alamat :

Pekerjaan :

Menyatakan bahwa,

1. Saya telah mendapatkan penjelasan mengenai informasi penelitian dan bersedia secara sukarela berpartisipasi dalam penelitian yang berjudul

“Analisis Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi di Puskesmas Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana Provinsi Bali” dan mengisikan data dengan benar dan lengkap.

2. Data yang dikumpulkan akan digunakan demi kepentingan penelitian dan akan dijaga kerahasiaannya oleh peneliti dan responden.

3. Saya juga telah diberi tahu bahwa penelitian ini telah mendapatkan izin dari instansi berwenang.

4. Apabila terdapat hal yang tidak sesuai dengan kesepakatan, saya berhak memutuskan untuk keluar dan tidak berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sejujur-jujurnya tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Jembrana,………..2022 Responden

(……….)

50 Lampiran 5. Kuesioner Penelitian

KUESIONER PENELITIAN

Tuliskan identitas bapak/ibu/saudara/i pada tempat yang telah disediakan di bawah ini.

Nama :

Usia :

Jenis Kelamin : Petunjuk pengisian :

1. Terdapat empat (4) pilihan jawaban pada masing-masing pernyaan.

Setiap pernyataan memiliki skor sebagai berikut : TS = Tidak sesuai

KS = Kurang sesuai S = Sesuai

SS = Sangat sesuai

2. Berilah tanda centang () pada pilihan jawaban yang tersedia pada kolom sesuai dengan yang anda rasakan. Jawaban pada pernyataan ini tidak terdapat jawaban salah dan dianggap benar apabila diisi sesuai dengan yang anda rasakan.

Jumlah kunjungan ke Puskesmas

No Pernyataan

Pelayanan yang dirasakan TS KS S SS Komunikasi Awal

1. Petugas farmasi memanggil nama pasien sesuai dengan nomor antrian

2. Petugas farmasi mengucapkan salam kepada pasien saat penyerahan obat.

3. Petugas farmasi berkomunikasi dengan sopan dan ramah kepada pasien 4.

Petugas farmasi mencocokan identitas pasien dengan identitas yang tertera pada resep

Informasi Obat

Pertama kali 2 – 5 kali Lebih dari 5 kali

51 5. Petugas farmasi menyampaikan nama

dan zat aktif obat kepada pasien 6.

Petugas farmasi menyampaikan bentuk dan kekuatan obat kepada pasien saat penyerahan obat

7. Petugas farmasi menyampaikan indikasi obat kepada pasien

8.

Petugas farmasi menyampaikan efek samping obat pada pengobatan yang dijalani pasien

9. Petugas farmasi menjelaskan aturan pakai obat kepada pasien

10.

Petugas farmasi menjelaskan lama pemakaian obat yang diterima oleh pasien

11.

Petugas farmasi memberikan informasi terkait interaksi obat yang mungkin terjadi

12.

Petugas farmasi menyampaikan tanggal kadaluwarsa (expired date) obat kepada pasien

13.

Petugas farmasi menjelaskan

penyimpanan obat kepada pasien saat penyerahan obat

Komunikasi akhir 14.

Petugas farmasi menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pasien saat menjelaskan informasi obat

15.

Petugas farmasi memberikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya tentang obat

16.

Petugas farmasi menyampaikan “semoga lekas sembuh” saat pasien meninggalkan ruang farmasi

Setelah mengisi kuesioner diatas, isilah pertanyaan dibawah isi sesuai dengan yang Anda rasakan.

1. Apakah Anda sangat puas/puas/kurang puas/tidak puas dengan pelayanan informasi obat yang diberikan? Berikan pendapat anda!

52 Lampiran 6. Panduan Wawancara

Daftar Panduan Wawancara Untuk Apoteker

Nama :

Umur :

Jenis Kelamin :

Pendidikan terakhir : Profesi apoteker/S-2/S-3

Pertanyaan Wawancara terstruktur :

1. Menurut Anda, apakah pelayanan KIE yang diberikan sudah optimal?

Mengapa Anda mengatakan demikian?

2. Apa saja KIE yang diberikan kepada pasien? Mengapa diberikan itu?

Berikan alasannya!

3. Apakah KIE yang diberikan sudah dirasakan cukup? Apabila dirasa cukup mengapa?

4. Apabila KIE yang diberikan tidak dirasa cukup, apakah terdapat perbaikan dalam pemberian KIE?

5. Apakah terdapat hambatan yang dialami pada saat memberikan KIE kepada pasien?

6. Bagaimana harapan anda terhadap pemberian KIE kepada pasien rawat jalan?

53 Lampiran 7. Hasil Uji Validitas

54 Lampiran 8. Hasil Uji Validitas

55 Lampiran 9. Hasil Uji Reliabilitas

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha N of Items

.908 16

Item Statistics

Mean Std. Deviation N

U1 3.33 .479 30

U2 3.03 .718 30

U3 3.37 .490 30

U4 3.30 .651 30

U5 2.90 .803 30

U6 2.97 .765 30

U7 3.17 .747 30

U8 2.90 1.029 30

U9 3.43 .504 30

U10 2.97 .809 30

U11 2.60 1.037 30

U12 2.50 .974 30

U13 2.83 .834 30

U14 3.40 .498 30

U15 3.17 .747 30

U16 3.07 .691 30

Item-Total Statistics Scale Mean if

Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item-Total Correlation

Cronbach's Alpha if Item

Deleted

U1 45.60 58.041 .472 .906

U2 45.90 55.266 .556 .904

U3 45.57 56.599 .662 .902

U4 45.63 55.068 .644 .901

U5 46.03 56.516 .378 .910

U6 45.97 55.206 .522 .905

U7 45.77 55.426 .516 .905

U8 46.03 49.482 .772 .896

U9 45.50 57.155 .566 .904

U10 45.97 53.895 .604 .902

U11 46.33 49.885 .734 .898

U12 46.43 50.116 .773 .896

U13 46.10 53.128 .650 .901

U14 45.53 56.740 .630 .903

56

U15 45.77 55.495 .509 .905

U16 45.87 55.223 .586 .903

57 Lampiran 10. Hasil Analisis Data

1. Puskesmas I Jembrana

Kode U1 U2 U3 U4 U5 U6 U7 U8 U9 U10 U11 U12 U13 U14 U15 U16

B001 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3

B002 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3

B003 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 1 1 1 3 3 2

B004 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

B005 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

B006 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3

B007 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 4 1

B008 3 2 3 3 4 3 3 2 3 4 2 2 2 3 3 2

B009 4 3 3 3 2 3 3 2 4 4 2 2 3 4 3 3

B010 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 2 2 3 3 3

B011 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3

B012 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3

B013 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3

B014 3 3 3 3 2 2 2 3 4 3 3 3 3 3 2 4

B015 3 1 4 3 3 4 3 4 4 3 3 1 3 4 3 4

B016 3 3 3 3 2 2 2 2 3 4 2 2 2 3 3 2

B017 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4

B018 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 2 2 1 4 3 1

58

B019 4 3 4 3 3 3 3 3 4 2 2 2 2 3 3 2

B020 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

B021 4 3 3 3 2 2 3 2 4 3 2 2 2 3 3 2

B022 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3

B023 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4

B024 3 3 3 3 3 3 3 1 3 1 1 1 1 3 1 3

B025 3 3 3 3 4 2 2 3 3 1 3 1 1 4 3 1

B026 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 2 2 4 3 3

B027 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2

B028 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 2 2 4 3 3

B029 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2

B030 3 2 3 4 2 2 1 2 4 3 2 2 2 4 3 2

B031 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

B032 4 3 4 4 2 2 2 2 4 2 2 2 2 3 4 3

B033 3 1 3 2 3 2 3 2 3 3 1 3 2 4 3 2

B034 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

B035 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

B036 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

B037 4 1 3 3 4 3 3 1 4 3 1 1 1 4 3 3

B038 3 2 3 3 3 3 4 2 4 3 2 2 2 3 4 1

B039 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 2

B040 4 1 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3

59

B041 3 2 3 2 3 3 3 1 3 3 2 2 2 3 4 2

B042 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2

B043 3 1 3 3 3 3 3 1 4 2 1 1 1 2 2 2

B044 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4

B045 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 4 3

B046 3 2 3 4 3 2 2 2 4 3 2 2 3 4 3 3

B047 4 1 3 3 3 2 2 1 4 3 2 2 2 4 3 4

B048 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 1 2 3 2 4

B049 4 4 4 4 3 4 3 1 3 2 3 2 2 3 3 2

B050 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4 3 2

B051 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

B052 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3

B053 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Jumlah nilai

per unsur 178 145 173 170 165 157 160 143 182 156 135 126 125 179 164 145 NRR per

Unsur 3.36 2.74 3.26 3.21 3.11 2.96 3.02 2.70 3.43 2.94 2.55 2.38 2.36 3.38 3.09 2.74 Mutu

Pelayanan B C B B B C C C B C D D D B B C

NRR Tertimbang

per Unsur

0.21 0.17 0.20 0.20 0.19 0.19 0.19 0.17 0.21 0.18 0.16 0.15 0.15 0.21 0.19 0.17 Jumlah NRR

IKM tertimbang

2.95

60

IKM 73.79

Perhitungan :

Bobot rata – rata tertimbang = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 = 1

16 = 0.0625 Jumlah nilai per unsur = ƩU1 – ƩU16

NRR per Unsur = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑠𝑖 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 53

NRR Tertimbang per Unsur = NRR per Unsur x Bobot rata – rata tertimbang Jumlah NRR IKM tertimbang = ƩNRR Tertimbang per Unsur = 2.95

Indeks Kepuasan Masyarakat = ƩNRR Tertimbang per Unsur x 25

= 2.95 x 25

= 73.79

a. Kepuasan Responden Terhadap Pelayanan KIE Dimensi Komunikasi awal

Dalam penghitungan indeks kepuasan masyarakat terhadap 4 unsur pelayanan yang dikaji pada dimensi komunikasi awal diketahui bahwa:

Bobot rata – rata tertimbang = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 = 1

4 = 0.25

Untuk memperoleh nilai IKM unit pelayanan digunakan pendekatan nilai rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut:

IKM = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑠𝑖 x nilai rata – rata tertimbang Keterangan :

U1 sampaiU16 = Unsur pelayanan NRR = Nilai rata – rata

61 IKM = 666

53 x 0.25 IKM = 3.14

Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 - 100 maka hasil penilaian tersebut diatas dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus sebagai berikut:

IKM komversi = 3.14 x 25 = 78.5 b. Kepuasan Responden Terhadap Pelayanan KIE Dimensi Informasi Obat

Dalam penghitungan indeks kepuasan masyarakat terhadap 9 unsur pelayanan yang dikaji pada dimensi komunikasi awal diketahui bahwa:

Bobot rata – rata tertimbang = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 = 1

9 = 0.11

Untuk memperoleh nilai IKM unit pelayanan digunakan pendekatan nilai rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut:

IKM = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑠𝑖 x nilai rata – rata tertimbang IKM = 1349

53 x 0.11 IKM = 2.83

Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 - 100 maka hasil penilaian tersebut diatas dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus sebagai berikut:

IKM komversi = 2.83 x 25 = 70.75

c. Kepuasan Responden Terhadap Pelayanan KIE Dimensi Komunikasi Akhir

62

Dalam penghitungan indeks kepuasan masyarakat terhadap 9 unsur pelayanan yang dikaji pada dimensi komunikasi awal diketahui bahwa:

Bobot rata – rata tertimbang = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 = 1

3 = 0.33

Untuk memperoleh nilai IKM unit pelayanan digunakan pendekatan nilai rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut:

IKM = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑠𝑖 x nilai rata – rata tertimbang IKM = 488

53 x 0.33 IKM = 3.07

Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 - 100 maka hasil penilaian tersebut diatas dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus sebagai berikut:

IKM komversi = 3.07 x 25 = 76.75 2. Puskesmas II Jembrana

Kode U1 U2 U3 U4 U5 U6 U7 U8 U9 U10 U11 U12 U13 U14 U15 U16

A001 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4 2 2 4 2 3

A002 4 3 4 4 4 4 4 3 4 1 3 3 2 4 3 2

A003 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4

A004 4 4 4 3 4 3 3 4 4 2 3 3 4 4 3 4

A005 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3

A006 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2

63

A007 3 2 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 2 3

A008 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3

A009 4 2 4 3 4 2 3 3 4 2 1 1 1 3 3 3

A010 4 2 3 3 4 4 3 2 3 1 1 1 2 4 1 3

A011 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4

A012 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 2 3 4 4 3

A013 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 1 1 1 4 3 3

A014 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 2 4 3 2

A015 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3

A016 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

A017 3 3 4 3 3 4 3 2 4 3 2 2 2 4 3 1

A018 4 3 4 4 4 3 3 2 4 3 3 2 4 4 3 4

A019 4 2 4 4 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3

A020 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 1 4 3 2

A021 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 2

A022 3 1 3 3 3 2 3 2 3 3 1 3 1 3 3 4

A023 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 1 3 3 3

A024 4 1 4 4 3 3 4 1 4 3 2 3 2 3 3 3

A025 4 2 4 4 4 4 4 2 4 3 1 2 2 3 2 2

A026 3 2 3 3 4 3 3 3 4 1 1 2 1 3 3 2

A027 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 2 3 2 2

A028 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3

64

A029 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4

A030 3 1 3 3 3 3 3 3 4 3 2 2 2 3 3 1

A031 4 2 4 4 4 3 4 3 4 1 2 2 2 4 3 2

A032 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2

A033 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3

A034 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

A035 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4

A036 3 2 4 4 4 4 3 3 4 3 1 1 1 3 3 2

A037 3 1 4 3 2 2 3 3 4 2 2 2 2 4 4 4

A038 3 4 3 3 2 2 2 3 4 2 3 2 2 4 4 4

A039 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2

A040 3 2 4 3 3 3 3 2 4 3 2 2 2 3 3 2

A041 4 2 4 4 2 2 3 3 4 2 2 2 2 4 4 1

A042 4 3 4 4 2 2 3 3 4 2 2 1 2 4 4 4

A043 4 2 3 2 4 4 4 1 4 3 3 3 3 3 3 1

A044 4 2 3 4 2 3 3 2 4 3 3 2 1 3 3 2

A045 3 1 3 3 3 3 3 1 3 2 2 2 1 3 3 2

A046 3 1 3 3 3 3 4 3 4 1 2 2 1 4 4 2

A047 3 2 4 3 3 3 4 3 4 3 2 2 1 4 3 3

A048 4 1 4 4 3 3 2 2 4 2 1 1 2 4 4 1

A049 4 4 4 4 3 3 3 3 4 2 2 2 3 4 4 4

A050 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 4 3 3

65

A051 4 2 3 4 2 2 3 2 4 3 1 1 1 4 3 1

Jumlah nilai per

unsur 177 134 178 175 168 161 163 147 191 143 127 117 112 183 159 138 NRR per Unsur 3.47 2.63 3.49 3.43 3.29 3.16 3.20 2.88 3.75 2.80 2.49 2.29 2.20 3.59 3.12 2.71 NRR Tertimbang

per Unsur 0.22 0.16 0.22 0.21 0.21 0.20 0.20 0.18 0.23 0.18 0.16 0.14 0.14 0.22 0.19 0.17 Jumlah NRR

IKM tertimbang 3.03

IKM 75.77

Perhitungan :

Bobot rata – rata tertimbang = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 = 1

16 = 0.0625 Jumlah nilai per unsur = ƩU1 – ƩU16

NRR per Unsur = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑠𝑖 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 51

NRR Tertimbang per Unsur = NRR per Unsur x Bobot rata – rata tertimbang Jumlah NRR IKM tertimbang = ƩNRR Tertimbang per Unsur

Indeks Kepuasan Masyarakat = ƩNRR Tertimbang per Unsur x 25

= 3.03 x 25

= 75.77

a. Kepuasan Responden Terhadap Pelayanan KIE Dimensi Komunikasi awal

Keterangan :

U1 sampaiU16 = Unsur pelayanan NRR = Nilai rata – rata

66

Dalam penghitungan indeks kepuasan masyarakat terhadap 4 unsur pelayanan yang dikaji pada dimensi komunikasi awal diketahui bahwa:

Bobot rata – rata tertimbang = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 = 1

4 = 0.25

Untuk memperoleh nilai IKM unit pelayanan digunakan pendekatan nilai rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut:

IKM = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑠𝑖 x nilai rata – rata tertimbang IKM = 664

51 x 0.25 IKM = 3.25

Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 - 100 maka hasil penilaian tersebut diatas dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus sebagai berikut:

IKM komversi = 3.25 x 25 = 81.37 b. Kepuasan Responden Terhadap Pelayanan KIE Dimensi Informasi Obat

Dalam penghitungan indeks kepuasan masyarakat terhadap 9 unsur pelayanan yang dikaji pada dimensi komunikasi awal diketahui bahwa:

Bobot rata – rata tertimbang = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 = 1

9 = 0.11

Untuk memperoleh nilai IKM unit pelayanan digunakan pendekatan nilai rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut:

IKM = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑠𝑖 x nilai rata – rata tertimbang IKM = 1329

51 x 0.11

67 IKM = 2.90

Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 - 100 maka hasil penilaian tersebut diatas dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus sebagai berikut:

IKM komversi = 2.90 x 25 = 72.39

c. Kepuasan Responden Terhadap Pelayanan KIE Dimensi Komunikasi Akhir

Dalam penghitungan indeks kepuasan masyarakat terhadap 3 unsur pelayanan yang dikaji pada dimensi komunikasi awal diketahui bahwa:

Bobot rata – rata tertimbang = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 = 1

3 = 0.33

Untuk memperoleh nilai IKM unit pelayanan digunakan pendekatan nilai rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut:

IKM = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑠𝑖 x nilai rata – rata tertimbang IKM = 480

51 x 0.33 IKM = 3.14

Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 - 100 maka hasil penilaian tersebut diatas dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus sebagai berikut:

IKM komversi = 3.14 x 25 = 78.43

68 Lampiran 11. Hasil Pengisian Kuesioner

69

70 Lampiran 12. Hasil Wawancara

Puskesmas I Jembrana Apoteker D :

1. Sudah, karena sudah sesuai dengan prosedur yang sudah ada.

2. KIE yg diberikan aturan pemberian obat, dosis (melihat usia pasien anak atau dewasa), menjelaskan bentuk sediaan dan aturan penyimpanan, aturan pakai (setelah atau sebelum makan), dan indikasi obat. Semua informasi yang seharusnya disampaikan pada saat KIE tidak semua dijelaskan karena kebanyakan pasien yang datang ke puskesmas ini merupakan pasien yang datang berulang (menggunakan obat berlanjut). Sehingga apa yang sudah dijelaskan di awal, pasien sudah ingat. Namun, tidak lupa untuk menanyakan kembali apakah pasien pertama kali (cek lab). Apabila untuk pertama kali maka dijelaskan secara detail mengenai aturan pakai. Apabila sudah sering, maka petugas farmasi tidak menjelaskan detail lagi. Tentu saja untuk mengurangi kesalahan penggunaan atau pemberian obat

3. Cukup, karena sudah sesuai dengan SOP atau prosedur yang ada 4. Hambatan :

- Saat pasien mengalami gangguan pendengaran akibat penggunaan obat. Sehingga saat petugas farmasi menjelaskan informasi obat, pasien hanya mengangguk seolah mengerti namun belum tentu paham

- Pasien yang datang sendiri atau tidak didampingi orang lain, misalkan manula. Karena dikhawatirkan pasien tidak ada yang mendampingi dalam aturan minumnya.

- Waktu tidak terlalu menjadi hambatan apabila petugas farmasinya stand by. Namun apabila petugas farmasinya hanya 1 orang cukup kewalahan (petugasnya cukup)

5. Harapan, pasien benar - benar paham yang disampaikan oleh petugas farmasi dan mematuhi aturan pakai obatnya. Selain itu harapannya puas dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas farmasi.

71 Puskesmas II Jembrana :

Apoteker A :

1. Sebenarnya belum, karena tidak semua pasien dengan kriteria tertentu dapat kie. Satu sisi petugas farmasi yang kurang memberikan penjelasan misalkan saat pasien rame sehingga butuh waktu. Dalam pemberian KIE tidak bisa 1-2 menit sehingga kalau setiap pasien diberi KIE maka antrian di ruang farmasi menumpuk. lengkap

Di puskesmas ini pemberian KIE diberikan pada pasein kategori khusus misalkan pasien TB. Tidak semua pasien mendapat KIE. Di puskesmas ini juga ada ruang konseling untuk memberikan KIE pada pasien dengan kriteria tertentu.

2. KIE yang diberikan kepada pasien yaitu indikasi, cara pemberiannya, efek samping, dosis, penyimpanan, kontraindikasi, efek samping, nama dan bentuk sediaan. Ini semua di kasih ke pasien karena ada cek list. Sebelum menyerahkan obat kepada pasien wajib menanyakan alergi obat atau tidak.

3. Sebenernya belom, karena masih banyak informasi yang dapat digali dari pasien atau dari pasien bertanya ke petugas farmasi. Misalkan pasien dapat menanyakan tentang informasi obat agar tidak ada duplikasi atau salah pemberian obat. Karena keterbatasan petugas maka yang mendapat KIE yaitu petugas pemegang program TB lalu nanti petugasnya meng-KIE pasien TB.

4. Iya, diusahakan harus ada perbaikan. Terutama dengan pasien tertentu atau penggunaan obat khsus. Kalau bisa semua pasien mendapat KIE, seperti pasien penyakit degenerative yang menggunakan obat dalam jangka waktu lama sehingga tidak salah dalam pemakaian obat. Lalu obat khusus seperti suppositoria, insulin, obat inhaler dengan aplikator perlu dikasih KIE agar tidak salah dalam penggunaannya.

5. Hambatannya ada beberapa pasien yang pada saat petugas mau menjelaskan obatnya malah langsung pergi karena sudah sering, menggunakan obat tersebut, pasien sudah sering ke puskesmas jarang mau di kie, kurangnya petugas, waktu dari pasien dan petugas farmasi.

72

6. Harapan petugas farmasi, pasien dapat menggunakan obat dengan baik dan benar sesuai indikasi dan tidak ada kesalahan pemberian obat.

Mempengaruhi kepuasan pasien, tapi di puskesmas tidak ada indikator mengenai kepuasan jadinya tidak tau pasien itu puas atau tidaknya nya.

Apoteker N :

1. Belum optimal, karena ada beberapa hal yang belum dijelaskan seperti efek samping obat karena terbatas waktu atau antrean pasien dan interaksi obat.

Terkadang lupa menyampaikan kalau pasien tidak menanyakan langsung ke petugas, penyimpanan kadang di sampaikan. Misalkan BUD setelah sediaannya di buka. ED kadang tidak dikasih tahu ke pasien kalo masih lama, kalo ED nya deket baru di kasih tau.

2. Kadang tanya dulu keluhan pasiennya apa baru lanjut kasih KIE seperti nama obat, kekuatan obat, indikasi, dikasih tau ED apabila tanggal kadaluwarsanya dekat, cara pakai, ESO, penyimpanan. Tidak mengucapkan salam kepada pasien dan kelengkapan administrasi resep.

3. Kurang cukup, karena banyak yang belum saya sampaikan kepada pasien misalkan ESO, interaksi, dan penyimpanan tidak saya jelaskan.

Penyimpanan obat kadang sering terlupa untuk disampaikan. Selain itu dari segi kelengkapan resep saya kurang lengkap mencocokkan kepada pasien misalkan alamat, umur, dan nama.

4. Perlu ada perbaikan, karena sudah merupakan kebiasan, sebenarnya perlu ada perbaikan tapi karena pasien sudah terbiasa pakai obat jadinya tidak saya jelaskan lagi. Selain itu beberapa informasi obat sudah dijelaskan saat pemeriksaan di poli.

5. Hambatannya itu kadang pasien kurang paham dengan yang di jelaskan oleh petugas farmasi, suara saat menjelaskan obat kurang terdengar karena ruangan di batasi kaca, sarana misalkan masih menggunaka plastik (kresek) dan spidol padahal harusnya tidak boleh dan obat tidak berikan etiket, waktu tidak terlalu menjadi hambatan.

6. Harapannya pasien bisa lebih mudah mengerti terhadap apa yang petugas farmasi jelaskan cara pakai obatnya, ESO, cara penyimpanan.

73

Mempengaruhi kepuasan pasien namun KIE yang diberikan kurang lengkap.

74

Lampiran 13. Surat Keterangan IBM SPSS Statistics 22 Lisensi UGM

75

Lampiran 14. Surat Selesai Pengambilan data Puskesmas I Jembrana

76 Puskesmas II Jembrana

77 Lampiran 15. Dokumentasi

Puskesmas I Jembrana

Puskesmas II jembrana

78

Dokumen terkait