• Tidak ada hasil yang ditemukan

5

GARIS BESAR Latar Belakang Alkitab

Kitab Bacaan

Kej. 2:1-3; Kel. 20:8-11; 31:13; Yes. 58:13-14; Mrk. 2:27

Kebenaran Alkitab

Sabat, hari peristirahatan. Kita beristirahat dari segala pekerjaan dunia dan mengabdikan hari itu khusus bagi Allah.

Tujuan Pelajaran

Menguduskan hari Sabat dengan datang ke gereja dan menjadi jemaat yang sejati.

Ayat Hafalan

“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan Sabat 'hari kenikmatan', dan hari kudus Tuhan 'hari yang mulia'; dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi.”

(Yes. 58:13a,14a)

Berdasarkan Alkitab, Sabat adalah hari ketujuh dalam satu minggu, yaitu hari Sabtu. Kenyataan ini telah sungguh jelas pada saat penciptaan. Allah beristirahat pada hari ketujuh dalam minggu penciptaan; orang Israel memegang Sabat pada hari ketujuh; Yesus memegang Sabat sebagai kebiasaan-Nya; para rasul dan jemaat pada Perjanjian Baru memegang Sabat pada hari ketujuh.

Dalam Kel. 31:13, Allah menyatakan Sabat sebagai perjanjian antara Ia dengan umat pilihan-Nya. Karena Sabat dikuduskan dan dikhususkan, maka demikianpun sikap orang Israel terhadap hari Sabat.

Pandangan Tambahan:

Banyak bukti sejarah yang menunjuk-kan bahwa perayaan hari Minggu berasal dari kaum pagan yang melakukan penyembahan kepada matahari. Pada Maret 321, kaisar Roma, Konstantin, merupakan orang yang pertama kali menyembah matahari dan akhirnya menjadi Kristen, sekaligus yang pertama kali menyatakan hari minggu sebagai hari resmi untuk beristirahat. Pada tahun 336, gereja katholik Roma secara resmi mengganti kebiasaan Sabat menjadi hari minggu untuk kebijaksanaan politik dan ekonomi. Sejak saat itu, kebiasaan Sabat terus berlangsung pada hari Minggu dan ibadahnya berlangsung sampai hari ini.

Sabat mengingatkan kita akan keagungan penciptaan Allah; menunjukkan secara jelas pemeliharaan dan kasih-Nya yang besar. Allah beristirahat pada hari ketujuh penciptaan untuk memberi teladan bagi kita, Ia pun menghendaki agar menyegarkan tubuh, jiwa, dan kerohanian kita dengan datang menyembah dan menguduskan hari-Nya.

Ibadah Sabat pun merupakan tanda perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. Dengan menguduskan hari ketujuh, maka kita mengakui Allah adalah Tuhan kita, yang menguduskan dan menguatkan kita untuk menghadapi cobaan dunia ini.

Selain itu, Sabat merupakan hari untuk memperingati penyelamatan Allah. Telah menjadi sesuatu yang berkelanjutan untuk diingat bahwa Yesus telah mati di atas kayu salib untuk menebus segala dosa dan memberi istirahat bagi jiwa kita. Dalam hal yang sama, Sabat pun memotivasi kita untuk melihat ke depan atas berkat peristirahatan abadi di surga. Pengharapan inilah yang akan menuntun kita menuju kehidupan kekal.

Tanyakan kepada diri sendiri, apakah Anda merasakan perbedaan antara Sabat dan hari libur biasa. Ingatlah, Sabat adalah hari di mana Allah memberikan waktu peristirahatan bagi kerohanian, jiwa, dan jasmani kita.

“Lalu kata Yesus kepada mereka: Hari Sabat diadakan

untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat .”

(Mrk. 2:27)

Alkitab

Makanan

Rohani

untuk

Renungan

Belakang

Alkitab

Mengenai

Murid

Anda

Murid-murid mungkin telah pahami bahwa Sabat adalah hari yang disediakan bagi Allah. Apa yang mereka perlukan adalah memahami tentang hari kudus itu, dan beberapa hal yang perlu dievaluasi mengenai sikap mereka selama memegang hari Sabat. Sikap merupakan salah satu hal penting dalam menghadiri ibadah pada hari Sabat. Apakah murid-murid cenderung untuk berlari dan bermain selama waktu istirahat, kemudian mengeluh dan bermalasan untuk kembali mengikuti ibadah? Apakah mereka membicarakan Allah pada hari Sabat dengan sepenuh hati atau bahkan nama Allah tidak terucapkan sepanjang hari itu? Ketika sedang berkumpul saat ramah tamah, topik apakah yang mereka bicarakan? Apakah tentang mode, olahraga, gosip, atau pembahasan lainnya yang tidak jelas? Itu semua merupakan hal yang menggangu kita untuk menjadi umat yang sejati, dan mereka pada akhirnya akan mengurangi kekudusan hari Sabat.

Saat murid-murid tiba, keluarkan selembar karton dan sediakan beberapa spidol warna. Mintalah mereka membuat sebuah iklan mengenai aktivitas yang akan diadakan pada hari Sabat. Ajarkan dan ingatkan mereka mengenai hal yang dapat dilakukan untuk beribadah dan bagaimana meluangkan waktu untuk beristirahat dan berekreasi.

Mungkin Anda dapat gunakan film atau potongan surat kabar untuk menuangkan ide mempromosikan suatu acara rekreasi. Mereka mungkin ingin melakukan hal ini secara berkelompok yang terdiri dari 2 atau 3 murid. Tempatkan poster yang telah selesai di sekitar ruangan atau sepanjang lorong. Buatlah aktivitas ini menjadi menyenangkan, suatu aktivitas ringan seperti ini akan menjadi suatu batu loncatan ke arah pembahasan yang lebih mendalam terhadap pemusatan perhatian kepada Allah saat menyembah-Nya pada hari Sabat.

Persiapkan

Hati

Murid

Pemahaman

Alkitab

Katakan kepada murid-murid:Pemahaman Alkitab pada hari ini menunjukkan asal

mula Sabat, sekaligus memberikan alasan mengapa hari ketujuh pada setiap minggunya harus dijadikan hari untuk menyembah Allah. Kita akan mempelajari perintah Allah yang kedua seperti yang terdapat di dalam kitab suci lainnya mengenai dasar atau pedoman mengenai bagaimana menjalani Sabat. Mintalah murid-murid untuk memperhatikan Lembar Kerja mereka.

Lembar Kerja # 1 Asal Mula Sabat Bacalah Kej. 2:1-3

“Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”

Tuliskan apa yang Allah katakan dalam Kel. 20:8-11; 31:13

“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat; enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan segala pekerjaan. Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.”

(Mungkin Anda ingin berikan beberapa menit lamanya kepada murid-murid untuk mengisi bagian pertama, kemudian bahaslah apa yang mereka temukan. Diskusikan bagian per bagian hingga murid-murid mempelajari semua ayat Alkitab ini.

Katakan kepada murid-murid:

Kej. 2:1-3 mengajarkan bahwa Sabat pertama itu didirikan oleh Allah sendiri. Allah beristirahat pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dilakukan-Nya enam hari lamanya. Oleh karena itu, Allah memberkati dan membedakannya daripada hari-hari lainnya.

Dalam Kel. 20:8-11; 31:13, Allah memerintah-kan umat-Nya untuk mengudusmemerintah-kan hari ketujuh. Ia mengharapkan agar umat-Nya bekerja enam hari lamanya, tetapi tidak pada hari ketujuh. Ia menghendaki agar umat-Nya mengikuti segala hal yang telah ditetapkan-Nya pada saat penciptaan. Sabat itu menjadi milik Allah dan umat-Nya untuk beristirahat dari segala pekerjaan dan hanya menyembah kepada-Nya.

Setelah Adam dan Hawa berbuat dosa kepada Allah, maka Alkitab tidak lagi menyebutkan Sabat sampai orang Israel tiba di padang gurun Sin. Musa memberitahukan mereka, “Besok adalah hari perhentian penuh, Sabat Kudus bagi Tuhan” (Kel. 16:1,23). Sabat Kudus dibuat oleh karena untuk mengingat orang Israel saat mereka di padang gurun setelah keluar dari tanah mesir. Sabat menjadi hari di mana manusia dan binatang dapat beristirahat dari pekerjaan mereka (Kel. 23:12).

Belakang

Sebelum Anda mulai bagian ini, mintalah murid-murid

untuk melihat pada Lembar Kerja Murid.

Beberapa informasi yang diberikan di sini mungkin tidak tersedia

Lanjutkan ke Lembar Kerja

Apakah umat Allah selalu memegang hari Sabat? Bacalah Yer. 17:21-23; Yeh. 20:12-13. Tuliskan apa yang dilakukan oleh orang Israel.

(Mereka tidak mendengarkan atau memberi perhatian; mereka begitu bebal dan tidak mau mendengarkan atau melakukan apapun yang berhubungan dengan kedisiplinan. Umat Israel memberontak terhadap Allah di padang gurun. Mereka tidak mengikuti perintah Allah, tetapi justru menolaknya. Selama pemerintahan Zedekia, Nebukanedzar raja Babel, menyerang Israel dan membakar habis bait suci dan istana. Banyak orang yang mati, dan orang Yehuda ditangkap sebagai orang tawanan. Oleh karena itu, setelah 70 tahun penawanan Babel, maka akhirnya tanah itu dapat menikmati Sabat.) Apakah umat Allah tetap memegang Sabat saat bait suci dibangun kembali? Nehemia, sang bupati, menegur dengan keras karena kemalasan mereka dalam memegang hari Sabat. Tuliskan apa yang ia katakan dalam Neh. 13:15-18.

(“Kejahatan apa yang kamu lakukan ini dengan melanggar kekudusan hari Sabat? Bukankah nenek moyangmu telah berbuat demikian, sehingga Allah kita mendatangkan seluruh malapetaka ini ke atas kita dan atas kota ini? Apakah kamu bermaksud memperbesar murka yang menimpa Israel dengan melanggar kekudusan hari Sabat?”)

Apakah yang Nehemia lakukan? (Neh. 13:19-22) (Oleh karena itu, Nehemia memerintahkan agar orang Lewi menjaga pintu-pintu gerbang untuk menguduskan hari Sabat.)

Mulai saat itulah, maka orang Yahudi memegang hari Sabat dengan ketat sampai zaman Para Rasul.

"Harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu."

Belakang

17 Tetap Pegang Hari Allah yang Kudus

p e la ja ra n

5

Pemahaman Alkitab Lembar Kerja # 1

Saatnya Tunjukkan Perhatian dan Kebaikan Hati Kita

Kebenaran Kuasa Daya Cipta Allah Asal Mula Sabat

Bacalah Kej. 2:1-3 dan ungkapkan dengan kata sendiri

Tuliskan apa yang Allah katakan dalam Kel. 20:8-11; 31:13.

Apakah umat Allah selalu pegang hari Sabat? Bacalah Yer. 17:21-23; Yeh. 20:12-13. Tulis-kan apa yang dilakuTulis-kan oleh orang Israel.

Apakah umat Allah tetap gang Sabat saat bait suci bangun kembali? Nehemia, sang bupati, menegur dengan keras na kemalasan mereka dalam gang hari Sabat. Tuliskan apa yang ia katakan dalam Neh. 13:15-18.

Apakah yang Nehemia kan? (Neh. 13:19-22)

Lembar Kerja # 2

Apakah Yesus Memegang Hari Sabat?

Yesus berkata, “Sabat diciptakan untuk manusia, dan bukan manusia untuk Sabat.” Bacalah Luk. 4:16. Apakah yang tertulis di sana? ("Dia datang ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan; dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.”)

Contoh lainnya, Yesus pergi ke Kapernaum, kota Galilea. Apakah Ia memegang hari Sabat di sana? Bacalah Luk. 4:31. Apakah yang tertulis di sana?

(Yesus mengajar orang-orang pada hari Sabat.)

Apakah kalian dapat melakukan sesuatu yang baik pada hari Sabat?

Bacalah Mat. 12:9-13. Apakah yang tertulis di sana?

(Yesus menyembuhkan seorang yang mati sebelah tangannya.)

Bacalah Yoh. 5:5-18. Apakah yang Yesus lakukan?

(Dia menyembuhkan seorang sakit yang telah menderita tiga puluh delapan tahun lamanya terbaring dekat kolam Betesda di Yerusalem.)

"Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi

di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya." (Rm. 6:12)

Bacalah Luk. 13:11-16. Apakah yang Yesus lakukan?

(Dia menyembuhkan seorang perempuan yang dirasuki roh jahat yang telah dideritanya delapan belas tahun lamanya.)

Apakah yang Yesus katakan kepada kepala rumah ibadat?

("Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?”)

Tuhan Yesus menekankan kepada sikap dan perilaku dalam memegang hari Sabat. Oleh karena itu, tidaklah melanggar hukum bila melayani Allah pada hari Sabat (Mat. 12:5) dan tidaklah melanggar hukum bila berbuat baik pada hari Sabat (Mat. 12:12).

Sebagai pengikut Yesus, kita harus mengikuti teladan-Nya. Kita harus mengesampingkan segala aktivitas dunia pada hari Sabat yang telah disediakan Allah agar kita dapat sepenuh hati mengingat kasih Allah, menyembah-Nya dan melakukan segala yang baik yang dapat memuliakan nama-Nya.

"Apabila engkau tidak menginjak-injak

hukum Sabat dan tidak melakukan

urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan Sabat 'hari kenikmatan', dan

hari kudus Tuhan 'hari yang mulia'; dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi." (Yes. 58:13a,14a) 18 Tetap Pegang Hari Allah yang Kudus

p e la ja ra n

5

Pemahaman Alkitab Lembar Kerja # 2

Saatnya Tunjukkan Perhatian dan Kebaikan Hati Kita

Kebenaran Kuasa Daya Cipta Allah Apakah Yesus Memegang Hari Sabat?

Yesus berkata, “Sabat diciptakan untuk manusia, dan bukan manusia untuk Sabat.” Bacalah Luk. 4:16. Apakah yang tertulis di sana?

Contoh lainnya, Yesus pergi ke Kapernaum, kota Galilea. Apakah Ia memegang hari Sabat di sana?

Bacalah Luk. 4:31. Apakah yang tertulis di sana?

Apakah kalian dapat melakukan sesuatu yang baik pada hari Sabat?

Bacalah Mat. 12:9-13. Apakah yang tertulis di sana?

Bacalah Yoh. 5:5-18. Apakah yang Yesus lakukan?

Bacalah Luk. 13:11-16. Apakah yang Yesus lakukan?

Apakah yang Yesus katakan kepada kepala rumah ibadat?

Tuhan Yesus menekankan kepada sikap dan perilaku dalam memegang hari Sabat. Oleh karena itu, tidaklah melanggar hukum bila melayani Allah pada hari Sabat (Mat. 12:5) dan tidaklah melanggar hukum bila berbuat baik pada hari Sabat (Mat. 12:12). Sebagai pengikut Yesus, kita harus mengikuti teladan-Nya. Kita harus mengesampingkan segala aktivitas dunia pada hari Sabat yang telah disediakan Allah agar kita dapat sepenuh hati ingat kasih Allah, menyembah-Nya dan melakukan segala yang baik yang dapat memuliakan nama-Nya.

Lembar Kerja # 3

Apakah Para Rasul Memegang Hari Sabat?

Bacalah Kis. 13:14-15. Tuliskan siapa sajakah orang yang disebutkan dan apakah yang mereka lakukan?

(Pada hari Sabat, Paulus dan Barnabas pergi ke rumah ibadat dan duduk di sana untuk membacakan hukum dan nubuatan.)

Bacalah Kis. 16:13. Tuliskan orang yang turut di dalamnya dan apakah yang mereka lakukan? (Pada hari Sabat, Paulus dan Silas pergi ke luar pintu gerbang kota, menyusuri tepi sungai dan berbicara kepada beberapa orang perempuan yang ada berkumpul di sana.)

Bacalah Kis. 17:1-2. Tuliskan siapa sajakah orang yang disebutkan dan apakah yang mereka lakukan?

(Paulus dan Silas menjalani hari Sabat, seperti biasanya dan berdiskusi dengan banyak orang yang terdapat di sana mengenai kitab suci tiga minggu lamanya.)

Bacalah Kis. 18:4. Tuliskan siapakah yang memberitakan injil pada hari Sabat.

(Paulus; ia selalu memberitakan injil dalam rumah ibadat setiap hari Sabat dan berusaha meyakinkan orang Yahudi maupun orang Yunani.)

Siapakah yang mengubah ibadah Sabat dari hari Sabtu ke hari Minggu? Marilah baca kenyataan berikut.

Dari Pembicaraan Aliran Protestan saat ini.

“Gereja Katolik gunakan otoritas Yesus Kristus telah pindahkan hari Sabat ke hari Minggu untuk mengenang kebangkitan Tuhan kita. Oleh karena itu, ibadah pada hari minggu adalah suatu penghormatan yang harus mereka lakukan karena otoritas dari gereja Katolik.” Dari Majalah Mingguan Tribune New York, 24 Mei 1900.

“Apakah ada suatu perintah yang menyatakan tentang ibadah pada hari pertama setiap minggunya sebagai hari Sabat, selain dari hari ketujuh? Tidak ada. Bahkan Kristus maupun para rasul, begitu pula jemaat awal tidak pernah memegang hari pertama, melainkan memegang hari ketujuh setiap minggunya sebagai hari Sabat.”

"Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan

menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Ef. 4:24)

Dari N. Summerbell, Sejarah Kristen, halaman 418. “Gereja Katolik Roma telah balikkan perintah Allah yang keempat, mengganti kata Sabat, dan tetapkan hari minggu sebagai hari yang kudus.”

Dari Majalah Katolik, Sydney, Australia, 25 Agustus 1900.

“Hari Minggu adalah ketetapan gereja Katolik, dan ketetapan ibadahnya terdapat di dalam dasar kepercayaan agama Katolik. Dari permulaan hingga akhir kitab suci, tidak terdapat satu ayatpun yang menjamin pemindahan ibadah umum mingguan dari hari ketujuh menjadi hari pertama.”

Dari Disertasi Prynne mengenai Hari Tuhan, halaman 33-34,44.

“Hari ketujuh Sabat dilakukan oleh Kristus, para rasul, dan jemaat Kristen awal, sampai saat Konsili Laodikia, mereka menghapuskan jalannya ibadah tersebut. Konsili Laodikia I pada tahun 364 telah tetapkan ibadah memperingati hari Tuhan.”

Sejarah gereja memberikan bukti yang lebih dari cukup mengenai asal mula ibadah pada hari Minggu sebagai 'hari penghormatan kepada matahari' berasal dari kebiasaan kaum pagan (bangsa kafir). Gereja Katolik menghapuskan hari Sabat yang dapat kita lihat pada peninggalan tertulis. Oleh karena itu, kita tidak boleh beranggapan bahwa Yesus dan murid-murid-Nyalah yang mengganti hari ketujuh setiap minggunya (hari Sabtu) menjadi hari pertama (hari Minggu) hanya karena telah menjadi tradisi. Tetapi kita harus kembali kepada kebenaran dan memegang ibadah Sabat sejati di bawah kasih karunia Tuhan (Mat 15:9).

Bagaimana Kita Memegang Hari Sabat?

1. Kesampingkan segala aktivitas duniawi

Bacalah Yes. 58:13. Tuliskan apa yang tertulis di sana.

("Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari Kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat 'hari kenikmatan', dan hari kudus Tuhan 'hari yang mulia'; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong."

2. Menghadiri ibadah gereja

Luk. 4:16 mengatakan, "Menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab."

3. Melakukan tugas pelayanan dan penginjilan

Mrk. 1:21 mengatakan bahwa murid-murid dan Yesus segera pergi ke Kapernaum pada hari Sabat. Ia memasuki rumah ibadat dan mengajar di sana. Ia katakan, "Tidaklah melanggar hukum jika melaku-kan perbuatan baik pada hari Sabat" (Mrk. 3:4-5).

19 Tetap Pegang Hari Allah yang Kudus

p la a r n e j a

5

Pemahaman Alkitab Lembar Kerja # 3

Saatnya Tunjukkan Perhatian dan Kebaikan Hati Kita

Kebenaran Kuasa Daya Cipta Allah Apakah Para Rasul Memegang Hari Sabat?

Bacalah Kis. 13:14-15. Tuliskan siapa sajakah orang yang disebutkan dan apakah yang mereka lakukan?

Bacalah Kis. 16:13. Tuliskan orang yang turut di dalamnya dan apakah yang mereka lakukan?

Bacalah Kis. 17:1-2. Tuliskan siapa sajakah orang yang disebutkan dan apakah yang mereka lakukan?

Bacalah Kis. 18:4. Tuliskan siapakah yang memberitakan injil pada hari Sabat.

Siapakah yang mengubah ibadah Sabat dari hari Sabtu ke hari Minggu? Marilah baca kenyataan berikut. Dari Pembicaraan Aliran Protestan saat ini.

“Gereja Katolik gunakan otoritas Yesus Kristus telah pindahkan hari Sabat ke hari Minggu untuk kenang kebangkitan Tuhan. Oleh karena itu, ibadah pada hari minggu adalah suatu peng-hormatan yang harus mereka lakukan karena otoritas dari gereja Katolik.”

Dari Majalah Mingguan Tribune New York, 24 Mei 1900.

“Apakah ada suatu perintah yang menyatakan tentang ibadah pada hari pertama setiap minggu-nya sebagai hari Sabat, selain dari hari ketujuh? Tidak ada. Bahkan Kristus maupun para rasul, begitu pula jemaat awal tidak pernah memegang hari pertama, melainkan memegang hari ketujuh setiap minggunya sebagai hari Sabat.”

Dari N. Summerbell, Sejarah Kristen, halaman 418.

“Gereja Katolik Roma telah balikkan perintah Allah yang keempat, mengganti kata Sabat, dan tetapkan hari minggu sebagai hari yang kudus.”

Dari Majalah Katolik, Sydney, Australia, 25 Agustus 1900.

“Hari Minggu adalah ketetapan gereja Katolik, dan ketetapan ibadahnya terdapat di dalam dasar kepercayaan agama Katolik. Dari permulaan hing-ga akhir kitab suci, tidak terdapat satu ayatpun yang menjamin pemindahan ibadah umum ming-guan dari hari ketujuh menjadi hari pertama.”

Dari Disertasi Prynne mengenai Hari Tuhan, halaman 33-34,44.

“Hari ketujuh Sabat dilakukan oleh Kristus, para rasul, dan jemaat Kristen awal, sampai saat Konsili Laodikia, mereka menghapuskan jalannya ibadah tersebut. Konsili Laodikia I pada tahun 364 telah tetapkan ibadah memperingati hari Tuhan.”

Sejarah gereja memberikan bukti yang lebih dari cukup mengenai asal mula ibadah pada hari Minggu sebagai 'hari penghormatan kepada matahari' berasal dari kebiasaan kaum pagan (bangsa kafir). Gereja Katolik hapuskan hari Sabat yang dapat kita lihat pada pe-ninggalan tertulis. Oleh karena itu, kita tidak boleh beranggapan bahwa Yesus dan murid-murid-Nyalah yang mengganti hari ketujuh setiap minggunya (hari Sabtu) menjadi hari pertama (hari Minggu) hanya karena telah menjadi tradisi. Tetapi kita harus kembali kepada

kebenaran dan memegang ibadah Sabat sejati di bawah kasih karunia Tuhan (Mat 15:9).

Aplikasi

Kehidupan

Perhitungan waktu Sabat dimulai 'dari matahari terbenam hingga matahari terbenam' (Im. 23:32). Itu berarti Sabat dipegang dari hari Jumat saat matahari terbenam hingga hari Sabtu saat matahari terbenam. Kita harus hormati dan pegang hari Sabat. Kita tidak hanya akan menikmati berkat rohani yang berlimpah, tetapi sekaligus lakukan perintah Allah!

Apakah tujuan memegang hari Sabat?

(Biarkan murid-murid merenungkannya dan mintalah mereka menuliskan jawaban di tempat yang telah disediakan.)

Jawaban:

1. Mengingat ciptaan Allah.

2. Memberikan waktu istirahat bagi jasmani dan

rohani manusia.

3. Mengingat keselamatan Allah.

4. Mengingatkan bahwa Tuhan telah menebus kita.

5. Memperbolehkan kita memandang ke depan akan

perisitirahatan sejati dalam kerajaan surga.

20 Tetap Pegang Hari Allah yang Kudus

a ara n p e l j

5

Aplikasi Kehidupan Lembar Kerja # 4 Kebenaran Kuasa Data Allah Bagaimana Kita