4. Masa Dewasa (Amble : untuk laki-laki, Pone : untuk perempuan)
2.7. Hari-Hari Besar Umat Hindu
Masyarakat di Indonesia khususnya etnis India juga memiliki hari-hari besar yang wajib dirayakan seperti yang dialami etnis lainnya. Etnis India membagi hari-hari besar yang mereka rayakan ke dalam tiga kelompok, yaitu sebagai berikut :
a. Hari-hari Pesta Keagamaan
Hari-hari pesta keagamaan atau festival terdiri dari beberapa pesta, yakni :
- Durgapuja atau Navaratri; Durgapuja atau Navaratri biasa disebut juga dengan Dussera atau Dasahara, hari besarnya biasanya jatuh pada tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 sekitar bulan September sampai Oktober, yang mana hari tersebut
diadakan guna memperingati kemenangan Dharma terhadap Adharma. Upacara dilakukan untuk menghormati kemengangan Sri Rama melawan Rawana yang disebut juga Dasamukha (berkepala sepuluh). Konon cerita dari legenda terdahulu Sri Rama berhasil jaya karena anugerah Dewi Durga, karena itu sebagian umat Hindu memuja -Nya pada hari ini sebagai Durgapuja. Adapun versi lain yang menyatakan sebagai kemenangan Sri Kresna melawan raksasa Narakasura. Upacara ini berlangsung 10 hari lamanya, sembilan hari pertama dari upacara ini disebut Vijaya Dasani. Hari raya yang disebut juga Dussera ini hampir mirip dengan Galungan dan Kuningan di Indonesia.
- Depawali atau Dipavali; artinya persembahan lampu, disebut juga Divali, hari besar ini jatuh pada dua hari sebelum Tilem ( bulan mati) kartika ( Oktober-November).
Hari besar ini disambut dengan sangat meriah yakni terdiri dari penyalaan lampu-lampu, kembang api dan mercon semalam suntuk. Di hari besarnya masyarakat India melakukan sembahyang dari pagi hingga siang hari, ibadah tersebut dilakukan di kuil-kuil yang terdekat dari rumah mereka, dan setelah selesai beribadah dilanjutkan dengan mengunjungi sanak saudara atau keluarga mereka.
- Gayatri Japa; hari besar ini jatuh dan diperingati sehari setelah purnama Sravana (Kasa) bulan Juli atau Agustus, hari besar ini diperingati sebagai peringatan turunnya mantra Gayatri yang kini populer menjadi mantra Japa yang sangat penting dan sangat dikeramatkan oleh umat Hindu.
- Guru Purnima; hari besar ini jatuh pada hari purnama Asadha (bulan Juli-Agustus), hari ini disebut juga Vyasa Jayanti, yang merupakan hari lahirnya maharesi Vyasa.
Makna hari raya ini mirip dengan Pagerwesi. Sejak purnama selama 4 bulan
(Caturmasa) para Sanyasin tidak lagi mengembara (karena musim hujan), mereka tinggal di asram-asram mendiskusikan Brahmasutra dan melakukan meditasi.
- Holi; hari besar ini jatuh pada purnama Phalguna ( Kawulu) yakni sekitar bulan Februari-Maret dan dirayakan dengan sangat meriah oleh masyarakat India. Adapun makna yang terkandung dalam hari holi yaitu untuk menyambut musim panas yang dikaitkan dengan raksasa perempuan bernama Holika yang akhirnya mati terbakar dikalahkan oleh kebenaran yang dimanifestasikan oleh Prahlada.
- Makara Sankranti; hari besar ini jatuh pada pertengahan januari, pada saat itu matahari mulai bergerak ke arah utara Khatulistiwa, hari besar ini diperingati dengan cara sebagian besar umat Hindu menyucikan diri di sungai Gangga atau sungai-sungai suci lainya di India, pemujaan ditujukan kepada dewa Surya. Upacara ini biasanya dilakukan di India.
- Raksabandha; hari besar ini jatuh pada hari purnama Sravana (Kasa) yakni pada bulan Juli- Agustus. Hari tersebut diperingati untuk menguatkan tali kasih sayang antara suami-istri, anak orang tua, kemenakan dengan paman/bibi, murid dengan guru dan sebaliknya, yang mana hal tersebut mengingatkan cintanya dewi Sachi kepada Indra. Pada hari tersebut pagi-pagi buta umat Hindu menyucikan diri ke sungai Gangga atau sungai-sungai suci lainya. Selesai sembahyang dilanjutkan dengan pengikatan benang pada pergelangan tangan masing-masing, yang mana benang tersebut sebagai tanda memperteguh ikatan kasih sayang.
- Vasanta Panchami; hari besar ini jatuh pada hari kelima paro terang ( Suklapaksa Magha masa) yakni pada bulan Januari-Februari dalam menyambut musim semi (Vasanta). Seperti halnya hari-hari suci lainya, pada hari ini juga umat Hindu mandi
suci di sungai Gangga atau sungai-sungai suci lainya di India, disamping melakukan meditasi atau yoga Sadhana.
b. Hari Peringatan Kelahiran Tokoh-Tokoh Suci (Jayanti atau Janmasthani)
Umat Hindu sangat menghargai tokoh-tokoh suci dalam kehidupan mereka. Tokoh-tokoh suci yang sangat dihargai kelahirannya bagi umat Hindu ialah sebagai berikut :
- Ganesha Caturti; hari besar ini jatuh pada bulan Agustus – September, hari tersebut memperingati kelahiran Ganehsa putra Siwa. Para pemuja Ganesha melakukan japa, dan bermeditasi mengingat nama-Nya.
- Gita Jayatri; yaitu hari dimana untuk memperingati turunnya sabda suci Bhagawandgita, yang jatuh pada Ekadasi Suklapaksa Màrgasirsa yakni hari ke sebelas paro terang bulan Màrgasirsa (Desember-Januari). Seperti dimaklumi Bhagawadgita disampaikan oleh Sri Kresna kepada Arjuna di padang Kurusetra, tepat terjadinya peristiwa rohani yang kini disebut Jyotisara, sekitar 3 kilometer dari tempatnya Rsi Bhisma terbaring menunggu matahari bergerak ke Utara.
- Valmiki Jayanti; hari besar ini jatuh pada beberapa hari menjelang Dipavali. Hari ini diperingati untuk mengenang tokoh Hindu penyusun Ramayana. Sedangkan Hanuman Jayanti jatuh pada purnama Chaitra ( Bulan Maret-April) bersamaan dengan hari Chaitra Purnama yakni untuk memuja Yama. Kresna Janasthami jatuh pada hari ke 8 paro petang bulan Bhadrapada ( Agustus-September) untuk memperingati kelahiran Sri Kresna di kota Mathura, sebuah kota suci ditepi sungai Yamuna.
- Sankara Jayanti; jatuh pada tanggal 5 Vaisaka yakni bulan Mei – Juni. Hari besar ini dilakukan untuk menghormati tokoh spiritual India peletak dasar ajaran Advaita Vedanta. Sri Sankara dikenal sebagai gurudewa dari para Sanyasin di seluruh India.
- Ramanavani Jayanti; adalah peringatan hari kelahiran Sri Rama yang jatuh pada tanggal 9 Chaitra yakni sekitar bulan Maret - April. Sri Rama lahir di kota suci Ayodya, di Uttar Pradesh, India Utara.
c. Hari yang Berkaitan dengan Brata atau Upavasa
Berikut adalah hari-hari besar yang berkaitan dengan Brata :
- Sivaratri; hari besar ini jatuh pada tanggal 14 bulan Maghadan Phalguna yakni bulan Januari dan Februari. Umat Hindu di Indonesia melaksanakannya pada bulan Magha (Sasih Kapitu), sedangkan umat Hindu di India melakukan pada bulan Phalguna (Kawulu). Hal ini mungkin disebabkan saat itu merupakan bulan mati paling gelap di India.
- Satya Narayana Vrata; hari besar ini biasanya dilakukan pada hari-hari purnama seperti Kartika ( Kapat), Vaisaka ( Kadasa), Sravana (Kasa), dan Chaitra ( Kasanga) dapat juga dilakukan pada saat bulan terbit ( tanggal 1). Bentuk pelaksaan pada hari ini sangat sederhana yakni berupa persembahan dana punia kepada para pandita dan pemberian atau pembagian makanan kepada orang-orang miskin.
- Ekadasi atau Vaikunta Ekadasi Vrata; hari besar ini jatuh pada tanggal 11 bulan Màrgasisra yakni sekitar bulan Desember – Januari. Pelaksanaannya umat Hindu yang memperingati hari ini akan melaksanakan puasa sebanyak 2 kali dalam sebulan,
puasa tersebut tidak makan nasi pada hari itu. Barangsiapa yang melakukan Ekadasi Vrata terbebas dari segala dosa.
- Vara Laksmi Vrata; dilakukan pada hari Jumat bulan Sravana yakni pada bulan Juli – Agustus yang bertujuan untuk memohon kesejahteraan lahir dan bathin. Masih banyak kita jumpai informasi tentang Brata atau Upavasa di dalam kitab-kitab Ithiasa dan Puranba yang rupanya beberapa diantaranya dipetik dan diabadikan dalam lontar lontar tentang Bratha di Bali.
BAB III