HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
10. Menyetrika 4,2 Kcal/menit
3.2. Latihan Mental
3.2.1. Harus Berpikir Positif
Para remaja yang berstatus atlet tidak cukup hanya dengan berpikir positif. Mereka sering kali penasaran dan ingin mencobanya baru mereka percaya bahwa pikiran dan tindakannya sesuai. Menurut beberapa informan, mereka tidak puas kalau hanya dimotivasi dan dinasehati, serta berlatih dalam waktu yang lama tanpa ada pengalaman fisik secara langsung.
Menurut Piaget (dalam Santrock, 2007:123) remaja termotivasi untuk memahami dunianya karena hal ini merupakan suatu bentuk adaptasi biologis. Remaja secara aktif mengkonstruksikan dunia kognitif sendiri, dengan demikian informasi-informasi dari lingkungan tidak hanya sekedar dituangkan ke dalam pikiran mereka. Agar dunia itu dapat dipahami, remaja mengorganisasikan pengalaman- pengalamannya, memisahkan gagasan penting-penting dari gagasan yang kurang penting, dan menggabungkan gagasan-gagasan itu satu sama lain. Mereka juga
82 mengadaptasikan pemikiran mereka yang melibatkan gagasan baru karena informasi tambahan ini dapat meningkatkan pemahaman mereka.
Teori S-O-R adalah singkatan dari Stimulus-Organism-Response. Objek materialnya adalah manusia yang jiwanya meliputi komponenkomponen antara lain: sikap, opini, prilaku, kognisi, dan konasi. Menurut model ini, organism menghasilkan perilaku tertentu jika ada kondisi stimulus tertentu pula. Efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan.
Adapun keterkaitan model S-O-R dalam penelitian ini adalah :
4. Stimulus yang dimaksud adalah pesan yang disampaikan oleh pelatih 5. Organisme yang dimaksud adalah para remaja yang berlatih Tae Kwon Do
di UKM Tae Kwon Do USU
6. Respon yang dimaksud adalah sikap para remaja dalam mempelajari dan meniru gerakan Tae Kwon Do yang telah diajarkan, baik dari pelatih maupun dari media massa.
Menurut beberapa informan pikiran positif merupakan tindakan seseorang untuk selalu mengharapkan hasil yang baik dan menyenangkan. Seseorang yang memiliki pikiran positif pasti memiliki keyakinan bahwa pertandingan itu bisa
dimenangkan, ia tidak akan menganggap kegagalan itu merupakan hal yang permanen baginya. Menurut Devi Tirtawirya, setiap atlet maupun pelatih harus selalu berpikir positif, baik saat latihan maupun dalam menghadapi suatu pertandingan. Berpikir positif adalah suatu upaya yang baik untuk memberikan rasa percaya diri dan
83 meningkatkan motivasi. Berpikir positif merupakan modal utama untuk dapat
memiliki mental yang tangguh.
Untuk bisa berpikir positif, baik atlet maupun pelatih butuh suatu proses yang tidak sebentar. Untuk bisa berpikir positif manusia harus bisa mengenali dirinya sendiri, dengan mengenal dirinya sendiri maka seorang atlet maupun pelatih akan mempunyai suatu tujuan. Tujuan itulah yang akan membuat seorang pelatih maupun atlet untuk bisa berpikir positif. Misalnya, seorang altet Taekwondo tanpa berpikir maka seorang atlet tersebut akan selalu mengalami gangguan karena perbuatan sehari- harinya di masyarakat. Gangguan itu akan selalu datang kapan, dan dimanapun apalagi ketika ia memikirkan saat akan bertanding. Jika saya melakukan serangan ke badan bisa jadi lawan akan membalas ke arah muka. Jika hal tersebut terus dipikirkan maka bisa jadi peristiwa itu akan benar-benar terjadi.
Menurut ahli psikologi, latihan berpikir positif merupakan salah satu pengembangan atas model kognitif. Menurut mereka pelatihan ini ditujukan untuk membantu seseorang untuk mengenal pola pikirnya. Dengan mengenal pola pikirnya seorang atlet tersebut dapat mengubah pola pikirnya yang negatif menjadi yang positif melalui serangkaian latihan dan menggunakan pola pikir yang positif itu apabila terjadi masalah yang sama (Ellis dalam Correy, 1998).
Pelatihan yang positif ini sebenarnya dikembangkan oleh albert Ellis dengan model pendekatan rasional-emositif (TRE-Model). Teknik kognitif ini lebih
menekankan pada teknik ABC (Antecedent, behavior, consequency). Ellis (dalam Correy, 1998) menekankan bahwa dasar orientasi pada perilaku yang menitikberatkan pada cara berpikir, menilai, memutuskan, menilai, menganalisis, dan bertindak.
84 Tetapi pada sisi lainnya manusia itu punya dua sifat yang berbeda. Menurut Correy manusia itu lahir dengan potensi dan memiliki kecenderungan untuk
memelihara diri, berbahagia, berpikir, mengatakan, mencintai, bergabung dengan orang lain, serta tumbuh dan mengaktualkan dirinya, akan tetapi manusia juga memiliki sifat untuk menghancurkan diri, menghindari pikiran untuk mengaktualkan dirinya, menyesali perbuatannya secara berlebihan, dan tidak ada toleransi dan masih banyak lagi lainnya. Ellis berasumsi seperti untuk meminimalkan pandangan yang menyalahkan dirinya secara berlebihan dan membantu memperoleh esensi hidup yang lebih realistis melalui proses belajar.
Misalnya, jika seseorang mengalami kekalahan dan mengalami depresi yang sangat berat. Menurut Ellis, depresi bukan diakibatkan karena seseorang telah kalah dalam pertarungan, tetapi keyakinan atlet tersebut tentang kekalahan sebagai
kekalahan yang fatal dan permanen. Atlet tersebut akan menganggap kalau latihan kerasnya selama ini jadi sia-sia. Dari contoh dapat kita ketahui bahwasanya kegagalan ada seorang atlet telah menganggap latihan selama ini telah menjadi sia-sia yang menyebabkan stress. Jadi bukan karena kekalahan yang menyebabkan seorang atlet itu depresi. Satu hal lagi, depresi ini merupakan hal yang diciptakan oleh atlet itu sendiri dalam menanggapi kekalahan.
Biasanya bila seorang atlet berbuat seperti ini, keesokan harinya bila ia kalah atlet tersebut akan mengulangi perbuatan yang sama. Menurut Ellis, depresi ini bisa dihilangkan atau diperbaiki dengan perasaan secara langsung. Teknik ini yang paling cepat, paling mendasar, paling rapi, dan paling memiliki efek untuk menyelesaikan masalah bila seseorang ingin menlongnya adalah dengan membantu seseorang dalam mengubah responnya emosionalnya yang salah agar mampu melihat kemenangan di
85 hari mendatang. Salah satu caranya dengan mengajari mereka cara untuk tegas
menolak tindakan depresi ini, dan memotivasi mereka untuk terus berlatih dengan pelatih profesional agar meraih kemenangan di kemudian hari.