• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL, ANALISIS DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Analisis Data

1. Pengujian Prasyarat Analisis

Sebelum dilakukan analisis data untuk membuktikan hipotesis penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis. Uji prasyarat analisis dimaksudkan untuk lebih meyakinkan hasil analisis data, sehingga kesimpulan dari pengujian hipotesis lebih meyakinkan dan dapat digeneralisasi dengan benar. Uji prasyarat analisis yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Adapun uji prasyarat tersebut adalah sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui kenormalan dari distribusi data yang diperoleh dari penelitian. Jika data yang diperoleh memiliki distribusi yang normal maka tidak akan mengganggu kesimpulan dari hasil analisis yang dilakukan. Berikut ini hasil uji normalitas untuk masing-masing variable penelitian, yaitu:

Tabel 4.1. Hasil Uji Normalitas Variable Kolmogorov-Smirnov Test Sig. Keterangan Kecemasan Pre Operasi 0,881 0,420 Sig > 0,05 Kecemasan Post Operasi 0,647 0,797 Sig > 0,05

Sumber : Hasil Analisis Primer

Berdasarkan data yang dianalisis diketahui bahwa variable kecemasan sebelum operasi memiliki harga KS-Z sebesar 0,881 dan signifikansi

0,420, data kecemasan sesudah operasi sebesar 0,647 dengan signifikansi 0,797. Kedua harga signifikansi dari dua variable tersebut lebih kecil dari 0,05. Karena kedua hasil analisis kolmogorov smirnov test memiliki signifikansi lebih besar dari 0,05, maka disimpulkan bahwa kedua data dari variable penelitian memiliki distribusi yang normal. Dengan demikian, data kedua variable dapat dipergunakan untuk bahan analisis.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dimaksudkan untuk mengetahui tingkat homogenitas populasi. Populasi yang homogen merupakan populasi yang memiliki varians yang rendah. Uji homogenitas pada penelitian ini dapat dilihat dari levene’s test of equality yang muncul bersamaan dengan uji beda. Adapun hasil uji homogenitas yang telah dilakukan sebagai berikut:

1) Uji homogenitas kecemasan berdasarkan kelompok perlakuan

Uji homogenitas kecemasan berdasarkan kelompok perlakuan, yaitu kelompok yang diberi konseling dan yang tidak diberi konseling diperoleh hasil sebagai berikut:

Variabel Levene’s Test Sig Keterangan

Kecemasan Pre

Operasi ,165 ,686  0,05

Kecemasan Post

Operasi 1,014 ,317  0,05

Berdasarkan tabel uji homogenitas di atas, terlihat bahwa harga signifikansi untuk masing-masing variable lebih besar dari 0,05. Karena itu dapat disimpulkan bahwa data kecemasan sebelum dan sesudah operasi termasuk homogen.

2) Uji homogenitas kecemasan berdasarkan tingkat pendidikan

Uji homogenitas kecemasan berdasarkan kelompok tingkat pendidikan, diperoleh hasil levene’s statistic sebesar 4,031 dengan signifikansi sebesar 0,53. Berdasarkan hasil uji homogenitas tersebut, terlihat bahwa harga signifikansi lebih besar dari 0,05. Karena itu dapat disimpulkan bahwa data kecemasan pasien yang berpendidikan tinggi dan pasien yang berpendidikan rendah termasuk homogen.

3) Uji homogenitas kecemasan berdasarkan tingkat usia

Uji homogenitas kecemasan berdasarkan kelompok tingkat usia, diperoleh hasil levene’s statistic sebesar 0,442 dengan signifikansi sebesar 0,647. Berdasarkan hasil uji homogenitas tersebut, terlihat bahwa harga signifikansi lebih besar dari 0,05. Karena itu dapat disimpulkan bahwa data kecemasan pasien berdasarkan tingkatan usia termasuk homogen.

4) Uji homogenitas kecemasan berdasarkan factor penyulit

Uji homogenitas kecemasan berdasarkan kelompok tingkat usia, diperoleh hasil levene’s statistic sebesar 1,437 dengan signifikansi sebesar 0,242. Berdasarkan hasil uji homogenitas tersebut, terlihat bahwa harga signifikansi lebih besar dari 0,05. Karena itu dapat disimpulkan bahwa data kecemasan pasien berdasarkan factor penyulit termasuk homogen.

2. Pengujian Hipotesis

Berdasarkan hasil pengujian prasyarat analisis data, maka dapat dikatakan bahwa data memiliki distribusi yang normal dan varians data berdasarkan kelompok-kelompok data sudah homogen. Karena itu data penelitian dapat dipergunakan sebagai bahan pengujian hipotesis. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data berdasarkan data yang sudah memenuhi uji prasyarat. Hasil analisis data yang telah dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Uji t

Uji t atau t-test dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling terhadap kecemasan pasien seksio sesarea. Pengujian dilakukan terhadap pasien sebelum melakukan operasi (pre-operasi) dan sesudah operasi (post-operasi).

1) Hasil uji t terhadap pasien seksio sesarea sebelum operasi (pre-operasi) diperoleh hasil t hitung sebesar 2,850 dengan signifikansi sebesar 0,006. Karena harga signifikansi sebesar 0,006 lebih kecil dari taraf alpha 0,05, maka disimpulkan bahwa harga t hitung adalah signifikan.

2) Hasil uji t terhadap pasien seksio sesarea sesudah operasi (post-operasi) diperoleh hasil t hitung sebesar 2,480 dengan signifikansi sebesar 0,016. Karena harga signifikansi sebesar 0,016 lebih kecil dari taraf alpha 0,05, maka disimpulkan bahwa harga t hitung adalah signifikan.

b. Analisis Varians Satu Jalan (one way anova)

Analisis varians satu jalan dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, tingkat usia, dan factor penyulit terhadap kecemasan pasien seksio sesarea yang memperoleh konseling. Hasil analisis varians satu jalan berdasarkan data yang diperoleh dapat dilihat di bawah ini: 1) Analisis varians pengaruh tingkat pendidikan terhadap kecemasan

pasien.

Analisis varians tingkat pendidikan terhadap kecemasan pasien diperoleh harga F hitung sebesar 4,641 dengan signifikansi sebesar 0,039. Berdasarkan harga signifikansi sebesar 0,039, lebih kecil dari taraf alfa 0,05, maka disimpulkan bahwa harga F hitung sebesar 4,641 adalah signifikan.

2) Analisis varians pengaruh tingkat usia terhadap kecemasan pasien Analisis varians tingkat usia terhadap kecemasan pasien diperoleh harga F hitung sebesar 1,148 dengan signifikansi sebesar 0,345. Berdasarkan harga signifikansi sebesar 0,345, lebih besar dari taraf alfa 0,05, maka disimpulkan bahwa harga F hitung sebesar 1,148 adalah tidak signifikan.

3) Analisis varians pengaruh kehamilan terhadap kecemasan pasien Analisis varians kehamilan terhadap kecemasan pasien diperoleh harga F hitung sebesar 0,418 dengan signifikansi sebesar 0,662. Berdasarkan harga signifikansi sebesar 0,662, lebih besar dari taraf alfa 0,05, maka disimpulkan bahwa harga F hitung sebesar 0,418 adalah tidak signifikan.

4) Analisis varians pengaruh factor penyulit terhadap kecemasan pasien Analisis varians factor penyulit terhadap kecemasan pasien diperoleh harga F hitung sebesar 0,421 dengan signifikansi sebesar 0,859. Berdasarkan harga signifikansi sebesar 0,859, lebih besar dari taraf alfa 0,05, maka disimpulkan bahwa harga F hitung sebesar 0,421 adalah tidak signifikan.

Dokumen terkait