• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN

C. Keterbatasan

V.8 Hasil Analisis Deskriptif Motivasi Kerja

bahwa variabel motivasi kerja masuk dalam kategori tinggi. Pernyataan yang mendapatkan skor rata–rata tertinggi terdapat pada pernyataan pertama yaitu

“Atasan selalu memberikan apresiasi apabila saya melaksanakan pekerjaan dengan hasil memuaskan”, dengan skor rata–rata 3,48, sedangkan skor rata-rata terendah pada pernyataan lima belas, yaitu “Fasilitas yang saya terima ditempat kerja sudah memadai untuk menunjang kinerja saya”, dengan skor rata-rata 2,94.

b. Hasil Deskripsi Variabel Disiplin Kerja

Berdasarkan hasil kuesioner dengan 100 responden, peneliti mendapatkan hasil untuk variabel disiplin kerja sebagai berikut :

Tabel V.9

Hasil Analisis Deskriptif Disiplin Kerja

No. Pernyataan Mean Kategori

1 Saya selalu hadir tepat waktu pada jam kerja. 2,84 Tinggi 2 Saya melakukan tugas–tugas sampai selesai

setiap harinya. 2,95 Tinggi

3 Pimpinan selalu memberikan teladan yang

baik kepada karyawannya. 3 Tinggi

4 Saya selalu menggunakan pakaian kerja

sesuai dengan peraturan. 3,1 Tinggi

5 Saya menaati peraturan yang ditetapkan

perusahaan. 3,22 Tinggi

Total Mean 3,02 Tinggi

Sumber : Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan Tabel V.9 Hasil Analsis Deskriptif Disiplin Kerja, dapat diketahui bahwa total rata–rata skor, 3,02. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel disiplin kerja masuk dalam kategori tinggi. Pernyataan yang mendapatkan skor rata–rata tertinggi terdapat pada pernyataan lima yaitu “Saya menaati peraturan yang ditetapkan perusahaan”, dengan skor rata–rata 3,22, sedangkan skor rata-rata terendah pada pernyataan pertama yaitu “Saya selalu hadir tepat waktu pada jam kerja”, dengan skor rata-rata 2,84.

c. Hasil Deskripsi Variabel Prestasi Kerja

Berdasarkan hasil kuesioner dengan 100 responden, peneliti mendapatkan hasil untuk variabel disiplin kerja sebagai berikut :

Tabel V.10

Hasil Analisis Deskriptif Prestasi Kerja

No. Pernyataan Mean Kategori

1

Secara keseluruhan, kualitas hasil kerja karyawan baik dan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.

2,91 Tinggi 2 Karyawan selalu menyelesaikan tugas yang

diberikan dengan baik dan tepat. 2,97 Tinggi 3

Kuantitas hasil kerja karyawan baik dan sesuai dengan standar kuantitas yang telah ditetapkan.

3,02 Tinggi 4 Karyawan selalu dapat mencapai target yang

telah ditetapkan. 2,94 Tinggi

5 Karyawan selalu bersedia setiap kali

diberikan tugas yang cukup banyak. 2,81 Tinggi 6 Karyawan selalu hadir tepat waktu dalam

bekerja. 3,05 Tinggi

7 Karyawan tidak meninggalkan kantor saat

jam kerja masih berlangsung. 3,12 Tinggi 8 Karyawan dapat menyelesaikan tugas yang

diberikan dengan tepat waktu. 3,02 Tinggi 9

Karyawan selalu menciptakan hubungan kerja yang dapat dipercaya dengan rekan kerja lain.

3,17 Tinggi 10 Karyawan tidak segan untuk membantu rekan

kerja lain jika mengalami masalah. 3,21 Tinggi

Total Mean 3,02 Tinggi

Sumber : Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan Tabel V.10 Hasil Analsis Deskriptif Prestasi Kerja, dapat diketahui bahwa total rata–rata skor, 3,02. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel prestasi kerja masuk dalam kategori tinggi. Pernyataan yang mendapatkan skor rata–rata tertinggi terdapat pada pernyataan sepuluh yaitu

“Karyawan tidak segan untuk membantu rekan kerja lain jika mengalami masalah”, dengan skor rata–rata 3,21, sedangkan skor rata-rata terendah pada pernyataan pertama yaitu “Karyawan selalu bersedia setiap kali diberikan tugas yang cukup banyak”, dengan skor rata-rata 2,81.

C. Hasil Analisis Data 1. Uji Normalitas

Uji Normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data residual memiliki distribusi yang normal (Ghozali 2013:160). Dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Pengambilan keputusan dalam uji normalitas ini yaitu, data terdistribusi dengan normal apabila nilai signifikansi >

0,05. Uji Normalitas ini dilakukan dengan bantuan SPSS Statistic 25.

Tabel V.11

Normal Parameters Mean ,0000000

Std. Deviation 2,74577719 Most Extreme

Differences

Absolute ,060

Positive ,043

Negative -,060

Test Statistic ,060

Asymp. Sig. (2-tailed) ,200

Sumber : Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan Tabel V.11 Hasil Uji Normalitas, dapat diketahui nilai signifikansi dari data yang telah diolah. Nilai signifikansi dapat dilihat pada kolom

Unstandardized Residual dan pada baris Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0,200, yang berarti lebih besar dari 0,05 ( 0.200 >0,05). Data residual dalam penelitian ini dapat dinyatakan berdistribusi normal.

2. Uji Heteroskedastisitas

Menurut Ghozali (2013:139) uji heteroskedastisitas adalah uji yang pada dasarnya bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.

Metode pengujian heteroskedastisitas yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan uji Glejser. Pengambilan keputusan pada uji ini yaitu, apabila nilai signifikansi > 0,05 , maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Heteroskedastisitas ini dilakukan dengan bantuan SPSS Statistic 25.

Tabel V.12

Sumber : Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan Tabel V.12 Hasil Uji Heterokedastisitas, dapat diketahui nilai signifikansi dari variabel motivasi kerja dan disiplin kerja, yaitu 0,644 dan 0,893, maka dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas, karena nilai signifikansi dari variabel motivasi kerja 0,644 > 0,05, dan nilai signifikansi dari variabel disiplin kerja 0,893 > 0,05. Kedua nilai dari variabel bebas menunjukkan hasil yang lebih besar dari 0,05.

3. Uji Multikolinearitas

Menurut Ghozali (2013:105) uji multikolinearitas untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent).

Jika di dalam pengujian ini didapatkan hasil bahwa independent variable saling terikat, maka pengujian tidak dapat dilakukan ke tahap selanjutnya karena tidak dapat ditentukannya koefisien regresi, variabel tersebut tidak dapat ditentukan, dan juga nilai standard error-nya tidak terhingga. Pengambilan keputusan dapat dilihat dari dua cara: pertama, apabila tolerance > 0,1, maka dapat dinyatakan tidak terjadi multikolinearitas dan cara yang kedua dilihat dari VIF, apabila nilai VIF < 10, maka dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi multikolinearitas.

Tabel V.13

Hasil Uji Multikolinearitas Coefficients

Model

Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 (Constant)

Motivasi Kerja ,595 1,680

Disiplin Kerja ,595 1,680

Sumber : Data primer yang diolah 2019 a. Berdasarkan nilai tolerance

Berdasarkan Tabel V.13 Hasil Uji Multikolinearitas, dapat diketahui nilai tolerance dari varibel motivasi kerja dan variabel disiplin kerja yaitu 0,595. Dilihat dari nilai tolerance , maka dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas, karena nilai tolerance-nya adalah 0,595 > 0,1.

b. Berdasarkan nilai VIF

Berdasarkan Tabel V.13 Hasil Uji Multikolinearitas, dapat diketahui nilai VIF dari variabel motivasi kerja dan disiplin kerja, yaitu 1,680. Dilihat dari nilai VIF, maka dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas, karena nilai VIF-nya adalah 1,680 < 10.

4. Uji Linearitas

Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan linear yang signifikan atau tidak (Riduwan 2011:200). Uji linearitas dalam penelitian ini, menggunakan uji linearitas dengan Tabel ANOVA.

Pengambilan keputusan dalam uji linearitas ini yaitu, apabila nilai signifikasi >

0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linear secara signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Uji linearitas dalam penelitian ini akan dilakukan dengan bantuan SPSS Statistic 25.

Tabel V.14

Hasil Uji Linearitas Motivasi Kerja terhadap Prestasi Kerja ANOVA Table

Sumber : Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan Tabel V.14 Hasil Uji Linearitas Motivasi Kerja dan Prestasi Kerja, dapat diketahui nilai signifikansi dari variabel motivasi kerja dan prestasi kerja yaitu, 0,357. Nilai signifikansi dapat dilihat pada kolom Sig. dan pada baris Deviation from Linearity. Dalam penelitian, dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan linear secara signifikan antara variabel bebas (motivasi kerja) dengan variabel terikat (prestasi kerja), karena nilai signifikansinya adalah 0,357 > 0,05.

Tabel V.15

Hasil Uji Linearitas Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja ANOVA Table

Within Groups 719,775 9

1

7,910

Total 875,160 9

9 Sumber : Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan Tabel V.15 Hasil Uji Linearitas Disiplin Kerja dan Prestasi Kerja, dapat diketahui nilai signifikansi dari variabel disiplin kerja dan prestasi kerja yaitu, 0,515. Nilai signifikansi dapat dilihat pada kolom Sig. dan pada baris Deviation from Linearity. Dalam penelitian ini, dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan linear secara signifikan antara variabel bebas (disiplin kerja) dengan variabel terikat (prestasi kerja), karena nilai signifikansinya adalah 0,515 > 0,05.

5. Regresi Linear Berganda

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis regresi berganda, karena terdapat satu variabel terikat atau dependent variable dan dua variabel bebas atau independent variable. Analisis regresi linear berganda

digunakan untuk mengetahui motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap prestasi kerja karyawan. Model persamaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Y = a + b1.X1 + b2.X2 (Sugiyono, 2011:277).

Tabel V.16

Hasil Regresi Linear Berganda Coefficients

Sumber : Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan Tabel V.16 Hasil Regresi Linear Berganda, dapat diketahui model persamaan regresi berganda yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu

Y = 16,933 + 0,168 𝑋1 + 0,354 𝑋2. Dimana :

Y = Prestasi Kerja 𝑋1= Motivasi Kerja 𝑋2= Disiplin Kerja

6. Uji F

Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Ghozali, 2012:98). Untuk melakukan pengujian distribusi F pada model regresi berganda, melalui langkah–langkah sebagai berikut :

a. Menentukan Hipotesis Alternatif dan Hipotesis nol

Ho : Motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama–sama tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan di Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto.

H1 : Motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan di Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto.

b. Menentukan signifikan

Tingkat signifikan α = 5% ( signifikan 5% atau 0,05 adalah ukuran yang standar yang sering digunakan dalam penelitian).

c. Menentukan F hitung dengan menggunakan SPSS atau rumus F hitung

Tabel V.17 Hasil Uji F

ANOVA

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 128,770 2 64,385 8,367 ,000

Residual 746,390 97 7,695

Total 875,160 99

Sumber : Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan Tabel V.17 Hasil Uji F, dapat diketahui nilai F hitung dalam penelitian ini adalah 8,367.

Menentukan F tabel df = (k ; n-k)

df = (2; 100 -2) df = (2 ; 98)

F tabel dalam penelitian ini (2 ; 98) adalah 3,09.

d. Kriteria Pengujian

Ho ditolak dan H1 diterima jika Fhitung > Ftabel pada α 0,05.

Ho diterima dan H1 ditolak jika Fhitung < Ftabel pada α 0,05.

e. Menarik Kesimpulan

Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa nilai Fhitung > Ftabel pada α 0,05, yaitu 8,367 > 3,09, maka motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama–sama berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto.

7. Uji t

Uji t digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel X dan variabel Y secara parsial atau dapat dikatakan uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi-variasi dependen (Ghozali,2012:98). Untuk melakukan pengujian t, melalui langkah–langkah sebagai berikut :

Motivasi Kerja

a. Menentukan Hipotesis (X1)

Ho : Motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto.

H1 : Motivasi kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto.

b. Menentukan nilai taraf Signifikansi

Taraf signifikansi atau alpha ( α ) yang digunakan di dalam penelitian ini adalah 5% (α = 0,05)

c. Menentukan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔

Tabel V.18

Hasil Uji t Motivasi Kerja terhadap Prestasi Kerja Coefficients

Sumber : Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan Tabel V.18 Hasil Uji t Motivasi Kerja terhadap Prestasi Kerja, dapat

d. Kriteria Pengujian

Jika −𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 > 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 , maka Ho ditolak, H1 diterima Jika −𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 < 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 , maka Ho diterima, H1 ditolak

e. Menarik Kesimpulan

Dalam penelitian ini, didapatkan hasil bahwa −𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 > 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 >

𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, yaitu 1,725 > 1,661, maka motivasi kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto.

Disiplin Kerja

a. Menentukan Hipotesis ( X2 )

Ho : Disiplin kerja tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto.

H1 : Disiplin kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto.

b. Menentukan Nilai Taraf Signifikansi

Taraf signifikansi atau alpha ( α ) yang digunakan di dalam penelitian ini adalah 5% (α = 0,05)

c. Menentukan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔

Tabel V.19

Hasil Uji t Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Coefficients Sumber : Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan Tabel V.19 Hasil Uji t Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja, dapat diketahui bahwa nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 variabel disiplin kerja terhadap prestasi kerja adalah 1,764.

Menentukan nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 df = n – k – 1

df = 100 -2 -1 df = 97

𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 pada penelitian ini df = 97 adalah 1,66088 = 1,661

d. Kriteria Pengujian

Jika −𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 > 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 , maka Ho ditolak, H1 diterima.

Jika −𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 < 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 , maka Ho diterima, H1 ditolak.

e. Menarik Kesimpulan

Dalam penelitian ini, didapatkan hasil bahwa −𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 > 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 >

𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, yaitu 1,764 > 1,661, maka maka disiplin kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto.

8. Koefisien Determinasi (𝑅2)

Koefisien Determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar variasi variabel bebas (Independent) yaitu Motivasi Kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) secara simultan dapat menjelaskan variasi Prestasi Kerja (Y). Perhitungan koefisien determinasi dilakukan menggunakan Program SPSS Statistic 25.

Tabel V.20

Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,384 ,147 ,130 2,774

Sumber : Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan Tabel V.20 Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi, dapat diketahui bahwa nilai dari koefisien determinasi yang disesuaikan adalah 0,130, yang berarti variasi dalam prestasi kerja dapat dijelaskan oleh variasi dalam motivasi kerja dan disiplin kerja sebesar 0,130 (13%) dan sisanya (100%-13% = 87%) dijelaskan oleh variabel lain di luar persamaan regresi ini atau variabel yang tidak diteliti.

D. Pembahasan

Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui apakah terdapat pengaruh antara motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap prestasi kerja pada Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto. Berdasarkan karakteristik responden yang ada dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa dilihat dari jenis kelamin responden terdapat 47 responden dengan jenis kelamin laki–laki dan 53 responden dengan jenis kelamin perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa dari 100 responden yang ada dalam penelitian ini, yang lebih banyak adalah responden perempuan. Jika dilihat berdasarkan jabatan, mayoritas responden yang diteliti memiliki jabatan sebagai mantri sebanyak 51 responden, sedangkan paling sedikit adalah responden dengan jabatan petugas administrasi, sebanyak 1 responden.

Berdasarkan analisis deskriptif yang telah dilakukan oleh peneliti, menunjukkan bahwa untuk variabel motivasi kerja termasuk dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 3,16. Hal ini dapat diartikan bahwa rata-rata responden atau karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto memiliki motivasi kerja yang tinggi. Motivasi kerja yang tinggi yang dimaksud adalah karyawan mendapatkan pengakuan dari pimpinan, mendapatkan kejelasan tugas yang diberikan, dapat diberikan tanggung jawab, mendapatkan kesempatan untuk kemajuan karir, mendapatkan upah yang sesuai dan fasilitas dalam bekerja. Pada variabel motivasi kerja, pernyataan yang mendapatkan skor rata–rata tertinggi terdapat pada pernyataan pertama yang termasuk dalam indikator pengakuan dari pimpinan yaitu “Atasan selalu memberikan apresiasi apabila saya melaksanakan

pekerjaan dengan hasil memuaskan”, dengan skor rata–rata 3,48 sedangkan skor rata-rata terendah pada pernyataan lima belas yang termasuk pada indikator kondisi kerja, yaitu “Fasilitas yang saya terima ditempat kerja sudah memadai untuk menunjang kinerja saya”, dengan skor rata-rata 2,94. Variabel disiplin kerja mendapatkan skor rata-rata 3,02, yang berarti termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini, dapat diartikan bahwa karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto memiliki disiplin kerja yang tinggi. Disiplin kerja yang tinggi diartikan dengan karyawan dapat memanfaatkan waktu dalam bekerja dan patuh terhadap peraturan yang ada. Skor rata-rata tertinggi dalam disiplin pada pernyataan lima yaitu “Saya menaati peraturan yang ditetapkan perusahaan”, dengan skor rata–rata 3,22, sedangkan skor rata-rata terendah pada pernyataan pertama yaitu “Saya selalu hadir tepat waktu pada jam kerja”, dengan skor rata-rata 2,84. Variabel prestasi kerja mendapatkan skor rata-rata-rata-rata 3,02 yang berarti termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini juga berarti bahwa karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto meraih prestasi kerja yang termasuk tinggi. Prestasi kerja yang tinggi diartikan dengan karyawan dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan standar yang ditetapkan dan kuantitas yang ditetapkan, hadir bekerja dan memiliki sikap kooperatif. Pernyataan dengan skor rata–rata tertinggi terdapat pada pernyataan sepuluh yaitu “Karyawan tidak segan untuk membantu rekan kerja lain jika mengalami masalah”, dengan skor rata–rata 3,21, sedangkan skor rata-rata terendah pada pernyataan pertama yaitu “Karyawan selalu bersedia setiap kali diberikan tugas yang cukup banyak”, dengan skor rata-rata 2,81.

Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan hasil bahwa, dilihat dari Uji F atau simultan, menunjukkan hasil Fhitung > Ftabel (8,367 > 3,09), yang berarti variabel motivasi kerja dan variabel disiplin kerja secara bersama–sama mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat atau prestasi kerja pada Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto. Hal ini membuktikan bahwa pada Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto, semakin tinggi motivasi dan disiplin karyawan dalam melakukan pekerjaan maka akan semakin tinggi pula prestasi kerja yang karyawan tersebut raih.

Berdasarkan pengujian hipotesis secara parsial, hasil uji hipotesis untuk variabel motivasi kerja terhadap prestasi kerja (X1 terhadap Y), menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh terhadap prestasi kerja pada Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto. Hal ini dapat di ketahui pada nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 lebih besar dari 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (1,725 > 1,661). Dilihat dari persamaan regresi berganda yang diperoleh dalam penelitian ini (Y = 16,933 + 0,168𝑋1 + 0,354𝑋2), koefisien regresi motivasi kerja bertanda positif (+), maka semakin tinggi motivasi kerja karyawan, akan semakin tinggi pula prestasi kerja yang karyawan raih. Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maiyuning, Sori (2016) bahwa motivasi kerja karyawan mempunyai pengaruh terhadap prestasi kerja karyawan. Hal ini dapat membuktikan bahwa karyawan yang termotivasi dalam bekerja, baik itu dari sisi intrinsik seperti mendapat pengakuan dari pimpinan atau atasan atas hasil kerja yang dilakukan, kejelasan deskripsi tugas saat

diberikan, tanggung jawab, memiliki kesempatan untuk kemajuan karir, dan dari sisi ektrinsik seperti upah yang didapat sesuai dengan apa yang dikerjakan dan kondisi kerja yang ada, akan berdampak positif pula untuk prestasi yang diraih oleh karyawan tersebut.

Berdasarkan pengujian hipotesis untuk variabel disiplin kerja terhadap prestasi kerja (X2 terhadap Y), menunjukkan hasil bahwa disiplin kerja mempunyai pengaruh terhadap prestasi kerja pada Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 yang diperoleh lebih besar dari nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, yaitu 1,764 > 1,661. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Sariah, Azar (2017) bahwa disiplin kerja karyawan mempunyai pengaruh terhadap prestasi kerja karyawan Jika dilihat dari persamaan regresi yang diperoleh dalam penelitian ini (Y = 16,933 + 0,168𝑋1 + 0,354𝑋2), koefisien regresi disiplin kerja bertanda positif (+) maka semakin tinggi disiplin kerja karyawan, akan semakin tinggi pula prestasi kerja yang diraih karyawan. Dalam penelitian ini, menurut hasil yang didapatkan, semakin tinggi disiplin karyawan dari sisi kualitas kedisiplinan kerja, teladan dari pimpinan, dan kepatuhan karyawan terhadap peraturan yang berlaku, maka karyawan tersebut akan memiliki prestasi kerja yang tinggi.

91

BAB VI

KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN

A. Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah motivasi kerja dan disiplin kerja secara simultan dan secara parsial berpengaruh terhadap prestasi kerja.

Berdasarkan hasil yang telah diuraikan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh secara bersama– sama

terhadap prestasi kerja karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto.

2. Motivasi kerja berpengaruh secara parsial terhadap prestasi kerja karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto.

3. Disiplin kerja berpengaruh secara parsial terhadap prestasi kerja karyawan Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto.

B. Saran

Berdasarkan hasil rangkaian penelitian yang telah dilakukan dan diuraikan diatas, maka peneliti dapat memberikan saran-saran kepada beberapa pihak sebagai berikut :

91

1. Bagi Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto

Dilihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan, untuk motivasi kerja, karyawan secara rata-rata sudah memiliki motivasi yang tinggi, namun demikian pada fasilitas yang tersedia dalam Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto masih perlu ditingkatkan lagi. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis deskriptif motivasi kerja, pada pernyataan lima belas mendapatkan skor terendah yaitu 2,94 yang artinya fasilitas yang tersedia belum maksimal. Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto dapat meningkatkan fasilitas seperti komputer yang perlu di update beberapa aplikasinya dikarenakan membutuhkan fitur terbaru yang tidak tersedia pada aplikasi yang tersedia sekarang untuk menyelesaikan pekerjaan, dan memperbaiki alat UPS (Uninterruptible Power Supply) yang tidak berfungsi dengan normal serta melakukan pemeliharaan setiap dua bulan sekali, agar saat terjadi mati listrik, komputer tidak langsung mati dan data–data tidak hilang. Selain itu, dari disiplin kerja karyawan, untuk hal karyawan hadir tepat waktu masih belum maksimal, hal ini dapat diketahui dari analisis deskriptif disiplin kerja yang mendapatkan skor 2,84. Hal ini berarti masih ada karyawan yang terlambat hadir saat masuk kerja. Menurut Handoko tentang jenis disiplin kerja dan juga dengan teori mengenai Flex-time, Bank BRI Kantor Cabang Purwokerto dapat melakukan kegiatan pendisiplinan preventif, korektif, dan progresif, seperti mendengarkan alasan karyawan, lalu memberikan arahan supaya tidak terlambat masuk kerja dan

memperjelas peraturan jam masuk kerja serta keterlambatan, seperti jika terjadi beberapa kali terlambat, akan dikenakan surat peringatan. Selain itu, juga dapat memberikan kebebasan untuk menentukan jam masuk kerja khususnya karyawan yang pekerjaannya luar kantor seperti mengunjungi nasabah tetapi tetap harus dapat memenuhi kewajiban dan tanggung jawab dari pekerjaannya. Dari prestasi kerja, ada beberapa hal yang belum maksimal, salah satunya adalah kesediaan karyawan setiap kali diberikan tugas yang cukup banyak. Tugas yang cukup banyak diartikan sebagai tugas yang diberikan diluar dari job description karyawan. Hal ini dapat diketahui dari hasil analisis deskriptif prestasi kerja, pada pernyataan lima mendapatkan skor 2,81. Menurut Hasibuan tentang motivasi positif dan Siramiati, dkk mengenai performance based compensation, karyawan dapat diberikan upah tambahan (sesuai pekerjaan yang dilakukan) bagi yang melakukan tugas diluar dari job description-nya sehingga karyawan mendapat motivasi lebih saat melakukan tugas tersebut.

2. Bagi penelitian selanjutnya

Peneliti selanjutnya dapat menambahkan unsur–unsur lain baik yang berkaitan dengan motivasi kerja maupun disiplin kerja, seperti lebih banyak

Peneliti selanjutnya dapat menambahkan unsur–unsur lain baik yang berkaitan dengan motivasi kerja maupun disiplin kerja, seperti lebih banyak