BAB IV HASIL PENGEMBANGAN dan PEMBAHASAN
4.1 Hasil Analisis Kebutuhan
Dalam pembuatan prototipe produk berupa bahan ajar peneliti membutuhkan data untuk memperoleh kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh para siswa kelas III.1 semester 2 SD BOPKRI Gondolayu pada mata pelajaran PKn. Data diperoleh dari hasil observasi, angket dab wawancara. Berikut ini akan diuraikan mengenai hasil dari observasi, hasil dari pembagian angket dan hasil dari wawancara.
4.1.1 Hasil Observasi
Dari hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di dalam kelas pada tanggal 12 januari 2012, peneliti mengamati beberapa hal yang dilaksanakan guru dalam proses belajar mengajar terutama metode guru dalam mengajar dan bahan ajar yang digunakan guru untuk membantu dalam mengajar. Dalam observasi ini peneliti mengamati bahwa metode guru dalam mengajar di kelas dapat dikatakan kurang inovatif karena guru masih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Di dalam kegiatan belajar mengajar guru masih sangat berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar ini. Selain pengamatan terhadap metode yang digunakan guru dalam mengajar peneliti juga mengamati bahan ajar yang digunakan guru dalam mengajar.
Untuk bahan ajar yang digunakan guru dalam mengajar dan dalam memberikan materi kepada siswa, guru memakai bahan ajar berupa buku paket yang di dalamnya masih terdapat banyak tulisan-tulisan yang berupa hafalan dan soal-soal yang dapat dikerjakan siswa setelah siswa selesai mempelajari materi. Tulisan
yang berupa hafalan tersebut banyak ditemui pada buku paket yang digunakan guru. Selain itu tulisan yang berupa hafalan ini dapat membuat siswa merasa cepat bosan dan sulit memahami materi yang telah dipelajari.
4.1.2 Hasil Angket
Setelah observasi dilakukan oleh peneliti untuk melihat kegiatan guru dalam pelaksanaan mengajar di kelas, kemudian peneliti melakukan langkah yang selanjutnya yaitu dengan membagikan anget kepada 27 siswa kelas III.1 SD BOPKRI Gondolayu pada tanggal 18 februari 2012. Pembagian angket ini dimaksudkan untuk mengetahui bahan ajar seperti apa yang pernah digunakan dalam proses belajar mengajar. Dalam angket yang disusun oleh peneliti, peneliti menyusun 10 butir pernyataan di mana setiap butirnya siswa diminta untuk memilih sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat tidak setuju.
Setelah angket diujikan kepada 27 siswa hasil dari angket tersebut menyatakan valid karena semua siswa mengisi angket sesuai dengan petunjuk. Angket yang dibagikan oleh para siswa ini dimaksudkan untuk mengetahui bahan ajar yang seperti apa yang diharapkan oleh siswa dalam belajar serta pembelajaran yang bagaimana yang diinginkan siswa agar tidak mudah merasa bosan dan cepat memahami materi yang dipelajari. Berikut hasil penghitungan data dan analisis dari hasil angket siswa.
Tabel 5. Hasil Perhitungan Angket Siswa Terhadap Kebutuhan Bahan Ajar Pembelajaran PKn
Bagian II
No Butir Pernyataan Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju
1. Saya suka ketika penyajian materi
disertai dengan kegiatan belajar kelompok
- 2 7 18
2. Saat belajar di kelas, saya hanya
menggunakan buku paket dan LKS
10 16 1 -
3. Saat belajar di rumah, saya belajar
menggunakan buku paket dan LKS.
3 9 10 5
4. Saya merasa terbantu dengan adanya
buku paket dan LKS.
1 1 12 13
5. Saya menyukai penyajian materi yang
berisi tulisan saja.
9 10 8 -
6. Saya menyukai penyajian materi yang
dilengkapi gambar.
- 2 10 15
7. Saya menyukai penyajian materi yang
disertai dengan kegiatan belajar di luar kelas.
1 1 9 16
8. Saya menyukai penyajian materi yang
dilengkapi dengan informasi tambahan
“Tahukah Kamu”
1 6 16 4
9. Saya menyukai penyajian materi yang
dilengkapi dengan lembar kerja.
1 2 19 5
10. Saya menyukai pendalaman materi
menggunakan permainan.
1 3 5 18
Hasil analisis kebutuhan siswa menunjukkan beberapa hal yang menarik antara lain pada pelaksanaan pembelajaran di kelas hampir semua siswa menyukai kegiatan belajar secara berkelompok yang terlihat pada butir pernyataan nomor 1 dengan jumlah siswa yang memilih sebanyak 18 siswa dari 27 siswa. Pada butir pernyataan nomor 6 terlihat 25 menjawab setuju dan sangat setuju jika penyajian materinya dilengkapi dengan gambar. Dari analisis kebutuhan juga ditemukan bahwa dari 27 siswa 16 siswa menyukai penyajian informasi tambahan
butir pernyataa nomor 8. Dalam butir pernyataan nomor 10 menujukkan bahwa siswa sangat menyukaii pendalaman materi menggunakan permainan. Hal ini terbukti dari 27 siswa 18 siswa memilih sangat setuju. Pada butir [ernyataan nomor 9 sebangyak 19 siswa memilih setuju jika dalam penyajian materi dilengkapi dengan lembar kerja siswa.
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan di atas dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang diinginkan siswa untuk memenuhi kebutuhan adalah bahan ajar yang menyajikankan kegiatan belajar secara berkelompok, kegiatan belajar di luar kelas, dilengkapi dengan gambar-gambar dan informasi tambahan, pendalaman materi dengan menggunakan permainan, dan dalam .penyajian materinya dilengkapi dengan lembar kerja siswa.
4.1.3 Hasil Wawancara
Dari wawancara yang telah dilakukan peneliti selama 3 kali yaitu wawancara yang pertama dengan guru kelas III.1 SD BOPKRI Gondolayu sebelum melaksanakan observasi, wawancara yang kedua dengan guru pengampu PKn kelas III.1 SD BOPKRI Gondolayu dilaksanakan setelah observasi dan wawancara yang ketiga dengan guru pengampu mata pelajaran PKn kelas III.1 SD BOPKRI Gondolayu dilaksanakan setelah pembagian angket kepada para siswa. Dalam wawancara yang pertama bersama dengan guru kelas pada tanggal 5 Januari 2012. Wawancara ini dilaksanankan dengan tujuan mengetahui keadaan yang sesungguhnya di kelas saat berlangsungnya proses belajar mengajar terutama untuk mata pelajaran PKn dan untuk mengetahui keadaan kondisi siswa di kelas saat mengikuti proses belajar mengajar terutama mata pelajaran PKn. Hasil yang diperoleh dari wawancara yang pertama ini guru mengemukakan bahwa pada saat
pembelajaran di kelas terutama pelajaran PKn siswa sering merasa cepat bosan karena yang diajarkan hanyalah berupa hafalan dan tidak menggunakan sarana yang lain untuk mengajarkan materi PKn. Guru masih cenderung menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi.
Untuk wawancara yang kedua yang dilaksanankan pada tanggal 18 Januari
2012 setelah pelaksanaan observasi. Wawancara yang kedua ini dilaksanakan
dengan guru pengampu PKn di kelas III.1 SD BOPKRI Gondolayu. Wawancara ini dimaksudkan untuk mengetahui keadaan di dalam kelas saat pelajaran PKn berlangsung, serta mengetahui bahan ajar yang seperti apa yang digunakan guru dalam mengajar PKn di kelas. Hasil dari wawancara yang kedua ini diketahui bahwa pada saat pelajaran PKn berlangsung siswa mudah merasa bosan karena materi yang diajarkan berupa hafalan. Dalam bahan ajar yang digunakan guru untuk membantu dalam mengajar merupakan bahan ajar yang kurang inovatif karena di dalamnya hanya berupa hafalan dan soal-soal yang harus dijawab siswa. Guru juga mengemukakan bahwa materi yang ada dalam bahan ajar kelas III ini merupakan materi yang seharusnya ada di kelas V. Ini terbukti bahwa bahan ajar yang digunakan tidak sesuai dengan tinggkatan penggunannya sehingga menyebabkan siswa kesulitan untuk memahami materi yang diajarkan.
Untuk wawancara yang ketiga yang dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2012 setelah pembagian angket kepada siswa. Wawancara ini dilaksanakan dengan guru pengampu PKn kelas III. Wawancara ini dimaksudkan untuk mengkonfirmasi jawaban dari siswa yang dirasa masih membingungkan dan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Untuk hasil wawancara yang ketiga ini tidak ada jawaban dari siswa yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Guru mengemukakan bahwa semua siswa menjawab sesuai dengan apa yang siswa alami dan apa yang sebenarnya siswa harapkan dari pembelajaran PKn ini.