BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.4 Pendidikan Kewarganegaraan
2.1.4.1 Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan
Wahab (1995) mengatakan PKn dapat diartikan sebagai mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hakikat atau intisari PKn adalah pendidikan nilai dan moral.
Wahab (1995) mengemukakan bahwa nilai-nilai moral Pancasila yang dapat diwujudkan melalui PKn dengan menekankan pada sikap patriotisme antara lain adalah:
1) Rela berkorban;
2) Berani dan jujur dalam membela kebenaran;
3) Menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, dan;
4) Cinta produksi dalam negeri serta;
5) Menumbuhkan sikap untuk mampu bersaing dan menjadi keunggulan
sebagai bangsa dalam menghadapi era globalisasi dan informasi agar dapat hidup secara baik dalam era pasar bebas dunia pada masa yang akan datang.
Wahab (1995) berpendapat bahwa Pendidikan nilai paling tidak meliputi empat dimensi utama. Dimensi-dimensi yang dimaksud adalah:
2) Inkuiri filosofis dan rasional terhadap nilai-nilai inti tersebut;
3) Respon afektif atau emotif terhadap nilai-nilai inti tersebut;
4) Pembuatan keputusan yang berkaitan dengan nilai-nilai dasar
berdasarkan inkuiri dan respon. Wahana (2009: 9) menjelaskan sebagai berikut:
“Landasan konsep yang mendasari PKn yaitu manusia sebagai makhluk
ciptaan Tuhan dan insan sosial politik yang terorganisasi dengan tujuan agar manusia Indonesia tersebut memiliki kemauan dan kemampuan untuk: sadar dan patuh terhadap hukum (melek hukum); sadar dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (melek politik); memahami dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional (insan pembangunan); cinta bangsa dan tanah air (memiliki sikap heroisme dan patriotisme)”.
2.1.4.2Karateristik Pendidikan Kewarganegaraan
Wahana (2009) mengatakan bahwa karakteristik umum pada PKn dapat mengembangkan kualitas warga negara dalam aspek-aspek sebagai berikut:
1.Kemelekwacanaan kewarganegaraan, yakni pemahaman peserta didik
sebagai warga negara tentang hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi konstitusional Indonesia serta menyesuaikan perilakunya dengan pemahaman dan kesadaran itu.
2.Komunikasi sosial kultural kewarganegaraan, yakni kemauan dan
kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk melibatkan diri dalam komunikasi social cultural sesuai dengan hak dan kewajibannya.
3.Pemecahan masalah kewarganegaraan, yakni kemauan, kemampuan, dan
prakarsa dan atau turut serta dalam pemecahan masalah sosial-kultural kewarganegaraan di lingkunyannya.
4.Penalaran kewarganegaraan, yakni kemampuan peserta didik sebagai
warga negara untuk berpikir secara kritis dan bertanggung jawab tentang ide, instrumentasi dan praktis demokrasi konstitusional Indonesia.
5.Partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab, yakni kesadaran
dan kesiapan peserta didik sebagai warga Negara untuk berpartisipasi aktif dan penuh tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi konstitusional.
2.1.4.3 Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan SD
Fathurohman dan Wuryandani (2010) mengatakan bahwa tujuan dari PKn Sekolah Dasar yaitu memberikan kompetensi-kompetensi sebagai berikut :
1) Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menangggapi isu kewarganegaraan.
2) Berpartisipasi secara bermutu dan bertanggung jawab, dan bertindak
secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3) Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri
berdasarkan pada karakter-karakter masayarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain.
4) Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam peraturan dunia secara
langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Dari perjelasan di atas terlihat bahwa tujuan Pkn di SD dapat meningkatkan cara berpikir siswa secara kritis, rasional dan kreatif, siswa juga dapat berpartisipasi serta bertanggung jawab dan bertindak cerdas untuk Negara Indonesia. Dengan PKn siswa dapat pula berkembang secara positif serta dapat berinteraksi langsung dengan bangsa lain, dapat memanfaatkan teknologi, informasi, dan komunikasi.
Wahana (2009: 10) berpendapat bahwa:
“PKn memiliki tujuan meningkatkan pengetahuan dan pengembangan
kemampuan memahami, menghayati, dan meyakini nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sehingga menjadi warga Negara yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan serta memberi bekal kemampuan untuk belajar lebih lanjut”.
2.1.4.4Fungsi Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Kewarganegaraan di SD merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting bagi siswa SD. Pendidikan kewarganegaaraan mengajarkan mengenai nilai dan moral yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dalam teorinya wahab mengemukakan beberapa fungsi PKn. Berikut akan dijabarkan fungsi PKn menurut wahab.
Wahab (1995) berpendapat bahwa fungsi PKn adalah sebagai berikut: 1) pendidikan nilai dan moral Pancasila serta UUD 1994. Sebagai pendidikan nilai dan moral, PKn merupakan nilai-nilai moral Pancasila yang diperlukan oleh warga negara dalam kehidupan sebagai warga negara dan warga masyarakat dalam berbangsa dan bernegara, 2) pendidikan politik. PKn juga dapat berperan sebagai pendidikan politik, yaitu pendidikan yang memungkinkan siswa
pendidikan Kewarganegaraan. Melalui PKn diharapkan dapat menumbuhkan pengertian dan pemahaman siswa mengenai peran warganegara dalam berbagai lingkup kehidupan. Salah satu peran utamanya adalah berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara, 4) pendidikan hukum dan kemasyarakatan. PKn diharapkan dapat membantu siswa untuk melek hukum dan konstitusi. Dengan melek hukum dan konstitusi berarti siswa mengetahui bahwa kehidupan baik sebagai pribadi, warga masyarakat dan sebagai warga negara atau bahkan sebagai warga dunia (negara sebagai warga bangsa-bangsa) diatur oleh hukum dan peraturan
2.1.4.5Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar PKn di SD
Standar kompetensi yang akan digunakan peneliti dalam penelitian adalah 4. Memiliki kebanggaan sebagai anak Indonesia dan kompetensi dasarnya adalah 4.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia, seperti kebhinekaan, kekayaan alam, dan keramahtamahan 4.2 Menampilkan rasa bangga sebagia anak Indonesia.
Dalam SK dan KD tersebut peneliti mengembangkannya menjadi 5 pertemuan. Dan pada setiap pertemuannya memiliki tujuan untuk mencapai SK dan KD tersebut.
2.1.4.6Kebudayaan di era Globalisasi
Dalam penelitian ini prototipe produk yang akan dikembangkan peneliti mengambil tema keanekaragaman budaya yang berkembang di era globalisasi. Prototipe ini memiliki tujuan agar siswa dapat mengambil sikap yang menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia di era globalisasi.
Oktyari (1998) menjelaskan keanekaragaman budaya merupakan sebuah konsep yang utama dalam pendidikan ilmu pengetahuan sosial. Keanekaragaman mengisyaratkan adanya perbedaan-perbedaan dan kesamaan menunjukkan adanya kemiripan-kemiripan. Dengan berpegang pada prinsip ini maka pembelajar akan mampu menghargai, menghormati, dan mengerti budaya sendiri maupun yang dimiliki kelompok lain. Kebersamaan maupun perbedaan ini dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat melalui: seni yang dimiliki, bahasa, organisasi sosialnya, organisasi ekonomi, dan sebagainya.
Zainul (2011) mengungkapkan globalisasi dapat membawa angin perubahan baru dalam kehidupan kita, baik sebagai individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Angin perubahan ini disatu sisi dapat membawa kemajuan, namun disisi lain dikhawatirkan akan menghancurkan atau sekurang-kurangnya mengikis negara bangsa.
Dari standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran PKn, peneliti akan mengembangkan SK dan KD tersebut sesuai dengan teori-teori perkembangan, teori pembelajaran dan teori model pembelajaran yang nantinya akan dikemas dalam sebuah bahan ajar yang berbentuk LKS.