• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Hasil angket penelitian

Hasil dari kuesioner penelitian dianalisis dengan cara diuraikan dalam bentuk tabel mean (rata-rata) nilai jawaban pertanyaan. Kemudian analisa hasil dari kuesioner didukung oleh hasil wawancara dan penelusuran pustaka. Berikut penyajian tabel hasil kuesioner yang diberikan kepada 50 karyawan swasta di ESQ Group.

1. Variabel Word of Mouth (WOM)

Variabel WOM terdiri dari dua dimensi yaitu volume dan dispersi. Volume adalah elemen yang mengukur banyaknya WOM yang ada.3 Sedangkan dispersi adalah penyebaran WOM pada komunitas sejenis atau di luar komunitas homogen.4

Dimensi volume memiliki beberapa indikator yaitu seringnya mendiskusikan informasi tersebut dengan orang lain, seringnya mendengar informasi atau testimoni, sering mendengar berita atau iklan promosi melalui berbagai saluran seperti media cetak, elektronik, internet, maupun media sosial.

Sedangkan indikator-indikator dimensi dispersi adalah mengetahui informasi dari kalangan sendiri seperti orang tua, saudara, kerabat, atau tetangga maupun komunitas luas seperti teman kampus, rekan kerja, pemberi informasi resmi dari pencipta produk (dalam hal ini Baznas), hingga ulama. Berikut adalah pembahasan hasil kuesioner

3

Octaviantika Benazir Kumala, h.29

4

59

yang disajikan per butir pertanyaan dalam bentuk distribusi frekuensi relatif.

a. Hasil angket tentang seringnya mendiskusikan atau mendengar testimoni orang lain tentang zakat profesi di Baznas

Persentase jawaban cenderung tinggi pada jawaban tidak pernah sama sekali sebanyak 24% dan tidak pernah sebanyak 42%. Hal ini menunjukkan bahwa topik tentang zakat profesi bukan merupakan bahan diskusi para karyawan dengan orang lain. Beberapa karyawan dari jumlah yang diwawancarai menyatakan bahwa ada yang pernah membicarakan zakat penghasilan namun lainnya tidak pernah. Karyawan yang tidak pernah membicarakan zakat profesi menyatakan bahwa topik obrolan dengan orang lain adalah cenderung masalah pekerjaan. Hal tersebut dapat dilihat dari tabel distribusi frekuensi di bawah ini :

Tabel 4.7

Hasil kuesioner untuk WOM dimensi volume pertanyaan pertama

b. Hasil angket tentang sering mendengar berita atau iklan zakat profesi di Baznas

Jawaban responden mengarah kepada pengalaman pernah mendengar berita dan iklan. Sebanyak 26% responden menyatakan mungkin pernah, sebanyak 28% menyatakan pernah, dan 20% menyatakan sering mendengarkan berita dan iklan tentang zakat profesi di Baznas. Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh, diketahui bahwa para karyawan cukup familiar dengan bentuk

Jawaban Frekuensi Persentase Tidak Pernah Sama Sekali 12 24%

Tidak Pernah 21 42%

Mungkin Pernah 8 16%

Pernah 9 18%

Sering 0 0%

60

promosi Baznas melalui media spanduk atau berita di televisi. Hal tersebut dapat dilihat melalui tabel distribusi frekuensi berikut ini :

Tabel 4.8

Hasil kuesioner untuk WOM dimensi volume pertanyaan ke-2

c. Hasil angket tentang mengetahui zakat profesi di Baznas dari orang terdekat

Diketahui bahwa responden yang menjawab tidak mengetahui zakat profesi di Baznas dari orang terdekat seperti orang tua, saudara, kerabat, atau tetangga sebanyak 32%. Sebanyak 16% menyatakan tidak tahu sama sekali. Responden yang menjawab mungkin tahu sebanyak 30%, tahu sebanyak 16%, dan cukup tahu sebanyak 6%. Data ini menunjukkan bahwa penyebaran informasi tentang zakat profesi di Baznas di kalangan keluarga atau lingkungan sekitar rumah masih rendah. Hal tersebut dapat dilihat melalui tabel distribusi frekuensi berikut ini :

Tabel 4.9

Hasil kuesioner untuk WOM dimensi dispersi pertanyaan ke-1 Jawaban Frekuensi Persentase Tidak Pernah Sama Sekali 9 18%

Tidak Pernah 4 8%

Mungkin Pernah 13 26%

Pernah 14 28%

Sering 10 20%

Selalu 0 0%

Jawaban Frekuensi Persentase Tidak Tahu Sama Sekali 8 16%

Tidak Tahu 16 32%

Mungkin Tahu 15 30%

Tahu 8 16%

Cukup Tahu 3 6%

61

a. Hasil angket tentang mengetahui zakat profesi Baznas dari teman kampus atau rekan kerja

Sebanyak 38% responden yang menjawab tidak tahu dan 16% responden yang menjawab tidak tahu sama sekali diketahui tidak mengetahui zakat profesi di Baznas dari rekan kerja atau teman kampus. Sisanya menyatakan jawaban bahwa mereka mengetahui zakat profesi di Baznas melalui teman kampus atau rekan kerja. Hal ini dapat dilihat pada tabel distribusi frekuensi berikut ini :

Tabel 4.10

Hasil kuesioner untuk WOM dimensi dispersi pertanyaan ke-2

e. Hasil angket tentang mengetahui zakat profesi di Baznas dari karyawan atau petugas promosi Baznas

Para responden lebih banyak menjawab tidak tahu dan tidak tahu sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya interaksi antara petugas promosi atau karyawan Baznas dengan para karyawan. Hal tersebut dapat dilihat dari tabel sebaran frekuensi berikut ini :

Tabel 4.11

Hasil kuesioner untuk WOM dimensi dispersi pertanyaan ke-3 Jawaban Frekuensi Persentase

Tidak Tahu Sama Sekali 8 16%

Tidak Tahu 19 38%

Mungkin Tahu 16 32%

Tahu 5 10%

Cukup Tahu 2 4%

Sangat 0 0%

Jawaban Frekuensi Persentase Tidak Tahu Sama

Sekali 15 30% Tidak Tahu 23 46% Mungkin Tahu 4 8% Tahu 6 12% Cukup Tahu 1 2% Sangat Tahu 0 0%

62

f. Hasil angket tentang mengetahui zakat profesi di Baznas dari tausyiah ulama

Para responden lebih banyak menjawab tidak tahu dan tidak tahu sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya tausyiah ulama di berbagai media yang mengangkat zakat penghasilan. Acara siraman rohani di televisi atau ceramah agama di masjid biasanya mengangkat tema permasalahan keseharian seperti relasi dengan Allah (hablumminallah) dan relasi dengan sesama manusia (hablumminannaas) seperti akhlakul karimah atau akhlak terpuji. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel sebaran frekuensi berikut ini.

Tabel 4.12

Hasil kuesioner untuk WOM dimensi dispersi pertanyaan ke-4

2. Variabel niat berzakat profesi

Variabel niat berzakat profesi terdiri dari beberapa indikator yaitu : 1) menyatakan keinginan untuk mencari informasi lagi tentang

zakat profesi

2) menunjukkan ketertarikan untuk mendaftar menjadi muzaki 3) mempertimbangkan untuk berzakat profesi

4) menyatakan keinginan untuk berzakat profesi

5) menyatakan keinginan untuk menyalurkan zakat profesi melalui saluran yang disediakan

6) menunjukkan ketertarikan kepada fasilitas-fasilitas berzakat yang ditawarkan, dan

Jawaban Frekuensi Persentase Tidak Tahu Sama

Sekali 10 20% Tidak Tahu 19 38% Mungkin Tahu 12 24% Tahu 7 14% Cukup Tahu 2 4% Sangat 0 0%

63

7) menyatakan keinginan berzakat profesi karena beberapa motivasi seperti keimanan, pengetahuan, pendapatan, dan kredibilitas Baznas.

Berikut adalah paparan hasil kuesioner tentang niat berzakat profesi yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi relatif. a. Hasil angket mengenai pencarian informasi lagi tentang zakat profesi

di Baznas

Sebanyak 36% responden cukup setuju dan 56% responden setuju untuk mencari informasi lagi terkait zakat profesi di Baznas dari beragam sumber. Sikap setuju tersebut sesuai dengan tahapan pengambilan keputusan dalam konsep niat beli. Setelah publik mengenal suatu produk, publik kemudian mencari informasi dari bermacam-macam sumber untuk dievaluasi. Pada saat evaluasi tersebut, mulai terbentuk niat dalam diri. Begitu pula dalam niat berzakat profesi di Baznas karena pada dasarnya zakat penghasilan merupakan salah satu produk yang ditawarkan oleh Baznas kepada khalayak. Para karyawan yang sedang mengenal zakat profesi yang ditawarkan oleh Baznas, kemudian tidak serta merta langsung mengeluarkan zakatnya, namun mencari informasi terlebih dahulu melalui berbagai sumber informasi. Tahap pencarian informasi tersebut menjadi penting karena dapat menimbulkan niat berzakat atau tidak. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel distribusi frekuensi berikut ini :

Tabel 4.13

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan pertama

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 0 0%

Tidak Setuju 3 6%

Agak Tidak Setuju 1 2% Cukup Setuju 18 36%

Setuju 28 56%

64

b. Hasil angket mengenai pengecekan media resmi Baznas

Para karyawan juga ingin mencari informasi yang disampaikan langsung oleh Baznas melalui media sosial dan situs web resminya. Mengecek media sosial dan situs web-nya merupakan bagian dari tahapan pencarian informasi dan langkah konfirmasi dari penelusuran informasi dari berbagai sumber yang telah dilakukan. Hal ini dapat dilihat melalui tabel distribusi frekuensi berikut.

Tabel 4.14

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-2

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 0 0% Tidak Setuju 3 6% Agak Tidak Setuju 7 14% Cukup Setuju 13 26% Setuju 26 52% Sangat Setuju 1 2%

c. Hasil angket mengenai ketertarikan untuk menjadi muzaki Baznas secara langsung

Diketahui bahwa 34% responden cukup tertarik untuk meregistrasikan diri sebagai muzaki Baznas langsung di kantornya. Kelompok responden yang menjawab setuju mungkin memiliki niat untuk mendaftar sekaligus menambah informasi terkait zakat penghasilan dan Baznas itu sendiri. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel sebaran frekuensi berikut.

65

Tabel 4.15

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-3

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 1 2% Tidak Setuju 9 18% Agak Tidak Setuju 16 32% Cukup Setuju 17 34% Setuju 5 10% Sangat Setuju 1 2%

d. Hasil angket tentang ketertarikan mendaftar menjadi muzaki melalui situs web Baznas

Lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 32% dan setuju yaitu sebanyak 26% daripada responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 2%, tidak setuju sebanyak 6%, dan agak tidak setuju sebanyak 34%. Hal tersebut menunjukkan para karyawan menyukai cara praktis dan lebih dekat dengan tangan mereka untuk mendaftarkan diri menjadi muzaki di Baznas yaitu melalui formulir online di muzaki corner yang terdapat di situs web Baznas yaitu www.baznas.go.id karena mereka tidak perlu repot mengunjungi kantor Baznas. Hal ini dapat dilihat melalui tabel sebaran frekuensi berikut.

Tabel 4.16

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-4

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 1 2% Tidak Setuju 3 6% Agak Tidak Setuju 17 34% Cukup Setuju 16 32% Setuju 13 26% Sangat Setuju 0 0%

66

e. Hasil angket mengenai mempertimbangkan berzakat profesi di Baznas bulan depan

Lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 38%, setuju yaitu sebanyak 28%, dan sangat setuju sebanyak 2% daripada responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 2%, tidak setuju sebanyak 6%, dan agak tidak setuju sebanyak 12%. Hal ini menunjukkan bahwa para karyawan setuju untuk mempertimbangkan menunaikan zakat profesi di Baznas bulan depan. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara. Beberapa karyawan yang diwawancara menyatakan bahwa mereka memiliki keinginan berzakat profesi di Baznas mulai bulan depan sejak melakukan wawancara dengan penulis. Hal di atas dapat dilihat pada tabel sebaran frekuensi berikut :

Tabel 4.17

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-5

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 1 2% Tidak Setuju 3 6% Agak Tidak Setuju 12 24% Cukup Setuju 19 38% Setuju 14 28% Sangat Setuju 1 2%

f. Hasil angket mengenai berzakat profesi di Baznas sekarang

Lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 30%, setuju yaitu sebanyak 20%, dan sangat setuju sebanyak 2% daripada responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 4%, tidak setuju sebanyak 12%, dan agak tidak setuju sebanyak 32%. Hal ini menunjukkan bahwa para karyawan setuju untuk menunaikan zakat penghasilan di Baznas sekarang atau setelah

67

menerima informasi tentang zakat profesi di Baznas. Hal ini sesuai dengan pepatah yang terdapat di masyarakat yaitu “niat baik harus disegerakan”. Hal tersebut dapat dilihat melalui tabel sebaran frekuensi berikut.

Tabel 4.18

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-6

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 2 4% Tidak Setuju 6 12% Agak Tidak Setuju 16 32% Cukup Setuju 15 30% Setuju 10 20% Sangat Setuju 1 2%

g. Hasil angket mengenai ketertarikan untuk memiliki Baznas Card dan NPWZ

Lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 40%, setuju yaitu sebanyak 24%, daripada responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 4%, tidak setuju sebanyak 8%, dan agak tidak setuju sebanyak 24%. Hal ini menunjukkan bahwa Baznas Card dan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) yang tercantum dalam kartu tersebut dapat menarik minat para karyawan. Hal tersebut dapat dilihat melalui tabel sebaran frekuensi di bawah ini.

68

Tabel 4.19

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-7

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 2 4% Tidak Setuju 4 8% Agak Tidak Setuju 12 24% Cukup Setuju 20 40% Setuju 12 24% Sangat Setuju 0 0%

h. Hasil angket tentang ketertarikan untuk mengunduh aplikasi “muzaki” Lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 44%, setuju yaitu sebanyak 20%, daripada responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 2%, tidak setuju sebanyak 10%, dan agak tidak setuju sebanyak 22%. Hal ini menunjukkan penetrasi Baznas ke dalam dunia teknologi informasi dengan merilis aplikasi „muzaki’ yang berbasis android disukai oleh para karyawan karena cukup memudahkan mereka mengonfirmasi pembayaran zakat mereka sehingga mereka tidak perlu repot mengetik sms untuk mengonfirmasi pembayaran zakat mereka dan memudahkan mereka menerima laporan penyetoran zakat atau Bukti Setor Zakat (BSZ). Penggunaan aplikasi „muzaki’ memang cukup memudahkan muzaki untuk mengonfirmasi penyetoran zakat. Langkah-langkah pengonfirmasian pembayaran zakat telah dilakukan oleh penulis dalam aplikasi tersebut. Muzaki cukup masuk ke dalam aplikasi di perangkat ponsel mereka kemudian klik menu bar laporan kemudian klik konfirmasi pembayaran lalu akan muncul formulir konfirmasi. Kolom-kolom yang perlu diisi dalam formulir tersebut adalah bank yang dipilih muzaki untuk menyetorkan zakat, saluran pembayaran (ATM,

Internet Banking, Mobile Banking, atau Layanan Jemput Zakat), jenis pembayaran (Zakat, Infaq, atau Sedekah), dan nominal yang disetor. Setelah formulir telah diisi lengkap, muzaki dipersilahkan untuk

69

mengklik “konfirmasi” untuk menyudahi semua proses pengonfirmasian. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel sebaran frekuensi berikut.

Tabel 4.20

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-8

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 2 4% Tidak Setuju 5 10% Agak Tidak Setuju 11 22% Cukup Setuju 22 44% Setuju 10 20% Sangat Setuju 0 0%

i. Hasil angket mengenai ketertarikan untuk berzakat profesi melalui

internet banking

Lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 36%, setuju yaitu sebanyak 32%, daripada responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 2%, tidak setuju sebanyak 8%, dan agak tidak setuju sebanyak 22%. Hal ini selain menunjukkan bahwa kecanggihan teknologi dalam sistem perzakatan disukai para karyawan, saluran internet banking juga merupakan saluran transmisi keuangan yang disukai oleh para karyawan untuk bertransaksi. Hal tersebut dapat dilihat melalui tabel sebaran frekuensi berikut.

Tabel 4.21

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-9

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 1 2% Tidak Setuju 4 8% Agak Tidak Setuju 11 22% Cukup Setuju 18 36% Setuju 16 32%

70

j. Hasil angket mengenai ketertarikan untuk berzakat profesi melalui ATM

Lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 34%, setuju yaitu sebanyak 32%, daripada responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 2%, tidak setuju sebanyak 10%, dan agak tidak setuju sebanyak 22%. Hal ini menunjukkan bahwa membayar zakat penghasilan melalui transfer ATM juga diminati oleh para karyawan karena para karyawan dewasa kini tidak lepas dari ATM untuk melakukan penyelesaian akhir (settlement) terkait keuangan seperti tarik tunai, transfer, hingga setor tunai. Dompet Dhuafa mengungkapkan bahwa lebih dari 90% dari muslim kelas menengah membayar zakat via electronic channel

seperti transfer ATM, atau debit.5 Hal tersebut dapat dilihat melalui tabel sebaran frekuensi berikut.

Tabel 4.22

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-10

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 1 2% Tidak Setuju 5 10% Agak Tidak Setuju 11 22% Cukup Setuju 17 34% Setuju 16 32% Sangat Setuju 0 0%

k. Hasil angket mengenai berzakat profesi melalui mobile banking

Lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 26%, setuju yaitu sebanyak 34%, daripada

5

Yuswohady, dkk. , Marketing To The Middle Class Muslim, (Jakarta : Gramedia, 2015), h.191 Sangat Setuju 0 0%

71

responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 2%, tidak setuju sebanyak 12%, dan agak tidak setuju sebanyak 26%. Hal ini menunjukkan bahwa saluran mobile banking juga diminati oleh para karyawan untuk menyampaikan zakat penghasilannya di Baznas. Hal ini diamini oleh beberapa karyawan yang berhasil diwawancarai. Mereka menyatakan ingin menyalurkan zakat profesi mereka di Baznas melalui saluran ini dengan alasan praktis. Hal ini dapat dilihat melalui tabel sebaran frekuensi berikut.

Tabel 4.23

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-11

l. Hasil angket tentang ketertarikan dengan fasilitas berzakat profesi di Baznas

Lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 24%, setuju yaitu sebanyak 34%, dan sangat setuju sebanyak 4% daripada responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 6%, tidak setuju sebanyak 12%, dan agak tidak setuju sebanyak 20%. Hal ini menunjukkan bahwa insentif yang dilakukan oleh pemerintah untuk menarik dana zakat dari kalangan profesional disambut baik oleh para karyawan yang notabene mengisi SPT dan membayarkan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21 setiap tahun pajak. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel distribusi frekuensi berikut.

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 1 2% Tidak Setuju 6 12% Agak Tidak Setuju 13 26% Cukup Setuju 13 26% Setuju 17 34% Sangat Setuju 0 0%

72

Tabel 4.24

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-12

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 3 6% Tidak Setuju 6 12% Agak Tidak Setuju 10 20% Cukup Setuju 12 24% Setuju 17 34% Sangat Setuju 2 4%

m. Hasil angket mengenai keinginan berzakat profesi karena iman dan takwa kepada Allah SWT

Berdasarkan tabel di atas, lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 18%, setuju yaitu sebanyak 28%, dan sangat setuju sebanyak 30% daripada responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 2%, tidak setuju sebanyak 4%, dan agak tidak setuju sebanyak 18%. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi keimanan dan ketaqwaan seorang karyawan muslim menimbulkan niat untuk menunaikan zakat penghasilan yang diperintahkan oleh Allah SWT melalui Alquran. Mereka pun percaya bahwa dengan membayarkan zakat penghasilan mereka, mereka akan merasakan kesucian jiwa. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel sebaran frekuensi berikut.

Tabel 4.25

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-13

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 1 2% Tidak Setuju 2 4% Agak Tidak Setuju 9 18%

73

n. Hasil angket mengenai keinginan berzakat profesi karena pengetahuan berzakat

Lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 30%, setuju yaitu sebanyak 36%, dan sangat setuju sebanyak 8% daripada responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 2%, tidak setuju sebanyak 8%, dan agak tidak setuju sebanyak 16%. Hal ini menunjukkan bahwa para karyawan sudah memiliki pengetahuan yang cukup untuk berzakat profesi di Baznas. Mereka sudah mengetahui kemudahan menyetorkan zakat profesi melalui saluran-saluran penyetoran zakat yang disediakan sehingga mereka tahu bahwa Baznas merupakan institusi yang tepat untuk menyalurkan zakat mereka. Hal ini dapat dilihat melalui tabel distribusi frekuensi berikut.

Tabel 4.26

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-14

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 1 2% Tidak Setuju 4 8% Agak Tidak Setuju 8 16% Cukup Setuju 15 30% Setuju 18 36% Sangat Setuju 4 8%

o. Hasil angket mengenai keinginan berzakat karena pendapatan

Lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 24%, setuju yaitu sebanyak 36%, dan sangat setuju sebanyak 18% daripada responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 4%, tidak setuju sebanyak 8%, dan agak tidak setuju

Cukup Setuju 9 18%

Setuju 14 28%

74

sebanyak 12%. Hal ini menunjukkan bahwa bagi karyawan, menunaikan perintah Allah SWT untuk menyisihkan 2,5% dari penghasilan mereka untuk dikeluarkan zakatnya sama sekali tidak mengurangi anggaran untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Analisa penulis diperkuat dengan hasil survei tim penulis buku “Marketing To The Middle Class Muslim” yang mengungkap bahwa 5,5% dari total pengeluaran muslim kelas menengah setiap bulannya digunakan untuk zakat padahal zakat penghasilan yang diwajibkan hanya 2,5% dari total penghasilan.6 Hal tersebut dapat dilihat melalui tabel distribusi frekuensi berikut.

Tabel 4.27

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-15

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 2 4% Tidak Setuju 4 8% Agak Tidak Setuju 6 12% Cukup Setuju 12 24% Setuju 18 36% Sangat Setuju 8 18%

p. Hasil angket mengenai keinginan berzakat profesi karena profesionalisme Baznas

Lebih banyak responden yang memberikan jawaban cukup setuju yaitu sebanyak 40%, setuju yaitu sebanyak 34%, dan sangat setuju sebanyak 8% daripada responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 2%, tidak setuju sebanyak 10%, dan agak tidak setuju sebanyak 6%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja baik dari lembaga zakat bentukan pemerintah ini dalam menghimpun, mendayagunakan,

6

75

dan menyalurkan dana zakat menimbulkan kepercayaan para karyawan dan menarik minat mereka untuk berzakat profesi di Baznas. Hal ini dapat dilihat melalui tabel distribusi frekuensi berikut

Tabel 4.28

Hasil kuesioner untuk niat berzakat profesi pertanyaan ke-16

Jawaban Frekuensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 1 2% Tidak Setuju 5 10% Agak Tidak Setuju 3 6% Cukup Setuju 20 40% Setuju 17 34% Sangat Setuju 4 8%

Dokumen terkait