KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori
7. Hasil Belajar
a. Pengertian Hasil belajar
Hasil belajar merupakan realisasi atau pemekaran kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Disekolah,
hasil belajar dapat dilihat dari penguasaan siswa akan mata pelajaran yang ditempuhnya. Tingkat penguasaan pelajaran atau hasil belajar dalam mata pelajaran tersebut di sekolah dilambangkan dengan angka atau huruf, seperti angka 0 s/d 10 pada pendidikan dasar dan menengah dan huruf A, B, C, D pada pendidikan tinggi (Hakim, 2015, hal. 27-28).
Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotoris”. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan, partisipasi, penilaian, organisasi dan pembentukan pola hidup. Ranah psikomotor berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek, yaitu gerakan terbiasa, kesiapan, persepsi, penyesuaian pola gerakan, gerakan kompleks, dan kreativitas.
Dari ketiga ranah tersebut, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran (Hakim, 2015, hal. 27-28).
Jadi dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah apa yang dihasilkan oleh proses belajar mengajar yang mempunyai tujuan tertentu yang berbentuk kognitif, afektif, dan psikomotorik tergantung kemampuan yang dimiliki oleh siswa itu.
b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar digolongkan menjadi faktor individu dan faktor lingkungan.
1) Faktor-faktor individu a) Faktor jasmaniah b) Psikis atau rohaniah 2) Faktor-faktor lingkungan
a) Faktor keluarga b) Faktor sekolah c) Faktor masyarakat
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah:
1) Faktor yang ada pada diri orang itu sendiri yang disebut faktor individual, meliputi:
a) Faktor pertumbuhan.
b) Kecerdasan.
c) Latihan.
d) Motivasi.
e) Faktor pribadi.
2) Faktor yang ada diluar individu yang disebut faktor sosial, meliputi:
a) Faktor keluarga.
b) Guru.
c) alat mengajar
d) Lingkungan dan kesempatan.
e) Motivasi (Hakim, 2015, hal. 28-29).
Siswa di dalam melaksanakan proses belajar mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam diri siswa itu sendiri maupun dari luar. Faktor-faktor yang menyangkut keadaan diri siswa baik keadaan fisik maupun psikologis serta keadaan yang berada di luar diri siswa seperti lingkungan, sangat berpengaruh terhadap hasil belajar yang dicapai (Hakim, 2015, hal. 29-30).
c. Fungsi Hasil Belajar
Usaha untuk mengetahui hasil belajar siswa dapat dilakukan melalui evaluasi. Hasil belajar dapat berfungsi untuk:
1) Mengetahui kemajuan kemampuan belajar siswa.
2) Mengetahui status akademis seorang siswa dalam kelompok atau kelasnya.
3) Mengetahui penguasaan, kekuatan, dan kelemahan seorang siswa atas suatu unit pelajaran.
4) Mengetahui efesiensi metode mengajar yang digunakan guru.
5) Menunjang pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan di sekolah yang bersangkutan.
6) Memberi laporan kepada siswa dan orang tua siswa. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan promosi siswa.
7) Hasil evalusai dapat digunakan keperluan pengurusan.
8) Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan perencanaan pendidikan.
9) Memberi informasi kepada masyarakat yang memerlukan.
10) Merupakan bahan masukan bagi siswa, guru, dan program pengajaran.
11) Sebagai alat motivasi belajar mangajar (Hakim, 2015, hal. 30).
8. Aktivitas Belajar
Menurut Anton M. Mulyono (2000), Aktivitas artinya
“kegiatan/keaktifan”. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun nonfisik, merupakan suatu aktivitas. Belajar adalah Suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Aspek tingkah laku tersebut adalah:
pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis atau budi pekerti dan sikap. Jika seseorang telah belajar maka akan terlihat terjadinya perubahan pada salah satu atau beberapa aspek tingkah laku tersebut (Mulyono, 2000, p. 26).
Selanjutnya Sardiman A.M. (2003) menyatakan: “Belajar sebagai suatu proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep ataupun teori”. Dalam proses interaksi ini terkandung dua maksud yaitu:
a. Proses Internalisasi dari sesuatu ke dalam diri yang belajar.
b. Proses ini dilakukan secara aktif dengan segenap panca indera ikut berperan.
Dari uraian tentang belajar di atas peneliti berpendapat bahwa dalam belajar terjadi dua proses yaitu:
a. Perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang sedang belajar.
b. Interaksi dengan lingkungannya, baik berupa pribadi, fakta, dsb (Sudirman, 2003, p. 22).
Berdasarkan pendapat diatas disimpulkan bahwa aktivitas belajar adalah segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada siswa, sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif. Suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktivan siswa secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar yang berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
Aktivitas belajar itu banyak sekali macamnya, sehingga para ahli mengadakan klasifikasi. Paul D. Dierich mengklasifikasikan aktivitas belajar atas delapan kelompok, yaitu:
a. Kegiatan-kegiatan Visual
Membaca, melihat gambar-gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran, dan mengamati orang lain bekerja dan bermain.
b. Kegiatan-kegiatan Lisan (oral)
Mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskusi dan interupsi.
c. Kegiatan-kegiatan Mendengarkan
Mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, mendengarkan suatu permainan, mendengarkan radio.
d. Kegiatan-kegiatan Menulis
Menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan kopi, membuat rangkuman, mengerjakan tes dan mengisi angket.
e. Kegiatan-kegiatan Menggambar
Menggambar, membuat grafik, chart, diagram, peta dan pola.
f. Kegiatan-kegiatan Metrik
Melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, menari dan berkebun g. Kegiatan-kegiatan Mental
Merenung, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis faktor-faktor, melihat hubungan-hubungan dan membuat keputusan.
h. Kegiatan-kegiatan Emosional
Minat, membedakan, berani, tenang dan lain-lain (Hamalik, 2001, p. 172).
Berdasarkan pengertian aktivitas tersebut di atas, bahwa dalam belajar sangat dituntut keaktifan siswa. Siswa yang lebih banyak melakukan kegiatan sedangkan guru lebih banyak membimbing dan mengarahkan. Tujuan pembelajaran tidak mungkin tercapai tanpa adanya aktivitas siswa.