LANDASAN TEORI
A. Kajian Pustaka
3. Hasil Belajar
a. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sebagai hasil kegiatan belajar. Pengertian hasil belajar dipertegas oleh Nawawi (Brahim
2007:39) yang dapat diartikan sebagai tingkatan keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pembelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pembelajaran tertentu. Sedangkan Susanto (2013:5) menyatakan yang dimaksud hasil belajar siswa adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Karena belajar merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif tetap. Dalam kegiatan pembelajaran biasanya guru menyampaikan tujuan yang menjadi keberhasilan untuk mencapai hasil belajar.
Untuk mencapai hasil belajar yang telah sesuai dengan tujuan yang dikehendaki dapat diketahui melalaui evaluasi. Sunal (1993:94) mengemukakan bahwa evaluasi merupakan proses penggunaan informasi untuk membuat pertimbangan seberapa efektif suatu program telah memenuhi kebutuhan siswa. Djemari (2008:8) menyatakan evaluasi merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam meningkatkan kualitas, kinerja atau produktivitas. Dari pernyataan mengenai hasil belajar dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan hasil kegiatan untuk mengukur pemahaman materi yang menjadi tujuan proses pembelajaran dengan serangkaian tes. b. Macam-macam Hasil Belajar
Dalam mencapai hasil belajar terdapat macam-macam hasil belajar meliputi pemahaman konsep (aspek kognitif), keterampilan proses (aspek psikomotorik), dan sikap siswa (aspek afektif).
Pemahaman menurut Bloom (dalam Susanto, 2013:6) pemahaman diartikan sebagai kemampuan menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Pemahaman menurut Bloom ini adalah seberapa besar siswa mampu menerima, menyerap, dan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa, atau sejauh mana siswa dapat memahami serta mengerti apa yang ia baca, yang dilihat, yang dialami, atau yang ia rasakan berupa hasil penelitian atau observasi langsung yang dilakukan.
2) Keterampilan Proses
Usman dan Setiawati (dalam Susanto, 2013:10) mengemukakan keterampilan proses merupakan keterampilan yang mengarah kepada pembangunan kemampuan mental, fisik, dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan yang lebih tinggi. Kemampuan berarti cara untuk menggunakan pikiran dan perbuatan secara efektif. Indrawati (1993:3) menyatakan bahwa keterampilan proses merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif dan psikomotorik) yang dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep atau prinsip atau teori. Dalam melatih keterampilan proses, secara bersama dapat dikembangkan sikap-sikap yang dikehendaki, seperti kreativitas, kerjasama, bertanggung jawab, dan disiplin sesuai dengan penekanan bidang studi.
3) Sikap
Menurut Lange (dalam Susanto, 2013:10), sikap dapat diartikan tidak hanya merupakan aspek mental semata, melainkan mencakup pula aspek respon fisik. Jadi, sikap harus ada kekompakan antara mental dan fisik secara
serempak. Kekompakan antara mental dan fisik harus terjadi, jika mental saja yang dimunculkan, maka belum tentu tampak secara jelas sikap seseorang yang ditujukan. Jadi sikap dapat diartikan hubungan yang memberikan respon atau bereaksi dari dalam diri sendiri.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Dalam penerapan konsep hasil belajar terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, menurut Gestalt (dalam Susanto, 2013:12) belajar merupakan suatu proses perkembangan. Artinya bahwa secara kodrat jiwa raga anak mengalami perkembangan. Perkembangan sendiri memerlukan suatu baik yang berasal dari diri siswa sendiri. Berdasarkan teori hasil belajar terdapat faktor yang mempengaruhinya, yaitu faktor internal dan faktor eksternal
1) Faktor Internal
Faktor yang bersumber dari diri peserta didik, yang mempengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini meliputi : kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.
2) Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang berasal dari luar diri peserta didik yang mempengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.
4) IPS
a. Pengertian IPS
Susanto (2014:6) menyatakan IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial humaniora, yaitu sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, polotik, dan budaya. Ilmu pengetahuan sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomela sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu sosial di atas. Somantri (dalam Sapriya, 2009:10) mengatakan bahwa pendidikan IPS adalah seleksi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan. Dengan IPS para siswa akan dapat mengerti kenyataan hidup dalam masyarakat, dengan begitu banyak permasalahan dan dengan pembelajaran IPS pula siswa mengerti bahwa pemecahan dari permasalahan tersebut tidak dapat dipecahkan hanya dengan ilmu pengetahuan saja.
Dari peryataan di atas maka dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan sosial adalah ilmu yang mempelajari manusia dan lingkungan baik di dalam kelompok maupun di masyarakat.
b. Tujuan IPS
Susanto (2010:145) menyebutkan ada beberapa tujuan dari pendidikan IPS diantaranya sebagai berikut:
1)Memiliki kesadaran dam kepedulian terhadap masyarakat atau lingkunganya.
2)Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang mengadaptasi dari ilmu-ilmu sosial dan kemudian digunakan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan sosial.
3)Mampu menggunakan model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan permasalahan yang berkembang di masyarakat
4)Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial serta mampu membuat analisis yang kritis dan kemudian mampu mengambil keputusan yang tepat.
5)Mampu mengembangkan berbagai potensi hingga mampu membangun diri sendiri. Ruang lingkup materi IPS di sekolah dasar yang telah tercantum dalam kurikulum adalah sebagai berikut:
Berdasarkan ruang lingkup materi di atas khususnya satu dan empat yang menyebutkan manusia, tempat, lingkungan, sistem sosial serta budaya, itu artinya siswa secara tidak sadar sudah mempelajari cara hidup yang bermasyarakat. Selain itu pembelajaran IPS ini bertujuan untuk meletakan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri.