• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Daya Saing Madu

Dalam dokumen HASIL PENELITIAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (Halaman 47-52)

DAYA SAING DAN STRATEGI PEMASARAN MADU BENGKULU

HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Daya Saing Madu

Perdagangan madu di Indonesia pada tahun 2009 mengalami defi sit yang cukup besar, hal tersebut mengindikasikan bahwa produksi madu kita masih sangat rendah, sementara potensi pasar dalam negeri sangat besar. Dengan total jumlah penduduk sekitar 254 juta jiwa dan asumsi konsumsi perkapita madu di Indonesia sebesar 30 gr/tahun paling tidak kita membutuhkan madu sebesar 7.500 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan madu domestik. Sementara produksi madu kita dari tahun ketahun terus menurun, sehingga tidak mengherankan jika Indonesia mengimpor madu dari negara lain untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri. Peluang pasar seperti ini seharusnya bisa dioptimalkan oleh masyarakat sekitar hutan agar mampu memproduksi madu dengan kualitas yang baik dan harga yang bersaing (Novandra, 2013).

Data Food and Agriculture Organization / FAO (2017), menunjukkan tren volume ekspor madu cenderung terus menurun sejak tahun 2010, meskipun pernah mengalami peningkatan yang signifi kan pada tahun 2009. Sementara itu, volume impor menunjukkan kenaikan yang cukup tinggi terutama dari tahun 2009 ketahun 2010 kemudian kembali menurun pada tahun 2012 seperti disajikan pada Gambar 1.

0 5000 10000 15000 20000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013

Jumlah Impor Madu (Ton) Jumlah Ekspor Madu (Ton) Produksi Madu (Ton)

Gambar 1.Volume Impor, Ekspor, dan Produksi Madu Indonesia

(Sumber : FAO, 2017, Statistik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2014)

Gambar 1. menunjukkan bahwa produksi madu nasional cenderung fl uktuatif, dimana mengalami kenaikan yang signi kan pada tahun 2007 dan 2008 kemudian mengalami penurunan pada tahun 2009 dan tahun 2010, kemudian kembali mengalami peningkatan signifi kan pada tahun 2011 dan kembali menurun pada tahun 2012 dan tahun 2013. Hal ini menunjukkan bahwa madu lokal belum mampu bersaing dengan produk madu impor baik dari segi kualitas maupun harga. Penelitian sebelumnya diketahui bahwa tingkat daya saing produk madu Indonesia menunjukkan indeks RCA sebesar 0,4 yang berarti Indonesia kurang memiliki keunggulan komparatif (Novandra, 2013).

Bauran Pemasaran dan Persepsi Konsumen Terhadap Madu Lingkungan Internal

Bauran pemasaran madu Bengkulu ditentukan oleh atribut lingkungan internal yang terdiri dari atribut harga, tempat, promosi, dan produk. Faktor lingkungan internal sebagai berikut :

1) Atribut harga meliputi, tersedianya informasi harga yang jelas, adanya konsistensi harga jual sehingga pelanggan tidak beralih ke produk lain, adanya konsistensi harga jual dari pembelian dan pemberian diskon/potongan harga. Faktor internal lainnya pada atribut harga adalah variasi metode pembayaran dan pemberian harga khusus bagi pengecer.

2) Atribut tempat meliputi, akses yang mudah di jangkau, tempat penjualan yang mudah terlihat dari sisi jalan, tampilan tempat penjualan yang menarik, adanya kerapian dan kebersihan dari tempat penjualan, tata ruang yang rapi dan menarik, penataan produk sesuai dengan jenis dan variasinya, ketersediaan fasilitas penunjang, adanya pintu masuk dan keluar ruangan. Faktor internal lainnya pada ketersediaan saluran penjualan/outlet, ketersediaan gudang persediaan barang.

3) Atribut promosi meliputi, promosi yang gencar (cetak, massa, brosur dan spanduk), model atau promosi yang menarik, promosi produk dengan pemberian informasi yang jelas, adanya harga khusus dari setiap pembelian pada hari-hari tertentu, adanya potongan harga khusus bagi konsumen yang sudah menjadi pelanggan tetap, adanya hadiah pada kemasan produk, adanya potongan harga pada pembelian jumlah banyak. Faktor internal lainnya adalah promosi melalui internet, pemasaran langsung melalui tenaga penjual, intensi kasi pelayanan konsumen, keramahan dan penampilan tenaga penjual dan keterlibatan dalam pameran dagang.

4) Atribut produk meliputi, adanya variasi produk, adanya keragaman produk yang sesuai dengan khasiat/manfaatnya, kemasan produk menarik dan praktis, kelengkapan informasi produk, disain produk yang beragam, aroma yang khas, rasa yang nikmat, manfaat/khasiat madu, jaminan kesehatan, kekentalan madu, pilihan rasa. Faktor internal lainnya adalah penetapan nama/merek yang mudah dikenal, pelabelan yang informatif dan bertanggung jawab, produk bundling serta kejujuran informasi produk.

Lingkungan Eksternal

Bauran pemasaran madu Bengkulu ditentukan oleh atribut lingkungan eksternal yang terdiri dari atribut harga, tempat, promosi, dan produk. Faktor lingkungan eksternal sebagai berikut:

1) Atribut harga, banyaknya produk madu dengan tawaran yang lebih murah, harga produk belum menunjukkan kualitas, manfaat/khasiat, harga produk lain sebagai pengganti madu, biaya distribusi dan transportasi yang mempengaruhi harga produk, kemampuan tawar menawar dengan pemasok, penetapan harga jual, permintaan konsumen terhadap madu belum jelas, fl uktuasi harga bahan baku, belum adanya produk madu yang menawarkan harga sesuai volume.

2) Atribut tempat : terbatasnya distributor madu, distributor produk madu lainnya yang kurang menarik, sarana serta fasilitas yang disediakan oleh distributor produk madu, adanya kebijakan pemerintah terkait perluasan sisi jalan, keterbatasan lahan untuk perluasan tempat serta potensi strategis wilayah yang mendukung.

3) Atribut promosi : promosi yang kurang gencar, perkembangan IPTEK, otonomi daerah terkait peraturan promosi, banyaknya agen promosi, banyaknya media promosi, uktuasi harga BBM serta masuknya madu impor dengan promosi yang lebih menarik.

4). Atribut produk : keterbatasan bahan baku, produk madu local Bengkulu belum banyak di pasaran, madu tidak disukai semua kalangan, madu kurang dibutuhkan setiap saat, kurangnya kesadaran masyarakat akan manfaat dari mengkonsumsi madu, adanya produk olahan madu tradisional, masuknya produk madu impor, belum banyaknya substitusi madu serta kemasan madu lokal.

Evaluasi Faktor Internal dan Eksternal

Tabel 1. Faktor Internal dalam Bauran Pemasaran

No. Atribut Faktor Internal Bobot Rating Skor

1 Harga

Tersedianya informasi harga yang jelas 0.034 4.2 0.145 Adanya konsistensi harga jual sehingga pelanggan

tidak banyak beralih produk

0.030 3.5 0.105

Adanya konsistensi harga jual dari pembelian 0.032 3.9 0.125 Pemberian diskon/potongan harga 0.028 3.5 0.098

2 Tempat

Akses yang mudah di jangkau 0.035 4.3 0.152 Tempat penjualan yang mudah terlihat dari sisi jalan 0.035 4.3 0.152 Tampilan tempat penjualan yang menarik 0.034 4.2 0.144 Adanya kerapian dan kebersihan dari tempat

penjualan

0.035 4.4 0.158

Tata ruang (display) rapi dan menarik 0.031 3.8 0.121 Penataan produk pada display sesuai dengan jenis

dan variasinya

0.034 4.2 0.144

Ketersediaan fasilitas penunjang 0.029 3.7 0.110 Adanya pintu masuk dan keluar dalam ruangan 0.025 3 0.075

3 Promosi

Promosi yang gencar melalui media (cetak, massa, brosur dan spanduk)

0.033 4.1 0.136

Model atau gaya promosi yang menarik 0.030 3.8 0.116 Promosi produk dengan pemberian informasi yang

jelas

0.033 4.1 0.136

Adanya harga khusus dari setiap pembelian pada hari-hari tertentu

0.0316 3.9 0.123

Adanya potongan harga bagi konsumen yang sudah pelanggan tetap

0.029 3.5 0.102

Adanya hadiah pada kemasan produk 0.032 3.8 0.123 Adanya potongan harga pada pembelian jumlah

banyak

0.035 4.5 0.160

4 Produk

Adanya variasi produk sesuai dengan ukuran, volume yang diinginkan

0.037 4.5 0.167

Adanya keragaman produk sesuai dengan khasiat/ manfaat

0.031 3.7 0.116

Kemasan produk menarik dan praktis 0.033 4.1 0.137 Kelengkapan informasi produk 0.035 4.4 0.157 Desain produk yang beragam 0.030 3.8 0.117 Aroma yang sedap dan khas 0.030 3.6 0.109 Rasa yang nikmat 0.031 3.7 0.116 Manfaat/khasiat madu 0.030 3.6 0.110 Jaminan kesehatan 0.026 3.2 0.084 Kekentalan dari produk madu 0.029 3.5 0.103

Pilihan Rasa 0.028 3.4 0.096

Total 1 3.912

Berdasarkan Tabel 1. diatas diketahui skor tertinggi 0.160 adanya potongan harga pada pembelian jumlah banyak dan 0.167 adanya variasi produk sesuai dengan ukuran, volume yang diinginkan. Skor terendah adalah 0.075 adanya pintu masuk dan keluar dalam ruangan. Total skor matrik IFE sebesar 3.912, hal ini berarti kondisi internal berada pada daerah kuat yang berarti kekuatan yang dimiliki dapat mengatasi kelemahan dengan sangat baik. Sementara itu faktor internal yang mendominasi pada masing-masing atribut diuraikan sebagai berikut:

Atribut Harga 1.

Faktor internal yang mendominasi pada atribut harga adalah faktor tersedianya informasi harga yang jelas dengan skor 0,145 dan faktor adanya konsistensi harga jual dari pembelian dengan skor 0,125. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen madu Bengkulu menginginkan informasi dan konsistensi harga madu di pasaran, sehingga konsumen dapat menentukan pilihan produknya dengan tepat sesuai yang mereka butuhkan.

Atribut Tempat 2.

Faktor internal yang mendominasi pada atribut tempat adalah faktor adanya kerapihan dan kebersihan dari tempat penjualan dengan skor 0,158 dan faktor akses yang mudah dijangkau dengan skor 0,152, serta faktor tempat yang mudah terlihat dari sisi jalan dengan skor 0,152. Hal ini menjelaskan bahwa konsumen madu menginginkan akses yang mudah dan kenyamanan.

Atribut Promosi 3.

Faktor internal yang mendominasi pada atribut promosi adalah faktor adanya potongan harga pada pembelian jumlah banyak dengan skor 0,160 dan faktor promosi yang gencar melalui media dengan skor 0,136, serta faktor promosi produk dengan pemberian informasi yang jelas dengan skor 0,152. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen madu menginginkan adanya potongan harga dan informasi yang jelas akan produk madu, maka penjual hendaknya lebih gencar dalam melakukan promosi melalui berbagai media yang ada.

Atribut Produk 4.

Faktor internal yang mendominasi pada atribut produk adalah faktor adanya variasi produk sesuai dengan ukuran dan volume sesuai yang diinginkan dengan skor 0,167 dan faktor kelengkapan informasi produk dengan skor 0,152. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen menginginkan variasi serta informasi yang lengkap akan produk madu, dengan demikian konsumen dapat memperoleh produk sesuai kebutuhan mereka.

Hasil analisis eksternal menunjukkan bahwa potensi strategis wilayah memberikan nilai tertinggi yaitu sebesar 0.183 dan produk madu kurang diminati setiap saat memiliki nilai terendah sebesar 0.057. Total skor pada faktor eksternal adalah 3.225, hal ini menunjukkan kondisi eksternal atribut madu pada bauran pemasaran berada pada daerah tinggi yaitu perusahaan sangat baik dalam merespon peluang dan meminimalisasi ancaman. Untuk lebih jelasnya hasil evaluasi faktor eksternal dapat di sajikan pada Tabel 2. berikut ini.

Tabel 2. Matrik Evaluasi Faktor Ekternal Strategi Pemasaran Madu Bengkulu

No Atribut Faktor Eksternal Bobot Rating Skor

1 Harga

Banyaknya produk madu dengan tawaran yang lebih murah 0.030 2.44 0.075 Harga dari produk belum menunjukkan kualitas, manfaat/khasiat 0.037 2.89 0.107 Harga dari produk lain sebagai pengganti madu 0.030 2.44 0.074 Biaya distribusi, transportasi yang mempengaruhi harga produk 0.035 3.78 0.132 Kemampuan tawar menawar dengan pemasok 0.037 3.67 0.137 Adanya harga jual yang telah ditetapkan sebagai HET 0.030 3.33 0.100 Permintaan konsumen terhadap madu belum jelas 0.026 2.56 0.068 Fluktuasi harga bahan baku 0.034 3.11 0.106 Belum adanya produk madu yang menawarkan harga sesuai volume 0.029 2.67 0.079

2 Tempat

Distributor produk madu belum banyak 0.034 3.44 0.119 Distributor produk madu lainnya kurang menarik 0.026 2.78 0.072 Sarana dan fasilitas yang disediakan oleh distributor produk madu 0.028 2.78 0.078 Adanya kebijakan pemerintah terkait perluasan sisi jalan 0.024 2.78 0.068 Keterbatasan lahan untuk perluasan tempat 0.024 2.44 0.060 Potensi strategis wilayah yang mendukung pengembangan usaha 0.043 4.22 0.183

3 Promosi

Promosi yang kurang gencar 0.038 3.78 0.146

Perkembangan IPTEK 0.036 3.44 0.125

Otonomi daerah terkait peraturan promosi 0.028 2.55 0.071 Banyaknya agen promosi 0.033 3.22 0.106 Banyak media promosi 0.041 3.78 0.156 Fluktuasi harga BBM 0.029 3.44 0.102 Masuknya madu impor dengan promosi yang lebih menarik 0.030 3 0.090

4 Produk

Keterbatasan bahan baku 0.035 3.78 0.133 Produk madu lokal Bengkulu belum banyak di pasaran 0.035 3.33 0.118 Produk madu tidak disukai semua kalangan 0.026 2.67 0.069 Produk madu kurang dibutuhkan setiap saat 0.022 2.56 0.057 Kurangnya kesadaran masyarakat akan manfaat dari mengkonsumsi

madu

0.038 3.56 0.138

Adanya produk olahan madu yang tradisional 0.032 3.33 0.109 Musuknya produk madu impor 0.030 3.44 0.103 Belum banyaknya substitusi madu 0.039 3.67 0.145 Kemasan madu lokal 0.028 3.11 0.087

Total 1 3.225

Berdasarkan Tabel 2. diatas dapat diketahui faktor eksternal yang mendominasi pada masing-masing atribut sebagai berikut:

Atribut Harga 1.

Faktor eksternal yang mendominasi pada atribut harga adalah faktor kemampuan tawar- menawar dengan pemasok dengan skor 0,137 dan faktor biaya distribusi transportasi yang mempengaruhi harga produk dengan skor 0,132. Hal ini menunjukkan bahwa penentuan harga oleh penjual sangat tergantung pada harga dari pemasok dan biaya distribusi. Jika penjual dapat melakukan penawaran dan menekan biaya distribusi maka akan ditentukan harga yang efektif.

Atribut Tempat 2.

Faktor eksternal yang mendominasi pada atribut tempat adalah faktor potensi strategis wilayah yang mendukung pengembangan usaha dengan skor 0,183 dan faktor distributor produk madu belum banyak dengan skor 0,119. Hal ini menjelaskan bahwa pada penentuan tempat, penjual perlu mempertimbangkan potensi di wilayahnya dan lokasi dimana distributor madu belum banyak. Sehingga diperoleh lokasi yang tepat untuk penjualan.

Atribut Promosi 3.

Faktor eksternal yang mendominasi pada atribut promosi adalah faktor banyak media promosi dengan skor 0,156 dan faktor promosi yang kurang gencar dengan skor 0,146. Hal ini menunjukkan bahwa penjual hendaknya memanfaatkan media promosi yang ada untuk mempromosikan produk madu. Selain itu promosi juga harus dilakukan dengan gencar sehingga konsumen dapat mengetahui informasi produk madu dengan lengkap.

Atribut Produk 4.

Faktor eksternal yang mendominasi pada atribut produk adalah faktor belum banyak subtitusi madu dengan skor 0,145 dan faktor kurangnya kesadaran masyarakat akan manfaat mengkonsumsi madu dengan skor 0,138. Hal ini menunjukkan bahwa peluang madu masih besar karena produk subtitusi madu sebagai makanan kesehatan belum ada. Selain itu masyarakat belum menyadari manfaat mengkonsumsi madu, maka peluang produk madu juga sangat besar seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan tentunya dengan upaya memberikan informasi manfaat madu.

Analisis Matriks Internal Eksternal (IE)

Matriks IE diperoleh dari hasil analisis faktor internal dan eksternal peusahaan yang merupakan penggabungan antara total skor pada matrik EFE dan matriks IFE. Dengan disusunnya matriks IE, maka akan diketahui posisi perusahaan saat ini, sehingga akan lebih mudah untuk menentukan alternative strategi yang akan diterapkan. Matriks IE didasarkan nilai tertimbang yang diperoleh pada matriks IFE dan EFE. Nilai tertimbang sebesar 3.912 diperoleh dari matrik IFE, sedangkan matriks EFE menghasilkan nilai tertimbang sebesar 3.225. Melalui nilai tertimbang dalam matrik IFE dan EFE, maka dapat digambarkan posisi pemasaran madu Bengkulu. Berdasarkan analisis yang dilakukan sebelumnya, total yang di bobot pada Matriks IFE sebesar 3.912 yang bearti atribut madu mempunyai posisi internal yang kuat. Sedangakan pada matriks EFE skor totalnya sebesar 3.225 yang menunjukkan atribut madu mempunyai posisi eksternal yang kuat. Hal ini berarti bahwa atribut madu sangat baik dalam merespon peluang dan meminimalisasi ancaman. Total Matriks IFE dan Matriks EFE kemudian dipetakan dalam Matrik IE, sehingga diketahui posisi perusahaan.

Growth and Build

IV VII II V VIII III VI IX 4,0 3,0 2,0 1,0 3,0 2,0 1,0 Kuat 3,0-4,0 Rata-rata 2,0-2,99 Lemah 1,0-1,99 Tinggi 3,0-4,0 Rata-rata 2,0-2,99 Rendah 1,0-1,99 T O T A L N IL A I T E R T IM B A N G E F E ( 2,583)

Dalam dokumen HASIL PENELITIAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (Halaman 47-52)