POTENSI WISATA SUMBERDAYA PERAIRAN PULAU MASALEMBU
HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Pulau Masalembu
Kecamatan Masalembu merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur. Kecamatan Masalembu terletak di lepas pantai laut Jawa, kecamatan Masalembu terdiri dari 3 pulau yaitu Pulau Masalembu itu sendiri, Pulau Masakambing, dan Pulau Keramaian. Untuk menuju Pulau Masalembu pengunjung dapat menggunakan transportasi laut umum seperti kapal Fery yang ditempuh sekitar 18 jam apabila dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan 12 jam apabila dari Pelabuhan Kalianget Sumenep.
Pulau Masalembu memiliki luas kurang lebih 40,85 km2 yang dikelilingi oleh
lautan lepas. Maka dari itu pulau ini mempunyai panorama pantai-pantai yang sangat indah. Hal ini dapat dilihat dengan adanya adanya pasir putih yang membentang, ombak yang tenang dan air laut yang jernih dan masih bersih karena minimnya pencemaran. Pulau ini juga memiliki pantai yang menarik yaitu pantai kolam. Pantai kolam merupakan sebuah pantai yang dikelilingi oleh bebatuan alami yang membentuk sebuah kotak layaknya kolam. Pada pesisir pulau ini pengunjung juga dapat menikmati pantai yang banyak ditumbuhi tumbuhan mangrove. Selain wisata alam atau natural juga terdapat tempat wisata buatan seperti adanya danau buatan yang indah dan dikelilingi oleh rerumputan hijau dan pohon kelapa.
Gambar 1
Deskripsi potensi wisata Pulau Masalembu
Hal unik yang terdapat pada Pulau Masalembu yaitu rumah adat. Hal tersebut terjadi karena pulau ini mempunyai 3 etnis yaitu madura, bugis dan mandar. Rumah adat yang ada yaitu rumah panggung. Apabila pengunjung menyusuri pulau dapat melihat keunikan rumah tersebut. Rumah Panggung merupakan rumah dari etnis bugis dan mandar yang masih mempertahankan kebudayaannya. Dari deskripsi potensi wisata Pulau Masalembu dapat disimpulkan bahwa pengunjung dapat menikmati panorama pantai-pantai, keindahan flora dan budaya yang ada. Maka dapat diketahui Pulau Masalembu memiliki Obyek dan Daya Tarik Wisata yang meliputi natural, kultural dan sintetik.
Karakteristik Pengunjung Pulau Masalembu
Untuk mengembangkan sebuah obyek wisata perlu adanya pengkajian yang terkait dengan karakteristik responden. Maka berdasarkan dari hasil kuisioner, karakteristik responden yang didasarkan pada jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar yang mengunjungi Pulau Masalembu adalah laki- laki dengan persentase sebesar 86% dan sisanya 14 % adalah perempuan. Hal tersebut dapat terjadi karena laki-laki cenderung lebih suka melakukan perjalanan ke wisata alam yang lebih menantang dibandingkan perempuan.
Tabel 1.
Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Persentase
Laki-laki 43 86
Perempuan 7 14
Jumlah 50 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015
Usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Masalembu. Pada tabel 2 tersebut menunjukkan bahwa pengunjung yang datang ke Pulau Masalembu sebagian besar masih berusia muda (18-30) sebesar 58%. Hal ini dapat terjadi karena seorang pemuda lebih suka mengunjungi tempat-tempat baru agar dapat memperoleh pengalaman dan menambah wawasan.
Tabel 2.
Karakteristik Responden Menurut Usia
Usia Jumlah Persentase
18-30 29 58
31-46 10 20
47-65 11 22
Jumlah 50 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015
Sedangkan karakteristik responden pada tabel 3 menurut tingkat pendidikan dapat dihubungkan dengan usia karena sebagian besar pengunjung adalah dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 48%.
Tabel 3.
Karakteristik Responden Menurut Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
Tidak tamat SD 2 2 SD 1 20 SMP 10 6 SMA 3 48 Diploma 24 8 Sarjana (S1) 4 16 Jumlah 50 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015
Sedangkan menurut jenis pekerjaan pengunjung Pulau Masalembu sebagian besar bekerja sebagai nelayan dengan persentase sebesar 62%. Hal ini disebabkan karena Pulau Masalembu juga berpotensi terhadap sektor perikanan sehingga banyak nelayan dari luar pulau yang datang untuk membeli ikan dan menikmati potensi wisata.
Tabel 4.
Karakteristik Responden Menurut Jenis Pekerjaan
Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase
Mahasiswa 2 4 Petani/Nelayan 31 62 Pedagang 4 8 Pengusaha 1 2 Pegawai Swasta 6 12 PNS/TNI/POLRI 5 10
Ibu Rumah Tangga 1 2
Jumlah 50 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015
Pada modal transportasi sebagian besar pengunjung sebanyak 64% menggunakan transportasi kapal untuk mengunjungi Pulau Masalembu. Pengunjung yang menggunakan sepeda motor dan kapal sebesar 14%, lalu pengunjung yang menggunakan mobil dan kapal sebesar 12% dan sisanya menggunakan bus dan kapal hanya 10%. Pengunjung yang hanya menggunakan transportasi kapal untuk menuju Pulau Masalembu adalah nelayan dari luar pulau yang datang untuk membeli ikan. Pengunjung yang menggunakan sepeda motor dan kapal biasanya adalah pengunjung yang berasal dari Kota Sumenep karena berdekatan dengan pelabuhan kalianget. Sedangkan pengunjung yang menggunakan transportasi mobil dan kapal maupun bus dan kapal adalah pengunjung yang berasal dari kota yang berjarak jauh dari Pulau Masalembu.
Frekuensi kunjungan pada tabel 5 menunjukkan sebagian besar responden mengatakan baru pertama kali mengunjungi Pulau Masalembu dengan persentase sebesar 40%. Berdasarkan persentase tersebut bahwa Pulau Masalembu masih belum banyak dikenal. Pengunjung yang datang mengeluhkan karena sulitnya transportasi terutama transportasi umum dan lamanya waktu yang harus ditempuh menuju lokasi ini. Transportasi umum yang digunakan untuk menuju ke Pulau Masalembu yaitu kapal fery yang jadwal keberangkatan dan kedatangannya belum diketahui secara pasti. Hal lain menyangkut sarana dan prasarana yang diinginkan oleh pengunjung masih belum tersedia dengan baik.Adanya tempat singgah dan toilet umum serta sarana yang lain. Akses jalan yang ada untuk mengelilingi pulau juga masih belum terpenuhi, karena banyaknya jalan-jalan yang berlubang dan berbatu.
Tabel 5.
Karakteristik Responden Menurut Tingkat Kunjungan
Tingkat Kunjungan Jumlah Persentase
1 kali 25 50
2 kalli 12 24
3 kali 7 14
4 kali 6 12
>5 kali 50 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015
Tipologi Pengunjung Pulau Masalembu
Tipologi pengunjung suatu obyek wisata terbagi menjadi 3 macam yaitu : pertama Allocentris yang artinya bahwa wisatawan yang mengunjungi tempat yang
baru dikenalnya, bisa disebut berpetualang dan hanya menikmati fasilitas-fasilitas yang disediakan masyarakat dengan apa adanya. Untuk yang kedua yaitu Psycocentris
yaitu wisatawan yang mengunjungi tempat wisata yang sudah memiliki fasilitas yang lengkap dan memenuhi standar. Sedangkan untuk Midcentris merupakan wisatawan
yang berada diantara Midcentris dan Allocentris.
Pada ketiga macam pengertian diatas, maka untuk dapat mengetahui tipologi wisatawan dapat menggunakan 3 jenis kriteria pertanyaan yang akan diajukan yaitu : 1) preferensi pengunjung terhadap obyek wisata yang belum dikenal, 2) preferensi pengunjung terhadap obyek wisata yang bersifat petualangan, dan 3) preferensi pengunjung untuk memanfaatkan fasilitas yang ada pada masyarakat dengan apa adanya.
Tabel 6.
Tipologi Pengunjung Pulau Masalembu
Kategori N Suka % N Tidak suka % N Jumlah %
Preferensi 1 47 94 3 6 50 100 Preferensi 2 47 94 3 6 50 100 Preferensi 3 33 66 17 34 50 100
Hasil analisis yang ada diatas menunjukkan bahwa hampir sebagian besar (94%) pengunjung yang datang menyukai suatu obyek wisata yang masih belum banyak dikenal. Hal ini muncul karena rasa penasaran yang ada pada diri pengunjung. Untuk preferensi yang kedua menunjukkan persentase yang sama dengan preferensi pertama yaitu sebesar (94%). Responden yang ada senang mengunjungi obyek wisata yang bersifat petualang. Pulau Masalembu merupakan salah satu obyek wisata yang
memiliki unsur petualang, karena untuk mengunjungi pulau ini wisatawan harus menempuh perjalanan dengan menggunakan kapal dalam waktu hampir satu hari. Akan tetapi pengunjung yang datang dapat menikmati panorama pantai yang masih alami, air laut yang jernih serta ombak yang tenang serta suasana yang menyejukkan. Hal ini bisa membuat pengunjung merasa senang dan memperoleh pengalaman baru. Pengunjung yang dapat menerima kondisi dengan memanfaatkan fasilitas yang ada seperti tempat ibadah dan rumah makan sebesar (66%). Maka dapat disimpulkan bahwa tipologi pengunjung Pulau Masalembu yaitu tipologi Allocentris.
Hasil dari deskripsi data pada jumlah kunjungan Pulau Masalembu dapat dilihat pada Tabel 6. Jumlah kunjungan pengunjung yang ada menunjukkan minimal kunjungan 1 kali dan maksimal kunjungan lebih dari 5 kali dengan rata-rata kunjungan yang didapat sebesar 2,42. Usia pengunjung yang ada berkisar antara 18 tahun sampai 65 tahun sehingga rata-rata usia yang didapat 32,34. Data pendapatan para pengunjung berkisar antara Rp.800.000 sampai Rp.3.750.000 dengan rata-rata pendapatan Rp.1.395.000. Sedangkan para pengunjung mengeluarkan total biaya antara Rp. 65.000 sampai Rp 500.000 dengan total rata-rata yang dikeluarkan Rp. 253.000.
Tabel 7.
Deskripsi Kunjungan Pulau Masalembu
Variabel Maksimum Minimum Rata-rata Std.Dev
Jumlah Kunjungan 5 1 2.42 2.00 Pendapatan 37500000 800000 1395000.00 688109.655 Usia 18 65 32.34 13.382 Total Biaya Perjalanan 65000 500000 253000 112300
Sumber : Data Primer Diolah, (2015)
PENUTUP
Dari hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Pulau Masalembu memiliki potensi wisata atau memiliki obyek dan daya tarik wisata natural, kultural dan sintetik. Karakteristik pengunjung Pulau Masalembu berusia muda dan mempunyai pekerjaan sebagai nelayan dan menggunakan kapal pribadi yang bertujuan untuk membeli ikan dan menikmati wisata yang ada. Rata-rata frekuensi pengunjung yang datang ke Pulau Masalembu baru satu kali. Tipologi wisatawan yang berkunjung yaitu tipologi allocentris.
Saran yang diajukan perlu adanya promosi yang lebih ditingkatkan agar Pulau Masalembu lebih dikenal dan dapat menambah tingkat kunjungan wisatawan akan tetapi perlu diimbangi dengan adanya penambahan dan perbaikan fasilitas-fasilitas seperti penginapan agar pengunjung yang datang dapat nyaman selama berwisata dan kios cendera mata khas Pulau Masalembu yang dapat dijadikan oleh-oleh dan bertujuan juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat masalembu. Serta penjadwalan secara resmi kapal yang beroperasi.
UCAPAN TERIMA KASIH
Diucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia yang telah mendanai riset ini melalui skim PEKERTI atas nama ketua pengusul Ihsannudin, SP, MP. Sehingga melalui riset PEKERTI tersebut dapat menjadi payung penelitian yang terpublikasi melalui tulisan ini.
DAFTAR PUSTAKA
Prayogi, Putu Agus. 2011. Dampak Perkembangan Pariwisata di Objek Penglipuran.
Jurnal Perhotelan dan Pariwisata Vol I No.1 Hal.64
Rajab, M.A., Fahruddin, A., dan Isdradjad S. 2013. Daya Dukung Perairan Pulau Liukang Loe untuk Aktivitas Ekowisata Bahari. Jurnal Kelautan dan Perikanan Vol. 2 No.3:114-125
Sugiono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta: Bandung
Sutopo, O. Rahadianto dan Derajad S. Widhyharto. 2014. Praktik Shared Value Pada Industri Kecil Batik Sumenep Madura. Jurnal Universitas Paramadina Vol. 11 No. 2