MANAJEMEN USAHA KERIPIK TEMPE DI BATU MALANG
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Profil Usaha Kripik Tempe “Fauzi”
Usaha keripik tempe ”Fauzi” didirikan pada tahun 2000. Perusahaan ini berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Seluruh kegiatan dalam perusahaan ini diawasi langsung oleh Bu Fauziah sebagai pemilik, nama usaha diambil dari nama pemilik.
Pengadaan bahan baku tempe usaha keripik tempe “Fauzi” diperoleh dengan
sistim pesanan 4 hari sebelumnya kepada pemasok, dengan harga yang sudah ditentukan. Pengadaan bahan tambahan yang lain diperoleh langsung pada saat dibutuhkan dengan membeli kepada orang yang sudah menjadi langganan sehingga dapat memperoleh harga grosir, dengan sistim pembayaran tunai.
Dalam setiap kali proses produksi bahan baku tempe yang digunakan adalah 30 lonjor @ Rp 14.500/lonjor; tepung beras 16 kg @ Rp 8.900/kg; kanji 5 kg @ Rp 5.000/kg; kemiri 1,4 kg @ Rp 18.000/kg; ketumbar 6,5 ons @ Rp 25.000/kg; daun jeruk purut 6 ons @ Rp 28.000/kg; kunyit 6 ons @ Rp 7.000/kg; bawang putih 1,75 kg @ Rp 8.000/kg; garam 6 bungkus @ Rp 2.000/bungkus; plastik 540 pc @ Rp 30.250/pack isi 198-200 pc; stiker @ Rp 15; 2 buah lilin untuk perekat; bahan bakar gas LPG 1,5 tabung kecil; minyak goreng 19,5 kg @ Rp 11.000.
Saat ini tenaga kerja yang bekerja di usaha ini ada 3 orang untuk mengiris dan menggoreng, 2 orang membungkus. Proses produksi kripik tempe dilakukan 6 kali dalam 1 minggu. Biaya yang dikeluarkan dalam setiap proses produksi terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap meliputi penyusutan alat-alat berupa kompor + regulator, wajan, sotil, serok, pisau, blender, ember, baki. Biaya variabel meliputi bahan baku tempe, tepung beras, kanji, kemiri, ketumbar, daun jeruk purut, kunyit, bawang putih, garam, plastik, stiker, lilin, gas LPG dan minyak goreng.
Usaha keripik tempe “Fauzi” cukup produktif, proses produksi dilakukan setiap hari kecuali hari minggu. Setiap kali proses produksi dapat menghasilkan 540 bungkus keripik tempe dengan harga per bungkus Rp 3.000. Hal itu menentukan penerimaan dan keuntungan usaha tersebut. Gambaran tentang keuangan usaha disajikan pada tabel 1.
Tabel 1.
Penerimaan, Biaya dan Keuntungan di ”Fauzi”/ Proses Produksi
Penerimaan, Biaya, Keuntungan Jumlah
Penerimaan Rp 1.620.000,00 Biaya: B. Tetap Rp 5.366,50 B Variabel Rp 1.193.868,00 Biaya Total Rp 1.199.234,50 Keuntungan (Pendapatan) Rp 420.765,50
Sumber: Data Primer diolah, 2013.
Kemampuan Manajerial Pelaku Usaha
Pembukuan kadang-kadang dianggap kurang penting oleh pengusaha pemula. Padahal dengan pembukuan paling tidak ada 3 fungsi yang dapat diperoleh yaitu: a) Perencanaan usaha, b) Catatan pelaksanaan transaksi dan d) Penghitungan keuntungan dan mengontrol usaha.
a. Peningkatan Ketrampilan Pembukuan Usaha
Pada usaha keripik tempe “Fauzi” awalnya belum dilakukan pencatatan baik
pada semua kejadian, termasuk tentang bahan baku baik pengadaan, jumlah yang dibutuhkan maupun harganya. Hal itu merupakan indikasi bahwa manajemen belum dilakukan secara profesional (masih konvensional). Demikian juga tentang produksi dalam hal jumlah maupun harganya. Semua dilakukan berdasarkan ingatan dan kebiasaan saja, sehingga sangat kesulitan mengetahui keadaan riil usaha.
Setelah diadakan pelatihan tentang bagaimana melakukan pembukuan mulai mencatat semua kegiatan, menghitung biaya, menghitung penerimaan sampai membuat laporan keuangan sehingga dapat diketahui kemampuan usaha dalam memperoleh laba.
b. Peningkatan Ketrampilan Pemasaran Produk
Kunci sukses usaha adalah pada suksesnya pemasaran yang diikuti dengan manajemen yang baik pada bidang produksi dan keuangan. Persoalan lain yang mendasar yang dihadapi oleh pengusaha adalah pemasaran produk kripik tempe yang belum maksimal. Salah satu penyebabnya adalah pengetahuan pengusaha tentang pemasaran yang masih berorientasi pada keinginan pengusaha semata, tidak sejalan dengan kebutuhan pelanggan, sehingga yang terjadi adalah kemasan yang belum informatif tentang keunggulan produk dilihat dari sisi konsumen (Bambang YA, 2004).
Pemasaran produk dilakukan sendiri oleh pemilik awalnya dengan cara menitipkan ke pengecer yang ada di sekitar lokasi produksi, lokasi produksi terletak kira-kira 2 km dari tempat rekreasi “Selecta”. Saat ini karena sudah dikenal maka
pengecer sudah pesan secara rutin, terutama pengecer yang ada di selecta. Bahkan kondisi usaha akhir-akhir ini sudah berkembang pesat sehingga seringkali produksi tidak mencukupi kebutuhan konsumen.
Performance produk belum maksimal, tampak pada kemasan yang belum mencantumkan keunggulan (nilai plus) dari produk. Untuk itu perlu dilakukan desain ulang pada stiker yang sekarang sudah ada. Contoh nilai plus yang belum ada di stiker adalah informasi tentang tidak adanya bahan kimia (pewarna, pengawet, penyedap
rasa) yang digunakan, padahal produk “Fauzi” tidak menggunakan bahan-bahan tersebut.
Komponen pemasaran yang lain adalah penataan ruang display produk yang bersih, rapi dan indah sehingga membuat konsumen merasa nyaman dan tertarik untuk datang. Informasi yang mudah dilihat pengunjung taman rekreasi juga menarik
Kemampuan Mengelola Sumberdaya
Pengelolaan sumberdaya usaha meliputi kemampuan memperoleh laba/profitabilitas usaha, perputaran modal, efisiensi upah.
a. Rasio Profitabilitas
Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba atau keuntungan. Karena itu istilah rasio profitabilitas merujuk pada beberapa indikator atau rasio yang berbeda-beda yang bisa digunakan untuk menentukan profitabilitas dan prestasi kerja perusahaan. Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba digunakan rasio profitabilitas dengan model sebagai berikut: 420.765,50
Rasio pendapatan terhadap penjualan = --- = 0,26 1.620.000,00
Berarti kemampuan memperoleh laba pada usaha keripik tempe “Fauzi” sangat
besar yaitu 26%, padahal belum semua kebutuhan konsumen dapat dipenuhi. Dengan kata lain usaha keripik tempe “Fauzi” sangat prospektif.
b. Rasio Perputaran
Tantangan manajemen sehubungan dengan penggunaan rasio adalah dalam bidang efisiensi perusahaan. Secara khusus, bidang ini menawarkan peluang besar bagi perusahaan untuk mengembangkan rasio yang bernilai bisnis dalam bidang efisiensi atau operasi. Untuk mengetahui efisiensi operasional perusahaan pada usaha kripik tempe, yang paling memungkinkan adalah digunakan rasio efisiensi perputaran dengan model sebagai berikut:
40.500.000
Perputaran = --- = 30 1.322.562
Hasil perhitungan rasio perputaran sangat tinggi yaitu 30, artinya dalam 1 bulan frekuensi perputaran nilai aktiva tetap terhadap penerimaan adalah 30x. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tersebut sangat menguntungkan apabila diadakan pengembangan modal.
c. Rasio Efisiensi Upah
Sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan perorangan yang relatif sederhana, sangat berkaitan dengan penggunaan tenaga kerja. Seringkali biaya yang dikeluarkan banyak terserap pada biaya tenaga kerja. Untuk mengetahui efisiensi operasional perusahaan terhadap tenaga kerja digunakan rasio efisiensi upah dengan model sebagai berikut:
211.500
Persentase biaya = --- = 0,13 1.620.000
Rasio efisiensi upah tenaga kerja menunjukkan efisiensi penggunaan tenaga kerja dalam proses produksi. Hasil perhitungan rasio efisiensi adalah sebesar 13% artinya penggunaan tenaga kerja pada usaha tersebut sangat efisien karena di bawah batas yang normal yaitu 30%.