• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa jenis metazoa parasit pada tenggiri didapatkan pada insang sebanyak 6 enam spesies monogenea dan 2 spesies crustacea sebagai ektoparasit yang terdapat pada insang dan sedangkan endoparasit terdiri dari 3 spesies Cestoda , 2 spesies Trematoda dan 1 spesies nematoda sebagai endoparasit. Dari 14 spesies parasit yang didapatkan, didominasi oleh ektoparasit yang terdiri dari: 3 Fillum yaitu Fillum Plathehelminthes; Monogenea: Pricea multae (Chauhan, 1945), Pseudothoracocotyle ovalis (Tripathi, 1956), Bivagina alcedenis (Parona et Perugia, 1890), B. australis (Murray, 1931), Gotocotyla secunda (Tripathi, 1956), Microcotyle sp., Trypanorhyncha: Grilliotiella branchi (Shaharom & Lester, 1982), Paratobotrium balli (Southwell,1929), Callitetrarhynchus gracilis (Pinter, 1931). Digenea Trematoda : Didymozoidae sp., Lecithochirium neopacificum

(Valesques, 1962), Fillum Nematoda: Terranova sp. Fillum Crustacea: Cybicola armata (Bassett-Smith, 1898), Caligus spp.

Fillum Platyhelminthes

Salah satu karakteristik dari Plathehelminthes adalah bentuk yang pipih, hemaprodit dan tidak punya anus, dan beberapa yang tidak mempunyai mulut dan intestin. Ada empat kelas yang diketahui, yaitu turbelaria yang pada umumnya hidup bebas, ektoparasit monogenea, Digenea serta Cestoda sebagai endoparasit (Möller & Anders 1986).

Klas Trematoda

Adalah parasit cacing pipih yang tidak mempunyai silia pada permukaan tubuhnya pada fase dewasa dan mempunyai system pencernaan yang telah berkembang dengan baik yang biasanya ususnya bercabang membentuk seperti garpu yang secara umum terdiri dari: mulut, kerongkongan, esophagus dan dua intestine ceca yang buntu, meskipun pada beberapa spesies tertentu mempunyai cabang-cabang lateral (Scell 1970). Dalam sistematika ada penulis yang mememasukkan Trematoda sebagai klas dan terdiri dari 3 subklas yaitu: Subklas

Monoge nea, Aspidogastrea dan Digenea (Scell 1970) , sedangkan Yamaguti (1963) memasukkan monogenea kedalam ordo Monogenea Carus, 1963.

Ordo Monogenea Carus, 1963.

Parasit-parasit monogenea telah diketahui sebagai parasit pada ikan ada sekitar 1.500 spesies (Möller & Anders 1986). Monogenea merupakan ektoparasit pada ikan yang umumnya menginfeksi insang, kulit dan sirip ikan (Rohde 1984). Siklus hidup mereka yaitu tidak membutuhkan inang perantara (Möller & Anders 1986). Ada beberapa laporan yang mengatakan bahwa parasit yang disebabkan oleh Monogenea dapat menyebabkan kematian masal pada ikan di perairan umum dan pada budidaya. Misalnya parasit Pseudanthocotyloides

pada budidaya ikan Anchovy di Jepang menyebabkan kematian masal, ikan-ikan yang terinfeksi memperlihatkan anemia yang hebat dan berkurangnya faktor kondisi (Yamato et al. 1984; Möller & Anders 1986). Kasus seperti ini juga terjadi pada budidaya ikan ekor kuning di Jepang yang disebabkan oleh parasit

Benedenia seriolae dan Heteraxine heterocerca menyebabkan. Ikan yang terserang parasit tersebut mengalami luka yang serius hal ini disebabkan oleh ikan yang terinfeksi parasit tersebut menggosok-gosokkan tubuhnya pada jaring yang mengakibatkan terjadinya lecet dan luka yang mengundang infeksi sekunder yang serius yang pada akhirnya mempengaruhi pertumbuhan (Hoshina 1968) dan bahkan kematian masal dapat terjadi (Egusa 1983). Kasus kematian masal yang disebabkan oleh parasit monogenea pernah dilaporkan terjadi di Laut Aral pada tahun 1930an yang disebabkan oleh Monogea Nitzschia sturionis pada ikan sturgeon yang menyebabkan berkurangnya populasi ikan tersebut (Lutta 1941 di dalam Möller & Anders 1986). Monogenea dapat pula berperan sebagai vektor bagi mikroorganisme. Misalnya vektor bagi bakteri Vibrio carcarie yang menyebabkan kulit terkelupas-terkelupas pada ikan hiu Lemon yang dipelihara di aquarium (Cheung et al. 1980).

Jenis-jenis parasit monogenea yang didapatkan di sekitar perairan Sulawesi pada ikan tenggiri yaitu:

Fillum: Platyhelminthes Klas : Trematoda Ordo: Monogenea

Famili: Gastrocotylidae Price, 1943 Subfamili: Gotocotylinae n.sbf.

Genus: Gotocotyla

Habitat : Insang ikan tenggiri, Scomberomorus commerson

Genus Gotocotyla Ishii, 1936. Syn. Lithidiocotyla Sproston, 1946.

Diagnosis genus: Parasit ini ditandai dengan bentuk tubuh yang pipih, opishaptor terdiri dari dua baris clamp yang simetris dan sepasang terminal

anchor pada ujungnya. Pertulangan clamp terdiri dari dua pasang scleretis, setiap pasang terdiri dari dua buah ( satu berbentuk pengait yang besar dan yang lain pipih berbentuk sigmoid) pada bagian lateral dan pipih hampir lurus pada bagian tengahnya dengan ujung pediform; sigmoid lateral dan pada bagian tengah lurus bertemu dengan dasarnya; pasangan yang bersebelahan terdiri dari dua bagian yang membentuk huruf ? Yunani dan dua tangkai penyanggah; bagian ujung yang melebar pada dasarnya dengan penonjolan maleolar seperti yang dije laskan diatas, bentuk pengait, lateral sclerite; bagian ujung mempunyai penyanggah yang pipih dan kecil pada ujungnya. Enam baret yang tebal pada dinding kapsul terletak antara sisi penunjang yang pipih dan sclerite bentuk sisik. Esophagus tanpa divercula yang menonjok; cabang usus crura memanjang sampai ke haptor. Testes sangat banyak, terdapat mulai dari belakang ovari sampai dasar haptor.

Cirrus agak silinder; cirrus bentuk batang yang ditutupi oleh duri. Lubang kelamin dibelakang intestin bifurcation. Ovari berbentuk sepatu kuda, dengan bagian depan menghadap kebelakang. Receptaculum pendek dan besar, aval. Terdapat dua saluran bagian anterior vitellaria bersatu pada bagian tengah pada bagian tengah terbuka sampai lubang sucker yang merupakan lubang vagina yang terdapat ot ot transvers yang kuat, halus, arched, lamellar, serat otot mengarah ke bagian anterior dan posterior. Vitellaria memanjang pada daerah lateral mulai dari intestin bifurcation sampai bagian anterior haptor. Parasit pada insang ikan Scombrid (Yamaguti 1963). Salah satu spesies nya yaitu Gotocotyla secunda

Gotocotyla secunda (Tripathi, 1956)

Deskripsi spesies yang ditemukan, tubuh pipih memanjang, panjang total (PL) 8,0-13,5 mm. Lebar (L): 600-660 µm, opishaptor memanjang dan mengkerucup pada ujung, clamp tersusun dari dua baris yang simetris, dengan jumlah 154-204 clams, ukuran clams 44 x 60 µm, mulut pengisap 140 - 160 x 140-160 µm pada bagian dorsal, pharynx oval, cirrus bundar memanjang ditutupi duri (Gambar 9)

Di perairan Sekitar Sulawesi, parasit ini ditemukan pada insang dengan prevalensi yang cukup tinggi yaitu 90-100% dan kelimpahan 14,5-36 individu/ekor ikan pada semua lokasi penelitian (Tabel 2 dan 3). Parasit ini ditemukan juga pada populasi ikan tenggiri di Australia dan Selat Torres (Lester

et al. 2001). Dengan tingginya prevalensi dan kelimpahan memperlihatkan bahwa G. secunda merupakan parasit yang umum terdapat pada ikan tenggiri di perairan sekitar Sulawesi dan kemungkinan merupakan parasit yang umum pada ikan tenggiri di daerah Indonesia dan Australia.

Gambar 9. Gotocoty la secunda (Tripathi, 1956) yang ditemukan pada insang ikan tenggiri di lokasi penelitian

(A. Parasit secara keseluruhan, B. Bentuk cirrus, C. Bagian anterior dengan deretan clamp, D. Posterior dengan mulut pengisap (Oral sucker), Lubang kelamin (Genital pore), F. Clamp. Bar skala: A. 500µm, B-C. 300 µm D - E . 100 µm, F. 50µm)

Voucher Speciment telah di simpan di Museum Biodiversity LIPI Cibinong Nomor Secimen : MZB Mo 201 F B E A C D

Fillum: Platyhelminthes Klass: Trematoda Ordo: Monogenea

Famili: Anchorophoridae Bychowky et Nagibina, 1958. Subfamili: Microcotylidae Taschenberg, 1879

Genus: Bivagina n.g.

Habitat : Insang ikan tenggiri, Scomberomorus commerson

Genus: Bivagina n.g.

Diagnosis genus: Opisthohaptor simetris dengan pasangan clamp yang banyak. Mulut pengisap terbagi (Septate). Lajur usus terdiri dari beberapa cabang, tidak bersatu pada posteriornya. Testes tidak terla lu banyak. Cirrus

dan/atau bilik genital tidak berpelindung. Lubang kelamin ada dua (bifurcal dan

postbifurcal. Kantung telur besar dan bersatu dengan intestin. Tempat pengeluaran telur bentuk Y tumpang tindih dengan ovari. Lubang vagina ada dua, lubang vagina mempunyai pelindung dan tidak. Parasit pada insang ikan teleost.

B. Australis (Murray, 1931). Syn. Microcotylea. Tempat pengeluaran uteri

mempunyai operculum dengan satu pasang dan empat pasang pengait kecil. (Yamaguti 1963).

Bivagina australis (Murray, 1931).

Deskripsi spesies yang ditemukan: tubuh pipih memanjang, panjang total (PL) 9,00-12,3 mm. lebar (L): 780-790 µm, opishaptor memanjang dan mengkerucup pada ujung, clamp tersusun dari dua baris yang simetris, dengan jumlah 150 clams, ukuran clams 36 x 40 µ m, mulut pengisap 120 x 120 µm pada bagian dorsal. Mempunyai dua vagina (Gambar 10).

Parasit ini termasuk yang umum didapatkan diperairan sekitar Sulawesi. Daerah infeksinya juga pada insang. Prevalensinya bervariasi tergantung lokasi penelitiannya dimana yang tertinggi terdapat di daerah Laut Sulawesi yaitu mencapai 100%, selanjutnya Teluk Tolo 64,29%, Teluk Tomini 64,29%, Teluk Tolo 57,50%, Teluk Bone 42,50% dan yang terendah terdapat pada Kepulauan Sangkarang yang hanya 20% (Tabel 2). Rata-rata kelimpahan tertinggi terdapat di Teluk Bone yaitu yang relatif rendah yaitu; 8,86 ind./ekor ikan, kemudian diikuti

yang terendah terdapat di Kepulauan Sangkarang dengan kelimpahan 0,23 ind./ekor (Tabel 3).

Parasit ini diketa hui juga menginfeksi ikan-ikan teleosts di laut (Yamaguti 1963). Pada ikan tenggiri yang ada di Perairan Australia dan Selat Torres parasit jenis ini tidak didapatkan (Lester et al. 2001).

Gambar 10. Bivagina australis yang ditemukan pada insang ikan tenggiri di lokasi penelitian.

(A. Parasit secara keseluruhan, B. Bagian anterior dengan mulut pengisap dan

cirrus, C. Opisthohaptor dengan deretan clamp, D. Lubang kelamin (Genital pore), E. bentuk clamp. Skala bar: A. 1 mm, B-C. 100 µm, D. 50 µm, F. 10µm) Voucher Speciment telah di simpan di Museum Biodiversity LIPI Cibinong Nomor Secimen : MZB Mo 203. A E D C B

Fillum: Platyhelminthes Klass: Trematoda Ordo: Monogenea

Famili: Anchorophoridae Bychowky et Nagibina, 1958. Subfamili: Microcotylidae Taschenberg, 1879 Habitat : Insang ikan tenggiri, Scomberomorus commerson

Bivagina alcedenis (Parona et Perugia, 1890).

Ciri-ciri genus seperti disebut terlebih dahulu, sedangkan spesies ditandai dengan ukuran panjang total 4-6 mm, Lebar 0,5-0,6 mm, jumlah Clam 40 – 45 pasang, jumlah testes 8-10 buah (Yamaguti 1963). Yang ditemukan panjang 4.2 x 4,10 mm, jumlah clam 78 buah, dengan ukuran 56 x 300 µm (Gambar 11)

Didapatkan pada semua perairan di Sulawesi dengan total prevalensi yang tinggi yaitu: Tolo dan Sulawesi masing-masing 100%, kemudian diikuti oleh Teluk Bone 90,00%, Teluk Tomini 77,50% dan Kepulauan Sangkarang 72,50% (Tabe l 2). Kelimpahan parasit ini yaitu: Kepulauan Sangkarang 4,34 ind./ekor, Teluk Bone 15,80 ind./ekor, Teluk Tolo 12,00 ind./ekor, Teluk Tomini 6,03 ind./ekor dan Laut Sulawesi 9,33 ind./ekor (Tabel 3).

Selain menginfeksi ikan tenggiri parasit ini menginfeksi ikan lainnya seperti: Smaris alcedo, dan Maena fulgaris (Yamaguti 1963). Tingginya prevalensi parasit tersebut ditemukan pada ikan tenggiri menunjukkan bahwa parasit ini termasuk parasit yang umum terdapat pada ikan tenggiri di Sulawesi.

Gambar 11. Bivagina alcedenis yang ditemukan pada insang ikan tenggiri di lokasi penelitian.

(A. Parasit secara keseluruhan, B. Bagian anterior dengan Mulut pengisap, C. Cirrus, D. bentuk Clamp. Bar skala : A. 1 mm; C. 100 µm; D. 10 µm)

Voucher Speciment telah di simpan di Museum Biodiversity LIPI Cibinong Nomor Secimen : MZB Mo 200

B

A

Fillum: Platyhelminthes Klass: Trematoda Ordo: Monogenea

Famili: Anchorophoridae Bychowky et Nagibina, 1958. Subfamili: Microcotylidae Taschenberg, 1879

Genus: Microcotyle v. Ben. et Hesse, 1863. Habitat : Insang ikan tenggiri, Scomberomorus commerson

Microcotyle v. Ben. et Hesse, 1863.

Ciri-ciri genus Micropalidae, Microcotylinae: Tubuh lanceolate.

Ophisthohaptor simetris atau subsimetris, bentuk segitiga, tidak dapat dibedakan pembatas bagian posterior dan bagian tubuh, dengan sejumlah clam kecil yang berjajar dengan bentuk yang sama, testes menonjol kebelakang. Pengait terminal tidak ada. Sepasang kaki pengisap yang dilengkapi dengan pembatas dan satu ata u sepasang baris duri halus. Kerongkongan sede rhana atau dengan lateral diverticula ; intestin crura dengan bagian dalam dan luar mempunyai unjung yang tertutup, biasanya sampai atau tidak sampai ke haptor . Testes biasa nya banyak. Cirrus bisa atau tidak bisa dibedakan, kadangkala membentuk bulbus cirri. Bilik kelamin mempunyai pelindung yang bervariasi. Lubang kelamin memanjang, kearah belakang, median, prestesticular. Lubang genito -intestinal memotong ovari atau tidak. Filamen telur mempunyai satu atau dua kutup. Vagina biasanya satu, dengan muara pada bagian tengah dorsal. Saluran vagina bisanya berbentu huruf Y. Biasanya berbentuk hurup V. Kantong telur semuanya atau se bagian besar terdapat bersama-sama dengan intestin crura. Parasit pada ikan teleost. (Yamaguti 1963).

Microcotyle s p.

Panjang total (PL) 11,50-12,5 mm lebar 170 µm, Opishaptor memanjang dan mengkerucut pada ujung, clamp tersusun dari dua baris yang simetris, dengan jumlah Clam 100-106 pasang. ukuran clams 12 x 24 µm, Mulut pengisap 140 x 220 µm pada bagian dorsal. Mempunyai dua vagina (Gambar 12)

Didapatkan hanya pada tiga lokasi dengan total prevalensi dan kelimpahan yang rendah. Parasit ini didapatkan di Perairan Kepulauan Sangkarang dalam prevalensi 2,50%, Teluk Bone 12,50%, Teluk Tolo 21,43%, Teluk Tomini 7,50%

dan tidak ditemukan di Laut Sulawesi (Tabel 2). Kelimpahan sebagai berikut: Kepulauan Sangkarang 0,03 ind./ekor, Teluk Bone 1,8 ind./ekor , Teluk Tolo 14,00 ind./ekor dan Teluk Tomini 3,67 ind./ekor ( Tabel 3).

Gambar 12. Microcotyle sp. yang dite mukan pada insang ikan tenggiri di lokasi penelitian.

(A. Parasit secara keseluruhan, B. Bagian Posterior dengan mulut pengisap dan lubang kelamin, C. Telur di dalam uterus, D. Bagian anterior dengan Clamp. Skala bar: A. 1 mm; B. 100 µm; C. 500 µm; 100 µm )

Voucher Speciment telah di simpan di Museum Biodiversity LIPI Cibinong A

D C

Fillum: Platyhelminthes Klass: Trematoda Ordo: Monogenea

Famili: Gastrocotylidae Price, 1943 Subfamili: Priceinae Chauhan, 1953

Genus: Pricea Chauhan, 1953

Habitat : Insang ikan tenggiri, Scomberomorus commerson

Pricea multaeChauhan, 1945.

P. multae dilaporkan pertama kali oleh parasit pada Cymbium lanceolatum

dari Bombay. Ukuran 3,22 x 0,4 mm, mempunyai 122 clamp pada terdiri dari dua baris, 26 jumlah testes (Chauma n 1954 di dalam Yamaguti 1963). Hasil yang didapatkan Panjang 4-6,5 mm, Opishaptor memanjang berbentuk oval, clamp tersusun dari dua baris yang simetris, dengan jumlah 110-174 clams, ukuran clams 48 x 72 µm, Mulut pengisap 200 x 260 µm pada bagian dorsal (Gambar 13).

Parasit P. multae merupakan parasit ini juga terdapat pada lamella insang, yang umum terdapat diperairan sekitar Sulawesi hal ini ditandai dengan tingginya prevalensi yang didapatkan yaitu: Di Teluk Tolo dan Laut Sulawesi 100%, Kepulauan Sangkarang 75,00%, Teluk Bone 95,00%, dan Teluk Tomini 77,50%, (Tabel 2) dengan kelimpahan masing-masing adalah: Kepulauan Sangkarang 14,63 ind./ekor, Teluk Bone 15,80 ind./ekor, Teluk Tolo 12,00 ind./ekor, Teluk Tomini 4,13 ind./ekor, dan Laut Sulawesi 17,67 ind./ekor (Tabel 3).

Gambar 13. Pricea multae yang ditemukan pada insang ikan tenggiri ikan tenggiri di lokasi penelitian.

(A. Parasit secara keseluruhan, B. Bagian anterior dengan clamp, C. Bagian

posterior dengan mulut pengisap dan lubang kelamin, D = Clamp. E. Caudal anchors. Bar Skala : A.1 mm; B - C. 500 µm; D. 10µm; E. 100µm)

Voucher Speciment telah di simpan di Museum Biodiversity LIPI Cibinong Nomor Secimen : MZB Mo 199

E

D

B C

Fillum: Platyhelminthes Klass: Trematoda Ordo: Monogenea

Famili: Thoracocotylinae Price, 1936. Genus: Pseudothoracotyle

Habitat : Insang ikan tenggiri, Scomberomorus commerson

Pseudothoracotyle ovalis (Tripathi, 1956).

Ciri-ciri genus: t ubuh membesar pada daerah gonad, opistohaptor berbentuk

elips, membesar pada daerah ovari, dengan dua lajur clamp dan mempunyai dua pasang anchor. Eusophagus panjang, terbagi dua kecil dibelakang lubang genital.

Testes jumlahnya banyak, postovarium besar, vas deferent panjang, sinus. Cirrus muscular. Lubang genital mengandung lignin, tidak terlindung, dari ventral sampai eosophagus. Ovari panjang dan melengkung, memiping kearah posterior; telur fusiform, berfilamen. Bukaan vagina di daerah ventral. Vitellaria

memanjang sampai ke intestin crura. Parasit pada ikan teleost laut (Yamaguti 1963).

Hasil pengukuran panjang 6-6,5 mm, o pishaptor memanjang berbentuk oval, clamp tersusun dari dua baris yang simetris, dengan jumlah 46-48 clams, ukuran clams 32-40 x 48-56 µm, mulut pengisap 24 x 56 µm pada bagian dorsal (Gambar 14).

Parasit pada lamella insang, juga termasuk parasit yang umum ditemukan dengan tingkat total prevalensi mencapai 62,50% - 100%. Tertinggi ditemukan di Laut Sulawesi mencapai 100% dan terendah di Kepulaun Sangkarang dengan prevalensi 62,50%, untuk lokasi lainnya yaitu Teluk Bone 95,00%, Teluk Tolo 92,80% dan Teluk Tomini 77,50% (Tabel 2). Kelimpahan yang ditemukan di Teluk Tolo yaitu 14,60 ind./ekor dan Laut Sulawesi 14,33 ind./ekor, sedangkan yang terendah terdapat di Kepulauan Sangkarang yaitu 4,60 ind./ekor, untuk daerah lainnya yaitu Teluk Bone 12,50 ind./ekor, Teluk Tomini 6,39 ind./ekor (Tabel 3). Parasit ini selain menginfeksi ikan tenggiri, juga menginfeksi ikan teleosts laut misalnya Cybium guttatum (Yamaguti 1963). Parasit P. ovalis pada ikan tenggiri di Sulawesi juga ditemukan di perairan Australia (Lester et al. 2001).

Gambar 14. Pseudothoracotyle ovalis yang ditemukan pada insang ikan tenggiri di lokasi penelitian.

(A. Parasit secara keseluruhan, B. clamp (a), C. Bagian posterior dengan bentuk telur (b) dan mulut pengisap (c). Bar skala: A.1 mm; B. 10 µm; C. 500 µm)

Voucher Speciment telah di simpan di Museum Biodiversity LIPI Cibinong Nomor Secimen : MZB Mo 198 A C B a b c

Fillum: Platyhelminthes Klass: Trematoda

Ordo: Digenea Famili: Didynozoidae

Genus: Didymozoon Taschenberg, 1878

Habitat: Membentuk kapsul pada permukaan operculum dan disekitar jaringan kulit pada rahang.

Didymozoon sp

Diagnosis: Hermaprodit sempurna, menempel dalam bentuk pasangan, silinder, cincin dan spiral. Tubuh terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang pipih dan kecil (forebody) dan bagian yang besar berbentuk silinder (hindbody) yang bisanya lurus, melengkung atau spirat dan mempunyai bagian yang pipih dimana bagian tersebut merupakan daerah dimana keduanya melakukan kontak langsung.

Fore body melekat pada tubuh hindbody pada posisi kira-kira subterminal. Mulut isap dan pharynx ditemukan, tidak mempunyai acetabulum. Ceca lateral, ditengah, atau dekat posterior pada himdbody. Testes sepasang, memanjang, pada bagian anterior dari hindbody. Vas deferent tidak terbentuk. Lubang kelamin disamping mulut isap (oral sucker). Ovary hanya satu, memanjang pipih memanjang disepanjang hindbody kearah posterior sampai ke testes, biasanya terdiri dari dua bagian (anterior dan posterior), memanjang kesemua bagian hindbody. Vitellaria juga satu atau bercabang, bentuk pipa dan pipih. Uterus berada pada hampir seluruh bagian tubuh hindbody, tempat membentuk telur pada lokasi sebelum forebody. Parasit pada ikan laut (Velasquez 1963).

Panjang 3,0-5,0 mm, lebar 2-2,5 mm ditemukan pada lipatan operculum ikan didalam kapsul yang pada umumnya terdiri dari sepasang individu (Gambar 15).

Parasit Didymozoidae sp. baru pertama ditemukan oleh penulis, namun demikian beberapa penulis telah menemukan spesies Didymozoon bravohollisae

yang ditemukan di Philipina menginfeksi ikan-ikan barracuda (Sphyrhaena sp.) pada tulang insang (Velasquez 1975) , dan di Jepang parasit D. Auxis ditemukan pada lamella insang (lembaran insang) ikan Auxis rochei dan Auxis thazard

dalam dan luar, di sekitar otot maxilla dan mandibulla. Ditemukan dalam bentuk kapsul berkelompok atau sendiri-sendiri dengan ciri khas berwarna kuning muda atau pucat. Setiap kapsul pada umumnya mengandung sepasang. Bentuk parasit setelah dikeluarkan dari kapsul memperlihatkan bentuk yang teridiri dari 2 (dua) bagian yaitu bagian anterior yang sangat kecil dan tipis serta bagian posterior yang membesar berbentuk silinder (Gambar 15). Prevalensi tertinggi ditemukan di Teluk Bone 45,00%, untuk daerah lainnya yaitu Teluk Tomini 40,00%, Teluk Tolo 28,57%, Kepulauan Sangkarang 7,50%, sedangkan di Laut Sulawesi tidak ditemukan (Tabel 2). Kelimpahannya dalam jumlah yang relatif kecil dimana tertinggi terdapat pada Teluk Tomini 14,88 ind./ekor, untuk daerah lainnya yaitu Kepulauan Sangkarang 5,13 ind./ekor, Teluk Bone 3,28 ind./ekor, dan Teluk Tolo 9,25 ind./ekor (Tabel 3).

Gambar 15. Didymozoon sp. yang ditemukan pada sekitar operkulum ikan dan rahang ikan tenggiri di lokasi penelitian (A dan B), C. Gambar

Didymozoon bravohollisae (Velasquez 1975).

(A. Parasit pada tubuh ikan, bintik kuning pada sekitar operculum ikan tenggiri ; B. Bentuk parasit keseluruhan, C. Yang ditunjukk panah adalah bagian anterior yang kecil dan pipih. Skala bar: A. 5 cm; B - C. 1 mm)

Voucher Speciment telah di simpan di Museum Biodiversity LIPI Cibinong Nomor Secimen : MZB Tr 196

B

Fillum: Platyhelminthes Klass: Trematoda

Ordo: Digenea Famili: Hemiuridae

Genus: Lecithochirium Lühe, 1904 Habitat: Di dalam lambung ikan tenggiri

Genus: Lecithochirium Lühe, 1904

Ciri-ciri: tubuh memanjang, terdapat ecsoma, tidak punya sisik, punya atau tidak ventral pit di depan aceptabulum. Oral sucker subterminal, dibungkus oleh

preoral lobe, esofagus pendek, punya ceca atau tidak yang memanjang sampai

ecsoma. Aceptabulum biasanya besar dibandingkan dengan oral sucker, biasanya kecil, dekat anterior extremity. Testes simetris dan diagonal, immediatelly postacetabular. Seminal anterior vesicle atau anterodorsal sampai ke

aceptabulum, memanjang, memutar (winding). Pars prostatica pendek, ada atau tidak bentuk yang jelas vesicular terjulur sebelum bertemu dengan metraterm. Saluran hermaphroditic pendek, tertutup biasanya kantong ini tidak berkembang atau tidak punya. Genital atrium berkembang pada bermacam bentuk. Lubang kelamin ditengah sampai pharynx atau intestinal bifurcation. Ovary submedian, pada sepertiga bagian tubuh. Mempunyai seminal receptacle. Tidak punya saluran laurer’s. Vitellaria digitiform, panjang bervariasi. Uterus memanjang atau tidak ke arah ecsoma. Tangan excretory bersatu pada dorsal sampai ke

pharynx atau oral sucker. Parasit di lambung ikan teleost laut (Valeasques 1975). Ekor panjang dan dapat ditarik kedalam tubuh secara keseluruhan (Yamaguti 1953).

Lecithochirium neopacificum Valasquez, 1962.

Habitat parasit adalah Lambung ikan tenggiri. Parasit ini mempunyai ukuran panjang 3,0-4,5 mm, lebar 1,5 – 2 mm, ventral sucker 440 µm oral sucker 300 µm (Gambar 16). Ditemukan hanya di perairan Laut Sulawesi dengan prevalensi 33,33%, dengan kelimpahan yang tinggi yaitu 17,67 ind./ekor (Tabel 2 dan 3). Habitatnya pada tubuh ikan di dalam lambung. Parasit ini di laporkan menginfeksi juga ikan Lates calcarifer di Philipina (Velasquez 1975) dan pada

spesies lainnya yaitu L. lobatum yang ditemukan pada lambung ikan Sphyraena

sp. dan Caranx sp. (Yamaguti 1952).

Gambar 16. Lec ithochirium neopacificum yang ditemukan pada lambung ikan tenggiri di lokasi penelitian.

(A.Ventral sucker; B. Oral sucker; C. Otot flipper) (Bar skala : 1 mm).

Voucher Speciment telah di simpan di Museum Biodiversity LIPI Cibinong Nomor Secimen : MZB Tr 197.

A

B

Klass Cestoda

Ada beberapa ordo dari klas Cestoda , satu diantaranya adalah Tryphanorhyncha Diesing, 1863, yang sangat banyak jumlah spesiesnya dibandingkan ordo-ordo yang lain, bahkan merupakan terbanyak dibandingkan ordo-ordo yang lain diantara Fillum Plathihelminthes. Penelitian mengenai parasit Tryphanorhynch di Indonesia sebagian kecil telah di lakukan di Indonesia berupa pengamatan pada beberapa spesies ikan hiu dan ikan sebelah didapatkan satu spesies baru dan lima spesies sebagai pencatatan baru (new record) (Palm 2000) . Parasit ordo inilah yang didapatkan pada penelitian ini. Hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya, utamanya di Australia didapatkan bahwa pada ikan tenggiri ditemukan lebih dari 10 spesies jenis parasit yang termasuk orde ini, yaitu: Pleurocercoid; Tentaculariidae, Tentacularia coryphaenae Bosc. 1797;

Ptebothrium acanthotruncatum Escalente & Carvajal, 1984., P. heteracanthum

Diesing, 1985, Pterobothrium sp; Lacistorhynchidae, Grillotiella exille (Linton, 1909), Callitetrarhynchus gracillis Pinter, 1931, C. Speciosus (Linton, 1897),

Callitetrarhyncus sp., Unidentified Lacistorhynchidae; Pseudotobothriidae,

Parotobothrium balli (Southwell, 1929); Otobothriidae, Otobothrium cystium

(Mayer, 1842) (Lester 2004; Palm 2004).

Parasit jenis ini ditemukan dalam bermacam-macam spesies ikan dan menyebar secara luas. Jumlah jenis ikan yang merupakan inang akhirnya berjumlah sekitar 17 spesies dan spesies ikan yang ditemukan terinfeksi sebagai inang antara berjumlah lebih dari 140 spesies yang tersebar dari Jepang sampai Perairan Amerika (Palm 2004). Siklus hidupnya di duga mempunyai 4 inang yaitu copepoda, ikan Clupea, Scombrids dan Carangids serta ikan hiu.

Fillum: Platyhelminthes Klass: Cestoda

Ordo: Trypanorhyncha Diesing, 1863. Superfamili: Lacistorhynchoidea

Dokumen terkait