• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka

A. Hasil Observasi

Untuk memperoleh hasil penelitian yang cermat dan valid, peneliti melakukan observasi untuk mengamati secara langsung aktivitas di sekolah.

Berikut disajikan hasil observasi penelitian ini.

No. Aspek-aspek

Tabel 4.1 Hasil Observasi

43

44

jaringan internet,

LCD dan

45

46 B. Hasil Wawancara

Tren penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan semakin marak. Beberapa sekolah maupun perguruan tinggi telah mencanangkan pengembangan TIK dalam pembelajaran bagi peserta didik sebagai jaminan mutu pendidikan. Dibutuhkan kesiapan guru dan siswa dalam memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. Model pembelajaran e-learning merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang bisa diterapkan dimasa pandemi saat ini. Pembelajaran live memungkinkan guru dan siswa dapat berinteraksi secara langsung dan online. YouTube telah menyediakan fitur live streaming atau siaran langsung yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran saat ini.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa proses pembelajaran di SMP Unismuh Makassar dilakukan secara daring dengan memanfaatkan fitur live streaming YouTube.

Media pembelajaran interaktif merupakan suatu alat perantara penyampaian materi pembelajaran oleh guru kepada siswa dimana pada penggunaannya menimbulkan interaksi antara siswa dengan media dengan cara

pembelajaran, seperti

pengguanaan classroom atau yang berbasis LMS yaitu Nuadu

47

saling berkaitan serta saling memberikan aksi dan reaksi antara yang satu dengan yang lainnya. Pembelajaran melalui media televisi, komputer, web, slide presentasi atau media pembelajaran lainnya merupakan beberapa bentuk penggunaan TIK.

Hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti bersama bapak Muh. Darwis, S.Pd.I. beliau mengatakan bahwa:

“Untuk media pembelajaran interaktif maksudnya media atau perantara dalam pembelajaran yang bisa kita manfaatkan sebagai alat komunikasi menyampaikan materi kepada siswa dalam mengajar, dan dalam media itu kita membuat semacam pertanyaan atau sesuatu yang bisa membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Intinya ada aksi dan reaksi sehingga menjadi interaktif.”

Hal senada juga disampaikan oleh bapak Ahmad Akram, ST. beliau mengatakan bahwa:

“Media pembelajaran interaktif berbasis TIK itu artinya memanfaatkan alat-alat TIK lain seperti media pembelajaran yang terintegrasi dengan internet seperti LMS. Bisa diakses baik melalui komputer, laptop, maupun android yang terintegrasi dengan internet”

Kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif berbasis TIK sangat berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran. Untuk itu, seorang guru harus mampu memanfaatkan media pembelajaran interaktif berbasis TIK agar dapat menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas.

Berdasarkan pada observasi yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa guru-guru membuat media pembelajaran interaktif berbasis TIK berupa

48

PowerPoint kemudian ditampilkan secara live streaming YouTube dan juga mengoperasikan Nuadu untuk kuis atau ujian.

Proses kegiatan belajar mengajar sudah banyak menggunakan media laptop, komputer, LCD Projector, audio visual dan didukung dengan internet, buku digital (e-book), pembelajaran digital (e-learning), yang dapat diakses bebas dengan komputer atau laptop peserta didik. Dalam memaksimalkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan dan meningkatnya kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis TIK di SMP Unismuh Makassar, maka sekolah menyediakan fasilitas untuk menunjang proses pembelajaran berbasis TIK antara lain sekolah menyediakan laboratorium komputer, TV Led, LCD dan Proyektor serta fasilitas koneksi Internet.

Berdasarkan hasil observsi yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa semua guru memanfaatkan fasilitas yang disediakan sekolah seperti komputer LCD dan Proyektor serta jaringan internet sebagai penunjang proses pembelajaran dengan tujuan untuk mempresentasikan materi melalui slide PowerPoint kemudian disiarkan secara live di channel YouTube sekolah, melakukan kuis dan ulangan melalui Nuadu dan untuk mengakses informasi melalui jaringan internet.

Menurut Satrianawati (2018) menyebutkan manfaat media pembelajaran berdasarkan aspek waktu. Bagi guru, penggunaan waktu lebih efektif dan efisien, serta dapat mengulang materi pembelajaran kapan saja.

49

Sedangkan bagi siswa, memiliki waktu yang lebih banyak dalam mempelajari materi. Kemudian berdasarkan pada aspek minat. Bagi guru, dapat mendorong minat belajar dan mengajar guru. Sedangkan bagi siswa, dapat membangkitkan minat belajar siswa.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti bersama bapak Muh. Akbar Mattata, S.Pd. mengenai manfaat media pembelajaran, beliau mengatakan bahwa:

“Manfaatnya sangat banyak sekali maksudnya dia lebih pada memberikan pembelajaran itu supaya pembelajaran itu menarik siswa untuk suka terhadap pembelajaran tersebut kemudian ini sudah tersimpan di YouTube, kapan saja dia bisa buka tentu kita buat bagaimana video pembelajaran itu semenarik mungkin untuk siswa tertarik terhadap pembelajaran. Jadi mereka bisa belajar kapan pun, dimanapun, dan maksudnya bisa diakses kapan saja”.

Hal senada juga disampaikan oleh bapak Muh. Darwis, S.Pd.I. beliau mengatakan bahwa:

“Salah satu manfaatnya adalah waktu yah. Jadi waktu yang digunakan lebih efektif. Seperti yang saya katakan tadi, bahwa pada saat pembelajaran sebelum pandemi, itu dilakukan kemudian setelah itu selesai, sementara ketika kita melakukan live streaming dan tersimpan di YouTube, itu mereka bisa putar kembali”.

Salah seorang siswa yaitu Layyina Tussifha juga memberikan pernyataan yang senada dengan hal ini.

“Belajar daring menjadi lebih mudah. Jadi misalnya kalau kelas online ada yang kurang dipahami, bisa dibuka kembali penjelasannya bapak atau ibu guru di YouTube sekolah”.

50

Bahan ajar merupakan bagian penting dalam pelakasanaan belajar jarak jauh, dimana bahan ajar tersebut bisa diakses diluar jam sekolah. Berdasarkan hasil observsi yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa hasil live streaming YouTube dijadikan sebagai bahan ajar bagi siswa dirumah serta mengirimkan materi melalui grup WhatsApp. Peneliti juga menemukan bahwa tidak semua guru menyediakan bahan ajar seperti buku elektronik atau e-book karena siswa dibekali dengan buku paket yang disediakan oleh sekolah.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti bersama bapak Muh. Akbar Mattata, S.Pd. mengenai bahan ajar yang dapat diakses oleh siswa diluar jam sekolah, beliau mengatakan bahwa:

“Saya menyediakan bahan ajar yang bisa mereka akses seperti video live streaming saya di YouTube yang nantinya saya bagikan ke siswa untuk di tonton ulang, sehingga memudahkan siswa ketika dia kurang paham, dia bisa memutar ulang video tersebut. Saya biasanya juga mengirimkan gambar di grup WhatsApp dan menjelaskannya menggunakan voice note. Kalau seperti e-book tidak, karena mereka ada buku paket”

Hal senada juga disampaikan oleh bapak Muh Darwis, S.Pd.I. beliau mengatakan bahwa:

“…. sebenarnya ada bekal memang untuk siswa ketika memiliki buku paket walaupun memang ada beberapa referensi yang kita berikan kepada siswa melalui beberapa link, jadi ketika dia butuh kemudian dia bisa mengaksesnya”.

Salah seorang siswa yaitu Andi Naila Khairiyah juga memberikan pernyataan yang senada dengan hal ini.

51

“Kalau kayak buku elektronik kak jarang karena kami sudah disediakan buku paket dari sekolah. Yang bisa diakses diluar jam sekolah itu seperti live YouTube itu tadi kak. Biasanya lewat WhatsApp kami juga dikirimkan PowerPoint materi dan rekaman suara guru yang menjelaskan materi kak”.

Secara umum jenis-jenis media terbagai menjadi media audio, visual, audio visual, dan multimedia. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti bersama bapak Muh. Darwis, S.Pd.I. mengenai jenis media yang digunakan, beliau mengatakan bahwa:

“Kalau saya menggunakan semua jenis yah. Mulai dari audio, visual, audio visual dan multimedia. Yang paling sering itu audio visual sama multimedia”

Hal senada juga disampaikan oleh bapak Muh. Akbar Mattata, S.Pd.

beliau mengatakan bahwa:

“Yang dilakukan selama ini audionya dapat dalam bentuk suara misalnya voice note di WhatsApp, visualnya juga dapat dalam bentuk gambar, audio visualnya juga dapat, multimedia juga yah”.

Berdasarkan pada hasil observasi yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis TIK sering digunakan oleh guru-guru di SMP Unismuh Makassar dalam menyampaikan materi ajarnya, guru mata pelajaran membuat medianya sendiri dengan memanfaatkan fasilitas yang ada disekolah.

Hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan bersama bapak Muh. Darwis, S.Pd.I beliau mengatakan bahwa:

52

“Karena disini perangkatnya sudah ada kemudian kita manfaatkan yang ada itu, kita membuat sendiri yah artinya kita memunculkan ide-ide berkaitan dengan pembelajaran supaya pembelajaran itu menarik.”

Hal senada juga disampaikan oleh bapak Ahmad Akram, ST. dan Muh.

Akbar Mattata, S.Pd. beliau mengatakan bahwa:

“Yah tentu saya membuat atau menyusunnya sendiri.”

“iya, saya buat sendiri”

Terdapat ribuan software yang beredar luas di masyarakat saat ini.

Beberapa software begitu familiar digunakan dan beberapa software yang mungkin asing bahkan tidak dikenal sama sekali. Dalam membuat media pembelajaran, salah satu software yang paling dikenal adalah Microsoft Office seperti PowerPoint. Di SMP Unismuh Makassar, software yang paling sering digunakan adalah PowerPoint. Beberapa guru juga menggunakan software untuk membuat media pemebelajaran berbasis animasi, namun jarang digunakan karena proses membuat media pembelajarannya lebih sulit dibandingkan dengan menggunakan PowerPoint.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan bapak Muh. Akbar Mattata, S.Pd. mengenai software yang digunakan dalam membuat media pembelajaran interaktif berbasis TIK, beliau mengatakan bahwa:

“Saya pernah menggunakan yang berbasis Flash, namun jarang. Saya hanya menggunakannya pada topik-topik tertentu. Yang paling sering itu PPT karena lebih mudah yah. Untuk menampilkan materinya saya pernah menggunakan Zoom, Google Meet, WhatsApp, dan YouTube..”

53

Hal senada juga disampaikan oleh bapak Ahmad Akram, ST. beliau mengatakan bahwa:

“Kalau yang kayak LMS biasa pake quipper, nuadu dan beberapa aplikasi animasi. Paling sering PowerPoint yah karena lebih mudah dibanding dengan aplikasi yang berbasis animasi seperti flash.

Sebenarnya untuk membuat media menjadi lebih interaktif seperti flash di PowerPoint juga bisa yah, dengan cara mengaktifkan tombol hyperlink.”

Dalam menerapkan media pembelajaran interaktif berbasis TIK tentu terdapat manfaat yang dirasakan oleh guru. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan bapak Muh. Akbar Mattata S.Pd. beliau mengatakan bahwa:

“Manfaatnya sangat banyak sekali maksudnya dia lebih pada memberikan pembelajaran itu supaya pembelajaran itu menarik siswa untuk suka terhadap pembelajaran tersebut kemudian ini sudah tersimpan di YouTube, kapan saja dia bisa buka tentu kita buat bagaimana video pembelajaran itu semenarik mungkin untuk siswa tertarik terhadap pembelajaran. Jadi mereka bisa belajar kapan pun, dimanapun, dan maksudnya bisa diakses kapan saja”.

Seorang siswa yaitu Agiela Ramadhani dan Layyina Tussifha juga memberikan pernyataan yang senada dengan hal ini.

“Manfaatnya kak, belajar menjadi lebih menyenangkan jadi tidak bosan”.

“Belajar daring menjadi lebih mudah. Jadi misalnya kalau kelas online ada yang kurang dipahami, bisa dibuka kembali penjelasannya bapak atau ibu guru di YouTube sekolah.”

54

Berdasarkan dari keseluruhan hasil analisis data observasi dan wawancara dapat diketahui bahwa kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di SMP Unismuh Makassar sudah cukup baik, hal ini dapat dilihat dari bagaimana guru menggunakan fasilitas TIK sebagai media pembelajaran interaktif, misalnya dari penggunaan komputer, LCD proyektor, serta mengintegrasikan media dengan internet.

Berdasarkan pada hasil wawancara peneliti bersama para infroman, peneliti menyimpulkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam menerapkan media pembelajaran interkatif berbasis TIK, yaitu pengetahuan guru dan jaringan dalam mengoperasikan atau menjalankan program software komputer. Seperti yang disampaikan oleh bapak Muh. Darwis, S.Pd.I.

mengenai kendala yang dihadapi dalam menerapkan media pembelajaran interkatif berbasis TIK, beliau mengatakan bahwa:

“…. Minimnya pengetahuan guru, seperti ada beberapa guru belum mampu menjalankan program software komputer.”

Bapak Muh. Akbar Mattata, S.Pd dan Ahmad Akram, ST. juga memberikan pernyataan yang senada dengan hal ini.

“Kalau kendala lebih sering ke jaringan. Kadang kalau kita pakai media yang terintegrasi dengan internet itu jaringannya tidak mendukung dan juga pada saat diskusi karena jaringannya tidak bagus akhirnya tidak berjalan dengan baik”.

55

“Kendalanya biasa di jaringan yah. Proses pembelajaran terhambat karena jaringan kadang kurang bagus. Kendala lainnya biasa juga dari pengetahunan guru itu sendiri”.

Dari beberapa hambatan yang dihadapi guru dalam menerapkan media pembelajaran interkatif berbasis TIK dalam pembelajaran di kelas, tentu terdapat upaya yang dilakukan guru dalam menerapkan media pembelajaran interkatif berbasis TIK agar pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

Berdasarkan pada hasil wawancara peneliti bersama para infroman, peneliti menyimpulkan bahwa guru-guru berupaya terus belajar untuk mengupgrade skill dan pengetahuan agar dalam menerapkan media pembelajaran interkatif berbasis TIK menjadi lebih efektif dan optimal, seperti yang disampaikan oleh bapak Muh. Akbar Mattata, S.Pd. dan Ahmad Akram, ST.

“Kita terus belajar yah. Artinya kita berusaha untuk mengupgrade skill dan pengetahuan kita”.

“Mengikuti pelatihan membuat media pembelajaran interaktif berbasis TIK yah guna menambah atau meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kita sebagai seorang guru sehingga itu tadi, materibisa tersampaikan secara optimal. Upaya lainnya yaitu belajar otodidak, kan banyak konten di YouYube, kita bisa belajar disitu”.

56 pembelajaran itu hal yang sangat umum yah. Jadi, media atau perantara dalam pembelajaran yang bisa kita manfaatkan sebagai alat komunikasi menyampaikan materi digunakan guru dalam proses pembelajaran.

Contohnya PowerPoint

Kalau media

pembelajaran itu alat yang digunakan guru

Terdapat empat jenis media yaitu media auido, visual, audio

57 maksudnya media atau perantara dalam pembelajaran yang bisa kita manfaatkan sebagai alat komunikasi reaksi sehingga menjadi interaktif.

Media pembelajaran interaktif berbasis TIK itu artinya media yang dimana digunakan untuk memberikan informasi dan bersifat interaktif artinya ada informasi dua arah.

Media pembelajaran interaktif berbasis TIK

itu artinya

memanfaatkan alat-alat TIK lain seperti media pembelajaran yang terintegrasi dengan internet seperti LMS atau YouTube yah. Bisa diakses baik melalui komputer, suatu alat perantara penyampaian materi

58 secara tidak langsung membuat para guru menjadi tidak gaptek (gagal teknologi) istilahnya yah.

pemanfaatnya lebih intensif karena kan sekarang transformasi digital, sekolah yang harus atau dituntut untuk mempersiapkan terkait dengsn transformasi digital itu.

Apalagi saat ini kan era industri 4.0 sehingga kita dituntut untuk dari guru nya yah, yang harus mengikuti atau menyesuaikan diri

PowerPoint dan video

Iya, saya menggunakan

PPT, video

pembelajaran dan media tersebut ditampilkan di beberapa aplikasi tapi yang paling sering itu

Iya, saya

menggunakan. Bahkan sebelum pandemi saya

juga sering

59

TIK? YouTube. pembelajaran interaktif

antara saya dan siswa sementara kita gunakan ini dalam bentuk podcast biasa kita gunakan untuk penyampaian

pembelajaran dan juga media pembelajaran seperti PowerPoint itu kita tampilkan live YouTube, manfaat atau kelebihan yang kita dapatkan itu salah satunya adalah waktu yang digunakan lebih efektif. Ketika pembelajaran itu kita mau mengulang kembali, kan

Sebenarnya kalau

kelebihan dan

kekurangan pasti ada, kalau kelebihannya kita bisa belajar kapan pun, yang ditentukan, kita bertemu langsung mungkin dari gurunya yang masih kaku dalam mengembangkan saja dan dimana saja.

Adapun

kekurangannya adalah siswa hanya belajar sesuai dengan

waktu yang

60 umumnya sebelum pandemi itu dilakukan kemudian setelah itu selesai, sementara ketika kita siarkan langsung dan disimpan di YouTube, itu bisa diputar atau diulang kembali.

kekurangan lainnya adalah dari guru yang masih kaku dalam sebenarnya ada bekal memang untuk siswa ketika memiliki buku paket walaupun memang ada beberapa referensi yang kita berikan kepada siswa melalui beberapa

Saya menyediakan bahan ajar yang bisa mereka akses seperti video live streaming saya di YouTube yang nantinya saya bagikan ke siswa untuk di tonton ulang, sehingga memudahkan siswa ketika dia kurang paham, dia bisa memutar ulang video tersebut. Saya biasanya juga mengirimkan ajar yang bisa diakses siswa diluar jam sekolah seperti hasil live streaming

61 mereka ada buku paket.

8. Menurut bapak,

Untuk dimasa pandemi ini, semua menggunakan media yah, jadi itu tersalurkan dengan baik sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat belum diizinkan dimasa pandemi ini untuk tatap muka secara langsung untuk menyampaikan materi.

Jadi selama pandemi ini yakni pada semeter 2 itu

wajib untuk

menggunakan

medianya. Karena kita belajar berbasis daring makanya kita dituntut untuk itu.

Iya menggunakan. Semua mata pelajaran di SMP Unismuh Makassar menggunakan media pembelajaran.

62 visual dan multimedia.

Yang paling sering itu juga dapat dalam bentuk gambar, audio visualnya juga dapat, multimedia juga yah.

Iya, setiap pertemuan saya menggunakan.

perangkatnya sudah ada

kemudian kita

manfaatkan yang ada itu, kita membuat sendiri yah artinya kita memunculkan

63 filmora membuat video pembelajaran. Artinya berbasis Flash, namun jarang. Saya hanya menggunakannya pada topik-topik tertentu.

Yang paling sering itu PPT karena lebih mudah

yah. Untuk animasi. Paling sering PowerPoint yah karena lebih mudah dibanding dengan aplikasi yang berbasis animasi PowerPoint juga bisa yah, dengan cara

64 waktu yang digunakan lebih efektif. Seperti yang saya katakan tadi, bahwa pada saat pembelajaran sebelum pandemi, itu dilakukan kemudian setelah itu selesai, sementara ketika kita melakukan live streaming dan tersimpan di YouTube, itu mereka tersimpan di YouTube, kapan saja dia bisa buka tentu kita buat bagaimana video pembelajaran itu semenarik mungkin untuk siswa tertarik terhadap pembelajaran.

Jadi mereka bisa belajar kapan pun, dimanapun, baik dari segi waktu, konsep, hingga

65 menerapkan media

pembelajaran interaktif berbasis TIK?

lebih ke pengetahuan guru yah. Minimnya pengetahuan guru, apalagi ada beberapa guru

belum mampu

menjalankan program software komputer.

media yang terintegrasi dengan internet itu jaringannya tidak mendukung dan juga pada saat diskusi karena jaringannya tidak bagus akhirnya tidak berjalan dengan baik.

terhambat karena jaringan kadang kurang bagus. Kendala lainnya biasa juga dari pengetahunan guru itu sendiri

menggunakan media itu dengan baik tentu ada kendala tapi sebaik mungkin, artinya kita belajar dari kesalahan hari ini sepertinya kurang bagus kemudian kita perbaiki lagi.

Kita terus belajar yah.

Artinya kita berusaha untuk mengupgrade skill dan pengetahuan kita.

Mengikuti pelatihan membuat media pembelajaran interaktif berbasis TIK yah guna menambah atau meningkatkan

pengetahuan dan kemampuan kita sebagai seorang guru sehingga itu tadi,

materi bisa

tersampaikan secara optimal. Upaya lainnya yaitu belajar otodidak,

Terdapat upaya yang

66

YouYube, kita bisa belajar disitu.

menerapkan media pembelajaran

interkatif berbasis TIK menjadi lebih efektif dan optimal.

Agiela

interaktif

4. Selain presentasi PowerPoint,

akses diluar jam

Untuk melengkapi data penelitian, peneliti mengumpulkan sumber data dokumen. Terdapat media pembelajaran interkatif berbasis TIK yang bisa dilihat di channel YouTube sekolah SMP Unismuh Makassar yaitu SPUMA 7

Dokumen terkait