KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka
1. Penelitian Relevan
a. Nengsih, Dewi Hernia. (2017). Analisis Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pengelolaan Proses di SD Negeri 10 Mandonga.
Hasil penelitian relevan sebelumnya yang sesuai dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Dewi Hernia Nengsih pada tahun 2017 berjudul Analisis Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pengelolaan Proses di SD Negeri 10 Mandonga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk pengujian data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Selanjutnya data dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) display data, dan 4) verifikasi dan kesimpulan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui kompetensi pedagogik guru dalam pengelolaan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru SD Negeri 10 Mandonga, untuk mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi guru dalam pengelolaan proses pembelajaran, dan untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi hambatan tersebut.
10
11
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam pengeloaan proses pembelajaran di SD Negeri 10 Mandonga sudah baik. Terdapat beberapa faktor yang menjadi hambatan guru dalam pengelolaan proses pembelajaran, namun belum ada upaya nyata dari guru untuk mengatasi hambatan yang dihadapi dalam pengelolaan proses pembelajaran.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah sama-sama menganalisis kompetensi guru. Metode yang digunakan juga menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Perbedaannya dalam penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada kompetensi guru. Pada penelitian ini, peneliti akan meneliti tentang analisis kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif berbasis TIK, yaitu kompetensi pedagogik dan profesional guru. Perbedaan yang lain adalah dilihat dari jenjang sekolah dan lokasi penelitiannya. Lokasi dalam penelitian ini adalah di SMP Unismuh Makassar.
b. Pitrawati, dkk. (2016). Analisis Kompetensi Profesional Guru PAUD di Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna.
Penelitian yang dilakukan oleh Pitrawati, dkk pada tahun 2016 berjudul Analisis Kompetensi Profesional Guru PAUD di Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna. Tujuan penelitian ini adalah untuk
12
mengetahui kompetensi profesional guru PAUD di Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna.. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan persentase. Dalam penelitian ini data dikumpulkan menggunakan teknik komunikasi tidak langsung atau metode menggunakan pertanyaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (kuesioner). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah jawaban angket dari responden yang disusun dengan skala likert sehingga menghasilkan angka-angka yang mempunyai bobot tertentu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru PAUD dalam menguasai materi pembelajaran anak usia dini tergolong baik dengan persentase mencapai 85,53%. Penguasaan guru terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran anak usia dini tergolong cukup dengan persentase mencapai 75,22%.
Pengembangan materi pembelajaran anak usia dini secara kreatif tergolong baik dengan persentase mencapai 83,55%. Pengembangan keprofesionalan dengan melakukan tindakan reflektif dalam pembelajaran anak usia dini tergolong cukup dengan persentase mencapai 73,77%. Kompetensi guru PAUD dalam memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri tergolong cukup dengan persentase mencapai 71,27%.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terdapat pada tujuan peneilitan, yaitu sama-sama ingin
13
mengetahui kompetensi guru. Sedangkan perbedaan dalam penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada Metodologi penelitiannya. Perbedaan yang lain adalah dilihat dari jenjang sekolah dan lokasi penelitiannya. Lokasi dalam penelitian ini adalah di SMP Unismuh Makassar.
2. Kompetensi Guru a. Kompetensi
Menurut Charles dalam Mulyasa (2009: 25) mengemukakan bahwa “competency as rational performance which satisfactorily meets the objective for a desired condition (kompetensi merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan)”.
Menurut Mahmud (2011: 107) “istilah kompetensi merupakan gambaran tentang apa yang seyogyanya dapat dilakukan seseorang guru dalam melaksanakan pekerjaannya, baik berupa kegiatan, berperilaku, maupun hasil yang dapat ditunjukkan”.
Penjelasan tersebut mengandung arti bahwa kompetensi guru merupakan kemampuan yang menuntut tanggung jawab yang harus dimiliki sebagai guru yang profesional. “Kompetensi profesional guru adalah seperangkat kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru agar ia dapat melaksanakan tugas mengajar dengan berhasil” (Uno, 2017: 18).
Kompetensi pada dasarnya adalah deskripsi tentang apa yang dapat dilakukan seseorang dalam pekerjaannya, serta jenis pekerjaan yang dapat
14
dilihat. Untuk dapat melakukan suatu pekerjaan, seseorang harus memiliki kompetensi berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan yang relevan dengan bidang pekerjaannya.
Mengacu pada pengertian kompetensi diatas, maka kompetensi guru dapat diartikan sebagai gambaran tentang apa yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan pekerjaannya, baik dari segi kegiatan, tingkah laku maupun hasil belajar yang dapat ditunjukkan dalam pembelajaran.
b. Guru
Berdasarkan pada Kamus At-Tarbuyah dalam Ali (1980: 486) secara etimologi, “istilah guru dalam bahasa Inggris disebut “teacher”, sedangkan dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah “mu’alim, mudaris, muhadzib, mu’adib”, yang berarti orang yang menyampaikan ilmu, pelajaran, akhlak, dan pendidikan”. Sedangkan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia dalam Badudu dan Zain (2001: 487), “guru diartikan orang yang mengajari orang lain, di sekolah atau mengajari ilmu pengetahuan atau keterampilan”.
Menurut Uno (2017: 15) “guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik”. Orang yang disebut guru adalah orang yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran serta mampu menata dan mengelola kelas agar peserta didik dapat belajar dan pada akhirnya dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari proses pendidikan.
15
Berdasarkan Undang-Undang tentang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 dijelaskan bahwa yang dimaksud “guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan menengah”. Definisi tersebut mengandung pengertian bahwa guru adalah orang yang bekerja di suatu sekolah atau satuan pendidikan yang tugas utamanya adalah mendidik dan menilai dari anak usia dini sampai dengan pendidikan menengah.
c. Standar Kompetensi Guru
Berdasarkan Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang guru ada beberapa kompetensi yang harus dikuasai guru, antara lain: