BAB 4 PELAKSANAAN DAN HASIL
4.2 Hasil Pelaksanaan Program Intervensi
Hasil pelaksanaan program intervensi terbagi menjadi empat, tahap
pre-treatment, tahap CDI, tahap PDI, dan tahap post-treatment. Dalam uraian hasil
pelaksanaan ini juga disajikan data penurunan perilaku disruptive I berdasarkan
Sesi
ke-Kegiatan Hari Tanggal Waktu Tempat
1 Pre-treatment
a. Asesmen Semi-Struktural - Wawancara
Semi-Struktural
Sabtu 9 Juni 2012 12.30 – 14.00 Tempat Terapi I
(Klinik SK) - Observasi
terstruktur menggunakan DPICS-III
Senin 11 Juni 2012 14.30 – 15.10 Laboratorium
O/W Ged.B F. Psikologi UI b. Orientasi Terapi Senin 11 Juni 2012 15.10 – 16.10 Tahap CDI 2 Pengajaran keterampilan CDI
Jumat 15 Juni 2012 14.10 – 16.00 Klinik Terpadu
F.Psikologi UI 3
Pelatihan
keterampilan CDI
Senin 18 Juni 2012 14.00 – 15.00 Laboratorium
O/W Ged.B F. Psikologi UI 4 Jumat 22 Juni 2012 12.30 – 13.30 5 Senin 25 Juni 2012 12.30 – 13.30 6 Jumat 29 Juni 2012 12.45 – 14.10 Tahap PDI 7 Pengajaran keterampilan PDI
Senin 02 Juli 2012 14.15 – 16.00 Klinik Terpadu
F.Psikologi UI 8
Pelatihan
keterampilan PDI
Jumat 06 Juli 2012 10.30 – 11.30 Laboratorium
O/W Ged.B F. Psikologi UI
9 Senin 09 Juli 2012 11.00 – 12.00
10 Senin 16 Juli 2012 13.00 – 14.00
11 Jumat 20 Juli 2012 13.30 – 14.30
ECBI serta peningkatan kualitas interaksi ibu dan I antara pre-treatment dan
post-treatment. Untuk data penilaian rinci kualitas interaksi ibu dan I menggunakan
DPICS-III dari awal hingga akhir sesi, disajikan dalam bentuk tabel yang terpisah. 4.2.1 Pelaksanaan Tahap Pre-treatment
Pelaksanaan dari tahap pre-treatment (sesi ke-1) dapat dilihat pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2. Hasil pelaksanaan tahap pre-treatment Bagian sesi/
Kegiatan
Hasil Analisis Singkat
1. Mewawancara ayah dan ibu. 2. Mengadminis-trasi pengisian lembar ECBI. 3. Mencatat informasi yang penting.
1. Secara garis besar, masalah perilaku I yaitu :
- Tidak mematuhi aturan rumah dari ibu, terutama aturan untuk belajar - Tidak mematuhi arahan perilaku dari ibu dan merespon arahan
tersebut dengan menunjukkan perilaku tidak pantas, memukul dan menendang ibu, serta mengatakan kata-kata yang tidak pantas, seperti ‘bego dan tete’.
- Mudah marah jika keinginannya tidak segera dipenuhi.
- Tidak mau untuk membantu ibu untuk melakukan tugas rumah tangga yang mampu I lakukan.
- Tidak mau bertanggung jawab jika berbuat perilaku yang tidak pantas atau kesalahan dan seringkali menyebutkan adiknya yang berbuat hal tersebut.
- I juga menunjukkan respon negatif terhadap arahan nenek, kakek, dan tente di rumah. Terhadap ayah, I menampilkan perilaku negative dengan frekuensi yang lebih sedikit dari ibu dan bentuk perilaku yang terlihat berbeda. I mengatakan kata yang tidak pantas kepada ayah, namun dengan volume suara yang pelan dan tidak menatap mata ayah. Hal itu diperkirakan karena I merasa takut terhadap ayah.
- I menampilkan perilaku disruptive dalam bentuk ketidakpatuhan I terhadap figur otoritas dan agresivitas dengan cara memukul atau menendang.
- I juga menunjukkan perilaku DBD (yang ada dalam kriteria ODD) yaitu mudah marah apabila diberikan arahan, yang ditampilkan dalam bentuk perilaku memukul,
menendang, dan mengatakan kata-kata yang tidak pantas; tidak mau mengikuti aturan dan berperilaku menentang; serta tidak mau bertanggung jawab atas
perbuatan/perilakunya yang tidak baik dengan mengatakan orang lain yang melakukan hal tersebut.
Bagian sesi/ Kegiatan
Hasil Analisis Singkat
2. ECBI yang diadministrasikan kepada orang tua I menunjukkan skor 167.
3. Sejak I bayi, ibu lebih banyak bekerja dan ayah berada di luar kota. Mereka jarang menghubungi orang tua di rumah yang menjaga I dan kurang memantau kegiatan belajar I. Orang tua juga kurang
menerapkan batasan perilaku yang efektif bagi I. Ibu kurang mampu menerapkan disiplin yang konsisten sejak dini kepada I. Dari sejak I berusia 3 tahun, ibu cenderung membiarkan I berperilaku negatif. Namun, akhir-akhir ini sejak I berusia hampir 7 tahun, ibu beberapa kali memukul I apabila I menampilkan perilaku yang tidak pantas terhadap ibu. Sementara ayah, saat ayah berada di rumah, ayah lebih sering untuk memarahi I dan beberapa kali memukul I menggunakan benda apabila I menunjukkan perilaku yang tidak baik.
- Skor ECBI dari I mengindikasikan perilaku I tergolong rentang perilaku klinis (skor di atas 131) sehingga I perlu mendapat penanganan.
- Pengasuhan I tergolong kurang adekuat dan berpengaruh terhadap berkembangnya perilaku disruptive I. Observasi terstruktur menggunakan DPICS-III/ 1.Mengarahkan
orang tua secara bergantian untuk
1. Ayah dan ibu melakukan kegiatan di ruang bermain sesuai dengan prosedur yang diinstruksikan.
- Orang tua memahami instruksi dan kooperatif terhadap pelaksana interven
Bagian sesi/ Kegiatan
Hasil Analisis Singkat
berinteraksi dengan anak di ruang bermain sesuai dengan instruksi. Ibu mendapat giliran yang pertama, baru kemudian ayah masuk ke ruang bermain setelah ibu keluar dari ruangan tersebut. 2. Pelaksana
intervensi menilai interaksi orang tua dan I dengan menggunakan lembar coding DPICS-III
2. Selama bermain, ayah beberapa kali melihat jam untuk memantau lamanya sesi observasi, sementara ibu terlihat lebih fokus terhadap kegiatan bermaian yang ia dan I lakukan.
3. Dari lembar coding DPICS III, hasil menunjukkan bahwa :
Pada saat anak memimpin kegiatan bermain, dalam interaksi ibu dan I, - Ibu tidak mengeluarkan verbalisasi pujian dan refleksi, serta
hanya satu kali memberikan deskripsi. Ibu memberikan ungkapan negatif berupa perintah, sebanyak 5 kali, sarkasme sebanyak 3 kali, dan pertanyaan sebanyak 5 kali.
- Ibu lebih banyak melihat anak bermain sambil memberikan perintah, sarkasme, atau pertanyaan kepada anak. Ada beberapa pembicaraan netral kepada anak untuk memberitahu anak tentang jenis mainan yang dimainkan anak saat bermain. Akan tetapi, hal itu kurang mendapat respon timbal-balik yang baik dari anak. Pada saat ibu memimpin permainan :
- I menunjukkan kepatuhan sebanyak dan ketidak patuhan sebanyak - Ibu tidak memberikan pujian akan kepatuhan I
Pada saat ibu meminta I membereskan mainan, I mau mengikuti permintaan ibu tersebut.
- Ibu terlihat lebih mampu untuk berusaha bersikap rileks selama bermain dengan I dibandingkan dengan ayah.
- Ibu belum mampu menunjukkan keterampilan untuk berinteraksi dengan anak secara efektif.
- I menunjukkan ketidakpatuhan dan kepatuhan terhadap ibu dengan jumlah yang relatif sama.
Bagian sesi/ Kegiatan
Hasil Analisis Singkat
Orientasi terapi 1. Pelaksana intervensi menyampaikan materi tentang PCIT melalui media power point dan mengajak keterlibatan orang tua untuk bertanya tentang materi tersebut. 2.Pelaksana intervensi menyampaikan pentingnya komitmen ibu u hadir dalam sesi
1. Ayah dan ibu mendapatkan penjelasan materi tentang PCIT. Ayah mengajukan lebih dari lima pertanyaan, sementara ibu hanya satu pertanyaan. Pertanyaan ayah antara lain berkaitan dengan tipe pengasuhan dan refleksi diri tentang pengasuhan yang ayah terapkan; efek ketergantungan terhadap ibu terkait dengan intervensi yang melibatkan ibu.
3. Ayah juga bertanya dan berbagi tentang hal lain di luar materi namun masih berkaitan dengan topik materi. Ayah menceritakan tentang interaksi ayah dan I di rumah, seperti ayah banyak memberikan I doktrin sebab-akibat dari perilaku I, tanpa
mempertimbangkan apakah I memahami atau tidak apa yang ayah sampaikan. Ayah juga menyatakan bahwa ia lebih sering
menunjukkan ekspresi marah agar ada sosok yang ditakuti oleh I.
4. Ayah terlihat menyadari bahwa ia menunjukkan kehangatan yang rendah terhadap I. Ayah menjelaskan bahwa ia merasa terbatas untuk memberikan kehangatan karena waktunya lebih banyak di lua
- Ayah dan ibu menyimak materi tentang PCIT dan mengerti inti dari materi tersebut serta relevansinya terhadap perilaku I
- Ayah terlihat berminat
mengetahui lebih banyak tentang pengasuhan anak
- Ayah menyadari pengasuhan yang ia terapkan kurang adekuat. Kesadaran ini bermanfaat untuk
Bagian sesi/ Kegiatan
Hasil Analisis Singkat
3. Pelaksana intervensi memberikan lembar persetujuan untuk ditandatangani oleh orang tua
kota. Ketika pulang, ayah tidak memanfaatkan waktu untuk menjalin hubungan yang dekat dengan I. Sementara untuk batasan perilaku, ayah menyatakan ia dan ibu I tidak mengetahui cara penerapan batasan tersebut.
5. Ibu mengatakan bahwa ia akan berusaha untuk hadir di setiap sesi. Kesulitan yang mungkin dialami ibu adalah bagaimana menitipkan adik I selama ibu datang ke fakultas.
6. Ayah dan ibu menandatangani inform consent.
- mengubah pengasuhan ayah.
- I bu menunjukkan komitmen untuk hadir dalam intervensi.
- Ayah dan ibu menyepakati intervansi yang akan ibu dan I jalani.
4.2.2 Pelaksanaan Tahap CDI
Tahap CDI berlangsung sesuai jadwal perencanaan. Ibu dan I hadir di seluruh sesinya. Pelaksanaan tahap CDI ini diuraikan dalam tabel 4.3.
Tabel 4.3. Hasil Pelaksanaan Tahap CDI Sesi
ke-/Tahap
Kegiatan Hasil Analisis Singkat
Sesi ke-2/Tahap Pengajaran keterampilan CDI
Membahas hasil PR Ibu ingin melaksanakan PR namun belum berhasil
melakukannya karena berbagai hambatan.
Ibu belum menunjukkan komitmen untuk mengerjakan PR. Pelaksana intervensi perlu merancang strategi untuk ibu agar mengerjakan PR. Mempresentasikan tentang
tahap CDI sambil
Ibu menyimpulkan bahwa CDI itu berisikan kegiatan berupa anak memimpin permainan dan tujuannya untuk meningkatkan kualitas interaksi orangtua-anak.
Ibu mulai mengerti inti dari tahap CDI
Menjelaskan, mencontohkan, dan mendiskusikan
keterampilan CDI :
- ‘Avoid’ dan ‘do’ skills (hal yang harus dihindari dan harus dilakukan)
- Keterampilan pemberian atensi dengan strategi tertentu (strategic
attention) dan pengabaian
Ibu menyimak dengan baik penjelasan materi dan cukup aktif bertanya.
Ibu menyatakan bahwa materi ini merupakan hal yang baru baginya.
Dalam do skill, hal yang paling sering bahkan selalu ia lakukan apabila ia bermain dengan I adalah memberikan pertanyaan.
Sementara, dalam avoid skill, ia merasa bahwa seringkali masih tersulut emosi oleh perilaku anaknya sehingga ibu merespon perilaku anak
Perlu dipahami bahwa materi keterampilan CDI merupakan materi baru bagi ibu. Ibu belum pernah menerapkannya kepada I. Ibu lebih sering menerapkan kepada I hal yang termasuk harus dihindari.
secara selektif (selective ignoring)
dengan memberikan nasehat, arahan atau larangan.
Bermain peran antara pelaksana intervensi dan ibu
Ibu terlihat masih agak kesulitan untuk mencontohkan penerapan secara spontan Ibu mampu memberikan contoh penerapan
dengan tepat apabila pelaksana intervensi memberikan clue.
Ibu memahami secara teoritis namun masih kesulitan untuk melakukannya. Ibu membutuhkan latihan lebih banyak di rumah untuk semua keterampilan do skill. Sesi ke-3/
Tahap CDI -I
1.Ibu dan anak berinteraksi dalam kegiatan bermain di ruang bermain
2. Anak memilih permainan building blocks,
memainkannya dengan cara merangkaikan mainan menjadi bentuk mobil.
3. Pelaksana intervensi mengobservasi interaksi ibu dan I dan melatih
penguasaan keterampilannya
1. Ibu sama sekali tidak menunjukkan pujian, refleksi, dan deskripsi terhadap perilaku I. Ibu lebih banyak diam dan terlihat ragu-ragu.
2. Ibu hanya menunjukkan verbalisasi perintah sebanyak 1 kali.
3. Dalam sesi pelatihan keterampilan, ibu tampak masih kesulitan untuk menerapkan ‘do skills’ dan pemberian atensi secara selektif.
Ibu belum menguasai keterampilan do skill dan belum menunjukkan antusiasme dalam berinteraksi. Ibu mengalami peningkatan yang
besar dalam menerapkan perilaku avoid skills.
Ibu membutuhkan latihan untuk menguasai keterampilan.
Sesi ke-4/ Tahap CDI -II
1.Ibu dan anak berinteraksi dalam kegiatan bermain di ruang bermain
2. Anak memilih permainan miniatur hewan peternakan
3. Pelaksana intervensi mengobservasi interaksi ibu dan I
1.Ibu menunjukkan keterampilan memuji sebanyak 4 kali, merefleksi sebanyak 13 kali, dan mendeskripsi perilaku sebanyak 4 kali. 2. Ibu memberikan pengatahuan kepada I tentang
nama hewan yang ia belum ketahui, seperti bison.
3. Ibu menampilkan verbalisasi perintah sbanyak 1 kali, sarkasme sebanyak 3 kali, dan
pertanyaan sebanyak 2 kali.
4. Ibu menunjukkan antusiasme yang ditandai dengan kontak mata, sentuhan fisik (badan ibu berdekatan dengan badan ibu) serta imitasi dengan ikut memainkan mainan hewan. 5. Dalam sesi pelatihan keterampilan, ibu masih
membutuhkan latihan terutama dalam memuji
Ibu mengalami peningkatan dalam refleksi karena permainan hewan menstimulasi interaksi ibu dan I. I banyak menyebutkan nama hewan dan memainkannya. Pada sesi ini, Ibu tidak mencapai
keberhasilan dalam membatasi avoid skill. Ibu menunjukkan total avoid skill sebanyak lebih dari 3 kali.
Ibu menunjukkan peningkatan dalam antusiasme dan
keterampilan imitasi Ibu perlu latihan dalam
keterampilan memuji dan mendeskripsi
Sesi ke-5/ Tahap CDI -III
1.Ibu dan anak berinteraksi dalam kegiatan bermain di ruang bermain
2. Anak memilih permainan building blocks,
1. Ibu menunjukkan keterampilan memuji sebanyak 2 kali, mereffleksi sebanyak 1 kali, dan mendeskripsi sebanyak 5 kali.
2. Ibu menunjukkan verbalisasi perintah sebanyak 1 kali, sarkasme sebanyak 2 kali, dan
pertanyaan sebanyak 1 kali.
Ibu mengalami peningkatan Ibu mengalami peningkatan dalam menerapkan perilaku do skills, untuk keterampilan deskripsi. Untuk keterampilan pujian dan refleksi, ibu mengalami
memainkannya dengan cara merangkaikan mainan
menjadi bentuk pedang power rangers.
3. Pelaksana intervensi mengobservasi interaksi ibu dan I
3. Selama bermain, saat I membentuk balok menjadi pedang, I lebih banyak diam dan ibu kurang mendapat kesempatan untuk
memberikan refleksi. Ibu lebih banyak mengamati I membuat pedang.
4.I terlihat senang saat mendengar ibu menyebut bentuk yang ia buat dengan benar. I tampak merasa bahwa ia diperhatikan oleh ibu. 5. Pelatihan keterampilan berfokus pada
keterampilan memuji dan merefleksi yang mengalami penurunan pada sesi ini.
penurunan.
Dalam keterampilan ‘avoid skill’. Ibu mengurangi verbalisasi sarkasme dan pertanyaan. Antusiasme ibu maaih kurang
(butuh latihan). Meskipujn demikian, I tetap fokus bermain dan menunjukkan ekspresi senang ketika ia mendengar ibu menyebut nama benda buatannya. Ibu harus tetap berlatih untuk
semua keterampilan. Sesi ke-6/
Tahap CDI -IV
1.Ibu dan anak berinteraksi dalam kegiatan bermain di ruang bermain.
2. Anak memilih permainan puzzle bergambar tokoh kartun ‘Dora’
3. Pelaksana intervensi mengobservasi interaksi ibu dan I
1. Ibu menunjukkan keterampilan memuji sebanyak 8 kali, mereffleksi sebanyak 1 kali, dan mendeskripsi sebanyak 5 kali.
2. Ibu menunjukkan verbalisasi perintah sebanyak 1 kali dan pertanyaan sebanyak 1 kali, serta tidak menunjukkan sarkasme.
3. Pelatihan keterampilan berfokus pada keterampilan merefleksi.
Ibu mengalami peningkatan yang besar dalam menerapkan pujian. Ibu terlihat tidak berkesempatan
untuk memberikan refleksi karena selama menyusun puzzle, I sangat minim dalam berbicara. I terlihat fokus untuk menyusun kepingan puzzle.
Kegiatan bermain membantu I untuk fokus mengerjakan sesuatu
4.2.3 Pelaksanaan Parent-Directed Interaction (PDI)
Tahap PDI berlangsung selama 4 sesi, dari 5 sesi yang direncanakan. Hal itu karena I telah menunjukkan kepatuhan terhadap perintah ibu, walaupun ibu masih membutuhkan latihan untuk memberikan pujian terhadap kepatuhan I. I juga menunjukkan perubahan perilaku sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan yang didasarkan atas skor ECBI. Selain itu menjelang sesi PDI-III, ibu menyampaikan kondisi fisiknya yang mulai menurun seiring usia kehamilannya yang semakin besar dan akan segera melahirkan. Selama sesi PDI ini, pelaksana intervensi berada di ruang yang sama dengan ibu untuk meminimalisasi perpindahan pelaksana intervensivasi dari ruang observasi ke ruang bermain guna mengatur alat perekam. Penjelasan pelaksanaan PDI disajikan dalam bentuk tabel 4.4.
Tabel 4.4. Hasil Pelaksanaan Tahap PDI
Sesi ke-/Tahap
Kegiatan Hasil Analisis Singkat
Sesi ke-7/Tahap Pengajaran keterampilan PDI
Mendiskusikan hasil PR Ibu mengerjakan PR dengan jenis permainan yang
alat permainannya ada di rumah.
Ibu belum konsisten untuk melaksanakan PR.
Mempresentasikan tentang tahap PDI sambil mengaitkan dengan informasi yang telah dijelaskan pada sesi pre-treatment.
Ibu masih mengingat inti dari tujuan tahap PDI yaitu untuk mendisiplinkan anak. Ibu memahami bahwa pada tahap ini, arah kegiatan bermain akan ditentukan oleh ibu.
Ibu memahami inti dari tahap PDI
Menjelaskan, mencontohkan, dan mendiskusikan
keterampilan PDI :
- Pemberian perintah yang efektif
- Pemberian peringatan time-out
- Pemberian pujian segera setelah anak menunjukkan kepatuhan baik saat tidak menerima peringatan
time- Ibu menyimak dengan baik penjelasan materi, ditandai dengan keaktifan ibu bertanya dan mencontohkan, baik yang berkaitan dengan materi maupun pengalaman ibu dengan I. Sama seperti materi CDI, ibu menyatakan bahwa materi ini merupakan hal yang baru baginya.
Ibu menyatakan bahwa hal yang paling sering ibu lakukan di rumah adalah memberikan perintah dalam bentuk kalimat negatif, misalnya jangan ‘lari-larian’, jangan ‘makan
Perlu dipahami bahwa materi PDI merupakan materi yang baru bagi ibu.
Dalam penerapan sehari-hari, ibu menerapkan perintah yang kurang efektif.
out maupun setelah menerima peringatan time-out
- Keterampilan ibu saat anak menerima time-out
banyak-banyak’.
Ibu pernah menerapkan hal yang menurut ibu serupa dengan konsep time out namun tidak konsisten
Bermain peran antara pelaksana intervensi dan ibu
Ibu cukup mampu memberikan contoh penerapan pemberian perintah dalam kalimat langsung dan mengandung satu jenis kalimat perintah secara spesifik.
Ibu masih membutuhkan latihan untuk mampu menerapkan keterampilan yang diajarkan dengan lebih baik.
Ibu mulai terlihat mulai mampu menunjukkan keterampilan PDI dan membutuhkan latihan agar keterampilan tersebut dapat diterapkan.
Sesi ke-8/ Tahap PDI -I
1.Pelaksana intervensi menyampaikan kepada I tentang aturan bermain pada tahap PDI
2. Menunjukkan kepada I area kursi time-out dan
menjelaskan tentang kondisi anak jika ia berada di kursi time-out
3. Bermain peran antara PI
1. I memahami tentang aturan baru di sesi ini. 2. Setelah melihat kursi time-out dan merasakan
berada di kursi tersebut, meskipun sambil tersenyum, I menunjukkan ekspresi keengganan untuk berada di kursi timeout. Saat itu tampak bahwa I tidak mau berada di kursi tersebut. 3. Ibu terlihat memiliki sikap yang rileks saat
bermain. Ibu dengan cukup lancar memberikan perintah secara langsung kepada I untuk memasang balok walaupun tetap ada perintah
I memahami keberadaan kursi time-out dan tujuannya.
Ibu menguasai keterampilan PDI untuk memberikan perintah danperintah tersebut dipatuhi oleh I.
Untuk memberikan pujian, ibu membutuhkan latihan
I menunjukkan kepatuhan terhadap perintah ibu..
dengan anak dan meminta anak untuk merasakan berada di kursi time-out 4. Ibu dan I bermain building
blocks membentuk truk pengangkut bola. 5. Pelaksana intervensi
mengobservasi interaksi ibu dan I menerapkan
ketarampilan PDI
yang tidak spesifik dan perintah dalam bentuk kalimat negatif.
4 Semua perintah yang diberikan oleh ibu dipatuhi oleh I.
5. Ibu masih membutuhkan latihan untuk
memberikan pujian segera setelah I melakukan perintah ibu. Ibu seringkali lupa untuk
memberikan I pujian.
Sesi ke-9/ Tahap PDI -II
1.Ibu dan anak berinteraksi dalam kegiatan bermain di ruang bermain
2. Ibu dan I bermain lego berbentuk rel kereta (Thomas) yang dibawanya dari rumah
3. Pelaksana intervensi mengobservasi interaksi ibu dan I dalam keterampilan CDI
1.Ibu menunjukkan inisiatif untuk membawa mainan dan menanyakan kesesuaiannya untuk dimainkan kepada pelaksana intervensi 2. Ibu menunjukkan keterampilan CDI, pujian
sebanyak 7 kali, deskripsi sebanyak 2 kali, refleksi sebanyak 2 kali. Sementara
keterampilan avoid skill , pertanyaan sebanyak 1 kali.
3. Selama kegiatan bermain, I minim dalam berbicara dan terlihat mengalami kesulitan untuk menyusun rel kereta api.
4. Pada sesi ini, Ibu mencapai keberhasilan dalam
Pada sesi ini, Ibu mengalami penurunan dalam keterampilan refleksi dan deskripsi. Selama menyusun rel kereta, I lebih banyak diam. Dan terlihat fokus memasang bagian-bagian rel.
Ibu mencapai keberhasilan dalam memberikan perintah langsung yang dipatuhi oleh I. Akan tetapi, ibu belum menguasai untuk memberikan pujian setelah I
dan PDI.
4. Pelaksana intervensi melatih keterampilan PDI ibu
memberikan perintah langsung yang dipatuhi oleh I 100%. Pemberian pujian ibu baru mencapai persentase 33% dari 75% yang ditargetkan.
4. Dalam sesi pelatihan, ibu terlihat mudah untuk memberikan perintah. Ibu masih membutuhkan latihan untuk memberikan pujian terhadap kepatuhan I.
melakukan perintah ibu
Sesi ke-10/ Tahap PDI -III
1. Ibu dan anak berinteraksi dalam kegiatan bermain di ruang bermain. Selama bermain, I mengenakan masker karena sedang sakit batuk dan pilek.
2. Ibu dan I bermain puzzle dora pada kegiatan CDI dan bermain building blocks membentuk pesawat pada kegiatan PDI
1.Ibu belum menguasai sepenuhnya keterampilan CDI, yatu pada keterampilan refleksi.
2.Ibu dengan baik memberikan perintah dan dapat dipatuhi oleh I sebesar 100%. Pemberiam pujian sebesar 54% dari kepatuhan I
3.Ibu terlihat asyik untuk meminta I mengambil balok dan memasangnya sesuai keinginan ibu. Ibu tidak otiomatis memberikan pujian terhadap kepatuhan I, namun melanjutkan untuk meminta I melakukan perintah lainnya.
4.Ibu mulai mampu untuk memberikan pujian
Ibu belum sempurna menguasai keterampilan CDI, terutama untuk keterampilan merefleksi karena I sedang sakit dan sedikit berbicara. Pada sesi ini, Ibu mencapai
keberhasilan untuk memberikan perintah yang dapat dipatuhi oleh I. Ibu tetap membutuhkan latihan
untuk memberikan pujian setelah I melakukan perintah ibu.
3. Pelaksana intervensi mengobservasi interaksi ibu dan I dalam keterampilan CDI dan PDI.
akan kepatuhan I terhadap perintah ibu.
Sesi ke-11/ Tahap PDI -IV
1.Ibu dan anak berinteraksi dalam kegiatan bermain di ruang bermain
2.Ibu dan I bermain puzzle dora pada kegiatan CDI dan menggambar lapangan bola menggunakan buku gambar dan krayon pada kegiatan PDI
1. Ibu menunjukkan keterampilan CDI, memuji sebanyak 12 kali, refleksi 3 kali, dan deskripsi sebanyak 5 kali.
2.Terlihat ibu dan I saling tersenyum dan tertawa saat menyusun puzzle
3. Setelah I melakukan perilaku positif, I
memberikan pujian. I beberapa kali mengatakan ‘tidak’, ‘nggak’ terhadap pujian ibu
3.Pada sesi sebelumnya, ibu tidak berkesempatan merefleksi I karena I minim dalam membuat pernyataan. Di sesi ini, , I mengucapkan kata tanya ‘dimaa ni’, ni dimana.’, dan menanyakan jam berapa?. Kata Tanya itu sulit untuk direfleksikan oleh ibu.
4.Ibu mampu menerapkan perintah efektif 100% dan pemberian pujian 53% dari kepatuhan I
.
Ibu tetap memberikan pujian sekalipun I mengatakan kata ‘tidak’ terhadap pujian ibu. Ibu mampu menerapkan
keterampilan PDI dengan memberikan perintah efektif dan membutuhkan latihan untuk memberikan pujian setelah I melakukan perintah ibu.
4.2.4 Pelaksanaan Tahap Post-Treatment (Sesi terakhir/sesi ke-12)
Pada tahap ini, ibu mengeluhkan fisiknya sudah cukup lelah untuk datang ke F.Psikologi UI sehingga ibu meminta pelaksana intervensi datang ke rumah. Ibu juga tidak dapat menitipkan adik I sehingga adik I tetap berada di rumah dan