DAFTAR PUSTAKA
A. Latar Belakang
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Keadaan umum
Industri kecil Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk merupakan usaha perorangan home industri yang memproduksi brownies dan sekaligus menjual produknya secara langsung dalam bentuk toko, selain memproduksi brownies dalam berbagai rasa juga memproduksi cookies(aneka kue kering), pastry dan pie . Namun makanan yang paling dominan dibeli oleh pelanggan adalah brownies.
Industri kecil Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk merupakan usaha keluarga yang dimulai pada tahun 2005 oleh Ibu Rahnayati yang pada awalnya usaha ini adalah usaha kecil-kecilan yang dimulai dengan menerima pesanan brownies dari teman dan tetangga dengan sistem pemasaran dari mulut kemulut. Dalam waktu 6 bulan brownies yang di produksinya mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat, sehingga pada tahun 2005 Ibu Rahnayati mendirikan toko dirumahnya di Jalan Mahoni No. 34A, Jakarta Pusat dan telah membuka cabang di Jl. Angkur No.8, Pulo Mas, Jakarta Selatan. Selain dapat membeli brownies untuk dibawa pulang namun konsumen juga dapat menikmatinya ditempat.
Perkembangan omset penjualan industri kecil Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk 3 tahun berturut turut sebagai berikut :
Tabel 6 Perkembangan omzet dan laba industri kecil Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk
Tahun 2008 2009 2010
Nominal Rp.793,000,000,- Rp.915,000,000,- Rp.1,080,000,000,-
Prosentase 20% 20% 20%
1. Omzet penjualan
Omset penjualan industri kecil Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk mengalami peningakatan setiap tahunnya. Tahun 2008 sebesar Rp.793,000,000,- atau Rp.66.083.333 per bulan, tahun 2009 sebesar Rp.915,000,000,- atau Rp.76,250,000,- per bulan, meningkat sebesar 15,38% dibandingkan tahun 2008 dan tahun 2010 sebesar Rp.1,080,000,000,- atau Rp.90,000,000,- perbulan, meningkat sebesar 18,03 % dibandingkan tahun 2009.
2. Laba usaha
Perolehan laba merupakan tujuan utama dari keberadaan dan eksistensi dari setiap perusahaan, yang mencerminkan berhasil atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Pada industri kecil Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk perolehan laba setiap tahunnya sebesar 20 %.
B. Data Umum Konsumen Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk
Jumlah konsumen yang diminta mengisi kuesioner sebanyak 30 responden. Pada Tabel 7 dapat kita lihat data umum konsumen Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk
1. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Jenis Kelamin
Dari hasil kuesioner diperoleh data bahwa sebagian besar konsumen adalah perempuan dengan prosentase sebesar 80%. Hal ini berkaitan dengan jenis barang yang diteliti berupa kue/brownies (makanan) dimana yang berbelanja pada umumnya wanita.
Tabel 7 Data Konsumen Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis kelamin Jumlah
(orang) Persentase (%) Laki-laki 6 20.00 Perempuan 24 80.00 Jumlah 30 100.00
2. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Status Pendidikan
Pada Tabel 8 terlihat bahwa konsumen yang mempunyai tingkat pendidikan SLTA sebanyak 63%, tingkat pendidikan Sarjana dan Diploma masing-masing sebanyak 20% dan 13%, sisanya berpendidikan SLTP 3%. Dari hasil kuesioner diperoleh data bahwa sebagian besar konsumen berpendidikan SLTA.
Tabel 8 Data Konsumen Berdasarkan Status Pendidikan
Status Pendidikan terakhir Jumlah (orang) Persentase (%) SD 0 0.00 SLTP 1 3.33 SLTA 19 63.33 Diploma 4 13.33 Sarjana 6 20.00 Jumlah 30 100.0
3. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Tempat Tinggal
Pada Tabel 9 terlihat bahwa konsumen yang tinggal di komplek perumahan sebanyak 93%, pertokoan sebanyak 4% dan sisanya pemukiman sebanyak 3%. Dari hasil kuesioner diperoleh data bahwa sebagian besar konsumen tinggal di komplek perumahan.
Tabel 9 Data Konsumen Berdasarkan Tempat Tinggal
Tempat Tinggal Jumlah (orang) Persentase (%) Komplek perumahan 28 93.33 Pertokoan 1 3.33 Lainnya (pemukiman) 1 3.33 Jumlah 30 100.0
4. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Produk Yang Dibeli
Pada Tabel 10 terlihat bahwa konsumen yang membeli brownies sebanyak 73.33%, pastry sebanyak 23.33% dan sisanya produk lainnya sebanyak 3.33%. Dari hasil kuesioner diperoleh data bahwa sebagian besar konsumen membeli brownies dan brownies kukus merupakan produk yang paling dominan dibeli oleh konsumen.
Tabel 10 Data Konsumen Berdasarkan Jenis Produk Yang Dibeli
Produk Yang Dibeli Jumlah (orang) Persentase (%) Brownies 22 73.33 Pastry 7 23.33 Lainnya 1 3.33 Jumlah 30 100.00
5. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Cara Pembayaran
Pada Tabel 11 terlihat seluruh pembayaran dilakukan secara tunai. Tabel 11 Data Konsumen Berdasarkan Cara Pembayaran
Cara Pembayaran Jumlah
(orang) Persentase (%) Tunai 30 100.00 Kredit 0 0.00 Lainnya 0 0.00 Jumlah 30 100.00
6. Tanggapan Konsumen Terhadap Alasan Membeli Produk Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk.
Pada Tabel 12 terlihat bahwa alasan konsumen membeli produk Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk karena rasa yang enak sebanyak
86.67%, mutu barang bagus sebanyak 6.67%, sisanya karena harga murah dan pelayanan cepat masing-masing sebanyak 3.33%. Dari hasil kuesioner diperoleh data bahwa sebagian besar konsumen membeli produk
Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk karena rasanya yang enak.
Tabel 12. Data Konsumen Terhadap Alasan Membeli Produk Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk.
Alasan membeli produk
D’ Wonk Jumlah (orang)
Persentase (%)
Harga murah 1 3.33
Pelayanan cepat 1 3.33
Mutu barang bagus 2 6.67
Rasa yang enak 26 86.67
Jumlah 30 100.00
7. Karakterisitik Konsumen Berdasarkan Frekuensi Pembelian Produk Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk.
Pada Tabel 13 terlihat bahwa frekuensi pembelian produk Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk yang dilakukan oleh konsumen sebanyak 1 (satu) kali sebanyak 46,67%, 2 (dua) kali sebanyak 26,67%, lebih dari 2 (dua) kali sebanyak 23,33% dan sisanya lainnya sebanyak 3,33%. Dari hasil kuesioner diperoleh data bahwa sebagian besar konsumen membeli produk Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk sebanyak 1 (satu) kali .
Tabel 13 Data Konsumen Berdasarkan Frekuensi Pembelian Produk Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk.
Berapa kali membeli Produk Jumlah (orang)
Persentase (%)
1 kali 14 46,67
2 kali 8 26,67
Lebih dari 2 kali 7 23,33
Lainnya 1 3,33
Jumlah 30 100.0
8. Tanggapan Konsumen Terhadap Kepuasan atas Produk Brownies,
Chocolate dan Pastry D’Wonk.
Pada Tabel 14 terlihat bahwa tanggapan konsumen terhadap kepuasan atas produk Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk sebesar 100%, dan sisanya tidak puas sebesar 0%. Dari hasil kuesioner diperoleh
data bahwa seluruh konsumen merasa puas dengan produk Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk.
Tabel 14 Data Konsumen Berdasarkan Kepuasan Atas Produk Brownies, Chocolate dan Pastry D’Wonk.
Kepuasan atas Produk
D’Wonk Jumlah (orang)
Persentase (%)
Puas 30 100,00
Tidak Puas 0 0,00
Jumlah 30 100.00
9. Tanggapan Konsumen Terhadap Kemungkinan Beralih ke Produk lain.
Pada Tabel 15 terlihat bahwa tanggapan konsumen terhadap kemungkinan beralih ke produk lain sebesar 20%, dan sisanya tidak mungkin sebesar 80%. Dari hasil kuesioner diperoleh data bahwa sebagian besar konsumen tidak mungkin beralih ke produk lain.
Tabel 15 Data Konsumen Terhadap Kemungkinan Beralih ke Produk lain.
Beralih ke Produk lain Jumlah (orang) Persentase (%) Ada 6 20 Tidak Mungkin 24 80 Jumlah 30 100.00
C. Identifikasi Faktor Internal dan Faktor Eksternal Perusahaan 1. Faktor Internal Perusahaan
a. Kekuatan Perusahaan :
1). Keragaman dan variasi produk.
Konsumen akan merasa senang dan puas jika makanan yang diperlukan dapat dipenuhi di satu tempat sehingga tidak perlu pergi ke beberapa tempat untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan yang diinginkan. Jenis brownies yang diproduksi oleh Ibu Rahnayati terbilang cukup lengkap yaitu brownies kukus dan brownies panggang. Untuk brownies kukus ada sembilan rasa : coklat spesial, chese cake, black and white (tiramisu dan mocca), coklat keju, coklat pandan, pandan keju, coklat straberry, coklat
mocca, keju spesial. Selain Brownies, Ibu Rahnayati juga memproduksi aneka cookies dan pastry.
2). Kualitas atau mutu produk
Produk yang dihasilkan mempunyai kualitas atau mutu yang baik. brownies D’Wonk diproduksi tidak menggunakan bahan pengawet namun daya tahan produk dapat bertahan sampai dengan 6 hari jika disimpan dalam lemari es dan cita rasanya tidak berubah. Hasil tersebut sangat erat kaitannya dengan proses produksi yang dilakukan dengan higienis dan bahan baku yang digunakan oleh Ibu Rahnayati mempunyai kualitas yang baik.
3). Kapasitas produksi yang besar
Dengan tenaga kerja yang siap pakai maka kapasitas produksi diharapkan dapat memenuhi setiap pesanan yang diterima. Saat ini industri kecil Brownie, Chocolate dan Pastry D’Wonk mempunyai kapasitas produksi sebanyak 100 hingga 200 loyang brownies per hari yang dikerjakan bersama dengan 6 orang pegawinya. Hal tersebut masih memungkinkan untuk dilakukan penambahan volume produksi dengan menggunakan pegawai borongan. Hal tersebut terjadi pada saat memenuhi pesanan untuk acara-acara tertentu atau Hari Raya Lebaran dan Natal di mana Ibu Rahnayati dapat memproduski hingga 400 loyang.
4). Pengalaman usaha.
Pemilik usaha yaitu Ibu Rahnayati telah berpengalaman selama ± 6 tahun dalam menggeluti usaha kue brownies. Beliau juga memiliki wawasan pengetahuan tentang kue brownies yang diperoleh dengan mengikuti kursus dan telah beberapa kali diliput dalam media/tabloid.
5). Halal
Produk yang dihasilkan telah memiliki setifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kehalalan suatu produk menandakan bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi terutama oleh
kaum muslim sehingga konsumen tidak perlu khawatir ketika akan mengkonsumsi produk D’Wonk.
b. Kelemahan Perusahaan : 1). Promosi belum efektif
Promosi yang dilakukan oleh Ibu Rahnayati lebih kepada promosi dari mulut ke mulut dan mengikuti pameran atau bazaar yang diadakan oleh kalangan terbatas seperti instansi seperti Departemen Perdagangan dan Perindustrian.
2). Jaringan distribusi terbatas
Promosi yang belum efektif mengakibatkan jaringan distribusi produk D’Wonk menjadi terbatas. Saat ini Ibu Rahnayati baru mempunyai 2 toko di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur sehingga produk D’Wonk belum dapat menjangkau seluruh masyarakat Jabodetabek khususnya Jakarta.
3). Pencatatan keuangan masih sederhana.
Pencatatan keuangan hanya mencatat penerimaan dan pengeluaran dan belum menerapkan sistem akuntansi sehingga tidak dapat dilakukan penilaian kinerja keuangan perusahaan yang tepat. 4). Tenaga pemasaran belum optimal.
Kegiatan pemasaran lebih banyak pada kegiatan penjualan dan promosi belum dioptimalkan untuk meraih pangsa pasar yang masih luas. Hal ini karena tidak adanya tenaga pemasaran di mana selama ini promosi lebih banyak dari mulut ke mulut dan mengikuti pameran atau bazaar yang dilakukan sendiri oleh Ibu Rahnyati selaku pemilik D’Wonk.
2. Faktor Eksternal Perusahaan a. Peluang Perusahaan :
1). Pangsa pasar yang masih luas
Saat ini Ibu Rahnayati baru memiliki 2 toko yang berada di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur, secara geografis, pangsa pasar yang baru dilayani lebih banyak terkonsentrasi di Jakarta Pusat dan Jakarta
Timur sedangkan daerah-daerah lain yaitu Jabodetabek masih belum dijajaki. Hal ni dapat dilakukan dengan penambahan toko sehingga diharapkan tidak hanya dapat melayani masyarakat Jakarta Pusat dan Jakarta Timur saja namun dapat menjangkau Jabodetabek.
2). Kemajuan teknologi dan informasi
Perkembangan teknologi dan informasi berpengaruh dan berdampak positif untuk perkembangan bisnis. Faktor teknologi turut membantu perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional sehari-hari sehingga kegiatan operasional menjadi lebih efisien. Perkembangan informasi seperti internet akan memudahkan konsumen untuk mengakses perusahaan untuk mendapatkan kebutuhan yang diinginkannya.
b. Ancaman Perusahaan :
1) Adanya pendatang baru dalam industri sejenis.
Untuk masuk kedalam industri ini cukup mudah, karena tidak memerlukan modal yang besar dan Pemerintah tidak membatasi atau menghambat kemungkinan masuknya perusahaan kedalam industri dengan peraturan-peraturan tertentu.
2) Kekuatan tawar menawar pembeli.
Dengan semakin banyaknya industri yang memproduksi kue sejenis dalam berbagai macam variasi produk dan rasa akan menjadikan konsumen bebas menentukan kue dari industri mana yang akan mereka konsumsi.
D. Analisa Matriks IFE dan EFE