• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Sebaran Objek Wisata Alam Sepanjang Jalur Lingkar Luar Danau Toba Ruas Aek Nauli Merek

Di setiap objek wisata, tempat wisata dapat membuka peluang pada perubahan mata pencaharian masyarakat luas. Seperti objek wisata alam yang ada di Kecamatan Merek, Kecamatan Purba, Kecamatan Dolok Pardamean, dan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon yang tentu saja akan berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup masyarakat di daerah area wisata tersebut. Agar dapat terkelola dengan baik pihak pengelola harus dapat menerapkan manajemen pengelolaan objek wisata alam. (Alfiah et al, 2019) mengemukakan bahwa manajemen pengelolaan adalah suatu pengaturan dan pemanfaatan sumber daya yang memerlukan penyelesaian untuk suatu perencanaan tujuan kerja.

Tercapainya sistem manajemen pengelolaan suatu objek wisata yang telah disusun berdasarkan 4 peran dasar manajemen dengan singkatan POAC, yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan) dan controlling (pengawasan) yang bertujuan memajukan efektifitas serta mengefisiensi dan meningkatkan suatu kualitas ilmu manajemen pengelola atau organisasi demi tercapainya suatu objek wisata alam yang memiliki potensi dapat terlaksana dengan baik untuk memajukan kesejahteraan masyarakat yang ada di sepanjang jalur lingkar luar Danau Toba ruas Aek Nauli Merek, Provinsi Sumatera Utara. Dengan demikian datangnya para wisatawan ke daerah objek wisata yang ada di empat Kecamatan tersebut tentu dapat membawa perubahan pada perputaran arus uang bagi masyarakat yang bekerja pada sektor pariwisata bahkan non pariwisata demi meningkatnya objek serta daya tarik wisata yang nantinya akan menjadi keunikan pada tempat wisata tersebut.

Sebaran objek wisata alam yang ada di sepanjang jalur lingkar luar Danau Toba ruas Aek Nauli Merek, Provinsi Sumatera Utara sedikit sulit diperoleh dikarenakan tutupnya beberapa objek wisata yang disebabkan oleh pandemi Covid- 19 ini, dan ada beberapa objek wisata yang belum terakses dan belum diketahui oleh para wisatawan karena akses jalan menuju ke lokasi wisata masih sangat

32

minim. Adapun hasil dari identifikasi sebaran objek wisata alam, terdapat 16 (enam belas) lokasi wisata alam yang ada di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo yang mempunyai daya tarik wisata utama, dan atraksi seperti pada Tabel 4.

Tabel 4. Identifikasi Sebaran Objek Wisata Alam di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo

No Objek Wisata Koordinat Atraksi Daya Tarik

X Y

1 Rumah Adat

Dokan 3.014018 98.551239 Wisata Budaya rumah adat Batak Karo 3 Taman Bunga 2.920505 98.524113 Tanaman dan bunga

yang indah dan sejuk Lokasi foto 4 Aek Khori 2.918007 98.527325

Sipisopiso 2.915866 98.523042

Ketinggian Air Terjun

Sinalsal 2.891974 98.520886

Pendaratan paralayang

Kaldera 2.896949 98.528039

Geopark Kaldera

Batusaing 2.89445 98.537319

Ada beberapa properti

Gana 2.896235 98.542316

Wisata budaya arkeologi batu ular (batu gana-gana)

Batu berbentuk ular

14 Mortar Padi 2.880471 98.546004

Mortar atau lesung

33

yang ada di sekitar kawasan hutan 15 Joro-Joro 2.879629 98.508548

Wisata budaya yaitu

Berdasarkan pada Tabel 4 hasil identifikasi sebaran objek wisata alam yang ada di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo merupakan objek wisata yang terletak di kawasan yang memiliki banyak pepohonan serta bukit-bukit dengan udara yang segar dan sejuk, serta mempunyai tanah yang sangat subur dan sangat memungkinkan untuk membuka usaha pada sektor kehutanan atau pertanian.

Dengan kondisi geografis tersebut tentu saja dapat meningkatkan pencaharian para penduduknya. Bukan hanya itu saja, objek wisata yang ada di Kecamatan Merek juga mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin berkunjung untuk bisa melihat dan menikmati secara langsung pemandangan dari atas bukit maupun melihat langsung keindahan alami dan potensi objek wisata yang dimiliki oleh Kecamatan Merek yang ada di lingkar luar Danau Toba.

Ardiansyah (2019) mengemukakan bahwa potensi ekowisata merupakan sudut pandang yang berlaku secara signifikan yang harus ada pada objek wisata, sebab adanya keindahan serta keunikan yang dimiliki oleh objek wisata tentu saja akan dapat mendatangkan para wisatawan dan kawasan tersebut akan dikenal sebagai destinasi wisata yang memiliki potensi unggul. Potensi daya tarik objek wisata yang ada di Kecamatan Merek tersebut berupa potensi flora yang meliputi tanaman hias seperti Bunga Melati (Jasminum sp.), Bunga Geranium (Geranium sp.) Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosasinensis), serta Bunga Matahari (Helianthus annus) yang ada di Kawasan objek wisata taman bunga dan sapo juma, dan pepohonan yang ada di objek wisata lainnya berupa Pohon Mangga (Mangifera indica), dan Pohon Beringin (Ficus benjamina). Sedangkan untuk potensi fauna yang ada di objek wisata meliputi Monyet (Hominoidea), Babi Hutan (Sus scrofa), dan Kelelawar (Chiroptera) yang terdapat di objek wisata joro-joro dan aek bolon.

Untuk potensi wisata yang ada keindahan habitat pepohonan sehingga membuat

34

udara disekitar kawasan menjadi sejuk seperti pada objek wisata mortar padi, pemandian batusaing, geopark kaldera, batu gana-gana, serta gajah bobok, selain itu yang menjadi potensi wisata terbesar terdapat di air terjun sipisopiso dengan daya tarik air yang membentuk garis vertical sempurna dengan ketinggian mencapai 120 meter.

Dari hasil identifikasi objek wisata alam yang terdapat di Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun hanya terdapat 1 (satu) lokasi wisata alam yang mengandung unsur budaya seperti yang disajikan pada Tabel 5.

Tabel 5. Identifikasi Sebaran Objek Wisata Alam di Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun

No Objek Wisata

Koordinat Atraksi Daya Tarik

X Y budaya yang berada di dalam kawasan hutan

Berdasarkan pada Tabel 5 tersebut sejarah dari Rumah Bolon Purba adalah sebuah istana peninggalan bagi kerajaan purba, yang didirikan oleh raja purba yang ke XII yaitu Tuan Rahalim pada tahun 1864. Rumah tersebut memiliki 12 penyangga, rumah tersebut juga didirikan atau dibangun menggunakan arsitektur tradisional dan pembangunan tersebut tidak menggunakan kayu. Keunikan atau ciri khas dari rumah tersebut berada pada atapnya dimana terdapat bentuk kepala kerbau yang lengkap dengan tanduknya, dan lukisan-lukisan berwarna putih, hitam, dan juga merah. Disekitar Rumah Bolon tersebut juga terdapat beberapa flora berupa Pohon Beringin (Ficus benjamina), Pohon Mahoni (Swietenia mahagoni).

Hasil identifikasi sebaran objek wisata alam yang ada di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun terdapat 14 (empat belas) yang memiliki keindahan alami, lingkungan hutan, agrowisata, bukit indah, serta bentang alam yang disajikan pada Tabel 6.

Tabel 6. Identifikasi Sebaran Objek Wisata Alam di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun

No Objek Wisata Koordinat

Atraksi Daya Tarik

X Y

1 Pesona Indah

Simarjarunjung 2.834215 98.756694

Rest area, selfie 2 Panatapan 2.831068 98.764634 flying fox, dan Panorama Danau

35

Simarjarunjung 2.827185 98.769745

Ada beberapa

Simarjarunjung 2.826242 98.769341

Memiliki beberapa

Hound Sky 2.819409 98.776503

Pemandangan alam,

6 Tekosima 2.815851 98.778614

Pemandangan alam,

Simarjarunjung 2.815159 98.780774

Pemandangan yang

Simarjarunjung 2.817139 98.782763

Hamparan pohon

Sipintu Angin 2.814368 98.785411

Terdapat rumah

2.813939 98.786554 Rumah hobbit dan menara pohon

Rumah hobbit dengan pemandangan Danau Toba 11 Pantai Paris 2.801739 98.780557

Wisata pantai paris

12 Pantai Garoga 2.800598 98.783955

Pasir putih

Hoda 2.788618 98.798261 Pantai dan juga monument batu

Pantai dengan pemandangan Danau Toba 14 Pantai

Kenangan 2.784297 98.803962

Properti yang

36

Berdasarkan pada Tabel 6 hasil identifikasi sebaran objek wisata yang ada di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun memiliki beberapa potensi ekowisata, pada objek wisata pinus hills yang merupakan area hutan pinus dan menghasilkan getah pinus yang ada sejak tahun 2017 dibentuk dengan “Setya Tani” yang merupakan masyarakat kelompok tani hutan. Kelompok tani hutan tersebut memanfaatkan hutan pinus sebagai objek wisata yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan atas izin kepala pangulu (Desa) Parik Sabungan dan atas izin tersebut mereka membangun atau mendirikan wujud kelembagaan yang bertujuan untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar kawasan tersebut, tetapi sampai saat ini mereka tetap memproduksi getah pinus tersebut.

Seiring berjalannya waktu masyarakat sekitar kawasan yang memiliki tanah atau lahan memanfaatkannya dengan membangun suatu objek wisata yang menguntungkan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan seperti tiap objek wisata menyediakan tempat sampah agar lingkungan disekitar tetap lestari jadi mereka tidak hanya memanfaatkan lahannya dengan lahan pertanian saja melainkan dengan membangun objek wisata alam yang masih alami.

Objek wisata alam pesona indah simarjarunjung, panatapan indah, taman mini, sunset, hound sky, bukit indah simarjarunjung, pantai paris, garoga, wisata batu hoda, dan pantai kenanga sistem pengelolaan dari objek tersebut dikelola secara pribadi, dan untuk objek wisata lainnya seperti pinus hills, panorama indah dikelola secara bersamasama dengan menggunakan susunan kelembagaan yang telah dibuat oleh kelompok tani hutan dan diresmikan oleh kepala pengulu (Desa) untuk mengembangkan objek wisata alam dengan memanfaatkan potensi ekowisata yang ada. Alasan mengapa banyak ditemukannya objek wisata di Kecamatan Merek tersebut karena mereka memanfaatkan keindahan landskap dengan pemadangan indah Danau Toba yang alami dan dikelilingi oleh bukit sehingga dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

Hasil identifikasi sebaran objek wisata alam di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun terdapat 5 (lima) objek wisata alam yang memiliki objek wisata ilmiah dan bentang alam Danau Toba yang disajikan pada Tabel 7.

37

Tabel 7. Identifikasi Sebaran Objek Wisata Alam di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun

No Objek Wisata Koordinat Atraksi Daya Tarik

X Y

1 Pantai Bebas

Parapat 2.717946 98.940272

Penyebrangan kapal

Permai 2.665986 98.929909 Pasir putih Banana boat 3 Danau Toba 2.665161 98.925895 Danau alami terbesar

di Indonesia Danau kawah 4

5 Balitbang LHK 2.717821 98.940265

Tempat wisata berupa wisata ilmiah, camping ground, dll

Wisata ilmiah

Berdasarkan pada Tabel 7 hasil identifikasi sebaran objek wisata alam yang ada di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon terdapat beberapa destinasi wisata ilmiah, wisata konservasi, hingga menikmati keindahan Danau Toba. Salah satu objek yang merupakan wisata ilmiah yaitu Balitbang LHK Aek Nauli yang memiliki lahan seluas 1.900 hektar dengan lokasi yang cukup dekat ke pintu gerbang Danau Toba. Sedangkan untuk destinasi wisata konservasi yaitu Aek Nauli Elephant Conservation Camp yang dibuka sejak tahun 2016 sebagai kawasan konservasi yang memiliki potensi flora dan fauna. Potensi flora tersebut meliputi Tanaman Anggrek (Orchidaceae) yang terdapat di Balitbang LHK dan Rasamala (Altingia excelsa), Pohon Puspa (Schima wallichii), Pohon Beringin (Ficus benjamina), Pohon Damar (Agathis sp.), dan Pohon Pinus (Pinus merkusii).

Adapun potensi fauna yang ada pada objek wisata Aek Nauli meliputi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis), dan di sekitar lokasi objek wisata tersebut terdapat fauna Monyet (Hominoidea) yang berada di pinggiran jalan menuju ke lokasi objek wisata. Destinasi wisata yang memiliki banyak peminat di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon adalah Danau Toba yang merupakan Danau kawah alami terbesar yang ada di Indonesia dengan bentang alam yang sangat indah dan memiliki kesejukan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ada di penjuru Dunia, seiring berjalannya waktu Danau Toba, Parapat menjadi objek wisata terunggul skala internasional.

38

Hasil Peta Sebaran Objek Wisata Alam di Sepanjang Jalur Lingkar Luar Danau Toba Ruas Aek Nauli Merek, Sumatera Utara

Sistem pemetaan berdasarkan Sistem Informasi Geografis (SIG) objek wisata alam yang terdapat di sepanjang jalur lingkar luar Danau Toba ruas Aek Nauli Merek, Provinsi Sumatera Utara ditingkatkan atau dihasilkan oleh 2 peta yang terdiri dari ArcGIS dan Google Mymaps. Saputra (2017) mengemukakan bahwa ArcGIS merupakan suatu software yang dikemukakan oleh Environment Science

& Research Institute (ESRI) yang mempunyai 3 komponen meliputi ArcInfo (yang menyajikan fungsi-fungsi SIG untuk keperluan geoprosessing), Arcview (komponen yang komprehensif dan focus pada pemetaan serta analisis), ArcEditor (yang memiliki fokus ke editing data spasial). Dan komponen yang akan diterapkan pada peta sebaran objek wisata alam ini adalah dengan menggunakan sistem aplikasi ArcGIS dengan komponen Arcview.

Pengambilan titik koordinat sebaran objek wisata alam dilaksanakan di Kecamatan Merek, Kecamatan Purba, Kecamatan Dolok Pardamean, dan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon menggunakan data sekunder pada Citra Google Earth perekaman tahun 2018 untuk Kecamatan Merek, Kabupaten Karo dan data sekunder Citra Google Earth tahun 2019 untuk Kabupaten Simalungun yang bertujuan agar mempermudah pengambilan data primer atau pengambilan titik koordinat pada saat di lapangan dengan penandaan titik koordinat pada setiap objek wisata menggunakan aplikasi GPS berupa Avenza maps yang telah di download menggunakan smartphone. Dengan menggunakan aplikasi GPS tersebut peneliti dapat dengan mudah untuk melakukan proses pengambilan titik koordinat pada lokasi objek wisata yang ada dengan cara melakukan penyusuran terhadap objek wisata dan melakukan penandaan koordinat.

Berdasarkan hasil penandaan koordinat tersebut terdapat 16 (enam belas) objek wisata yang tersebar di Kecamatan Merek, Kecamatan Purba terdapat 1 (satu) objek wisata yang tersebar, Kecamatan Dolok Pardamean terdapat 14 (empat belas), dan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon terdapat 5 (lima) objek wisata yang tersebar. Selanjutnya data koordinat yang berhasil ditandai dapat diolah melalui aplikasi ArcGIS yang dapat menampilkan peta sebaran objek wisata alam seperti yang disajikan pada Gambar 3.

39

Gambar 3. Peta Sebaran Objek Wisata Alam di Sepanjang Jalur Lingkar Luar Danau Toba Ruas Aek Nauli Merek, Sumatera Utara

40

Berdasarkan hasil peta sebaran objek wisata alam pada Gambar 3 yang dilakukan di lapangan pada bulan Desember 2020 – Maret 2021 diperoleh sebanyak 36 titik koordinat objek wisata alam yang ditandai dengan simbol bulat berwarna hijau, sedangkan untuk Kecamatan Merek ditandai dengan simbol petak berwarna biru muda, Kecamatan Purba dengan simbol petak berwarna hijau muda, Kecamatan Dolok Pardamean dengan simbol petak berwarna hijau tua, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dengan simbol petak berwarna peach, dan jalan lintas ditandai dengan warna orange, dan juga untuk badan sungai berwarna biru. Objek wisata tersebut juga memiliki potensi yang dimanfaatkan untuk perekaman jalur tracking, kegiatan wisata alam, dan pencatatan serta pengamatan terhadap kondisi flora maupun fauna yang ada pada kawasan tersebut.

Setelah tercapainya peta sebaran yang sesuai komponen Arcview , hasil peta sebaran objek wisata alam di sepanjang jalur lingkar luar Danau Toba ruas Aek Nauli Merek, Provinsi Sumatera Utara akan ditingkatkan dan dijadikan peta sebaran berbasis website melalui sistem Google Mymaps yang bertujuan agar para wisatawan dapat mengetahui dimana letak objek wisata tersebut dengan menampilkan gambar, letak lokasi, dan informasi ataupun keterangan mengenai objek wisata tersebut. Google Mymaps yang merupakan sebuah pemetaan berbasis website yang dapat menunjukkan rute untuk akses ke suatu lokasi yang ingin dikunjungi.

Pada hasil peta sebaran yang telah digabungkan atau dilakukan visualisasi data melalui aplikasi ArcGIS 10.8 yang setelah itu dilakukan layout pada peta sehingga dapat menampilkan setiap titik tempat wisata tersebut. Dengan demikian, dapat ditampilkan penyajian peta sebaran objek wisata alam di sepanjang jalur lingkar luar Danau Toba ruas Aek Nauli Merek, Provinsi Sumatera Utara secara online, dengan menggunakan konsep crowdsourcing berbasis website untuk mengelola informasi objek wisata dan akan mudah di akses oleh para wisatawan serta para pihak pengelola akan lebih mudah untuk menambahkan deskripsi atau atraksi wisata tambahan pada tempat wisata mereka, sebagaimana yang telah dicapai pada peta online sebaran objek wisata alam disajikan pada Gambar 4.

41

Gambar 4. Peta Sebaran Objek Wisata Alam di Sepanjang Jalur Lingkar Luar Danau Toba Ruas Aek Nauli Merek, Provinsi Sumatera Utara 2021 berbasis website

42

Berdasarkan pada Gambar 4 yang telah dicapai berupa penyajian peta sebaran berbasis website yang dapat dilihat melalui link https://s.id/ObjekWisataDanauTobaAekNauli-Merek. Sejauh ini pengembangan objek wisata yang ada di Kecamatan Merek dan Kabupaten Simalungun belum maksimal, terlihat dari kepadatan kunjungan wisatawan di berbagai objek yang ada di Kecamatan tersebut yang masih rendah. Hal ini disebabkan karena infrastruktur transportasi yang telah dibangun belum mampu melayani aksesibilitas pariwisata dengan baik. Beberapa fasilitas objek wisata tersebut belum ada dan belum dapat beroperasi dengan baik. Daya tarik wisata yang ada juga belum dapat dimaksimalkan dengan baik untuk dapat menarik kunjungan wisatawan secara massif. Kekurangan ini juga tidak hanya bersumber dari tata Kelola, melainkan karena masih minimnya informasi objek wisata tersebut dan kurangnya promosi pada setiap objek wisata. Seiring dengan berjalannya waktu promosi objek wisata dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat sebagai pasar wisata alam melalui website google mymaps. Dengan tersedianya data sebaran dan karakteristik objek wisata alam yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi dari potensi objek wisata alam yang ada di kawasan Danau Toba khususnya di jalur lingkar luar Danau Toba ruas Aek Nauli Merek, Provinsi Sumatera Utara seperti yang disajikan pada Gambar 5.

43

Gambar 5. Penampilan Fitur Dari Dashboard Yang Telah Disajikan Berdasarkan Google Mymaps

44

Berdasarkan pada Gambar 5 tersebut penyajian peta online tersebut memperhatikan 3 aspek utama dashboard yaitu penyajian data atau informasi, personalisasi serta kolaborasi antar pengguna. Pada penyajian peta tersebut ada beberapa fitur pada dashboard yang dapat dimanfaatkan seperti mana yang telah disajikan pada Tabel 8.

Tabel 8 . Fitur yang Terdapat Pada Dashboard Penyajian Peta Berbasis Website

No Fitur Kegunaan

1 Add layer Membuat masking sebuah image jika image tersebut ingin ganti background dll

2 Share Membagikan hasil peta melalui link

website dan email

3 Preview Melihat tampilan dokumen dan melihat jumlah views

4 Undo Melakukan pembatalan pada penyajian

yang telah dibuat

5 Redo Mengulang langkah-langkah yang telah

dibatalkan sebelumnya dari menu undo 6 Select items Memilih objek atau teks tertentu di dalam

sebuah file

7 Add maker Menambahkan pembuatan sebuah objek yang ingin ditampilkan

8 Draw a line Membuat garis atau jalur sebuah objek 9 Add directions Menambahkan daftar lokasi atau objek

yang ingin dibuat 10 Measure distances and

Areas

Menentukan dan mengukur jarak dan area pada suatu objek

11 Search Mencari nama objek yang telah dibuat

Sebelumnya

45

Dokumen terkait