• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kemiripan Tanaman Tomat Berdasarkan Karakter Morfologi dan Agronomi

Analisis Komponen Utama

Penggunaan analisis komponen utama (AKU) bertujuan untuk mengelompokkan genotipe yang diamati dengan cara mereduksi karakter pengamatan yang cukup banyak menjadi beberapa komponen utama yang berdimensi lebih kecil dan saling bebas. Jumlah komponen utama yang terbentuk dapat dilihat dari nilai akar ciri. Menurut Santoso (2004), nilai akar ciri menunjukkan kepentingan relatif masing-masing faktor dalam menghitung keragaman seluruh variabel yang dianalisis. Nilai akar ciri yang valid dalam menghitung jumlah komponen utama yang terbentuk adalah lebih dari satu sehingga nilai yang kurang dari satu bisa diabaikan (Simamora 2005; Yunianti

et al. 2007; Maxisella et al. 2008; Bhartaya et al. 2011). Berdasarkan hal tersebut, terdapat delapan komponen utama yang merupakan hasil reduksi dari 32 karakter dan menerangkan keragaman sebesar 90.96 % (Lampiran 1).

Gambar 12 Pengelompokkan 15 genotipe tomat berdasarkan KU I dan KU II Jumlah komponen utama (KU) yang digunakan untuk menjelaskan keragaman pada karakter didasarkan pada proporsi kumulatif keragaman total (Yunianti et al. 2007; Mattjik dan Sumertajaya 2011). Berdasarkan proporsi kumulatif keragaman total maka tiga komponen utama dapat menjelaskan keragaman 32 karakter yang diamati sebesar 60.06 %. Karakter yang memiliki pengaruh terhadap keragaman genetik pada komponen utama yang terbentuk ditentukan dengan nilai vektor ciri. Jika nilai vektor ciri > 0.5 maka karakter

KU II

KU

tersebut berpengaruh terhadap keragaman (Yunianti et al. 2007; Maxisella et al.

2008).

Karakter yang berpengaruh pada KU I terdiri atas 16 karakter meliputi tipe daun, panjang pedisel, ukuran buah, depresi buah pada ujung tangkai buah, ukuran lapisan gabus disekeliling parut tangkai buah, ukuran bagian tengah buah dalam irisan melintang, bahu buah hijau sebelum masak, luas bahu buah hijau, intensitas warna hijau pada bahu buah, warna buah masak, jumlah buah per tanaman, panjang buah, diameter buah, tebal daging buah, panjang daun dan lebar daun. KU II terdiri atas 9 karakter meliputi tipe daun, lapisan absisi, panjang pedisel, irisan melintang, ukuran lapisan gabus di sekeliling parut tangkai buah, ukuran parut pada bekas tangkai putik, ukuran bagian tengah buah dalam irisan melintang, jumlah rongga buah dan warna buah masak. KU III terdiri atas tujuh karakter meliputi intenstitas warna hijau daun, bentuk buah dalam penampang membujur, bentuk ujung buah, jumlah rongga buah, intensitas warna hijau buah, bobot buah per tanaman dan kekerasan buah (Lampiran 2).

Genotipe yang diuji dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok berdasarkan KU I dan KU II dengan proporsi keragaman total sebesar 48.18 % (Gambar 12). Kelompok I terdiri atas tujuh genotipe meliputi IPBT1, IPBT4, IPBT8, IPBT13, IPBT58, IPBT83 dan IPBT84. Kelompok II terdiri atas tujuh genotipe meliputi IPBT3, IPBT23, IPBT30, IPBT33, IPBT34, IPBT53 dan IPBT57. Kelompok III hanya satu genotipe yaitu IPBT80.

Gambar 13 Pengelompokkan 15 genotipe tomat berdasarkan KU I dan KU III Genotipe yang diuji dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok berdasarkan KU I dan KU III dengan proporsi keragaman total sebesar 43.37 % (Gambar 13). Kelompok I terdiri atas empat genotipe meliputi IPBT4, IPBT58, IPBT83 dan IPBT84. Kelompok II terdiri atas dua genotipe meliputi IPBT57 dan

KU III

KU

IPBT53. Kelompok III terdiri atas lima genotipe meliputi IPBT3, IPBT23, IPBT30, IPBT33 dan IPBT34. Kelompok IV terdiri atas tiga genotipe yaitu IPBT1, IPBT8 dan IPBT13. Kelompok V hanya satu genotipe yaitu IPBT80.

Gambar 14 Pengelompokkan 15 genotipe tomat berdasarkan KU II dan KU III Berdasarkan KU II dan KU III dengan proporsi keragaman total sebesar 28.55 %, diperoleh empat kelompok (Gambar 14). Kelompok I terdiri atas enam genotipe meliputi IPBT4, IPBT53, IPBT57, IPBT58, IPBT83 dan IPBT84. Kelompok II hanya satu genotipe yaitu IPBT80. Kelompok III terdiri atas lima genotipe meliputi IPBT3, IPBT23, IPBT30, IPBT33, IPBT34. Kelompok IV terdiri atas tiga genotipe meliputi IPBT1, IPBT8 dan IPBT13.

Analisis Gerombol

Penggunaan analisis gerombol ditujukan untuk mengelompokkan data (pengamatan) ke dalam beberapa kelas (gerombol) dengan kriteria pengelompokan berdasarkan pada ukuran ketidakmiripan (Yunianti et al. 2007; Nisya 2010). Karakteristik pengamatan dalam suatu gerombol memiliki tingkat ketidakmiripan yang rendah, sedangkan antar gerombol memiliki tingkat ketidakmiripan yang tinggi (Mattjik dan Sumertajaya 2011). Ketidakmiripan antar objek dapat diukur dengan menggunakan ukuran jarak seperti jarak euclid (akar ciri) (Lampiran 3), semakin dekat atau kecil jarak euclid antar genotipe menandakan semakin mirip genotipe tersebut (Yunianti et al. 2007; Mattjik dan Sumertajaya 2011). IPBT1 dengan IPBT8 memiliki jarak euclid terkecil yaitu 13.57, sedangkan jarak euclid terbesar adalah IPBT30 dengan IPBT80 yaitu 145.24. Berdasarkan jarak euclid maka IPBT1 dengan IPBT8 memiliki ketidakmiripan yang rendah, sedangkan IPBT30 dengan IPBT80 memiliki ketidakmiripan yang tinggi. Ketidakmiripan yang tinggi dan rendah tercermin pada dendogram yang disajikan di Gambar 15. Nilai 0 – 25 pada dendogram menunjukkan penskalaan berdasarkan jarak euclid. Penggerombolan genotipe

KU III

KU

yang semakin ke arah 0 menandakan genotipe tersebut memiliki kemiripan genetik yang tinggi atau ketidakmiripan yang rendah.

Gambar 15 Dendogram hasil analisis 15 genotipe tanaman tomat

Analisis gerombol yang dilakukan pada 15 genotipe tanaman tomat menggunakan 32 karakter. Nilai ketidakmiripan (jarak euclid) pada dendogram merupakan penskalaan dari jarak euclid asli (Lampiran 3), sebagai contoh IPBT58 dengan IPBT83 memiliki jarak euclid sebesar 30.84 dan IPBT3 dengan IPBT53 memiliki jarak euclid sebesar 30.36. Berdasarkan jarak euclid asli tersebut dibuat penskala dengan nilai maksimum jarak euclid sebesar 25 seperti pada dendogram (Gambar 15) sehingga jarak euclid antara IPBT58 dengan IPBT83 dan IPBT3 dengan IPBT53 sebesar 5. Pada nilai ketidakmiripan (jarak euclid) 15, semua genotipe yang diuji dapat dikelompokkan menjadi tiga gerombol. Gerombol I terdiri atas tujuh genotipe meliputi IPBT1, IPBT4, IPBT8, IPBT13, IPBT58, IPBT83 dan IPBT84. Gerombol II terdiri atas tujuh genotipe meliputi IPBT3, IPBT23, IPBT30, IPBT33, IPBT34, IPBT53 dan IPBT57. Gerombol III hanya satu genotipe yaitu IPBT80. Pengelompokkan tersebut sama dengan pengelompokkan yang dihasilkan oleh KU I dan KU II.

Keragaan Tanaman Tomat di Dataran Rendah Keragaan 15 Genotipe Tanaman Tomat

Keragaan tanaman tomat menjadi indikator menilai genotipe tersebut berdaya hasil tinggi di dataran rendah. Genotipe berpengaruh sangat nyata pada uji F untuk karakter tinggi tanaman, panjang dan lebar daun, panjang dan diameter

I

II

III

buah, tebal daging buah, jumlah rongga buah, rasio panjang dengan diameter, umur panen, ukuran buah, bobot per buah dan jumlah buah per tanaman, sedangkan genotipe memiliki pengaruh yang nyata untuk karakter bobot buah per tanaman. Selain itu, genotipe tidak berpengaruh nyata untuk karakter umur berbunga, kekerasan buah, kadar air dan padatan total terlarut (Tabel 2).

Tabel 2 Nilai koefisien keragaman dan kuadrat tengah genotipe karakter-karakter tanaman tomat pada 15 genotipe tomat

Karakter Koefisien keragaman KT genotipe

Tinggi tanaman 12.03 279.753** Panjang daun 8.82 32.309** Lebar daun 12.06 26.656** Umur berbunga 8.20 11.603tn Umur panen 5.37 42.383** Panjang buah 9.15 217.146** Diameter buah 6.79 157.779** Ukuran buah 7.30 169.040**

Rasio panjang dengan diameter 6.45 0.045**

Tebal daging buah 16.40 3.500**

Jumlah rongga buah 21.67 5.493**

Kekerasan buah 27.41 0.345tn

Kadar air 1.33 2.729tn

Padatan total terlarut 8.70 0.311tn

Bobot per buah 14.16 5.143**

Jumlah buah per tanaman 12.62 16.021**

Bobot buah per tanaman 26.75 201534.750*

Keterangan : ** = berpengaruh sangat nyata, * = berpengaruh nyata, tn = tidak berpengaruh nyata dan KT = kuadrat tengah

Keragaan 15 genotipe yang memiliki karakter tinggi tanaman, panjang dan lebar daun yang berbeda disajikan pada Tabel 3. Genotipe IPBT83 merupakan genotipe yang memiliki tinggi tanaman yang tinggi tetapi tidak berbeda dengan genotipe IPBT8, IPBT13, IPBT34, IPBT58 dan IPBT84. Genotipe IPBT83, IPBT58, IPBT34, IPBT80 dan IPBT84 merupakan genotipe yang memiliki panjang daun yang lebih panjang dibandingkan genotipe IPBT13. Genotipe IPBT83, IPBT84, IPBT80 dan IPBT58 merupakan genotipe yang memiliki lebar daun yang lebih lebar dibandingkan genotipe IPBT4, IPBT13, IPBT23, IPBT30, IPBT34 dan IPBT53. Karakter tinggi tanaman, panjang dan lebar daun merupakan karakter vegetatif yang berperan dalam proses fotosistesis. Semakin panjang dan lebar daun maka semakin luas permukaan daun untuk melakukan proses fotosintesis. Di samping itu, luas permukaan daun yang luas menunjukkan kebutuhan ruang tumbuh pada tanaman juga luas agar antar tanaman tidak saling tumpang tindih daunnya sehingga pemanfaatan cahaya matahari untuk fotosintesis lebih optimal. Karakter vegetatif tersebut menunjukkan keragaan genotipe IPBT83 akan membutuhkan ruang tumbuh yang besar.

Tabel 3 Keragaan tinggi tanaman, panjang daun dan lebar daun pada 15 genotipe tomat

Genotipe Karakter

TT (cm) PD (cm) LD (cm)

IPB T1 57.87 def 29.59 b-e 21.81 bc

IPB T3 64.94 b-e 29.81 b-e 21.65 bc

IPB T4 45.44 f 30.43 b-e 19.51 c

IPB T8 73.93 abc 28.30 cde 20.75 bc

IPB T13 72.02 a-d 25.48 e 18.81 c

IPB T23 62.18 cde 26.59 de 19.17 c

IPB T30 55.30 ef 26.76 de 19.50 c

IPB T33 64.81 b-e 29.53 b-e 22.62 bc

IPB T34 69.52 a-e 31.09 a-d 18.50 c

IPB T53 66.33 b-e 26.94 de 19.92 c

IPB T57 59.00 cdf 29.15 b-e 19.34 c

IPB T58 79.42 ab 35.72 a 25.10 ab

IPB T80 58.27 def 34.15 ab 25.13 ab

IPB T83 82.90 a 35.92 a 28.12 a

IPB T84 68.29 a-e 32.98 abc 25.55 ab

Keterangan : Angka-angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada satu kolom tidak berbeda nyata pada DMRT taraf 5%, TT = tinggi tanaman, PD = panjang daun dan LD = lebar daun

Tabel 4 Keragaan panjang buah, diameter buah, tebal daging buah, jumlah rongga buah dan rasio panjang dengan diameter buah pada 15 genotipe tomat

Genotipe Karakter PB (cm) DB (cm) TDB (mm) JRB (lokul) RPD IPB T1 4.10 bc 4.82 a 4.56 cd 6.70 a 0.86 c IPB T3 3.03 de 3.14 ef 4.40 cd 2.33 d 0.97 bc IPB T4 4.74 a 4.79 a 5.20 bc 2.80 cd 0.99 b IPB T8 4.06 bc 4.44 ab 4.55 cd 5.54 b 0.91 bc IPB T13 3.99 bc 4.36 ab 4.81 cd 3.57 c 0.92 bc IPB T23 2.90 e 2.62 g 2.69 e 2.30 d 0.95 bc IPB T30 2.72 e 2.77 fg 3.59 de 2.27 d 0.98 b IPB T33 2.90 e 3.15 ef 3.66 de 2.43 cd 0.92 bc IPB T34 3.52 cd 3.51 de 4.22 cd 2.97 cd 1.00 b IPB T53 2.89 e 3.02 fg 3.39 de 2.17 d 0.96 bc IPB T57 3.57 cd 3.74 cd 4.38 cd 2.47 cd 0.96 bc IPB T58 4.90 a 4.00 bc 5.67 abc 2.20 d 1.23 a IPB T80 4.58 ab 4.52 a 6.68 a 2.20 d 1.01 b IPB T83 4.78 a 3.75 cd 5.35 abc 2.23 d 1.27 a IPB T84 4.83 a 4.02 bc 6.23 ab 2.30 d 1.20 a

Keterangan : Angka-angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada satu kolom tidak berbeda nyata pada DMRT taraf 5%, PB = panjang buah, DB = diameter buah, TDB = tebal daging buah, JRB = jumlah rongga buah dan RPD = rasio panjang dengan diameter

Genotipe IPBT58, IPBT84, IPBT83 dan IPBT4 adalah genotipe yang memiliki panjang buah yang lebih panjang dibandingkan genotipe lainnya kecuali genotipe IPBT80. Diameter buah 15 genotipe yang diamati berkisar 2.62-4.82 cm. Genotipe IPBT1, IPBT4, IPBT80, IPBT8, IPBT13 memiliki lebar buah yang lebih lebar dibandingkan IPBT3, IPBT23, IPBT30, IPBT33, IPBT34, IPBT53, IPBT57 dan IPBT83. Tebal daging buah menjadi salah satu kualitas buah tomat (Purwati 2007). Menurut Suryadi et al. (2004), kriteria tebal daging buah tomat yang baik adalah 4 mm sehingga genotipe yang termasuk kriteria baik untuk karakter tebal daging buah adalah IPBT1, IPBT3, IPBT4, IPBT8, IPBT13, IPBT34, IPBT57, IPBT58, IPBT80, IPBT83 dan IPBT84. Genotipe IPBT80, IPBT84, IPBT58 dan IPBT83 merupakan genotipe yang memiliki tebal daging buah yang lebih tebal dibandingkan genotipe IPBT23, IPBT30, IPBT33 dan IPBT53 (Tabel 4).

Karakter jumlah rongga buah pada 15 genotipe yang diamati berkisar 2.20- 6.70 lokul. Genotipe IPBT1 merupakan genotipe yang memiliki jumlah rongga buah terbanyak di antara genotipe lainnya, diikuti dengan genotipe IPBT8 dan IPBT13. Genotipe yang memiliki jumlah rongga buah yang sedikit adalah IPBT3, IPBT23, IPBT30, IPBT53, IPBT58, IPBT80, IPBT83 dan IPBT84. Karakter rasio panjang dengan diameter merupakan karakter yang menunjukkan bentuk buah pada tanaman tomat. Secara umum bentuk buah bulat pada tanaman tomat diperoleh apabila rasionya sama dengan satu, apabila nilai rasionya kurang dari satu maka bentuk buah yang akan terbentuk adalah bentuk gepeng. Genotipe yang memiliki nilai rasionya lebih dari satu maka bentuk buah yang akan terbentuk adalah buah lonjong. Genotipe yang memiliki nilai rasio panjang dengan diameter sama dengan satu memiliki bentuk buah yang bulat yaitu IPBT34, selanjutnya genotipe yang sama dengan IPBT34 adalah IPBT30, IPBT80 dan IPBT4. Berbeda hal dengan genotipe IPBT83, IPBT84 dan IPBT58 yang memiliki nilai rasio yang lebih dari satu dan berbeda dari genotipe lainnya menunjukkan ketiga genotipe tersebut memiliki bentuk buah yang lonjong, sedangkan bentuk buah yang gepeng ditemukan pada populasi yang ditanam yaitu IPBT1 (Tabel 4).

Umur panen genotipe IPBT13, IPBT33, IPBT34 dan IPBT53 lebih cepat dibandingkan dengan genotipe IPBT4, IPBT58 dan IPBT80. Ukuran buah merupakan salah satu karakter keunggulan pada tanaman tomat. Ukuran buah tomat yang besar menjadi prioritas untuk bahan baku produk industri olahan tomat. Genotipe IPBT4, IPBT1, IPBT8, IPBT58, IPBT80, IPBT83 dan IPBT84 memiliki ukuran buah yang lebih besar dibandingkan IPBT23, IPBT30, IPBT33, IPBT34, IPBT53 dan IPBT57. Genotipe yang memiliki ukuran buah yang lebih besar umumnya memiliki bobot per buah yang berat. Genotipe yang memiliki ukuran buah yang besar dan bobot per buah yang lebih berat adalah IPBT1 dan IPBT4, sedangkan genotipe yang memiliki ukuran buah yang kecil dan bobot per buah yang lebih ringan adalah IPBT23, IPBT30, IPBT33 dan IPBT53 (Tabel 5).

Karakter jumlah buah per tanaman pada 15 genotipe tanaman tomat yang ditanam berkisar 23.44-145.90 buah per tanaman. Genotipe IPBT23, IPBT33, IPBT30, IPBT53 dan IPBT3 merupakan genotipe yang memiliki jumlah buah per tanaman yang lebih banyak dibandingkan dengan genotipe lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa genotipe yang berukuran buah kecil dan berbobot per buah yang ringan memiliki jumlah buah per tanaman yang lebih banyak dibandingkan genotipe lainnya. Berbeda halnya dengan genotipe yang berukuran besar dan

bobot per buah yang lebih berat menunjukkan bahwa jumlah buah per tanaman lebih sedikit dari genotipe-genotipe dengan karakter sebaliknya. Genotipe IPBT1 dan IPBT83 merupakan genotipe yang berdaya hasil tinggi dibandingkan dengan genotipe IPBT4, IPBT23, IPBT30, IPBT53 dan IPBT57. Hal ini menunjukkan karakter jumlah buah per tanaman yang banyak pada suatu genotipe tidak menghasilkan bobot buah per tanaman yang lebih berat karena genotipe yang jumlah buah per tanaman lebih banyak memiliki ukuran buah dan bobot per buah yang kecil sehingga target pemuliaan yang akan dicapai ada dua hal yaitu (1) perbaikan genotipe pada kelompok I yang bertujuan untuk mendapatkan genotipe tanaman yang memiliki ukuran dan bobot per buah besar serta jumlah buah per tanaman yang lebih banyak sehingga dapat menghasilkan bobot buah per tanaman yang tinggi dan (2) perbaikan genotipe kelompok II yang bertujuan untuk mendapatkan genotipe berukuran buah kecil dengan jumlah buah per tanaman yang lebih banyak (Tabel 5).

Tabel 5 Keragaan umur panen, ukuran buah, bobot per buah, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman pada 15 genotipe tomat

Genotipe Karakter

UP (hst) UKB (cm) BPB (g) JBPT (buah) BBPT (g) IPB T1 55.00 cd 4.46 ab 39.94 a 43.45 bcd 1696.36 a IPB T3 52.67 cd 3.09 de 10.64 ef 104.24 a 1081.30 bc IPB T4 63.50 a 4.76 a 38.17 a 23.44 d 884.32 c IPB T8 53.67 cd 4.25 ab 27.78 a-d 45.13 bcd 1268.03 abc IPB T13 51.33 d 4.18 b 29.07 abc 50.17 bc 1470.63 abc IPB T23 52.67 cd 2.56 f 6.60 f 145.90 a 933.80 c IPB T30 52.00 cd 2.75 ef 7.27 f 126.29 a 914.62 c IPB T33 51.67 d 3.03 ef 9.13 f 134.82 a 1170.60 abc IPB T34 51.33 d 3.52 cd 17.33 de 69.43 b 1204.53 abc IPB T53 51.33 d 2.95 ef 8.16 f 113.32 a 915.97 c IPB T57 56.00 cd 3.65 c 20.25 cd 45.47 bcd 906.45 c IPB T58 61.67 ab 4.45 ab 32.99 ab 31.80 cd 994.98 bc IPB T80 57.67 bc 4.55 ab 31.83 abc 37.28 cd 1217.29 abc IPB T83 55.33 cd 4.26 ab 28.05 a-d 56.98 bc 1593.83 ab IPB T84 53.67 cd 4.43 ab 23.36 bd 54.13 bc 1231.60 abc

Keterangan : Angka-angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada satu kolom tidak berbeda nyata pada DMRT taraf 5%, UP = umur panen, UKB = ukuran buah, BPB = bobot per buah, JBPT = jumlah buah per tanaman dan BBPT = bobot buah per tanaman

Berdasarkan hasil analisis komponen utama dan analisis gerombol diperoleh tiga pengelompokkan, namun hanya genotipe-genotipe yang ada pada kelompok I dan kelompok II saja yang dilanjutkan untuk memilih tetua dalam persilangan dialel. Uji nilai tengah antar kelompok tomat disajikan pada Tabel 6. Berdasarkan uji Kontras 5% terhadap kelompok I dan kelompok II diperoleh keragaan lebar daun, umur panen, panjang buah, diameter buah, ukuran buah, rasio panjang dengan diameter, jumlah rongga buah, bobot per buah dan jumlah buah per tanaman kelompok I berbeda nyata terhadap kelompok II. Keragaan tinggi tanaman, panjang daun, umur berbunga, tebal daging buah, kekerasan buah,

kadar air, padatan total terlarut dan bobot buah per tanaman kelompok I tidak berbeda nyata terhadap kelompok II. Hal ini menunjukkan kelompok I memiliki ciri-ciri lebar daun yang lebih lebar, umur panen yang lebih lama, panjang buah yang lebih panjang, diameter buah yang lebih lebar, ukuran buah yang lebih besar, rasio panjang dengan diameter yang lebih besar, jumlah rongga buah yang lebih banyak, bobot per buah yang lebih berat dan jumlah buah per tanaman yang lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok II.

Tabel 6 Nilai tengah masing-masing kelompok terhadap semua karakter tomat

Karakter Nilai Tengah

Kelompok I Kelompok II Tinggi tanaman (cm) 68.55a 63.16 a Panjang daun (cm) 31.20a 28.55a Lebar daun (cm) 22.81a 20.10b Umur berbunga (hst) 30.81a 28.86a Umur panen (hst) 56.31a 52.52b Panjang buah (cm) 4.49a 3.02b Diameter buah (cm) 4.31a 3.13b Ukuran buah (cm) 4.40a 3.08b

Rasio panjang dengan diameter 1.05a 0.96b

Tebal daging buah (mm) 5.20a 3.76a

Jumlah rongga buah (lokul) 3.62a 2.42b

Kekerasan buah (kg cm-1) 1.78a 1.39a

Kadar air (%) 88.65a 87.51a

Padatan total terlarut (obriks) 5.68a 5.51a

Bobot per buah (g) 31.34a 11.34b

Jumlah buah per tanaman (buah) 43.59a 105.64b

Bobot buah per tanaman (g) 1307.44a 1018.18a

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada satu baris tidak berbeda nyata pada uji Kontras 5%

Pemilihan tetua untuk pewarisan karakter pada percobaan dua berdasarkan keragaaan genotipe-genotipe pada masing-masing kelompok. Genotipe yang digunakan sebagai tetua adalah genotipe yang terbaik pada masing-masing kelompok yang dicirikan dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan keragaan terbaik. Pemilihan genotipe terbaik pada setiap kelompok dapat diperoleh dengan melakukan analisis ragam dan uji beda rata-rata pada masing-masing kelompok sehingga analisis tersebut dilakukan pada setiap kelompok (Kelompok I dan Kelompok II).

Tujuh Genotipe Tanaman Tomat Kelompok I

Genotipe-genotipe yang tergabung dalam pengelompokkan pada kelompok I yaitu IPBT1, IPBT4, IPBT8, IPBT13, IPBT58, IPBT83 dan IPBT84. Genotipe- genotipe kelompok I berpengaruh sangat nyata pada uji F untuk delapan karakter dari total 17 karakter, yaitu tinggi tanaman, panjang dan lebar daun, umur panen, diameter buah, rasio panjang dengan diameter, jumlah rongga buah dan jumlah

buah per tanaman, sedangkan karakter selain itu genotipe yang diuji tidak berpengaruh nyata (Tabel 7).

Tabel 7 Nilai koefisien keragaman dan kuadrat tengah genotipe karakter karakter tanaman tomat terhadap tujuh genotipe kelompok I

Karakter Koefisien keragaman KT Genotipe

Tinggi tanaman 14.31 506.584** Panjang daun 9.21 45.107** Lebar daun 10.64 36.509** Umur berbunga 8.17 12.429tn Umur panen 5.76 60.901** Panjang buah 9.77 50.644tn Diameter buah 6.79 50.250** Ukuran buah 7.37 11.669tn

Rasio panjang dengan diameter 8.27 0.090**

Tebal daging buah 17.24 1.147tn

Jumlah rongga buah 25.50 9.771**

Kekerasan buah 25.50 0.203tn

Kadar air 1.35 2.120tn

Padatan total terlarut 9.21 0.250tn

Bobot per buah 16.25 0.844tn

Jumlah buah per tanaman 9.73 2.836**

Bobot buah per tanaman 28.31 271077.697tn

Keterangan : ** = berpengaruh sangat nyata, tn = tidak berpengaruh nyata dan KT = kuadrat tengah

Genotipe IPBT83, IPBT58, IPBT8, IPBT13 dan IPBT 84 adalah genotipe yang memiliki tinggi tanaman lebih tinggi daripada IPBT4. Genotipe yang memiliki karakter panjang daun yang panjang adalah IPBT83, IPBT58 dan IPBT84 serta berbeda dari genotipe IPBT13. Genotipe IPBT83, IPBT84 dan IPBT58 memiliki karakter lebar daun yang lebih lebar dibandingkan dengan genotipe IPBT4 dan IPBT13 (Tabel 8).

Karakter umur panen yang paling lama dimiliki oleh genotipe IPBT4 dan IPBT58, sedangkan genotipe lainnya memiliki umur panen yang lebih cepat. Genotipe IPBT1, IPBT4, IPBT8 dan IPBT13 memiliki diameter buah yang lebih lebar dibandingkan IPBT83. Genotipe kelompok I memiliki karakter diameter buah berkisar 3.75-4.82 cm. Genotipe IPBT1, IPBT4, IPBT13 dan IPBT8 merupakan genotipe yang memiliki diameter buah yang lebih lebar dibandingkan IPBT83. Karakter jumlah rongga buah yang banyak dimiliki oleh genotipe IPBT1 (6.70 lokul) dan IPBT8 (5.54 lokul), sedangkan genotipe lainnya memiliki jumlah rongga buah berkisar 2.20-3.57 lokul. Pada kelompok I juga terlihat bahwa ada dua bentuk buah tomat yaitu bentuk bulat dan lonjong. Bentuk buah lonjong dimiliki oleh genotipe IPBT83, IPBT84 dan IPBT58, sedangkan bentuk buah bulat terdapat pada genotipe IPBT1, IPBT4, IPBT8 dan IPBT13 (Tabel 9). IPBT83, IPBT84 dan IPBT13 memiliki jumlah buah per tanaman yang lebih banyak dibandingkan IPBT58 dan IPBT4 (Tabel 9). Berdasarkan keragaan pada kelompok I, genotipe yang terbaik dan dipilih sebagai tetua adalah IPBT1, IPBT8,

IPBT13 dan IPBT84. IPBT1 adalah genotipe terbaik untuk diameter buah. IPBT8 dan IPBT13 adalah genotipe terbaik untuk umur panen. IPBT84 adalah genotipe terbaik untuk jumlah buah per tanaman dan jumlah rongga buah.

Tabel 8 Keragaan tinggi tanaman, panjang daun dan lebar daun pada tujuh genotipe tanaman tomat kelompok I

Genotipe Karakter TT (cm) PD (cm) LD (cm) IPB T1 57.87 bc 29.59 b-e 21.81 bc IPB T4 45.44 c 30.43 b-e 19.51 c IPB T8 73.93 ab 28.30 cde 20.75 bc IPB T13 72.02 ab 25.48 e 18.81 c IPB T58 79.42 a 35.72 a 25.10 ab IPB T83 82.90 a 35.92 a 28.12 a IPB T84 68.29 ab 32.98 abc 25.55 ab

Keterangan : Angka-angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada satu kolom tidak berbeda nyata pada DMRT taraf 5%, TT = tinggi tanaman, PD = panjang daun dan LD = lebar daun.

Tabel 9 Keragaan umur panen, diameter buah, jumlah rongga buah, rasio panjang dengan diameter, jumlah buah per tanaman pada tujuh genotipe tanaman tomat kelompok I Genotipe Karakter UP (hst) DB (cm) JRB (lokul) RPD JBPT (buah) IPB T1 55.00 b 4.82 a 6.70 a 0.86 b 43.45 ab IPB T4 63.50 a 4.79 a 2.80 b 0.99 b 23.44 c IPB T8 53.67 b 4.44 ab 5.54 a 0.91 b 45.13 ab IPB T13 51.33 b 4.36 ab 3.57 b 0.92 b 50.17 a IPB T58 61.67 a 4.00 bc 2.20 b 1.23 a 31.80 bc IPB T83 55.33 b 3.75 c 2.23 b 1.27 a 56.98 a IPB T84 53.67 b 4.02 bc 2.30 b 1.20 a 54.13 a

Keterangan : Angka-angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada satu kolom tidak berbeda nyata pada DMRT taraf 5%, UP = umur panen, DB = diameter buah, JRB = jumlah rongga buah, RPD = rasio panjang dengan diameter, JBPT = jumlah buah per tanaman.

Tujuh Genotipe Tanaman Tomat Kelompok II

Genotipe IPBT3, IPBT23, IPBT30, IPBT33, IPBT34, IPBT53 dan IPBT57 merupakan genotipe yang tergabung pada kelompok II. Genotipe berpengaruh sangat nyata untuk karakter panjang dan diameter buah, ukuran buah, tebal daging buah, bobot per buah dan jumlah buah per tanaman, sedangkan genotipe

Dokumen terkait