• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

2. Hasil Pembelajaran

a. Contoh Cerpen Siswa MA

Siklus I Siklus II

Sayuran yang bermanfaat Mila adalah seorang anak yang sangat tidak suka dengan sayuran, terutama wortel dan brokoli. Ia

Temanku Matahariku Entah hari apa itu, sekitar jam berapa, entah detik keberapa kamu meninggalkanku disini. Aku

selalu menolak memakan sayur, bahkan melihat sayur saja sampai membuat Ia mual-mual.

Ibunya selalu berkata “nak, sayuran itu bermanfaat loh, apalagi rasanya enak kok”

Namun mila tidak memperdulikan perkataan dari Ibunya tersandung.”tolong jangan ganggu aku, aku ngga punya salah apa-apa”

teriak Mila seraya menutup mata.

Dengan berani mila berusaha berdiri dengan bantuan brokoli.tangan Mila bergetar dan dingin. Ia merasa sangat takut apalagi yang memegang dia adalah brokoli.

Brokoli dan wortel menuntun Mila sambil menunjukkan betapa besarnya manfaat dari sayuran.

Wortel menjelaskan manfaat dari buah wortel dengan kandungan vitamin C wortel, wortel dapat menyehatkan mata.

merindukanmu, apakah kamu merindukanku?

Aku berharap kamu kembali kesini wahai sahabatku.

Pada hari senin, kamu sudah tiada disekolah. Aku tidak melihatmu dirumah. Aku masih bertanya-tanya.

“mengapa kamu

meninggalkanku”, ucapku dalam hati.

setiap hari kita lewati bersama, suka duka kita lewati bersama.

Tapi, mengapa kamu

meninggalkanku. “Hari, kamu sahabatku. Semenjak kamu pergi, tiada lagi pelita dihidupku, tiada lagi matahari yang menyinari siangku.”

Aku bertanya kepada setiap orang, termasuk Ibumu dan Ayahmu. “ keberadaan, bahkan ujung dunia pun mampu kugapai hanya untuk mencari dirimu. Hingga aku berjumpa dengan dirimu. Namun,

“coba lihat, aku hebatkan, aku bisa menyehatkan mata seluruh manusia” ujar wortel sambil menjelaskan manfaat dari sayuran.

setelah beberapa jam bersama brokoli dan wortel, mila pun menyadari betapa pentingnya memakan sayuran dan buah.

Wortel dan brokuoli pun mengucapkan selamat tinggal pada Mila. “selamat tinggal Mila, kami berharap kamu dapat memakan sayuran agar kamu dapat mengetahui betapa pentingnya memakan buah-buahan dan sayur-sayuran, “ujar wortel dan brokoli sambil mengucapkan selamat tinggal kepada Mila. Setelah terbangun dari tidur, mila langsung kedapur meminum air putih dan memakan sayuran. Mila berjanji akan senantiasa memakan sayuran dan buah-buahan.

kamu sangat tampak berbeda.

Kamu terbaring membeku didalam tanah membisu. Maafkan aku sahabatku, karena baru kuketahui bahwa kamu telah meninggalkan dunia ini.

Pembahasan analisis cerpen I

Berdasarkan hasil evaluasi cerpen siswa dari siklus I dan siklus II, dengan menggunakan teori Nurgiyantoro 2009, dapat dilihat hasil bedasarkan komponen penilaian yaitu pada siklus I, cerpen siswa pada aspek kesesuaian isi dengan judul sudah sesuai, hal ini terlihat pada

kutipan cerpen yang berjudul “Sayuran yang bermanfaat” sudah sejalan sengan kutipan pada pargraf perta, yaitu “Mila adalah seorang anak yang sangat tidak suka dengan sayuran, terutama wortel dan brokoli. Ia selalu menolak memakan sayur, bahkan melihat sayur saja sampai membuat Ia mual-mual. Ibunya selalu berkata “nak, sayuran itu bermanfaat loh, apalagi rasanya enak kok”. Adapun aspek penilaian dalam mengembangkan cerita yaitu sudah sangat baik terlihat pada kutipan cerpen berikut ini “Namun mila tidak memperdulikan perkataan dari Ibunya”. Kemudian siswa melanjutkan cerpen pada pargraf baru yaitu

“Pada suatu hari, Mila bermimpi disebuah dunia aneh. Dunia tersebut penuh dengan buah-buahan dan sayur-sayuran. Tak lama dari itu mila didatangi brokoli dan wortel, Mila sangat ketakutan dan Ia pun berlari hingga tersandung.”tolong jangan ganggu aku, aku ngga punya salah apa-apa” teriak Mila seraya menutup mata.” Dari kutipan cerpen siswa sudah singkrong atau sejalan denagan pargraf pertama dan kedua.

Aspek ketuntasan cerita pada cerpen sudah sangat baik, hal ini sejalan dengan kutipan “setelah beberapa jam bersama brokoli dan wortel, mila pun menyadari betapa pentingnya memakan sayuran dan buah. Wortel dan brokuoli pun mengucapkan selamat tinggal pada Mila.

“selamat tinggal Mila, kami berharap kamu dapat memakan sayuran agar kamu dapat mengetahui betapa pentingnya memakan buah-buahan dan sayur-sayuran, “ujar wortel dan brokoli sambil mengucapkan selamat tinggal kepada Mila. Setelah terbangun dari tidur, mila langsung kedapur

meminum air putih dan memakan sayuran. Mila berjanji akan senantiasa memakan sayuran dan buah-buahan.” Pada kutipan cerpen tersebut sudah menunjukkan ketuntasan pada cerpen.

Bedasarkan pada aspek organisasi dan penyajian, terdiri atas tiga aspek penilaian, yaitu penilaian pertama adalah penyajian unsur-unsur berupa tokoh, alur, dan latar cerita. Pada aspek ini cerpen yang ditulis siswa sudah baik terlihat pada kutipan “Setelah terbangun dari tidur, mila langsung kedapur meminum air putih dan memakan sayuran. Mila berjanji akan senantiasa memakan sayuran dan buah-buahan.” Pada kutipan tersebut unsur tokoh dan latas cerita digambarkan secara jelas.

Adapun aspek penilaian kepaduan unsur-unsur cerita yaitu sudah baik, hal ini dapat dilihat pada kutipan “Setelah terbangun dari tidur, mila langsung kedapur meminum air putih dan memakan sayuran. Mila berjanji akan senantiasa memakan sayuran dan buah-buahan.” Pada kutipan ini unsur-unsur cerpen sudah seajalan. Selanjutnya, pada aspek kelogisan urutan cerita sudah baik terlihat pada kutipan cerita “Ibunya selalu berkata “nak, sayuran itu bermanfaat loh, apalagi rasanya enak kok”, Namun mila tidak memperdulikan perkataan dari Ibunya. Pada suatu hari, Mila bermimpi disebuah dunia aneh. Dunia tersebut penuh dengan buah-buahan dan sayur-sayuran.” Kutipan tersebut memperlihatkan kelogisan urutan cerita.

Melihat dari aspek bahasa terdiri dari tiga komponen penilaian yaitu aspek pertama adalah pilihan kata dan diksi,dalam cerpen ini

pilihan kata yang digunakan sudah baik, terlihat pada setiap paragrafnya singkrong atau sejalan dengan alaur cerita. Selanjutnya pada aspek penyusunan kaliamat sudah baik dan mudah dimengerti oleh pembaca.

Hal ini dapat dilihat pada kutipan “setelah beberapa jam bersama brokoli dan wortel, mila pun menyadari betapa pentingnya memakan sayuran dan buah. Wortel dan brokuoli pun mengucapkan selamat tinggal pada Mila.

“selamat tinggal Mila, kami berharap kamu dapat memakan sayuran agar kamu dapat mengetahui betapa pentingnya memakan buah-buahan dan sayur-sayuran, “ujar wortel dan brokoli sambil mengucapkan selamat tinggal kepada Mila.”. Selanjutnya pada aspek penggunaan majas sudah cukup baik, terlihat pada kutipan “Wortel menjelaskan manfaat dari buah wortel dengan kandungan vitamin C wortel, wortel dapat menyehatkan mata.“coba lihat, aku hebatkan, aku bisa menyehatkan mata seluruh manusia” ujar wortel sambil menjelaskan manfaat dari sayuran.” Kutipan tersebut menggunakan majas hiperbola.

Pembahasan analisi cerpen II

Berdasarkan hasil evaluasi cerpen siswa dari siklus I dan siklus II, dengan menggunakan teori Nurgiyantoro 2009, dapat dilihat hasil bedasarkan komponen penilaian yaitu pada siklus I, cerpen siswa pada aspek kesesuaian isi dengan judul sudah sesuai, hal ini terlihat pada kutipan cerpen yang berjudul “Temanku Matahariku” sudah sejalan sengan kutipan pada kutipan, “Pada hari senin, kamu sudah tiada disekolah. Aku tidak melihatmu dirumah. Aku masih

bertanya-tanya.“mengapa kamu meninggalkanku”, ucapku dalam hati. Setiap hari kita lewati bersama, suka duka kita lewati bersama”. Adapun aspek penilaian dalam mengembangkan cerita yaitu sudah sangat baik terlihat pada kutipan cerpen berikut ini “Aku bertanya kepada setiap orang, termasuk Ibumu dan Ayahmu. “ Paman, keman Hari? Kemana Ia pergi?”

tanyaku dengan nada sedih, namun Ayahmu hanya terdiam membisu, tak mampu menjawab pertanyaan dariku. Dari kutipan cerpen siswa sudah singkrong atau sejalan dalam mengembangkan cerita.

Aspek ketuntasan cerita pada cerpen sudah sangat baik, hal ini sejalan dengan kutipan “Hingga aku berjumpa dengan dirimu. Namun, kamu sangat tampak berbeda. Kamu terbaring membeku didalam tanah membisu. Maafkan aku sahabatku, karena baru kuketahui bahwa kamu telah meninggalkan dunia ini” Pada kutipan cerpen tersebut sudah menunjukkan ketuntasan pada cerpen.

Bedasarkan pada aspek organisasi dan penyajian, terdiri atas tiga aspek penilaian, yaitu penilaian pertama adalah penyajian unsur-unsur berupa tokoh, alur, dan latar cerita. Pada aspek ini cerpen yang ditulis siswa sudah baik terlihat pada kutipan “pada hari senin, kamu sudah tiada disekolah, aku tidak melihatmu dirumah” Pada kutipan tersebut unsur latar cerita digambarkan secara jelas. Adapun aspek penilaian kepaduan unsur-unsur cerita yaitu sudah baik, hal ini dapat dilihat pada kutipan

“aku bertanya kedapa setiap orang, termasuk Ibu dan Ayahm. “paman kemana Heri? Kemana dia pergi” Pada kutipan ini unsur-unsur cerpen

sudah seajalan. Selanjutnya, pada aspek kelogisan urutan cerita sudah baik terlihat pada kutipan cerita “maafkan aku sahabtku karena baru kutahu kamu telah meninggalkan dunia ini” Kutipan tersebut memperlihatkan kelogisan urutan cerita.

Melihat dari aspek bahasa terdiri dari tiga komponen penilaian yaitu aspek pertama adalah pilihan kata dan diksi, dalam cerpen ini pilihan kata yang digunakan sudah baik, terlihat pada setiap paragrafnya singkrong atau sejalan dengan alaur cerita. Selanjutnya pada aspek penyusunan kaliamat sudah baik dan mudah dimengerti oleh pembaca.

Hal ini dapat dilihat pada kutipan “Aku bertanya kepada setiap orang, termasuk Ibumu dan Ayahmu. “ Paman, keman Hari? Kemana Ia pergi?”

tanyaku dengan nada sedih, namun Ayahmu hanya terdiam membisu, tak mampu menjawab pertanyaan dariku.”. Selanjutnya pada aspek penggunaan majas sudah cukup baik, terlihat pada kutipan “ semenjak kamu pergi, tiada lagi pelita dihidupku, tiada lagi matahari yang menyinari siangku” Kutipan tersebut menggunakan majas hiperbola.

b. Contoh Cerpen Siswa NA semua. Namun, seiring berjalannya waktu aku mulai mengenal mereka dan

Meraih Sebuah Impian Setiap hari kuberjalan menuju sekolah, dimana jarak rumah dari sekolahku itu jauh, tapi aku tidak pernah menyerah, dan akaupun harus mengerjakan tugas rumah, banyak rintangan yang harus kulalui saat

mulai akrab dengan mereka.

Pada hari ketiga kami bersekolah, kamipun membentuk kelompok dan aku sangat bahagia karena aku mempunyai kelompok yang ceria. Satu minggupun berlalu dan pada hari jumat itu, aku telah mempunyai sahabat. Aku mempunyai tiga sahabat, mereka itu baik, selalu ceria, serta mereka selalu mendorongku untuk lebih baik, mereka juga selalu ada disaat aku susah dan senang

Dan disaat itulah aku mulai mengenal arti dari suatu persahabatan. Dimana dalam keadaan apapun kita, mereka

disekolah akupun memasuki banyak ekstra kurikuler dimana jam istirahatku hanya sedikit. Setelah pulang sekolah akupun harus kembali kesekolah untuk mengikuti ekstra kulikuler. Akaupun mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter. Aku ngin menjadi dokter agar aku bisa merawat keluargaku agara mereka tidak mengeluarkan biaya saat mereka sakit karena kami orang yang tidak mampu. Dan disitulah aku harus menggapai cita-citaku aku harus belajar lebih tekun lagi, agar aku bisa menggapai cita-citaku, dan impianku, dan keluargaku juga mendukungku agar lebih giat lagi belajar.

Pembahasan analisi cerpen I

Berdasarkan hasil evaluasi cerpen siswa dari siklus I dan siklus II, dengan menggunakan teori Nurgiyantoro 2009, dapat dilihat hasil bedasarkan komponen penilaian yaitu pada siklus I, cerpen siswa pada aspek kesesuaian isi dengan judul sudah sesuai, hal ini terlihat pada kutipan cerpen yang berjudul “Awal Aku Mengenal Persahabatan” sudah sejalan sengan kutipan pada kutipan, “. Aku mempunyai tiga sahabat,

mereka itu baik, selalu ceria, serta mereka selalu mendorongku untuk lebih baik, mereka juga selalu ada disaat aku susah dan senang”. Adapun aspek penilaian dalam mengembangkan cerita yaitu sudah baik terlihat pada kutipan cerpen berikut ini “Pada hari ketiga kami bersekolah, kamipun membentuk kelompok dan aku sangat bahagia karena aku mempunyai kelompok yang ceria. Satu minggupun berlalu dan pada hari jumat itu, aku telah mempunyai sahabat” dari kutipan cerpen siswa sudah singkrong atau sejalan dalam mengembangkan cerita.

Aspek ketuntasan cerita pada cerpen sudah baik, hal ini sejalan dengan kutipan “Dan disaat itulah aku mulai mengenal arti dari suatu persahabatan. Dimana dalam keadaan apapun kita, mereka akan selalu ada saat susah maupun senang. Terima kasih sahabat, untuk semua yang telah engkau berikan. I love you friendship.” Pada kutipan cerpen tersebut sudah menunjukkan ketuntasan pada cerpen.

Bedasarkan pada aspek organisasi dan penyajian, terdiri atas tiga aspek penilaian, yaitu penilaian pertama adalah penyajian unsur-unsur berupa tokoh, alur, dan latar cerita. Pada aspek ini cerpen yang ditulis siswa sudah baik terlihat pada kutipan “Pagi itu, awal aku mulai bersekolah ditingkat SMP.” Pada kutipan tersebut unsur latar waktu cerita digambarkan secara jelas. Adapun aspek penilaian kepaduan unsur-unsur cerita yaitu sudah baik, hal ini dapat dilihat pada kutipan “Satu minggupun berlalu dan pada hari jumat itu, aku telah mempunyai sahabat. Aku mempunyai tiga sahabat, mereka itu baik, selalu ceria, serta

mereka selalu mendorongku untuk lebih baik, mereka juga selalu ada disaat aku susah dan senang” pada kutipan ini unsur-unsur cerpen sudah seajalan. Selanjutnya, pada aspek kelogisan urutan cerita sudah baik terlihat pada kutipan cerita “seiring berjalannya waktu aku mulai mengenal mereka dan mulai akrab dengan mereka” Kutipan tersebut memperlihatkan kelogisan urutan cerita.

Melihat dari aspek bahasa terdiri dari tiga komponen penilaian yaitu aspek pertama adalah pilihan kata dan diksi, dalam cerpen ini pilihan kata yang digunakan cukup baik, terlihat pada setiap paragrafnya sudah mulai singkrong atau sejalan dengan alaur cerita. Selanjutnya pada aspek penyusunan kaliamat sudah cukup baik dan mudah dimengerti oleh pembaca. Hal ini dapat dilihat pada kutipan “Pada hari ketiga kami bersekolah, kamipun membentuk kelompok dan aku sangat bahagia karena aku mempunyai kelompok yang ceria. Satu minggupun berlalu dan pada hari jumat itu, aku telah mempunyai sahabat. Aku mempunyai tiga sahabat, mereka itu baik, selalu ceria, serta mereka selalu mendorongku untuk lebih baik, mereka juga selalu ada disaat aku susah dan senang”. Selanjutnya pada aspek penggunaan majas masih kurang, terlihat pada cerpen belum menggunakan pemajasan didalamnya.

Pembahasan analisi cerpen II

Berdasarkan hasil evaluasi cerpen siswa dari siklus I dan siklus II, dengan menggunakan teori Nurgiyantoro 2009, dapat dilihat hasil bedasarkan komponen penilaian yaitu pada siklus I, cerpen siswa pada

aspek kesesuaian isi dengan judul sudah sesuai, hal ini terlihat pada kutipan cerpen yang berjudul “Meraih Sebuah Impian” sudah sejalan dengan kutipan, “banyak rintangan yang harus kulalui saat kesekolah kadang hujan deras, tapi semua itu harus kulalaui demi menggapai cita-citaku.”. Adapun aspek penilaian dalam mengembangkan cerita yaitu sudah baik terlihat pada kutipan cerpen berikut ini “disekolah akupun memasuki banyak ekstra kurikuler dimana jam istirahatku hanya sedikit.

Setelah pulang sekolah akupun harus kembali kesekolah untuk mengikuti ekstra kulikuler.” dari kutipan cerpen siswa sudah singkrong atau sejalan dalam mengembangkan cerita.

Aspek ketuntasan cerita pada cerpen sudah baik, hal ini sejalan dengan kutipan “Dan disitulah aku harus menggapai cita-citaku aku harus belajar lebih tekun lagi, agar aku bisa menggapai cita-citaku, dan impianku, dan keluargaku juga mendukungku agar lebih giat lagi belajar.

”Pada kutipan cerpen tersebut sudah menunjukkan ketuntasan pada cerpen.

Bedasarkan pada aspek organisasi dan penyajian, terdiri atas tiga aspek penilaian, yaitu penilaian pertama adalah penyajian unsur-unsur berupa tokoh, alur, dan latar cerita. Pada aspek ini cerpen yang ditulis siswa sudah baik terlihat pada kutipan “Setiap hari kuberjalan menuju sekolah, dimana jarak rumah dari sekolahku itu jauh” Pada kutipan tersebut unsur latar waktu cerita digambarkan secara jelas. Adapun aspek penilaian kepaduan unsur-unsur cerita yaitu sudah baik, hal ini dapat

dilihat pada kutipan “Setelah pulang sekolah akupun harus kembali kesekolah untuk mengikuti ekstra kulikuler. Akaupun mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter. Aku ngin menjadi dokter agar aku bisa merawat keluargaku agara mereka tidak mengeluarkan biaya saat mereka sakit karena kami orang yang tidak mampu” pada kutipan ini unsur-unsur cerpen sudah seajalan. Selanjutnya, pada aspek kelogisan urutan cerita sudah baik terlihat pada kutipan cerita “Aku ngin menjadi dokter agar aku bisa merawat keluargaku agara mereka tidak mengeluarkan biaya saat mereka sakit karena kami orang yang tidak mampu. Dan disitulah aku harus menggapai cita-citaku aku harus belajar lebih tekun lagi, agar aku bisa menggapai cita-citaku” Kutipan tersebut memperlihatkan kelogisan urutan cerita.

Melihat dari aspek bahasa terdiri dari tiga komponen penilaian yaitu aspek pertama adalah pilihan kata dan diksi, dalam cerpen ini pilihan kata yang digunakan cukup baik, terlihat pada setiap paragrafnya sudah mulai singkrong atau sejalan dengan alaur cerita. Selanjutnya pada aspek penyusunan kaliamat sudah cukup baik dan mudah dimengerti oleh pembaca. Hal ini dapat dilihat pada kutipan “banyak rintangan yang harus kulalui saat kesekolah kadang hujan deras, tapi semua itu harus kulalaui demi menggapai cita-citaku. disekolah akupun memasuki banyak ekstra kurikuler dimana jam istirahatku hanya sedikit. Setelah pulang sekolah akupun harus kembali kesekolah untuk mengikuti ekstra

kulikuler”. Selanjutnya pada aspek penggunaan majas masih kurang, terlihat pada cerpen belum menggunakan permajasan didalamnya.

c. Contoh Cerpen Siswa HA

Siklus I Siklus II

Malas Makan

Pada hari senin saya pulang dari sekolah, rasanya tidaka ada nafsu makan karena disekolah tadik teman saya mengencingi celananya, karena saat belanja dikantin teman saya tersebut membeli minuman yang banyak.

Setelah itu saya tidak pernah lagi membeli minuman dikantin karena teman saya mengencingi celananya, dan sangat-sangat bau, sehingga sampai dirumah selalu teringat teman saya tersebut, sehingga tidak ada nafsu makan.

Orang Tua

Berbakti kepada orang tua itu suatu hal yang baik, dan sebagai anak harus menghormati orang tua.

Sebagai oarang yang beragama kita melaksanakan perintah orang tua tersebut dengan tepat waktu.

Tanpa orang tua kita tidak akan seperti ini, pergi disekolah dengan menggunakan seragam, belajar dengan baik disekolah merupakan sebuah bentuk penghormatan kepada orang tua kitalah yang merawat kita dari kecil hingga sampai kepada titik yang kita rasakan pada saat ini dengan menempuh pendididkan di bangku SMP, semoga kedepannya saya bisa membanggakan orang tua saya, dan menjadi anak yang baik.

Pembahasan analisi cerpen I

Berdasarkan hasil evaluasi cerpen siswa dari siklus I dan siklus II, dengan menggunakan teori Nurgiyantoro 2009, dapat dilihat hasil bedasarkan komponen penilaian yaitu pada siklus I, cerpen siswa pada aspek kesesuaian isi dengan judul sudah sesuai, hal ini terlihat pada kutipan cerpen yang berjudul “Malas Makan” sudah sejalan dengan kutipan, “rasanya tidaka ada nafsu makan karena disekolah tadik teman saya mengencingi celananya”. Adapun aspek penilaian dalam mengembangkan cerita yaitu kurang baik terlihat pada kutipan cerpen berikut ini “karena saat belanja dikantin teman saya tersebut membeli minuman yang banyak. Setelah itu saya tidak pernah lagi membeli minuman dikantin.”dari kutipan cerpen siswa kurang singkrong atau sejalan dalam mengembangkan cerita.

Aspek ketuntasan cerita pada cerpen kurang baik, hal ini sejalan dengan kutipan “sehingga sampai dirumah selalu teringat teman saya tersebut, sehingga tidak ada nafsu makan” Pada kutipan cerpen tersebut belum menunjukkan ketuntasan pada cerpen.

Bedasarkan pada aspek organisasi dan penyajian, terdiri atas tiga aspek penilaian, yaitu penilaian pertama adalah penyajian unsur-unsur berupa tokoh, alur, dan latar cerita. Pada aspek ini cerpen yang ditulis siswa sudah baik terlihat pada kutipan “disekolah tadik teman saya mengencingi celananya, karena saat belanja dikantin teman saya tersebut membeli minuman yang banyak. Setelah itu saya tidak pernah lagi

membeli minuman dikantin karena teman saya mengencingi celananya, dan sangat-sangat bau, sehingga sampai dirumah selalu teringat teman saya tersebut,” Pada kutipan tersebut unsur latar tempat cerita digambarkan secara jelas. Adapun aspek penilaian kepaduan unsur-unsur cerita yaitu kurang baik, hal ini dapat dilihat pada kutipan “Pada hari senin saya pulang dari sekolah, rasanya tidaka ada nafsu makan karena disekolah tadik teman saya mengencingi celananya, karena saat belanja dikantin teman saya tersebut membeli minuman yang banyak. Setelah itu saya tidak pernah lagi membeli minuman dikantin karena teman saya mengencingi celananya” pada kutipan ini unsur-unsur cerpen kurang seajalan.

Selanjutnya, pada aspek kelogisan urutan cerita cukup logis terlihat pada kutipan cerita “teman saya mengencingi celananya, dan sangat-sangat bau, sehingga sampai dirumah selalu teringat teman saya tersebut, sehingga

Selanjutnya, pada aspek kelogisan urutan cerita cukup logis terlihat pada kutipan cerita “teman saya mengencingi celananya, dan sangat-sangat bau, sehingga sampai dirumah selalu teringat teman saya tersebut, sehingga

Dokumen terkait