HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
4) Tahap Refleksi
Penelitian pada siklus I telah dilaksanakan peneliti dengan lancar. Berdasarkan hasil observasi dan tes keterampilan menulis cerpen siklus I dapat di simpulkan bahwa masih ada siswa yang tidak aktif dan kurang semangat dalam mengikuti proses belajar mengajar, dan masih terdapat kendala dan kekurangan baik dari segi mutu pembelajaran, hasil tes, skenario pembelajaran dan waktu pelaksanaan.
Hal ini terlihat dari kurangnya perhatian siswa dalam menanggapi materi, dan sikap siswa pada umumnya masih kurang dalam memberikan tanggapan atau respon positif terhadap pemecahan masalah oleh siswa. Selain itu, ditemukan siswa yang melakukan
aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran yang sedang berlangsung, seperti ribut dikelas.
Pada segi mutu pembelajaran, dalam proses pembelajaran terkesan belum mengenai sasaran, hal ini dimungkinkan karena metode pembelajaran yang digunakan merupakan metode yang sudah sering dijumpai siswa dan siswa beranggapan metode ceramah sudah menjadi hal yang membosankan.
Kekurangan yang lain adalah ketidaksesuaian alokasi waktu yang telah ditentukan dalam rencana pelaksanaan dengan pengelolaan waktu saat proses pembelajaran yang terjadi pada siklus I. Alokasi waktu yang seharusnya 70 menit menjadi 60 menit dikarenakan banyak pertanyaan sebelum pembelajaran dimulai.
Berdasarkan hasil tes siklus I ini, menunjukkan hasil tes menulis cerpen menunjukkan kategori kurang dan belum mencapai target maksimal pencapaian nilai rata-rata 75.
Berdasarkan evaluasi kendala dan kekurangan di atas, maka perlu dilakukan perencanaan ulang pada tindakan siklus II. Evaluasi nontes juga banyak terdapat kekurangan dan kendala. Dari hasil observasi siklus I siswa belum seluruhnya bersemangat dan berkonsentrasi mendengarkan penjelasan guru.
Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa mereka senang dan tertarik mengikuti pembelajaran menulis cerpen dengan metode pembelajaran yang mengasyikkan, dan menghasilkan. Maka dari itu,
peneliti dan guru tertarik menerapkan teknik pembelajaran yang baru yaitu, teknik card sort (memilah dan memilih kartu) karena dengan teknik ini siswa akan memilih kartu mereka dan membuat cerpen berdasarkan pilihannya, serta menemukan teman kelompoknya melalui kartu yang sesuai dengan kartunya, dengan begitu siswa akan aktif dalam mengikuti pembelajaran, dan siswa akan bersemangat dalam menemukan ide-ide baru ketika bertemu dengan anggota kelompoknya yang memiliki kartu didalamnya mengandung tema yang sama, dengan pembelajaran menulis cerpen yang menggunakan teknik card sort, siswa akan menciptakan karya lewat kartu yang telah mereka pilih, dengan menuangkan ide-ide pengalaman mereka.
b. Siklus II
Berdasarkan hasil tes siklus I menunjukkan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas VIII.3 masih dalam kategori kurang dan belum memenuhi target maksimal pencapaian nilai yang telah ditetapkan. Selain itu, perubahan aktivitas perilaku siswa masih belum menunjukkan perubahan yang berarti. Oleh karena itu, diperlukan tindakan siklus II untuk mengatasi masalah yang muncul dalam siklus II ini masih menggunakan teknik card sort.
Tabel 4.6. Hasil observasi kegiatan belajar siswa pada siklus II No komponen yang
2. Siswa yang
Upaya meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa tidak terlepas dari faktor perilaku belajar siswa. Berdasarkan table 4.6 di atas, menunjukkan perubahan perilaku aktivitas siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Barru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan teknik Card Sort. Perubahan tersebut diperoleh dari lembar observasi pada
setiap pertemuan yang dicatat peneliti setiap pertemuan. Perubahan aktivitas perilaku siswa dilihat dari hal berikut.
1) Siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran sebanyak 100%
yaitu pertemuan pertama sebanyak 25 siswa, pertemuan ke dua sebanyak 25 siswa, dan pertemuan ke tiga sebnayak 25 siswa.
2) Siswa yang memperhatikan pada saat proses pembelajaran sebanyak 89,32% yaitu pertemuan hanyak 22 orang dan pertemuan kedua sebanyak 23 siswa, dan ketiga meningkat sebanyak 23 siswa.
3) Siswa yang melakukan aktivitas negatif pada saat pembelajaran sebanyak 12,92% yaitu pertemuan pertama sebanyak 8 siswa, pada pertemuan kedua dan ketiga berkurang menjadi 6 siswa.
4) Siswa yang aktif (mengajukan diri) dalam mengerjakan tugas pada saat proses pembelajaran yaitu 77,34% yaitu pertemuan pertama sebanyak 18 siswa, pertemuan kedua meningkat menjadi 20 orang siswa dan pertemuan ketiga 20 siswa.
5) Siswa yang mengerjakan soal pada saat proses pembelajaran sebanyak 100% yaitu pertemuan pertama, kedua, dan ketiga sebanyak 25 siswa.
6) Siswa yang masih perlu bimbingan dalam mengerjakan soal atau tugas sebanyak 5,32% yaitu pertemuan pertama sebanyak 2 siswa, sedangkan pertemuan kedua sebanyak 1 siswa, dan pertemuan ketiga 1 siswa.
7) Siswa yang aktif dalam mengerjakan tugas pada saat pemberian tugas kelompok sebanyak 100% yaitu pertemuan pertama, kedua, dan ketiga sebanyak 25 siswa.
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, menunjukkan hasil pelaksanaan tindakan sesuai rencana pembelajaran telah dilaksanakan peneliti dengan baik. Selanjutnya akan diuraikan nilai
keterampilan menulis cerpen siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Barru pada siklus II setelah melalui proses pembelajaran dengan menggunakan teknik Card Sort dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut ini.
Tabel 4.7. aspek penilaian keterampilan menulis cerpen Siklus II
No Nama Siswa
Isi Bahasa Organisasi dan
penyajian Jumlah Nilai
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
Berdasarkan tabel 4.7 di atas dapat diketahui bahwa nilai yang diperoleh secara klasikal pada siklus II sebesar 2159 atau nilai rata-rata 86,36. Untuk memenuhi KKM 75 pada siklus II ini sudah mencapai nilai yang diharapkan, nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus II ini dalam kategori baik dengan rentang nilai 80-89. Oleh karena itu, tindakan siklus III tidak diperlukan lagi karena telah mencapai target yaitu nilai rata-rata siklus II 86,36 termasuk kategori baik.
Adapun nilai tes keterampilan menulis cerpen kelas VIII SMP Negeri 3 Barru melalui teknik Card Sort pada siklus II bedasarkan skala deskriptif, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase nilai hasil keterampilan menulis cerpen pada tebel berikut ini.
Tabel 4.8 Hasil distribusi frekuensi dan persentase skor hasil keterampilan menulis cerpen siswa pada siklus II
No. Kategori Rentang
Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa bobot nilai tes keterampilan siswa dalam menulis cerpen pada siklus II secara klasikal mencapai 2159 dengan nilai rata-rata 86,36 termasuk dalam kategori baik.
Persentase ketuntasan belajar Bahasa Indonesia dalam keterampilan menulis cerpen pada siswa setelah tindakan pembelajaran pada siklus II dapat dilihat pada table berikut.
Table 4.9 Hasil Ketuntasan Belajar Siswa Siklus II
Skors Kategori Frekuensi Persentase (%)
0-75 Tidak Tuntas 4 11,36%
76-100 Tuntas 21 88,64%
Jumlah 25 100%
Berdasarkan table 4.9 tampak bahwa 25 orang siswa kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Barru sudah tuntas hasil belajarnya karena 21 yang dinyatakan tuntas hasil belajarnya dengan persentase 88,64% dan 4 siswa dinyatakan tidak tuntas dengan persentasenya 11,36% Hal ini menandakan bahwa kegiatan proses belajar mengajarnya telah berhasil dan mencapai standar indicator yang ditetapkan yaitu 75% siswa mendapatkan nilai minimal 75.
4) Refleksi
Hasil refleksi yang dilakukan pada tindakan siklus II menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hasil observasi dan evaluasi yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan teknik card sort pada pembelajaran menulis cerpen sudah mendapatkan hasil yang lebih baik.
Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi, disimpulkan bahwa penelitian berhenti pada siklus II, ini sesuai dengan perencanaan diawal sebelum melakukan penelitian, indikator keberhasilan dalam penelitian ini, berarti tujuan penelitian ini sudah tercapai, yaitu peningkatan aktivitas belajar siswa dengan penerapan teknik card sort, dan peningkatan kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan teknik card sort. Hal ini terjadi karena, rasa percaya diri siswa menunjukkan
adanya peningkatan terlihat pada setiap pertemuan siswa mengerjakan tugas yang diberikan, baik itu dalam kerja kelompok maupun kerja individu. Dengan pemberian tugas-tugas itu kemampuan siswa juga lebih meningkat, sehingga pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan semakin meningkat pula.
Secara umum hasil yang telah dicapai setelah pelaksanaan tindakan dengan penerapan teknik card sort ini mengalami peningkatan. Baik dari segi perubahan sikap siswa, keaktifan, dan perhatian siswa maupun dari segi kamauan siswa menyelesaikan permasalahan yang ada. Berdasarkan evaluasi hasil tes pada siklus II
yang mengalami peningkatan dan perubahan yang baik, maka penelitian pada siklus II sudah dianggap berhasil dan tidak perlu melakukan tindakan pada siklus selanjutnya.
Tabel 4.10 hasil Perubahan aktivitas yang terjadi pada siswa selama proses pembelajaran siklus I dan siklus II.
No komponen yang diamati Siklus I Siklus II Peningkatan 1 Siswa yang hadir pada saat
kegiatan pembelajaran
24,7 25 0,3%
2 Siswa yang memperhatikan penjelasan guru
18,33 22,33 4%
3 Siswa melakukan aktivitas negatif pada saat pembelajaran
6,7 2,33 -4,37%
4 siswa yang aktif (mengajukan diri) dalam proses pembelajaran
18,7 19,33 0,63
5 Siswa yang mengerjakan soal dalam proses pembelajaran
Terlihat dari awal penelitian berlangsung hingga telah dilaksanakannya siklus I dan siklus II, tercatat sejumlah perubahan yang terjadi pada siswa yaitu,
1) Perhatian siswa pada proses pembelajaran semakin membaik. Hal ini ditandai dengan siswa yang memperhatikan penjelasan guru meningkat.
2) Kemampuan dan keberanian siswa untuk tampil di depan kelas meningkat. Hal ini ditandai dengan kuantitas siswa yang bertanya meningkat.
3) Kesungguhan siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dalam hal ini siswa melakukan aktivitas negatif pada saat pembelajaran menurun.
Dengan demikian dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa, maka yang perlu dillakukan guru adalah meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa serta meningkatkan kekompakan siswa untuk bekerja sama dengan baik antar anggota kelompok dalam melakukan diskusi kelompok siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Barru.
Tabel 4.11. aspek penilaian keterampilan menulis cerpen Siklus I dan siklus II.
B e
Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan teknik card sort pada siswa kelas VIII.3 mengalami peningkatan setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen dengan strategi pembelajaran card sort. Peningkatan keterampilan menulis cerpen pada siswa dapat dilihat dari hasil tes kemampuan menulis cerpen dari siklus I dan siklus II, bahwa keterampilan siswa pada setiap aspek penilaian menulis cerpen pada siklus I mencapai nilai rata-rata 25,8%, selanjutnya dilihat dari jumlah nilai rata-rata pada siklus II meningkat menjadi 40,04%. Adapun hasil dari nilai rata-rata pada peningkatan siklus I ke siklus II, yaitu 14,24%.
Tabel 4.12. Hasil distribusi frekuensi dan persentase skor hasil keterampilan menulis cerpen siswa pada siklus I dan siklus II
No Skor Kategori
Frekuensi Persentase (%) Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II
1 Sangat Baik 90-100 1 2 3,6% 7,44%
2 Baik 80-89 1 12 3,28% 39,72%
3 Cukup Baik 75-79 2 7 6,24% 21,52%
4 Kurang 50-74 6 4 13,68% 11,36%
5 Sangat Kurang
0-49 15 - 24,8% 0 %
3. Bahasa Pilihan kata atau
diksi 2,5 4,16 1,66
Penyusunan
kalimat 2,3 3,52 1,22
Penggunaan majas 1,8 3,08 1,28
Jumlah Rata-rata 25,8 40,04 14,24
Perhatikan Tabel 4.12 diatas, dapat dilihat adanya hasil yang menampakkan peningkatan hasil belajar setelah kedua siklus dilaksanakan. Pada hasil evaluasi siklus I hanya 1 siswa yang mendapatkan hasil belajarnya dalam kategori sangat baik dengan persentase 3,28%, 1 siswa yang hasil belajarnya baik dengan persentase 3,28%, 2 siswa yang hasil belajarnya cukup dengan persentase 6,24%, 6 siswa yang hasil belajarnya kurang dengan persentase13,68%, dan 15 siswa yang hasil belajarnya sangat kurang dengan persentase 24,8%.
Pada teks siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, yaitu terdapat 2 siswa yang mendapatkan hasil belajar dalam kategori sangat baik dengan persentase 7,44%, 12 siswa yang hasil belajarnya masuk dalam kategori baik dengan persentase 39,72%, 7 siswa yang hasil belajarnya masuk dalam kategori cukup dengan persentase 21,52%, 4 siswa pada kategori kurang dengan persentase 11,36%, dan sangat kurang tidak ada siswa yang mendapatkan nilai tersebut. Secara umum hasil belajar siswa setelah dilaksanakan siklus II telah mengalami peningkatan yang diharapkan.
Tabel 4.13 Hasil Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II
Skors Kategori
Frekuensi Persentase
Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II
0-75 Tidak Tuntas 21 4 38,46 11,36
76-100 Tuntas 4 21 13,12 88,64
Berdasarkan table 4.13 tampak bahwa peningkatan hasil belajar siswa meningkat setelah tindakan selama dua siklus yaitu siklus I dan Siklus II. Pada siklus I hanya 4 siswa yang masuk dalam kategori tuntas dengan persentase 13,12% sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan yakni 21 siswa yang berhasil masuk dalam kategori tuntas dengan persentase 88,64%. Maka penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti dalam peningkatkan kemampuan menulis cerpen dengan teknik card sort dinyatakan berhasil terlihat dari hasil yang didapatkan dari siklus I dan siklus II.
B. Pembahasan
1. Penerapan Teknik Card Sort
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Barru dengan menerapkan teknik card sort pada siklus II untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Barru dengan menggunakan teknik card sort. Untuk meningkatkan hasil belajar kemampuan menulis cerpen maka perlu diterapkan teknik card sort berdasarkan teori Dedi Wahyudi (dalam Rimiastika, 2016:30) penerapan metode pembelajaran card sort dilakukan dengan langkah-langkah, yaitu langkah pertama, guru membagikan selembar kartu kepada setiap siswa dan pada kartu tersebut telah dituliskan suatu materi, langkah kedua, siswa diminta untuk mencari teman (pemegang kartu) yang sesuai dengan kosakata yang ada pada kartunya untuk satu kelompok, langkah ketiga, siswa akan berkelompok dalam satu kosakata atau masalah
masing-masing. Langkah keempat, siswa diminta untuk menempelkan dipapan tulis bahasan yang ada dalam kartu tersebut berdasarkan urutan-urutan bahasannya yang dipegang kelompok tersebut, langkah kelima, seorang siswa pemegang kartu dari masing-masing kelompok untuk menjelaskan dan sekaligus mengecek kebenaran urutan. Langkah keenam, bagi siswa yang salah mencari kelompok sesuai bahasan atau materi pelajaran tersebut, maka diberi hukuman dengan mencari judul bahasan atau materi yang sesuai dengan kartu yang dipegang, dan langkah ketujuh, guru memberikan penjelasan atau komentar dari permainan belajar tersebut.
Berdasarkan teori Dedi Wahyudi (dalam Rimiastika 2016) penerapan teknik pembelajaran card sort yang dilakuakan dalam peningkatan kemampuan menulis cerpen pada kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Barru bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, agar mengarahkan siswa tidak merasa penat terhadap pelajaran yang telah diberikan, membina siswa untuk bekerja sama dan mengembangkan sikap saling menghargai pendapat, mempermudah siswa dalam mengembangkan pokok-pokok materi sehingga mudah dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru. Dengan meningkatkan aktivitas belajar siswa, maka hasil evaluasi belajar siswa akan ikut meningkat.
a. Siklus I
Pada siklus I peneliti melakukan tahap perencanaan, dalam tahap ini peneliti merencanakan skenario pembelajaran dalam bentuk RPP yang telah disetujui oleh guru. Peneliti dan guru menetapkan
waktu pelaksanaan tindakan yaitu setiap hari selasa, kamis, dan sabtu saat jam pelajaran Bahasa Indonesia. Sebelum melaksanakan tindakan, diperlukan persiapan. Kegiatan pada tahap ini meliputi, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), mempersiapkan peralatan untuk proses pembelajaran dalam cerpen, dan menyiapkan instrumen penilaian untuk mengukur kemampuan siswa setelah pelaksanaan tindakan selesai.
Pelaksanaan pada siklus I sebanyak 3 kali pertemuan.
Pertemuan pertama kamis, 13 Februari 2020, pada pertemuan kedua 15 Februari 2020, dan pertemuan ketiga selasa 18 Februari 2020 dengan mengadakan evaluasi siklus I. Masing-masing pertemuan 2 x 40 menit.
Adapun rincian dari pertemuan tersebut yaitu, pertemuan pertama dimulai pada hari kamis pukul 11.40 – 13.00. Jumlah siswa dalam kelas tersebut sebanyak 25 siswa dalam pelaksanaan pembelajaran hanya 24 siswa yang hadir, dan 1 siswa sakit. Langkah- langkah pembelajaran yang dilakukan oleh guru sesuai dengan RPP dimulai dari guru membuka pelajaran dan menyampaikan tujuan pembelajaran.. Setelah semuanya siap guru mengisi daftar hadir siswa. Pada kegiatan inti guru menyampaikan materi tentang pengertian cerpen, unsur-unsur cerpen, dan memberikan contoh cerpen kepada siswa. Guru memberikan kesempatan kepada salah satu siswa untuk membacakan contoh cerpen di depan kelas. Kemudian guru meminta salah satu siswa yang berani untuk maju ke depan kelas menceritakan pengalaman pribadinya,
selanjutnya, guru melakukan apersepsi agar siswa semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Selanjutnya guru menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis cerpen yang telah disampaikan pada pembelajaran sebelumnya, kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran, dan kegiatan terakhir adalah penutup, dalam tahap ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan, selanjutnya guru memberi penguatan terhadap simpulan yang disampaikan oleh siswa. Langkah terakhir adalah siswa mengungkapkan kesan terhadap pembelajaran yang baru berlangsung, siswa merasa senang dengan pembelajaran hari itu. Selanjutnya guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Guru menyimpulkan dari hasil pembelajaran hari ini hingga pembelajaran berakhir.
Pertemuan kedua dimulai pada pukul 08.00 – 09.30. Jumlah siswa dalam kelas tersebut sebanyak 25 siswa dalam pelaksanaan pembelajaran 25 siswa yang hadir. Berikut langkah-langkah pembelajaran pada pertemuan kedua, yaitu pada pertemuan pertama, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, mengkondisikan kelas, menyiapkan alat tulis. Setelah semuanya siap guru mengisi daftar hadir siswa. Selanjutnya guru melakukan apersepsi agar siswa semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Apersepsi yang dilakukan oleh guru adalah mempertanyakan tentang langkah-langkah menulis cerpen di pertemuan sebelumnya. Terakhir guru menyampaikan tujuan
pembelajaran. Pada kegiatan inti guru menjelaskan kembali tentang materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kemudian guru mempersiapkan siswa untuk pemberian tugas. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk menemukan kelompoknya yang beranggotakan 4-5 orang siswa. Setiap kelompok diminta untuk membuat topik atau tema dari masalah yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, sesuai keinginan siswa. Setelah itu, siswa mendiskusikan dengan teman kelompoknya topik yang telah ditentukan, kemudian siswa menentukan unsur-unsur cerpen agar menjadi cerpen yang utuh, dan pada kegiatan penutup, siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Guru meminta siswa untuk menyebutkan pembelajaran yang telah mereka dapatkan. Dua siswa berani berbicara menyampaikan kesimpulan dari pembelajaran. Guru memberi penguatan kepada siswa tentang simpulan pembelajaran. Langkah terakhir guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.
Pertemuan ketiga ini dimulai pada pukul 08.00 – 09.20. Jumlah siswa dalam kelas tersebut sebanyak 25 siswa dalam pelaksanaan pembelajaran 25 siswa yang hadir. Berikut langkah-langkah pembelajaran pada pertemuan ketiga, yaitu pertemuan pertama, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, mengkondisikan kelas, menyiapkan alat tulis. Setelah semuanya siap guru mengisi daftar hadir siswa. Selanjutnya guru melakukan apersepsi agar siswa semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Apersepsi yang dilakukan oleh
guru adalah mempertanyakan tentang materi menulis cerpen, dan bagaimana cara menentukan unsur-unsur cerpen dalam kartu. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan, kemudian Pada kegiatan inti guru menyampaikan kembali tentang materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru mengatur tempat duduk siswa berdasarkan kelompok yang telah ditentukan pada pertemuan sebelumnya. Setelah menentukan topik atau tema berdasarkan pengalam pribadi siswa, seperti tema kebersihan, tema keluaraga, dan sebagainya. Kemudian, setiap siswa diharapkan mulai menulis cerpen sesuai dengan unsur-unsur yang telah mereka tentukan . Kemudian hasil dari cerpen tersebut dikumpulkan pada guru.
Guru meminta salah satu siswa yang berani untuk membacakan hasil menulis cerpen di depan kelas, dan pada kegiatan penutup, siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Guru meminta siswa untuk menyebutkan pembelajaran yang telah mereka dapatkan.
Dua siswa berani berbicara menyampaikan kesimpulan dari pembelajaran. Guru memberi penguatan kepada siswa tentang impulan pembelajaran. Langkah terakhir guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.
Ketika proses pembelajaran berlangsung peneliti melakukan pengamatan. Hanya sebagian siswa memiliki semangat yang cukup untuk mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru kurang fokus. Sebagian siswa pasif ketika
berdiskusi dengan gurunya. Suasana pembelajaran di kelas kurang kondusif. Guru menjelaskan sudah cukup baik, namun sebagian siswa belum bisa memahami materi serta tugas yang diberikan.
Upaya meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa tidak terlepas dari faktor perilaku belajar siswa. Aktivitas siswa diperoleh dari lembar observasi pada setiap pertemuan yang dicatat peneliti setiap pertemuan. Aktivitas perilaku siswa dilihat dari beberapa komponen pengamatan, yaiitu siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran sebanyak 98,8% yaitu pertemuan pertama sebanyak 24 siswa, pertemuan ke dua sebanyak 25 siswa, dan pertemuan ke tiga sebnayak 25 siswa.
Siswa yang memperhatikan pada saat proses pembelajaran sebanyak 73,32 % yaitu pertemuan hanyak 17 orang dan pertemuan kedua dan ketiga meningkat sebanyak 19 siswa.
Siswa yang melakukan aktivitas negatif pada saat pembalajaran sebanyak 26,8% yaitu pertemuan pertama sebanyak 8 siswa, pada pertemuan kedua dan ketiga berkurang menjadi 6 siswa.
Siswa yang aktif (mengajukan diri) dalam mengerjakan tugas pada saat proses pembelajaran yaitu 74,8% yaitu pertemuan pertama sebanyak 17 siswa, pertemuan kedua meningkat menjadi 20 orang siswa dan pertemuan ketiga menurun sebanyak 19 siswa.
Siswa yang mengerjakan soal pada saat proses pembelajaran sebanyak 100% yaitu pertemuan pertama, kedua, dan ketiga sebanyak
25 siswa, dan sebagian siswa yang masih perlu bimbingan dalam mengerjakan soal atau tugas sebanyak 1,12% yaitu pertemuan pertama sebanyak 3 siswa, sedangkan pertemuan kedua sebanyak 2 siswa, dan pertemuan ketiga sebanyak 2 orang, adapun siswa yang aktif dalam mengerjakan tugas pada saat pemberian tugas kelompok sebanyak 100% yaitu pertemuan pertama, kedua, dan ketiga sebanyak 25 siswa.
Nilai secara klasikal pada siklus I sebesar 1290 atau nilai rata-rata 51,6. Untuk memenuhi KKM 75 pada siklus I ini belum mencapai yang diharapkan, nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus I ini termasuk dalam kategori kurang. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan dan peningkatan pada siklus II.
Berdasarkan hasil evaluasi siklus I secara klasikal 1290 dengan nilai rata-rata 51,6%, termasuk dalam kategori kurang. Dalam penilaian ini ada 25 siswa yang mengikuti pembelajaran, jadi data yang
Berdasarkan hasil evaluasi siklus I secara klasikal 1290 dengan nilai rata-rata 51,6%, termasuk dalam kategori kurang. Dalam penilaian ini ada 25 siswa yang mengikuti pembelajaran, jadi data yang