• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

B. Hasil Penelitian

2. Hasil Pembelajaran IPS

Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Untuk siklus I dan II berlangsung selama 2 (dua) pertemuan (4 x 35 menit), berikut ini akan diuraikan tahapan dalam siklus I yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi.

a. Siklus I

1) Tahap Perencanaan

Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti menyusun skenario untuk pembelajaran yang akan dijadikan sebagai pedoman dalam pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dimulai pada minggu ke-3 tanggal 16 April 2014 sampai 30 April 2014 pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.

Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti terlebih dahulu mempersiapkan skenario pembelajaran berupa RPP, instrument penelitian,

lembar wawancara, catatan lapangan, dan lembar observasi yang sebelumnya telah didiskusikan dan disepakati oleh guru bidang studi.

Peneliti merencanakan pembelajaran dengan membentuk kelompok yang beranggotakan lima sampai enam orang dan merencanakan tempat duduk antar anggota kelompok. Setelah perencanaan tertata dengan baik maka yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun dalam RPP.

2) Tahap Pelaksanaan

Sesuai dengan apa yang telah direncanakan, siswa dibagi menjadi 6 (enam) kelompok kecil, masing-masing kelompok terdiri dari 5 (lima) sampai 6 (enam) orang. Setiap kelompok diberikan karton yang telah berisi tabel pertanyaan dan jawaban serta kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban. Masing-masing anggota kelompok mengambil satu kartu yang telah berisi pertanyaan atau jawaban kemudian mereka mencocokkannya dengan teman anggota kelompoknya.

3) Hasil Pengamatan a) Lembar Observasi

Kegiatan observasi dilaksanakan untuk mengetahui ketercapaian pada setiap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, baik pada saat kegiatan belajar mengajar dikelas maupun diskusi kelompok. Kegiatan observasi ini diamati oleh wali kelas 3b yang bertindak sebagai pengamat. Secara umum, aktivitas guru dan siswa pada siklus I dan II terekam dalam lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Hasil pengamatan terhadap proses kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode Index Card Match memberikan hasil yang cukup baik terhadap aktivitas guru dan siswa. Aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran dapat diketahui berdasarkan data yang diperoleh melalui lembar observasi sebagai berikut:

(1) Pada awal pertemuan, siswa masih terlihat mengalami kesulitan dengan tugas yang diberikan. Masih banyak siswa yang belum mengerti cara mengerjakan tugas dan mencocokkan kartu yang diberikan. Namun pada pertemuan-pertemuan selanjutnya siswa sudah mulai terbiasa dengan metode Index Card Match dan tidak terlihat bingung dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

(2) Pada awal pertemuan, kerjasama siswa antar kelompok kurang dapat terjalin dengan baik. Masih banyak siswa yang kurang adil dalam berbagi tugas dengan teman sekelompoknya. Ada pula siswa yang merasa tidak adil dalam pembagian kelompok, hal ini dikarenakan siswa yang berkemampuan lebih selalu diandalkan oleh teman-teman sekelompoknya.

(3) Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, guru selalu memberikan penjelasan materi yang akan diajarkan dan petunjuk mengerjakan tugas yang diberikan.

(4) Dalam setiap pertemuan, guru selalu memberikan apersepsi berupa pertanyaan untuk mengukur sejauh mana tingkat pengetahuan siswa terkait materi yang akan diajarkan.

(5) Pada kegiatan diskusi kelas, secara umum siswa masih belum mempunyai keberanian untuk menanggapi pertanyaan guru sehingga hanya sebagian kecil saja siswa yang berpartisipasi aktif dalam diskusi ini.

(6) Komunikasi siswa dalam kelompok kurang berjalan dengan baik sehingga sering adanya debat antar anggota kelompok dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.

(7) Siswa masih mengalami kesulitan dalam mencocokkan kartu yang diberikan sehingga banyak kemlompok yang mengalami kekeliruan. (8) Aktivitas belajar siswa belum berjalan dengan baik karena masih

terlihat beberapa siswa yang berdiskusi saat menjawab tugas individu yang diberikan.

(9) Guru kurang bisa menguasai kelas dengan baik, hal ini dapat terlihat dari masih adanya beberapa siswa yang bercanda dengan siswa lain saat mengerjakan tugas.

(10) Hasil posttest siswa dari 10 butir soal pilihan ganda diperoleh persentase siswa yang telah mencapai KKM sebesar 85,71%.

Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa tidak semua siswa mencapai ketuntasan dalam pembelajaran IPS. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran kurang berlangsung dengan baik. Hal ini dikarenakan masih terdapat siswa yang bercanda saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, berdebat dengan teman sekelompok dan mengganggu kelompok lain pada saat mengerjakan tugas yang diberikan.

Kerjasama antar anggota kelompok masih kurang terjalin dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pembagian tugas kelompok yang tidak merata yang hanya mengandalkan siswa lain yang memiliki kemampuan lebih.

b) Catatan Lapangan

Pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung dimuat dalam catatan lapangan. Berdasarkan hasil catatan lapangan yang diperoleh dalam pembelajaran siklus I ini masih terdapat kekurangan, baik dari kegiatan siswa dan interaksi antar siswa. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan pembelajaran yang berlangsung kurang aktif karena siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan. (Lampiran 15)

c) Wawancara

Wawancara dilakukan peneliti kepada guru kelas 3b dan beberapa orang siswa untuk mengetahui hasil belajar siswa. Dari wawancara dengan guru kelas 3b dan siswa menunjukkan tanggapan yang positif dengan penggunaan metode Index Card Match dalam pembelajaran IPS. Hal ini dapat dilihat dari jawaban wawancara dengan guru dan siswa yang

mengemukakan bahwa metode apapun yang digunakan untuk dapat menarik perhatian siswa akan menghasilkan kegiatan pembelajaran yang baik. (Hasil wawancara dengan guru dapat dilihat pada Lampiran 1)

d) Hasil Belajar

Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dilakukan tes kemampuan siswa yaitu dengan menggunakan pretest dan

posttest. Adapun hasil tes kemampuan siswa adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1 Hasil Tes Belajar Siswa Pada Siklus I

Rata-Rata Siswa

Pretest 73,42

Posttest 80,85

Hasil tes di atas di diperoleh berdasarkan hasil nilai-nilai siswa setelah mengerjakan soal pretest pada pertemuan pertama dan posttest

pertemuan kedua. Adapun hasil nilai-nilai siswa pada pertemuan pertama dan kedua adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2 Hasil Nilai Siswa Pada Siklus I

No. Nama Siswa

Nilai Pertemuan Ke- 1 2 1 AR 80 100 2 AH 50 80 3 AL 80 100 4 ANR 80 90 5 ANZ 60 60 6 ATF 70 100 7 BI 60 100 8 BR 90 100 9 FA 90 80 10 FAS 80 80 11 FS 90 100

12 GA 90 90 13 ID 70 90 14 IH 0 90 15 MA 100 100 16 MC 60 100 17 MF 100 100 18 MI 90 0 19 MR 70 80 20 MRA 70 70 21 MS 80 90 22 MZ 70 90 23 NA 80 80 24 NS 60 70 25 NB 70 0 26 NSB 60 90 27 PN 70 80 28 RR 80 100 29 RH 50 60 30 RU 90 80 31 RF 90 100 32 SC 80 90 33 SA 60 100 34 WK 80 0 35 ZD 70 90 Rata-Rata 73,42 80,85 Total Persentase 74,28% 85,71%

Pada siklus I sebelum dilakukan pembelajaran, siswa mendapatkan rata-rata skor pretest 73,42. Namun, setelah mengalami pembelajaran, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 80,85. Adapun nilai rata-rata-rata-rata dan presentase ketuntasan hasil belajar siswa dihitung dengan cara sebagai berikut:

Menentukan skor rata-rata (Mean) X =

Skor rata-rata pertemuan pertama =

= 73, 42

Skor rata-rata pertemuan kedua =

= 80,85

Menentukan presentase ketuntasan =

x 100

Presentase ketuntasan hasil belajar pertemuan pertama =

= 74,28%

Presentase ketuntasan hasil belajar pertemuan kedua =

= 85,71%

Hasil pretest yang telah dilaksanakan belum memenuhi ketuntasan yang diharapkan yaitu hanya mencapai 74,28%, sedangkan hasil postest

yang dilaksanakan telah memenuhi ketuntasan yang diharapkan yaitu sebesar 85,71% .

4) Tahap Refleksi

Refleksi bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang positif dan masalah-masalah yang muncul pada siklus pertama ini dan akan diperbaiki pada siklus kedua dengan memberikan perlakuan-perlakuan tertentu, adapun masalah-masalah yang teridentifikasi dalam pelaksanaan siklus pertama ini dan alternative perlakuan yang akan diterapkan pada siklus berikutnya adalah:

a) Pembelajaran Index Card Match

Dalam kegiatan pembelajaran siswa masih bingung Index Card Match merupakan metode baru yang digunakan di kelas sehingga siswa masih harus beradaptasi. Ketika mengerjakan tugas yang diberikan, terlihat masih adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas yag diberikan. (Lampiran 17)

b) Tanya Jawab

Siswa masih pasif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan atau mengemukakan pendapat. Hal ini ditunjukkan dengan siswa bersemangat untuk menjawab saat semua ikut menjawab tetapi pasif saat diminta untuk menjawab sendiri.

c) Diskusi Kelompok

Dalam kegiatan diskusi kelompok, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk membagi tugas kepada masing-masing anggota kelompk. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya anggota kelompok yang berdebat saat berdiskusi sehingga membuat kelas menjadi gaduh dan mengganggu kelas yang lain.

Pada pelaksanaan siklus I pembelajaran IPS dengan menggunakan metode Index Card Match masih ada kekurangan. Adapun perbaikan yang harus dilakukan pada siklus II ini adalah sebagai berikut:

(1) Membimbing siswa dalam kegiatan diskusi kelompok

(2) Menguasai kelas dengan lebih maksimal sehingga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan

(3) Mengoptimalkan kerjasama siswa dalam kelompok

(4) Memberikan pengajaran yang lebih menyenangkan dan dapat menarik siswa sehingga pembelajaran yang kondusif dapat terlaksana.

b. Siklus II

1) Tahap Perencanaan

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus II dilaksanakan pada minggu ke-4 tanggal 26 April 2014 pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Perencanaan yang dilaksanakan pada siklus II berdasarkan refleksi dari siklus I yang akan merubah desain pembelajaran untuk lebih baik lagi yaitu dengan mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, kisi-kisi instrument dan lembar observasi.

2) Tahap Pelaksanaan

Pada tahap ini, guru berusaha menerapkan kegiatan pembelajaran dengan menggunkan metode Index Card Match yang telah disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

3) Hasil Pengamatan a) Lembar Observasi

Secara umum, aktivitas guru dan siswa pada siklus II terekam dalam lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Hasil pengamatan terhadap proses kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode

Index Card Match memberikan hasil yang cukup baik terhadap aktivitas guru dan siswa. Aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran dapat diketahui berdasarkan data yang diperoleh melalui lembar observasi sebagai berikut:

(1) Pada siklus II ini siswa sudah semakin memahami pembelajaran dengan menggunakan metode Index Card Match. Hanya ada beberapa siswa yang masih terlihat bingung mengerjakan tugas yang diberikan. (2) Kerjasama siswa antar kelompok semakin terjalin, siswa sudah mulai

terbiasa belajar berkelompok. Antar kelompok siswa semakin kompak dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

(3) Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, sudah banyak siswa yang aktif bertanya dan mengemukakan pendapatnya.

(4) Guru sudah mulai bisa menguasai kelas dengan baik, sehingga bisa tercipta suasana belajar yang kondusif.

(5) Pada saat kegiatan diskusi kelompok, semua anggota kelompok berdiskusi dengan baik tanpa terjadi keributan antar anggota kelompok.

(6) Hasil posttest siswa dari 10 butir soal pilihan ganda diperoleh persentase siswa yang telah mencapai KKM sebesar 94,28%.

Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa persentase KKM yang telah dicapai siswa sudah sesuai dengan target yang diharapkan

peneliti. Kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan.

b) Catatan Lapangan

Pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung dimuat dalam catatan lapangan. Berdasarkan hasil catatan lapangan yang diperoleh dalam pembelajaran siklus II ini sudah berjalan dengan baik mulai dari kegiatan siswa dan interaksi antar siswa. (Lampiran 15)

c) Hasil Belajar

Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II dilakukan tes kemampuan siswa yaitu dengan menggunakan prestest dan

posttest. Adapun hasil tes kemampuan siswa adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3 Hasil Tes Belajar Siswa Pada Siklus II

Rata-Rata Siswa

Pretest 78,85

Posttest 91,14

Hasil tes di atas di diperoleh berdasarkan hasil nilai-nilai siswa setelah mengerjakan soal pada pertemuan ketiga dan pertemuan keempat. Adapun hasil nilai-nilai siswa pada pertemuan pertama dan kedua adalah sebagai berikut:

Tabel 4.4 Hasil Nilai Siswa Pada Siklus II

No. Nama Siswa

Nilai Pertemuan Ke- 3 4 1 AR 90 100 2 AH 70 100 3 AL 70 100 4 ANR 80 90 5 ANZ 0 0

6 ATF 90 100 7 BI 60 100 8 BR 100 100 9 FA 80 80 10 FAS 80 100 11 FS 80 80 12 GA 90 90 13 ID 100 100 14 IH 100 100 15 MA 90 100 16 MC 90 100 17 MF 90 90 18 MI 80 100 19 MR 80 100 20 MRA 100 100 21 MS 90 100 22 MZ 50 60 23 NA 80 90 24 NS 60 80 25 NB 100 100 26 NSB 70 80 27 PN 80 90 28 RR 90 100 29 RH 70 100 30 RU 50 100 31 RF 90 90 32 SC 70 80 33 SA 50 100 34 WK 100 100 35 ZD 90 90 Rata-Rata 78,85 91,14 Total Persentase 82,85% 94,28%

Pada siklus II, sebelum dilakukan pembelajaran mendapatkan rata-rata skor pretest 78,85. Namun, setelah mengalami pembelajaran, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 91,14. Adapun nilai rata-rata dan presentase ketuntasan hasil belajar siswa dihitung dengan cara sebagai berikut:

Menentukan skor rata-rata (Mean) X =

Skor rata-rata pertemuan ketiga =

= 78,85

Skor rata-rata pertemuan keempat =

= 91,14

Menentukan presentase ketuntasan =

x 100

Presentase ketuntasan hasil belajar pertemuan pertama =

= 82,85%

Presentase ketuntasan hasil belajar pertemuan kedua =

= 94,28%

Hasil pretest dan posttest yang dilaksanakan telah memenuhi ketuntasan yang diharapkan yaitu sebesar 82,85% pada pertemuan ketiga dan 94,28% pada pertemuan keempat.

4) Tahap Refleksi

Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil analisis selama kegiatan siklus II, maka dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa pada pelajaran IPS ditinjau dari hasil rata-rata siswa mengalami peningkatan sebesar 8,57% dari siklus I ke siklus II yaitu dari nilai rata-rata 80,85 menjadi 91,14.

Pada proses pembelajaran siklus II ini, tampak siswa telah mampu mengikuti pembelajaran dengan baik, suasana kelas lebih kondusif, dan siswa banyak terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Dengan adanya

perbaikan-perbaikan pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan pola mengajar guru membuat siswa senang dan mudah mempelajari materi yang disampaikan.

5) Keputusan

Berdasarkan hasil refleksi siklus II diperoleh bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I. Penelitian ini hanya dibatasi sampai siklus II karena jumlah siswa yang telah mencapai KKM sudah mencapai 94,28% melebihi nilai KKM yang diharapkan, yaitu sebesar 80%.

Dalam proses pembelajaran siswa sudah mampu melakukan pembelajaran dengan lebih baik dan sudah dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga terjalin kerjasama antar siswa. (Lampiran 17)

Dokumen terkait