• Tidak ada hasil yang ditemukan

VOLUM BENDA PUTAR

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Hasil Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari sampel penelitian, yaitu siswa kelas XII MIA 4 yang berjumlah 30 siswa. Data berupa skor tes hasil belajar siswa (posttest) untuk materi integral khususnya volum benda putar pada mata pelajaran matematika. Tabel 5 berikut menyajikan Descriptive Statistics skor hasil belajar siswa sebagai gambaran kompetensi kognitif siswa pada materi volum benda putar.

KNPM 6 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Tabel 5. Descriptive Statistics Skor Hasil Belajar Siswa

No. Statistik Skor Kelas Eksperimen

1. Jumlah Datum (N) 30 2. Skor Minimum 65,00 3. Skor Maksimum 100,00 4. Jumlah Skor 2410,00 5. Rataan Hitung 80,33 6. Standar Deviasi 9,91 7 Varians 98,16

(Sumber: Hasil olahan Minitab)

Gambar 1 berikut menampilkan printout uji normalitas data dengan uji Kolmogorov-Smirnov sebagai uji prasyarat pada taraf signifikansi = 0.05 dengan hipotesis statistik:

: ~ ( , ) data skor hasil belajar siswa berdistribusi normal

: ≁ ( , ) data skor hasil belajar siswa tidak berdistribusi normal Kriteria yang digunakan untuk menentukan normal atau tidaknya data adalah jika

− value ≥ , maka tolak atau jika − value < , maka tidak cukup bukti untuk menolak . 110 100 90 80 70 60 99 95 90 80 70 60 50 40 30 20 10 5 1 X P e rc e n t Mean 80.33 StDev 9.908 N 30 KS 0.118 P-Value >0.150

Kolmogorov-Smirnov Normality Test

Normal

KNPM 6 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

77 menolak , artinya bahwa data skor hasil belajar siswa berdistribusi normal. Karena itu, hipotesis yang dirumuskan diuji dengan menggunakan statistik uji-t satu kelompok dapat dilanjutkan.

Tabel 6 berikut menampilkan printout uji hipotesis dengan statistik uji-t satu kelompok pada taraf signifikansi = 0.05 dengan hipotesis statistik:

: = 70 : > 70

yang mana adalah rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran direct instruction berbantuan software mathematica dan 70 adalah KKM yang ditetapkan sekolah. Kriteria yang digunakan adalah jika p-value ≥ , maka tolak atau jika p-value < , maka tidak cukup bukti untuk menolak

.

Tabel 6. Perhitungan Uji Hipotesis Menggunakan Statistik Uji-t Satu Kelompok

Variabel N Rataan St. Deviasi = , p-value

30 80,33 9,91 1,699 5,71 0,000 0,05

(Sumber: Hasil olahan Minitab)

Berdasarkan Tabel 6, terlihat bahwa > , sehingga diputuskan bahwa tolak pada taraf signifikansi = 0,05. Begitu juga jika dilihat dari nilai-p, terlihat bahwa p-value kurang dari taraf signifikansi, sehingga diputuskan tolak

. Hal ini berarti bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model direct instruction berbantuan software mathematica lebih dari KKM yang ditetapkan sekolah pada pembelajaran materi volum benda putar.

Pembahasan

Secara umum dapat dikatakan bahwa pembelajaran materi volum benda putar dengan menggunakan model pembelajaran direct instruction berbantuan software mathematica yang dilaksanakan di SMAN 3 Manado dapat menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan. Akibatnya, terjadi peningkatan hasil belajar siswa hingga melebihi KKM yang ditentukan sekolah sehingga kompetensi kognitif siswa

KNPM 6 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

tercapai. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata hasil belajar siswa pada kelas XII PIA 4 sebesar 80,33 yang tahun sebelumnya hanya sebebesar 64,58. Rataan tersebut jika dihubungkan dengan skor minimum dan maksimum, maka terlihat bahwa masih ada siswa yang belum mencapai KKM. Dari data yang menyusun Tabel 5 di atas, diketahui 13,33% siswa yang belum mencapai KKM dan 86,67% siswa lainnya telah mencapai KKM.

Pencapaian kompetensi kognitif siswa akibat penggunaan software mathematica yang mengikuti pola model pembelajaran direct instruction pada pembelajaran materi volum benda putar, sejalan dengan pendapat beberapa ahli yang menyebutkan beberapa keuntungan dalam mendayagunakan komputer dalam pembelajaran, antara lain: membangkitkan motivasi peserta didik dalam belajar; animasi dapat menambahkan kesan realisme; menghasilkan penguatan yang tinggi; berguna untuk peserta didik dengan kemampuan berpikir yang lamban, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan software mathematica pada pembelajaran materi volum benda putar cukup bermanfaat. Uji hipotesis juga menunjukkan hal itu.

Keputusan pengujian hipotesis yang menyebutkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran direct instruction berbantuan software mathematica lebih dari KKM yang ditetapkan sekolah pada pembelajaran materi volum benda putar, mengisyaratkan kepada kita betapa pentingnya penggunaan komputer sebagai media animasi dalam pembelajaran matematika yang sering dianggap abstrak. Penggunaan media animasi sebagaimana yang dilakukan oleh software mathematica dalam pembelajaran materi volum benda putar dapat membantu siswa lebih memahami apa yang ia pelajari. Selain itu, tugas guru menjelaskan materi akan lebih mudah.

Penggunaan media animasi menggunakan komputer dalam pembelajaran, bukan hanya terbatas pada materi seperti dalam penelitian ini, tetapi bisa juga dalam pembelajaran materi lain yang memerlukan gambar dalam memahaminya. Dalam penelitian ini, contoh media yang digunakan dalam pembelajaran materi volum

KNPM 6 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

79

Gambar 2. Contoh Media Animasi dengan Software Mathematica Pembelajaran

Materi Volum Benda Putar dengan Metode Cakram.

Gambar 3. Contoh Media Animasi dengan Software Mathematica Pembelajaran

Materi Volum Benda Putar dengan Metode Cincin.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran direct instruction berbantuan software mathematica lebih dari KKM yang ditetapkan sekolah pada pembelajaran materi volum benda putar.

Saran

Berangkat dari kesimpulan di atas, maka instansi yang terkait dengan pengembangan pendidikan supaya menjadikan metode mengajar menggunakan

KNPM 6 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

media pembelajaran seperti Software Mathematica sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekarang ini.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2014.

Direct Instruction. https://en.wikipedia.org/wiki/Direct_instruction. [25 Juli 2014]

Ardana Kutha, N.K. 2002. Panduan Penggunaan Mathematica. Pelatihan Pemodelan Mathematika Pengem-bangan dan Implementasinya dalam Komputer. Buku I – II. Jurusan Matematika Fakultas MIPA – IPB Bogor. Arikunto, S. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Arsyad, A. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Matindas, H. 2006. Pemanfaatan Bahan Ajar Berbantuan Komputer dalam Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Kubus dan Balok. Skripsi. Unima Ramsden, P. dan Kent, P. 1999. An Introduction to Mathematica. The Metric

Project. Mathematics Department. UK: Imperial College of Science, Technology and Medicine. http://metric.ma.ic.ac.uk/mathematica

Shodigiqin, A. 2011. Pembelajaran Matematika dengan Bantuan Sofware Mathematica. Skripsi. IKIP PGRI Semarang.

Shodigiqin, A dan Fakhrudin. 2011. Pembelajaran Matematika dengan Bantuan Sofware Mathematica untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematik Mahasiswa Calon Guru Matematika. Semarang: IKIP PGRI Semarang. Sudjana, Nana. 2005. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar.

Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

---. 2012. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Suherman, dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA UPI.

Suprijono, A. 2009. Cooperative Learning. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Torrence, B.F. dan Torrence, E.A. 2009. The Student’s Introduction to Mathematica®. 2nd ed. New York: Cambridge University Press.

Trianto, 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

KNPM 6 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

81

ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN