• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nurjanah

Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Nusantara, [email protected]

Abstrak. Penelitian ini memiliki tujuan utama menghasilkan bahan ajar logika matematika sebagai referensi utama perkuliahan Logika dan Himpunan pada Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Uninus. Melalui tahapan-tahapan kegiatan yang sudah dirancang, diharapkan akan diperoleh bahan ajar matematika bernuansa islami yang relevan untuk menumbuhkembangkan karakter terpuji pada perkuliahan logika matematika dengan pendekatan kontekstual. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Nusantara, Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (research

anddevelopment) yang ditempuh melalui tahapan olah pikir (thought experiments)

dan eksperimen pembelajaran (instruction experiments). Secara garis besar penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap selama dua tahun, yaitu tahap: persiapan dan penerapan pada tahun pertama, dan penyempurnaan pada tahun kedua. Tahap persiapan meliputi desain pendahuluan, validasi, dan uji coba terbatas. Tahap penerapan merupakan tahap percobaan inti; sementara tahap penyempurnaan meliputi validasi ahli dan revisi, dilengkapi dengan publikasi ilmiah. Saat ini penelitian telah menyelesaikan tahap 1 dan 2, dan sedang mempersiapkan pelaksanaan tahap 3. Melalui tahapan-tahapan kegiatan yang telah dilakukan, kini telah terwujud Disain Logika Matematika (DLM) revisi 2 yang telah teruji validitas, kepraktisan, dan keefektifannya.

Kata Kunci: Logika matematika, nuansa islami, kontekstual, karakter.

PENDAHULUAN

Keterpurukan demi keterpurukan yang dialami masyarakat Indonesia sulit dipisahkan dari kemiskinan dan kebodohan, yang diwarnai dengan jumlah pengangguran yang semakin mengkhawatirkan. Berbarengan dengan itu; tindak kriminal tambah mewabah, peredaran dan penyalahgunaan narkoba kian marak, terorisme tak juga padam, demonstrasi yang disertai anarkisme menjadi trend pemaksaan kehendak, sementara korupsi pun makin merajalela. Bukan hanya itu, kini banyak tindak kejahatan dilakukan oleh pejabat serta orang-orang berpendidikan. Di lain pihak, remaja calon penerus generasi bangsa bukan hanya

KNPM 6 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

139 Singkat kata, moralitas bangsa kini benar-benar memprihatinkan.

Situasi dan kondisi bangsa yang mengkhawatirkan tersebut tidak luput dari perhatian penyelenggara negara. Buktinya, pemerintah mengambil inisiatif memprioritaskan pembangunan karakter bangsa, dengan menjadikannya sebagai arus utama pembangunan nasional. Konsekuensinya, setiap upaya pembangunan harus selalu diarahkan untuk memberi dampak positif terhadap pengembangan karakter. Sebagai lembaga yang dianggap paling bertanggung jawab terhadap pembinaan karakter bangsa, Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mencanangkan pendidikan karakter yang akan diterapkan pada semua jenjang pendidikan. Pendidikan karakter yang dicanangkan berfokus pada landasan keingintahuan intelektual yang berbingkai kesantunan dengan pendekatan habituasi dan intervensi, yang diharapkan akan menghasilkan budaya sekolah (lingkungan pendidikan) yang menunjang tumbuh kembangnya karakter terpuji.

“Karakter adalah nilai-nilai yang khas-baik (tahu nilai kebaikan, mau berbuat baik, nyata berkehidupan baik, dan berdampak baik terhadap lingkungan ) yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku.” (Pemerintah Republik Indonesia, 2010:7). Sementara itu, Marzuki (2012) setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa karakter identik dengan akhlaq. Mengingat Universitas Islam Nusantara (Uninus) bercita-cita mewujudkan insan-insan berakhlaqul karimah, maka spirit pendidikan yang diselenggarakan oleh Uninus tak lain tak bukan merupakan pendidikan karakter adanya.

Menurut Lickona (1991) pendidikan karakter adalah upaya yang disengaja untuk membantu orang memahami, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etika inti. Dengan kata lain pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Sementara itu, Frye (2002:2) mendefinisikan pendidikan karakter sebagai, “A national movement creating schools that foster ethical, responsible, and caring young people by modeling and teaching good character through an emphasis on universal values

KNPM 6 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

that we all share”.

Seperti halnya Frye, Kemendiknas RI menganggap bahwa pendidikan karakter hendaknya menjadi gerakan nasional. Sehubungan dengan pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa, Kemendiknas (2010:6) menyatakan, “Proses pengembangan nilai-nilai yang menjadi landasan dari karakter itumenghendaki suatu proses yang berkelanjutan, dilakukan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum (kewarganegaraan, sejarah, geografi,ekonomi, sosiologi, antropologi, bahasa Indonesia, IPS, IPA, matematika, agama, pendidikan jasmani dan olahraga, seni, serta ketrampilan).” Jelas, pembinaan karakter bukan hanya menjadi tanggung jawab PPKn dan pendidikan agama, dua mata pelajaran yang terkait langsung dengan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia, melainkan juga harus dikembangkan melalui pembelajaran matematika.

Berbagai pemikiran yang telah dipaparkan mendorong penulis untuk mengembangkan bahan ajar matematika yang dapat menumbuhkembangkan karakter terpuji pada diri mahasiswa. Logika Matematika dipilih mengingat mata kuliah ini diberikan di semester pertama. Diharapkan, jika mahasiswa telah disadarkan akan pentingnya menumbuhkembangkan karakter-karakter terpuji sejak pertama mengikuti perkuliahan, mereka akan memelihara dan menjaga karakter yang telah dimiliki, dan menumbuhkembangkan karakter-karakter terpuji lainnya, melalui persentuhan mereka dengan matematika. Pendekatan kontekstual, yang menghubungkan kenyataan keseharian dengan konsep matematika, serta nuansa islami; dipilih agar penumbuhkembangan karakter berjalan alamiah, dan sesuai dengan visi dan misi Universitas Islam Nusantara.

Rumusan Masalah

Permasalahan yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini adalah, pada perkuliahan Logika Matematika:

1. Bahan ajar kontekstual bernuansa islami seperti apa yang dapat menumbuhkembangkan karakter terpuji pada individu-individu mahasiswa?

KNPM 6 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

141 2. Bagaimanakah karakter mahasiswa yang memperoleh perkuliahan dengan

bahan ajar pengantar Logika Matematika dengan pendekatan kontekstual bernuansa islami?

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and development, disingkat R&D), dalam hal ini pengembangan bahan ajar Logika Matematika. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mewujudkan bahan ajar Logika Matematika berbasis kontekstual yang dapat menumbuhkembangkan karakter: jujur, disiplin, dan ulet, pada individu-individu mahasiswa. Bahan ajar yang dihasilkan diharapkan layak untuk digunakan pada perkuliahan yang dilakukan dengan pendekatan kontekstual bernuansa islami. Pengembangan bahan ajar dilakukan dengan mengikuti rangkaian penelitian dengan langkah-langkah yang diadaptasi dari model R&D versi Borg dan Gall (1989).

Secara garis besar penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap selama dua tahun; yaitu tahap persiapan dan penerapan pada tahun pertama, serta tahap penyempurnaan pada tahun kedua. Tahap persiapan meliputi: desain pendahuluan, validasi, dan uji coba terbatas; tahap penerapan merupakan tahap percobaan inti; sementara tahap penyempurnaan mencakup validasi ahli dan revisi, dilengkapi dengan publikasi ilmiah. Dalam bentuk diagram alir, desain penelitian diilustrasikan dengan gambar 1, 2, 3, yang berturut-turut mewakili tahap 1, tahap 2, serta tahap 3 penelitian dan pengembangan yang dilakukan.

Gambar 1

tahap pertama penelitian dan pengembangan

Tahap pertama penelitian dan pengembangan diawali dengan kajian

Kajian kurikulum Studi pustaka Rancangan Bahan Ajar (DLM) dan Instrumen Peneliitian Workshop (Validasi DLM dan Instrumen ) Uji Coba Terbatas Analisis Hasil Uji Coba DLM Revisi 1

KNPM 6 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

kurikulum untuk menentukan tujuan, menetapkan pada kompetensi yang mana bahan ajar akan dikembangkan, serta mengidentifikasi materi utama yang perlu diajarkan. Langkah selanjutnya adalah studi pustaka; dilakukan dengan mengumpulkan dan memilih materi yang relevan, menyusunnya kembali secara sistematis, sehingga akhirnya diperoleh rancangan bahan ajar yang dinamai dengan Disain Logika Matematika (DLM) dan instrumen penelitian. DLM dan instrument kemudian divalidasi, diuji cobakan secara terbatas, dianalisis dan direvisi, sehingga menghasilkan DLM revisi I.

Gambar 2

tahap ke-2 penelitian dan pengembangan

Seperti halnya tahap 1, tahap 2 penelitian dan pengembangan dilaksanakan pada tahun pertama. DLM revisi 1 yang dihasilkan pada tahap 1 diujicobakan pada kelas sesungguhnya, yakni mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Uninus semester 1 tahun ajaran 2014/2015. Hasil uji coba, berupa: rekaman perkuliahan, lembar observasi aktivitas dosen dan mahasiswa, serta nilai tes formatif dan sumatif; kemudian dianalisis, dan hasilnya digunakan guna memperbaiki desain bahan ajar sehingga diiperoleh DLM revisi 2.

Gambar 3

DLM

Revisi 1 Uji Coba 1

Analisis Hasil Uji Coba 1 DLM Revisi 2 DLM Revisi 2 Workshop (Validasi DLM dan Instrumen Publikasi Ilmiah & Analisis DLM Revisi 3 Uji Coba 2 Analisis Hasil Uji Coba 2 Logika Matematika Berkarakter Publikasi Ilmiah &

Pengajuan ISBN Buku Logika Matematika

KNPM 6 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

143 Tahap 3 penelitian dan pengembangan dilaksanakan pada tahun ke-2. Kegiatan pertama adalah workshop untuk membahas DLM revisi 2 yang berujung validasi ahli serta pengguna. Bersamaan dengan publikasi ilmiah, hasil workshop dianalisis, dan hasilnya diolah sehingga tim peneliti memperoleh DLM revisi 3. Uji coba DLM revisi 3 dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Uninus semester 1 tahun ajaran 2015/2016. Hasil uji coba dikonsultasikan kepada pakar, direvisi dan diedit kembali, sehingga diperoleh Bahan ajar Logika Matematika yang layak untuk diajarkan pada perkuliahan dengan pendekatan kontekstual bernuansa islami. Kegiatan terakhir adalah publikasi ilmiah dan pengajuan ISBN.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Saat ini penelitian telah menyelesaikan tahap 1 dan 2, dan sedang mempersiapkan pelaksanaan tahap 3. Melalui tahapan-tahapan kegiatan yang telah dilakukan, kini telah terwujud Disain Logika Matematika (DLM) revisi 2 yang telah teruji validitas, kepraktisan, dan keefektifannya. Pada artikel ini, gambaran penitipan pendidikan karakter bernuansa islami akan dilustrasikan pada pembelajaran implikasi yang diintegrasikan dengan pendidikan karakter disiplin. Nuansa islami dalam pembelajaran implikasi diekspresikan dengan mengambil contoh pernyataan yang merupakan salah satu ayat Alquran. Pada topik-topik lain nuansa islami dikuatkan dengan hadits, tarikh, dan wawasan keislaman; disamping Alquran.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diminta mencermati pernyataan: Jika memperoleh nilai A pada mata kuliah Logika dan Himpunan, maka Nani akan mentraktir Teti. Melalui konteks kehidupan sehari-hari tersebut, secara lebih bermakna mahasiswa diajak mengingat kembali bahwa suatu implikasi: 1) hanya bernilai salah, jika antesedennya bernilai benar sedangkan konsekuennya salah; 2) pasti bernilai benar jika memiliki konsekuen bernilai benar; 3) selalu bernilai benar jika memiliki anteseden yang bernilai salah.

KNPM 6 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

surat 39 (Al- Ankabut) ayat 45 yang artinya: shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Pernyataan dlm alquran tersebut selanjutnya diubah ke dalam bemntuk implikasi sehingga diperoleh pernyataan baru yang berbubnyi: Jika seseorang menunaikan shalat, maka orang tersebut akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar, atau Jika X menunaikan shalat, maka X terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Misalkan, P: X menunaikan shalat bernilai benar, Q: X terhindar dari perbuatan keji dan munkar, bernilai benar. Selanjutnya mahasiswa diminta mencermati tabel berikut:

No P Q P→Q

1. X menunaikan shalat

B

X terhindar dari perbuatan keji dan munkar B

B

2. X menunaikan shalat B

X tidak terhindar dari perbuatan keji dan munkar. S S 3. X tidak menunaikan shalat S

X terhindar dari perbuatan keji dan munkar. B

B

4. X tidak menunaikan

shalat S

X tidak terhindar dari perbuatan keji

dan munkar. S

B

1. Pernyataan pertama merupakan implikasi bernilai benar.

2. Pernyataan kedua memiliki anteseden bernilai benar dan konsekuen bernilai salah, berarti nilai kebenaran implikasi tersebut adalah salah. Namun demikian bisa saja ada yang protes, karena pada kenyataannya di masyarakat dijumpai orang-orang yang sudah mengerjakan shalat, namun mereka tidak terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Dengan kata lain, implikasi tersebut bisa bernilai benar. Kondisi ini merupakan wahana bagi dosen untuk menanamkan nilai kedisiplinan. Mahasiswa perlu diingatkan