• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pra Penelitian

Sebelum dilakukan tindakan, peneliti melakukan beberapa persiapan yaitu menyusun instrumen tes kemampuan awal, melaksanakan tes dan membentuk kelompok belajar. Materi prasyarat yang harus dikuasai siswa adalah tentang konsep turunan fungsi aljabar. Berdasarkan hasil analisis tes kemampuan awal siswa diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 5. Analisis Hasil Tes Awal

Kriteria Hasil Nilai rata-rata 80,38 Nilai tertinggi 90,00 Nilai terendah 67,00 Lulus KKM 23 Tidak Lulus KKM 6 Ketuntasan Belajar 79,31 %

Berdasarkan data tersebut maka dapat diartikan bahwa pemahaman siswa terhadap materi prasyarat secara umum sudah lebih dari cukup, sehingga dapat dilanjutkan pada materi selanjutnya yaitu aplikasi turunan fungsi aljabar.

Siklus I

menyiapkan RPP, LKS, soal tes akhir, lembar observasi dan lembar angket respons siswa. Pada pertemuan siklus pertama materi yang diajarkan adalah aplikasi turunan fungsi aljabar dalam menentukan persamaan garis singgung suatu fungsi.

Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil yang heterogen yang terdiri dari 4-5 anggota. Guru menyampaikan secara garis besar tentang langkah menentukan gradien dan persamaan garis singgung dan garis normal menggunakan konsep turunan pertama fungsi. Selanjutnya guru mengarahkan siswa untuk menentukan persamaan garis singgung suatu fungsi menggunakan konsep turunan pertama suatu fungsi. Guru memberikan bantuan (scaffolding) berkaitan kesulitan yang dialami siswa secara individu, kelompok, atau klasikal jika mengalami kesulitan dalam menentukan persamaan garis singgung menggunakan turunan pertama fungsi. Selama diskusi kelompok berlangsung, guru juga melakukan pengamatan terhadap aktivitas seluruh siswa dan mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi.

Sedangkan pada pertemuan kedua, guru membimbing dan mengarahkan siswa untuk men-download aplikasi geogebra menggunakan smartphone yang mereka miliki. Proses bimbingan dilakukan oleh guru terhadap perwakilan masing-masing kelompok tentang bagaimana cara memanfaatkan aplikasi geogebra pada smartphone untuk menyelesaikan persoalan persamaan garis singgung suatu fungsi yang didiskusikan pada pertemuan pertama. Selanjutnya siswa diarahkan untuk menyelesaikan persoalan yang diberikan menggunakan aplikasi geogebra pada smartphone dengan diskusi kelompok. Guru memberikan bantuan (scaffolding) berkaitan kesulitan yang dialami siswa baik secara individu, kelompok, atau klasikal. Setelah proses diskusi dianggap cukup, guru meminta siswa menyiapkan laporan hasil diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan sistematis serta meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas secara runtut, sistematis, santun, dan hemat waktu. Kemudian kesempatan diberikan kepada siswa dari kelompok lain untuk memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok penyaji dengan sopan. Selama proses presentasi dan diskusi, observer selaku kolaborator mencatat aspek aktivitas pada setiap kelompok dengan cermat. Sebagai kegiatan penutup pada masing-masing pertemuan, guru mengajak siswa menyimpulkan dan membuat rangkuman serta mengisi lembar refleksi. Guru juga memberikan informasi tentang aktivitas pembelajaran pada pertemuan selanjutnya agar siswa dapat mempersiapkan diri.

Setelah pelaksanaan siklus I berakhir guru melaksanakan tes hasil belajar untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menentukan gradien dan persamaan garis singgung dan garis normal menggunakan konsep turunan pertama fungsi. Analisis hasil belajar pada akhir siklus I diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 6. Analisis Hasil Tes pada Siklus I

Kriteria Hasil Nilai rata-rata 71,49 Nilai tertinggi 83,00 Nilai terendah 39,00 Lulus KKM 19 Tidak Lulus KKM 10 Ketuntasan Belajar 65,52 %

Sedangkan, hasil pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa diperoleh tingkat keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung mencapai 60,69%. Sedangkan berdasarkan hasil angket respons siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan diperoleh data sebesar 65,67%. Berdasarkan data yang diperoleh selama pelaksanaan tindakan pada siklus I, maka perlu dilakukan perbaikan-perbaikan pada pelaksanaan tindakan siklus kedua.

Siklus II

Pelaksanaan tindakan didasarkan pada rencana tindakan yang telah disusun dengan beberapa perbaikan terhadap kekurangan- kekurangan pada siklus I. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus II dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Sedangkan materi yang diajarkan adalah menentukan interval fungsi naik dan fungsi turun, serta titik stasioner menggunakan konsep turunan fungsi aljabar yang didukung oleh pemanfaatan aplikasi geogebra menggunakan smartphone.

Pada pertemuan pertama, guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil yang heterogen yang terdiri dari 4-5 anggota. Guru menyampaikan secara garis besar tentang langkah menentukan interval fungsi naik dan fungsi turun, dan titik stasioner menggunakan konsep turunan pertama fungsi. Selanjutnya guru mengarahkan siswa untuk menyelesaikan persoalan yang diberikan. Guru memberikan bantuan (scaffolding) berkaitan kesulitan yang dialami siswa secara individu, kelompok, atau klasikal jika mengalami kesulitan dalam menentukan persamaan garis singgung menggunakan turunan pertama fungsi. Selama diskusi kelompok berlangsung, guru juga melakukan pengamatan terhadap aktivitas seluruh siswa dan mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi.

Pada pertemuan kedua, guru membimbing dan mengarahkan siswa untuk mendownload aplikasi geogebra menggunakan smartphone yang mereka miliki. Proses bimbingan dilakukan oleh guru terhadap perwakilan masing-masing kelompok tentang bagaimana cara memanfaatkan aplikasi geogebra pada smartphone untuk menyelesaikan persoalan fungsi naik dan fungsi turun, dan titik stasioner yang didiskusikan pada pertemuan pertama. Selanjutnya siswa diarahkan untuk menyelesaikan persoalan yang diberikan menggunakan aplikasi geogebra pada smartphone dengan diskusi kelompok. Guru memberikan bantuan (scaffolding) berkaitan kesulitan yang dialami siswa baik secara individu, kelompok, atau klasikal. Setelah proses diskusi dianggap cukup, guru meminta siswa menyiapkan laporan hasil diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan sistematis serta meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas secara runtut, sistematis, santun, dan hemat waktu. Kemudian kesempatan diberikan kepada siswa dari kelompok lain untuk memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok penyaji dengan sopan. Selama proses presentasi dan diskusi, observer selaku kolaborator mencatat aspek aktivitas pada setiap kelompok dengan cermat. Setelah pelaksanaan siklus II berakhir guru melaksanakan tes hasil belajar untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam menentukan gradien dan persamaan garis singgung dan garis normal menggunakan konsep turunan pertama fungsi. Analisis hasil belajar pada akhir siklus II diperoleh data sebagai berikut:

Kriteria Hasil Nilai rata-rata 76,21 Nilai tertinggi 85,00 Nilai terendah 45,00 Lulus KKM 24 Tidak Lulus KKM 5 Ketuntasan Belajar 82,76 %

Sedangkan, hasil pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa diperoleh tingkat keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung mencapai 79,31%. Sedangkan berdasarkan hasil angket respons siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan diperoleh data sebesar 79,56%.

PEMBAHASAN

Aktivitas belajar siswa pada pelaksanaan siklus I dan siklus II yang didasarkan pada hasil observasi dapat pada tabel berikut ini.

Tabel 8. Rekap Hasil Observasi Aktivitas Belajar

No Indikator Jumlah Siswa Persentase

I II I II

1 Memperhatikan paparan dari guru 24 26 82,76 89,66 2 Menjawab pertanyaan guru 10 18 34,48 62,02 3 Melakukan diskusi dalam kelompok 19 26 65,52 89,66 4 Menggambar grafik yang diminta

secara manual

15 17 51,72 58,62

5

Bersemangat menggambar grafik menggunakan GeoGebra pada smartphone.

20 28 68,97 96,55

Rata-rata 60,69 79,31

Dari hasil observasi aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Meski ada beberapa indikator yang masih dibawah target namun secara umum aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yang cukup baik dari siklus I sebesar 60,69% menjadi 79,31% pada siklus II. Dari tabel diatas, indikator nomor 5 memperoleh skor 96,55 pada siklus II artinya pembelajaran berbantuan GeoGebra berbasis android membuat semangat belajar siswa menjadi meningkat sangat baik. Hasil analisis observasi aktivitas belajar siswa dapat dilihat pada grafik berikut.

Grafik 1. Grafik Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Demikian pula hasil angket respons siswa terhadap pembelajaran menggunakan aplikasi GeoGebra berbasis android menunjukkan respon yang positif dengan skor angket 1333 pada siklus I meningkat menjadi 1615 pada siklus II dari skor ideal 2030, atau dari 65,67% pada siklus I meningkat menjadi 79,56% pada siklus II. Untuk lebih jelasnya hasil analisis hasil observasi aktivitas belajar dan angket respons siswa dapat dilihat pada grafik berikut.

Gambar 2. Grafik Hasil Observasi dan Angket

Pemanfaatan GeoGebra berbasis android juga mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa sangat terbantu dengan pemanfaatan aplikasi GeoGebra yang memberikan visualisasi grafik suatu fungsi aljabar dengan tingkat akurasi yang tinggi dan gambar yang jelas sehingga memudahkan siswa dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan. Berikut disajikan hasil analisis hasil belajar siswa di setiap akhir pelaksanaan siklus.

82.76 34.48 65.52 51.72 68.97 89.66 62.07 89.66 58.62 96.55 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00

Indikator 1 Indikator 2 Indikator 3 Indikator 4 Indikator 5