BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2. Hasil Penelitian di Jenjang Pendidikan SMA
Untuk proses pengumpulan dan pengolahan data di jenjang SMA, prosedur yang digunakan sama seperti pada di jenjang SMP.
a. Jenis Masalah yang Dihadapi Siswa SMA
Peneliti mengkategorikan masalah yang dihadapi siswa SMA menjadi 5 jenis masalah, yakni masalah yang berkaitan dengan hubungan dengan lawan jenis (masalah dalam berpacaran), masalah pergaulan dengan teman sebaya, masalah dalam lingkungan keluarga, masalah belajar atau perilaku di sekolah, dan maslah pribadi (kesehatan, kejasmanian, potensi dan keterampilan). Gambaran detail jenis masalah dalam penelitian ini dan hasilnya dapat diketahui dari tabel 9.
Tabel 9
Jumlah Jenis Masalah yang Dihadapi Siswa SMA
NO JENIS MASALAH Jumlah % 1 Hubungan dengan lawan jenis (berpacaran) 10 20,41 2 Pergaulan dengan teman sebaya 11 22,45
3 Keluarga 5 10,20
4 Belajar 14 28,57
5 Pribadi 9 18,37
Total 49 100,00
Berdasarkan tabel 9 di atas, diketahui jumlah masing-masing jenis masalah yang dialami oleh siswa.
a. Masalah yang berkaitan dengan hubungan konseli dengan lawan jenisnya termasuk di dalamnya adalah masalah pacaran jumlahnya mencapai 10 masalah (20,41%) dari total masalah yang dihadapi konseli.
b. Masalah yang berkaitan dengan pergaulan dengan teman sebaya mencapai 11 masalah (22,45%) dari total masalah yang dihadapi konseli. Yang termasuk dalam masalah ini antara lain konflik dengan teman dan bingung dalam memilih teman.
c. Masalah yang berkaitan dengan keluarga atau anggota keluarga ada 5 masalah (10,20%) dari total masalah yang dihadapi konseli. Yang termasuk dalam masalah ini antara lain konflik dengan anggota keluarga, bingung memilih tempat tinggal.
d. Masalah yang berkaitan dengan belajar atau perilaku konseli di lingkungan sekolah ditemukan 14 masalah (28,57%) dari total masalah yang ada, yakni masalah tentang kebingungan konseli karena nilai mata pelajarannya kurang atau dibawah rata-rata, kebingungan memilih jurusan di perguruan tinggi tertentu atau jenis perguruan tinggi tertentu, bolos sekolah.
e. Masalah yang berkaitan dengan pribadi konseli. Masalah ini mencakup hal yang berkaitan dengan kejasmanian, kesehatan, potensi dan keterampilan konseli. Dalam penelitian ini ditemukan 9 masalah (18,37%) dari total masalah yang ada.
b. Jenis Masalah Siswa SMA Ditinjau dari Jenis Kelamin dan Kelas
Hasil penelitian tentang distribusi jenis masalah yang dihadapi siswa SMU ditinjau dari jenis kelamin dan tingkatan kelas dapat dilihat dalam Tabel 10. Tabel 10
Distribusi Jenis Masalah Siswa SMA Berdasarkan Jenis Kelamin dan Kelas Jenis
Kelamin KELAS NO JENIS MASALAH
L P X XI XII Total 1 Hubungan dengan lawan jenis (Pacaran) 1 9 6 2 2 10 2 Pergaulan dengan teman sebaya 4 7 7 2 2 11
3 Keluarga 1 4 1 3 1 5
4 Belajar 6 8 2 3 9 14
5 Pribadi 5 4 1 6 2 9
Total 17 32 17 16 16 49
Berdasarkan tabel 10 di atas diketahui distribusi jenis masalah yang dihadapi siswa SMA berdasarkan jenis kelamin dan tingkatan kelasnya. Berikut disajikan gambaran distribusi jenis masalah tersebut, yakni:
1) Untuk masalah hubungan dengan lawan jenis (pacaran) dialami oleh 1 orang siswa dan 9 orang siswi. Berdasarkan tingkatan kelasnya, masalah ini dialami 6 orang siswa kelas X, 2 orang siswa kelas XI, dan 6 orang siswa kelas XII.
2) Untuk masalah pergaulan dengan teman sebaya dialami oleh 4 orang siswa dan 7 orang siswi. Berdasarkan tingkatan kelasnya, masalah ini dialami oleh 7 orang siswa kelas X, 2 orang siswa kelas XI, dan 2 orang siswa kelas XII.
3) Untuk masalah yang berkaitan dengan keluarga atau anggota keluarga dialami oleh 1 orang siswa dan 4 orang siswi. Ditinjau dari tingkatan kelasnya, masalah ini dialami oleh 1 orang siswa kelas X, 3 orang siswa kelas XI dan 1 orang siswa kelas XII.
4) Untuk masalah belajar dialami oleh 6 orang siswa dan 8 orang siswi. Ditinjau dari tingkatan kelasnya, masalah ini dialami oleh 2 orang siswa kelas X, 3 orang siswa kelas XI dan 9 orang siswa kelas XII.
5) Untuk masalah pribadi dialami oleh 5 orang siswa dan 4 orang siswi. Ditinjau dari tingkatan kelasnya, masalah ini dialami oleh 1 orang siswa kelas X, 6 orang siswa kelas XI dan 2 orang siswa kelas XII.
c. Jenis Masalah Siswa SMA Berdasarkan Ragam Bimbingan
Untuk distribusi jenis masalah yang dihadapi oleh siswa SMA berdasarkan ragam bimbingan dapat dilihat dalam tabel 11.
Tabel 11
Distribusi Jenis Masalah Siswa SMA Berdasarkan Ragam Bimbingan RAGAM BIMBINGAN NO JENIS MASALAH
Akad. Karier Prib-Sos Total 1 Hubungan dengan lawan jenis (Pacaran) 0 0 10 10 2 Pergaulan dengan teman sebaya 0 0 11 11
3 Keluarga 0 0 5 5
4 Belajar 5 9 0 14
5 Pribadi 0 0 9 9
Total 5 9 35 49
Berdasarkan tabel 11 di atas diketahui bahwa dari 49 masalah yang dihadapi konseli, 5 masalah (10,20%) tergolong dalam ragam bimbingan akademik yakni tentang siswa yang nilai mata pelajaran selalu di bawah rata-rata, siswa yang sering bolos sekolah dan tentang suasana sekolah/kelas yang tidak mendukung belajar siswa. 9 masalah (18,37%) tergolong dalam ragam bimbingan karier yakni tentang siswa yang bingung dalam menentukan jurusan di perguruan tinggi tertentu atau jenis perguruan tinggi tertentu, dan 35 masalah (71,43%) tergolong dalam masalah pribadi-sosial. Dari 51 masalah yang tergolong dalam ragam bimbingan pribadi-sosial tersebut terdiri atas:
1) Masalah berkaitan dengan hubungan dengan lawan jenis (pacaran), seperti putus dengan pacar, konflik dengan pacar, dan bingung memilih pacar, jumlahnya mencapai 10 masalah.
2) Masalah pergaulan dengan teman sebaya, seperti konflik dengan teman dan kebingungan dalam memilih teman jumlahnya mencapai 11 masalah. 3) Masalah keluarga, seperti konflik dengan anggota keluarga, jumlahnya ada
5 masalah.
4) Masalah pribadi, seperti masalah yang berkaitan dengan kejasmanian, kesehatan, potensi dan keterampilan konseli, jumlahnya ada 9 masalah.
d. Jenis Masalah Siswa SMA Berdasarkan Faktor Penyebab Utamanya
Untuk hasil penelitian tentang distribusi jenis masalah yang dihadapi konseli selama pelaksanaan PPL-BK dapat diketahui dalam tabel 12 di bawah ini.
Tabel 12
Distribusi Jenis Masalah Siswa SMA Berdasarkan Faktor Penyebab Utama Faktor Penyebab Utama NO JENIS MASALAH
LIS LIE CS CO LS Total 1 Hubungan dengan lawan jenis (Pacaran) 1 0 4 5 0 10 2 Pergaulan dengan teman sebaya 0 0 3 8 0 11
3 Keluarga 0 0 2 3 0 5 4 Belajar 7 2 5 0 0 14 5 Pribadi 1 4 3 1 0 9 Total 9 6 17 17 0 49 Persentase 18,37 12,24 34,69 34,69 0,00 100,00 Keterangan:
a.LIS : Lack of Information/Understanding of the Self (kurang mengerti akan
diri sendiri)
b.LIE : Lack of Information about the Environment ( kurang mengetahui tentang lingkungan)
c. CS : Conflict with the Self (Konflik dengan diri sendiri)
d. CO : Conflict with Significant Others (Konflik dengan orang-orang dekat) e. LS : Lack of Skills (Tidak mempunyai keterampilan-keterampilan praktis)
Berdasarkan tabel 12 di atas diketahui bahwa dari 49 masalah yang dihadapi konseli faktor penyebab utamanya, yakni 9 masalah (18,37%) disebabkan siswa kurang mengerti akan diri sendiri, 6 masalah (12,24%) disebabkan siswa kurang mengerti tentang lingkungan, 17 masalah (34,69%) disebabkan oleh konflik dengan diri sendiri, 17 masalah (34,69%) disebabkan oleh konflik dengan orang-orang dekat, faktor tidak mempunyai keterampilan-keterampilan praktis tidak menjadi penyebab utama dari masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa.
Dari tabel 12 diketahui pula frekuensi dari faktor penyebab utama terhadap masing-masing jenis masalah yang dihadapi konseli, yakni:
1) Untuk masalah hubungan dengan lawan jenis (pacaran), 1 masalah disebabkan oleh kurang mengerti akan diri sendiri, 4 masalah
disebabkan oleh konflik dengan diri sendiri, dan 5 masalah disebabkan oleh konflik dengan orang-orang dekat.
2) Untuk masalah pergaulan dengan teman sebaya, 3 masalah disebabkan oleh konflik dengan diri sendiri, dan 8 masalah disebabkan oleh konflik dengan orang-orang dekat.
3) Untuk masalah keluarga, 2 masalah disebabkan oleh konflik dengan diri sendiri, dan 3 masalah disebabkan oleh konflik dengan orang-orang dekat.
4) Untuk masalah belajar, 5 masalah disebabkan oleh konflik dengan diri sendiri, 2 masalah karena siswa kurang mengerti tentang lingkungan, dan 7 masalah yang bersumber kurang mengerti akan diri sendiri. 5) Untuk masalah pribadi, 1 masalah disebabkan oleh kurang mengerti
akan diri sendiri, 4 masalah karena siswa kurang mengerti tentang lingkungan, 3 masalah disebabkan oleh konflik dengan diri sendiri, dan 1 masalah disebabkan oleh konflik dengan orang-orang dekat.
e. Pendekatan Konseling yang Digunakan Oleh Mahasiswa Praktikan dalam Wawancara Konseling dalam PPL-BK di SMA
Berkaitan dengan frekuensi pendekatan konseling yang digunakan oleh mahasiswa praktikan dalam usahanya membantu konseli menyelesaikan masalah yang dihadapinya selama pelaksanaan PPL-BK di SMA, disajikan dalam tabel 13 di bawah ini.
Tabel 13
Frekuensi Pendekatan Konseling yang Digunakan oleh Mahasiswa Praktikan
NO PENDEKATAN KONSELING FREKUENSI %
1 Trait Factor 9 18,37
2 Behavioral 3 6,12
3 Rational Emotive Therapy 1 2,04
4 Interview for Adjustment 29 59,18
5 Decision Making Interview 7 14,29
TOTAL 49 100,00
Berdasarkan tabel 13 diketahui frekuensi penggunaan pendekatan konseling oleh mahasiswa praktikan dalam proses wawancara konseling dalam membantu konseli menyelesaikan masalahnya selama pelaksanaan PPL-BK di SMA. Dari total 49 frekuensi penggunaan pendekatan konseling, 9 kali (18,37%) untuk pendekatan Trait Factor, 3 kali (6,12%) untuk pendekatan Behavioral, 1 kali (2,04%) untuk pendekatan Rational Emotive Therapy, 29 kali (59,18%) untuk pendekatan Interview for Adjustment, dan 7 kali (14,29%) untuk pendekatan
Decision Making Interview.
Sedangkan untuk frekuensi penggunaan pendekatan konseling terhadap masing-masing jenis masalah yang dihadapi konseli dapat dilihat dalam tabel 14. Tabel 14
Frekuensi Penggunaan Pendekatan Konseling Berdasarkan Jenis Masalah Siswa SMA
JENIS MASALAH NO PENDEKATAN
KONSELING Pacaran Pergaulan Keluarga Belajar Pribadi Total
1 Trait Factor 0 0 0 9 0 9
2 Behavioral 0 0 1 2 0 3
3 Rational Emotive Therapy 0 0 0 0 1 1
4 Interview for adjustment 7 8 4 2 8 29
5 Decision Making Interview 3 3 0 0 1 7
Dari tabel 14 di atas diketahui frekuensi penggunaan pendekatan konseling dengan model Trait Factors untuk membantu mengatasi masalah siswa yang berkaitan dengan masalah belajar yakni digunakan sebanyak 9 kali. Untuk pendekatan Behavioral digunakan sebanyak 1 kali untuk masalah keluarga dan 2 kali untuk jenis masalah belajar. Untuk pendekatan Rational Emotive Therapy
digunakan sebanyak 1 kali untuk jenis masalah pribadi. Untuk pendekatan
Interview for Adjustment digunakan 7 kali untuk jenis masalah hubungan dengan lawan jenis (pacaran), 8 kali untuk jenis masalah pergaulan dengan teman sebaya, 4 kali untuk masalah keluarga, 2 kali untuk masalah belajar, dan 8 kali untuk masalah pribadi. Untuk pendekatan Decision Making Interview digunakan sebanyak 3 kali untuk jenis masalah hubungan dengan lawan jenis (pacaran), 3 kali untuk masalah pergaulan dengan teman sebaya, dan 1 kali untuk masalah pribadi.