BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Hasil Penelitian di Jenjang Pendidikan SMP
Peneliti telah melakukan proses pengumpulan dan pengolahan data dengan menggunakan prosedur yang sudah dijabarkan dalam teknik analisis data (Bab III). Berikut ini adalah jabaran hasil penelitian di jenjang pendidikan SMP.
a. Jenis Masalah yang Dihadapi Siswa SMP
Peneliti mengkategorikan masalah yang dihadapi siswa SMP dan diungkapkan kepada mahasiswa praktikan menjadi 5 jenis masalah, yakni masalah
yang berkaitan dengan hubungan dengan lawan jenis (masalah dalam berpacaran), masalah pergaulan dengan teman sebaya, masalah dalam lingkungan keluarga, masalah belajar atau perilaku di sekolah, dan masalah pribadi (kesehatan, kejasmanian, potensi dan keterampilan). Gambaran detail jenis masalah dalam penelitian ini dan hasilnya diketahui dari tabel 3.
Tabel 3.
Jumlah Jenis Masalah yang Dihadapi Siswa SMP
NO JENIS MASALAH Jumlah % 1 Hubungan dengan lawan jenis (berpacaran) 24 45,28
2 Pergaulan dengan teman sebaya 15 28,30
3 Keluarga 2 3,77
4 Belajar 2 3,77
5 Pribadi 10 18,88
Total 53 100,00
Berdasarkan tabel 3 di atas, diketahui jumlah masing-masing jenis masalah yang dialami oleh siswa.
a. Masalah yang berkaitan dengan hubungan konseli dengan lawan jenisnya termasuk didalamnya adalah masalah pacaran merupakan masalah terbanyak dari total masalah yang dihadapi dan diungkapkan konseli kepada mahasiswa praktikan jumlahnya mencapai 24 masalah (45,28%) dari total masalah yang dihadapi konseli.
b. Masalah yang berkaitan dengan pergaulan dengan teman sebaya mencapai 15 masalah (28,30%) dari total masalah yang dihadapi konseli. Yang termasuk dalam masalah ini antara lain konflik dengan teman dan bingung dalam memilih teman bermain atau bersahabat.
c. Masalah yang berkaitan dengan keluarga atau anggota keluarga ada 2 masalah ( 3,77%) dari total masalah yang dihadapi konseli. Yang termasuk dalam masalah ini antara lain konflik dengan anggota keluarga dan kebingungan karena orang selalu membandingkan konseli dengan saudaranya yang lain.
d. Masalah yang berkaitan dengan belajar atau perilaku konseli di lingkungan sekolah ditemukan 2 masalah (3,77%) dari total masalah yang ada, yakni masalah tentang kebingungan konseli karena nilai mata pelajarannya selalu dibawah rata-rata dan bingung memilih cita-cita.
e. Masalah yang berkaitan dengan pribadi konseli. Masalah ini mencakup hal yang berkaitan dengan kejasmanian, kesehatan, potensi dan keterampilan konseli. Dalam penelitian ini ditemukan 10 masalah (18,88%) dari total masalah yang ada.
b. Jenis Masalah Siswa SMP berdasarkan Jenis Kelamin dan Kelas
Hasil penelitian tentang distribusi jenis masalah yang dihadapi siswa ditinjau dari jenis kelamin dan tingkatan kelas dapat dilihat dalam tabel 4.
Tabel 4.
Distribusi Jenis Masalah Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkatan Kelas Jenis
Kelamin KELAS NO JENIS MASALAH
L P VII VIII IX
Total 1 Hubungan dengan lawan jenis (Pacaran) 1 23 4 7 13 24 2 Pergaulan dengan teman sebaya 4 11 3 4 8 15
3 Keluarga 0 2 1 0 1 2
4 Belajar 2 0 0 0 2 2
5 Pribadi 3 7 4 4 2 10
Berdasarkan tabel 4 di atas dapat digambarkan distribusi jenis masalah yang dihadapi konseli berdasarkan jenis kelamin dan tingkatan kelas konseli. Berikut disajikan gambaran distribusi jenis masalah tersebut, yakni:
1) Untuk masalah hubungan dengan lawan jenis (pacaran) dialami oleh 1 orang siswa dan 23 orang siswi. Berdasarkan tingkatan kelasnya, masalah ini dihadapi oleh 13 orang siswa kelas IX, 7 orang siswa kelas VIII, dan 4 orang siswa kelas VII.
2) Untuk masalah pergaulan dengan teman sebaya dialami oleh 4 orang siswa dan 11 orang siswi. Berdasarkan tingkatan kelasnya, masalah ini dialami oleh 8 orang siswa kelas IX, 4 orang siswa kelas VIII, dan 3 orang siswa kelas VII.
3) Untuk masalah yang berkaitan dengan keluarga atau anggota keluarga hanya dialami oleh 2 orang siswi, 1 orang siswi kelas VII dan 1 orang siswi kelas IX.
4) Untuk masalah yang berkaitan dengan belajar dialami oleh 2 orang siswa kelas IX.
5) Untuk masalah yang berkaitan dengan pribadi konseli dialami oleh 3 orang siswa dan 7 orang siswi. Ditinjau dari tingkatan kelasnya, masalah ini dialami oleh 4 orang siswa kelas VII, 4 orang siswa kelas VIII dan 2 orang siswa kelas IX.
c. Jenis Masalah Siswa SMP Berdasarkan Ragam Bimbingan
Untuk distribusi jenis masalah yang dihadapi oleh konseli berdasarkan ragam bimbingan dapat dilihat dalam tabel 5.
Tabel 5.
Distribusi Jenis Masalah Siswa SMP Berdasarkan Ragam Bimbingan RAGAM BIMBINGAN NO JENIS MASALAH
Akad. Karier Prib-Sos Total
1 Hubungan dengan lawan jenis (Pacaran) 0 0 24 24 2 Pergaulan dengan teman sebaya 0 0 15 15
3 Keluarga 0 0 2 2
4 Belajar 1 1 0 2
5 Pribadi 0 0 10 10
Total 1 1 51 53
Persentase 1,89 1,89 96,22 100,00
Berdasarkan tabel 5 di atas diketahui bahwa dari 53 masalah yang dihadapi konseli, 1 masalah (1,89%) tergolong dalam ragam bimbingan akademik yakni tentang siswa yang nilai mata pelajaran selalu di bawah rata-rata, 1 masalah (1,89%) tergolong dalam ragam bimbingan karier yakni tentang siswa yang bingung dalam menentukan cita-citanya, dan 51 masalah (96,22%) tergolong dalam masalah pribadi-sosial. Dari 51 masalah yang tergolong dalam ragam bimbingan pribadi-sosial tersebut terdiri atas:
1) Masalah berkaitan dengan hubungan dengan lawan jenis (pacaran), seperti putus dengan pacar, konflik dengan pacar, dan bingung memilih pacar, jumlahnya mencapai 24 masalah.
2) Masalah pergaulan dengan teman sebaya, seperti konflik dengan teman dan kebingungan dalam memilih teman jumlahnya mencapai 15 masalah. 3) Masalah keluarga, seperti konflik dengan anggota keluarga, jumlahnya ada
2 masalah.
4) Masalah pribadi, seperti masalah yang berkaitan dengan kejasmanian, kesehatan, potensi dan keterampilan konseli, jumlahnya ada 10 masalah.
d. Jenis Masalah Siswa SMP Berdasarkan Faktor Penyebab Utamanya
Untuk hasil penelitian tentang distribusi jenis masalah yang dihadapi konseli selama pelaksanaan PPL-BK diketahui dalam tabel 6 di bawah ini.
Tabel 6.
Distribusi Jenis Masalah Siswa SMP Berdasarkan Faktor Penyebab Utama Faktor Penyebab Utama NO JENIS MASALAH
LIS LIE CS CO LS Total 1 Hubungan dengan lawan jenis (Pacaran) 3 0 12 9 0 24 2 Pergaulan dengan teman sebaya 1 0 2 12 0 15
3 Keluarga 0 0 0 2 0 2 4 Belajar 1 0 1 0 0 2 5 Pribadi 6 0 2 2 0 10 Total 11 0 17 25 0 53 Persentase 20,75 0,00 32,08 47,17 0,00 100,00 Keterangan:
a. LIS : Lack of Information/Understanding of the Self (kurang mengerti akan diri
sendiri)
b. LIE : Lack of Information about the Environment ( kurang mengetahui tentang lingkungan)
c. CS : Conflict with the Self (Konflik dengan diri sendiri)
d. CO : Conflict with Significant Others (Konflik dengan orang-orang dekat) e. LS : Lack of Skills (Tidak mempunyai keterampilan-keterampilan praktis)
Berdasarkan tabel 6 di atas diketahui bahwa dari 53 masalah yang dihadapi konseli faktor penyebab utamanya, yakni 25 masalah (47,17%) disebabkan oleh konflik dengan orang-orang yang dekat, 17 masalah (32,08%) disebabkan oleh konflik dengan diri sendiri, 11 masalah (20,75%) disebabkan oleh kurang mengerti mengenai diri sendiri, sedangkan faktor kurang mengetahui tentang lingkungan dan faktor tidak mempunyai keterampilan-keterampilan praktis tidak menjadi penyebab utama dari masalah-masalah yang dihadapi oleh konseli.
Dari tabel 6 diketahui pula frekuensi dari faktor penyebab utama terhadap masing-masing jenis masalah yang dihadapi konseli, yakni:
1) Untuk masalah hubungan dengan lawan jenis (pacaran), 3 masalah disebabkan oleh kurang mengerti akan diri sendiri, 12 masalah disebabkan oleh konflik dengan diri sendiri, dan 9 masalah disebabkan oleh konflik dengan orang-orang dekat.
2) Untuk masalah pergaulan dengan teman sebaya, 1 masalah disebabkan oleh oleh kurang mengerti akan diri sendiri, 2 masalah disebabkan oleh konflik dengan diri sendiri, dan 12 masalah disebabkan oleh konflik dengan orang-orang dekat.
3) Untuk masalah keluarga yang berjumlah 2 masalah disebabkan oleh konflik dengan orang-orang dekat.
4) Untuk masalah belajar yang berjumlah 1 masalah disebabkan oleh konflik dengan diri sendiri dan 1 masalah yang bersumber dari kurang mengerti akan diri sendiri.
5) Untuk masalah pribadi, 6 masalah disebabkan oleh kurang mengerti akan diri sendiri, 2 masalah disebabkan oleh konflik dengan diri sendiri, dan 2 masalah disebabkan oleh konflik dengan orang-orang dekat.
e. Pendekatan Konseling yang Digunakan Oleh Mahasiswa Praktikan dalam Wawancara Konseling dalam PPL-BK di SMP
Berkaitan dengan frekuensi pendekatan konseling yang digunakan oleh mahasiswa praktikan dalam usaha membantu konseli menyelesaikan masalah disajikan dalam tabel 7 di bawah ini.
Tabel 7.
Frekuensi Pendekatan Konseling yang Digunakan oleh Mahasiswa Praktikan
NO PENDEKATAN KONSELING FREKUENSI %
1 Trait Factor 1 1,59
2 Behavioral 2 3,17
3 Rational Emotive Therapy 1 1,59
4 Interview for Adjustment 38 60,32
5 Decision Making Interview 11 17,46
TOTAL MASALAH 53 84,13
Dari total 53 frekuensi penggunaan pendekatan konseling, 1 kali (1,59%) untuk pendekatan Trait Factor, 2 kali (3,17%) untuk pendekatan Behavioral, 1 kali (1,59%) untuk pendekatan Rational Emotive Therapy, 38 kali (60,32%) untuk pendekatan Interview for Adjustment, dan 11 kali (17,46%) untuk pendekatan
Decision Making Interview.
Sedangkan untuk frekuensi penggunaan pendekatan konseling terhadap masing-masing jenis masalah yang dihadapi konseli dapat dilihat dalam tabel 8. Tabel 8
Frekuensi Penggunaan Pendekatan Konseling Berdasarkan Jenis Masalah Siswa SMP
JENIS MASALAH NO PENDEKATAN
KONSELING Pacaran Pergaulan Keluarga Belajar Pribadi Total
1 Trait Factor 0 0 0 1 0 1
2 Behavioral 0 0 0 0 2 2
3 Rational Emotive Therapy 0 1 0 0 0 1
4 Interview for adjustment 15 14 1 1 7 38
5 Decision Making Interview 9 0 1 0 1 11
Total 24 15 2 1 11 53
Dari tabel 8 di atas diketahui frekuensi penggunaan pendekatan konseling
Trait Factors untuk mengatasi masalah siswa yang berkaitan dengan masalah belajar sebanyak 1 kali. Untuk pendekatan Behavioral digunakan sebanyak 2 kali
untuk jenis masalah pribadi. Untuk pendekatan Rational Emotive Therapy
digunakan sebanyak 1 kali untuk jenis masalah keluarga. Untuk pendekatan
Interview for Adjustment digunakan sebanyak 15 kali untuk jenis masalah hubungan dengan lawan jenis (pacaran), 14 kali untuk jenis masalah pergaulan dengan teman sebaya, 1 kali untuk masalah keluarga, 1 kali untuk masalah belajar, dan 7 kali untuk masalah pribadi. Untuk pendekatan Decision Making Interview digunakan sebanyak 9 kali untuk jenis masalah hubungan dengan lawan jenis (pacaran), 1 kali untuk masalah keluarga, dan 1 kali untuk masalah pribadi.