Perilaku Belajar Mahasiswa
HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Karakteristik Responden
Karakteristik responden yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin dan yang telah menempuh 120 sistem kredit semester (SKS). Responden adalah mahasiswa akuntansi strata satu dari perguruan tinggi negeri yaitu UNIMAL (Universitas Malikussaleh) sebanyak 95 responden, kelompok yang terbanyak menjadi responden adalah
yang berjenis kelamin laki-laki yaitu 55 orang atau 57,9%. Sedangkan yang terendah adalah responden yang berjenis kelamin perempuan yaitu 40 orang atau 42,1%. Dengan ini menunjukkan bahwa mahasisiwa yang memberikan persepsi lebih banyak adalah mahasiswa yang berjenis kelamin laki-laki.
Hasil Uji Validitas
Uji validitas atas variabel kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan perilaku belajar dilakukan dengan mengkorelasikan skor-skor pada masing- masing item pertanyaan dengan skor totalnya, melalui
Pearson Correlation. Seluruh item pertanyaan variabel independent dan
variabel dependent menunjukkan bahwa semua item valid, karena dapat dikatakan valid bila nilai R hasil > dari R tabel yaitu 0,170.
Hasil Uji Reabilitas
Dari hasil perhitungan uji reliabilitas dapat diketahui bahwa variabel kecerdasan emosional, kompetensi spiritual, dan perilaku belajar dikatakan reliable karena cronbath alphanya 0,836, 0,850 dan 0,907 dimana lebih besar dari 0.60.
Uji Normalitas Data
Gambar di baah menunjukkan data membentuk pola yang menyebar normal digaris diagonal dan membentuk suatu pola mengikuti arah garis diagonal sehingga dapat dinyatakan bahwa data telah terdistribusi secara normal dan model regresi memenuhi asumsi normalitas.
Gambar 2 Normal Propability Plot Uji Multikolinieritas
Dalam enelitian ini nilai VIF dan Tolerance dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:
Tabel 2 Uji Multikolinieritas
Varibel Independen Collinearity Statistics Tolerance VIF Kecerdasan Emosional 0,483 2,071 Kecerdasan Spiritual 0,382 2,619 Perilaku Belajar 0,406 2,465 Sumber : Hasil Penelitian (Data diolah,2013)
Jurnal Visioner & Strategis, Volume 4, Nomor 2, September 2015
Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Perilaku Belajar Mahasiswa Hendra Raza
69 Dari hasil pengujian yang ditunjukkan pada Tabel di atas tampak bahwa variable independen Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Perilaku Belajar memliki nilai Tolerance berturut sebesar 0,483, 0,382 dan 0,406 > 0.1 dengan nilai VIF berturut sebesar 2,071, 2,619 dan 2,465 < 10. Ini menunjukkan bahwa variabel Kecerdasan Emosional (X1), Kecerdasan Spiritual (X2) dan Perilaku Belajar
(X3) terbebas dari gejala multikolinieritas. Uji Heteroskedastisitas
Grafik scatterplots memperlihatkan titik-titik menyebar secara acak baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi tingkat pemahaman akuntansi berdasarkan masukan variabel independen kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan perilaku belajar.
Gambar 3 Grafik Scatterplot Analisis Regresi Linear Berganda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual terhadap perilaku belajar pada mahasiswa prodi akuntansi Fakultas Ekonomi di Universitas Malikussaleh. Oleh karena itu digunakan analisis regresi linear berganda untuk menganalisis pengaruhnya. Hasil analisis linear berganda dengan program SPSS versi 20 diperoleh sebagai berikut:
Tabel 3
Analisis Regresi Linear Berganda
Variabel Koefisien thitung Sig.
Constant 18,638 7,434 0,000 X1 0,085 2,259 0.026 X2 0,110 2,855 0,005 DF = 95-3-1 = 91 R = 0,513 R2 = 0,239 ttabel =1,662
Sumber : Hasil Penelitian (Data diolah,2013)
Berdasarkan hasil pengolahan data yang ditunjukkan oleh Tabel di atas dapat dilihat koefisien masing-masing variabel dan konstanta yang menjadi observasi penelitian ini adalah koefisien nilai konstanta sebesar 18,638, koefisien X1 sebesar 0,085,
koefisien X2 0,110.
Selanjutnya pada tabel diatas juga dapat dilihat bahwa nilai thitung untuk kecerdasan emosional (X1)
sebesar 2,259 , untuk kecerdasan spiritual (X2) sebesar
2,855. Untuk mengetahui tingkat signifikansi secara parsial pada tingkat kepercayaan 95% pengujian hipotesis dengan uji t dilakukan dengan membandingkan antara thitung dengan ttabel. Sebagai berikut:
• Pengaruh variabel kecerdasan emosional terhadap perilaku belajar.
Secara parsial (uji t) yang diperoleh dari nilai
Thitung pada persamaan regresi linear berganda
menyatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh signifikan (nyata) terhadap perilaku belajar, dikarenakan Thitung sebesar 2,259 dan Ttabel
(n-k-1, 5% uji satu pihak) = 1,662 di mana Thitung >
Ttabel dengan nilai signifikansi 0,026 dibawah 0,05. Hasil ini menunjukan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional dalam diri seorang mahasiswa akan semakin meningkatkan perilaku belajar mahasiswa itu sendiri. Hal ini sama seperti yang disebutkan oleh Ananto (2008) yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa akuntansi sangat terbantu jika memiliki kecerdasan emosional.
• Pengaruh variabel kecerdasan spiritual terhadap perilaku belajar.
Secara parsial (uji t) yang diperoleh dari nilai
Thitung pada persamaan regresi linear berganda
menyatakan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh secara signifikan (nyata) terhadap perilaku belajar, dikarenakan Thitung = 2,855 dan Ttabel (n-k-1, 5% uji satu pihak) = 1,662 di mana Thitung >
Ttabel dengan nilai signifikansi 0, 005 dibawah 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa akuntansi memiliki kecerdasan spiritual didalam memahami akuntansi. Hal ini dikarenakan oleh keyakinan mahasiswa akuntansi bahwa kecerdasan spiritual tersebut sangat diperlukan didalam segala aspek pendidikan khususnya akuntansi. Hasil ini sama seperti yang disebutkan oleh Panangian (2012), yang menyebutkan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh ketika seorang mahasiswa dihadapi dengan kondisi dan situasi apapun dalam memahami pembelajaran akuntansi, karena kecerdasan spiritual merupakan salah satu kecerdasan pelengkap dari kecerdasan intelektual yang menjadikan seseorang menjalani roda kehidupan lebih bermakna dan bermanfaat pada orang-orang disekitar mereka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa akuntansi
Jurnal Visioner & Strategis, Volume 4, Nomor 2, September 2015
Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Perilaku Belajar Mahasiswa Hendra Raza
70 yang mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi mampu mengintegrasikan kekuatan otak dan hati manusia dalam membangun karakter dan kepribadian yang tangguh berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan (Umiarso, 2011:59).
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan menunjukkan bahwa variabel kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku belajar.
Jurnal Visioner & Strategis, Volume 4, Nomor 2, September 2015
Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Perilaku Belajar Mahasiswa Hendra Raza
71
REFERENSI
Abdullah, (2001). Pengaruh Perilaku Belajar Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Akuntansi, Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi, Volume 1, No. 3, 63-86
Agustian, Ary Ginanjar, (2005). Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosional dan Spiritual, New Edition, Penerbit Arga, Jakarta.
Alder, Harry. (2001). Pacu EQ dan IQ anda , Erlangga . Jakarta
Ananto, Hersan. (2008). Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi. Skripsi. Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.Solo. Baharuddin. (2010). Pendidikan Dan Psikologi perkembangan. Ar-Ruzz Media : Jogjakarta.
Balkaoui, Ahmed Riahi. (2000). Teori Akuntansi Edisi Pertama. Penerbit Salemba Empat. Jakarta. Clutterbuck. (2003). The power of Empowerment. Jakarta. PT.Bhuana Ilmu Populer.
Cooper, R.K. and Sawaf, A. (1999). Executive EQ. Kecerdasan Emosional Dalam Kepemimpinan dan Organisasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Darwin, charless, (2008). Pengantar Psikologi jilid 8. Erlangga. Jakarta
Ghozali, Imam. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketiga. Badan Penerbit Universitas Dipenogoro: Semarang.
Goleman, Daniel (2005). kecerdasan emosi untuk mencapai puncak prestasi . penerbit Gramedia . Jakarta. Goleman, Daniel (2007). Social Intellegence. Penerbit : Gramedia . Jakarta.
Gujarati, Damodar, (2001). Ekonometrika Dasar, Erlangga, Jakarta
Hanafiah dan syukri, (2001). Perilaku Belajar dan Kecerdasan Emosi Dalam Mempengaruhi Stres Mahasiswa Dalam Pemahaman Akuntansi. http; //pustakaakuntansiku.wordpress.com . Diakses pada tanggal 18 april 2013.
Harahap, Sofyan Syafri. (2005). Teori Akuntansi. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta.
Harahap (2003). Pengertian Pemahaman Akuntansi Menurut Para Ahli. www.tiwi’s blogspot.com. Di akses tanggal 30 juli 2013.
Kleso (2002). .Pengertian Pemahaman Akuntansi Menurut Para Ahli. www.tiwi’s blogspot.com. Di akses tanggal 30 juli 2013.
Marita, Suryaningrum, S dan Naafi, Hening S. (2007). Kajian Empiris Atas Perilaku Belajar Dan Kecerdasan Emosional Dalam Mempengaruhi Stres Kuliah Mahasiswa Akuntansi. Simposium Nasional Akuntansi XI: Pontianak.
Mardahlena, (2007). Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi, Skripsi, Universitas Budi Luhur.
Melandy, Rissyo dan Aziza, Nurna. (2006). Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi, Kepercayaan Diri Sebagai Variabel Pemoderasi. Simposium Nasional Akuntansi IX: Padang.
Jurnal Visioner & Strategis, Volume 4, Nomor 2, September 2015
Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Perilaku Belajar Mahasiswa Hendra Raza
72
Mu’tadin, Zainun, (2002). Mengenal kecerdasan remaja pada usia dini. www.e.psikologi.com. Di akses tanggal 15 april 2013.
Notoatmodjo, Soekidjo (2010). Metodelogi penelitian kesehatan / Soekidjo Notoatjmodjo.-Ed. Rev.Jakarta:Rineka Cipta, 2010.
Nuraini, Maya (2007). Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar Mahasiswa Akuntansi Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi. Jurnal BETA Gresik, Maret. http://eprints.uny.ac.id. Di akses tanggal 19 april 2013.
Pangestu, Arie. (2009). Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Sosial dan Kecerdasan Intelektual Terhadap Pemahaman Akuntansi. UPN Veteran Jakarta.
Rachmi, Filia. (2010). Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, dan Prilaku Belajar Terhadap Tingakat Pemahaman Akuntansi. Skripsi. Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro: Semarang. Riduwan.(2005). Rumuspenentuanjumlahsampel. http://skripsimahasiswa.blog spot.com/2012/12/. Di akses
tanggal 2 Oktober 2013.
Soemarso.( 2000 ). Pengantar Akuntansi. PT. rineka cipta. Jakarta
Suwardjono. (2005). Prilaku belajar mahasiswa di perguruan tinggi. www.sumardjono.com. Di akses tanggal 14 april 2013.
Trisnawati, Eka Indah dan Suryaningrum Sri, (2003), Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi”, Simposium Nasional Akuntansi VI, Surabaya.
Wahab, Abdul dan umiarso, (2011). Kepemimpinan Pendidikan dan Kecerdasan Spiritual, Jogjakarta: Ar- Ruzz Media.
Winardi (2001). Motivasi dan Permotivasian dalam manajemen. Rajawali Pers Jakarta.
Yosep, Iyus. (2005). Pentingnya ESQ (Emosional & Spiritual Quotion) Bagi Perawat Dalam Manajemen Konflik. Disampaikan pada Cerdas, Kreatif, Berwawasan Dan Mandiri (Cerebri) Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad: Bandung. http://dc153.4shared.com/doc/6O7ttZIP/preview.html. Di akses tanggal 17- April 2013.
Zohar, Danah dan Marshal, Ian , (2007). Kecerdasan spiritual, Terjemahan Rahmani Astuti, Ahmad najib, Ahmad Baiquni, Penerbit Mizan, Bandung.
Jurnal Visioner & Strategis, Volume 4, Nomor 2, September 2015
Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Perilaku Belajar Mahasiswa Hendra Raza
73
Rahmaniar
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh Lhokseumawe