BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHAS

A. Hasil Penelitian

1) Perencanaan (Planning)

Kegiatan awal yang dilakukan oleh peneliti pada tahap perencanaan

adalah observasi lapangan. Observasi pendahuluan ini dilakukan di kelas

X-7 untuk mendapatkan gambaran umum mengenai proses pembelajaran

di Kelas X-7 SMA Kolese De Britto. Pada awal proses pembelajaran, guru

memberikan pengantar materi dengan pancingan pertanyaan kepada siswa.

Selama proses pembelajaran berlangsung, guru sudah menerapkan

beberapa metode, antara lain metode ceramah, tanya jawab, dan presentasi.

Pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, guru mempersilahkan

siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok, tujuannya untuk

melatih keberanian dan keaktifan siswa selama kegiatan berlangsung. Agar

tidak terjadi kesalahan konsep terhadap materi yang diajarkan, guru

memberikan klarifikasi kepada siswa di depan kelas.

Klarifikasi yang dilakukan guru menarik perhatian siswa, hal ini

terlihat dari adanya aktivitas siswa dalam mengajukan pertanyaan dan

menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh guru. Aktivitas siswa dalam

mengajukan pertanyaan dan menanggapi pertanyaan guru sangat

mendukung proses pembelajaran yang aktif. Akan tetapi, aktivitas

bertanya dan menanggapi pertanyaan masih didominasi oleh beberapa

siswa saja. Sedangkan siswa lain duduk diam, menulis, mendengarkan

Terkait dengan proses pembelajaran siswa kelas X-7 khususnya pada

materi Protista, peneliti langsung mewawancarai guru Biologi yang

bersangkutan dan meminta data nilai materi protista siswa X-7 pada tahun

sebelumnya. Adapun permasalahan yang ada yaitu minat baca siswa yang

tergolong rendah karena materi Protista tertuang dalam wacana yang

relatif panjang, kesulitan dalam menyerap bahasa asing/nama-nama ilmiah,

dan program tuntas yang diharapkan oleh guru masih belum tercapai,

ditandai dengan hasil belajar siswa yang masih banyak mendapatkan nilai

dibawah batas ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 70.

Dari 37 siswa, 59,5 % siswa yang mencapai batas ketuntasan dan

selebihnya 40,5 % siswa belum mencapai KKM.

Kegiatan selanjutnya pada tahap perencanaan yaitu studi pustaka dan

penyusunan rencana tindakan. Studi pustaka berkaitan dengan sumber atau

referensi yang digunakan untuk mendukung kajian pustaka dalam

penelitian. Penyusunan rencana tindakan berkaitan dengan persiapan

penyusunan instrumen penelitian dan pembelajaran yaitu silabus, RPP,

LKS, modul, lembar pretest, lembar postest, lembar pengamatan aktivitas

siswa, media TTS, kuesioner siswa, dan lembar refleksi guru.

2) Pelaksanaan (Acting)

Tahap pelaksanaan tindakan ini dilaksanakan sesuai skenario pembelajaran

yang telah direncanakan pada tiap siklusnya.

a. Pelaksanaan Siklus I

Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan sebanyak 3

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dipersiapkan oleh

peneliti. Ketiga pertemuan tersebut meliputi pretest, pemberian sub

materi alga dengan metode permainan edukatif TTS, dan postest I.

Pretest dilaksanakan pada pertemuan pertama hari Kamis, 25

Oktober 2012 dengan 1 jam pelajaran yaitu 45 menit. Kegiatan

diawali dengan guru memberikan penjelasan mengenai tujuan

diadakannya pretest. Kegiatan dilanjutkan dengan guru memberikan

lembar pretest kepada siswa kelas X-7. Selama pelaksanaan pretest,

siswa tidak diperkenankan membuka buku pegangan. Pelaksanaan

pretest selama 30 menit dan diadakan di ruangan kelas X-7 dengan

jumlah peserta 37 siswa. Presensi kehadiran dijalankan ketika pretest

sedang berlangsung. Diakhir kegiatan, guru memberikan handout dan

tugas kelompok untuk mengerjakan LKS sub materi alga. Guru juga

memberikan pengarahan untuk pertemuan selanjutnya siswa duduk

dengan kelompoknya masing-masing sesuai daftar anggota kelompok

yang sudah ditentukan dan diberikan kepada ketua kelas.

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Oktober

2012 dengan waktu 2 jam pelajaran yaitu 90 menit. Awal

pembelajaran guru melakukan persiapan selama 10 menit. Guru

memeriksa kesiapan siswa dan memperkenalkan permaianan edukatif

TTS. Kegiatan dilanjutkan dengan menjelaskan tujuan dan manfaat

pembelajaran dengan permaianan edukatif TTS serta menjelaskan

alur-alur ketetapan belajar. Presensi kehadiran dijalankan ketika

proses pembelajaran sedang berlangsung.

Guru masuk pada kegiatan inti selama 70 menit. Diawali

dengan guru meminta siswa untuk duduk dalam kelompoknya

masing-masing yang sudah dibagi dalam 6 kelompok. Masing-masing-masing

observer menempatkan dirinya sesuai dengan kelompok yang sudah

dibagi oleh peneliti untuk bertugas mencatat aktivitas siswa. Tiap

observer membawa lembar observasi siswa dan call card sejumlah

siswa dalam kelompok. Kemudian masing-masing siswa mengenakan

call card sesuai dengan nomor presensinya. Tujuannya untuk

mempermudah observer dalam mencatat aktivitas tiap siswa.

Kemudian guru meminta siswa untuk mengumpulkan LKS yang telah

dikerjakan.

Kegiatan inti dilanjutkan dengan guru memberikan

pendahuluan atau pengantar materi yang akan dipelajari yaitu Protista

Mirip Tumbuhan (Alga/Ganggang) dengan menayangkan power point

berisi ringkasan materi yang akan dibahas. Pengantar materi juga

diselingi dengan tanya-jawab. Pencatatan aktivitas siswa dimulai sejak

pengantar materi, guru menyampaikan materi dengan permainan

edukatif TTSselama 50 menit.

Langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut.

1. Guru meminta siswa menempel media TTS ukuran besar di papan

tulis kelas. Di media TTS terdapat 48 pertanyaan

2. Wakil kelompok (6 kelompok) mengambil kartu pertanyaan

TTS. Masing-masing kelompok mendapat 8 kartu. Di sisi kartu

terdapat 2 bagian yaitu sisi pertama berisi nomor soal diikuti

dengan petunjuknya ”mendatar/menurun” dan nilai yang

diperoleh jika benar menjawab. Sisi kedua berisi soal atau

pertanyaan

3. Posisi kartu yang dibuka adalah bagian yang berisi keterangan

nomor soal misalnya ” 2 mendatar ” bukan isi pertanyaannya (tiap kelompok tidak diperbolehkan untuk melihat isi pertanyaan)

4. Ketika guru memberikan perintah, misal : ” 2 mendatar ”

5. Kelompok yang mendapat kartu 2 mendatar bertugas untuk

mendekte pertanyaan yang diajukan untuk semua kelompok

6. Kelompok yang dengan benar menjawab pertanyaan tersebut

(jawaban telah diterima guru) dapat mengisinya di media TTS

depan kelas

7. Kelompok yang salah menjawab tidak boleh menjawab lagi dan

akan dilempar pada kelompok lain

8. Kelompok yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar

akan mendapatkan point sesuai dengan nilai yang tertera di kartu

9. Observer mencatat siswa yang bertanya dan menjawab (tiap siswa

dalam kelompok bergiliran untuk memberikan pertanyaan dan

menjawab pertanyaan TTS)

Kegiatan penutup dilaksanakan selama 10 menit. Kegiatan

diakhiri dengan perhitungan jumlah skor yang diperoleh tiap

kelompok. Kemudian guru memberikan penghargaan berupa reward

dan tepuk tangan bersama seluruh siswa kepada juara 1, 2, dan 3.

Secara lisan guru meminta 2 wakil siswa menyampaikan

tanggapannya mengenai pembelajaran dengan metode TTS dan

merangkum butir-butir pembelajaran. Kegiatan dilanjutkan dengan

guru memberikan arahan, pertemuan selanjutnya akan diadakan

postest I untuk materi Protista Mirip Tumbuhan (Alga/Ganggang).

Gambar 4.2. Siswa Bermain Teka-Teki Silang di Siklus I

Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Kamis, 1 November

2012 dengan waktu 1 jam pelajaran yaitu 45 menit. Guru memberikan

postest siklus I. Presensi kehadiran dijalankan ketika postest sedang

berlangsung. Di akhir kegiatan, guru memberikan handout dan tugas

kelompok untuk mengerjakan LKS sub materi protozoa dan

dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.

Gambar 4.3. Siswa Mengerjakan Soal Postest Siklus I

b. Pelaksanaan Siklus II

Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilaksanakan sebanyak 2 kali

pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 November

2012 dengan waktu 2 jam pelajaran yaitu 90 menit. Awal pembelajaran

guru melakukan persiapan selama 10 menit. Guru memeriksa kesiapan

siswa dan menjelaskan peraturan permaianan edukatif teka-teki silang

untuk siklus 2. Presensi kehadiran dijalankan ketika proses pembelajaran

sedang berlangsung.

Kegiatan inti dilaksanakan selama 70 menit. Diawali dengan guru

meminta siswa untuk duduk dalam kelompoknya masing-masing yang

sudah dibagi dalam 6 kelompok. Masing-masing observer menempatkan

bertugas mencatat aktivitas siswa. Tiap observer membawa lembar

observasi siswa dan call card sejumlah siswa dalam kelompok. Kemudian

masing-masing siswa mengenakan call card sesuai dengan nomor

presensinya. Kemudian guru meminta siswa untuk mengumpulkan LKS

yang telah dikerjakan.

Kegiatan inti dilanjutkan dengan guru memberikan pendahuluan

atau pengantar materi yang akan dipelajari yaitu Protista Mirip Hewan

(Protozoa) dengan menayangkan power point berisi ringkasan materi yang

akan dibahas. Pengantar materi juga diselingi dengan tanya-jawab.

Pencatatan aktivitas siswa dimulai sejak awal guru memberikan

pendahuluan atau pengantar materi. Setelah pengantar materi, guru

menyampaikan materi dengan permainan edukatif teka-teki silang selama

50 menit. Langkah-langkah kegiatannya :

1. Guru memberi instruksi untuk berkumpul di lapangan sepak bola

2. Tiap kelompok berdiri membentuk barisan di belakang garis

3. Tiap kelompok mendapatkan 1 kertas dengan 2 sisi. Sisi 1 adalah

lembar TTS dan sisi 2 adalah lembar pertanyaan. Lembar TTS dan

pertanyaan dibuat sama dengan kelompok lain tetapi berbeda warna

kertasnya

4. Lembar TTS berada pada jarak ± 3 meter dari barisan

5. Ketika waktu dimulai, siswa pada barisan pertama berlari sejauh 3

meter untuk mengisi TTS. Pemain hanya boleh mengisi 1 pertanyaan

dalam TTS

6. Jika pemain tidak mengetahui jawabannya, pemain dapat berlari ke

7. Setelah siswa mengisi TTS dengan benar (observer telah

mencocokkan jawabannya dengan kunci jawaban), pemain tersebut

kembali pada barisan paling belakang, kemudian dilanjutkan dengan

pemain pada barisan depan.

8. Observer akan mencatat tiap siswa yang menjawab TTS, bertanya

pada teman, dan menjawab pertanyaan yang diajukan teman

9. Setelah waktu yang ditentukan berakhir, maka berakhirlah permainan.

kelompok yang dengan benar menjawab pertanyaan akan

mendapatkan point.

Kegiatan penutup dilaksanakan selama 10 menit. Kegiatan diakhiri

dengan perhitungan jumlah skor yang diperoleh tiap kelompok. Kemudian

guru memberikan penghargaan berupa reward dan tepuk tangan. Secara

lisan guru meminta 2 wakil siswa menyampaikan tanggapannya mengenai

pembelajaran dengan metode TTS dan merangkum butir-butir

pembelajaran. Kegiatan dilanjutkan dengan guru memberikan arahan,

pertemuan selanjutnya akan diadakan postest II.

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 November 2012

dengan waktu 2 jam pelajaran yaitu 90 menit. Guru memberikan arahan

mengenai jalannya postest. Dilanjutkan dengan postest II selama 45 menit.

Presensi kehadiran dijalankan ketika postest sedang berlangsung. Setelah

itu, siswa diminta untuk mengisi lembar refleksi.

Gambar 4.5. Siswa Mengerjakan Soal Postest Siklus II

3) Observasi (Observing)

Pada tahap ini, peneliti dibantu oleb observer untuk mengobservasi

tingkat aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Pengamatan tingkat

aktivitas siswa dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat

oleh peneliti dan dengan dokumentasi kegiatan. Masing-masing observer

menempatkan dirinya sesuai dengan kelompok yang sudah dibagi oleh

peneliti untuk bertugas mencatat aktivitas siswa.

Tiap observer membawa lembar observasi siswa dan call card

sejumlah siswa dalam kelompok untuk mempermudahkan dalam melihat

memberikan pendahuluan atau pengantar materi hingga penerapan metode

permainan edukatif TTS pada materi Protista

4) Evaluasi (Evaluating)

Pada tahap ini, guru memberikan soal berupa tes evaluasi di akhir

siklus sebagai aplikasi sejauh mana siswa memahami konsep-kosep yang

telah diajarkan melalui permaianan edukatif TTS dengan tujuan untuk

mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Selanjutnya peneliti

melakukan tabulasi dari hasil postest setiap siklus dan data dari lembar

observasi yang diisi oleh observer dengan tujuan untuk mengetahui

peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran.

Evaluasi hasil belajar dan aktivitas siswa pada setiap siklus adalah sebagai

berikut :

1. Siklus I

a. Hasil Pretest

Berdasarkan data diketahui bahwa rata-rata nilai pretest siswa

kelas X-7 adalah 35,27. Secara klasikal, siswa yang memperoleh

nilai ≥ 70 hanya 1 orang siswa dengan persentase ketuntasan

belajar 2,7 %. Selebihnya 36 orang siswa lainnya mendapat nilai

≤ 70 dengan persentase ketidaktuntasan belajar sebesar 97,3 %.

Hasil pretest sebelum melakukan tindakan kelas adalah sebagai

Tabel 4.1. Hasil Pretest Siswa

No Hasil Pretest Pencapaian

1. Nilai tertinggi 70

2. Nilai terendah 20

3. Rata-rata 35,27

4. Jumlah siswa yang tuntas belajar ≥ 70 1

5. Jumlah siswa yang tidak tuntas belajar ≥ 70 36

6. Persentase ketuntasan belajar secara klasikal 2,7 %

b. Hasil Postest Siklus I

Berdasarkan data diketahui nilai rata-rata kelas adalah 82,72.

Secara klasikal, siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 29

orang siswa dengan persentase ketuntasan belajar 78,38%. Siswa

sebanyak 8 orang mendapatkan nilai ≤ 70 dengan persentase

ketidaktuntasan belajar sebesar 21,62%. Hasil postest siklus I

adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2. Hasil Postest Siklus I

No Hasil Ulangan Harian Pencapaian

1. Nilai tertinggi 100

2. Nilai terendah 58

3. Rata-rata 82,72

4. Jumlah siswa yang tuntas belajar ≥ 70 29

5. Jumlah siswa yang tidak tuntas belajar ≥ 70 8

c. Aktivitas Siswa Siklus I

Perhitungan tingkat aktivitas siswa dimulai dari siswa yang

memiliki kategori aktivitas baik hingga sangat baik. Berdasarkan

data yang diperoleh, tingkat aktivitas siswa dalam bertanya dan

menjawab pertanyaan masih tergolong rendah, hanya 19 siswa

dengan persentase 51,35% yang memiliki minat tinggi dalam

bertanya dan menjawab. Selebihnya, 18 siswa dengan persentase

48,65% kurang memiliki minat dalam bertanya maupun

menjawab. Tingkat aktivitas siswa pada siklus I adalah sebagai

berikut :

Tabel 4.3. Tingkat Aktivitas siswa Siklus I

Skala Skoring Jumlah Siswa Persentase

1. Aktivitas sangat rendah 5 13,53%

2. Aktivitas rendah 3 8,10%

3. Aktivitas cukup 10 27,02%

4. Aktivitas tinggi 8 21,63%

5. Aktivitas sangat tinggi 11 29,72%

2. Siklus II

a. Hasil Postest Siklus II

Berdasarkan data diketahui nilai rata-rata kelas adalah 88,64.

Secara klasikal, siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 34

orang siswa dengan persentase ketuntasan belajar 91,89 %. Siswa

ketidaktuntasan belajar sebesar 8,01 %. Hasil postest siklus I

adalah sebagai berikut :

Tabel 4.4. Hasil Postest Siklus II

No Hasil Ulangan Harian Pencapaian

1. Nilai tertinggi 100

2. Nilai terendah 58

3. Rata-rata 88,64

4. Jumlah siswa yang tuntas belajar ≥ 70 34

5. Jumlah siswa yang tidak tuntas belajar ≥ 70 3

6. Persentase ketuntasan belajar secara klasikal 91,89 %

b. Aktivitas Siswa Siklus II

Perhitungan tingkat aktivitas siswa dimulai dari siswa yang

memiliki kategori aktivitas baik hingga sangat baik. Berdasarkan

data yang diperoleh, tingkat aktivitas siswa dalam bertanya dan

menjawab pertanyaan selama proses pembelajaran sudah

mencapai target yang diharapkan sebesar 80% siswa aktif.

Dimana 32 siswa sudah berani bertanya dan menjawab

pertanyaan selama proses pembelajaran dengan persentase

86,50%. Selebihnya, 5 siswa dengan persentase 13,50% masih

kurang memiliki minat dalam bertanya maupun menjawab.

Tabel 4.5. Tingkat Aktivitas siswa Siklus II

Skala Skoring Jumlah Siswa Persentase

1. Aktivitas sangat rendah - -

2. Aktivitas rendah 2 5,40 %

3. Aktivitas cukup 3 8,10 %

4. Aktivitas tinggi 9 24,33 %

5. Aktivitas sangat tinggi 23 62,17 %

c. Hubungan Aktivitas dengan Hasil Belajar

Alat bantu analisis dengan menggunakan software MS Exel 2007

untuk mengetahui hubungan antara aktivitas siswa dengan hasil

belajar. Penghitungan hubungan antara aktivitas dengan hasil

belajar menggunakan uji korelasi koefisien Pearson pada level

signifikan α 0,05. Nilai koefisien korelasi (robs) adalah 0,51 dan

nilai koefisien critical (rcrit) adalah 0,325 (menurut tabel korelasi).

Dari peghitungan menunjukkan adanya hasil yang signifikan

yaitu robs > rcrit dengan perolehan hasil penghitungan 0,51 > 0,325 maka dapat disimpulkan adanya korelasi positif antara

peningkatan aktivitas dengan hasil belajar siswa kelas X-7. yaitu

semakin tinggi aktivitas siswa maka semakin tinggi pula hasil

5) Refleksi (Reflecting)

a. Refleksi Siklus I

Dilihat dari data hasil tes evaluasi dan tingkat aktivitas akhir

siklus I, hasilnya belum memuaskan karena target belum tercapai

yaitu untuk tes evaluasi memiliki target ketuntasan sebesar 80%

sedangkan hasil tes evaluasi yang didapat adalah 78,38% siswa yang

tuntas KKM. Tingkat aktivitas memiliki target yang sama yaitu

sebesar 80% sedangkan hasil akhir tingkat aktivitas siswa aktif yang

didapat adalah 51,35%. Setelah melakukan analisis nilai rata-rata,

didapatkan nilai rata kelas sebesar 82,72 yang artinya nilai

rata-rata kelas sudah mencapai target yaitu 80.

Kegiatan Siklus I berjalan kurang maksimal pada saat proses

atau cara kerja permainan TTS yang diadakan pada siklus I. Dimana

peneliti kurang mengadakan simulasi dengan guru Biologi, sehingga

pelaksanaan dalam penerapan metode permaian edukatif TTS pada

sub materi alga kurang berjalan optimal. Pada awal proses permainan

TTS, guru meminta peneliti untuk mengulang penjelasan cara kerja

permainan TTS kepada siswa kelas X-7. Selebihnya, guru dapat

menjalankan kegiatan sesuai skenario yang telah dibuat oleh peneliti.

Berdasarkan hasil tanggapan siswa mengenai permainan TTS

pada siklus I. Siswa sangat senang, antuasias, dan merasa tertantang

untuk mengisi kotak-kotak yang ada di depan kelas. Hanya saja,

media yang dibuat kurang besar sehingga kurang tampak dari

belakang. Tetapi sebelumnya, peneliti juga menyiapkan duplikat

Sehingga ketika pertanyaan dilontarkan, kelompok dapat melihat

kotak-kotak sesuai pertanyaan yang dilontarkan pada kertas media

yang disiapkan di mejanya.

Pada siklus I ini didapatkan kelebihan dan kekurangan dalam

permainan TTS. Kelebihan yang dapat dirasakan adalah adanya

peningkatan aktivitas di mana suasana kelas menjadi lebih hidup,

siswa berani mengutarakan pendapatnya, siswa dapat menjalin

kerjasama, dan siswa merasa tertantang untuk mengisi kotak-kotak

kosong yang ada di media TTS sehingga ingatan dan pengetahuan

siswa dapat terbantu dengan adanya permainan TTS ini. Kekurangan

pada siklus I yaitu media yang dibuat kurang besar sehingga kurang

jelas dari belakang. Masih adanya siswa yang kurang termotivasi

untuk ikut serta dalam proses pembelajaran dimana beberapa siswa

masih diam dan kurang antusias seperti teman-teman lainnya. Di sisi

lain, karena terlalu antusias dalam bermain kondisi kelas menjadi

kurang terkontrol yaitu siswa terlalu ribut. Pada awal proses

permainan TTS, guru meminta peneliti untuk mengulang penjelasan

cara kerja permainan TTS kepada siswa kelas X-7 sehingga tampak

kurangnya komunikasi antara peneliti dan guru yang bersangkutan.

Berdasarkan refleksi siklus I, didapatkan nilai rata-rata sudah

mencapai target penelitian, namun hasil belajar dan aktivitas siswa

belum mencapai target. Sehingga perlu diadakannya tindak lanjut

pada siklus II untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa

kelas X-7. Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah peneliti

terjadi salah konsep dan siklus II dapat berjalan lebih baik dari siklus

I. Guru dapat lebih memberikan motivasi kepada siswa agar lebih

serius dan percaya diri dalam mengungkapkan pendapatnya terutama

bagi siswa yang kurang memiliki antusias tinggi. Pelaksanaan siklus

II akan dilaksanakan di halaman lapangan sepak bola agar siswa dapat

lebih leluasa dan tidak mengganggu kelas lain pada saat jam pelajaran

berlangsung. Media yang akan dibuat pada siklus II yaitu setiap

kelompok akan mendapatkan 1 media sehingga penilaian aktivitas

tiap siswa dapat lebih mudah dilakukan.

b. Refleksi Siklus II

Dilihat dari data hasil tes evaluasi dan tingkat aktivitas akhir

siklus II, hasilnya memuaskan karena target sudah tercapai yaitu

untuk tes evaluasi memiliki target ketuntasan sebesar 80% dan hasil

tes evaluasi yang didapat adalah 91,89% siswa yang tuntas KKM.

Tingkat aktivitas memiliki target yang sama yaitu sebesar 80% dan

hasil akhir tingkat aktivitas siswa aktif yang didapat adalah 86,50 %.

Setelah melakukan analisis nilai rata-rata, didapatkan nilai rata-rata

kelas sebesar 88,64 yang artinya nilai rata-rata kelas sudah mencapai

target yang diharapkan yaitu 80.

Pada siklus II, guru sudah melakukan kegiatan dengan baik.

Guru dapat menyampaikan proses permainan TTS kepada siswa

dengan baik. Guru juga lebih dapat memotivasi siswa dalam belajar

dengan kedekatan itu, siswa juga merasa terbimbing oleh guru. Guru

terlihat lebih nyaman dalam melaksanakan kegiatan pada siklus II.

Di siklus II ini, siswa dapat dengan leluasa dan lebih antusias

dalam melaksanakan kegiatan. Siswa terlihat lebih percaya diri dalam

mengungkapkan pendapat. Siswa dapat menghargai pendapat teman

dan menjalin hubungan kerjasama yang baik antar teman. Siswa dapat

lebih menerima materi dengan baik. Bagian yang menarik dari siklus

II yaitu siswa terlihat sangat antusias dalam kompetisi permainan

TTS. Meski waktu yang ditentukan telah habis, siswa masih saja ingin

bermain.

Kerjasama yang terbina pada siklus II membuat siswa lebih

terbantu dalam memahami materi. Siswa lebih aktif bertanya kepada

teman dan berusaha menjawab pertanyaan yang diajukan temannya

dalam satu kelompok. Setiap kali siswa bertanya, semua teman dalam

satu kelompoknya berusaha untuk mencari jawaban dalam buku atau

handout yang dipegangnya. Semua siswa berperan aktif dalam

kelompok dan saling membantu untuk lebih memahami materi pada

siklus II.

Hasil analisis peneliti menunjukkan bahwa siklus II

mengalami peningkatan dalam hal hasil belajar dan aktivitas siswa di

kelas dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Hasil tersebut telah

memenuhi target ataupun standar penelitian tindakan kelas yang

ditargetkan dalam penelitian. Sehingga tidak perlu diadakan

pertambahan siklus pada kegiatan selanjutnya. Kegiatan selanjutnya

Dalam dokumen Meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X-7 SMA Kolese De Britto Yogyakarta pada materi prostista dengan permainan edukatif Teka-Teki Silang (TTS). (Halaman 58-77)