BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
yang negatif. Hal ini terlihat dari beberapa bagian dari subyek yang sebagian besar memandang dirinya secara negatif. Hal tersebut juga dapat diakibatkan oleh beberapa faktor yang membentuk konsep diri subyek ke arah negatif, yakni orang tua, kawan sebaya, dan masyarakat.30
C. Kerangka Berfikir
Berdasarkan latar belakang dan landasan teori yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat diambil suatu kerangka pemikiran sebagai berikut. Adanya komunitas Rumah Merah Putih, dalam mengembangkan bakat dan minat anak jalanan diharapkan dapat tersalurkannya bakat dan minat meraka dengan baik agar tujuan dan visi misi dari komunitas Rumah Merah Putih tercapai secara optimal.
Penelitian ini ditulis untuk mengukur komunitas Rumah Merah Putih terhadap bakat dan minat anak jalanan agar dapat tercapainya program kerja dari komunitas Rumah Merah Putih itu sendiri dan diharapkan agar cita-cita anak jalanan dapat tercapai melalui program kelas bakat dan minat ini. Dalam penelitian ini komunitas yang dimaksud adalah komunitas dibidang sosial. Komunitas sosial adalah suatu kelompok teritorial yang membina hubungan para anggotanya dengan menggunakan sarana-sarana yang sama untuk mencapai tujuan bersama. Bakat dan minat adalah sesuatu yang ada dalam diri seseorang yang saling berkaitan satu sama lain. Dapat disimpulkan bahwa diharapkan komunitas Rumah Merah Putih dapat menyalurkan bakat dan minat anak jalanan yang mereka punya agar suatu saat nanti mereka dapat mengembangkan bakatnya sehingga meraka merasa senang dengan bakat yang dimilikinya.
30
Yudit Oktaria Kristiani Pardede, Konsep Diri Anak Jalanan Usia Remaja (Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma), 2008.
Berikut bagan kerangka berfikir dari penelitian ini tentang pengaruh komunitas Rumah Merah Putih terhadap bakat dan minat anak jalanan di kampung Ciheleut Bogor Jawa Barat:
Gambar 2.2
Bagan Kerangka Berfikir Pengaruh Komunitas Rumah Merah Putih
Terhadap Bakat dan Minat Anak Jalanan
Komunitas Rumah Merah Putih
Bakat dan minat anak jalanan Sejarah berdirinya komunitas rumah merah putih Profil komunitas rumah merah putih Profil komunitas rumah merah putih Pengertian Minat Pengertian anak jalanan Pengertian Bakat Faktor yang mempengaruhi minat Ciri-ciri anak jalanan Faktor yang mempengaruhi bakat Children on the street Children of the street Children form families of the street Faktor pendorong dari dalam Faktor motif social Faktor emosi Faktor internal Faktor eksternal Kematangan fisik Lingkungan Pengalaman
D. Hipotesis Penelitian
Dalam penelitian yang berjudul Pengaruh Komunitas Rumah Merah Putih Terhadap Bakat dan Minat Anak Jalanan Di Kampung Ciheleut Bogor Jawa Barat diharapkan mempunyai hipotesis sebagai berikut:
Ha : Terdapat Pengaruh Komunitas Rumah Merah Putih Terhadap Bakat dan Minat Anak Jalanan Di Kampung Ciheleut Bogor Jawa Barat.
30
Tempat yang dipilih sebagai lapangan penelitian adalah Kampung Ciheuleut RT 04, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Oktober 2016.
B. Metode Penelitian
Menurut Sugiyono, “Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”.1 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif atau statistik inferensial yang meliputi statistik nonparametris. Jadi data yang diperoleh berupa angka absolut dan hasil notasi atau simbol (bukan kata-kata). Keterangan tersebut diperoleh dengan mengambil sampel dari populasi dengan menggunakan angket (kuisioner) untuk mengetahui komunitas Rumah Merah Putih terhadap bakat dan minat anak jalanan.
C. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel yaitu variabel bebas (Independent variabel) dan variabel terikat (dependent variabel). Adapun variabel-variabel yang digunakan dalam peneltian ini adalah:
1. Variabel bebas/independent variabel (X) adalah komunitas Rumah Merah Putih.
2. Variabel terikat/ dependent variabel (Y) adalah bakat dan minat anak jalanan.
1
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2015),cet 22, hal. 2
D. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Dalam penelitian kuantitatif, populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajarai dan kemudian ditarik kesimpulannya.2
Adapun yang menjadi populasi adalah seluruh anak asuh Komunitas Rumah Merah Putih yang berjumlah 30 anak asuh di Kampung Ciheuleut, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi itu.3 Dalam penelitian ini digunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu digunakan bila populasi mempunyai anggota/ unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Adapun yang menjadi sampel adalah anak asuh Komunitas Rumah Merah Putih yang berada di kampung Ciheleut dari 30 anak asuh dipilih 15 orang yang memenuhi kriteria penelitian yaitu berusia 11- 15 tahun
E. Definisi Konseptual
Agar tidak terjadi kesalahpahaman dari pembaca, penulis perlu menjelaskan beberapa istilah yang berkaitan dengan judul di atas, yakni:
1. Pengaruh
Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Jadi, bisa dikatakan bahwa pengaruh merupakan daya atau tenaga yang timbul dari sesuatu baik dari orang atau benda serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga memberikan suatu perubahan terhadap hal-hal disekelilingnya seperti watak, kepercayaan maupun perbuatan seseorang. 2 Ibid., hal 215 3 Ibid., hal.215
2. Komunitas
Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan dan melakukan kegiatan sosial karena memiliki keterkaitan satu sama lain dan habitat yang sama. Dalam hal ini komunitas Rumah Merah Putih adalah sebuah komunitas nonformal dibidang pendidikan yang berfokus pada bakat dan minat anak jalanan di wilayah kota Bogor tepatnya di kampung Ciheleut.
3. Bakat dan Minat a. Bakat
Bakat adalah suatu kemampuan khusus yang dimiliki oleh setiap individu yang memerlukan rangsangan atau latihan agar bakat yang dimilikinya dapat berkembang dengan baik. Apabila seseorang sudah dapat diketahui bakat yang dimilikinya maka dengan mudah dapat diamati karena kemampuan bakat yang dimilikinya berkembang dengan pesat seperti kemampuan di bidang seni, olah raga, atau keterampilan.
b. Minat
Minat adalah suatu keinginan seseorang yang erat kaitannya dengan perasaan senang (positif) terhadap sesuatu tindakan yang dianggapnya berharga atau sesuai dengan kebutuhan yang ada pada dirinya sehingga dapat memberi kepuasan kepada dirinya.
Kesimpulannya adalah bakat merupakan kemampuan yang sudah ada dalam diri seseorang untuk dapat dikembangkan dengan baik, dalam hal ini adalah bakat anak jalanan. Sedangkan minat adalah keinginan seseorang yang mereka senangi atau mereka sukai untuk mengembangkan bakat yang dimiliki, dalam hal ini adalah minat yang ada pada anak jalanan di kampung Ciheleut Bogor.
4. Anak Jalanan
Anak jalanan adalah sebuah istilah yang mengacu pada anak-anak tunawisma yang tinggal di wilayah jalanan dan sebagian waktunya dihabiskan untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalanan dan tempat-tempat umum lainnya.
F. Definisi Operasional
Agar konsep data diteliti secara empiris maka konsep tersebut harus didefinisikan dengan cara mengubahnya menjadi variabel atau sesuatu yang mempunyai nilai. Penjelasan definisi operasional dari variabel-variabel penelitian ini adalah:
1. Komunitas Rumah Merah Putih adalah skor penilaian dari jawaban responden yang mengukur dimensi pengaruh komunitas Rumah Merah Putih (dengan indikator: Keberadaan komunitas Rumah Merah Putih, Pengajar di komunitas Rumah Merah Putih, Dukungan dari keluarga untuk mengikuti komunitas Rumah Merah Putih, dan Program kerja komunitas Rumah Merah Putih sebagai keberlangsungan visi misi dan tujuan komunitas).
2. Bakat dan minat anak jalanan adalah skor penilaian dari jawaban responden yang mengukur dimensi tentang keadaan bakat dan minat anak jalanan (dengan indikator: Keberadaan kelas bakat dan minat sebagai mengembangkan bakat anak jalanan, Keberadaan kelas bakat dan minat sebagai tambahan ilmu pengetahuan, Pengajar di kelas bakat dan minat).
G. Teknik Pengumpulan Data
Setiap penelitian memerlukan metode dan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan masalah yang dihadapi. Metodologi penelitian ini sangat tepat digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang objektif. Dalam pelaksanaannya penulis menggunakan dua jenis penelitian, adalah sebagai berikut:
1. Library Research (studi kepustakaan), digunakan untuk melihat dan mempelajari buku-buku, literatur-literatur dan bahan referensi lainnya sebagai sumber untuk menguraikan landasan teoritis dari skripsi ini.
2. Field Research (studi lapangan), digunakan untuk mencari dan mengumpulkan data dari lapangan. Yang dalam pelaksanaannya digunakan 2 (Dua) instrumen penelitian yaitu:
a. Angket (Kuesioner)
Kuesioner merupakan cara untuk mengumpulkan data yang dilakukan dengan cara memberi serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis yang harus dijawab oleh reponden. Kuesioner ini merupakan cara yang paling tepat untuk mengumpulkan data jika peneliti mengetahui dengan pasti variabel yang akan di ukur dan mengetahui apa yang bisa diharapkan dan di dapatkan dari responden.4 Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup, yaitu berupa pernyataan-pernyataan yang telah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih jawaban yang paling tepat pada lima alternative jawaban yang disediakan.
Angket diberikan kepada lima belas anak asuh komunitas Rumah Merah Putih di kampung Ciheleut, kota Bogor. Dalam penelitian ini, digunakan angket langsung untuk memperoleh data, karena data yang diperoleh langsung dari sumber utama. Angket ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang komunitas Rumah Merah Putih dan bakat dan minat anak jalanan di kampung Ciheleut Bogor Jawa Barat. Angket ini dimaksud sebagai suatu daftar pertanyaan untuk memperoleh data-data berupa jawaban dari para anak asuh komunitas Rumah Merah Putih atas pertanyaan-pertanyaan tentang komunitas Rumah Merah Putih dan bakat dan minat anak jalanan di kampung Ciheleut Bogor Jawa Barat. Kemudian angket yang digunakan dan didesain dengan menggunakan skala likert.
4
Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala likert maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel.5Adapun bobot yang diberikan adalah sebagai berikut:
1) Sangat setuju : Mempunyai bobot nilai 5
2) Setuju : Mempunyai bobot nilai 4
3) Ragu-ragu : Mempunyai bobot nilai 3
4) Tidak setuju : Mempunyai bobot nilai 2 5) Sangat tidak setuju : Mempunyai bobot nilai 1
Agar penelitian menjadi lebih mudah, sebelum membuat pertanyaan pertanyaan kuesioner peneliti membuat kisi-kisi kuesioner. Adapun rincian kisi-kisi instrumen penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.1
Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
No Variabel Kisi-kisi No soal
1. Komunitas Rumah Merah Putih 1. Keberadaan komunitas Rumah Merah Putih 2. Pengajar di komunitas Rumah Merah Putih 3. Dukungan dari keluarga untuk mengikuti komunitas Rumah Merah Putih,
4. Program kerja komunitas Rumah 1,2,5, 3 4 6,7,8,9,10 5 Ibid., hal. 134
Merah Putih sebagai keberlangsungan visi misi dan tujuan komunitas
2. Bakat dan minat anak jalanan
1. Keberadaan kelas
bakat dan minat sebagai
mengembangkan bakat anak jalanan
2. Keberadaan kelas
bakat dan minat sebagai tambahan ilmu pengetahuan
3. Pengajar di kelas bakat dan minat
11,12,14,15
13, 16, 17
18,19,20
b. Wawancara
Wawancara yaitu cara yang ditempuh untuk mewawancarai para informan demi memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini. Wawancara ditujukan dengan jalan mengajukan pertanyaan langsung kepada founder komunitas Rumah Merah Putih dan ketua komunitas Rumah Merah Putih.
H. Uji Coba Instrumen
1. Uji Validitas
Validitas adalah sebuah ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat ke validan atau keshahihan suatu instrumen.6 Perhitungan validitas dilakukan dengan menggunakan teknik correted item – total correlation
sebagai berikut:7 6 Ibid., h.168 7 Ibid., h.72
x i ix i x i x x is
s
r
s
s
s
s
r
r
ix
1 2 2 Keterangan : x1 ir = Koefisien korelasi item – total setelah dikoreksi
ix
r = Koefisien korelasi item total sebelum dikoreksi
x
S = Standar deviasi skor total
i
S = Standar deviasi skor item yang dihitung
Kriteria penilaian instrumen dikatakan valid apabila ri x1 lebih besar
dari pada rtabel,dan sebaliknya apabila ri x1 lebih kecil dari pada rtabel maka
isntrumen dikatakan tidak valid.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas merupakan tingkat kepercayaan terhadap suatu pengukuran. Pengukuran dapat dikatakan memiliki reliabilitas tinggi apabila hasil pengukuran tersebut mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya (reliabel). Reliabilitas juga sering disebut sebagai keterpercayaan, kampuan, ketetapan, konsisten, kesatabilan dan sebagainya. Namun inti dari konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.8 Untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen dengan tes pertanyaan, rumus yang digunakan adalah rumus Alpha (alpha cronbach) sebagai berikut9 :
2 1 2 1 11 1 1 n n r Keterangan : 11r = Reliabilitas yang dicari
8
Ety Rochaety dkk, Metodologi Penelitian Bisnis Dengan Aplikasi SPSS, (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2009) hal. 49
9
n = Banyak butir soal yang valid
21
= Jumlah varian skor tiap-tiap item
2 1
= Varian total
Hasil penelitian dengan menggunakan rumus tersebut digolongkan dalam pedoman interpretasi koefisien korelasi menurut Sugiyono sebagai berikut:
Tabel 3.2
Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi (sumber:
Metode Penelitian Pendidikan (Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif & R&D)
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,00 Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat
Kriterianya adalah jika harga Alpha sama dengan atau lebih besar 0,600 berarti reliabel, sebaliknya jika harga Alpha lebih kecil dari 0,600 berarti tidak reliabel.
I. Teknik Pengolahan Data
1. Editing
Editing yang memeriksa hasil jawaban yang telah diisi oleh responden.10 Tujuan dari editing ini adalah untuk mengurangi kesalahan dan kekurangan yang terdapat dalam daftar pernyataan.
10
Amirul Hadi dan Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia,1998), hal. 142
2. Skoring
Untuk menentukan scoring semua pernyataan yang terdapat diangket akan ditabulasikan dengan skor nilai setiap item nya, dengan cara jawaban yang berupa huruf akan dirubah menjadi nilai (angka) sebagai berikut:
Adapun jawaban dari angket skornya sebagai berikut: a. Untuk jawaban SS, diberi nilai 5
b. Untuk jawawabn S, diberi nilai 4 c. Untuk jawaban R, diberi nilai 3 d. Untuk jawaban TS, diberi nilai 2 e. Untuk jawaban STS, diberi nilai 1
3. Persentase
Berikutnya setelah data dari angket di hitung hasil total penjumlahannya kemudian di persentasikan ke dalam jumlah frekuensi jawaban responden untuk setiap alternatif jawaban.
Untuk penghitungan data hasil angket penulis menggunakan rumus statistik dengan Tabel Distribusi Frekuensi Relatif. Disebut sebagai frekuensi relatif karena frekuensi yang digunakan bukanlah frekuensi yang asli, melainkan frekuensi tersebut dituangkan dalam bentuk persenan.11
J. Teknik Analisis Data
1. Uji Median
Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya berbentuk ordinal digunakan teknik statistik median test.12 Uji median ini adalah merupakan prosedur pengujian apakah dua atau lebih populasi dari mana sampel independen diambil mempunyai median yang sama. Dengan hipotesis sebagai berikut:
a. Menentukan/ menghitung lebih dahulu median dari kombinasi distribusi sampelnya (overall median).
11 Anas Sudjono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), hal. 42-43
12 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2015),cet 22, hal. 152
b. Setiap variabel dihitung frekuensi nilai yang terletak pada/di atas
overall median dan di bawah overrall median. c. Buat tabel jumlah pengamatan dalam dua sampel.
Tabel 3.3
Jumlah Pengamatan Dalam Dua Sampel
Jumlah score Variabel X Variabel Y Total
Di atas overall median Di bawah overall median
A C B D a + b c + d Total a + c = n1 b + d = n2 n1 + n2 d. a = c = 0,5 n1 dan b = d = 0,5 n2.
e. Bila n = n1 + n2 lebih besar frekuensi yang diharapkan dalam salah satu sel sekurang-kurangnya 5, dipergunakan uji X2 dengan uji statistik yang dinyatakan dengan rumus:
X2 =
a b
c d
a c
b d
n bc ad n 2 2Yang mempunyai derajat bebas 1. f. Kriteria keputusan pengujiannya adalah:
H0 diterima apabila x2< x2α ; d.b.1 H0 ditolak apabila x2> x2α ; d.b.1
2. Uji Hipotesis Penelitian
Teknik Korelasi Tata Jenjang
Teknik korelasi tata jenjang digunakan apabila subjek yang dijadikan sample dalam penelitian lebih dari sembilan tetapi kurang dari tiga puluh; dengan kata lain: N antara 10-29.13 Pada teknik Korelasi Tata Jenjang angka indeks korelasi dilambangkan dengan huru ρ (Rho). Langkah untuk mencari angka indeks korelasi Rho adalah sebagai berikut:
a. Menyiapkan tabel kerja atau tabel perhitungan.
13
Anas Sudjono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), , h. 232
b. Menetapkan urutan kedudukan skor yang terdapat pada Variabel I (yaitu: R1)
c. Menetapkan urutan kedudukan skor yang terdapat pada Variabel II (yaitu: R2)
d. Menghitung perbedaan urutan kedudukan untuk masing-masing pasangan yang dikorelasikan (D = R1 – R2). Jumlah D atau ∑ D harus sama dengan nol
e. Menguadratkan D (yaitu: D2); Setelah selesai lalu dijumlahkan (∑ D2) f. Menghitung Rho dengan rumus:
ρ = 1 -
1
6 2 2
N N Dρ = Angka indeks korelasi tata jenjang
6&1 = Bilangan konstan (tidak boleh diubah-ubah)
D = Difference, yaitu perbedaan antara urutan skor pada variabel pertama
N = Number of Cases, dalam hal ini adalah banyaknya pasangan yang sedang dicari korelasinya
g. Memberikan interpretasi terhadap Rho.
Ha : Ada korelasi positif yang signifikan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y)
Ho : Tidak ada korelasi positif yang signifikan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y)
K. Hipotesis Statistik
Uji hipotesis dengan cara memberikan interpretasi dengan menggunakan Tabel Nilai ρ dengan df = N, baik pada taraf signifikansi 5% maupun pada taraf signifikansi 1%.
Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh komunitas Rumah Merah Putih terhadap bakat dan minat anak jalanan di Kampung Ciheleut Bogor Jawa Barat adalah:
1. Jika ρ yang diperoleh dalam perhitungan (ρo) sama dengan atau lebih besar dari pada harga ρ yang tercantum dalam Tabel (ρt), maka Hipotesis Nol
(HO) ditolak; sebaliknya Hipotesis alternatif (Ha) disetujui; Ada pengaruh komunitas Rumah Merah Putih terhadap bakat dan minat anak jalanan di Kampung Ciheleut Bogor Jawa Barat
2. Apabila ρo lebih kecil dari pada ρt , maka Hipotesis Nol (Ho) disetujui; sebaliknya Hipotesis alternatif (Ha) ditolak; Tidak ada pengaruh komunitas Rumah Merah Putih terhadap bakat dan minat anak jalanan di Kampung Ciheleut Bogor.
L. Sumber Data
Penulis melakukan berbagai jenis dan pengumpulan data yang bertujuan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Dan sumber data tersebut terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh dengan melakukan kuesioner (angket) dengan respondennya dari anak asuh komunitas Rumah Merah Putih sebanyak 15 orang dan wawancara sebagai informan yaitu founder dan ketua komunitas Rumah Merah Putih.
2. Data Sekunder
Yaitu data yang diperoleh dari kajian pustaka dan sebagai pendukung dari data primer seperti skripsi dan disertasi sebagai sumber tertulis lainnya yang dibahas dalam penelitian.
M. Time Schedule
Agar Agar penelitian ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan, maka peneliti membuat jadwal sebagai berikut:
Tabel 3.4
Jadwal Penelitian tahun 2016
No Kegiatan Bulan
Juli Agustus Sept Okt Nov Des Feb
1. Penyusunan Proposal √ √
2. Observasi Penelitian √
3. Pengumpulan Data √
4. Analisis dan Pengolahan Data
√
5. Penyusunan Laporan √ √ √
6. Bimbingan Akhir Skripsi √
7. Sidang Skripsi √
43
1. Gambaran Umum Komunitas Rumah Merah Putih
a. Sejarah Berdirinya Komunitas Rumah Merah Putih
Komunitas Rumah Merah Putih merupakan komunitas independen gerakan kepemudaan bidang pendidikan bagi anak-anak jalanan kota Bogor yang berfokus bakat dan minat. Komunitas ini terletak di dua tempat yaitu di Kampung Ciheuleut, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara dan di Warung Jambu, Kota Bogor. Komunitas ini berdiri sejak 20 Desember 2012, yang didirikan oleh Al Aulia Rizqi Nur Abidi, S.Tp dan Indah Khoiriyah, S.Si.
b. Visi, Misi, dan Program Komunitas Rumah Merah Putih
Visi dan Misi komunitas Rumah Merah Putih adalah sebagai berikut:
1. Visi
Menjadi komunitas yang peduli terhadap pendidikan anak marjinal berbasis pengembangan karakter
2. Misi
a. Membangun gerakan peduli pendidikan
b. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi hak pendidikan anak
c. Mendukung pendidikan formal anak marjinal
d. Menumbuhkan semangat dan motivasi anak dalam belajar e. Mengembangkan potensi anak didik Rumah Merah Putih
3. Program Komunitas Rumah Merah Putih
Beberapa program yang telah dilaksanakan oleh Rumah Merah Putih diantaranya :
a. Program Kakak Asuh; merupakan program dimana pengurus Rumah Merah Putih sebagai fasilitator menghimpun dana dari donatur komunitas Rumah Merah Putih yang bersedia untuk membiayai sekolah dari anak didik Rumah Merah Putih. Adapun mekanisme dari program ini, yaitu dengan menghubungi salah satu pengurus Rumah Merah Putih yaitu Novita Sari sebagai penanggung jawab program, lalu kami mengadakan kesepakatan dengan pihak kakak asuh. Program ini telah mendapatkan amanah dari 4 orang kakak asuh.
b. Program RMP Peduli Akte; program dimana pengurus Rumah Merah Putih sebagai fasilitator menghimpun kelengkapan berkas anak didik Rumah Merah Putih untuk dibuat akte kelahiran. Program ini telah menghimpun berkas sebanyak 20 anak didik Rumah Merah Putih.
c. Program Jalanan Berbagi (JalBer); program tahunan dalam rangka mengisi bulan Ramadhan. Program ini dalam bentuk bakti sosial atau kunjungan ke panti di sekitar Bogor.
d. Program belajar rutin (Kelas Minat Bakat); program ini dilakukan rutin setiap hari Kamis dan Sabtu di Kampung Mongol Ciheleut.
Tabel 4.1
Program Kelas Minat Bakat
Program Induk Program Setiap Kelas
Kelas Melukis 1. Mengenali bakat dan potensi diri di bidang
melukis
2. Memperkenalkan kelas lukis 3. Menguasai teknik dasar melukis 4. Mengetahui teknik gradasi warna 5. Melukis/mewarnai gambar 6. Melukis obyek
7. Proyek Jangka Pendek : Lomba Lukis
8. Proyek Tahunan : Mengikuti pameran hasil karya adik binaan
Kelas Menari 1. Mengenali bakat dan potensi diri di bidang
menari
2. Memperkenalkan kelas menari 3. Mengetahui teknik olah tubuh
4. Mengetahui dan menguasai teknik olah tubuh / pemanasan
5. Mengetahui dan latihan gerakan tari dari salah satu lagu yang sudah ditentukan berdasarkan usia dan kelompok
6. Proyek Jangka Pendek : Mengikuti Lomba Menari Anak
7. Proyek Tahunan / Jangka Panjang : Menari pada acara Tahunan Jalanan Berbagi
Kelas Menyanyi 1. Mengenali bakat dan potensi diri di bidang
menyanyi
2. Mengetahui teknik dasar menyanyi
4. Mengetahui teknik olah suara sebelum menyanyi 5. Mengetahui dan menguasai teknik pengucapan
dengan artikulasi yang benar
6. Mempunyai keberanian untuk tampil solo ataupun kelompok
7. Proyek Jangka Pendek : Mengikuti Lomba Menyanyi
8. Proyek Jangka Panjang : Tampil di Acara