• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Hasil pengumpulan data dan penelitian beserta analisisnya mengenai hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan metode konvensional dengan siswa yang diajar menggunakan pada Membuat Pola pokok bahasan membuat pola dasar badan atas sistem bunka di SMK negeri 3 Magelang, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

4.1.1 Deskripsi Data

4.1.1.1 Analisis diskriptif hasil belajar kelompok eksperimen dan kelompok konvensional

Hasil penelitian yang dilaksanakan di SMK negeri 3 Magelang kelas XI tata busana kelas XI Busana 1 sebagai kelas eksperimen 1 pembelajaran dengan jigsaw,, kelas XI Busana 2 sebagai kelas eksperimen 2 sebagai kelas konvensional. Pada prinsipnya, kedua kelompok melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui 3 tahap kegiatan yaitu kegiatan pre test, pembelajaran dan post test. Pre test digunakan untuk mengetahui kemampuan dasar siswa sebelum diadakan pembelajaran dan post test digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran. Perbedaan pembelajaran yang mendasari kedua kelompok yaitu penggunaan metode dalam proses pembelajarannya. Pada kelompok eksperimen 1 digunakan jigsaw siswa belajar dengan berkelompok, berdiskusi menyampaikan pendapat, menyumbangkan informasi, pengalaman,

ide, pendapat, kemampuan, dan ketrampilan yang dimilikinya, mempresentasikan hasil pengetahuan yang diperoleh dari sesama temannya, untuk secara bersama-sama saling meningkatkan pemahaman seluruh anggota sedangkan pada kelompok ekperimen 2 pembelajaran dilakukan secara konvensional, yakni guru menyampaikan materi dengan demostrasi bantuan alat papan tulis, buku teks yang hanya dipegang oleh guru dan siswa sebagai objek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok konvensional mengalami peningkatan. Hasil dari penelitian ini diperoleh dari nilai kognitif, afektif, psikomotorik, proses membuat pola berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada saat penelitian. Hasil analisis deskriptif dapat dilihat dari tabel berikut ini.

Tabel 4.1 Deskriptif Hasil Belajar Kelompok Eksperimen dan Kelompok Konvensional

Kelompok Tes Nilai Kognitif Afektif Psikomotorik Proses Total

Jigsaw P re Rata-rata 53,18 65,20 67,60 62,34 62,08 P o st Rata-rata 83, 99 77,34 88,20 82,63 83,04 Metode Konvensional P re Rata-rata 48,68 64,46 68,61 62,20 60,99 P o st Rata-rata 66,39 67,81 68,67 63,86 66,73

Sumber: Data Hasil Penelitian Tahun 2012 (Lampiran halaman 265)

Berdasarkan hasil dari tabel diatas menunjukkan bahwa sebelum diberikan perlakuan pre test dengan rata-rata kelompok eksperimen 62,08 dengan katagori

tinggi dan kelompok konvensional 60,99 dengan katagori tinggi. Adapun Kelompok eksperimen hasil perolehan tertinggi terdapat pada penilaian kognitif 53,18; dengan penilaian afektif tertinggi 65,20; penilaian psikomotorik 67,60, penilaian proses pola 62,34. Sedangkan kelompok konvensional hasil perolehan tertinggi terdapat pada penilaian kognitif 48,68; dengan penilaian afektif tertinggi 64,46; penilaian psikomotorik 68,61, penilaian proses pola 62,20.

Nilai post-test menunjukkan peningkatan setelah perlakuan dengan menggunakan jigsaw pada kelompok eksperimen dengan rata-rata 83,04 dengan katagori sangat tinggi dan kelompok konvensional setelah pembelajaran konvensional dengan rata-rata 66,73 dengan katagori tinggi. Kelompok eksperimen hasil perolehan tertinggi terdapat pada penilaian kognitif 83,99; dengan penilaian afektif tertinggi 77,34; penilaian psikomotorik 88,20; penilaian proses pola 82,63. Sedangkan kelompok konvensional hasil perolehan tertinggi terdapat pada penilaian kognitif 66,93; dengan penilaian afektif tertinggi 67,81; penilaian psikomotorik 68,67, penilaian proses pola 63,86.

Data diatas yang diperoleh dari hasil analisis deskriptif kelompok jigsaw dan kelompok konvensional yaitu untuk nilai pre-test menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pembelajaran, kedua kelompok berangkat dari kondisi awal yang sama serta memiliki kemampuan awal yang rendah karena jauh dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70. Nilai post-test menunjukkan adanya peningkatan setelah perlakuan dengan menggunakan jigsaw. Meskipun kedua kelompok mengalami peningkatan tetapi kelompok eksperimen 1 dengan jigsaw lebih unggul dibanding kelompok eksperimen 2 dengan metode konvensional

yang tidak menggunakan jigsaw. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil belajar post-test kelompok eksperimen lebih baik daripada kelas konvensional. Hasil analisis peningkatan hasil belajar dapat dilihat juga dari grafik dibawah ini:

Gambar 4.1. Diagram Hasil belajar jigsaw dan Kelompok Konvensional

4.1.1.2Deskripsi Data Hasil Pre Test Siswa

Hasil pre test antara siswa yang diajar menggunakan metode konvensional dengan siswa yang diajar menggunakan jigsaw Membuat Pola pokok bahasan membuat pola dasar badan atas sistem bunka dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.2 Hasil Pre-Test Siswa

Data Statistik

Nilai Pre Test

Pembelajaran dengan jigsaw Pembelajaran dengan metode konvensional Rata-rata 62,08 60,99 Varians 19,76 10,27 Standart deviasi 4,44 3,20 Nilai Minimal 51,15 55,89 Nilai Maksimal 72,44 70,03

Sumber : Data penelitian (Lampiran halaman 220)

Hasil dari tabel diatas menunjukkan bahwa rata-rata hasil pre test siswa sebelum dilakukan pembelajaran pada kedua kelompok eksperimen relatif hampir sama dan masih tergolong rendah. Rata-rata hasil belajar pada kelompok yang diajar menggunakan jigsaw sebesar 62,08 dengan nilai varians 19,76; nilai standart deviasi 4,44; nilai tertinggi 72,44 dan nilai terendah 51,15 dari 37 siswa. Rata-rata hasil belajar pada kelompok yang diajar dengan metode konvensional sebesar; 60,99 nilai varians 10,27; nilai standart deviasi 3,20 dengan nilai tertinggi 70,03 dan nilai terendah 55,89 dari 36 siswa. Hasil analisis deskripsi data ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pembelajaran kedua kelompok yaitu: kelompok eksperimen dan kelompok konvensional berangkat dari kondisi awal yang sama serta memiliki kemampuan awal yang rendah masih dibawah KKM.

4.1.1.3Deskripsi Data Hasil Post Test Siswa

Hasil post test antara siswa yang diajar menggunakan metode konvensional dengan siswa yang diajar menggunakan jigsaw pada Mata Pelajaran Membuat Pola pokok bahasan membuat pola dasar badan atas sistem bunka dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.3 Hasil Post-Test Siswa

Data Statistik

Nilai Post Test

Pembelajaran dengan jigsaw Pembelajaran dengan metode konvensional Rata-rata 83,04 66,73 Varians 6,91 11,59 Standart deviasi 2,63 3,40 Nilai Minimal 77,79 58,45 Nilai Maksimal 87,81 72,56

Sumber : Data penelitian (Lampiran halaman 221)

Tabel diatas menunjukkan adanya peningkatan nilai pada kedua kelompok eksperimen setelah dilakukan pembelajaran Membuat Pola pokok bahasan membuat pola dasar badan atas sistem bunka. Hasil data diperoleh Rata-rata hasil

post test pada kelompok yang diajar menggunakan jigsaw sebesar 83,04; lebih besar dari standar KKM yang ditetapkan yaitu 70, dengan nilai tertinggi 87,81; nilai terendah 77,79; nilai Varians 6,91 dan nilai Standart deviasi dari 37 siswa. Rata-rata hasil belajar pada kelompok yang diajar dengan metode konvensional

sebesar 66,73; dengan nilai tertinggi sebesar 72,56; nilai terendah 58,45; nilai Varians 11,59 dan nilai sebesar Standart deviasi 3,40 dari 36 siswa. Hasil analisis deskripsi data ini menunjukkan bahwa sesudah dilakukan pembelajaran kedua kelompok yaitu: jigsaw dan metode konvensional hasil belajar post-test jigsaw lebih baik daripada metode konvensional.