BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Uraian yang rinci, jelas, sistematis membuat pengujian terhadap rancangan pengembangan menjadi valid dan hasil pengembangan tersebut dapat digeneralisasikan, sehingga dapat memutuskan dapat atau tidaknya untuk mengaplikasikan hasil penelitian tersebut di tempat lain.
a) Metode checklist
checklist adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan atau pernyataan
tentang identitas dan faktor-faktor yang akan diteliti yang barkaitan dengan subyek itu. Metode ini digunakan untuk mengukur indikator yang berkenaan dengan indikator program yang dapat dinilai sendiri dan tdak membutuhkan pendapat orang lain. Dengan checklist program diamati dan digeneralisasikan dengan variabel-variabel pada indikator yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dengan checklist ditentukan lima variabel pilihan yaitu variabel 1-5. Untuk pertanyaan-pertanyaan kriteria yang terdapat pada program, berikut ini kriteria penilaiaanya dijelaskan pada Tabel 2.2
Tabel 2.2 Kriteria Penilaian Kriteria Skor STM= Sangat Tidak 1 TM= Tidak Layak 2 KM= Kurang Memenuhi 3 M= Memenuhi 4 SM= Sangat Memenuhi 5
Metode ini digunakan untuk mengukur keluwesan dari media. Hal yang akan diukur merupakan isi materi didalam media tersebut dalam fungsinya dapat dipahami oleh siswa yang belum pernah mendapat materi sistem kerja shock absorber mobil kompetensi dasar memperbaiki sistem suspensi. Metode ini juga digunakan untuk pengukuran kesesuaian isi materi berdasarkan kriteria pendidikan oleh beberapa pakar ahli media pembelajaran yang diberi kewenangan untuk menilai media sistem kerja shock absorber mobil kompetensi dasar memperbaiki sistem suspensi. Dari data yang diperoleh dari perlakuan tersebut kemudian dicari hasil pengukurannya.
2. Metode angket
Angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden). Dengan angket ini seseorang dapat diketahui tentang keadaan data diri, pengalaman, sikap, atau pendapatnya. Keuntungan metode angket antara lain:
a. Setiap responden menerima jumlah pertanyaan yang sama.
b. Responden mempunya kebebasan untuk memberikan keterangan atau jawaban. c. Pengaruh subjektifitas dapat dihindarkan.
d. Angket dapat digunakan untuk responden yang banyak dengan waktu relatif singkat serta sedikit tenaga.
37
Keterbatasan metode angket antara lain :
a. Kemungkinan ada responden yang tidak bersedia mengisi angket.
b. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket telah ditentukan yang tidak dapat diubah sesuai dengan kemampuan responden.
c. Teknik ini belum merupakan jaminan bahwa responden akan memberikan jawaban yang tepat.
E. Metode Analisis Data
Cara menganalisis data checklist dilakukan sebagai berikut :
1. Mengkuantitatifkan data hasil checklist sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan dengan memberi skor sesuai dengan bobot yang telah ditentukan sebelumnya.
2. Membuat tabulasi data.
3. Menghitung presentase dari tiap-tiap sub variabel dengan menggunakan rumus:
Keterangan : n = jumlah nilai yang diperoleh.
N = jumlah seluruh nilai yang diperoleh. % = prosentase
4. Dari prosentase yang diperoleh kemudian ditrasformasikan kedalam kalimat yang bersifat kualitatif. Untuk menentukannya dlakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Menentukan presentase skor ideal (skor maksimal) = 100 % b. Menentukan presentase skor terendah (skor minimal) = 20 % c. Menentukan range = 20-100
d. Menentukan interval yang dikehendaki yang sangat baik, baik, kurang baik, tidak baik, sangat tidak baik.
e. Menentukan lebar interval = (100/5) = 20
Berdasarkan perhitungan maka range presentase dan kriteria kualitatif adalah seperti dalam Tabel 2.3. berikut :
Tabel 2.3
Range Presentase dan Kriteria untuk angket pakar
Interval Kriteria
80%≤skor≤100% Sangat Layak 60%≤skor<80% Layak
40%≤skor<60% Kurang Layak
20%<skor<40% Tidak Layak
39
Cara menganalisis angket dilakukan sebagai berikut :
1) Angket yang telah diisi responden, diperiksa kelengkapannya kemudian disusun sesuai dengan angket responden.
2) Mengkuantitatifkan jawaban setiap pertanyaan dengan memberi skor sesuai dengan bobot yang telah ditentukan sebelumnya.
3) Membuat tabulasi data.
Menghitung presentase dan tiap-tiap sub variabel. Adapun presentase tiap-tiap variabel dengan rumus sesuai yang digunakan dengan perhitungan checklist. Dari presentase yang diperoleh kemudian ditransformasikan kedalam kalimat yang bersifat kualitatif terhadap hasil.
40 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
engembangan dilakukan berdasar animasi yang dikeluarkan oleh raul c ock a or er - - YouTube.flv. OTO-HUI adalah forum otomotif penyedia animasi 2 dimensi, 3 dimensi, dan video tentang proses perakitan, perbaikan, dan sistem kerja komponen-komponen otomotif. Animasi yang dikeluarkan oleh OTO-HUI bersifat umum, ditujukan untuk memberikan pemahaman secara lugas bagi orang awam. Produk animasi yang dikeluarkan oleh
OTO-HUI memiliki beberapa kekurangan sehingga perlu dilakukan perbaikan
agar bisa dijadikan media pendukung pembelajaran. Beberapa kekurangan yang terdapat dalam animasi shock absorber OTO-HUI yaitu; nama dan fungsi komponen belum dijelaskan secara rinci, belum ada animasi proses perakitan
shock absorber, gambar kabur sehingga sulit melihat batas antar komponen, dan
kontras warna yang kurang tajam.
1. Nama dan fungsi komponen belum dijelaskan secara rinci.
Pada interface awal terlihat gambar rangkaian shock absorber tipe bersatu dengan pegas koil. Dalam interface belum dijelaskan nama-nama komponen pembentuk rangkaian shock absorber tersebut, sehingga bila ingin dijadikan media pembelajaran animasi yang baik harus ditambakan nama-nama komponen dan fungsinya. Penjelasan nama dan fungsi komponen akan mempermudah
41
pengguna dalam memahami sistem kerja shock absorber. Interface awal animasi
shock absorberOTO-HUI dapat diliat pada Gambar 4.1.
Gambar 4.1. Interface Awal Animasi Shock AbsorberOTO-HUI 2. Belum ada animasi proses perakitan shock absorber.
Proses perakitan diperlukan untuk membuat pengguna paham bagaimana cara merakit sebuah shock absorber. Proses perakitan kebalikan dari proses pembongkaran sehingga bila pengguna dapat memahami proses perakitan otomatis bisa melakukan pembongkaran dengan benar.
3. Gambar kabur sehingga sulit melihat batas antar komponen.
Gambar yang kabur atau kurang jelas membuat kita mengalami kesulitan dalam membedakan komponen-komponen yang ada. Pada interface ruang gerak fluida yang dibatasi oleh inner tube dan outer tube, garis yang mewakili cylinder terlihat kurang tajam. Interface ruang gerak fluida dapat dilihat pada Gambar 4.2.
Gambar 4.2. Interface Pembagian Ruang Gerak Fluida 4. Kontras warna yang kurang
Untuk memperjelas tampilan pada sebuah animasi diperlukan kontras yang tepat. Kontras dikatakan tepat apabila dengan kontras warna tersebut pengguna bisa dengan mudah membedakan antar komponen. Kontras yang terlalu mencolok akan membuat mata mudah lelah, sehingga diperlukan keahlian khusus dalam memadukan warna agar terjadi kontras yang tepat. Pada interface aliran fluida animasi shock absorber OTO-HUI warna fluida yang bergerak dengan warna penampang yang masih kosong hampir serupa, sehingga mengakibatkan kontras kurang jelas. Fluida yang dibuat warna ungu terkesan suram, sehingga saat dilihat akan membuat mata menjadi cepat bosan. Animasi membutuhkan warna yang lebih cerah dan lebih jelas kontrasnya agar menarik untuk dilihat dan mudah untuk dipahami. Interface aliran fluida dapat dilihat pada Gambar 4.3.
43
Gambar 4.3. Interface Aliran Fluida
Pengembangan media pembelajaran animasi dilaksanakan dengan memperbaiki kekeliruan dan menambah kekurangan dari animasi yang dikeluarkan oleh OTO-HUI. Animasi yang telah dikembangkan memiliki prolog dan epilog sebagai pengantar media pembelajaran yang baik, judul animasi jelas, manfaat animasi jelas untuk kepentingan pembelajaran, garis pada animasi dibuat lebih tajam sehingga terliat jelas batas antar komponen, kontras diperjelas, dibuat
hyperlink tiap sub bab pembahasan, ditambahkan lagu pengiring untuk membuat
media animasi semakin menarik, dan animasi yang dibuat disesuaikan dengan hukum sprung weight dan unsprung weight, sehingga yang menyesuaikan kondisi jalan adalah shock absorber bukan kabin yang menyesuaikan kondisi shock absorber.