BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Proses Validasi
Media pembelajaran yang telah selesai dibuat selanjutnya dilakukan pengujian untuk mendapatkan validasi sesuai dengan karakteristik media. Bentuk pengujian berupa beberapa pertanyaan yang meliputi aspek: tampilan media (17 sub aspek) , kualitas teknis (3 sub aspek), dan kualitas materi (3 sub aspek).
51
Validasi ahli dilakukan oleh pakar media yang dilaksanakan oleh 2 dosen Teknik Mesin UNNES, 2 dosen TIK UNNES, 1 Validator Pengembangan Media UNNES, 1 dosen ahli game pendidikan UDINUS, dan 1 guru SMKN 3 Kendal. Daftar Nama Penguji Pakar Media:
1. Dr. Djuniadi, M.T. (Dosen Elektro, UNNES)
2. Fedi Setio Pribadi, S.Pd., M.T. (Dosen TIK, UNNES)
3. Ari Maulana Syarrif, SS. (Pakar Game Pendidikan, UDINUS )
4. Eko Febrianto, S.Pd., M.Kom. (Pusat pengembangan Media, UNNES )
Validasi ahli selanjutnya adalah ahli materi yang dilakukan oleh 2 dosen dan 1 guru senior sebagai pembanding kondisi sebenarnya dilapangan.Daftar Nama Penguji Pakar Materi:
1. Drs. Suwahyo, M.Pd (Dosen Chasis UNNES) 2. Drs. Supraptono, M.Pd (Dosen, UNNES ) 3. Subuh Widayat, S.Pd. (Guru, SMKN 3 Kendal)
Evaluasi dilakukan oleh para pakar terhadap media animasi yang telah dibuat. Pakar media memberikan masukan terhadap kekurangan-kekurangan yang terdapat pada media animasi. Angket yang berisi pernyataan yang bersifat tertutup dan pertanyaan terbuka diberikan kepada para validator untuk diisi. Perbaikan media dan isinya dilakukan untuk penyempurnaan media animasi. Adapun hasil dan analisis dari uji validasi media animasi ini adalah sebagai berikut:
2.1.Tampilan Media
Penilai (Validator) tampilan media animasi sistem kerja shock absorber mobil tipe twin tube adalah:
1. Dr. Djuniadi, M.T. (Dosen Elektro, UNNES)
2. Fedi Setio Pribadi, S.Pd., M.T. (Dosen TIK, UNNES)
3. Ari Maulana Syarrif, SS. (Pakar Game Pendidikan, UDINUS )
4. Eko Febrianto, S.Pd., M.Kom. (Pusat pengembangan Media, UNNES ) 5. Drs. Suwahyo, M.Pd (Dosen Chasis UNNES)
Tabel 4.1. Kriteria Penilaian Media Animasi
Kriteria Skor
STM= Sangat Tidak Memenuhi 1
TM= Tidak Memenuhi 2
KM= Kurang Memenuhi 3
M= Memenuhi 4
SM= Sangat Memenuhi 5
a) Pewarnaan pada media tidak mengacaukan dalam memahami materi.
Warna ialah kualitas rupa yang dapat membedakan kedua obyek atau bentuk yang identik raut, ukuran, dan nilai gelap terangnya.warna berkaitan langsung dengan perasaan dan emosi, karena itu warna menjadi unsur penting dalam ungkapan seni rupa dan desain (Sunaryo, 2002: 12). Pewarnaan sangat vital dalam sebuah media animasi. Warna yang terlalu mencolok akan membuat mata sulit untuk berkonsentrasi, kombinasi pewarnaan yang keliru juga akan membuat konten dari media tidak tersampaikan secara baik. Pewarnaan pada media mendapatkan banyak koreksi saat diujikan. Validator 1 memberi koreksi
53
pewarnaan terlalu mencolok, Validator 2 memberi koreksi background diganti supaya lebih kontras, Validator 3 memberi koreksi background dibuat lebih
smooth, Validator 4 memberi koreksi pewarnaan terlalu ramai. Perubahan
penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.1.
Tabel 4.2.
Perubahan Penilaian Pada Pewarnaan Tidak Mengacaukan Media
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X Jumlah 2 2 1 2 3
Pewarnaan pada media tidak mengacaukan dalam memahami materi dijelaskan pada Tabel 4.2. Media sebelum direvisi mendapat penilaian 2 validator memberi nilai Sangat Tidak Memenuhi, 2 validator Tidak Memenuhi, dan 1 validator Kurang Memenuhi. Media kemudian direvisi, hasilnya 2 validator memberi nilai Memenuhi, dan 3 validator memberi nilai Sangat Memenuhi. Presentase nilai 92% masuk kriteria sangat layak.
b) Adanya pewarnaan pada tulisan mempermudah pengguna dalam mengingat materi.
Pilihan warna adalah hak prerogative setiap orang Bates 1960 dalam Sunaryo (2002: 2). Suatu warna akan menampakkan kesan yang berbeda bila berada pada lingkungan warna yang lain Sunaryo (2002: 29). Pewarnaan pada tulisan juga sama pengaruhnya seperti pada media. Warna tulisan yang sama atau mirip dengan background akan membuat tulisan sulit untuk dibaca sehingga
pemahaman materi akan berjalan lambat. Validator 4 memberikan koreksi agar jangan memakai warna merah untuk font. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.3
Tabel 4.3.
Perubahan Penilaian Pewarnaan Pada Tulisan
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X Jumlah 2 3 2 3
Pewarnaan pada tulisan tidak mendapat koreksi dari para validator. Pada Tabel 4.3. dijelaskan bahwa media sebelum direvisi 2 validator memberi nilai Memenuhi, dan 3 validator Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 92% masuk kriteria sangat layak sehingga media tidak perlu direvisi.
c) Program menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar wajib hukumnya dalam pembuatan sebuah media animasi pembelajaran karena digunakan secara luas. Penggunaan bahasa asing bila diperlukan juga bisa dilakukan. Validator 1 memberikan koreksi konsistensi kalimat tidak jelas. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.4.
55
Tabel 4.4.
Perubahan Penilaian Penggunaan Bahasa Indonesia
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X Jumlah 1 1 3 2 3
Penggunaan bahasa Indonesia dijelaskan pada Tabel 4.4. bahwa media sebelum direvisi 1 validator memberi nilai Sangat Tidak Memenuhi, 1 Memenuhi, dan 3 validator Sangat Memenuhi Setelah media direvisi 2 validator memberi nilai Memenuhi, dan 3 validator memberi nilai Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 92% masuk kriteria sangat layak.
d) Penggunaan font (jenis dan ukuran) sesuai etika dan mudah dibaca
Ukuran dan jenis font yang tepat berpengaruh dalam membuat mata nyaman, sehingga kan lebih mudah memahami materi yang dipelajari. Ukuran yang terlalu besar akan menghabiskan space, jenis font yang tidak tepat mengakibatkan tulisan sulit dibaca. Menurut Graves 1951 dalam Sunaryo (2002: 32) keserasian mencakup dua jenis yakni keserasian fungsi dan keserasian bentuk. Keserasian
(harmony) merupakan prinsip desain yang mempertimbangkan keselarasan dan
keserasian antar bagian dalam suatu keseluruan sehingga cocok antara satu dengan yang lain serta terdapat keterpaduan yang tidak saling bertentangan. Susunan yang harmonis menunjukkan adanya keserasian dalam bentuk raut dan garis, ukuan, warna-warna, dan tekstur. Validator 2 memberi koreksi font agar lebih diperbesar dan kata-katanya dibuat pointed saja, Validator 5 memberi
koreksi agar font diganti yang lebih luwes dan kalimat dikurangi. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.5.
Tabel 4.5.
Perubahan Penilaian Penggunaan Font
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X Jumlah 1 1 3 1 4
Penggunaan font yang tepat dan mudah dibaca mendapat 1 koreksi seperti dijelaskan pada Tabel 4.5. bahwa media sebelum direvisi 1 validator memberi nilai Tidak Memenuhi, 1 validator Memenui, dan 3 validator Sangat Memenuhi Setelah media direvisi 1 validator memberi nilai Memenuhi, dan 4 validator memberi nilai Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 96% masuk kriteria sangat layak.
e) Hyperlink pada program media pembelajaran dapat digunakan untuk
memasuki materi atau menu yang lain.
Hyperlink sangat diperlukan dalam sebuah media pembelajaran karena tidak
mungkin materi yang cukup banyak ditumpuk dalam satu halaman. Halaman-halaman disimpan dalam menu dan sub menu. Hyperlink berfungsi sebagai jembatan untuk memasuki sub menu yang ingin kita buka. Validator 1 memberi masukan agar tombol exit ada di semua halaman. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.6.
57
Tabel 4.6.
Perubahan Penilaian Penggunaan Hyperlink
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X Jumlah 1 4 5
Penggunaan hyperlink untuk memasuki materi atau menu baru dijelaskan pada Tabel 4.6. bahwa media sebelum direvisi 1 validator memberi nilai Tidak Memenuhi, dan 4 validator Sangat Memenuhi Setelah media direvisi 5 validator memberi nilai Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 100% masuk kriteria sangat layak.
f) Hyperlink berfungsi dengan baik.
Hyperlink yang baik harus bisa berfungsi dengan cepat dan tidak error saat digunakan, sehingga saat kita tekan hyperlink saat itu juga muncul sub menu yang diwakili oleh hyperlink tersebut. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.7.
Tabel 4.7.
Perubahan Penilaian Hyperlink Berfungsi Baik
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X Jumlah 1 4 1 4
Hyperling berfungsi dengan baik tidak mendapat koreksi dari para validator
memberi nilai Memenuhi, dan 4 validator Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 96% masuk kriteria sangat layak sehingga media tidak perlu direvisi.
g) Gambar/grafis sesuai dengan tema yang disajikan (shock absorber tipe twin tube).
Gambar shock absorber sesuai dengan fisik sebuah shock absorber yang sesungguhnya. Komponen-komponen dalam shock absorber tergambar dengan jelas dan rinci dalam grafis potongan. Validator 1 memberi koreksi agar ditambah diagram dan grafis tipe yang lain, Validator 3 memberi koreksi agar teknik pemisahan gambar utuh menjadii satuan dan sebaliknya diperhalus. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.8.
Tabel 4.8.
Perubahan Penilaian Gambar Sesuai Tema
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X Jumlah 2 1 2 2 3
Gambar sesuai tema mendapat 2 koreksi seperti dijelaskan pada Tabel 4.8. bahwa media sebelum direvisi 2 validator memberi nilai Tidak Memenuhi, 1 validator Memenuhi, dan 2 validator Sangat Memenuhi. Setelah media direvisi 2 validator memberi nilai niliai Memenuhi, dan 3 validator memberi nilai Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang 92% masuk kriteria sangat layak.
59
h) Adanya grafis/gambar mempermudah memahami materi.
Gambar yang disajikan membuat pengguna bisa membayangkan secara langsung bentuk dan komponen-komponen yang ada dalam sebuah shock absorber. Validator 4 memberi koreksi agar pewarnaan pada fluida disamakan sehingga tidak menimbulkan kerancuan dalam memahami materi. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.9.
Tabel 4.9.
Perubahan Penilaian Grafis Mempermudah Mengingat Materi
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X Jumlah 1 2 2 2 3
Grafis mempermudah mengingat materi dijelaskan pada Tabel 4.9. bahwa media sebelum direvisi 1 validator memberi nilai Tidak Memenuhi, 2 Memenuhi, dan 2 validator Sangat Memenuhi Setelah media direvisi 1 validator memberi nilai Memenuhi, dan 4 validator memberi nilai Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 92% masuk kriteria sangat layak.
i) Animasi mempermudah memahami dan mengingat materi.
Animasi pergerakan fluida, memendek dan memanjang spring, menutup dan membukanya katup membuat pengguna semakin mudah memahami materi. Pergerakan animasi yang sistematis membuat pengguna lebih mudah dalam mengingat materi. Validator 3 memberi koreksi agar animasi dibuat lebih detail dan diberikan narasi saat gerakan assembling. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.10.
Tabel 4.10.
Perubahan Penilaian Animasi Mempermudah Memahami Materi
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X Jumlah 1 4 1 4
Animasi Mempermudah Memahami Materi mendapat 1 koreksi seperti dijelaskan pada Tabel 4.10. bahwa media sebelum direvisi 1 validator memberi nilai Sangat Tidak Memenuhi, dan 4 validator Sangat Memenuhi Setelah media direvisi 1 validator memberi nilai Kurang Memenuhi, dan 4 validator memberi nilai Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang 96% masuk kriteria sangat layak.
j) Animasi tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
Gerakan animasi harus pas, gerakan animasi yang terlalu cepat akan membuat pengguna kesulitan mengikuti alur animasi. Gerakan animasi yang terlalu lambat akan membuat pengguna menunggu terlalu lama dan menjadi bosan. Validator 3 memberi koreksi animasi terlalu cepat dan ditambahkan narasi mengikuti gerakan animasi. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.11.
Tabel 4.11.
Perubahan Penilaian Animasi Tidak Terlalu Cepat dan Lambat
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X jumlah 1 1 3 1 1 3
61
Animasi tidak terlalu cepat atau terlalu lambat dijelaskan pada Tabel 4.11. bahwa media sebelum direvisi 1 validator memberi nilai Sangat Tidak Memenuhi, 1 validator Memenuhi, dan 3 validator Sangat Memenuhi Setelah media direvisi 1 validator memberi nilai Kurang Memenuhi, 1 validator Memenuhi, dan 3 validator memberi nilai Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 88% masuk kriteria sangat layak.
k) Animasi jelas.
Animasi dikategorikan jelas bila mampu memberikan pemahaman secara cepat dan tepat terhadap materi yang disajikan. Dalam sebuah media animasi diberi unsur suara dan efek pencahayaan untuk memperjelas maksud dari gerakan animasi tersebut. Efek kedip memperjelas bagian yang sedang dipilih dengan yang lain. Efek kedip memberikan dominasi terhadap komponen yang lain. Dominasi adala pengaturan peran atau penonjolan bagian atas bagian lainnya dalam suatu keseluruhan. Dengan peran yang menonjol pada bagian itu maka akan menjadi pusat peratian (center of interest) dan merupakan tekanan (emphasis), karena itu menjadi bagian yang penting dan yang diutamakan Sunaryo (2002: 36). Validator 1 memberi koreksi agar ditambahkan suara, Validator 2 memberi koreksi agar ditambahkan efek kedip pada menu yang dipilih. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.12.
Tabel 4.12.
Perubahan Penilaian Animasi Jelas
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X jumlah 1 1 1 2 1 2 2
Animasi jelas mendapat 2 koreksi seperti dijelaskan pada Tabel 4.12. bahwa media sebelum direvisi 1 validator memberi nilai Sangat Tidak Memenuhi,1 validator Tidak Memenuhi, 1 validator Memenuhi , dan 2 validator Sangat Memenuhi. Setelah media direvisi 1 validator memberi nilai Kurang Memenuhi, 2 validator Memenuhi, dan 2 validator memberi nilai Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 84% masuk kriteria sangat layak.
l) Animasi dapat dikendalikan.
Animasi harus dapat dikendalikan agar lebih nyaman saat digunakan. Pengendalian berupa adanya tombol untuk start, pause, stop, dan reload. Tombol-tombol tersebut berfungsi untuk memulai atau menunda jalannya animasi, animasi kadangkala perlu ditunda atau dijalankan ulang bila kita belum jelas dalam memahami animasi. Pengendalian juga bisa dilakukan terhadap lagu pengiring animasi. Validator 1 memberi koreksi agar diberikan intro, Validator 3 memberi koreksi agar ditambahkan control untuk interaksi media sepert di windows media. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.13.
63
Tabel 4.13.
Perubahan Penilaian Animasi Dapat Dikendalikan
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X jumlah 2 2 1 1 2 2
Perubahan penilaian animasi dapat dikendalikan dijelaskan pada Tabel 4.13. bahwa media sebelum direvisi 2 validator memberi nilai Sangat Tidak Memenuhi, 2 validator Memenuhi, dan 1 validator Sangat Memenuhi. Setelah media direvisi 1 validator memberi nilai Kurang Memenuhi, 2 validator Memenuhi, dan 2 validator memberi nilai Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 84% masuk kriteria sangat layak.
m) Pengelompokan tombol mempermudah pengguna dalam mengoperasikan media pembelajaran.
Peletakan tombol pada satu range tersendiri (satu kelompok ) mempermudah pengguna dalam pengoperasian karna tidak harus mencari-cari tombol yang lain. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.14.
Tabel 4.14.
Perubahan Penilaian Pengelompokan Tombol Mempermudah Pengguna
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X jumlah 3 2 3 2
Pada poin pengelompokan tombol mempermudah pengguna dijelaskan pada Tabel 4.14. bahwa media sebelum direvisi 3 validator memberi nilai Memenuhi, 2 validator Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 88% masuk kriteria layak sehingga media tidak perlu direvisi.
n) Adanya tombol pengendali mempermudah pengoperasian media pembelajaran animasi
Tombol pengendali mempermudah pengguna dalam menggunakan media pembelajaran animasi sesuai dengan kebutuhan. Validator 3 memberi koreksi agar media pembelajaran animasi dapat dioperasikan seperti format WMV. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.15.
Tabel 4.15.
Perubahan Penilaian Tombol Pengendali Mempermudag Pengguna
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X Jumlah 4 1 4 1
Tombol pengendali mempermudah pengguna tidak mendapat koreksi dari para validator seperti dijelaskan pada Tabel 4.15. bahwa media sebelum direvisi 4 validator memberi nilai Memenuhi, dan 1 validator Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 84% masuk kriteria sangat layak sehingga media tidak perlu direvisi.
o) Tombol menu, sub menu, enter, dan exit letaknya strategis dan mudah dioperasikan
65
Letak tombol harus strategis agar mudah ditemukan selain itu tombol juga harus mudah dioperasikan. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.16.
Tabel 4.16.
Perubahan Penilaian Letak Tombol Strategis
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X jumlah 2 3 2 3
Poin penilaian letak tombol strategis dijelaskan pada Tabel 4.16. bahwa media sebelum direvisi 2 validator memberi nilai Memenuhi , dan 3 validator Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 92% masuk kriteria sangat layak sehingga media tidak perlu direvisi.
p) Kualitas desain pembelajaran baik.
Desain pembelajaran yang baik harus mempunyai prolog dan epilog, selain itu media pembelajaran harus tersusun secara sistematis sehingga saat pembelajaran berjalan runtut. Validator 1 memberi koreksi agar dibuat epilog dan penutup yang baik. . Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.17.
Tabel 4.17.
Perubahan Penilaian Kualitas Desain Pembelajaran
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X jumlah 1 2 2 1 2 2
Perubahan penilaian kualitas desain pembelajaran dijelaskan pada Tabel 4.17.bahwa media sebelum direvisi 1 validator memberi nilai Kurang Memenuhi, 2 validator Memenuhi, dan 2 validator Sangat Memenuhi. Setelah media direvisi 1 validator memberi nilai Kurang Memenuhi, 2 validator Memenuhi, dan 2 validator memberi nilai Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 84% masuk kriteria sangat layak.
q) Animasi tampak lebih rapi dengan border dan pengelompokan tombol
Background dan border merupakan kosmetik dari media pembelajaran. Background yang tepat semakin memperindah tampilan, selain itu border dan pengelompokan tombol juga membuat media pembelajaran animasi menjadi lebih rapi. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.18.
Tabel 4.18.
Perubahan Penilaian Pengelompokan Tombol dan Border
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X Jumlah 4 4 4 1
Perubahan penilaian pada poin Pengelompokan Tombol dan Border dijelaskan pada Tabel 4.18. bahwa media sebelum direvisi 4 validator memberi nilai Memenuhi, dan 1 validator Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 84% masuk kriteria sangat layak sehingga media tidak perlu direvisi.
67
Tabel 4.19. Rekapitulasi Hasil Uji Pakar Tampilan Media
no reviewer Point penilaian a b c d E f g h I j k l m N o p q Total 1 Djuniadi 4 4 4 5 5 4 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 4 76 2 Fedi 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 81 3 Ari 5 5 5 5 5 5 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 69 4 Eko 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 76 5 Suwahyo 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 71 Jumlah 23 23 23 24 25 24 23 23 23 22 21 21 22 21 23 21 21 383 Prosentase 92 92 92 96 100 92 92 92 92 88 84 84 88 84 92 84 84 90,11
Skor ideal penilaian tampilan media yang terdiri dari 17 pertanyaan, 5 skor penilaian dan 5 reviewer adalah: 5x5x17= 425. Hasil akhir penilaian pakar terhadap tampilan media sebesar 383, prosentase yang diperoleh 90,11% dari skor ideal 425. Dari hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa tampilan media masuk dalam kategori penilaian “sangat layak”.
Tabel 4.20. Rekapitulasi Perubahan Penilaian Pakar
No Viewer Skor awal Prosentase Skor akhir Prosentase
1. Djuniadi 55 64,7 % 76 89,4% 2. Fedi setio P. 75 88,2% 81 95,2% 3. Ari Maulana S. 55 64,7% 69 81,1% 4. Eko Febrianto 69 81,1% 81 95,2% 5. Suwahyo 76 89,4% 76 89,4% Jumlah 330 77,6% 383 90,11%
3.2. Kualitas teknis
Penilai (Validator) kualitas teknis animasi sistem kerja shock absorber mobil tipe twin tube adalah:
1. Dr. Djuniadi, M.T. (Dosen Elektro, UNNES)
2. Fedi Setio Pribadi, S.Pd., M.T. (Dosen TIK, UNNES)
3. Ari Maulana Syarrif, SS. (Pakar Game Pendidikan, UDINUS )
4. Eko Febrianto, S.Pd., M.Kom. (Pusat pengembangan Media, UNNES ) 5. Drs. Suwahyo, M.Pd (Dosen Chasis UNNES)
a) Media dapat berjalan dengan baik dan lancar pada komputer kondisi normal (tidak memmerlukan software khusus)
Media pembelajaran animasi yang baik harus bisa dioperasikan di semua jenis PC atau laptop kondisi standar atau normal, media pembelajaran tidak memerlukan software khusus untuk pengoperasian. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.21.
Tabel 4.21.
Perubahan Penilaian Media Dapat Dijalankan Dengan Lancar
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X jumlah 2 3 2 3
69
Media Dapat Dijalankan Dengan Lancar tidak mendapat koreksi dari para validator seperti dijelaskan pada Tabel 4.21. bahwa media sebelum direvisi 2 validator memberi nilai Memenuhi, 3 validator Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 92% masuk kriteria sangat layak sehingga media tidak perlu direvisi.
b) Media dapat dioperasikan pengguna secara mandiri.
Media pembelajaran dapat dioperasikan secara mandiri sehingga pengguna tidak membutuhkan bantuan orang lain saat mempelajari materi yang ada di dalamnya. Media pembelajaran yang mandiri memiliki konten yang lengkap, sistematis, mudah dipelajari dan memiliki evaluasi untuk mengetahui berapa besar materi yang terserap pengguna. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.22.
Tabel 4.22.
Perubahan Penilaian Media Dapat Digunakan Secara Mandiri
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X jumlah 1 2 2 2 3
Media Dapat Digunakan Secara Mandiri dijelaskan pada Tabel 4.22. bahwa media sebelum direvisi 1 validator memberi Tidak Memenuhi, 2 validator Memenuhi, 2 validator Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 92% masuk kriteria sangat layak.
c) Media dapat dijalankan di semua jenis komputer atau laptop
Media pembelajaran animasi yang baik harus bisa dioperasikan di semua jenis PC atau laptop, hal itu dikarenakan produk PC dan laptop sangat banyak varian dan specifikasinya. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.23.
Tabel 4.23.
Perubahan Penilaian Media Cocok Dengan Semua Jenis Komputer
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Djuniadi X X 2. Fedi Setio P. X X 3. Ari Maulana S. X X 4. Eko Febrianto X X 5. Suwahyo X X Jumlah 1 2 2 2 3
Perubahan Penilaian Media Cocok Dengan Semua Jenis Komputer dijelaskan pada Tabel 4.23. bahwa media sebelum direvisi 1 validator memberi nilai tidak memenuhi, 2 validator Memenuhi, 2 validator Sangat Memenuhi. Presentase nilai yang diperoleh 92% masuk kriteria sangat layak.
Tabel 4.24. Rekapitulasi Hasil Uji Pakar Kualitas Teknis
no viewer Point penilaian a B c Total 1 Djuniadi 4 5 5 14 2 Fedi 5 4 5 14 3 Ari 4 4 4 12 4 Eko 5 5 5 15 5 Suwahyo 5 5 4 15 Jumlah 23 23 23 69 Prosentase 92 92 92 92
71
Skor ideal penilaian kualitas teknis yang terdiri dari 17 pertanyaan, 5 skor penilaian dan 5 reviewer adalah: 3x5x5= 75. Hasil akhir penilaian pakar terhadap kualitas teknis sebesar 69, prosentase yang diperoleh 92% dari skor ideal 75. Dari hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas teknis masuk dalam kategori penilaian “sangat layak”.
Tabel 4.25. Rekapitulasi Perubahan Penilaian Pakar
No Viewer Skor awal Prosentase Skor akhir Prosentase
1. Djuniadi 14 93,3 % 14 93,3 % 2. Fedi setio P. 14 93,3 % 14 93,3 % 3. Ari Maulana S. 12 80% 12 80% 4. Eko Febrianto 9 60% 15 100% 5. Suwahyo 14 93,3 % 14 93,3 % Jumlah 63 84% 69 92% 3.3.Materi
Penilai (Validator) materi animasi sistem kerja shock absorber mobil tipe twin tube adalah:
1. Drs. Suwahyo, M.Pd (Dosen Chasis UNNES) 2. Drs. Supraptono, M.Pd (Dosen, UNNES ) 3. Subuh Widayat, S.Pd. (Guru, SMKN 3 Kendal)
a) Struktur materi sudah tertata dengan baik (runtut dari awal)
Materi yang tersusun secara rapi dan runtut akan mempermudah pengguna dalam memahami materi yang dipaparkan dalam media pembelajaran. Materi pembelajaran diawali dengan pengertian, pengenalan komponen, assembling,
kemudian cara kerja dan diakhiri dengan kesimpulan. Diharapakan dengan urutan pembelajaran yang runtu pengguna bisa memahami materi dengan cepat. Validator 1 memberi koreksi agar ditambahkan gambar suspensi rigid, validator 3 memberi koreksi agar ditambah gambar pemakaian pada kendaraan. Perubahan penilaian setelah perbaikan dijelaskan dalam Tabel 4.26.
Tabel 4.26.
Perubahan Penilaian Materi Pembelajaran tertata Dengan Baik
No. Validator Sebelum Sesudah
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1. Suwahyo X X
2. Supraptono X X
3. Subuh Widayat X X
Jumlah 2 1 2 1
Pada poin Materi Pembelajaran Tertata Dengan Baik dijelaskan pada Tabel 4.26.