• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

C. Hasil Penelitian

1. Fokus pada pelanggan

Hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan Pak Zaenal Muhammad terkait fokus pada pelanggan sebagai berikut :

“Untuk standar mutu jelas ada di perusahaan kita. Terus terkait standar mutu itu ada turunannya juga dari aturan perusahaan dan untuk Dirjen Ketenagalistrikan (DJK) juga ada, itu ada standar-standar mutu atau standar-standar operasi yang harus dipenuhi oleh pelayanan dari PLN”.

“Terkait komplein jelas adalah gitukan. Meskipun tidak banyak tapi kalau misalkan keadaan lagi padam biasanya itu masyarakat komplein.

Untuk sekarang inikan sudah ada yang namanya aplikasi PLN Mobile.

Nah, disana pelanggan bisa melakukan komplein terkait keluhan atau gangguan yang dirasakan oleh pelanggan begitu.”

“Nah menangani komplein tersebut, nantikan setelah pelanggan komplein akan terekap melalui sistemnya kita di PLN Mobile juga di aplikasi campion kalau kita. Nah, kita cek kompleinnya seperti apa.

Apakah kalau misalkan keluhan kita teruskan kebagian pelayanan pelanggan untuk ditanggapi atau diselesaikan keluhan tersebut, kalau misalkan terkait gangguan kita teruskan ke bagian teknik untuk pengecekan ke lokasi gangguan kelistrikan tersebut seperti apa kemudian diselesaikan.” (23 November 2021)

Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa bentuk pelayan yang diberikan oleh PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo sudah sesuai dengan standar mutu di PT.PLN (persero). PT. PLN (Persero) ULP Labuan telah berupaya untuk terus memberikan pelayanan terbaik nya salah satunya yaitu peluncuran aplikasi PLN Mobile yang memudahkan pelanggan untuk mengakses informasi.

PT. PLN (Persero) ULP Labuan dilihat dari segi penanganan pengaduan pelanggan dan menjalin komunikasi yang baik kepada para pelanggannya. Hal ini menunjukan bahwa PT. PLN (Persero) ULP senantiasa selalu berusaha untuk memberikan kepuasan kepada pelanggannya baik dalam memberikan pelayanan maupun tindak lanjut pengaduan yang masuk sehingga prinsip Total Quality Management (TQM) dapat diterapkan dengan baik.

2. Perbaikan yang berkelanjutan

Hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan Pak Zaenal Muhammad terkait perbaikan yang berkelanjutan sebagai berikut :

“Sangat baik. Jadi, setiap hari sebelum kerja, kita pagi itu ada kayak briefing kemudian ada group Whatssapp juga jadi untuk menjalin komunikasi itu setiap saat bisa di whatsapp terus setiap pagi sebelum melakukan aktivitas kita selalu di briefing oleh manajer.”

“kalau misalnya ada masukan-masukan dari pelanggan yah kita tampung kemudian kita buatkan perbaikan-perbaikan. Misal, dari pelayanan kita yang kurang apa gitukan yah kita perbaiki itunya.”

“Meskipun lagi pandemik, target tetap banyak, target tinggi. Jadi, meskipun ada covid target itu dibuat tidak menyesuaikan dengan covid juga tapi tetap seperti tidak ada covid, sehingga pegawai pun dituntut untuk bekerja lebih keras lagi lebih ekstra lagi supaya bisa meningkatkan penjualan.” (23 November 2021)

Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan tebaiknya yaitu dengan mengembangkan kualitas pelayanan dan produk, meningkatkan kompetensi SDM, maupun aspek penting lainnya demi mewujudkan pelayanan yang lebih baik, yang tentunya mempengaruhi kinerja keberlanjutan perusahaan. Selain itu PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo juga melakukan berbagai strategi keberlanjutan di bidang lingkungan dan sosial masyarakat melalui berbagai program keberlanjutan yang sesuai dengan kebutuhan dan beradaptasi dengan tantangan zaman. Hal ini merupakan tanggung jawab perusahaan untuk dapat meminimalisir dampak dari kegiatan operasional dan meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah operasional serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah maupun masyarakatnya di wilayah operasionalnya.

3. Pendidikan dan pelatihan

Hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan Pak Yusuf Ilham Suseno terkait pendidikan dan pelatihan sebagai berikut :

“Untuk program pelatihan dan pengembangan yang pernah ada di PLN itu bervariasi yah. Jadi disini ada banyak bidang mulai dari transaksi energy, pelayanan pelanggan sampai dengan bidang distribusi. Masing-masing bidang itu ada pelatihannya, contohnya di saya ini bagian transaksi energy dimana itu pelatihannya terkait dengan penerbitan rekening listrik kemudian pelatihan tentang pengukuran energy di kwh meter.”

“Betul. Pegawai PLN sendiri ataupun pegawai ahli daya (outsourcing) semua mendapatkan keterampilan. Nah seperti yang saya sebutkan tadi bahwa keterampilannya itu tergantung dengan bidang yang dikerjakan.

Kalau bidang transaksi energy yah kurang lebih keterampilannya terkait dengan penerbitan rekening dan pengukuran kwh meter. Kalau contohnya itu pegawai ahli daya disini misalnya pegawai tersebut ada dibagian yantek (pelayanan teknik) keterampilan yang di dapatkan adalah keterampilan terkait tentang gangguan-gangguan yang biasa dialami pelanggan di lapangan.”

“Untuk karyawan sendiri terkait dengan adanya program pelatihannya antusiasnya sanga besar. Di sisi lain bahwa keterampilan itu memang wajib diikuti oleh karyawan tersebut apalagi untuk ahli daya yang yang dimana setiap tahunnya mereka harus wajib mengikuti keterampilan sebagai dasar sertifikat bahwa mereka berkompeten untuk bekerja di bidang tersebut.” (25 November 2021)

Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo senantiasa selalu berusaha memberikan yang terbaik salah satunya yaitu meningkatkan kualitas karyawannya melalui program pelatihan dan pengembangan. Untuk program pelatihan dan pengembangan yang pernah ada PLN itu sendiri bervariasi. Misalnya pelatihan di bidang transaksi energi yaitu terkait dengan pelatihan penerbitan rekening listrik, pelatihan tentang pengukuran energi di kwh meter. Selain itu ada juga pelatihan di bidang pelayanan teknik yaitu pelatihan tentang gangguan-gangguan yang biasa dialami pelanggan di lapangan.Dengan adanya program pelatihan dan pengembangan tersebut diharapkan Produktivitas karyawan meningkat.

Karyawan akan memahami dan bertanggungjawab terhadap jobdesk yang dimilikinya. Skill dan sikap karyawan akan menjadi lebih baik.

PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo beranggapan bahwa program pelatihan dan pengembangan memang wajib untuk di ikuti oleh karyawan sebagai dasar bahwa mereka berkompeten untuk bekerja dibidang tersebut.Kesadaran akan pentingnya pendidikan dan pelatihan karyawan akan memberikan dampak yang baik terhadap kualitas kinerja perusahaan.

Dengan kualitas kinerja yang baik dari karyawan maka akan memberikan efek yang positif bagi karyawan maupun perusahaan itu sendiri.

4. Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan

Hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan Pak Raka Fajar terkait keterlibatan dan pemberdayaan karyawan sebagai berikut :

“Tentu saja. Hal tersebut sangat dibutuhkan bukan hanya untuk karyawan melainkan untuk perusahaan juga.”

“Terkait pertanyaan itu, kita ada yang namanya Community Of Practice (COP) dimana setiap pagi sebelum bekerja kita berkumpul bersama membahas program kerja dan menyampaikan masalah-masalah kinerja yang ditemukan dilapangan. Dari forum tersebut kita akan mengerti bidang mana saja yang mengalami kesulitan dan bidang mana yang progresnya lebih baik. Nah untuk bidang-bidang yang mengalami kesulitan kita bahas bersama melalui COP bukan hanya bidang tersebut dengan manajer namun semua bidang karena setiap permasalahan pasti saling berkaitan dengan satu sama lain di dalamnya.”

“Disini pegawai diberi kebebasan yang terkontrol untuk melakukan tugas-tugas dalam tanggung jawab mereka baik secara pribadi ataupun bersama. Hal ini tujuannya supaya pegawai merasa nyaman dalam bekerja sehingga bisa meningkatkan inisiatif mereka untuk melakukan pekerjaannya dan menerima tanggung jawab atas pekerjaannya.”

(25 November 2021)

Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo itu sendiri juga selalu melibatkan karyawan ketika tiap kali membahas program kerja nya. Di forum tersebut karyawan diberikan kebebasan untuk berpendapat dan menyampaikan masalah-masalah kinerja yang ditemukan di lapangan.Dari forum tersebut maka akan di mengerti bidang mana saja yang progresnya lebih baik dan bidang mana saja yang mengalami kesulitan. Sehingga ini bisa menjadi arahan atau masukan bagi perusahaan dalam membuat kebijakan.

PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo menganggap perlunya memberikan reward atau penghargaan bagi karyawannya yang dinilai berprestasi dan berkontribusi bagi perusahaan.Dengan penerapan prinsip pemberdayan karyawan ini tentunya dapat memunculkan potensi dan modalitas yang ada dalam diri karyawan dan memaksimalkannya sehingga karyawan menjadi mandiri dan meningkatkan kinerjanya, yang pada akhirnya memberikan nilai manfaat bagi karyawan dan perusahaan.

D. Penerapan Total Quality Management (TQM) dan Hubungannya Terhadap Peningkatan Laba PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo

Konsep kualitas yang berorientasi pada kepuasan pelanggan secara terpadu bersamaan dengan biaya kualitas yang rasional harus dibentuk sebagai salah satu tujuan implementasi dan perencanaan bisnis dan produk yang primer dan pengukuran prestasi dari pemasaran, perekayasaan, produksi, hubungan industrial dan fungsi pelayanan dari perusahaan.Penerapan Total Quality Management (TQM) dalam suatu perusahaan dapat memberikan beberapa manfaat yang pada gilirannya meningkatkan laba serta daya saing perusahaan yang bersangkutan.

Dengan melakukan perbaikan kualitas secara terus menerus maka perusahaan dapat meningkatkan labanya.

Berdasarkan hasil kuesioner dari responden dalam hal ini pegawai PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Total Quality Management (TQM) dapat dirumuskan sebagai berikut :

Tabel 4.1

Tabel Rekapitulasi Hasil penelitian

No. Indikator

Penangan Komplein 84% Sangat baik

Kepuasan pelanggan 84% Sangat baik

Kotak saran 80% Sangat baik

Keikutsertaan pelanggan 70% Baik

2 Perbaikan yang berkelanjutan

Komunikasi 85% Sangat baik

Peran Manajer 82% Sangat baik

Program pelatihan 81% Sangat baik

Keterampilan 71% Baik

Minat karyawan 73% Baik

Pengetahuan 69% Cukup

Faktor pendukung 72% Baik

Faktor penghambat 73% Baik

4

Pendukung keterlibatan 81% Sangat baik Bentuk pemberdayaan 77% Baik

% Rata-Rata Keseluruhan 79% Baik

Berdasarkan kategori yang telah ditentukan, hasil tersebut berada antara 70-79 % dinilai baik. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan unsur-unsur Total Quality Management (TQM) pada PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo berada pada kualifikasi baik, walaupun satu dari indikator pada unsur Total Quality Management (TQM) belum diterapkan secara maksimal yaitu pendidikan dan pelatihan ( Pengetahuan yang diperoleh saat mengikuti pelatihan).

Berikut penulis akan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat atau pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo. Dimana terdapat adanya peningkatan jumlah pelanggan yang semakin bertambah tiap tahunnya.

Table 4.2 Jumlah Pelanggan PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo tahun 2019,2020, dan 2021.

Jumlah Pelanggan

Tahun

2019 2020 2021

26.547 31.595 38.377

Sumber data :PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo

Data diatas menunjukkan adanya peningkatan jumlah pelanggan dari tahun 2019 sebesar 26.547 kemudian ditahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 31.595 dan pada tahun 2021 tercatat 38.377. Seiring dengan peningkatan jumlah pelanggan PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo juga berdampak pada meningkatnya jumlah pendapatan perusahaan dari tahun ke tahunnya.

Table 4.3 perbandingan laporan laba bersih PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo tahun 2019, 2020, dan 2021

Tahun 2019 2020 2021

Laba bersih 473.978.086.074 628.508.104.029 889.150.477.043 Sumber data : PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo

Pada tahun 2019 laba bersih PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo sebesar Rp. 473.978.086.074 kemudian diahun 2020 laba perusahaan mengalami peningkatan sebesar Rp.628.508.104.029 ditahun berikutnya tepatnya ditahun 2021 laba perusahaan meningkat sebesar Rp. 889.150.477.043. Dan jelas bahwa Total Quality Management (TQM) ini erat kaitannya antara kualitas produk dan pelayanan, kepuasan pelanggan dan laba perusahaan, dimana dengan

penerapan Total Quality Management ini, kualitas produk/jasa dan pelayanan pada PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo semakin lebih baik.

Sehingga hal ini mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk dan pelayanan PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo yang semakin tinggi, dimana hal ini dibuktikan dari adanya peningkatan jumlah pelamggam PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo dari tahun ke tahun yang tentunya juga berpengaruh terhadap peningkatan laba perusahaan. Jadi, sistem perbaikan kualitas bertujuan untuk meningkatkan laba perusahaan.Jadi ,dengan adanya pelayanan yang maksimal maka dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dan juga dapat menciptakan citra perusahaan yang baik dan loyalitas pelanggan terhadap perusahaan sehingga dapat menunjang kemajuan perusahaan dimasa yang datang.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Erni Rismawanti (2016) dengan judul penelitian “Penerapan Total Quality Management (TQM) Dalam Meningkatkan Laba PT. Joyfull Bakery Makassar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan unsur-unsur Total Quality Management (TQM) mencapai 88,77%, hasil tersebut berada antara 76-100% dinilai baik, hal ini berarti penerapan Total Quality Management (TQM) berada pada kualifikasi baik. Penerapan unsur-unsur Total Quality Management (TQM) pada P.T Joyfull Bakery dapat meningkatkan laba meskipun dari kesepuluh unsur yang ada belum sepenuhnya diterapkannya itu pada unsur adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan (pengambilan keputusan).

56 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Satu dari empat unsure Total Quality Management (TQM) yaitu Pendidikan dan Pelatihan belum diaplikasikan dengan maksimal disebabkan beberapa hal-hal atau case-case khusus yang ditemukan dilapangan tetapi tidak ada di materi saat mengikuti pendidikan dan pelatihan. Namun unsure Total Quality Management (TQM) lainnya fokus pada pelanggan, perbaikan yang berkelanjutan dan keterlibatan dan pemberdayaan karyawan sudah diterapkan dengan baik sehingga berdampak pada peningkatan laba perusahaan PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo.

B. Saran

PT. PLN (Persero) ULP Labuan bajo perlu mengoptimalkan penerapan elemen TQM dan memaksimalkan seluruh kekuatan perusahaan untuk mengurangi gap yang ada dan meningkatkan pelayanan agar dapat bersaing dengan perusahaan laba

57

DAFTAR PUSTAKA

Erni Rismawanti. (2016). PenerapanTotal Quality Management(TQM) Dalam Meningkatkan Laba PT. Joyfull Bakery Makassar.

I Wayan Suartina, Ni Nyoman Adityarini Abiyoga Vena Swara, Ni Lh Sri Astiti.

(2019). Pengaruh Total Quality Management(TQM) Terhadap Kinerja Perusahaan Melalui Perilaku Produktif Karyawan Pada PT. Tommorw’s Antiques Indonesia.

Juharni. (2017). Total Quality Management. Penerbit CV Sah Media.Makassar.

Mohamad Rizal Nur Irawan. (2019). Analisis penerapan Total Quality Management(TQM) Terhadap Peningkatan Laba Pada PT. TJCM (Total Quality Management Application Analysis To Increased Profit On PT.

TJCM).

Muhammad Nasrun. (2018). The Effect Of TQM and Budget Participant On Managerial Performance In Corporate Manufacturing In Industrial Area Makassar.

Nindiya Sidha Kumala, M.Th. Heni Widyarti. (2018). Pengaruh PenerapanTotal Quality ManagementTerhadap Kinerja keuangan Dengan Sistem Pengukuran Kinerja Sebagai Variabel Mooderasi Pada CV Mutiara Abadi Semarang.

Pristiyono, Rizki Sahputra. (2019). Studi Komparatif tengan ImplementasiTotal Quality Management Terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kepemimpinan Sebagai Variabel Moderating.

Reinold Glory Masinambow, Merlyn Mourah Karuntu. (2019). Analisis PenerapanTotal Quality ManagementDi Rumah Sakit Siloam GMIM Sonder.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.

Suwatno. (2019). Pemimpin dan kepemimpinan dalam Organisasi Publik dan Bisnis. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta.

Syallom O.P. Gumolili, Jenny Morasa, Heince R.N. Wokas. (2021). Analisis ImplementasiTotal Quality Management(TQM) Pada PT. Bank SulutGo Manado.

Uum Helmina Ch, Andri Waskita Aji. (2020). PenerapanTotal Quality Management Terhadap Dampak Kinerja Manajerial dan Laba Perusahaan UMKM Yogyakarta.

Widiyono, Lukman Nul’Hakim. (2018). Manajemen Strategis dan Isu-Isu Kekinian.

Jakarta:Mitra Wacana Media.

Yusriwarti, Sri Wahyuni. (2018). Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja dan Sistem Penghargaan Terhadap Keefektifan Penerapan TeknikTotal Quality Management(TQM) Pada Kantor POS Pusat di Pekanbaru.

L A M P

I

R

A

N

Pedoman Wawancara No. Fokus

Penelitian

Dimensi Pertanyaan Informan

1 Fokus Pada

komunikasi yang

kerja yang bapak/ibu

Transkip Wawancara

Nama : Pak Zaenal Muhammmad

Jabatan : Manajer ULP Labuan bajo Hari/Tanggal : 23 November 2021

Poin 1. Fokus pada pelanggan

1. Apakah ada standar mutu dalam pelayanan di perusahaan ?

“Untuk standar mutu jelas ada di perusahaan kita. Terus terkait standar mutu itu ada turunannya juga dari aturan perusahaan dan untuk Dirjen Ketenagalistrikan (DJK) juga ada, itu ada standar-standar mutu atau standar-standar operasi yang harus dipenuhi oleh pelayanan dari PLN”.

2. Apakah ada pelanggan yang komplein terhadap pelayanan yang diberikan ?

“Terkait komplein jelas adalah gitukan. Meskipun tidak banyak tapi kalau misalkan keadaan lagi padam biasanya itu masyarakat komplein. Untuk sekarang inikan sudah ada yang namanya aplikasi PLN Mobile. Nah, disana pelanggan bisa melakukan komplein terkait keluhan atau gangguan yang dirasakan oleh pelanggan begitu.”

3. Bagaimana menangani komplein atau saran dari pelanggan ?

“Nah menangani komplein tersebut, nantikan setelah pelanggan komplein akan terekap melalui sistemnya kita di PLN Mobile juga di aplikasi campion kalau kita. Nah, kita cek kompleinnya seperti apa. Apakah kalau misalkan keluhan kita teruskan kebagian pelayanan pelanggan untuk ditanggapi atau diselesaikan keluhan tersebut, kalau misalkan terkait

gangguan kita teruskan ke bagian teknik untuk pengecekan ke lokasi gangguan kelistrikan tersebut seperti apa kemudian diselesaikan.”

4. Selain pelayanan yang terbaik. Hal apa saja yang mendukung kepuasan pelanggan ?

“Karena kita bergerak dibidan jasa kelistrikan yah yang pasti pelanggan ingin nyala teruskan, yah untuk meningkatkan kepuasan pelanggan harus tetap terdistribusi ke pelanggan.”

5. Apakah perusahaan menyiapkan kotak saran untuk para pelanggan ?

“Kalau untuk kotak sarannya sudah gak ada karena tadi, pertama untuk keluhan gangguan sudah online. Kalaupun ada saran, di aplikasi tersebut bisa kasih rating gitukan, bisa kasih ratingnya seperti apa pelayanan dari kami, dan juga kritik sarannya bisa dimasukan.”

6. Apakah pelanggan ikut berpartisipasi dalam inovasi produk dalam perusahaan ?

“Jelas kritik dan saran yang membangun kita tampung kemudian kalau misalkan bisa dilakukan perbaikan kita lakukan perbaikan kalaupun perlu kita buatkan inovasi kedepannya yah kita buatkan inovasi karena kan semua tujuannya untuk pelanggan.”

Poin 2. Perbaikan yang berkelanjutan

1. Apakah antara manajer dan karyawan terjalin komunikasi yang baik ?

“Sangat baik. Jadi, setiap hari sebelum kerja, kita pagi itu ada kayak briefing kemudian ada group Whatssapp juga jadi untuk menjalin komunikasi itu setiap saat bisa di whatsapp terus setiap pagi sebelum melakukan aktivitas kita selalu di briefing oleh manajer.”

2. Bagaimana mekanisme perbaikan pelayanan ?

“kalau misalnya ada masukan-masukan dari pelanggan yah kita tampung kemudian kita buatkan perbaikan-perbaikan. Misal, dari pelayanan kita yang kurang apa gitukan yah kita perbaiki itunya.”

3. Bagaimana mekanisme peningkatkan kinerja karyawan/SDM agar tetap bekerja disaat pandemik ?

“Meskipun lagi pandemik, target tetap banyak, target tinggi. Jadi, meskipun ada covid target itu dibuat tidak menyesuaikan dengan covid juga tapi tetap seperti tidak ada covid, sehingga pegawai pun dituntut untuk bekerja lebih keras lagi lebih ekstra lagi supaya bisa meningkatkan penjualan.

Transkip Wawancara

Nama : Pak Yusuf Ilham Suseno Jabatan : Supervisor Transaksi Energi Hari/Tanggal : 25 November 2021

Poin 3. Pendidikan dan pelatihan

1. Apa saja program pelatihan dan pengembangan yang pernah ada ?

“Untuk program pelatihan dan pengembangan yang pernah ada di PLN itu bervariasi yah. Jadi disini ada banyak bidang mulai dari transaksi energy, pelayanan pelanggan sampai dengan bidang distribusi. Masing-masing bidang itu ada pelatihannya, contohnya di saya ini bagian transaksi energy dimana itu pelatihannya terkait dengan penerbitan rekening listrik kemudian pelatihan tentang pengukuran energy di kwh meter.”

2. Apakah semua karyawan memperoleh pelatihan dan pengembangan keterampilan secara teratur ?

“Betul. Pegawai PLn sendiri ataupun pegawai ahli daya (outsourcing) semua mendapatkan keterampilan. Nah seperti yang saya sebutkan tadi bahwa keterampilannya itu tergantung dengan bidang yang dikerjakan.

Kalau bidang transaksi energy yah kurang lebih keterampilannya terkait dengan penerbitan rekening dan pengukuran kwh meter. Kalau contohnya itu pegawai ahli daya disini misalnya pegawai tersebut ada dibagian yantek (pelayanan teknik) keterampilan yang di dapatkan adalah keterampilan terkait tentang gangguan-gangguan yang biasa dialami pelanggan di lapangan.”

3. Bagaimana dengan minat karyawan terhadap program pelatihan dan pengembangan yang ada ?

“Untuk karyawan sendiri terkait dengan adanya program pelatihannya antusiasnya sanga besar. Di sisi lain bahwa keterampilan itu memang wajib diikuti oleh karyawan tersebut apalagi untuk ahli daya yang yang dimana setiap tahunnya mereka harus wajib mengikuti keterampilan sebagai dasar sertifikat bahwa mereka berkompeten untuk bekerja di bidang tersebut.”

4. Apakah pengetahuan yang bapak/ibu peroleh melalui pelatihan dan pengembangan benar-benar diterapkan ditempat kerja ?

“Sebagian besar pelatihan atau keterampilan yang diterima saat pembelajaran itu di terapkan di proses kerja namun memang ada hal-hal atau case-case khusus yang ditemukan di lapangan tidak ada di materi pembelajaran namun sebagian besar pasti di terapkan.”

5. Faktor-faktor apa saja yang dapat menghambat pelaksanaan pelatihan dan pengembangan karyawan ?

“Kalau sekarang ini karena kondisinya masih pandemik ketika pelatihan tersebut membutuhkan praktek di lapangan, itunya yang menghambat.

Karena kita hanya bisa melakukan praktek melalui Zoom. Contohnya harus membuat video yang kita praktekan. Beda halnya kalau kondisinya normal tanpa ada pandemik instrukturnya bisa datang kesini atau kitanya yang data kesana sehinggan prakteknya bisa langsung di awasi oleh instruktur.”

6. Faktor-faktor apa saja yang dapat mendukung pelaksanaan dan pelatihan dan pengembangan karyawan ?

“Faktor yang mendukung pertama adalah prasarana atau medianya.

Contohnya karena kita disini lebih banyak tekniknya daripada pekerjaan di kantornya berarti yang mendukung adalah prasarana tekniknya.

Contohnya alat kerjanya, kemudian jaringan internetnya terus alat pelindung diri (APD) kemudian waktu. Pembagian waktu saat pelatihan, dimana kalau salah satu karyawan pelatihan, otomatis kita semua harus mengatur ulang shiftnya. Shift yang anatar kerja tetap kerja, yang ikut pelatihan tetap latihan itu. Itu salah faktor utamanya.”

Transkip Wawancara

Nama : Pak Raka fajar

Jabatan : Supervisor Pelayanan Pelanggan dan Administrasi Hari/Tanggal : 25 November 2021

Poin 4. Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan

1. Apakah keterlibatan dan pemberdayaan karyawan perlu diterapkan dalam perusahaaan ?

“Tentu saja. Hal tersebut sangat dibutuhkan bukan hanya untuk karyawan

“Tentu saja. Hal tersebut sangat dibutuhkan bukan hanya untuk karyawan

Dokumen terkait