• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

Dalam usaha meningkatkan minat berkunjung, IIG Events melalui penyelenggaraan event Pekan Raya Indonesia 2017 melakukan penerapan strategi event manajemen sebagai salah satu strategi komunikasi pemasaran yang terbagi kedalam tahapan – tahapan, yaitu :

4.2.1 Pra – Event (Rencana Awal dan Rencana Detil)

IIG Events dalam proses perencanaan strategi event manajemen Pekan Raya Indonesia 2017, melakukan perencanaan yang terbagi atas rencana awal dan detil. IIG Events melakukan penetapan kriteria dan tujuan dari penyelenggaraan event dengan memperhatikan pertimbangan terhadap alasan dan dampak dari penyelenggaraan event yang dilihat dari sisi ekonomi, sosial dan budaya nya.

1. Sisi Ekonomi

Pekan Raya Indonesia 2017 merupakan event yang diciptakan dengan tujuan melahirkan sebuah kegiatan baru atau alternative kegiatan baru untuk target market di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Event Pekan Raya Indonesia 2017 juga merupakan pelaksanaan event pameran multi product yang di create untuk lebih memperkenalkan Indonesia Convention Exhibition (ICE) sebagai tempat pameran atau pertunjukan atau tempat penyelenggaraan event kepada publik dan masyarakat sekaligus sebagai salah satu upaya dalam melakukan pergerakan ekonomi nasional yang didalamnya diikuti oleh usaha – usaha kecil menengah dan industri kreatif yang terdapat di Indonesia.

2. Sisi Sosial

Pekan Raya Indonesia 2017 merupakan event yang melalui konten – konten yang disajikannya menjadi wadah, tempat atau sarana yang mendukung kegiatan - kegiatan yang mengedepankan kreativitas anak bangsa. Contohnya seperti konten event pada Pekan Raya Indonesia di tahun 2016 yaitu kegiatan pentas musik 1000 band yang menghadirkan berbagai genre musik seperti dangdut, rock, metal, reggae, cadas dan masih banyak lagi.

3. Sisi Budaya

Pekan Raya Indonesia 2017 menghadirkan dua panggung utama yaitu panggung nusantara dan panggung budaya yang menampilkan konten – konten acara selama penyelenggaraan event yang berisi kegiatan – kegiatan budaya seperti kesenian daerah dan masih banyak lagi.

4.2.1.1 Rencana Awal

Dalam proses penetapan rencana awal, IIG Events melakukan pencarian informasi – informasi yang berkaitan dengan event sejenis, mencari dan mengumpulkan persamaan dan perbedaan dari event Pekan Raya Indonesia dengan event sejenis lainnya, informasi terkait pihak yang terlibat, dan melakukan informasi guna menentukan tanggal, bulan yang tepat untuk pelaksanaan event, perencanaan biaya dan sumber pendapatan dan tempat untuk dilaksanakannya event.

IIG Events dalam proses penyelenggaraan event Pekan Raya Indonesia 2017 melakukan perencanaan awal dengan menentukan target audience yang disasar. Dalam penentuan target audiences dari Pekan Raya Indonesia 2017, IIG Events menargetkan target audiences yang berasal dari all status yang dilihat dari status sosial ekonomi nya, akan tetapi didasarkan pada survey yang telah dilakukan pada event Pekan Raya Indonesia di tahun 2016 yang lalu, mayoritas audience yang mengunjungi event PRI ini adalah audience dengan status sosial

ekonominya B+ dengan behavior yang rata – rata menggunakan mobil atau motor untuk menjangkau PRI dan tingkat spend money yang berada di angka 6 juta rupiah perbulan, yang terkategorikan dengan status sosial ekonominya adalah B+ yang mayoritas berprofesi sebagai karyawan dan tingkat pendidikan audiences 43% dari jenjang SMA dan 57% dari jenjang diploma hingga master. Untuk mengetahui needs dan ekspetasi dari target audiences, IIG Events menggunakan lembaga survey independen yang memang digunakan khusus untuk mengamati sekaligus mendapatkan data dari lapangan terkait audiences. Berikut profile audiences berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan :

Gambar 4.7 Profile Audiences

Sumber : Event Evaluation Report, 2017

IIG Events dalam melakukan pencarian informasi terkait event yang sejenis menemukan bahwa event Pekan Raya Jakarta merupakan

salah satu event yang banyak kemiripan. Hal ini dapat dilihat dari jenis

event dari Pekan Raya Jakarta yang memiliki persamaan dari konsep

acaranya yaitu family gathering, pameran multiproduk, dan pentas musik dan juga persamaan jika dilihat dari jenis exhibitor yang berpartisipasi.

Ciri – ciri yang membedakan event Pekan Raya Indonesia dengan event Pekan Raya Jakarta adalah Pekan Raya Indonesia menggunakan venue indoor sedangkan Pekan Raya Jakarta adalah

venue outdoor, PRI menampilkan berbagai konten yang terdiri dari

dua konsep acara yaitu konsep acara utama yaitu Kolaborasi Musik Kita (KOMIK) dan konsep acara pendukung seperti tarian, pentas musik dan kesenian tradisional dari seluruh penjuru nusantara, pengadaan wahana – wahana yang edukatif bagi anak – anak, pameran multiproduk yang menggandeng bermacam – macam kategori dibidang otomotif, furniture, kuliner, perbankan, property, dan lain – lain yang juga menggandeng peran Usaha Kecil dan Menengah (UKM), penyediaan fasilitas kesehatan, sarana seperti transportasi, toilet, parkir, musholla dan juga nursery room.

Terkait tempat pelaksaan event, IIG Events memilih

Indonesian Convention Exhibition (ICE) yang berlokasi di BSD City,

Tangerang sebagai venue untuk melaksanakan event. Pekan Raya Indonesia dalam perencanaannya terkait biaya dan sumber pendapatan,

melakukan serangkaian perencanaan meliputi perencanaan biaya promosi, dan biaya operasional baik yang didanai langsung oleh perusahaan, maupun dengan membina kerjasama dengan beberapa sponsor seperti Bank Mandiri, Djarum, Telkomsel, Marie Regal dan juga Sosro dengan sistem kerjasama consignment atau sistem bagi hasil.

Dalam penetapan tanggal dan bulan pelaksanaan, IIG Events memilih tanggal dan bulan dimana porsi hiburan masyarakat terhadap suatu event pameran sedang mengalami penurunan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya head to head atau jadwal penyelenggaraan yang bersamaan antara event Pekan Raya Indonesia dengan event sejenis, dengan mempertimbangkan jenis exhibitor yang relatif sama. 4.2.1.2 Rencana Detil

Dalam proses penetapan perencanaan yang lebih mendetil, IIG

Events melakukan perencanaan yang meliputi perencanaan

keuangan melalui penetapan harga tiket masuk, penetapan sistem kerjasama dengan pihak sponsor dan komunitas, perencanaan operasional seperti jadwal pekerjaan, penyediaan fasilitas kesehatan, serta rencana pemasaran baik itu yang dilakukan melalui riset, yang akan menjadi sumber informasi guna menetapkan aktivitas komunikasi pemasaran dan promosi yang

akan digunakan, aktivitas public relations dan penetapan jadwal pemasaran event.

Dalam proses persiapan penyelenggaraan event yang detil, IIG Events melakukan pertimbangan yang didasarkan pada tujuan yaitu menjadikan penetapan harga tiket masuk sebagai sarana dan juga tahap awal untuk melakukan pensortiran terhadap orang – orang yang datang ke event PRI. Melalui penetapan harga tiket masuk juga diharapkan mampu menghindarkan kemungkinan terjadinya kondisi dimana semua segmen dari masyarakat dapat masuk ke event, akan tetapi sebagian besar tidak memiliki kemampuan dan daya beli yang juga akan memberikan pengaruh terhadap tingkat kepuasan exhibitor dan berdampak kepada keberlangsungan dan kesuksesan berjalannya event PRI.

Pertimbangan penetapan tiket masuk event juga dilakukan dengan melakukan perbandingan dengan harga tiket masuk dari

event – event sejenis guna dapat menentukan harga tiket yang

standar untuk mencegah terjadinya penetapan harga masuk yang lebih tinggi dari event sejenisnya, menghindarkan kemungkinan terjadinya ancaman kejahatan atau kehilangan dan juga perbandingan antara harga tiket PRI dengan event lainnya oleh pengunjung. Dalam penetapan harga juga, IIG Events yang bekerjasama dengan Bank Mandiri melalui penyelenggaraan event

Pekan Raya Indonesia juga memberikan fasilitas dengan program

win – win solution yaitu program buy 1 get 1 free ticket entrace

kepada pengguna kartu kredit dan debit Mandiri.

Dalam penentuan kerjasama dengan sponsor, selain melalui penyelenggaraan pembukaan PRI yang bertepatan dengan pelaksanaan Mandiri Karnaval, PRI juga melakukan kerjasama yang juga dilakukan bersama Bank Mandiri melalui penyelenggaraan festival kopi yang mengadopsi dan mengikutsertakan UKM – UKM dengan menggandeng AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) yang didalam organisasi ini terdapat pedagang, petani dan juga eksportir kopi untuk mengisi satu pavilion pameran UKM dengan sistem kerjasama

consignment. Dalam Ibizcoach.com menjelaskan sistem kerjasama consignment merupakan sistem kerjasama yang antara pemilik

usaha dengan penyalur dengan menggunakan sistem bagi hasil. Melalui sistem kerjasama consignment ini juga, terjadi pencapaian antara visi misi yang PRI dengan Bank Mandiri yang sama – sama memerlukan area UKM yang dimana salah satu alasan lainnya adalah melihat bahwa peluang industri kopi yang sekarang ini sedang mengalami peningkatan yang cukup pesat atau sedang hype. Dalam menentukan UKM – UKM dalam mengisi satu pavilion festival kopi juga, PRI, Bank Mandiri bersama AEKI

juga melakukan pertimbangan dengan mengikutsertakan brand –

brand, usaha kopi atau café – café yang bersifat independen, dan

cukup menjadi top of mind di sosial media.

Dalam perencanaan operasionalnya, IIG Events melakukan berbagai perencanaan seperti klasifikasi atau pengelompokkan

exhibitor berdasarkan kategori, perancangan layout floor plan

untuk penempatan setiap exhibitor berdasarkan kategorinya, perancangan layout fasilitas baru untuk area ibu dan anak, dan perancangan layout terkait waktu pelaksanaan, jam operasional dan akses menuju lokasi event serta penyediaan fasilitas – fasilitas terkait kesehatan dan lain – lain.

Gambar 4.8 Exhibition detail dan Category

Gambar 4.9 Layout floor plan penempatan exhibitor berdasarkan kategori

Sumber : Proposal PRI, 2017 Gambar 4.10 Layout area ibu dan anak

4.11 Layout perancangan waktu pelaksanaan, jam operasional dan akses menuju lokasi event

Sumber : Proposal Pekan Raya Indonesia, 2017

Dalam usaha memberikan kenyamanan bagi pengunjung event, PRI menyediakan fasilitas – fasilitas yang membantu mempermudah aktivitas pengunjung selama mengunjungi event. Adapun fasilitas yang disediakan dalam

event PRI adalah seperti nursery room bagi pasangan –

pasangan muda yang membawa anak – anak, musholla, toilet yang tersedia dari hall 1 hingga hall 10, jasa petugas kebersihan guna menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan selama event berlangsung, fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan Bethsaida dan Eka Hospital yang disediakan bagi pengunjung dan juga karyawan temporer serta fasilitas shuttle bus gratis bekerjasama dengan Blue bird yang

disediakan di wilayah Gandaria City, Bintaro Xchange, Lippo Karawaci, Tangerang City, Mall Alam Sutera, CBD Ciledug, BSD Junction, Stasiun Ciasuk, Stasiun Rawa buntu dan juga beberapa terminal lainnya untuk memberikan kemudahan kepada pengunjung untuk menjangkau wilayah tempat PRI dilaksanakan.

Selain fasilitas shuttle bus gratis, PRI juga memfasilitasi para pengunjung yang ingin menggunakan sarana transportasi seperti taksi yang juga bekerjasama dengan

Blue bird melalui pemberian harga khusus atau potongan harga

untuk tujuan ke Pekan Raya Indonesia 2017.

Pekan Raya Indonesia dalam perencanaan pemasaran nya menggunakan media Above The Line (ATL) dan Below

The Line (BTL) yang terbagi kedalam dua bentuk promosi

yaitu Exhibitor Promotion dan Visitor Promotion. Dalam aktivitas Exhibitor Promotion dilakukan melalui empat cara yaitu yang pertama dengan advertising seperti dengan pemasangan iklan di Kompas, dan pemasangan iklan terkait PRI di media – media yang menjadi partner, yang kedua melalui pemasangan out of home advertising (OOH

Advertising) seperti pemasangan billboard, banner dan yang

Marketing (EDM) ke semua data base client yang sudah

dimiliki, maupun yang belum ada serta pemasangan iklan terkait event penggunaan Sosial Media Official PRI maupun IIG Events.

Melalui empat aktivitas promosi diatas, IIG Events melakukan pendekatan komunikasi yang lebih kepada bentuk

highlight terkait semua aktivitas event yang secara garis besar

mengajak dan menjelaskan benefit kepada calon – calon

exhibitor untuk apabila bergabung dan berpartisipasi dalam event PRI. Dalam usaha memberikan pelayanan yang terbaik

bagi exhibitor, IIG Events melakukan pertimbangan dengan melakukan kurasi terkait kriteria- kriteria dari tenant – tenant apa saja yang akan ikut berpartisipasi didalam event PRI ini.

Tenant – tenant didalam PRI terbagi atas beberapa kategori

segmen yang terdiri dari kategori fashion, furniture dan home

décor, property, otomotif, ibu dan anak, food and fast moving product dan kuliner.

Mengingat PRI merupakan pameran multi product bernuansa festival yang dapat menjangkau semua jenis segmen, kurasi secara lebih khusus dilakukan pada kategori kuliner guna dapat mencapai pada keberagaman varian kuliner yang dapat menjadi daya tarik pengunjung. Sedangkan dalam

aktivitas Visitor Promotion, pendekatan komunikasi yang dilakukan oleh IIG Events dalam menarik keinginan pengunjung untuk datang ke PRI adalah dengan menyajikan iklan yang lebih menjelaskan terkait konten acara, fasilitas, dan informasi – informasi seputar event yang bisa menarik keinginan visitor untuk melakukan kunjungan.

Dalam penggunaan media nya, aktivitas visitor

promotion juga menggunakan media above the line (ATL)

seperti dengan penyampaian informasi iklan PRI melalui sosial media seperti Instagram, facebook, twitter, Koran, majalah seperti majalah Wanita Indonesia, majalah Hai, In Flight

magazine, dan TV yang bekerjasama dengan MNC TV, RCTI,

I- News, penggunaan media radio, video throne, penggunaan

buzzer seperti Giselle, Gempita dan Monella dan pemasangan branding pada kereta, iklan pada spanduk, dan juga umbul –

umbul. Aktivitas visitor promotion juga melakukan promosi dengan menggunakan media below the line (BTL) seperti dengan pengadaan diskon pada beberapa tenant khusus, special

offer seperti program buy 1 get 1 menggunakan kartu kredit

atau debit Bank Mandiri, kuis – kuis berhadiah di sosial media dan program pendekatan komunikasi terhadap komunitas – komunitas melalui penawaran special offer bagi komunitas

seperti Honda Dash buy 1 get 1 free hanya dengan menunjukkan STNK.

Selain menggunakan media BTL dalam memberikan diskon dan special offer, Pekan Raya Indonesia juga melakukan pendekatan komunikasi untuk meningkatkan minat berkunjung dengan melakukan aktivitas BTL lainnya yaitu dengan menyajikan konten - konten yang bertujuan untuk melakukan pembinaan terhadap pengunjung, seperti free

workshop di hall nusantara yang meliputi workshop mewarnai

wayang, workshop painting yang terbuka bebas bagi pengunjung maupun media untuk ikut. Melalui pengadaan free

workshop ini juga, aktivitas ini mampu memberi warna yang

lebih banyak dari sekian banyak aktivitas yang berlangsung selama penyelenggaraan event Pekan Raya Indonesia 2017 yang juga dapat memunculkan ketertarikan pengunjung maupun media untuk mendokumentasikan, meliput, melakukan

share, dan memposting aktivitas yang dapat menjadi saluran

komunikasi tambahan yang semakin me-massive kan event Pekan Raya Indonesia 2017 sehingga dapat terbentuk Word of

4.2.2 Pelaksanaan Event (Diskusi tentang perencanaan)

IIG Events dalam proses pelaksanaan event Pekan Raya Indonesia 2017, melakukan serangkaian aktivitas yang berkaitan penetapan periode waktu penyelenggaraan, persiapan infrastruktur

venue, melakukan kontrol terhadap penyediaan fasilitas yang

disediakan serta melakukan publikasi terkait wahana, konten acara, dan ragam exhibitor selama berlangsungnya aktivitas penyelenggaraan

event.

Dalam penetapan periode waktu penyelenggaraan, IIG Events menetapkan periode untuk waktu penyelenggaraan event Pekan Raya Indonesia 2017 selama 16 hari. Hal ini dilakukan dengan untuk memperoleh rasa ideal dari periode penyelenggaraan suatu event yang secara ideal harusnya berlangsung selama 14 hari dan sebagai bentuk pertimbangan terhadap insight – insight yang diberikan oleh pihak

exhibitor yang mayoritas adalah Usaha Kecil dan Menengah atau StarUp, yang biasanya melakukan penutupan terhadap toko utama

selama ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan sebuah event dan pertimbangan terkait biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh pihak exhibitor seperti biaya transport, biaya penginapan, dan lain sebagainya.

Dalam usaha penyediaan fasilitas yang terbaik bagi pengunjung nya, IIG Events melakukan klasifikasi terhadap kategori

exhibitor yang dikategorikan ke dalam satu hall berdasarkan kategorinya, aktivitas kontrol terhadap penyediaan fasilitas yang tersedia selama berlangsungnya penyelenggaraan event seperti penyediaan jasa petugas kebersihan, dan melakukan kerjasama dengan rumah sakit – rumah sakit ternama seperti Bethsaida dan Eka Hospital guna memberikan layanan kesehatan bagi pengunjungnya. Guna meningkatkan intensitas dalam upaya promosi pada event Pekan Raya Indonesia 2017, IIG Events juga melakukan publikasi secara intensif melalui media – media sosial official, website perusahaan, TV dan radio baik itu yang berkaitan dengan informasi tentang konten acara yang ditampilkan, kategori – kategori exhibitor, diskon – diskon, maupun wahana – wahana yang tersedia pada event Pekan Raya Indonesia 2017 selama berlangsungnya penyelenggaraan event.

4.2.3 Pasca – Event ( Evaluasi)

Dalam usaha menentukan tahapan – tahapan evaluasi yang tepat dalam meningkatkan minat berkunjung terhadap penyelenggaraan event Pekan Raya Indonesia 2017, IIG Events menggunakan lembaga survey independen untuk mengetahui hasil – hasil atau data yang bersumber dari lapangan terkait channel - channel yang digunakan oleh exhibitor maupun pengunjung untuk memperoleh informasi terkait event, performance Pekan Raya Indonesia 2017 dengan tahun sebelumnya, performance Pekan Raya Indonesia 2017

dengan event sejenisnya, tingkat kepuasan baik dari sisi exhibitor maupun pengunjung, kepuasan dari sisi penempatan booth dan terkait intensitas untuk melakukan kunjungan kembali pada event Pekan Raya Indonesia yang akan datang dari sisi exhibitor maupun pengunjung.

Gambar 4.12 Exhibitor Source of Information

Sumber : Event Evaluation Report, 2017

Berdasarkan hasil riset, dapat diketahui bahwa yang paling banyak memberikan pengaruh terhadap pengetahuan exhibitor terhadap penyelenggaraan event PRI adalah yang pertama berasal dari publikasi dan penawaran dari IIG Events sebesar 83%, dari teman sebesar 11%, sosial media sebesar 8%, iklan dan media promosi sebesar 3% dan keluarga sebesar 1%. Ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Gambar 4.13 Visitor Source of Information (ATL dan BTL)

Sumber : Event Evaluation Report, 2017

Sedangkan dari sisi visitor, source information mengenai event PRI yang paling banyak diterima oleh pengunjung yang hadir adalah berasal dari word of mouth (WoM) seperti keluarga, teman dan kolega sebesar 76%, Sosial media 29%, Billboard dan out of home advertising (OOH) 22%, official website 16%, banner, spanduk dan umbul – umbul 16%, dan flyer sebesar 11%.

Gambar 4.14 Media promosi billboard

Sumber : Event Evaluation Report, 2017

Untuk media promosi billboard, IIG Events melakukan pemasangan billboard yang berada pada beberapa titik jalan tol dan jalan raya seperti tol pondok ranji, tol JOR MLJ, tol karang tengah, tol slipi senayan, jalan jendral sudirman tangerang city, flyover bintaro, jalan raya pondok cabe, Islamic center karawaci, syariah mandiri ciledug, jalan dewi sartika ramayana, jalan ciledug raya dan bumi serpong damai atau BSD. Berdasarkan hasil riset, sumber informasi yang paling banyak diperoleh oleh visitor melalui pemasangan

billboard terletak di tol pondok ranji sebesar 44%, jalan jendral

Gambar 4.15 Media promosi TV dan Radio

Sumber : Event Evaluation Report, 2017

Untuk media promosi TV dan radio, IIG Events melakukan pemasangan iklan di perusahan TV nasional seperti RCTI, MNC TV, Metro TV, Global TV, Net dan beberapa radio – radio ternama di Jakarta seperti Prambors, Delta FM, Jak FM, Indika FM dan HardRock FM. Dan dari beberapa media TV dan radio yang digunakan, yang paling banyak ditonton dan di dengarkan terkait informasi seputar event adalah RCTI sebesar 84%, MNC TV 79%, dan radio yaitu Prambors sebesar 72% dan Delta FM 24%.

Gambar 4.16 Media promosi sosial media dan website

Sumber : Event Evaluation Report, 2017

Sedangkan pada media promosi sosial media dan website, Pekan Raya Indonesia 2017 hampir memakai semua jenis media sosial dalam publikasi terkait event yaitu Instagram, Facebook, Twitter,

Path, Youtube , Google dan melakukan penyebaran informasi melalui

media online selain official website seperti kompas.com, vivanews.com, detik.com, kaskus, CNN.com, yahoo.com, okezone.com dan beritasatu.com. Yang paling banyak menjadi sarana bagi pengunjung dalam memperoleh informasi terkait PRI adalah Instagram sebesar 87%, Facebook sebesar 28%, dan media online yaitu kompas.com sebesar 57% dan detik.com 38%. Berdasarkan hasil riset, dapat diketahui bahwa pengunjung menggunakan laman berita online kompas.com dan detik.com sebagai sumber untuk memperoleh informasi terbanyak terkait penyelenggaraan event.

Begitu pula dengan penggunaan sosial media Instagram sebagai sumber informasi terbanyak yang dikunjungi oleh pengunjung. Penggunaan sosial media dan website ini sudah sesuai dengan segmentasi target audience yang disasar oleh Pekan Raya Indonesia, yang dimana Pekan Raya Indonesia memiliki segmentasi target

audience yang berasal dari all status, itulah yang menjadi salah satu

alasan utama dari Pekan Raya Indonesia yang hampir menggunakan seluruh channel – channel guna meningkatkan aktivitas publikasi dan juga promosi terhadap event. Penggunaan hampir seluruh channel – channel dilakukan dengan tujuan dapat menjangkau pengunjung akan informasi terkait event yang disesuaikan dengan pengguna nya dari masing – masing channel – channel media yang ada, yaitu penggunaan media sosial Instagram yang dapat menjangkau generasi

millennial, dan website – website seperti kompas.com dan detik.com

yang biasanya lebih sering dibaca oleh target audience untuk tingkat pendidikan diploma hingga tingkat master.

Pendekatan komunikasi yang dilakukan IIG Events kepada komunitas – komunitas untuk penyampaian terkait informasi event , penawaran special offer dalam upaya menciptakan word of mouth (WoM) terbilang cukup efektif, mengingat pengaruh apabila satu orang dalam suatu komunitas yang mengetahui informasi terkait event, tentu saja akan memberikan dampak kepada satu komunitas yaitu

dengan penyebaran informasi melalui mulut ke mulut, postingan atau ajakan secara langsung

“Iya, kita dengan pendekatan community event, karena kita

mencakup semua segmen. Jadi komunitas – komunitas kita masukin, komunitas kopi, komunitas makanan, itu kita undang untuk bisa hadir. Kan kalau satu orang dari komunitas tau, otomatis satu komunitas tau, jadi efektif menurut saya” (Ichwan Sofwan, 2018).

Dokumen terkait