• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Pada hasil penelitian akan diuraikan prosedur pengembangan dan kualitas Modul Pramuka Siaga Mula Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif Untuk Sekolah Inklusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Modul Pramuka Siaga Mula dengan mengintergrasikan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam langkah-langkah pembelajaran kepramukaan. Dua modul yang dikembangkan yaitu berjudul “Modul Pramuka Siaga Mula Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif Untuk Pembina di Sekolah Inklusi” untuk pembina dan modul dengan judul “Modul Pramuka Siaga Mula Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif Untuk Siswa di Sekolah Inklusi” untuk siswa.

4.1.1 Prosedur Pengembangan

Hasil penelitian ini disajikan proses pengembangan Model ADDIE (Tegeh, dkk. 2014: 42) yang terdiri atas Analyze (Analisis), Design (Perancangan),

Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), and Evaluation

(Evaluasi). Berikut ini adalah hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti dengan penjabaran langkah-langkah prosedur pengembangan model ADDIE :

4.1.1.1 Analyze (Analisis)

4.1.1.1.1 Analisis Kebutuhan

Langkah pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah melalukan analisis kebutuhan. Peneliti melakukan analisis kebutuhan seperti yang dijelaskan pada bab III, yaitu melakukan wawancara dengan koordinator kepramukaan di Sekolah Dasar Tumbuh, observasi, dan kuesioner. Peneliti melakukan wawancara dan

observasi sebagai penelitian pendahuluan (preliminary research). Peneliti melakukan wawancara dengan koordinator kepramukaan SD Tumbuh Yogyakarta setelah observasi yang kesebelas di SD Tumbuh 2 Yogyakarta dengan tujuan untuk menganalisis ketersediaan referensi pembelajaran yang digunakan oleh pembina. Observasi dilakukan peneliti dengan mengamati proses pembinaan kegiatan Pramuka dalam beberapa kali pertemuan rutin. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui latar belakang siswa, cara belajar dan mengajar, kesulitan yang dihadapi siswa, dan ketertarikan siswa terhdap kepramukaan.

Setelah melakukan observasi dan wawancara, peneliti memberikan angket kuesioner melalui google formulir sebagai penguat data kebutuhan Sekolah Inklusi dalam bidang kepramukaan. Keuntungan penelitian dengan menggunakan kuesioner adalah mampu dibuat anonim, tidak memerlukan hadirnya peneliti, mampu dibagikan serentak, mampu dijawab oleh responden sesuai dengan waktu yang ada, dan mampu dibuat standar. Desain pengukuran yang dipakai oleh peneliti pada kuesioner analisis kebutuhan adalah menggunakan Skala Guttman yang memberikan respon yang tegas yang hanya terdiri dari dua alternatif, yaitu, Ya, Tidak, Pernah, dan Belum Pernah. Kemudian memberikan pertanyaan terbuka atau kuesioner terbuka untuk memperdalam jawaban responden.

4.1.1.1.2 Hasil Analisis Kebutuhan

Dalam pelaksanaan wawancara dengan koordinator Pramuka di SD Tumbuh Yogyakarta pada tanggal 4 November 2019, peneliti mendapatkankan data bahwa kegiatan Pramuka yang dilaksanakan di SD Tumbuh Yogyakarta sempat ditiadakan pada tahun 2014 termasuk SD Tumbuh 2 Yogyakarta karena ketertarikan siswa yang rendah terhadap kegiatan Pramuka. Hal tersebut ditandai dengan 4 siswa dari 36 siswa yang tertarik mengikuti kegiatan Pramuka. Faktor yang mampu mempengaruhi sedikitnya peminat adalah kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang belum wajibkan di sekolah sehingga siswa mempunyai kebebasan untuk memilih apakah akan mengikuti kegiatan Pramuka atau tidak. Selain itu, siswa tidak mempunyai buku Pramuka sebagai bahan belajar. Tahun ajaran baru 2019, ekstrakurikuler Pramuka di SD Tumbuh kembali aktif setelah 5 tahun

istirahat dari kegiatan kepramukaan. Ekstrakurikuler Pramuka yang diaktfkan kembali di SD Tumbuh 2 Yogyakarta yang merupakan Sekolah Inklusi tentunya tak luput dari kendala. Siswa kelas 3 dan 4 di Sekolah Inklusi harus mengikuti kegiatan Pramuka tanpa terkecuali sehingga siswa reguler harus merangkul teman-temannya yang berkebutuhan khusus supaya mampu mengikuti kegiatan Pramuka.

Observasi kegiatan Pramuka dilakukan selama lebih kurang 8 bulan setiap hari Senin pukul 14.00 WIB, mulai dari tanggal 19 Agustus 2019 sampai 6 April 2020. Pada tanggal 14 Agustus 2019, seluruh pembina Pramuka, koordinator ekstrakurikuler Pramuka, dan guru kelas Middle (kelas 3 dan kelas 4) SD Tumbuh 1-4, guru kelas 7 SMP Tumbuh, dan guru kelas 10 SMA Tumbuh melakukan rapat di ruang rapat. Hasil rapat memutuskan bahwa kegiatan Pramuka di Sekolah Inklusi tidak ada kegiatan fisik yang ekstrim seperti jurit malam dalam kegiatan berkemah dan kegiatan lain yang mengeluarkan banyak tenaga mengingat siswa yang berkebutuhan khusus juga terlibat aktif di dalam kegiatan Pramuka. Dengan kata lain, pembina perlu menyederhanakan kegiatan Pramuka sehingga mampu diikuti oleh semua siswa. Adapun cara menyederhanakan kegiatan tersebut adalah dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ekstrakurikuler Pramuka yang menyesuaikan dengan kurikulum kepramukaan Sekolah Tumbuh dan juga tetap berlandaskan Syarat Kecakapan Umum (SKU). Syarat Kecakapan Umum (SKU) merupakan syarat kecakapan yang wajib dimiliki oleh setiap anggota Pramuka sebagai prasyarat untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Umum yang telah disusun menurut pembagian golongan usia Pramuka.

Setelah melakukan observasi dan wawancara, peneliti memberikan kuesioner tertutup dan kuesioner terbuka sebagai penguat analisis kebutuhan mengenai modul sebagai sumber belajar kepada 4 pembina di beberapa Instansi yang berbeda. Data yang dihasilkan adalah 4 pembina tersebut memiliki sumber belajar mengajar dalam melakukan kegiatan Pramuka. Akan tetapi, hanya ada 1 dari 4 pembina yang memiliki modul kepramukaan sebagai sumber belajar mengajar kegiatan Pramuka. Kemudian ketika peneliti bertanya kepada pembina mengenai ketertarikan kegiatan Pramuka yang diintegrasikan dengan Paradigma Pedagogi

Reflektif, hasilnya adalah 4 pembina memilih “Ya” yang berarti mereka tertarik. Hasil rekapitulasi kuesioner tertutup dapat dilihat pada lampiran 2.

Selain menjawab kuesioner tertutup, responden menjawab kuesioner terbuka untuk menguraikan jawaban mengenai pelaksanaan, metode, kendala yang dihadapi ketika kegiatan Pramuka berlangsung, cara pengujian SKU, bahan belajar, dan cara mengevaluasi pemahaman siswa. Empat responden menjawab pertanyaan dengan berbeda-beda sesuai dengan pengalamannya pada saat melaksanakan kegiatan Pramuka. Hasil rekapitulasi kuesioner terbuka dapat dilihat pada lampiran 2.

4.1.1.2 Design (Perancangan)

Proses yang kedua dari model ADDIE, peneliti melakukan perancangan konsep Model Desain Pembelajaran berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif. Tahap

Design (Perancangan) ini meliputi pembuatan Modul Pramuka Siaga Mula Berbasis

Paradigma Pedagogi Reflektif Untuk Sekolah Inklusi. Modul tersebut dikembangkan mengacu dari Syarat Kecakapan Umum (SKU). Pada tahap perancangan, peneliti tidak hanya merancang modul saja namun merancang intrumen validasi modul yang akan diberikan kepada validator dan merancang instrumen implementasi/uji coba terbatas. Validasi instrumen modul akan digunakan untuk validasi modul pada tahap pengembangan dan instrumen uji coba terbatas yang akan digunakan untuk uji coba modul kepada siswa di SD Tumbuh 2 Yogyakarta pada tahap implementasi.

4.1.1.2.1 Sampul Modul

Peneliti merancang sampul modul dengan menggunakan tema Pramuka. Modul untuk pembina digunakan warna dominan coklat yang digradasikan dengan warna coklat yang lebih muda dan lebih tua. Sedangkan sampul modul untuk Siswa digunakan warna hijau tua yang mendominasi dan warna hijau muda yang menjadi gradasinya. Warna hijau dipilih peneliti dengan alasan ciri khas Pramuka siaga yang tanda kecakapannya berwarna hijau. Untuk menambah daya tarik modul, peneliti menambahkan gambar anak Pramuka putri dan anak Pramuka putra yang digambar secara manual yang dipotong lalu ditempelkan ke sampul depan modul siswa.

Sedangkan, peneliti menambahkan gambar animasi pembina putra dan pembina putri yang merupakan hasil suntingan applikasi adobe photoshop dari gambar manual yang kemudian ditempelkan di sampul depan modul untuk pembina. 4.1.1.2.2 Kata Pengantar

Kata pengantar atau halaman prakata berisi ucapan syukur atas terselesaikannya Modul Pramuka Siaga Mula Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif Untuk Pembina di Sekolah Inklusi sebagai referensi tambahan untuk pembina dalam kegiatan kepramukaan. Serta terselesaikannya Modul Pramuka Siaga Mula Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif Untuk Siswa di Sekolah Inklusi sebagai referensi, sumber belajar, dan melatih Siswa dalam berrefleksi diri setelah mengikuti kegiatan Pramuka.

Penulis menjelaskan tentang tujuan dituliskannya Modul Pramuka Siaga Mula berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif untuk Pembina di Sekolah Inklusi dan Modul Pramuka Siaga Mula Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif Untuk Siswa di Sekolah Inklusi, harapan penulis terhadap masing-massing modul tersebut, permohonan kritik dan saran, serta ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu terselesaikannya buku panduan tersebut.

4.1.1.2.3 Isi Modul

Isi Modul dibuat dengan menggunakan applikasi Microsoft Word dengan jenis huruf Century Schoolbook dengan ukuran 12 pada modul pembina. Jenis huruf tersebut digunakan pada semua komponen di dalam modul. Sedangkan, pada modul siswa menggunakan jenis huruf dan ukuran yang berbeda pada setiap sub judul. Jenis huruf dan ukuran yang digunakan adalah sebagai berikut:

a. Judul Bab: jenis huruf DFPOP1-W9 ukuran 14

b. Isi Kata Pengantar, Penjelasan Isi Penggunaan Modul, dan Isi Daftar Isi: jenis huruf Franklin Gothic Book (Body) dengan ukuran 14

c. Tulisan Kegiatan dan Isi Materi: jenis huruf Century Schoolbook ukuran 14 d. Isi Daftar Pustaka: jenis huruf Franklin Gothic Book (Body) ukuran 10, dan e. Isi Data Penulis: jenis huruf Times New Roman ukuran 12pt

Bagian isi modul dituliskan nomor Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan tujuannya. Berikut adalah kegiatan Pramuka berdasarkan Syarat Kecapakan Umum (SKU) golongan Pramuka Siaga Mula:

Tabel 4. 1 Tujuan Kegiatan Pramuka Kegiatan

Ke- Tujuan Kegiatan

1 Islam

1. Siswa mampu menyebutkan Rukun Iman dan Rukun Islam 2. Siswa mampu mengucapkan Syahadat dan menyebutkan artinya 3. Siswa mampu menghafal Surat Al-fatihah dan menyebutkan

artinya

4. Siswa mampu menyebutkan Surat Al-Ikhlas dan menyebutkan artinya

5. Siswa mampu mengetahui tatacara berwudhu beserta doanya 6. Siswa mampu melaksanakan gerakan Sholat

7. Siswa mampu menghafal doa harian Katolik

1. Siswa mampu membuat tanda Salib

2. Siswa mampu mengucapkan doa harian dan menyanyikan lagu gereja

3. Siswa mampu menerima dan mensyukuri keberadaan dirinya sebagai ciptaan Allah, dan memberikan contoh-contohnya 4. Siswa mampu mengasihi keluarganya

5. Siswa mampu mengasihi teman, guru, dan sesamanya baik di gugus depan, di sekolah, dan di sekitarnya

Kristen

1. Siswa mampu menghafal Yohanes 3:16 dan berdoa sederhana 2. Siswa mampu mengucap syukur sebagai ciptaan Allah.

3. Siswa mampu mengasihi keluarga, guru, teman, dan sesamanya 4. Siswa mampu mengikuti sekolah minggu 4kali berturut-turut Hindu

1. Siswa mampu menunjukkan sikap Anjali serta mampu mengucap salam Panganjali dengan tepat

2. Siswa mampu memperagakan sikap/tatacara Sembahyang dengan tepat

3. Siswa mampu menyebutkan nama-nama bunga yang bisa dipakai sembahyang dengan tepat

4. Siswa mampu menyebutkan jam atau waktu untuk melaksanakan persembahyangan/Puja Tri Sandhya dengan tepat Budha

1. Ssiwa mampu mengucapkan Salam Buddhis dengan tepat. 2. Siswa mampu bersikap Anjali dengan tepat.

3. Siswa mampu melakukamn Namaskara dengan tepat 2 Siswa mampu menghafal Dwi Satya dan Dwi Dharma

3 1. Siswa mampu menyebutkan jenis salam Pramuka

2. Siswa mampu melakukan demonstrasi jenis salam Pramuka 4 Siswa mampu mengelola tabungan sekurang-kurangnya dalam

waktu 6 minggu melalui buku tabungan

5 Siswa mampu membuat kerajinan tangan layak jual kemudian uangnya mampu digunakan untuk membayar iuran ke Gugus Depan 6 Siswa mampu menyebutkan lambang gerakan Pramuka dan

penciptanya

7 Siswa mampu menyebutkan salah satu seni budaya di tempat tinggalnya

8 Siswa mampu bersikap hemat dan cermat dengan segala miliknya setiap waktu

9 Siswa mampu menyebutkan identitas diri dan keluarga

10 Siswa mampu membedakan perbuatan baik dan perbuatan buruk 11 Siswa mampu mengikuti latihan perindukan Siaga,

sekurang-kurangnya 6 kali latihan berturut-turut dengan rajin dan giat 12 1. Siswa mampu menghafalkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya

2. Siswa mampu menyenyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya 13 Siswa mampu menyebutkan arti kiasan warna Sang Merah Putih

dengan tepat

14 Siswa mampu menyebutkan hari besar nasional dan hari besar keagamaan

15 Siswa mampu menyebutkan Peraturan Keluarga 16 Siswa mampu menyebutkan peraturan Lingkungan

17 Siswa mampu menyebutkan macam adat/budaya di lingkungan sekitar tempat tinggal

18 Siswa mampu menyampaikan ucapan dengan baik dan sopan serta hormat kepada orangtua, sesama teman, dan orang lain.

19 Siswa mampu menyebutkan nama dan alamat ketua RT, ketua RW, Lurah, dan Camat di sekitar tempat tinggalnya dengan tepat.

20 Siswa mampu menyebutkan sila-sila Pancasila beserta dengan lambangnya.

21 Siswa mampu menjelaskan tentang P3K kepada orang dewasa dengan benar dan dengan percaya diri.

22 Siswa mampu membaca jam digital dan analog dengan tepat 23 Siswa mampu menunjukkan 4 arah mata angin dengan tepat 24 Siswa mampu berbahasa Indonesia dalam mengikuti

pertemuan-pertemuan siaga.

25 Siswa mampu menyebutkan macam alat komunikasi tradisional dan macam alat komunikasi modern.

26 Siswa mampu menyebutkan organ tubuh manusia dan fungsinya 27 1. Siswa mampu menyebutkan gerakan dasar olah raga

2. Siswa mampu melakukan gerakan dasar olah raga

29 Siswa mampu selalu berpakaian rapih dan memelihara kebersihan pribadi

30 Siswa mampu menjalankan latihan-latihan keseimbangan, mampu melempar dan menerima bola dengan tangan.

31 1. Siswa mampu menyebutkan makanan dan minuman yang bergizi.

2. Siswa mampu menggambarkan sedikitnya 1 makanan bergizi atau minuman bergizi pada selembar kertas dengan kreatif. 32 Siswa mampu memelihara sedikitnya satu macam tanaman berguna

atau jenis binatang ternak, selama kira-kira 1 bulan.

33 Siswa mampu melipat kertas yang dibentuk menyerupai pesawat, kapal, flora dan fauna

34 1. Siswa memahami fungsi dari simpul mati, simpul jangkar, simpul hidup, simpul pangkal, dan simpul anyam.

2. Siswa mampu membuat simpul mati, simpul jangkar, simpul hidup, simpul pangkal, dan simpul anyam secara tepat dan mandiri.

Modul yang dikembangkan memiliki 34 kegiatan seperti yang ada dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU) dengan tujuan memaksimalkan pengembangan yang peneliti lakukan. Pada modul Pramuka untuk pembina, peneliti merumuskan langkah-langkah kegiatan supaya setiap kegiatan mampu diikuti oleh setiap Siswa termasuk Siswa berkebutuhan khusus. Dalam perumusan kegiatan Pramuka, peneliti menyesuaikan intevensi strategi belajar di Sekolah Inklusi dengan langkah-langkah Paradigma Pedagogi Reflektif supaya terlihat integrasi Pramuka di Sekolah Inklusi dengan Paradigma Pedagogi Reflektif. Pada modul Siswa, peneliti memasukkan materi Pramuka dari berbagai sumber supaya informasi yang diberikan pada siswa bersifat tepat. Modul Siswa dirancang oleh peneliti dengan bahasa yang mudah dipahami oleh Siswa dengan menambahkan evaluasi kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan Pramuka pada hari kegiatan Pramuka dilaksanakan. Setiap kegiatan terdapat evaluasi dengan tujuan supaya Siswa mampu memperbaiki cara belajar dalam mengikuti kegiatan Pramuka berikutnya. Isi modul memiliki daya tarik karena peneliti membumbuhi setiap materi dengan gambar-gambar yang sesuai dengan isi materi.

4.1.1.2.4 Biografi Penulis

Biografi penulis berisi informasi yang berkaitan dengan penulis Modul tersebut. Biografi penulis dicantumkan agar pengguna buku khususnya pembina

dan Siswa mampu mengetahui identitas asli dan latar belakang dari penulis. Biografi penulis mencantumkan foto asli penulis yang disertai dengan pemaparan tentang nama penulis, tempat dan tanggal lahir penulis, serta riwayat pendidikan penulis.

4.1.1.3 Development (Pengembangan)

Tahap ketiga, peneliti melakukan pengembangan perancangan modul. Peneliti menyusun bagian-bagian modul yang sudah didesain pada tahap perancangan. Pada awal isi modul, peneliti memberikan instruksi penggunaan modul agar pembina dan siswa mampu menggunakan modul dengan baik dan bermanfaat.

Peneliti mengembangkan langkah-langkah kegiatan pada modul pembina supaya kegiatan berjalan sistematis. Dalam proses pengembangan langkah-langkah, peneliti memperhatikan unsur-unsur tahap belajar Paradigma Pedagogi Reflektif dan intervensi strategi belajar di Sekolah Inklusi. Hal ini bertujuan untuk mengintegrasikan antara modul Pramuka dengan Paradigma Pedagogi Reflektif secara jelas yang mampu digunakan di Sekolah Inklusi. Peneliti memberikan nama kegiatan pada setiap nomor Syarat Kecakapan Umum (SKU) Golongan Siaga Mula.

Peneliti mengembangkan kegiatan dengan menambahkan refleksi, aksi, dan evaluasi pada 34 kegiatan Pramuka. Peneliti mengembangkan kegiatan refleksi dengan tujuan supaya pembina dan siswa mampu menemukan makna pada proses pembelajaran kegiatan Pramuka serta mampu mengungkapkan perasaan secara jujur selama kegiatan Pramuka. Kegiatan refleksi yang telah dilakukan diteruskan menjadi kegiatan aksi yang dilakukan oleh siswa dengan panduan pembina. Kegiatan aksi bertujuan supaya siswa mampu merumuskan tindakan sesuai dengan makna refleksi yang telah diperoleh. Kegiatan aksi dikembangkan oleh peneliti dengan menyesuaikan keberadaan siswa berkebutuhan khusus sehingga peneliti menyederhanakan tindakan aksi yang dilakukan.

Setelah merumuskan aksi, siswa diajak untuk mengevaluasi diri dengan panduan pembina, bisa secara langsung (luring) atau secara online (daring). Peneliti

merancang evaluasi Siswa dengan keterlibatan orang tua dan pembina pada setiap kegiatannya. Hal tersebut bertujuan supaya orang tua mampu memandu siswa dalam berkegiatan Pramuka ketika melakukan aksi di lingkungan sekitar. Peneliti memberikan tabel tanda tangan untuk orang tua dan pembina pada langkah belajar evaluasi. Susunan Modul yang telah dikembangkan oleh penleti mampu dilihat pada Tabel 4.2 dan Tabel 4.3 sebagai berikut:

Tabel 4. 2 Susunan Modul Pembina

Bagian Keterangan Awal Sampul Depan Kata Pengantar Pendahuluan Daftar Isi Isi

Petunjuk Penggunaan Modul Kegiatan 1: Kegiatan Agama

Kegiatan 2: Dwi Satya dan Dwi Dharma Kegiatan 3: Salam Pramuka

Kegiatan 4: Menabung

Kegiatan 5: Membayar Iuran ke Gugus Depan

Kegiatan 6: Lambang Gerakan Pramuka dan Penciptanya Kegiatan 7: Kegiatan Kesenian

Kegiatan 8: Bersikap Hemat

Kegiatan 9: Identitas Diri dan Keluarga

Kegiatan 10: Perbuatan Baik dan Perbuatan Buruk Kegiatan 11: Rajin dan Giat Mengikuti Pramuka

Kegiatan 12: Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Kegiatan 13: Arti Kiasan Bendera Merah Putih

Kegiatan 14: Hari Besar Nasional dan Hari Besar Keagamaan Kegiatan 15: Peraturan Keluarga

Kegiatan 16: Peraturan Lingkungan

Kegiatan 17: Adat/Budaya di Lingkungan sekitar Kegiatan 18: Sopan Santun bertutur kata

Kegiatan 19: Alamat Tempat Tinggal Kegiatan 20: Pancasila

Kegiatan 21: Pertolangan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Kegiatan 22: Jam Dinding dan Analog

Kegiatan 23: Arah Mata Angin

Kegiatan 24: Berbahasa Indonesia dengan baik Kegiatan 25: Alat Komunikasi

Kegiatan 26: Organ Tubuh Manusia Kegiatan 27: Gerakan Dasar Olahraga Kegiatan 28: Kegiatan di Pagi Hari

Kegiatan 29: Merawat Diri

Kegiatan 30: Latihan Keseimbangan

Kegiatan 31: Makanan dan Minuman Bergizi

Kegiatan 32: Memelihara tanaman berguna atau binatang ternak Kegiatan 33: Melipat Kertas

Kegiatan 34: Simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul pangkal, simpul jangkar

Akhir

Daftar Referensi Biografi Penulis Sampul Belakang

Tabel 4. 3 Susunan Modul Siswa

Bagian Keterangan Awal Sampul Depan Kata Pengantar Pendahuluan Daftar Isi Isi

Kegiatan 1: Kegiatan Agama

Kegiatan 2: Dwi Satya dan Dwi Dharma Kegiatan 3: Salam Pramuka

Kegiatan 4: Menabung

Kegiatan 5: Membayar Iuran ke Gugus Depan

Kegiatan 6: Lambang Gerakan Pramuka dan Penciptanya Kegiatan 7: Kegiatan Kesenian

Kegiatan 8: Bersikap Hemat

Kegiatan 9: Identitas Diri dan Keluarga

Kegiatan 10: Perbuatan Baik dan Perbuatan Buruk Kegiatan 11: Rajin dan Giat Mengikuti Pramuka

Kegiatan 12: Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Kegiatan 13: Arti Kiasan Bendera Merah Putih

Kegiatan 14: Hari Besar Nasional dan Hari Besar Keagamaan Kegiatan 15: Peraturan Keluarga

Kegiatan 16: Peraturan Lingkungan

Kegiatan 17: Adat/Budaya di Lingkungan sekitar Kegiatan 18: Sopan Santun bertutur kata

Kegiatan 19: Alamat Tempat Tinggal Kegiatan 20: Pancasila

Kegiatan 21: Pertolangan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Kegiatan 22: Jam Dinding dan Analog

Kegiatan 23: Arah Mata Angin

Kegiatan 24: Berbahasa Indonesia dengan baik Kegiatan 25: Alat Komunikasi

Kegiatan 27: Gerakan Dasar Olahraga Kegiatan 28: Kegiatan di Pagi Hari Kegiatan 29: Merawat Diri

Kegiatan 30: Latihan Keseimbangan

Kegiatan 31: Makanan dan Minuman Bergizi

Kegiatan 32: Memelihara tanaman berguna atau binatang ternak Kegiatan 33: Melipat Kertas

Kegiatan 34: Simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul pangkal, simpul jangkar

Akhir

Daftar Referensi Biografi Penulis Sampul Belakang

Setelah mengembangkan isi modul untuk pembina dan siswa, peneliti mengembangkan sampul untuk pembina. Latar warna yang digunakan adalah gradasi warna coklat tua dan coklat muda dengan tujuan warna coklat adalah mencerminkan warna gerakan Pramuka Indonesia. Gambar yang menempati sampul adalah gambar 2 orang pembina, laki-laki dan perempuan yang meinpresentasikan ayah dan bunda, 2 karakter tersebut menjadi point of view. Adapun gambar pemanis sebagai latar belakang adalah gambar tenda, pohon cemara, dan bukit yang mengimpresentasikan alam terbuka. Jenis huruf yang digunakan pada kata "MODUL" adalah Grafipaint dengan ukuran 27.5, tulisan "PRAMUKA SIAGA MULA" font KG Blank Space Sketch dengan ukuran 23, tulisan "BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF" font CHAWP dengan ukuran 13, tulisan "Untuk Siswa Di Sekolah Inklusi" font Grafipaint dengan ukuran 20, tulisan "Chita" font KG Blank Space Sketch ukuran 15.

Sampul modul siswa memiliki warna dominan hijau yang mencerminkan warna Pramuka Siaga di Indonesia. Gambar yang menempati sampul adalah gambar 2 anak yang memakai seragam Pramuka lengkap dengan membawa tongkat. Kata "MODUL" font Grafipaint dengan ukuran 27.5, tulisan "PRAMUKA SIAGA MULA" menggunakan font KG Blank Space Sketch dengan ukuran 23, tulisan "BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF" menggunakan font CHAWP dengan ukuran 13, tulisan "Untuk Siswa Di Sekolah Inklusi" menggunakan font Grafipaint dengan ukuran 20 , dan tulisan "Chita" menggunakan font KG Blank Space Sketch ukuran 15.

Kedua modul yang dikembangkan oleh peneliti memiliki persamaan, yaitu pada komponen gambar yang diberikan dalam masing-masing sampul. Sampul modul pembina maupun sampul modul siswa memiliki logo Tunas Kelapa, Logo Pandu Dunia, dan Logo Universitas Sanata Dharma sebagai identitas bahwa buku yang akan dibuat adalah buku kepramukaan yang dibuat oleh mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Alat desain yang digunakan untuk menggabungkan komponen-komponen gambar adalah applikasi Photoshop dan Corel Draw X7. Kemudian pada lembar isi, peneliti menambahkan watermark gambar tunas kelapa sebagai ciri khas modul kepramukaan. Tidak lupa dengan sampul belakang, peneliti memberikan informasi mengenai isi buku. Berikut adalah gambar sampul modul pembina dan modul siswa.

Usai peneliti selesai meyusun modul, peneliti memberikan instrumen validasi modul kepada validator. Validator yang dipilih tentunya mempunyai

Dokumen terkait