HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Deskripsi Karakteristik Responden
G
Gambar 4.4
Sebaran jumlah penonton Stand Up Comedy Indonesia musim pertama yaitu sebesar 47 orang atau 70,1% responden adalah berjenis kelamin pria, sedangkan 20 orang lainnya atau sebanyak 29,9% responden berjenis kelamin wanita.
Gambar 4.5
Usia responden yang menyaksikan program Stand Up Comedy Indonesia didominasi oleh mereka yang berada pada rentang 14 hingga 25 tahun.
Tabel 4.1 JenisKelamin
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Pria 47 70,1 70,1 70,1 Wanita 20 29,9 29,9 100,0 Total 67 100,0 100,0 Tabel 4.2 Usia
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
4.2.2 Uji Statistik Deskriptif
Tabel 4.3
Motivasi mencari tahu fenomena sosial terbaru
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1,5 1,5 1,5
Tidak Setuju 8 11,9 11,9 13,4 Ragu-ragu 11 16,4 16,4 29,9 Setuju 34 50,7 50,7 80,6 Sangat Setuju 13 19,4 19,4 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.6
Hasil perhitungan SPSS sebanyak 34 responden atau 50,7 % merasa setuju bahwa motivasi menonton program Stand Up Comedy Indonesia musim pertama di Kompas TV berdasarkan pencarian informasi fenomena sosial terbaru. Sedangkan kemungkinan pada jawaban ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju dari pernyataan ini, responden dimotivasi oleh alasan lain dalam menggunakan media massa.
Tabel 4.4
Motivasi karena ingin menambah ilmu bagi diri sendiri
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1,5 1,5 1,5
Tidak Setuju 4 6,0 6,0 7,5 Ragu-ragu 11 16,4 16,4 23,9 Setuju 31 46,3 46,3 70,1 Sangat Setuju 20 29,9 29,9 100,0 Total 67 100,0 100,0 Tabel 4.7
Sebaran terbesar responden menonton program Stand Up Comedy Indonesia adalah pada penyataan setuju dan sangat setuju dalam penggunaan media dengan motivasi ingin menambah ilmu bagi diri mereka sendiri, yaitu sebesar 51 responden atau 76,1%. Jawaban ragu-ragu sampai dengan sangat tidak setuju dengan pernyataan ini ialah sebesar 16 responden yang kemungkinan memiliki latar belakang lain dalam menonton program tersebut.
Tabel 4.5
Motivasi mencari informasi terkait kondisi sekitar
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1,5 1,5 1,5
Tidak Setuju 11 16,4 16,4 17,9 Ragu-ragu 7 10,4 10,4 28,4 Setuju 34 50,7 50,7 79,1 Sangat Setuju 14 20,9 20,9 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.8
Program Stand Up Comedy Indonesia dianggap setuju oleh responden dapat memberikan informasi terkait kehidupan sekitarnya yaitu sebanyak 34 responden dan 14 responden merasa sangat setuju. Namun sebanyak 29 responden atau 28,3% meragukan dan tidak setuju program tersebut dapat menjadi program yang memberikan informasi kehidupan sekitar.
Tabel 4.6
Motivasi menemukan topik pembicaraan dengan orang lain
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 3 4,5 4,5 4,5
Tidak Setuju 2 3,0 3,0 7,5
Ragu-ragu 8 11,9 11,9 19,4
Setuju 39 58,2 58,2 77,6
Gambar 4.9
54 atau sebesar 80,6% responden yang menonton program Stand Up Comedy Indonesia setuju dan sangat setuju dengan pernyataan bahwa menonton program tersebut didasari oleh motivasi menemukan topik pembicaraan dengan orang lain. Sedangkan 13 responden lainnya merasa motivasi lain memengaruhi mereka dalam menonton program ini.
Tabel 4.7
Motivasi meningkatkan rasa kebersamaan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 2 3,0 3,0 3,0
Tidak Setuju 7 10,4 10,4 13,4 Ragu-ragu 19 28,4 28,4 41,8 Setuju 24 35,8 35,8 77,6 Sangat Setuju 15 22,4 22,4 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.10
Motivasi menonton dengan keinginan meningkatkan rasa kebersamaan dalam komunitas dilakukan oleh 39 atau 58,2 % responden. Sedangkan atau 28 atau 41,8% responden miliki motivasi penghubung dan interaksi sosial lainnya.
Tabel 4.8
Motivasi meningkatkan wawasan orang sekitar
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 2 3,0 3,0 3,0
Tidak Setuju 5 7,5 7,5 10,4 Ragu-ragu 14 20,9 20,9 31,3 Setuju 31 46,3 46,3 77,6 Sangat Setuju 15 22,4 22,4 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.11
Program Stand Up Comedy Indonesia telah ditonton oleh 46 atau 68,7% responden dari komunitas Stand Up Bintaro-Tangerang Selatan dengan motivasi meningkatkan wawasan di sekitar mereka. Sedangkan 21 responden merasa progam tersebut ditonton bukan berdasarkan motivasi untuk meningkatkan wawasan orang sekitar mereka.
Tabel 4.9
Motivasi menonton agar dianggap mengikuti tayangan Stand Up Comedy Indonesia
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Sangat Tidak Setuju 8 11,9 11,9 11,9
Tidak Setuju 27 40,3 40,3 52,2 Ragu-ragu 14 20,9 20,9 73,1 Setuju 12 17,9 17,9 91,0 Sangat Setuju 6 9,0 9,0 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.12
Dari total sampel, 49 atau 73,1% responden tidak menonton program Stand Up Comedy Indonesia dengan motivasi agar merasa dianggap mengikuti tayangan tersebut. Sedangkan 18 atau 26,9% merasa setuju bahwa mereka menonton dengan motivasi untuk mengikuti perkembangan kompetisi para comic.
Tabel 4.10
Motivasi menonton untuk menambah kepercayaan diri
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 3 4,5 4,5 4,5
Tidak Setuju 10 14,9 14,9 19,4
Ragu-ragu 13 19,4 19,4 38,8
Setuju 31 46,3 46,3 85,1
Sangat Setuju 10 14,9 14,9 100,0
Gambar 4.13
Motivasi responden dalam hal menambah rasa kepercayaan diri mereka dari menonton program Stand Up Comedy Indonesia dilakukan oleh 41 atau 61,2% responden atau dapat dikatakan sebanyak 26 responden lain memiliki motivasi berbeda selain menambah rasa percaya diri ketika menonton program tersebut.
Tabel 4.11
Motivasi membentuk identitas diri sebagai penggemar program Stand Up Comedy
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 3 4,5 4,5 4,5
Tidak Setuju 20 29,9 29,9 34,3 Ragu-ragu 18 26,9 26,9 61,2 Setuju 21 31,3 31,3 92,5 Sangat Setuju 5 7,5 7,5 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.14
Presentase sebesar 61,3% atau sebanyak 41 responden tidak menonton Stand Up Comedy Indonesia dengan motivasi membentuk identitas diri mereka sebagai
bagian dari penggemar program tersebut. Ini berarti hanya sebagian kecil dari total responden menggunakan motivasi membentuk identitas pribadi tersebut.
Tabel 4.12
Motivasi untuk mengisi waktu luang
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 2 3,0 3,0 3,0
Tidak Setuju 5 7,5 7,5 10,4 Ragu-ragu 6 9,0 9,0 19,4 Setuju 37 55,2 55,2 74,6 Sangat Setuju 17 25,4 25,4 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.15
Sebanyak 44 atau 80,4% responden menjadikan kegiatan menonton Stand Up Comedy Indonesia sebagai motivasi mereka untuk mengisi waktu luang di antara rutinitas sehari-hari. Sedangkan 13 responden lainnya memiliki motivasi selain untuk mengisi waktu luang ketika menonton program tersebut.
Tabel 4.13
Motivasi untuk melepaskan penat
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak Setuju 1 1,5 1,5 1,5
Ragu-ragu 4 6,0 6,0 7,5
Setuju 28 41,8 41,8 49,3
Sangat Setuju 34 50,7 50,7 100,0
Gambar 4.16
Stand Up Comedy Indonesia diharapkan mampu melepaskan penat penontonnya, hal ini diyakini oleh dominasi jawaban responden sebesar 62 atau 92,5% dari komunitas Stand Up Bintaro-Tangerang Selatan.
Tabel 4.14
Motivasi untuk menyalurkan rasa senang
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Ragu-ragu 7 10,4 10,4 10,4 Setuju 29 43,3 43,3 53,7 Sangat Setuju 31 46,3 46,3 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.17
Sebagian besar jawaban responden didominasi pernyataan setuju dan sangat setuju terhadap kegiatan menonton dengan salah satu motivasi penggunaan media yaitu tujuan menyalurkan rasa senang, jumlah tersebut sebesar 60 atau 89,6% responden. Sedangkan 7 responden lain memiliki motivasi selain untuk
menyalurkan rasa senang ketika akan menonton program Stand Up Comedy Indonesia.
Tabel 4.15
Kepuasan telah mendapatkan informasi fenomena sosial terkini
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Sangat tidak setuju 1 1,5 1,5 1,5
Tidak Setuju 10 14,9 14,9 16,4 Ragu-ragu 23 34,3 34,3 50,7 Setuju 26 38,8 38,8 89,6 Sangat Setuju 7 10,4 10,4 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.18
Jawaban responden berimbang pada setuju dan ragu-ragu terhadap pernyataan merasa puas karena tayangan Stand Up Comedy Indonesia memberikan mereka informasi terkait fenomena sosial terkini. Ini dapat diartikan bahwa ada kepuasan lain yang lebih mendominasi kepuasan penonton selain dari motivasi mendapatkan informasi fenomena sosial dari proses menonton program tersebut.
Tabel 4.16
Puas setelah menambahnya ilmu bagi diri sendiri
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1,5 1,5 1,5
Tidak Setuju 3 4,5 4,5 6,0 Ragu-ragu 13 19,4 19,4 25,4 Setuju 33 49,3 49,3 74,6 Sangat Setuju 17 25,4 25,4 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.19
Sebanyak 50 atau 74,7% responden setuju dan sangat setuju bahwa setelah menonton Stand Up Comedy Indonesia pengetahuan mereka terkait dengan Stand Up Comedy bertambah dan tayangan ini berhasil memberikan informasi yang diharapkan dapat ditemukan oleh penontonnya.
Tabel 4.17
Puas telah mendapatkan informasi mengenai kondisi sekitar
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1,5 1,5 1,5
Tidak Setuju 1 1,5 1,5 3,0
Ragu-ragu 12 17,9 17,9 20,9
Setuju 44 65,7 65,7 86,6
Sangat Setuju 9 13,4 13,4 100,0
Gambar 4.20
44 responden setuju dengan pernyataan setelah menonton Stand Up Comedy Indonesia mereka mendapatkan informasi mengenai kondisi sekitar mereka. Maka kemungkinan program ini telah mampu menjadi tayangan yang memuat fungsi media massa yaitu menyampaikan informasi dan bernilai berita kedekatan.
Tabel 4.18
Puas telah menemukan topik pembicaraan dengan orang lain
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1,5 1,5 1,5
Tidak Setuju 1 1,5 1,5 3,0 Ragu-ragu 20 29,9 29,9 32,8 Setuju 36 53,7 53,7 86,6 Sangat Setuju 9 13,4 13,4 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.21
Setelah menonton Stand Up Comedy Indonesia, 45 atau 67,1% responden merasa telah menemukan topik pembicaraan dengan orang lain, maka dapat dikatakan tayangan tersebut telah memenuhi fungsi media massa sebagai
Tabel 4.19
Telah meningkatkan rasa kebersamaan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 2 3,0 3,0 3,0
Tidak Setuju 6 9,0 9,0 11,9 Ragu-ragu 18 26,9 26,9 38,8 Setuju 30 44,8 44,8 83,6 Sangat Setuju 11 16,4 16,4 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.22
Presentase motivasi menonton Stand Up Comedy Indonesia dengan tujuan meningkatkan rasa kebersamaan telah dirasakan didapatkan oleh 41 atau 61,2% responden dari anggota komunitas Stand Up Bintaro-Tangerang Selatan. Lain hal dengan 26 responden lain yang merasa motivasi menonton program tersebut tidak berdasarkan motivasi meningkatkan rasa kebersamaan.
Tabel 4.20
Puas telah meningkatkan wawasan orang di sekitar
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1,5 1,5 1,5
Tidak Setuju 7 10,4 10,4 11,9
Ragu-ragu 15 22,4 22,4 34,3
Setuju 34 50,7 50,7 85,1
Sangat Setuju 10 14,9 14,9 100,0
Gambar 4.23
Frekuensi sebaran tanggapan setuju dan sangat setuju pada pernyataan kepuasan telah dapat meningkatkan wawasan orang-orang di sekitar responden setelah menyaksikan Stand Up Comedy Indonesia adalah sebesar 44 atau 56,6% responden. Jumlah ini memiliki selisih 23 responden dari total sampel, maka kemungkinan setelah menonton program ini orang sekitar responden mendapatkan informasi juga mengenai program Stand Up Comedy Indonesia.
Tabel 4.21
Telah dianggap mengikuti perkembangan program SUCI
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 2 3,0 3,0 3,0
Tidak Setuju 15 22,4 22,4 25,4 Ragu-ragu 16 23,9 23,9 49,3 Setuju 29 43,3 43,3 92,5 Sangat Setuju 5 7,5 7,5 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.24
Sebagian besar responden tidak setuju dan ragu-ragu dengan pernyataan setelah menonton Stand Up Comedy Indonesia mereka mendapatkan kepuasan
terkait dengan motivasi agar dianggap mengikuti perkembangan program tersebut oleh orang lain. Sedangkan sejumlah kecil yaitu 34 atau 48,8% responden setuju dengan pernyataan bahwa mereka telah dianggap mengikuti perkembangan tayangan tersebut oleh orang lain.
Tabel 4.22
Telah mendapat rasa percaya diri
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1,5 1,5 1,5
Tidak Setuju 5 7,5 7,5 9,0 Ragu-ragu 15 22,4 22,4 31,3 Setuju 41 61,2 61,2 92,5 Sangat Setuju 5 7,5 7,5 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.25
Rasa percaya diri yang meningkat setelah menyaksikan Stand Up Comedy Indonesia disetujui oleh 46 responden. Sedangkan 21 lainnya merasa program tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap rasa percaya diri mereka.
Tabel 4.23
Telah menjadi bagian dari penggemar Stand Up Comedy Indonesia Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 3 4,5 4,5 4,5
Tidak Setuju 15 22,4 22,4 26,9
Ragu-ragu 20 29,9 29,9 56,7
Setuju 24 35,8 35,8 92,5
Sangat Setuju 5 7,5 7,5 100,0
Gambar 4.26
Sebanyak 38 responden tidak merasa telah mendapatkan kepuasan pada identitas baru sebagai penggemar Stand Up setelah menonton program Stand Up Comedy Indonesia. Sedangkan 29 lainnya merasa program tersebut telah memberi pengaruh pada identitas diri mereka yaitu sebagai bagian dari penggemar program Stand Up Comedy Indonesia.
Tabel 4.24
Telah mendapatkan kepuasan dalam mengisi waktu luang
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1,5 1,5 1,5
Tidak Setuju 5 7,5 7,5 9,0 Ragu-ragu 10 14,9 14,9 23,9 Setuju 36 53,7 53,7 77,6 Sangat Setuju 15 22,4 22,4 100,0 Total 67 100,0 100,0 Gambar 4.27
Sebesar 51 atau 76,1% merasa mendapatkan kepuasan telah mengisi waktu luang mereka dengan baik yaitu dengan menonton program Stand Up Comedy
Tabel 4.25
Telah puas dapat melepaskan penat
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1,5 1,5 1,5
Ragu-ragu 5 7,5 7,5 9,0
Setuju 36 53,7 53,7 62,7
Sangat Setuju 25 37,3 37,3 100,0
Total 67 100,0 100,0
Gambar 4.28
Program Stand Up Comedy Indonesia telah memberikan kepuasan pada 61 atau 90,0% responden sampel pada motivasi lepeaskan penat dari rutinitas sehari-hari responden. Sedangkan hanya 6 responden saja yang merasa bahwa program ini tidak mampu memuaskan mereka dari proses pelepasan penat ketika menggunakan media massa.
Tabel 4.26
Telah mendapatkan kepuasan untuk menyalurkan rasa senang
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Setuju 1 1,5 1,5 1,5
Ragu-ragu 5 7,5 7,5 9,0
Setuju 38 56,7 56,7 65,7
Sangat Setuju 23 34,3 34,3 100,0
Gambar 4.29
Mayoritas responden merasa puas dengan motivasi menggunakan media massa sebagai alat pemuas kebutuhan akan hiburan, hal ini tampak terlihat dari 61 atau hampir seluruh respoden merasakan hal yang serupa yaitu mendapatkan kepuasan untuk menyalurkan rasa senang. Sedangkan 6 responden lainnya tidak terlalu yakin bahwa Stand Up Comedy Indonesia mampu menjadi alat penyalur rasa senang mereka.
Tabel 4.27
Perbandingan rata-rata empat dimensi motivasi menggunakan media massa
MeanGSInfo MeanGSPenghubung MeanGSIdentitas MeanGSHiburan
Mean 11,28 11,34 9,31 12,67
N 67 67 67 67
Std. Deviation 2,366 2,293 2,715 1,590
Hasil perhitungan rata-rata setiap dimensi motivasi penggunaan media massa dapat dilihat pada tabel 4.27. Pada rata-rata dimensi, motivasi hiburan memiliki rata-rata paling tinggi yaitu sebesar 12,67 dengan standar deviasi 1,590 dan berdasarkan tiga pernyataan yang menggambarkan dimensi motivasi hiburan, indikator tujuan melepaskan penat atau relaksasi memiliki rata-rata paling tinggi yaitu sebesar 4,42 dengan standar deviasi 0,678 .
Analisis dimensi informasi memiliki rata-rata 11,28 dengan standar deviasi sebesar 2,366 dan indikator menggunakan tayangan tersebut sebagai media untuk menambah ilmu bagi diri sendiri adalah pernyataan yang memiliki rata-rata tertinggi di antara ketiganya yaitu sebesar 3,97 dengan standar deviasi sebesar 0,921.
Pada dimensi penghubung dan interaksi sosial rata-rata tanggapan responden terhadap motivasi ini adalah sebesar 11,34 dengan standar deviasi 2,293 dan indikator yang memiliki rata-rata tertinggi adalah tujuan agar dapat menemukan topik dasar pembicaraan dengan orang lain.
Rata-rata dimensi identitas personal adalah sebesar 9,31 dengan standar deviasi 2,715 dan indikator yang memiliki rata-rata tertinggi dari dimensi identitas adalah motivasi menonton berdasarkan keinginan menambahkan kepercayaan diri saat membicarakan topik terkait program Stand Up Comedy Indonesia.
Tabel 4.28
Perbandingan rata-rata empat dimensi kepuasan mengguanakan media massa
MeanGOInfo MeanGOPenghubung MeanGOIdentitas MeanGOHiburan
Mean 11,25 11,01 10,16 12,30
N 67 67 67 67
Std. Deviation 1,987 2,178 2,307 2,008
Berdasarkan empat dimensi kepuasan yang didapatkan (Gratification Obtained) dimensi hiburan memiliki rata-rata tertinggi yaitu sebesar 12,30 dengan standar deviasi 2,008. Pernyataan merasa terlepas dari penat memiliki rata-rata tertinggi di antara ketiga indikator kepuasan yang didapat berdasarkan motivasi
Dimensi kepuasan mendapatkan informasi memiliki rata-rata sebesar 11,25 dengan standar deviasi sebesar 1,987. Indikator merasa puas setelah mendapat ilmu tambahan bagi diri sendiri dari program Stand Up Comedy Indonesia memiliki rata-rata 3,93 dengan standar deviasi 0,876.
Hasil perhitungan SPSS terhadap rata-rata dimensi kepuasan berdasarkan motivasi penghubung menghasilkan angka 11,01 dengan standar deviasi 2,178. Sedangkan indikator merasa memiliki topik dasar pembicaraan dengan orang lain mendapatkan rata-rata kepuasan sebesar 3,76dengan standar deviasi 0,761.
Identitas personal memiliki rata-rata kepuasan sebesar 10,16 dengan standar deviasi 2,307 dan indikator yang menjelaskan kepuasan ini adalah pernyataan penonton mendapat kepuasan dari bertambahnya kepercayaan diri saat membicarakan topik program Stand Up Comedy Indonesia yaitu memiliki rata-rata sebesar 3,66 dengan standar deviasi 0,789.
4.2.3 Uji Hipotesis Statistik
Menurut Sugiyono (2009), dalam statistik dan penelitian terdapat dua macam hipotesis, yaitu hipotesis nol dan alternatif. Pada stastistik, hipotesis nol diartikan sebagai tidak adanya perbedaan antara parameter dengan stastistik, atau tidak adanya perbedaan antara ukuran populasi dan ukuran sampel. Secara ringkas hipotesis dalam statistik merupakan pernyataan statistik tentang parameter populasi sedangka hipotesis dalam penelitian merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah pada suatu penelitian. Menguji hipotesis asosiatif berarti mencari hubungan yang dinyatakan dalam kuat atau tidaknya korelasi yang terjadi antara dua variabel.
Pada uji stastistik ini, digunakan uji Korelasi Product Moment Pearson untuk mengetahui mengetahui derajat keeratan antara dua variabel yang diteliti. Dan karena data yang digunakan adalah data interval yang terdistribusi normal (lebih dari 30 responden), sehingga hasil penelitian dapat memberikan gambaran secara general terhadap khalayak yang menggunakan media massa. Dari hipotesis teori yang telah dibuat yaitu
Ho: Tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi menggunakan media massa dan kepuasaan setelah menggunakan media massa terhadap program Stand Up Comedy Indonesia di Kompas TV pada anggota komunitas Stand Up Bintaro-Tangerang Selatan.
Ha: Ada hubungan yang positif dan signifikan antara antara motivasi menggunakan media massa dan kepuasaan setelah menggunakan media massa terhadap program Stand Up Comedy Indonesia di Kompas TV pada anggota komunitas Stand Up Bintaro-Tangerang Selatan.
Sedangkan adapun syarat hasil uji hipotesis statistik adalah jika Nilai probabilitas (r) > 0,01 maka Ho diterima dan Ha ditolak Nilai probabilitas (r) < 0,01 maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Tabel 4.29 Correlations X Y X Pearson Correlation 1 ,714** Sig. (2-tailed) ,000 N 67 67 Y Pearson Correlation ,714** 1 Sig. (2-tailed) ,000 N 67 67
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Pada tabel di atas, X adalah variabel motivasi menggunakan media massa dan Y adalah variabel kepuasan yang didapatkan dari menggunakan media massa. Intepretasi data tabel di atas dibahas pada sub bab 4.3 Pembahasan.
4.3 Pembahasan
Penelitian ini menggunakan alat ukur yang valid dan reliabel, dapat dilihat dari hasil perhitungan terhadap item-item pertanyaan kuisioner yang tanggapi oleh responden. Validitas terhadap variabel motivasi penggunaan media massa (Gratification Sought) yaitu sebesar 0,702 dan terhadap variabel kepuasan yang didapatkan setelah penggunaan media massa dari terpaan media (Gratification Obtained) sebesar 0,774. Kedua nilai ini berada pada posisi nilai lebih besar dari 0,05 maka 24 indikator pernyataan dinyatakan valid.
nilai lebih dari 0,6 maka dapat disimpulkan instrumen pengukuran ini reliabel untuk mengukur kepuasan khalayak.
Berdasarkan hasil analisis deskripsi karakteristik responden dapat disimpulkan bahwa mayoritas penonton Stand Up Comedy Indonesia berjenis kelamin pria dan khalayak yang memiliki rentang usia 14 sampai dengan 25 tahun. Mengenai uji variasi data, tanggapan responden berdasarkan motivasi penggunaan media massa atas kepuasan yang dicari dan kepuasan yang didapatkan, penggunaan dengan motivasi hiburan adalah motivasi yang mendapat rata-rata paling tinggi dan menjelaskan kepuasan yang didapatkan pun berdasarkan kepuasan hiburan. Sedangkan motivasi Identitas Diri adalah motivasi yang paling sedikit dijadikan acuan untuk mencari kepuasan dan mendapatkan kepuasan terhadap program televisi tersebut.
Kekuatan hubungan antara dua variabel tersebut diuji dalam perhitungan uji Korelasi Product Moment Pearson. Dari tabel dapat diintepretasikan arah hubungan dan kekuatan hubungan antar keduanya. Posisi nilai variabel X dan Y sama-sama memiliki tanda positif (+) dan nilai signifikansi variabel X dan Y kurang dari nilai syarat penerimaan Ho dan penolakan Ha yaitu 0,01 atau dinotasikan menjadi 0,000 < 0,01. Sedangkan kekuatan hubungan keduanya termasuk kuat yang dibuktikan dengan hasil perhitungan 0,714 atau pada tabel 3.5 “Makna Nilai Korelasi Product Moment” berada di antara 0,60 dan 0,79 sehingga nilai tersebut dapat diintepretasikan sebagai terdapat kolerasi yang tinggi atau kuat antara variabel dependen dan independen penelitian.
Maka dengan demikian Ha dari hipotesis statistik ini diterima atau dapat dikatakan “Ada hubungan yang positif dan signifikan antara antara motivasi menggunakan media massa dan kepuasaan setelah menggunakan media massa terhadap program Stand Up Comedy Indonesia di Kompas TV pada anggota komunitas Stand Up Bintaro-Tangerang Selatan” dan hubungan antar variabelnya kuat atau saling memengaruhi.
BAB V