• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Objek Penelitian

Pada penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah program hiburan komedi yang berkolaborasi dengan unsur ajang pencarian bakat, Stand Up Comedy Indonesia musim pertama yang ditayangkan oleh Kompas TV.

4.1.1 Sejarah Perusahaan

Gambar 4.1 Logo Kompas Gramedia

Berawal dari 1963 ketika majalah Intisari yang disambut hangat oleh masyarakat Indonesia, kemudian dua dari empat penggagasnya mengembangkan sayap pada produksi koran harian yang diberi nama Kompas. Pada 1970, tetap dengan semangat membuka cakrawala dunia bagi Indonesia, toko buku Gramedia didirikan. Terus berkembang, perusahaan ini merambah ke bidang bisnis percetakan, perfilman, radio, hingga pendidikan.

Tahun 2000 Kompas Gramedia mendirikan stasiun televisi PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh yang kemudian lebih dikenal dengan TV7. Pada perkembangannya TV7 bergabung dengan Trans Corporation (CT Corp) dan

Seiring dengan perkembangan teknologi dan penyebaran informasi, Kompas Gramedia mengikuti dengan bertransformasi menjadi bisnis media yang multi-platform, menjangkau seluruh jenis media dalam menyebarkan informasi. Kompas Gramedia memulai proyek ini dengan membentuk Kompas Gramedia Production yang bertugas untuk memproduksi program acara yang memberikan value added kepada pemirsa, sehingga program-program yang akan ditayangkan mengandung nilai-nilai kemanusiaan, nilai sosial, dan pendidikan. Proyek ini sekaligus juga mempersiapkan terbentuknya Kompas Gramedia TV Network, Kompas Channel, Kompas Gramedia Vision, dan Kompas TV.

4.1.2 Deskripsi Kompas TV

Gambar 4.2 Logo Kompas TV

Sumber: Google.com

Kompas TV, sebuah perusahaan media yang menyajikan konten tayangan televisi inspiratif dan menghibur untuk keluarga Indonesia. Hadir meramaikan ranah pertelevisian Indonesia pada 2011, semangat “Enlightening People”, Kompas TV menayangkan program-program bermutu yang mendidik bangsa dengan mengeksplorasi keindahan Indonesia.

Program tayangan Kompas TV dikemas dalam news, adventure & knowledge, entertainment yang mengedepankan kualitas. Dalam pembagian programnya, sebagai content provider Kompas TV bekerjasama dengan televisi daerah untuk mendukung berkembangnya televisi berkonten daerah dengan presentase 30% tayangan lokal dan 70% tayangan produksi Kompas TV. Kompas TV juga menyediakan kanal televisi berbayar pertama di Indonesia yang memiliki kualitas High Definition (HD). Kualitas High Definition menyajikan gambar dengan resolusi tinggi sehingga pemirsa dapat menikmati detail gambar dengan kontur jelas dan warna yang lebih tajam.

Kompas TV Tidak hanya berhenti pada program tayangan televisi, tersedia pula produksi film layar lebar dengan jalan cerita menarik dan didukung talenta seni berbakat Indonesia. Beberapa film layar lebar yang diproduksi adalah Lima Elang dan Garuda Di Dadaku 2 karya Rudi Soedjarwo, serta sebuah film animasi berjudul Si Geboy.

4.1.3 Visi dan Misi Kompas TV

Kompas TV menyatakan Visi dan Misi perusahaan mereka sebagai,

“To be the most creative organization in southeast asia to enlight people's live with programmes and services that inform, education and entertaint and to engange our audiences with an independent, distinctive and appealing mix of programming and content, delivered via multiplatform service.”

4.1.4 Profil Program Hiburan Stand Up Comedy Indonesia” Gambar 4.3

Stand Up Comedy Indonesia adalah program pencarian bakat Stand Up Comedy pertama di Indonesia. Menampilkan komedian tunggal untuk memamerkan bakat melucunya. Dari audisi yang dilakukan, terpilih 13 finalis Stand Up Comedy yang akan berkompetisi melemparkan humor intelektual yang dalam tiap episodenya diberi penilaian oleh tiga juri yang menentukan finalis-finalis tersebut mampu melakukan smart comedy secara tunggal. Bermoto “Let’s Make Laugh!” program Stand Up Comedy Indonesia dibagi menjadi sepuluh babak yang setiap minggunya akan menggugurkan satu persatu finalis yang tidak sesuai dengan kriteria juri. Hingga pada akhir kompetisi satu dari dua finalis akan menjadi pemenang di Stand Up Comedy Indonesia.

Kesulitan yang kemudian timbul adalah kadar lucu yang berbeda dari tiap orang. Tertawa dari hal lucu yang didengar itu relatif. Dan begitulah penonton di Indonesia. Ada yang dapat tertawa dari adegan lucu menggunakan gerakan tubuh atau ada yang merasa lucu adalah bentuk proses pembentukan komedi yang berbeda. Perbedaan ini membuat pembuat program televisi di Indonesia mencoba memberi jenis tayangan komedi baru untuk mengakomodir kebutuhan penduduk Indonesia yang tidak dapat tertawa dan terhibur dengan tayangan komedi yang sudah ada di televisi.

Metro TV dan Kompas TV berupaya menghadirkan “Smart Comedy” berbahan lawakan dari keseharian di sekitar, menggelitik isu politik, hingga hal-hal yang tabu dalam agama, kemudian dikemas dalam alur set up dan punchline. Jika menilik dari sejarahnya, komedi tunggal semacam ini bukan hal baru. Ada sejak abad ke 18 di Inggris, diperkenalkan ke Amerika. Lantas negara adikuasa ini yang membuat Stand Up Comedy masuk menjadi kultur populer. Kultur

populer ini ditandai dengan mengangkat jenis komedi ini ke layar televisi. Itulah kehebatan media, memperkenalkan hal baru, disaksikan oleh banyak pasang mata, diperkenalkan sehingga semua lapisan masyarakat tahu, dan menjadikan Stand Up Comedy sebagai ranting baru dari komedi. Dan Indonesia memopulerkan komedi ini di awal tahun 2011 dan menciptakan opini bahwa komedi jenis ini hadir di layar kaca sebagai alternatif tontonan hiburan.

Program Stand Up Comedy di Kompas TV tayang dengan konsep kompetisi seperti program Last Comic Stand yang ditayangkan NBC di Amerika. Tiga belas orang comic yang berasal dari 5 kota besar di Indonesia untuk menunjukkan bakatnya menyoroti fenomena sosial dalam bentuk Stand Up Comedy. Sesuai dengan teori dan praktik Stand Up Comedy, comic-comic yang berkompetisi di program ini memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing dari tema yang dibawakan dalam setiap kesempatan. Seperti Sakdiyah, satu-satunya kontestan perempuan di program ini kerap kali membawakan tema fenomena masyarakat muslim sehari-hari dalam bentuk komedi. Seperti program kompetisi lainnya, program berdurasi satu jam yang tayang setiap Minggu malam pukul 19.00 ini menunjuk Butet Kertaredjasa, Indro Warkop dan Astrid Tiar untuk menilai bakat comic hingga akhir kompetisi.

Dokumen terkait