• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

Pemaparan hasil penelitian didasarkan pada tahapan pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan dengan media Baba yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan atau implementasi dan evaluasi. Pada setiap tahap akan dideskripsikan hasil penelitian yang diperoleh melalui teknik dan instrumen pengumpulan data yang sesuai yakni observasi, wawancara dan lembar tes evaluasi hasil belajar. Hasil penelitian tersebut berupa deskripsi proses pelaksanaan dan deskripsi hasil analisis peneliti atas unit-unit kajian penelitian ini pada setiap tahap yakni kesesuaian persiapan dengan tahapan pelaksanaan, kemampuan guru, partisipasi siswa, dan kemampuan siswa.

82

1. Persiapan Pelaksanaan Metode Pembelajaran Membaca Permulaan dengan

Menggunakan Media Baba

Persiapan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam pelaksanaan metode membaca permulaan melalui media Baba bagi siswa tungrahita ringan. Hasil penelitian yang dilakukan memperlihatkan bahwa persiapan yang dilakukan guru untuk penerapan metode membaca permulaan melalui media Baba bagi siswa tunagrahita ringan adalah sebagai berikut:

a. Mempersiapkan media Baba

Sebelum memulai kegiatan belajar-mengajar dengan media Baba, terlebih dahulu guru mempersiapkan media Baba berupa Kotak Abjad Baba dan Gambar Peraga Baba.

Gambar 6. Kotak Abjad Baba

Tujuan dari persiapan ini agar ketika kegiatan belajar-mengajar sudah berlangsung, guru tidak akan kesulitan dalam menggunakan media Baba yang dibutuhkan. Kotak abjad Baba ini akan digunakan oleh guru ketika sedang mengajarkan huruf-huruf atau suku kata. Dengan kotak abjad Baba ini, siswa dimudahkan untuk memahami suku kata yang sedang diajarkan guru. Hal itu seperti

83

dikemukakan Ibu Suryani selaku guru Kelas D II SLB C Dharma Rena Ring Putra 2 Yogyakarta seperti berikut:

Kota abjad Baba ini memang salah satu hal yang sangat dibutuhkan dalam menerapkan media Baba. Siswa akan menjadi lebih mudah dalam mempraktikkan materi yang diajarkan guru misalnya saat mengajarkan suku kata kepada siswa. Siswa juga lebih senang bila dibantu dengan kotak abjad ini. Ini bisa menjadi salah satu alat peraga yang mereka sukai sehingga pada saat awal sudah harus dipersiapkan dengan baik oleh guru (Hasil wawancara, 16/04/2012).

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kotak abjad Baba merupakan salah satu alat peraga yang disukai siswa sehingga sangat penting untuk dipersiapkan sebelumnya sehingga pada saat kegiatan belajar-mengajar dengan media Baba dimulai, guru tidak akan mengalami kerepotan.

Selain itu, media Baba lainnya yang juga sangat penting untuk dipersiapkan adalah gambar-gambar peraga Baba. Salah satu gambar peraga yang digunakan guru saat kegiatan belajar-mengajar dengan media Baba berlangsung di Kelas D II SLB C Dharma Rena Ring Putra 2 Yogyakarta adalah seperti Gambar 7.

84

Gambar tersebut menunjukkan setiap kata disertai dengan visualiasi dari kata yang akan diajarkan, misalnya kata pepaya disertai dengan gambar pepaya; atau kata ayam, disertai dengan gambar ayam. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mempersiapkan gambar peraga Baba merupakan hal yang sangat penting sebelum kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Hal tersebut seperti dikemukakan Ibu Suryani selaku guru Kelas D II SLB C Dharma Rena Ring Putra 2 Yogyakarta seperti berikut:

Saya terlebih dahulu mempersiapkan gambar peraga Baba seperti ini. Ini saya dapatkan dari seorang teman guru juga yang sudah menerapkan media Baba dalam mengajar siswa tunagrahita selama ini. Saya sangat tertolong dengan adanya gambar peraga ini karena ketika saya munculkan gambar ini di depan siswa tungrahita, siswa merasa senang. Jadi jelas gambar peraga Baba ini tidak boleh terlupakan agar saat mengajar tidak akan merasa kesulitan sendiri (Hasil wawancara, 16/04/2012)

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa gambar peraga Baba merupakan hal penting yang harus dipersiapkan sebelum pembelajaran dimulai. Terkait dengan gambar peraga Baba ini harus benar-benar mampu menarik minat siswa untuk melihat. Sehubungan dengan itu, mempersiapkan gambar peraga Baba yang sesuai dengan keinginan siswa merupakan hal yang sangat penting agar dapat menarik minat siswa tunagrahita.

b. Mempersiapkan ruangan kelas

Ruangan kelas merupakan salah satu sarana penting dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Ruangan kelas dalam hal ini dimaksudkan termasuk penataannya seperti tempat gambar peraga Baba yang akan digunakan.

85

Gambar 8. Peletakan Media Almari Baba yang Sesuai

Salah satu hal yang perlu direncanakan sebelum kegiatan belajar-mengajar berlangsung adalah penempatan kotak abjad di depan kelas yang dapat dengan mudah terjangkau oleh siswa. Perencanaan yang baik akan memberikan kemudahan bagi siswa ketika sedang dimintai guru untuk mempraktikkan kemampuannya membaca atau memasang suku kata dan kata seperti yang diajarkan oleh gurunya.

Selain itu, perlu juga dipersiapkan meja bagi siswa yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran. Keberadaan meja yang cukup besar bagi siswa dapat memudahkannya untuk mempraktikkan pengetahuan atau kemampuan membacanya secara individual seperti berikut.

86

Gambar 9. Perencanaan Meja bagi Siswa Tunagrahita untuk Mempraktikkan Pengetahuan secara Individual

Mempersiapkan ruangan kelas seperti penataan gambar peraga Baba dan sarana penunjang lainnya merupakan hal penting dalam pelaksanaan media Baba bagi siswa tunagrahita seperti dikemukakan Ibu Suryani selaku guru Kelas D II SLB C Dharma Rena Ring Putra 2 Yogyakarta seperti berikut:

Memang betul sekali, persiapan ruangan kelas itu menjadi sangat penting. Siswa yang diajari adalah berkebutuhan khusus, jadi kadang banyak waktu yang digunakan untuk mengatur hal-hal yang tidak diduga sebelumnya seperti mengatur anak atau siswa, memotivasi, mengarahkan siswa itu juga sering menyita waktu yang banyak. Jadi kalau ruangan dan semua peralatan sudah dipersiapkan sebelumnya, maka akan dapat menghemat waktu. Misalnya, meja harus disusun seperti apa, misalnya mereka dibuat berdekatan agar lebih bersemangat (Hasil wawancara, 16/04/2012)

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa dengan mempersiapkan ruangan kelas, menata gambar peraga Baba dapat mendukung kelancaran kegiatan pembelajaran. Selain itu, perencanaan ruangan kelas dapat menghemat waktu

87

sehingga waktu yang ada bisa digunakan lebih terfokus pada pemberian arahan kepada siswa tunagrahita.

2. Pelaksanaan metode pembelajaran membaca permulaan dengan

menggunakan media Baba

Pelaksanaan metode membaca permulaan dengan media Baba untuk siswa tunagrahita mencakup tiga tahapan, yakni persiapan, pelaksanaan, dan penutup. Ketiga tahapan tersebut secara ringkas terdapat pada Tabel 6 berikut:

Tabel 6. Tahapan-tahapan Pelaksanaan Metode Pembelajaran dengan Menggunakan Media Baba Bahasa Indonesia bagi Siswa Tunagrahita Ringan Kelas D II SLB C Dharma Rena Ring Putra 2 Yogyakarta

8

Tahapan Penggunaan Media Baba

Diskripsi Kegiatan

1 Persiapan a. Kegiatan awal: (5 Menit)

1) Memberi salam

2) Menulis tema atau sub tema dan tujuan pembelajaran di papan tulis 3) Apresiasi: misalnya bertanya tentang nama-nama binatang yang dikenal

siswa

2 Pelaksanaan b. Kegitan inti (45 Menit)

1) Guru menunjukkan alat peraga gambar sesuai dengan tema, seperti itik, ayam, tikus, lalat, sapi, kupu-kupu dan lain-lain.

2) Guru menempelkan alat peraga gambar sesuai dengan tema pembelajaran.

3) Guru meminta siswa secara bergantian untuk memberi nama-nama gambar tersebut dengan cara menyusun kartu huruf pada Almari Baba di depan kelas yang telah dipersiapkan guru

4) Siswa yang lain ikut mengoreksi huruf yang disusun temannya dalam memberi nama-nama gambar tersebut.

5) Bersama dengan siswa membaca nama-nama gambar yang telah disusun tersebut.

6) Guru atau siswa membagi kotak Baba kepada siswa atau temannya. Guru menunjukkan gambar yang di tempelkan di papan tulis, dan siswa memberi nama-nama gambar tersebut dengan cara menyusun kartu huruf di kotak abjad Baba, dan guru mengamati siswa satu persatu.

7) Guru menentukan salah satu siswa menyusun kartu huuf dialmari Baba, dan siswa lain mencocokkan dengan apa yang telah di susun di kotak Baba dengan yang ada di Almari Baba

8) Siswa dan Guru membaca secara bersama-sama, kemudian secara berkelompok.

9) Setelah itu siswa menulis kata-kata yang disusun dikotak abjad dalam buku tulis masing-masing

3 Penutup c. Kegiatan Akhir ( 10 Menit)

1) Guru mengadakan tanya jawab secara lisan tentang materi yang telah diajarkan.

2) Memberi evaluasi; guru mendikte siswa sesuai dengan materi bahan ajar dan siswa menulis di buku tulis.

3) Berdoa

88

Tahap-tahap pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan dengan media Baba diuraikan sebagai berikut:

a. Tahap persiapan

Tahap persiapan dalam pembelajaran dengan menggunakan media Baba bertujuan untuk mengakrabkan siswa dengan guru. Pada tahap persiapan ini, guru menyapa siswa dengan ramah dan penuh perhatian sehingga siswa merasa dekat dan tidak merasa canggung dengan guru. Selain itu, guru menulis tema atau sub tema pembelajaran dengan menggunakan media papan tulis.

Pada tahap persiapan ini, guru menanyakan terlebih dahulu jenis-jenis yang ada dalam gambar peraga Baba. Apabila temanya berkaitan dengan binatang atau hewan, maka guru akan menanyakan beranekaragam hewan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pada saat guru menggunakan gambar peraga Baba, maka pada tahap persiapan guru yang bersangkutan terlebih dahulu menanyakan beranekaragam jenis binatang yang ada pada gambar peraga Baba yang akan digunakan, misalya, ayam, itik, kelinci, kucing, anjing, dan lain-lain. Tujuan dari perkenalan binatang ini untuk menguji kemampuan siswa dalam mengenali sejumlah binatang. Kemampuan siswa menyebutkan sejumlah binatang diharapkan siswa akan lebih mudah dalam pengenalan binatang dengan membaca nama-nama hewan tersebut dalam gambar media Baba.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa baik ALK maupun AJS mampu menyebutkan sejumlah nama binatang seperti yang ditanyakan

89

guru pada tahap persiapan seperti dikemukakan Ibu Suryani selaku guru Kelas D II SLB C Dharma Rena Ring Putra 2 Yogyakarta seperti berikut:

Kedua siswa saya ALK dan JLS pada tahap persiapan mampu menyebutkan sejumlah binatang seperti ayam, kelinci, kucing, anjing, sapi, ular, dan lain-lain. Kemampuan siswa menyebutkan dan mengenali sejumlah binatang tersebut diharapkan akan dapat mempermudah siswa dalam membaca kata yang ada pada gambar-gambar binatang tersebut. Pada praktiknya, memang siswa lebih mudah mengenali dan membaca tulisan yang ada pada gambar (Hasil wawancara, 16/04/2012)

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa dengan bertanya kepada siswa terlebih dahulu pada tahap persiapan, ternyata lebih mempermudah siswa dalam membaca nama-nama binatang yang ada pada gambar peraga Baba yang digunakan.

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan metode membaca permulaan dengan media Baba bagi siswa tunagrahita merupakan langkah selanjutnya setelah tahap persiapan. Hal yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan adalah sebagai berikut:

1) Guru menunjukkan alat peraga gambar sesuai dengan tema, seperti itik, ayam, tikus, lalat, sapi, kupu-kupu dan lain-lain.

Guru menyiapkan gambar peraga Baba sesuai dengan tema mengenai jenis-jenis binatang atau hewan. Alat peraga yang digunakan guru dibuat sedemikian menarik. Siswa tampak memperhatikan dengan serius gambar peraba Baba yang ditunjukkan guru. Dalam menunjukkan gambar-gambar tersebut, guru memperkenalkannya dengan suasana yang santai tapi serius sehingga siswa saat melihat

90

gambar tersebut merasa senang namun tetap bersikap serius. Guru berusaha mengarahkan perhatian siswa terhadap tema pembelajaran yang ditetapkan guru yakni seputar binatang. Hal itu dilakukan guru, agar konsentrasi siswa tidak terpecah dengan gambar-gambar objek lain. Cara penyampaian yang baik dari guru mengenai jenis-jenis binatang, membuat siswa bersemangat untuk mengikuti pembelajaran pada tahap selajutnya.

Gambar 10. Penyediaan Peraga Nama-nama Binatang

Sesuai dengan tema yang dipilih oleh guru yakni tema binatang seperti ayam, kuda, kera, naga, tikus, badak, cicak, anjing, kura-kura. Nama-nama binatang tersebut merupakan kreasi dari siswa setelah melihat gambar-gambar binatang tersebut seperti yang telah diperkenalkan guru sebelumnya.

2) Guru menempelkan alat peraga gambar sesuai dengan tema pembelajaran

Guru menempelkan alat peraga gambar sesuai dengan pembelajaran yakni jenis-jenis binatang seperti yang telah

91

diperkenalkan sebelumnya. Pada saat guru menempelkan alat peraga tersebut, guru juga tetap mengarahkan perhatian siswa kepada alat peraga yang sedang ditempelkan dengan cara mengajak murid untuk ikut menentukan lokasi alat peraga ditempelkan. Upaya guru untuk melibatkan siswa dalam menempatkan alat peraga tersebut, ternyata membuat siswa jadi bersemangat bersama guru pada saat menempelkan alat peraga tersebut.

3) Guru meminta siswa secara bergantian untuk memberi nama-nama gambar tersebut dengan cara menyusun kartu huruf pada almari Baba di depan kelas yang telah dipersiapkan guru

Salah satu cara yang dilakukan guru dalam penggunaan media Baba untuk membaca permulaan bagi siswa tunagrahita adalah dengan meminta siswa secara bergantian untuk memberi nama pada gambar dengan cara menyusun kartu huruf yang tersedia pada almari Baba di depan kelas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dengan cara meminta bergantian ke depan kelas untuk menyusun huruf-huruf nama dari gambar yang sudah disediakan, siswa menjadi lebih bersemangat. Dengan pendampingan guru, siswa mencocokkan gambar dengan huruf-huruf yang telah disusunnya seperti pada Gambar 11.

92

Gambar 11. Siswa Bergantian Menyusun Huruf-huruf yang telah disediakan di almari Baba

Gambar tersebut memperlihatkan guru sedang memberikan penjelasan mengenai huruf yang dipasang oleh seorang siswa mengenai binatang yang telah diperkenalkan guru. Pada gambar tersebut, tampak siswa sedang memegang gambar peraga Baba berupa gambar-gambar binatang.

4) Siswa yang lain ikut mengoreksi huruf yang disusun temannya dalam memberi nama-nama gambar tersebut

Huruf-huruf yang dipasang siswa, belum sepenuhnya benar. Sehubungan dengan itu, guru meminta siswa lain untuk ikut mengoreksi huruf-huruf yang belum benar dipasangkan oleh salah seorang siswa lain. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa guru memiliki cara tersendiri dalam mengoreksi hasil kerja dari siswa yakni dengan melibatkan siswa lainnya untuk mengoreksi pemasangan huruf-huruf yang masih salah seperti yang dipasangkan oleh siswa lainnya. Partisipasi siswa lain untuk saling mengoreksi pemasangan huruf-huruf, dapat menumbuhkan kerjasama di antara sesama siswa.

93

5) Bersama dengan siswa membaca nama-nama gambar yang telah disusun tersebut

Salah satu cara lainnya yang digunakan guru dalam menyampaikan materi bacaan kepada siswa tunagrahita dengan penggunaan media Baba adalah dengan cara bersama-sama membaca nama-nama gambar yang telah disusun. Dengan cara ini, siswa yang belum lancar membaca nama-nama gambar menjadi lebih mudah atau terbantu dengan keberadaan siswa lainnya. Hal tersebut seperti dikemukakan Ibu Suryani selaku guru Kelas D II SLB C Dharma Rena Ring Putra 2 Yogyakarta seperti berikut:

Salah satu cara saya untuk mempercepat kemampuan siswa yang mengalami keterbatasan membaca awal adalah dengan melibatkan seluruh siswa, misalnya saya meminta untuk membaca nama-nama gambar secara bersama-sama. Berdasarkan pengamatan saya, dengan cara melibatkan siswa secara bareng-bareng membaca nama-nama gambar yang telah disusun (Hasil wawancara, 16/04/2012)

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa melibatkan siswa secara bersama-sama untuk membaca nama-nama gambar merupakan salah satu cara yang dilakukan guru untuk mempermudah siswa dalam membaca permulaan. Hasil yang sama ditunjukkan hasil observasi yang dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Siswa lebih bersemangat belajar membaca dengan melibatkan siswa secara bersama-sama membaca. Tampak bahwa siswa yang sebelumnya masih mengalami kesulitan membaca huruf-huruf, menjadi lebih mudah membaca materi yang diberikan guru (Hasil observasi, 16 April 2012).

94

6) Guru membagi kotak abjad Baba kepada siswa atau temannya

Guru menunjukkan gambar yang ditempelkan di papan tulis, dan siswa memberi nama-nama gambar tersebut dengan cara menyusun kartu huruf di kotak abjad Baba, dan guru mengamati siswa satu persatu. Dengan membagi kotak abjad Baba ini, siswa akan memberi nama-nama sesuai dengan yang ditunjuk guru di papan tulis. Cara penyampaian ini membuat guru dan siswa saling kerjasama selama pembelajaran berlangsung. Guru berperan sebagai penunjuk pada gambar yang ditempelkan di papan tulis, sedangkan siswa memberinya nama dengan cara menyusun kartu huruf di kotak abjad Baba. Cara penyampaian materi ini tergolong efektif dalam menumbuhkan minat siswa dalam pembelajaran. Hal tersebut seperti dikemukakan Ibu Suryani selaku guru Kelas D II SLB C Dharma Rena Ring Putra 2 Yogyakarta seperti berikut:

Kotak abjad Baba dibagikan kepada siswa dan siswa memberi nama sesuai dengan yang sudah dibicarakan atau disampaikan guru tadi atau sebelumnya. Kotak abjad ini dibagikan kepada siswa dan masing-masing mendapat satu. Jadi jumlah peraga yang harus dipersiapkan guru sesuai dengan jumlah siswa. Masing-masing siswa harus bisa mandiri. Artinya, meskipun ada kelompok tapi yang utama siswa difokuskan untuk memahami sendiri materi pelajaran. Kalau ada kelompok itu hanya sifatnya untuk mempermudah siswa dalam membaca permulaan ini (Hasil wawancara, 16/04/2012)

Tujuan guru membagi kota abjad Baba ini kepada masing-masing siswa agar siswa bisa menyusun sendiri nama-nama binatang, dan nama benda konkrit lainnya sesuai tema, yang baru saja dipelajari

95

dan kemudian membaca sendiri. Artinya, pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan media Baba ini tetap berfokus pada kemampuan masing-masing siswa untuk membaca permulaan. Peraga Baba yang dipersiapkan guru seperti kotak abjad Baba harus sesuai dengan jumlah siswa sehingga setiap siswa bisa fokus dengan pembelajaran secara individual. Guru juga membagikan buku pembelajaran terutama kepada siswa yang belum memiliki buku tersebut.

7) Setelah itu siswa menulis kata-kata yang disusun di kotak abjad dalam buku tulis masing-masing

Setelah masing-masing siswa mendapatkan kotak abjad Baba yang dibagikan guru, siswa secara individu menulis kata-kata yang disusun di kotak abjad tersebut ke dalam buku tulisnya masing-masing. Hal tersebut seperti terlihat pada Gambar 12 di bawah ini.

Gambar 12. Siswa Menyusun Abjad dan Kemudian Menulis

96

Gambar tersebut memperlihatkan siswa sedang menyusun huruf-huruf nama-nama binatang, dan nama benda konkrit yang ada di buku atau peraga Baba. Setelah menyusun huruf-huruf tersebut, siswa kemudian menulisnya di buku tulisnya masing-masing. Selama penulisan ini berlangsung, guru sambil memperhatikan dan memeriksa hasil kerja siswa baik dalam kotak abjad maupun yang dituliskan dalam buku tulisnya masing-masing.

Gambar 13. Guru Mendampingi Siswa saat Menyusun Abjad dengan menggunakan Media Baba

Gambar tersebut memperlihatkan guru sedang membetulkan pemasangan huruf yang salah atau keliru oleh seorang siswa. Dengan memberikan pendampingan pada siswa saat pembelajaran berlangsung, siswa akan merasa nyaman dan percaya diri karena keterbatasannya dalam memasang huruf-huruf, dapat dengan segera mendapat bantuan dari guru.

97

c. Penutup

Pada tahap penutup ini, dilakukan tanya jawab secara lisan tentang materi yang telah diajarkan. Tujuan diadakannya Tanya jawab ini adalah untuk mengetahui sejauhmana siswa memahami dan mengingat materi yang baru diajarkan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada bagian Tanya jawab tersebut, siswa umumnya mengingat materi yang telah diajarkan. Hal tersebut seperti dikemukakan Ibu Suryani selaku guru Kelas D II SLB C Dharma Rena Ring Putra 2 Yogyakarta seperti berikut:

Waktu saya mengadakan bagian Tanya jawab mengenai materi pelajaran yang telah diajarkan pada bagian penutup, siswa dapat mengingat dengan baik materi tersebut. Siswa mengingat gambar peraga Baba dan mampu membaca tulisan yang di bawahnya dengan baik (Hasil wawancara, 16/04/2012)

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa bagian penutup merupakan salah satu tahapan penting dalam penerapan media Baba untuk membaca permulaan. Pada bagian penutup ini, guru melakukan evaluasi terhadap pemahaman siswa mengenai materi bahan ajar. Pada bagian tahapan ini, siswa juga mempunyai kesempatan untuk menulis di buku mengenai materi pelajaran yang diperolehnya.

Selain tanya jawab, evaluasi juga dilakukan dengan memberikan lembar tes hasil belajar membaca permulaan. Bagian terakhir dari tahapan ini adalah menutup dengan doa dan salam penutup.

98

3. Deskripsi Komponen-komponen Pelaksanaan Metode Pembelajaran

Membaca Permulaan dengan Menggunakan Media Baba

a. Kemampuan guru dalam menerapkan media Baba

Media pembelajaran yang baik dan canggih, tidaklah menjadi otomatis akan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar. Hal itu sangat tergantung pula pada kemampuan guru untuk menerapkan media tersebut. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa guru Kelas D II SLB C Dharma Rena Ring Putra 2 Yogyakarta mampu menerapkan metode membaca permulaan dengan baik yang menggunakan media Baba. Hal tersebut seperti dikemukakan Ibu Suryani selaku guru Kelas D II SLB C Dharma Rena Ring Putra 2 Yogyakarta seperti berikut:

Secara umum saya sendiri tidak ada kesulitan dalam menerapkan metode pembelajaran dengan menggunakan media Baba. Menurut saya menggunakan media Baba ini menarik ya, dan bisa memudahkan siswa dalam menangkap materi bacaan yang diberikan kepada siswa. Saya merasa bahwa menggunakan media Baba ini cukup mudah dalam pelaksanaannya (Hasil wawancara, 16/04/2012) Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa guru dalam menerapkan metode membaca permulaan dengan menggunakan media Baba tidak mengalami hambatan yang berarti. Bagi guru, menggunakan media Baba dianggap sebagai salah satu cara memudahkan siswa dalam membaca permulaan. Hal itu dikarenakan media Baba disertai dengan contoh-contoh konkret mengenai materi bacaan yang diberikan kepada siswa.

Kemampuan guru dalam menerapkan media Baba dalam membaca

Dokumen terkait