HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Siklus I
a. Pelaksanaan penelitian siklus I
Penelitian dilaksanakan sebanyak dua siklus, di mana setiap siklus dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan dengan indikator yang berbeda tetapi masih terkait satu dengan yang lain dan masih dalam satu standar kompetensi, yaitu mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi dan satu kompetensi dasar yaitu mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya.
Pola kegiatan pembelajaran dalam model cooperative learning teknik jigsaw siklus I adalah setiap kelompok terdiri dari 8 anggota. Anggota dari masing-masing kelompok bersifat heterogen. Dimana guru memilih kelompok berdasarkan tingkat kecerdasan setiap siswa. Kegiatan mengerjakan tugas dengan menggunakan model cooperative learning teknik jigsaw dilakukan dalam kelompok-kelompok ahli, di mana dari satu kelas terdiri atas 4 kelompok ahli, yaitu kelompok ahli 1, kelompok ahli 2, kelompok ahli 3, dan kelompok ahli 4. kegiatan pembuatan rangkuman materi pembelajaran dilakukan dalam kelompok awal. Sedangkan kegiatan tes hasil belajar dilakukan secara individu.
Materi pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus I terdiri atas 3 indikator, 3 indikator yang digunakan adalah:
1) Menjelaskan bentuk – bentuk kegiatan ekonomi di lingkungannya.
2) Menggunakan peta setempat untuk menunjukkan persebaran sumber daya alam.
3) Mengidentifikasi jenis – jenis sumber daya alam dan kaitannya dengan kegiatan ekonomi.
Indikator pembelajaran ini dicapai dengan melaksanakan model cooperative learning teknik jigsaw, dengan disediakan beberapa sumber belajar. Pada penelitian ini sumber belajar yang disiapkan adalah peta, atlas, buku-buku pelajaran IPS, LKS, dan media gambar.
Pelaksanaan siklus I diikuti oleh 16 siswa. Pada pertemuan pertama, kegiatan pertama yang dilakukan adalah bernyanyi secara bersama-sama lagu yang berjudul lihat kebunku, setelah itu masing-masing kelompok menyiapkan sumber belajar yang diperlukan
Kegiatan siswa selanjutnya siswa masuk ke dalam kelompok, kemudian setiap kelompok mendapatkan LKS, dan setelah setiap anggota memahami LKS yang diperolehnya, selanjutnya siswa membentuk kelompok ahli, untuk memecahkan masalah yang diberikan oleh guru. Setelah selesai mengerjakn LKS, selanjutnya siswa melaporkan hasil kerjanya kepada anggota kelompok awal, dan selanjutnya perwakilan dari setiap kelompok melaporkan hasil kerja di depan kelas. Kegiatan yang terakhir guru mencoba mengklarifikasi jawaban dari siswa.
Pada pertemuan kedua. Kegiatan pertama yang dilakukan siswa adalah bernyanyi secara bersama-sama lagu yang berjudul lihat kebunku, setelah itu peneliti mencoba melakukan kegiatan tanya jawab mengenai pembelajaran pada pertemuan pertama. setelah itu masing-masing kelompok menyiapkan sumber belajar yang diperlukan
Kegiatan siswa selanjutnya siswa masuk ke dalam kelompok, kemudian setiap kelompok mendapatkan LKS, dan setelah setiap anggota memahami LKS yang diperolehnya, selanjutnya siswa membentuk kelompok ahli, untuk memecahkan masalah yang diberikan oleh guru. Setelah selesai mengerjakn LKS, selanjutnya siswa melaporkan hasil kerjanya kepada anggota kelompok awal, dan selanjutnya perwakilan dari setiap kelompok melaporkan hasil kerja di depan kelas.
Kegiatan pembelajaran yang terakhir dalam pertemuan kedua yaitu siswa mengerjakan soal tes tertulis secara individu untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Jumlah soal sebanyak 20 butir yang terdiri dari soal pilihan ganda. Waktu mengerjakan soal adalah 20 menit.
b. Hasil penelitian siklus I
Berdasarkan tes tertulis yang merupakan tes prestasi hasil belajar yang telah dilakukan hari Kamis tanggal 11 Maret 2010 diperoleh data nilai prestasi sebagai berikut:
Tabel 3. hasil evaluasi siklus I siswa IV SD Kanisius Gowongan tahun pelajaran 2009/2010
No. Nama Siswa Nilai
1 Angela Aru Krisnawati 75
2 Anggraeta Okfia Puspita 55
3 Bernaditus Felino Marco H 70
4 Bulantika Fajar Ning Buana 80
5 Dimas Harditama 60
6 Felix Dicky Naga Pratama 85
7 Jeremi Adi Pratama 80
8 Joenarto Andi Pamungkas 60
9 Krisadi Budi Wiyoso 80
10 Hermenigilda Bendita 65
11 Michaela Isti Wikaningtias 70
12 Vitto Aditya 50
13 Wahyu Rinandi 75
14 Rosalia Revita Cahyani 80
15 Natalia Desi Wahyu Ningrum 80
16 Ferdinand Felix 45
Total Skor 1110
Rata-rata Kelas 69,37
c. Refleksi penelitian siklus I
Kegiatan Siklus I dilaksanakan dua kali yaitu hari Sabtu tanggal 6 Maret 2010 selama dua jam pelajaran yaitu pukul 09.15 - 10.25, dan hari Kamis tanggal 11 Maret 2010 selama dua jam pelajaran yaitu pukul 09.15 - 10.25.
Pada pembelajaran siklus 1 siswa tampak aktif mengerjakan LKS yang berisi tentang bentuk – bentuk kegiatan ekonomi di lingkungannya, menunjukkan persebaran sumber daya alam dengan menggunakan peta, dan tentang jenis – jenis sumber daya alam dan kaitannya dengan kegiatan ekonomi, siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya, namun ada kelompok yang mengalami kesulitan karena siswa masih belum terbiasa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan
model cooperative learning teknik jigsaw, selain itu sumber buku yang dimiliki oleh setiap kelompok masih terbatas.
Proses pengerjaan LKS yang berisi soal-soal tentang bentuk – bentuk kegiatan ekonomi di lingkungannya, menunjukkan persebaran sumber daya alam dengan menggunakan peta, dan tentang jenis – jenis sumber daya alam dan kaitannya dengan kegiatan ekonomi dilakukan oleh setiap kelompok dengan memanfaatkan sumber yang ada, ada yang menggunakan buku pelajaran dan ada yang menggunakan atlas untuk menemukan persebaran sumber daya alam.
Berdasarkan hasil pengamatan pada saat pembelajaran dengan menggunakan model cooperative learning teknik jigsaw, peneliti dan guru pamong mengamati bahwa sebagian besar siswa bekerja secara aktif dalam kelompok, namun peneliti dan guru pamong menemukan ada beberapa siswa yang tidak aktif, dalam arti ada siswa yang masih merasa malas untuk mengikuti kegiatan kerja kelompok, siswa tersebut hanya duduk diam dan tidak mau berperan aktif dalam pembelajaran, dan untuk mengatasi hal tersebut, peneliti mencoba berbicara kepada semua kelompok di depan, dan meminta semua siswa untuk melihat kepada kelompok yang aktif, dengan kata lain peneliti memberi contoh bagaimana seharusnya kegiatan kerja kelompok dapat aktif dengan cara menunjuk satu kelompok yang bekerja aktif sebagai model, dan hasilnya semua kelompok menjadi aktif. Selain itu pada saat semua siswa kembali ke kelompok awal untuk melaporkan hasil kerja sebagai tim ahli, peneliti menemukan ada beberapa siswa yang tidak mau mendengarkan apa yang disampaikan oleh temannya dalam kelompok, dan untuk mengatasi hal tersebut peneliti mencoba
mendekati setiap kelompok, kemudian mengajak kepada siswa yang merasa malas mendengarkan supaya mau mendengarkan temannya yang sedang menjelaskan. 2. Siklus 2
a. Pelaksanaan penelitian siklus II
Pola kegiatan pembelajaran dalam model cooperative learning teknik jigsaw siklus II adalah setiap kelompok terdiri dari 4 anggota. Anggota dari masing-masing kelompok bersifat heterogen. Dimana guru memilih kelompok berdasarkan tingkat kecerdasan setiap siswa. Kegiatan mengerjakan tugas dengan menggunakan cooperative learning teknik jigsaw dilakukan dalam kelompok-kelompok ahli, di mana dari satu kelas terdiri atas 4 kelompok-kelompok ahli, yaitu kelompok ahli 1, kelompok ahli 2, kelompok ahli 3, dan kelompok ahli 4. kegiatan pembuatan rangkuman materi pembelajaran dilakukan dalam kelompok awal. Sedangkan kegiatan tes hasil belajar dilakukan secara individu.
Materi pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus II terdiri atas 2 indikator, 2 indikator yang digunakan adalah:
1) Menjelaskan manfaat sumber daya alam yang ada di lingkungan setempat. 2) Menjelaskan perlunya menjaga kelestarian sumber daya alam sekitar.
Indikator pembelajaran ini dicapai dengan melaksanakan model cooperative learning teknik jigsaw, dengan disediakan beberapa sumber belajar. Pada penelitian ini sumber belajar yang disiapkan adalah peta, atlas, buku-buku pelajaran IPS, LKS, dan media gambar. Tujuan menggunakan beberapa sumber belajar adalah agar siswa menemukan banyak ide dalam menyelesaikan permasalahan dari materi yang dibahas.
Untuk mengefektifkan kegiatan pembelajaran pada siklus II, peneliti mencoba menggunakan media berupa gambar yang ditampilkan di layar televisi, di mana peneliti memperoleh gambar dari internet dan yang peneliti photo sendiri. selain itu peneliti membagi kelas ke dalam kelompok kecil, di mana setiap kelompok terdiri dari 4 siswa yang heterogen. Hal ini dilakukan peneliti untuk memotivasi siswa agar sedapat mungkin siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Sehingga diharapkan siswa akan menjadi lebih aktif dan hasil tes lebih tinggi dari siklus I.
Pelaksanaan pada siklus II diikuti oleh 16 siswa. Pada pertemuan pertama, kegiatan pertama yang dilakukan siswa adalah bermain puzzle tentang pemanfaatan sumber daya alam dan tentang pelestarian sumber daya alam, setelah itu peneliti mencoba melakukan kegiatan tanya jawab mengenai materi terakhir yang dipelajari pada saat pelajaran IPS, yaitu pada saat siklus I. Hal ini dilakukan untuk memotivasi siswa agar siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran, Sehingga diharapkan pada siklus II ini siswa akan menjadi lebih aktif dan hasil tes lebih tinggi.
Kegiatan siswa selanjutnya siswa masuk ke dalam kelompok, kemudian setiap kelompok mendapatkan LKS, dan setelah setiap anggota memahami LKS yang diperolehnya, selanjutnya siswa membentuk kelompok ahli, untuk memecahkan masalah yang diberikan oleh guru. Setelah selesai mengerjakn LKS, selanjutnya siswa melaporkan hasil kerjanya kepada anggota kelompok awal, dan selanjutnya perwakilan dari setiap kelompok melaporkan hasil kerja di depan kelas. Kegiatan yang terakhir guru mencoba mengklarifikasi jawaban dari siswa.
Pada pertemuan kedua. Kegiatan pertama yang dilakukan siswa adalah bermain puzzle tentang pemanfaatan sumber daya alam dan tentang pelestarian sumber daya alam, setelah itu peneliti mencoba melakukan kegiatan tanya jawab mengenai pembelajaran pada pertemuan pertama.
Kegiatan siswa selanjutnya siswa masuk ke dalam kelompok, kemudian setiap kelompok mendapatkan LKS, dan setelah setiap anggota memahami LKS yang diperolehnya, selanjutnya siswa membentuk kelompok ahli, untuk memecahkan masalah yang diberikan oleh guru. Setelah selesai mengerjakn LKS, selanjutnya siswa melaporkan hasil kerjanya kepada anggota kelompok awal, dan selanjutnya perwakilan dari setiap kelompok melaporkan hasil kerja di depan kelas. Selanjutnya guru mencoba mengklarifikasi jawaban dari siswa.
Kegiatan pembelajaran yang terakhir dalam pertemuan kedua yaitu siswa mengerjakan soal tes tertulis secara individu untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Jumlah soal sebanyak 20 butir yang terdiri dari soal pilihan ganda. Waktu mengerjakan soal adalah 20 menit.
b. Hasil penelitian siklus II
Berdasarkan tes tertulis yang merupakan tes prestasi hasil belajar yang telah dilakukan hari Senin tanggal 22 Maret 2010 diperoleh data nilai prestasi sebagai berikut:
Tabel 4. hasil evaluasi siklus II siswa IV SD Kanisius Gowongan tahun pelajaran 2009/2010
No. Nama Siswa Nilai
1 Angela Aru Krisnawati 90
2 Anggraeta Okfia Puspita 90
3 Bernaditus Felino Marco H 75
4 Bulantika Fajar Ning Buana 75
5 Dimas Harditama 85
6 Felix Dicky Naga Pratama 95
7 Jeremi Adi Pratama 85
8 Joenarto Andi Pamungkas 65
9 Krisadi Budi Wiyoso 85
10 Hermenigilda Bendita 85
11 Michaela Isti Wikaningtias 85
12 Vitto Aditya 55
13 Wahyu Rinandi 85
14 Rosalia Revita Cahyani 95
15 Natalia Desi Wahyu Ningrum 90
16 Ferdinand Felix 60
Total Skor 1300
Rata-rata Kelas 81,25
c. Refleksi penelitian siklus II
Proses Pembelajaran pada siklus II lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa. Pembelajaran menggunakan model cooperative learning teknik jigsaw dengan jumlah setiap kelompok 4 siswa dan dengan menggunakan gambar yang di tampilkan di layar televisi hasilnya lebih berkembang, siswa lebih aktif dan semua punya tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas secara bersama-sama, hal ini menjadikan pembelajaran juga lebih efektif.
Hasil pembelajaran dengan model cooperative learning teknik jigsaw pada siklus II dilaksanakan dengan baik. Siswa saling membantu dan bekerjasama dalam menyelesaikan tugas.
Jumlah anggota kelompok yang sedikit membuat semua siswa merasa punya tanggungjawab dengan tugas yang ada dan peneliti juga merasa lebih mudah dalam mengamati kerja sama siswa dalam kelompok.
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian pada siswa kelas IV SD Kanisius Gowongan tahun pelajaran 2009/2010 diperoleh data-data hasil tes dalam mata pelajaran IPS, khususnya mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya dengan menggunakan pembelajaran cooperative learning teknik jigsaw.
Data hasil belajar siklus I dan siklus II akan dibandingkan dengan data awal. Data awal diambil berdasarkan daftar nilai siswa kelas IV tahun pelajaran 2007/2008 dan 2008/2009 yang merupakan latar belakang pelaksanaan penelitian ini.
Data awal hasil belajar siswa tahun pelajaran 2007/2008 dalam mata pelajaran IPS, khususnya mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya adalah sebagai berikut:
Tabel 5. daftar nilai siswa kelas IV SD Kanisius Gowongan tahun pelajaran 2007/2008
No. Nama Nilai
1 Agustinus Jordy Putro P 60
2 Angga Febrita Krisna 50
3 Aloisius Putra Arjun 50
4 Bernadetha Laras Ayu 50
5 Charla Kusuma Wardani 80
6 Christian Abiel Eliezer 70
7 Elisabet Widianingrum 60
8 Fredy Krisnawan 60
9 Novita Cakrasari Dewi 50
10 Immiel Nicholas Kiting 50
11 Jonah Amaris 60
Jumlah 640
Rata-rata 58,18
Data awal hasil belajar siswa tahun pelajaran 2008/2009 dalam mata pelajaran IPS, khususnya mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya adalah sebagai berikut:
Tabel 6. daftar nilai siswa kelas IV SD Kanisius Gowongan tahun pelajaran 2008/2009
No Nama Nilai
1 Angga Febrita Krisna 44
2 Gilang Prakasa L 47 3 Fidelis Titan P 48 4 Angelina Sheny M 60 5 Joshua Yerusalem 47 Jumlah 246 Rata - rata 49,20
Hasil belajar siswa dari data awal dan dari siklus ke siklus dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 7: data prestasi belajar siswa (data awal, siklus I dan siklus II) No Data Awal Siklus I Siklus II Tahun ajaran 2007/2008 Tahun ajaran 2008/2009 Nama Nilai Ketuntasan Nilai Ketuntasan
Nama Nilai Nama Nilai
Ya Tidak Ya Tidak
1 Agus 60 Angga 44 Angela 75 √ 90 √
2 Angga 50 Gilang 47 Anggraeta 55 √ 90 √
3 Putra 50 Titan 48 Felino 70 √ 75 √
4 Ayu 50 Angel 60 Bulantika 80 √ 75 √
5 Kusuma 80 Joshua 47 Dimas 60 √ 85 √
6 Christ 70 Felix 85 √ 95 √ 7 Widia 60 Adi 80 √ 85 √ 8 Fredy K 60 Andi 60 √ 65 √ 9 Novita 50 Budi 80 √ 85 √ 10 Nicho 50 Hermeni 65 √ 85 √ 11 Jonah 60 Michaela 70 √ 85 √ 12 Vitto 50 √ 55 √ 13 Wahyu 75 √ 85 √ 14 Revita 80 √ 95 √ 15 Natalia 80 √ 90 √ 16 Felix 45 √ 60 √ Jumlah 640 246 Nilai Rata-Rata 58,18 49,2 53,69 69,37 81,25 Prosentase 12,5% 62,5 % 37,5 % 81,25 % 18,75 %
Pada tabel 7 di atas dapat dilihat, bahwa hasil dari pelaksanaan siklus I, satu siswa mendapat nilai 85, lima siswa mendapat nilai 80, dua siswa mendapat nilai 75, dua siswa mendapat nilai 70, satu siswa mendapat nilai 65, dua siswa
mendapat nilai 60, satu siswa mendapat nilai 55, satu siswa mendapat nilai 50, dan satu siswa mendapat nilai 45. Jadi siswa yang memperoleh nilai ulangan harian di atas kriteria ketuntasan minimal pada akhir siklus pertama sebanyak 10 siswa atau mencapai 62,5% dari 16 siswa. Sebanyak 6 siswa masih memperoleh nilai ulangan di bawah kriteria ketuntasan minimal atau 37,5%. Sehingga hasil tes pada akhir siklus pertama nilai rata – rata ulangan harian siswa hanya mencapai 69,37. Hal ini dikarenakan dalam penelitian siklus pertama belum mencapai indikator keberhasilan akhir siklus kedua maka penelitian dilanjutkan pada siklus kedua.
Pada siklus II diperoleh hasil satu siswa memperoleh nilai 55, satu siswa memperoleh nilai 60, satu siswa memperoleh nilai 65, dua siswa memperoleh nilai 75, enam siswa memperoleh nilai 85, tiga siswa memperoleh nilai 90, dan dua siswa memperoleh nilai 95. Jadi siswa yang memperoleh nilai ulangan harian di atas kriteria ketuntasan minimal pada akhir siklus kedua sebanyak 13 siswa atau 81,25% dari 16 siswa. Dan 3 siswa masih memperoleh nilai ulangan harian di bawah kriteria ketuntasan minimal atau 18,75%. Dalam penelitian siklus II ini nilai rata – rata ulangan harian siswa telah mencapai indikator keberhasilan akhir siklus kedua yaitu 81,25, maka siklus tidak dilanjutkan.
Akan tetapi pada tabel 7 peneliti melihat ada 1 siswa yang nilainya pada siklus II lebih kecil, jika dibandingkan dengan siklus I, anak itu adalah Bulantika Fajar Ning Buana. Bulantika Fajar Ning Buana mengalami penurunan nilai 5 % dari nilai yang diperoleh pada siklus I yaitu sebesar 80, sedangkan pada siklus II niali yang diperolehnya sebesar 75. Penurunan nilai ini disebabkan karena
Bulantika Fajar Ning Buana sedang dalam masa pemulihan kondisi kesehatannya setelah mengalami sakit. Sehingga, pada saat kegiatan siklus II berlangsung Bulantika Fajar Ning Buana terlihat kurang aktif dalam kegiatan belajar.
Berdasarkan tabel 7 di atas, peneliti juga melihat ada 2 siswa, yang nilainya pada siklus II sudah mengalami kenaikan dari pada nilai yang dicapai pada siklus I, akan tetapi nilai kedua siswa tersebut masih di bawah KKM yang ditentukan, siswa tersebut bernama Vitto Aditya dan Ferdinand Felix, adapun nilai Vitto Aditya pada siklus I sebesar 50, dan siklus II sebesar 55. Sedangkan nilai Ferdinand Felix pada siklus I sebesar 45, dan siklus II sebesar 60. Hal ini dikarenakan kedua siswa tersebut kurang aktif dalam kegiatan belajar.
Namun secara keseluruhan dari hasil penelitian di atas terjadi peningkatan prestasi siswa yang ditandai dengan naiknya nilai rata – rata ulangan harian siswa dari kondisi awal 53,69 ke siklus pertama mencapai 69,37 dan dari siklus pertama ke siklus kedua mencapai 81,25. Dengan demikian, dari hasil penelitian di atas terlihat adanya kenaikan nilai rata-rata kelas, jika dibandingkan dengan data awal. Maka, pembelajaran dengan menggunakan model cooperative learning teknik jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Selain itu, dapat disimpulkan bahwa temuan pada penelitian menjawab hipotesis yang dirumuskan pada bab II bahwa melalui model cooperative learning teknik jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa materi mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya siswa kelas IV SD Kanisius Gowongan Yogyakarta semester genap tahun pelajaran 2009/2010.
Temuan penelitian ini sesuai dengan penelitian seorang mahasiswa yang bernama Maria Rosalina Jawa Maran. Dari penelitian yang dilakukannya mengenai penelitian eksperimen terlihat bahwa nilai rata-rata kelas pada kelas eksperimen dengan menggunakan model cooperative learning teknik jigsaw, nilai rata-rata kelasnya lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol yang menggunakan teknik konvensional. Adapun nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 72,15, sedangkan nilai rata-rata untuk kelas kontrol sebesar 63,87.
55
BAB V PENUTUP
A.Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan cooperative learning teknik Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS, dalam materi mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya di SD Kanisius Gowongan tahun pelajaran 2009/2010. Hal ini ditandai dengan naiknya nilai rata kelas dan prosentase ketuntasan. Nilai rata-rata pada kondisi awal 53,69 mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 69,37 dengan prosentase ketuntasan sebesar 62,5%. Pada siklus II perolehan nilai rata-rata sebesar 81,25 dengan prosentase ketuntasan sebesar 81,25%. Selain itu, dapat disimpulkan pula bahwa temuan pada penelitian menjawab hipotesis yang dirumuskan pada bab II yaitu model cooperative learning teknik jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa materi mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya siswa kelas IV SD.
B. Saran
Berdasarkan uraian di atas, maka beberapa saran yang dapat penulis sampaikan : 1. Model cooperative learning teknik Jigsaw dapat diterapkan dalam proses
2. Guru dapat menggunakan model cooperative learning teknik Jigsaw, model pembelajaran ini dapat menghindari siswa dari kejenuhan terhadap metode ceramah yang sering digunakan guru dalam proses pembelajaran.
3. Model cooperative learning teknik Jigsaw sebaiknya diterapkan apabila siswa memiliki buku yang relevan sebagai referensi, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung seperti yang telah diharapkan.
4. Kondisi siswa dengan model cooperative learning teknik Jigsaw sebaiknya heterogen sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung seperti yang sudah direncanakan.
57